Title:Teman?
Disclaimer:Masashi Kishimoto
Rating:T
Genre:Romance/Hurt/Comfort
Pairing:Naru/Saku, and lil' Naru/Hina
.
.
.
.
.
.
TEMAN. .?
"Kau teman Naruto?"
"Ya, aku adalah Hinata Hyuuga. Aku adalah teman satu kantor Naruto. Kalau kamu sendiri siapa?"
"Er, aku adalah Sakura Haruno teman Naruto juga. Ngomong-ngomong bagaimana kau bisa kenal dengan Naruto?"
"Oh itu, selain kami satu kantor, aku mengenal dia dari temanku, Tenten. Kalau kamu sendiri?"
"Er, aku mengenal Naruto dari ayahku. Karena ayah Naruto adalah teman masa kecil ayahku. Salam kenal ya."
"Salam kenal juga."
Mulai saat itu, aku mulai menyelidiki siapakah Hinata itu. Sekarang kami berteman. Dia menjadi teman baikku (tetapi tetap Ino yang menjadi teman sejatiku). Kami saling bercerita tentang hidup kami. Mulai dari teman, karir, sampai dengan orang yang spesial dihati kami.
Well, over all dia anak yang baik. Sedikit banyak aku mulai mengetahui siapakah Hinata itu. Dia adalah anak dari pengusaha kaya bernama Hiasi Coorp. Ternyata perusahaan ayah Hinata adalah relasi dari perusahaan milik ayahku juga. Jadi lebih mudah bagiku untuk mengetahuinya.
Yang kutahu, dia dan Naruto adalah teman baik. Mereka saling bertukar pikiran tentang pekerjaan. Bahkan mereka juga saling berbagi tentang masalah mereka. Sebenarnya aku ingin memberitahu Hinata kalau aku dan Naruto adalah suami istri, tetapi niat itu ku urungkan karena aku masih ingin mengetahui lebih lanjut tentang hubungan mereka. Apakah hanya sebatas teman kerja atau lebih (yang tentu saja tidak ku inginkan).
Hari demi hari tingkah Naruto semakin aneh. Dia sering sekali pulang larut. Tapi aku tetap tidak menyerah untuk mendapatkan cinta Naruto seutuhnya. Aku ingin dimata dia hanya ada aku, dihatinya hanya ada namaku seorang, dan cintanya hanya untukku seorang. Aku ingin menjadikannya milikku seorang. Egois mungkin, tapi itu wajarkan bila seorang istri hanya menginginkan perhatian dan cinta suaminya hanya untuk dia seorang. Aku benarkan?.
Suatu hari sewaktu Naruto tidur, diam-diam kubuka sms milik Naruto. Dan ternyata isinya hampir seluruhnya dari orang yang bernama Hyuu. Siapa itu Hyuu? Apakah dia... Tidak aku tidak boleh berpikiran buruk terhadap Naruto, aku harus percaya terhadap Naruto. Kulihat nomer orang yang bernama Hyuu itu. Dan ternyata itu adalah nomer milik Hinata.
Seperti ditusuk pedang berulang kali, hatiku sakit, sangat sakit. Apakah apa yang telah kuberikan kepada Naruto selama ini kurang? Aku telah berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Aku memasak, mencuci, mengurus anak, dll. Jika dia memintaku untuk melakukan ini, kulakukan. Jika melarangku untuk tidak melakukan ini, tidak akan kulakukan. Dia meminta apa kuturuti. Aku kurang apa Naruto? Katakan padaku. Apa saja kan kulakukan untukmu.
Tapi aku tetap tidak akan menyerah. Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan hati Naruto. Aku akan tetap berjuang untuk mendapatkan hati Naruto kembali. Aku harus bisa!
"Selamat pagi, Naruto."
"Selamat pagi, Sakura."
"Cepatlah mandi, nanti kau telat."
"Iya, Sakuraku sayang."
Dia pun mengecup dahiku. Betapa senangnya hatiku, walaupun terkadang rasa sakit itu juga datang. Ya, rasa sakit karena aku takut cinta Naruto bukan hanya untukku.
"Wow, Sakura. Kau masak apa hari in? Sepertinya lezat"
"Aku masak kari ayam. Cobalah Naruto."
"Ini enak sekali Sakura. Kau harusnya lebih sering memasak ini."
"Sungguh? Terima kasih, Naruto. Baiklah, aku akan lebih sering memasak kari ayam untukmu."
"Terima kasih, Sakura. Kau istri yang baik."
"Selamat pagi ayah, ibu."
"Selamat pagi, Yuki, Tora. Hari ini ibu mempunyai menu makanan spesial untuk kalian. Yaitu kari ayam."
"Wah, aku suka kari ayam. Terima kasih, ibu."
"Sama-sama, Yuki, Tora. Ayo, cepat makan dan habiskan makanan kalian."
"Baik, Ibu."
"Sakura, aku berangkat kerja dulu."
"Iya, Naruto. Hati-hati dijalan."
Hari ini aku janji akan makan siang bersama Hinata. Hanya makan siang. Baiklah, aku mengaku. Tidak hanya makan siang, tetapi aku ingin lebih tahu tentang hubungan dia dengan Naruto.
Kami janji akan bertemu di restoran dekat kantor Hinata (dan Naruto tentunya). Walaupun awalnya aku tidak mau janjian bertemu dengannya ditempat itu-yang notabene dekat dengan kantor suamiku-akhirnya aku mau juga diajak bertemu dengannya.
Jam 11.30 kami bertemu. Akhirnya dia datang juga. Walaupun aku agak was-was takut ada Naruto disini, tetapi setelah aku bertanya kepadanya ternyata Naruto sedang makan siang bersama teman-temannya di restoran yang lain. Aku pun memulai pembicaraan.
"Jadi bagaimana hubunganmu dengan Naruto?"
"Eh, aku dengan Naruto? Tidak, kami hanyalah teman biasa. Tidak lebih."
"Tidak apa-apa Hinata. Kalau kau memang suka dengan dia jujurlah. Jangan membohongi hatimu."
"Tapi aku memang tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan Naruto."
"Baiklah kalau kau tidak mau mengaku. Yang penting jangan sampai kau membohongi hatimu. Kalau kau memang suka, ceritalah kepadaku. Kitakan teman."
"Iya, Sakura. Terima kasih. Ngomong-ngomong apakah Sakura sudah mempunyai orang yang Sakura sukai?"
"Eh, tentu saja sudah. Aku menyukainya lebih dari apapun. Apa saja kan kulakukan hanya untuknya. Kau pun sudah mengenalnya, Hinata"
"Benarkah? Siapa dia Sakura?"
"Kau akan mengetahui itu sendiri, Hinata. Tapi tidak sekarang. Nanti jika saatnya sudah tepat."
"Aku akan menunggu. Permisi Sakura, aku mau ke toilet dulu."
"Baiklah."
Hinata pun pergi ke toilet. Diam-diam ku ambil handphone di tasnya. Kulihat sms yang ada dalam handphonenya. Dan isinya adalah sms dari orang yang bernama Namikaze. Namikaze? Tunggu sepertinya aku pernah mendengar nama itu. Tapi dimana? Ah, sudahlah yang penting itu bukan dari Naruto. Syukurlah. Hatiku kini lega setelah mengetahui itu semua.
"Maaf, harus kembali kekantor sekarang atau aku akan terlambat. Permisi Sakura. Sampai jumpa."
"Tentu. Sampai jumpa lagi Hinata."
Dan dia pun pergi kembali kekantornya. Fuh…lega rasanya mengetahui bahwa dia dan Naruto tidak mepunyai hubungan apa-apa. Tapi, siapa itu Namikaze? Sepertinya nama itu familiar sekali ditelingaku. Ah, nanti saja kupikirkan itu lagi. Sekarang aku akan memasak enak untuk Naruto dan anak-anakku tentunya. Aku akan kembali berjuang untuk mendapatkan hati Naruto, atau mungkin memenangkan hatinya. Semangat!!
Dan mulai sekarang, aku tidak akan lagi mencari tahu siapa itu Hinata Hyuuga. Karena dia adalah temanku. Ya, temanku.
TBC
Nyahaha. Akhirnya jadi juga chapter tiganya. Fuh, capek nian. Aku lapar. Makanan!. Weits, jangan lupa review ia. Sankyu ^^
