Ne linZz da bwat chap2 na..

Mga" mkin seru o..

N..

Bgi yang review mkacih..

LinZz bakal brusaha lbih keras lagi..

Pairing: SasuNaru

Disclaimer: hah, masih tetap "Masashi senpai"

Warn: typo,yaoi,crita belit,lain" na

Skali lagi, bagi yang gak suka

Don't like, don't read lar..

Chapter2

"Te.. Teme"

•••

Keadaan sekarang menjadi sunyi. Masing-masing sibuk dengan pikirannya.

"Teme, apa yang kau lakukan disini?"

"..."

"Hei, teme!"

"..."

"Woi! Teme! Dengar gak?"

"Urusai na dobe"

"Jangan panggil aku dobe,teme! Aku tau kenapa kau disini! Kau pasti ingin kembali ke konoha kan?"

"Tak akan" dingin itulah yang terasa dalam nada bicara lelaki berambut raven ini.

"Ke..kenapa?"

"Tak perlu kujawabpun, kurasa kau sudah tau jawabannya bukan.."

"Tapi teme, itu tak ada hubungannya. Bukankah Danzo lah yang menyebabkan klanmu hancur,teme! Dan sekarang ia sudah tak ada lagi, seharusnya sudah tidak ada lagi alasan untukmu pergi dari desa bukan.."

"Bukan hanya Danzo yang bersalah, seluruh warga konoha juga memiliki dosa yang sama."

"Tapi teme.."

"..."

"Teme, warga konoha tidak bersalah sama sekali. Mereka bahkan tak tau tentang masalah ini."

"..."

"Teme.."

"Justru karena mereka tak tau, mereka hanya orang-orang yang tak pernah memedulikan sekitar. Yang dipedulikan hanya diri mereka sendiri."

"Te.."

"Ketika klan uchiha masih ada, warga konoha selalu meminta bantuan pada kami, berpura-pura baik agar dapat berteman dengan klan elit Uchiha. Dan sewaktu klan kami di asingkan jauh dari warga konoha yang lain oleh para petinggi konoha, apa yang dilakukan oleh warga konoha?"

"Teme.." Suara Naruto terdengar begitu lirih.

"Jawabannya tidak. Tidak ada yang dilakukan oleh mereka. Bahkan ketika Danzo memerintahkan pada kakakku untuk melenyapkan klan Uchiha. Mereka hanya dapat mengasihani, mengasihani aku. Satu-satunya yang tersisa dari klan Uchiha."

"Tapi teme, mereka hanya tak.."

" Justru ketidaktauan mereka yang menyebabkan mereka bersalah." Suara Sasuke kembali tanpa emosi.

Sementara itu, orang-orang yang ada disana hanya dapat diam menahan nafas. Mereka hanya melihat dan mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh kedua orang itu.

Seketika itu juga suasana kembali hening. Hanya ada satu orang yang terlihat bingung dengan situasi yang terjadi, itu Sora. Dengan ragu ia menanyakan Suigetsu siapa orang yang sedang berbicara dengan Sasuke.

"Heh? Dia? Itu adalah Uzumaki Naruto, ia merupakan teman baik Sasuke ketika masih tinggal di Konoha."

"Naruto?" Samar, ia rasanya pernah mendengar nama itu.

"Yup. Kau kenal?"

"..."

Sementara itu, Sasuke dan Naruto.

"..."

"Aku ingin menanyakan satu hal lagi teme."

"..."

"Apakah kamu juga berpikir begitu tentang diriku? Apakah kamu juga membenciku seperti kau membenci warga konoha?"

"..."

"Jawab Sasuke"

"..."

"..."

"Iya"

"..." Satu jawaban itu membuat Naruto tak dapat berkata. Ia merasa kehilangan sesuatu didirinya setelah mendengar hal itu.

Tanpa mempedulikan Naruto yang terdiam, Sasuke berjalan ke bagian dalam goa untuk memilah tanah yang akan ia jadikan tempat untuk beristirahat malam ini. Suigetsu juga mengikuti Sasuke,disusul dengan Sora. Ketika Sora berjalan melewati Naruto tiba-tiba ia teringat dengan sebuah sosok di masa lalunya.

"Naru-niichan?"Sora berkata dengan ragu.

Mendengar suara yang memanggilnya Naruto langsung berpaling melihat. Anak kecil? Itulah yang ada di dalam benak Naruto.

"Kakak Naruto-niichan kan?"

"Iya. Kau siapa?"

"Nii-chan gak ingat? Aku Sora."

"Sora?"

"Iya, kita bertemu pertama kali 4tahun yang lalu. Ingat?"

"4tahun yang lalu? Ahh.. Sora-chan"

"Ingat kan Naru-nii?"

"Wah.. Kau sudah besar sekali sekarang. Hahah.."

Sekejap suasana hati Naruto langsung berubah. Yah, memang itulah Naruto.

"Sora-chan kenapa ada disini?" Naruto langsung melirik kearah Sasuke, bukankah tadi Sora bersama Sasuke?

Wajah Sora langsung terlihat begitu sedih. Ia kembali teringat akan kejadian beberapa hari yang lalu. Melihat wajah Sora yang sedih, Naruto langsung merasa bersalah.

"Ano, kalo gak mau cerita juga tak apa."

"Gak, sebenarnya.. Beberapa hari yang lalu, ada beberapa orang pemberontak yang singgah ke desa tempat aku dan orangtua ku tinggal. Me..reka, merampas seluruh harta warga disana. Dan ketika itu, mereka yang mengetahui bahwa kakakku Seri memiliki kekuatan yang unik berniat mengambilnya. Tetapi orangtuaku malah menghalangi dan me..mereka membunuhnya. Mereka juga berniat untuk membunuhku. Tetapi aku lolos meskipu menderita luka parah. Aku kemudian di selamatkan oleh Sasuke-sama."

Melihat Sora yang begitu tertekan, Naruto langsung memeluknya.

"Sudah tenanglah Sora-chan. Kamu aman sekarang"

"Arigatou Naru-niichan" Sora tersenyum dengan manisnya.

"Sama-sama Sora-chan. Нehehe.." Naruto senyum juga dengan senyum khasnya.

"Ano, Naru-niichan, boleh aku tidur disamping Naru-nii?" Sebelum Naruto menjawab, Sora-chan langsung saja bergelayut manja ke Naruto.

"Heh?"

"Tidak boleh ya Naru-nii?

Sekilas Naruto melirik ketempat dimana Sasuke berada. Tapi yang dilihatnya hanya sosok Sasuke yang sedang duduk berdiam diri tanpa mempedulikan tatapan Naruto.

"Naru-nii?"

"Ah, tentu saja boleh Sora-chan."

Sora sontak langsung memeluk Naruto,yang mana orang yang dipeluk malah terjatuh. Tapi kedua orang itu malah tertawa. Mereka berdua pun tidur dengan berpelukan. Tanpa mempedulikan keadaan sekelilingnya.

Neji,Shikamaru,dan Sai yang sedari-tadi diam hanya dapat tercengang. Tiba-tiba mereka merasakan suatu pandangan yang amat menusuk. Mereka menoleh ke arah pandangan itu.

Sasuke?

Yap, itu Sasuke. Dengan mata yang merah. Melihat ke arah di mana Sora dan Naruto.

Berpura-pura tak melihat mereka bertiga memutuskan untuk segera berbaring. Tapi kasihan sepertinya tidur mereka tak akan nyenyak. Sepertinya mulai sekarang ketiga shinobi konoha ini tak akan bisa tenang.

Sementara itu Suigetsu? Huh, ia sudah terlelap duluan, bahkan sebelum Naruto dan Sora berbicara. Memang tak tau keadaan.

Sasuke? Jangan ditanya. Aura yang ia keluarkan makin hitam. Tak tau kenapa.

TBC

Akhir na chap2 slesai.

Di ripiew a..