BOCCHAN

AUTHOR : SEBBY CIELMICHAELIS

Disclaimer : kuroshitsuji punya lady yana toboso

Summary : sebastian dan ciel tetap fokus kepada jalan di depannya.

tapi tiba-tiba..

Doorrr...

Warning : OOC, OON, Sembarangan..abal-abal


Puru-puru… dimana kamu! Jangan ngambek dong!

Puru-puru… pulang dong! Ayo! Kita baikan…

Puru-puru…

Aahh… pluto ngambek tuh, gara-gara dimarahin si ciel, ciel juga kenapa sih pakai acara marah-marahan segala Dasar!../digorok ciel.

Ok deck mari kita cari si pluto sama-sama!

GO TO STORY…


HALAMAN MUKA MANOR HOUSE

"kereta sudah siap, Tuan muda!" seru Sebastian, ngebukain pintu kereta kuda yang dimaksudnya.

Makasih Sebastian/ lho?
yang masuk malah si Author lembek sama si Dika ==

(author di lempar ke Denpasar, asisten digorok di tempat/*

"ya, Grell kemana?" Tanya ciel bingung ngeliat tidak hadirnya sang shinigami merah.

"saya, tidak tau, dan memang tidak mau tau!" cetus Sebastian dingin, athor beku/lho*?

"aku disini!" seru shinigami merah.

"dari mana saja kau?" cetus si earl ciel marah.

"wah, tadi aku habis dari belakang (baca WC), emang nya kenapa? Kangen yah?" seru Grell geer.

haa..? kangen? OMG! Nggak mungkin lagi, kangen sama kamu? Mimpi apa semalam?/Ditabok Grell*…

"ngapain aku kangen sama makhluk macam kamu? Sudah-sudah, cepat kita cari pluto! Nungguin kamu BAB cuman buang-buang waktu tau nggak?" gumam Ciel kesal, dan langsung duduk di dalam kereta kudanya.

Merekapun memulai perjalanan menuju lokasi pencarian pertama.


Di dalam kereta…

Posisi duduk:

Ciel : seperti biasa, duduknya santai, sambil pejam kali ini.

Dika : tuh! Didepan jadi kusir kereta.

Author : ada! Saya duduk di dekat ban kereta belakang.

Sebastian : ...lagi duduk, sambil masang muka jiji'.

Sedangkan Grell : lagi..lagi..lagi meluk-meluk Sebastian.

Wew, pantas aja ciel nutup mata, trus sebas masang muka jiji'..huff..

"sebby~~sebby~~" gumam Grell manja.

"grell san, bisa tidak untuk berhenti melakukan hal yang menjijikan seperti ini?" Tanya sebas sedikit gusar.

Dan Walla~…

Ini dia…

Asisten : "knapa?"

Author : "nggak papa! Cuman iseng aja wkwkwk" nggak lucu (_ _)"

"hnggm sebby~ iya deh nggak lagi~" jawab Grell manja~

Ih Grell s'lalu~ begitu…

Begitu apanya?

Dah ah~ lupakan!


Dua jam kemudian…

Sesampainya di pasar!

"lho? Kok sampai di pasar?" Tanya ciel bingung.

"ehh? Nggak tau ya? Kan kalau ada anjing atau kucing yang ngilang tujuan utama mereka kan pasar!" singkat Grell so'tau.

"Kucing…" yang denger kucing trus langsung ngerespond pasti tau ka, nggak usah aku jelesin.

"Sebastian. Huff…ya sudah lah cepat kita cari anjing manja itu!"

"ya, ayo.."

"ayo!"

"lah, ayo"

"arrgghh!"


Sedangkan itu…

"kyauu..kyauu!" seru seekor anjing atau yang sekarang menjelma jadi orang yang sedang kelaparan.

"mama..mama liat ada orang telanjang!" kata anak ingusan yang tak sengaja lewat dan melihat sosok yang setengah hentai itu/Dibunuh+Digigit…*

"kyaa..jangan di lihat anakku! Hei tuan! Kalau mau jalan-jalan jangan lupa pakai baju dong!" teriak ibu-ibu itu memberi arahan yang bagi pluto hanyalah celotehan belaka ~haa?*

Ya, begitu lah respond orang-orang di sana ketika melihat pluto dalam ujut manusia tampa busana, salah sendiri sih kenapa juga sampai lupa nggak pakai baju?

Asisten : "bos, ingat chapter 4 dong! Pluto kan kabur dalam bentuk anjing nya..mana mungkin dia sempet-sempetin ingat-ingattin bawa baju ganti? Emangnya bos apa? Yang celana dalam tetangga di bawa juga, sangking nggak mau kelupaannya!"

Berisik! Kau..membuka aib orang…

Dan terjadilah perkelahian antara Author dan Asisten gagah kita (whattt? gagah? Huekk*


Back to Ciel grub…

Ciel, Sebastian, and Grell.

"kalau begini kita nggak bakalan NGENEMUIN PLUTO DENGAN CEPAT!" seru ciel yang tiba-tiba berteriak kesal karena melihat si shinigami dan butler nya yang sedang tawar menawar di tengah pasar sayur.

"yur, sayur~"

"ikan..ikan..ikan~"

Hapal banget gue!

"mang yang ini dua ribu ambil empat ya! Mau?" tawar si sebas pada seorang tukang sayur yang terpikat dengan pesonanya.

Tadi sebas bilang apa? 'terimakasih' bukan yang itu..! oh 'mang' sama 'dua ribu' weleh tau dari mana Iblis tu kata?

Asisten : "belajar bos!"

Ane nggak nanya ente!

"ihh~ nggak bisa murahan dikit apa ya? Masa' jepit rambut dekil kaya' gini mahal amat?" yang ini juga lagi ngenawar barang tapi barang nggak baku mah dia belinya.

"nggak bisa neng, eh bang, eh mas, eh.."

"gggrrrhh…..SEBASTIAN, GRELL! BERHENTI MELAKUKAN HAL KONYOL!" Ciel meledak..ciel meledak!

Cepat ke pengungsian!

Setttt…

"ahh, maaf kan saya tuan muda!" seru Sebastian masang muka nggak berdosa.

"gue ingatin loe! tukang jepit rambut!' teriak Grell yang masih kesal ama tukang jepit rambut yang manggil dia macam-macam tadi.

Ha, apa Grell bilang 'Gue'? O.o

"ayo cepat cari si pluto! Kita kesini kan mau cari si pluto bukannya mau belanja! Lagian ngapain juga kalian beli-beli barang nggak baku begitu! Aku nggak suka tau nggak?" celoteh Ciel panjang tapi kurang lebar.

"sekali lagi saya minta maaf tuan muda!" seru sebas, lagi.

"arrgghh, ya sudah, cepat cari anjing manja itu!"

"yes, My Lord!"


Satu jam setelah itu.

"ahh turunk aku!" perintah Ciel yang lagi di gendong sebas.

Grell cemberut mulu.. iriya~?/di injek gerll*

"kalau kita bersama terus kita tidak akan menemukan pluto, lebih baik sekarang kita berpencar! Sebastian, kau ke sana! Grell, kau ke situ! Dan aku, akan jalan lurus kesana!" kata ciel memberi perintah.

"baiklah, nanti saya jemput!" seru Sebastian setuju, sedangkan grell nggak peduli-peduli amat.


In Place Sebastian…

"kalau bukan perintah, mana mau saya mencari anjing itu, cih!" gerutu Sebastian di tengah perjalanannya mencari pluto.

Tapi tiba-tiba.

Miong..miong..miong!

"ahh…kucing?"

Mendengar suara kucing buyar sudah pikiran sebas dan niatnya mematuhi perintah untuk mencari pluto.

Di peluknya kucing itu, di lempar-lemparnya, di pusut-pusut nya dan terakhir di makannya (bohong~*


In Place Grell…

"becek.. iuu~" Gumam shinigami itu jiji' melihat daerah becek yang di pijaknya.

"ahh..~ sebby jempput aku~!" serunya manja.

Tapi tiba-tiba..di ujung sana terdengar suara sesuatu sedang menggerutu.

'Anjing kah itu? Atau apa?' piker si grell sambil garuk-garuk kepala.

Kutuan mang?-/Di gigit Grell*

Ggrrhh..ggrrhh..

Dan secara perlahan makhluk itu pun memunculkan sedikit demi sedikit bentuk aslinya, dan…

"ANJING LIARRR…" teriak grell tiba-tiba.

Guk...gukk..gukk

Grell pun menabrak semua becek yang membuat ia jiji' tadi (sangking takutnya nggak peduli lagi dah sama daerah sekitar yang entah sedang becek maupun sedang longsor*

GYyyhaaa…


In Place Ciel…

"ahh kena! Kotor..kotor!" gerutu bocah itu (sama kaya' grell mah dia*

"pluto..! pluto! Kamu di mana?" gumam nya sambil mencoba memanggil sang anjing manja.

"hahh..cape'!" seru ciel seraya duduk di sebuah kardus bekas yang agak sedikit basah.

'salah kah aku sudah mengusirnya?, salahkah aku sudah memarahinya?, salahkah aku..?' Tanya nya pada dirinya sendiri dalam hati.

Tapi tiba-tiba ada seseorang yang membangunkan ciel dari lamunannya.

'sebastian kah itu?' serunya dalam hati, lagi.

"kardus ku..kardus ku~" seru seseorang yang sepertinya orang gila itu.

"O..or..orang gila?" gumam ciel sedikit gerogi.

"bukan, aku bukan orang gila!" halah..dah gila, gila aja nggak usah sok waras.

Di bilang bukan orang gila ciel malah percaya dan berbincang dengan OrGil itu.

"anjing putih?"

"iya anjing putih kamu liat nggak" Tanya ciel pada orang gila yang ngaku waras itu.

"aku liat..aku liat!"

"di mana?"

"tadi dia ke sana!" jelas Orgil itu sambil menunjuk arah sembarang yang ia sebut-sebut sebagai tempat terakhir ia melihat pluto.

Emangna benar itu, yang di liat OrGil itu si pluto?

Asisten : "mungkin aja kali bos!"

Gue nggak nanya loe!

Asisten : "ahh, bos masih marah ya?"

Diam!

"ahh benarkah? Kalau begitu terimakasih ya!" gumam ciel senang, tapi kayanya dia di boongin deh.

Perasaan ku nggak enak.

Hati-hati ciel!

Ciel pun beranjak pergi menuju arah yang di lihatkan orang gila tadi.

Dan…

"Gyhaaaa….SRIGALA GANAS!" teriak ciel sambil berlari.

"hahahahaha kasian deh loe…hahahhaa"

"ORANG GILA SIALAN!"

"nggak peduli…:p"

Haduh tuh kan ciel anjing putih ya? Hmm kayak nya itu srigala putih! Orang gila di percaya..jadi gini kan! Huff…

Di depan rumah nya tadi ada tulisan gini "AWAS! Srigala ganas!"

Nggak baca rupanya dia (_ _)"


Untuk sementara kita kembali ke nasib si pluto…

"kyau..kyau!" seru pluto yang sepertinya menemukan makanan kotor di pinggiran jalan.

Tapi terdengar suara anak anjing di samping tong sampah yang di jamah pluto tadi.

Pluto pun terlihat sedih melihat anak anjing yang sepertinya telah di buang sang pemilik.

Pluto mengurunkan niatnya untuk memakan makanan yang di dapatnya tadi, baginya anak anjing itu lebih membutuhkan makanan itu disbanding dirinya.

Pluto pun mendekati 4 anak anjing itu dan memusut bulu lembut mereka dan tak lama lalu memberikan makanan yang di dapatnya tadi.

Dan dengan lahap 4 anak anjing itu memakan semua makanan itu.

Pluto tersenyum dan duduk di depan mereka (niatnya mungkin sesame sanjing ingin menjaga*/ha(?)...


In Place Ciel…

"Sebastian tolong aku…!" teriak ciel mencoba memanggil sang butler nya yang lagi bermesraan denga kucing-kucing kampung di sana. O.o(?)

Sebas yang mendengar teriakkan dari sang tuan muda pun langsung terbangun dari kenikmatannya bermain dengan kucing kampung.

"tuan muda.."

Dan.. jeng-jeng-jeng…

Sebastian pun datang dan langsung membunuh srigala putih yang di sangka orang gila tadi si pluto.

"hah..hah..hah"

"anda ceroboh, tuan muda!" gumam Sebastian merendahkan ciel.

Sontak ciel pun marah.

"Bodoh! Aku tidak ceroboh cuman saja aku, aku…"

"aku knapa?" Sebastian mencoba menggoda tuan mudanya.

Tapi itu tak berlangsung lama karena ciel langsung menuju topik pembicaraan.

"ahhh, mana pluto!" Tanya ciel tiba-tiba.

"belum ketemu!" ceus dingin sebas.

"arrgghh, ayo kita cari lagi!" perintah ciel, lagi.

Ciel dan Sebastian pun melanjutkan pencarian berdua tapi di tengah perjalanan mereka melihat sesosok merah dengan baju compang-camping persis gembel tengah berlari menuju mereka.

"grell?"

"huaaa sebby~ tolong aku!" serunya sambil menangis dan berlari.

Ternyata di belakangnya masih ada segerombolan anjing liar yang sudah menggigiti sekujur tubuhnya.

T_T~…

Sebaspun lagi-lagi membunuh sebangsa anjing liar itu.


5 menit setelah pembasmian…

"huaaa sakittt~" gumam grell manja, tapi nggak ada yang menghiraukan nya.

Sebastian dan ciel tetap fokus kepada jalanan di depannya.

Tapi tiba-tiba..

Doorrr….

Suara tembakan membengangkan telinga ciel, Sebastian, dan grell.

"apa itu?" Tanya ciel panik.

Dan ternyata empat orang yang berkerja sebagai pembasmi anjing liar tengah menangkap 4 ekor anak anjing dan 1 ekor anjing berukuran lebih besar dari anjing-anjing pada umumnya, dan anjing itu tertembak peluru yang berisikan obat penenang untuk anjing.

Sontak Ciel, Sebastian, dan Grell kaget.

"PLUTO…!"

...


Kyaaa, pluto ketembak ahh gi mana nih?

Nee! Sorry baru update soalnya lagi malas ngetik hahaha ~ terlalu jujur*

Dan thanx buat yang ngereview chapter 4 kemarin dan terimakasih untuk yang ngereview fic yang Crazy Love…

Dan sekali lagi Terima Kasih untuk...

Sarah Phantomhive, Mousy Phantomhive, dan Rarha si LuciferDeath

yang udah setia nge Review fic rate M saya yang sepertinya kurang laku T_T~

tapi nggak papa lah Pliese REVIEW! ^^