Do less, Tweet More

Naruto © Masashi Kishimoto

Chapter #2


What's happening?

.

.

Latest: RT uzumakinaruto: Had a quality time with sabakunogaara! You save my day! half a minute ago Update

Home


temari baru aja bangun. Kembang api semalem tuh DEWA! Keren banget ya ga tweeps? :D

less than 5 seconds ago from Echofon

narashikamaru twitter bikin gue tambah emosi aja. Asshole.

less than 10 seconds ago from Snaptu

sabakunogaara RT uzumakinaruto: Had a quality time with sabakunogaara! You save my day!

half a minute ago from web

hyuugahinata Talk to you later tweeps! Mandi :)

1 minutes ago from web

uzumakinaruto aaah tulang gue kayak rontok gituuuu. Pegal pegal badan gue tweeps. Kayak habis kerja rodi :(

1 minutes ago from UberTwitter

uzumakinaruto LAPEEEEER TO THE MAX! ~_~

2 minutes ago from UberTwitter

yamanakaino cowok tuh semua sama aja.. brengsek. Cuma bisa nyakitin hati cewek.

2 minutes ago from TwitterBerry

harunosakura hari pertama 2010! Cheer up tweeps! ;)

3 minutes ago from dabr

harunosakura hoaaahm. Just woke up. And it's 2010 yay!

3 minutes ago from dabr

Argh. Gue pusing. Gak bisa ngelanjutin baca tweets orang lain. Gue beneran pusing, sakit kepala. Dari tadi nyut-nyutan gak karuan. Mata gue merah dan pedih banget. Udah gitu berair. Badan gue, kalau diceplokin telor, dalam beberapa menit udah jadi telor mata sapi. Dengan kata lain, panas. Banget. Bukannya gue sok mendramatisir atau gimana. Tapi kenyataannya memang kayak gini.

Gue gak sanggup menatap layar laptop. Mending gue exit twitter, matiin laptop, dan tidur. Tapi, ini udah pagi menjelang siang. Dan gue juga baru bangun. Masa mau tidur lagi?

"Gue kok bisa sakit gini? Apa gara-gara semalam?"

Gue pikir juga gitu. Semalam, pas gue, Naruto, dan kak Temari ke festifal kembang api, gue ngelihat Sasuke sama Sakura berduaan. Ya wajar aja, mereka udah resmi pacaran. They are now officially dating. Dan itu membuat hati Naruto hancur lebur. Bukan karena Sakura yang direbut Sasuke. Tapi malah KEBALIKANNYA.

Iya. Naruto suka sama Sasuke. Bukan lawan jenisnya, melainkan sesama jenis.

Dan itu. ITU yang ngebuat gue agak shock, dan berimbas jadi sakit gini. Pengakuan Naruto semalam tuh benar-benar di luar perkiraan gue selama ini. Yah, gue sakit juga gak sepenuhnya karena perasaan Naruto yang... agak melenceng, sedikit. Ada faktor lain yang ngebuat gue sakit gini.

Last Night (at Fireworks Festival) –flashback-

"… Sasuke."

Krik krik krik krik.

"HAHAHAHAHAH! Gue bercanda! Gak mungkin dong gue naksir si teme! Hahahaha! Bercanda, bercanda!"

Krik krik krik krik.

"Hhhhh..." Naruto menghela nafas. "Dibilangin gue naksir Sasuke, lo gak bakalan percaya.. gue bilang bercanda, pikiran lo jadi tambah ruwet kan?"

Gue naikin alis tak kasat mata gue dan ngelihat dia dengan tampang 'oh ayo lah gue gak bisa nangkap maksud lo apaan'.

Seakan dia mengerti tampang rada bego gue barusan, dia menjawab, "Iya. Gue jujur, gue suka dia." Dengan sangat tegas. Pakai titik.

-end of flashback-

Mendengar itu, gue jadi merinding disko pas tahu sahabat gue dari orok sampai sekarang adalah seseorang penyuka sesama jenis.

Dan gue lebih merinding disko lagi pas sadar reaksi gue ketika mendengar kejujuran Naruto. Gimana ya... Gue, ketimbang ketawa dan mengejek Naruto homo, selera aneh, gak masuk akal, dan lain sebagainya.. gue... gue lebih ke... agak marah?

Marah? Gak juga. Bukan. Gue gak marah.

Apa sih perasaan yang gue rasain waktu itu? Gue ngerasa darah gue udah naik sampe ke otak, muka gue udah panas banget, hati gue sedikit—sedikit sakit. Kayak ditusuk-tusuk jarum. Gue, dari berbagai macam manusia yang mendengar sahabatnya sendiri ternyata tidak menaruh ketertarikan pada lawan jenisnya, memberikan reaksi yang mungkin... sedikit berbeda.

Naruto, dari berbagai macam manusia yang mengakui kalau mereka penyuka sesama jenis, mungkin menangkap reaksi gue yang berbeda—yang seharusnya ketawa mengejek, mulai menjaga jarak, dan akhirnya acuh tak acuh—dengan senyuman pahit.

Malam itu, gue ingat bagaimana cara Naruto memakan semangkuk ramennya tanpa ada sepatah kata keluar dari bibirnya. Dan gue tahu, mungkin... mungkin dia malu. Gue ingat bagaimana reaksi Naruto ketika gue tersenyum dan bilang 'Gak apa-apa. Gue kan sahabat lo sejak kecil. Gue—kita, kita kan menerima satu sama lain apa adanya, ya gak?'

Gue ingat seberapa terharunya Naruto mendengar ucapan gue yang—menurut gue SANGAT—cheesy itu dan memeluk gue sampai gue sulit bernafas. Kalian tahu saja lah Naruto orangnya gimana kalau lagi kacau...

Gue juga ingat, saat dia bilang dia sudah merelakan Sasuke dengan Sakura, karena dia sudah benar-benar kehilangan harapan, walaupun ekspresi wajahnya, sorotan matanya, gerak gerik tubuhnya menolak omongannya sendiri.

Ah... gue ingat semuanya. Semua yang terjadi pada malam itu.

Bahkan rasa sakit yang dirasain Naruto pun... gue ingat.

Huh? Gue kenapa sih? Apa? Cemburu? Ya enggak lah! Masa cuma gara-gara gue keliatan sedikit emosi, hati gue juga ikutan sakit, kayak ditusuk jarum-jarum kecil, lantas gue dibilang cemburu? Jangan konyol!

Eh... by the way... cemburu tuh apaan?

TING TONG

"Sebentar."

Gue dengar suara kak Temari menyahut dari ruang keluarga, dan menuju pintu untuk segera dibukakan.

Setelah itu, gue gak dengar apa-apa lagi. Kepala gue sakit banget. Badan gue lemas, susah buat digerakin. Gue demam. Panas gue mungkin sekitar 39°c atau lebih. Gue gak peduli sama tamu yang mungkin sudah masuk dan lagi ngobrol sama kak Temari.

Gue butuh istirahat dan sekarang lah sa—

"GAARAAAAAAA~~! I'M HERE TO PLAY WITH YOUUUUUUUU~~ ALL DAY LONG!"

—at nya untuk bermain bersama Naruto?

Oh great.

"Naru… uh, sorry. Bukannya gue ga mau main sama lo. Ta—"

"Gar? Kenapa lo pucat banget?"

Gue agak tersentak ketika merasakan tangan dinginnya Naruto ada di dahi gue.

"Gila! Panas BANGET! Gar, lo demam? WAH! KOK BISA!"

Gue cuma bisa menghela nafas. Dia ini... gak sadar apa dia lah penyebabnya? Heran gue. Kenapa sih gue bisa berteman sama orang sedangkal dia.

"Gak tahu... mungkin gara-gara..." Gue gak tahu bagaimana cara menjelaskannya sama si rambut pirang bodoh ini. Gue gigit bibir bawah gue—salah satu ekspresi dimana gue udah kehilangan ide buat ngomong apa.

"Semalam ya? Gara-gara kita datang ke festival kembang api itu kan? Duh udah gue bilang, mendingan kita gak usah pergi! Gini deh.. sakit di elo, sakit di gue."

Nah… tuh kan…

Apa gue bilang. Dia, Uzumaki Naruto, si rambut pirang bodoh penggemar ramen, yang kalau ngomong suka ceplas-ceplos, lebay gak karuan ini masih gak rela atas jadi nya Sasuke dengan Sakura.

"Goblok lo. Masih banyak ikan di lautan. Seharusnya lo pegang prinsip itu dong."

"Hahaha... ngomong apaan sih. Anyway~ lo udah minum obat belum?"

Gue menggelengkan kepala. "Gue baru bangun gini..."

"Ah pantesan suhu badan lo sepanas ini! Bentar ya, gue ambilin obat di bawah!"

Dan Naruto pun pergi kebawah.

Hhhh... Masih banyak ikan di lautan? Ha-ha-ha. Gue gak nyangka gue bisa ngomong seperti itu sama orang yang baru aja patah hati. Gue tahu, gak segampang itu.

Gak segampang itu berpindah hati ke orang lain.

Sasuke, yang sudah berteman dengan Naruto sejak TK, bukanlah seseorang yang mudah untuk dilupakan oleh nya. Kecuali…

Kecuali si bodoh itu tiba-tiba ketemu pangeran yang BERJUTA-JUTA KALI JAUUUUUUUH lebih cakep, keren, berkharisma daripada si maniak tomat itu.

Tapi, siapa?

Ya gak ada lah.

Krieeet..

"Gaara~ ini obat lo!" Lamunan gue buyar seketika pas Naruto masuk ke kamar gue. Dia memegang sebutir pil dan segelas air, dan menyerahkannya ke gue.

Gue pun mengambil sodoran yang diberikan Naruto, langsung menelan pil dengan cepat dan meminum air itu sampai gue rasa obatnya sudah melewati tenggorokan gue.

"Thanks." Ucap gue singkat. Serius deh, baru kali ini gue rasanya ingin muntah.

"Gue rasa gue datang disaat yang gak tepat kali ya? Besok gue mampir lagi deh!"

Gue bisa melihat senyum lima jari khas nya itu dengan mata yang sudah terasa berat ini. Iya. Mata gue rasanya berat banget. Mungkin pengaruh obat. Dan ya... beberapa detik setelah itu, gue gak bisa ingat apa-apa.

Gue tertidur.. membiarkan Naruto turun sendiri ke bawah, berpamitan dengan orang rumah, dan pulang.

Maaf ya, Naruto. Gue sakit juga bukan gue yang minta.


What's happening?

.

.

Latest: RT uzumakinaruto: Had a quality time with sabakunogaara! You save my day! 23 hours ago Update

Home

hyuugahinata take care baby harunosakura! I'll miss you :'(

less than 5 seconds ago from Twitter for iPhone

uchihasasuke Galau RT inuzukakiba: Kenapa deh lo? RT uchihasasuke Why it has to be like this… after all this time…

less than 10 seconds ago from UberTwitter

yamanakaino: harunosakura Baik-baik aja ya di Houston.. gue, hyuugahinata, tenten, dan teman-teman cewek-cowok pasti bakalan ngerinduin lo sweety! :')

1 minutes ago from Twitterberry in reply to harunosakura

Irukasensei cuapeeeeeek! Kerjaan numpuk!

2 minutes ago via web

saidictator RT aburameshino RT hyuuganeji RT akamichichouji:RT narashikamaru sabar ya uchihasasuke

2 minutes ago from TwitBird

inuzukakiba: Kenapa deh lo? RT uchihasasuke Why it has to be like this… after all this time…

2 minutes ago from UberTwitter

saidictator Dih, keponakan gue bawel -,-

3 minutes ago from TwitBird

harunosakura Uh..:'(

3 minutes ago from Twitter for Blackberry

uchihasasuke Why it has to be like this… after all this time…

4 minutes ago from UberTwitter

Pagi semua.

Gue baru bangun, langsung buka twitter lewat hp. Dan… sepanjang mata memandang, ini kenapa timeline gue pada sedih-sedih begini?

Banyak yang mention Sakura. Dan kayaknya dia mau—atau udah? Gak tahu deh gue—pindah ke Houston. Lalu, Sasuke… tweets nya pada galau semua.

Tunggu dulu deh.

Sakura sama Sasuke baru jadian, kan? Terus... jangan bilang... mereka... putus—secepat itu? Belum juga seminggu!

Tapi kalau memang benaran putus…

I never said I'd lie and wait forever... If I died, we'd be together

Gue kaget begitu handphone gue bergetar dan berbunyi—ada yang nelfon gue. Di pagi buta begini—siapa sih?

Gue lihat layar handphone gue dan sesaat setelah gue baca nama caller yang tertera di layarnya… Sakura? Nelfon gue? Ngapain?

"Halo?"

"Gaara. Gue gak ngebangunin lo, kan?" Gue bisa tahu kalau dia habis nangis. Suaranya parau.

Gue naikin alis tak kasat mata gue—heran. Kenapa si Sakura? Tiba-tiba nelfon gue dengan suara habis nangis?

"Enggak kok. Gue udah bangun dari tadi. Kenapa, Sakura?"

"Gak... gimana demam lo? Udah turun? Gue ketemu sama Naruto semalem.. Dia bilang dia dari rumah lo, katanya mau main tapi gak jadi gara-gara lo nya sakit."

Uh... si bodoh itu mulutnya mangap terus apa ya? Semuanya aja diceritakan ke orang-orang.

"Udah agak mendingan kok."

"Oh.. bagus deh. Um.. Gar.. gue cuma mau pamitan sama lo. Gue udah pamitan sama yang lain—kecuali lo dan Naruto. Orang tua gue pindah tugas ke Houston. Jadi gue juga harus ikut. Oh iya.. gue coba hubungin nomor Naruto tapi gak nyambung melulu... bisa gak lo sampein pamit gue buat Naruto?"

Oh. Jadi ini toh. Kenapa dia nelfon gue di pagi hari begini. Dia mau pamitan sama gue. Sedih juga.. Sakura, Sasuke, Naruto, dan gue itu teman bermain sejak TK sampai sekarang. Rasanya gue ingin ke airport sekarang juga dan berpamitan secara langsung. Tapi gak mungkin. Pasti gak terburu.

"Iya.. gak masalah kok. Lo kapan berangkat?"

"Bentar lagi... eh, nyokap gue udah manggil-manggil gue! Udah ya Gar. Cepat sembuh! Umm.. Gaara? Jagain Naruto sama... Sasuke... ya?"

"Oke.. Lagian mereka—kita, kita udah bukan anak kecil lagi, kan. Males juga ngurusin bayi besar kayak mereka."

Sakura tertawa kecil—dan gue, Naruto, Sasuke pasti bakalan merindukan tawanya.

"Oke deh. See you soon, pal! I'm gonna miss you so much.."

"Gonna miss you too, Sakura.."

Dan Sakura pun mengakhiri panggilan ini.

Hhhh… Hati-hati ya lo, Sakura. Kalau lo kenapa-kenapa, gue bisa repot menghadapin Sasuke yang tempramen dan emosian itu.

.

.

.

Oke. Time to bath. Biar lebih fresh dan, sumpah, badan gue rasanya lengket-lengket gitu. Kenapa ya? Apa gara-gara gue keringatan kali ya? Uh... yang gue benci dari sakit dan minum obat ya ini nih.. keringatan, lengket, dan yang paling utama, gue gak bisa makan makanan dan minum minuman dingin kayak biasa.

Gue benci panas.

Iya. Gue benci segala macam jenis panas.

Panas karena demam, makanan dan minuman panas, panas matahari, dan... rasa panas yang gue rasakan pas gue tahu Naruto patah hati gara-gara Sasuke..

Itu hati gue panas kenapa ya?


TO BE CONTINUED...


EHEHEHE. Sorry baru update sekarang.. telat banget ya.. dari tahun baru sampai udah mau puasa.. Maaf yah :P chapter 3 atau 4an mungkin tema nya tema puasa. Cihuuuy~ Mohon maaf yah kalau ada kesalahan.. (berhubung mau puasa) hehehe