Yai,yai..
LinZz apdet chap bru ge..
Hhaaa..
Moga" senpai ma reader masih ngikutin crita na..
Hhee..
Bwat yang da review theng kiu o..
Pairing: SasuNaru
Disclaimer: Masashi senpai
Warn: Yaoi, OOC, typo, crita belit", dll...
Don't like, don't read..
Chapter 3
Ciit.. Ciit..
Terlihat seorang lelaki sedang tertidur nyenyak dengan memeluk seorang anak laki-laki di sampingnya. Lelaki yang sedang menikmati mimpinya yang indah tetap tidak menggubris suara nyaring burung yang beterbangan dan cahaya matahari menyilaukan yang masuk melalui pintu goa. Lelaki ini terlihat begitu manis dengan tiga garis tipis di kedua pipinya. Rambutnya yang kuning terlihat cerah karena cahaya dari matahari. Itu adalah Naruto, dan orang yang dipeluknya itu adalah Sora.
"WUAHHH"
Tiba-tiba Sora terbangun, ia terbangun karena mimpi buruknya akhir-akhir ini. Ia bermimpi mengenai malam dimana orangtuanya dibunuh dengan cara yang sadis oleh para pemberontak yang ingin menculik kakaknya.
"Ng.. Ada apa Sora-chan?" Naruto terbangun dengan pose yang begitu imut, dengan salahsatu tangannya mengucek matanya.
Seperti baru menyadari disisinya ada Naruto, Sora langsung memeluk Naruto dengan eratnya.
"Sora-chan?" Naruto terdiam melihat ekspresi Sora yang seakan ingin menangis.
"Naru-nii, Sora bermimpi lagi.."
"Mimpi?"
"Sora mimpi tentang malam ayah dan ibu terbunuh. Sora takut.."
"Sudah Sora, jangan takut. Disini ada Naru-nii. Hehehe.. Kalo penjahatnya datang akan Naru-nii jadikan makanan ikan mereka."
Mendengar kalimat penghiburan Naruto, Sora langsung tersenyum. Ia merasa sudah lebih tenang. Kemudian ia melihat ke sekeliling. Sasuke-sama? Melihat sang penyelamatnya tak ada ia langsung bangkit berdiri untuk menemukan dimana sosok penyelamatnya itu.
Naruto yang melihat Sora berdiri juga ikut berdiri. Ia lalu memutuskan untuk membangunkan tiga teman seperjalanannya itu. Terlabih dahulu Naruto membangunkan Neji, karena ia merasa Neji lah yang paling mudah untuk dibangunkan. Setelah itu ia membangunkan Shikamaru. Butuh usaha yang cukup keras untuk membangunkan yang satu ini, mengapa begitu? Itu karena Shikamaru adalah raja tidur, selalu saja tidur. Ketika Naruto berniat untuk membangunkan Sai,,
"Sai, bangun"
"..."
"Sai!"
Tiba-tiba sebuah tangan terlihat menyentuh pinggang Naruto. Seketika itu tubuh Sai yang diguncang-guncang oleh Naruto langsung lenyap. Blush! Sai telah berada di belakang Naruto.
"Nani Naru-chan?"
"SAI"
"Naru-chan ternyata agresif ya."
"A,apanya yang agresif? A,aku hanya membangunkanmu tau!"
"Membangunkan? Kalo begitu cara membangunkan ku sangat menggoda ya Na-ru-chan" bisik Sai perlahan di telinga Naruto hingga membuat ia merinding.
Pasrah. Itulah kata yang sempat terlintas dipikiran Naruto. Bagaimana tidak? Selama ini ia terus menerus digoda oleh Sai. Saat pertama kali bertemu saja Sai sudah dengan sengaja mencari alasan dengan berkata bahwa ia ingin mengenal hubungan antara manusia. Kalo masih begitu Naruto masih dapat memahaminya. Tapi Sai semakin berani mulai dari memegang tangannya, kemudian meraba pundaknya, saat ini Sai sudah mulai meraba-raba pinggangnya,dan selanjutnya pasti Sai akan melakukan hal yang lebih berani lagi. Membayangkan hal itu saja sudah membuat Naruto bergidik ngeri.
Ketika Sai sedang sibuk meraba pinggang dan mengelus leher Naruto, tiba-tiba masuk 2 orang kedalam gua. Ternyata itu adalah Sora dan Sasuke. Sora yang memandang keadaan serta posisi Naruto dan Sai hanya dapat tersipu malu. Sora berjalan masuk kedalam gua seolah tak melihat kejadian itu. Sedangkan Sasuke? Sasuke sekarang hanya berdiri diam sambil menatap kedua shinobi yang sedang bermesraan ini, atau lebih tepatnya Naruto yang akan segera dirape oleh Sai. Naruto yang akhirnya menyadari Sasuke yang berdiri dihadapannya hanya dapat tertunduk, ia tiba-tiba teringat kembali akan peristiwa kemarin. Naruto merasa amat sedih mengetahui bahwa Sasuke tak hanya membenci desa Konoha, tetapi juga dirinya. Melihat Naruto yang tertunduk, Sasuke langsung menghinanya,,
"Sedang beromantisme ya dobe."
Mendengar hal itu rasanya darah langsung naik kekepala Naruto. Malu sekaligus marah berkecamuk di otaknya.
"Diam teme"
"Kenapa? Merasa tersinggung ya?"
Sai yang sedaritadi diam mendengar percakapan singkat dua orang ini langsung berkata dengan tegas kepada pria berambut raven yang berdiri didepannya.
"Kenapa Uchiha? Cemburu?"
Mendengar kata yang keluar dari mulut Sai sontak dua shinobi itu langsung kaget. Kalau Naruto mukanya langsung memerah, Sasuke tetap mempertahankan mimik stoic di wajahnya.
"Cemburu?" Terdengar nada ancaman di setiap katanya.
"Iya, Uchiha-san cemburu melihat aku dekat dengan Naru-chan?" Senyum Sai melebar, seraya memeluk Naruto dengan lebih mesra lagi.
"S,Sai.. Di,diamlah."
Emosi seorang Uchiha sudah mulai terpancing. Sai memperlihatkan senyumnya lebih lebar lagi, ia merasa senang untuk saat ini. Mengapa? Entahlah. Ia sendiri tak tau mengapa merasa senang, mungkin karena dapat membuat wajah stoic seorang Uchiha lepas dari wajahnya merupakan kesenangan tersendiri bagi Sai.
"Mengapa Uchiha? Merasa cemburu? Lihat aku dapat melakukan ini dengan Naru-chan sedangkan kamu tidak bisa."
"Diam"
"Sai.." Suara Naruto sekarang mulai kedengaran takut. Karena sebagai seseorang yang sudah berteman lama dengan Sasuke, ia tau bahwa keadaan Sasuke sekarang sudah sangat emosi.
"Huh?"
"Lepas.."
"Apa Uchiha?"
"Lepas.."
"Tidak kedengaran Uchiha."
"LEPASKAN DOBEKU!"
Suara teriakan itu membuat muka Naruto memanas seketika. Dobeku? Tak pernah terbayang olehnya Sasuke akan berkata seperti itu.
Teriakan itu juga membuat semua orang yang ada di gua itu sama terkejutnya dengan Naruto. Bagaimana tidak, Sasuke yang biasanya sangat stoic, dapat berteriak seperti tadi, dan lebih mengejutkannya lagi apa yang diteriakkan oleh pria bermata onyx ini. Neji dan Shikamaru hanya dapat sweatdrop, Sora hanya terbengong, begitu juga dengan Suigetsu yang telah berhasil dibangunkan oleh Sora.
"Hn, baiklah Uchiha-san" dilepaskannya Naruto, karena Sai sudah merasa tidak seharusnya bermain-main dengan Sasuke yang sudah marah.
"..suke"
"Hn" Sasuke sudah kembali dengan muka stoicnya.
"Apa mak.."Tangan Naruto langsung ditarik oleh Sasuke. Sasuke pun menarik paksa Naruto keluar dari gua.
Melihat kepergian dua orang itu, seluruh penghuni yang tersisa di gua itu hanya dapat terdiam. Lalu terlihat senyum terukir diwajah Sai. Senyum licik. Melihat hal itu Suigetsu yang sedari tadi diam mulai berbicara.
"Hei, kamu yang sok seksi."
"Siapa"
"Kamu lah! Si perut seksi" mendengar ini Sora harus sedikit menahan tawa.
"Lalu apa?"
"Berani juga kau melawan Sasuke. Tak takut mati huh?" Cibir Suigetsu.
"Aku tidak melawan kok." Diberikannya senyumnya yang paling lebar untuk Suigetsu, yang jelas membuat Suigetsu merinding.
"Kau menyeramkan"
Dalam pikiran orang-orang yang berada di gua itu(minus Sora), Sai merupakan orang berbahaya kedua setelah Sasuke.
...
Di lain tempat,
Didekat danau terlihat Sasuke sedang memeluk Naruto dengan eratnya. Kenapa bisa begitu?
TBC...
Di review ya..
