Title:Jangan Menyerah

Disclaimer:Masashi Kishimoto

Rating:T

Genre:Romance/Hurt/Comfort

Pairing:Naru/Saku

JANGAN MENYERAH

Sejak saat aku bertemu dengan Hinata untuk makan siang, aku dan Hinata menjadi teman baik. Bahkan kami menjadi lebih akrab. Kami jadi makin sering bertemu untuk makan atau hanya sekedar untuk mengobrol. Senangnya setelah mengetahui bahwa dia dan Naruto hanya sekedar teman kerja.

Tapi aku masih penasaran dengan orang yang bernama Namikaze itu. Sepertinya nama itu sangat familiar di telingaku. Hey, adakah salah satu dari kalian yang tahu siapa orang itu? Kalau kalian tahu siapa orang itu, tolong beri tahu aku ya. Hehehe. Aku bercanda, tentu saja kalian tidak bisa memberi tahuku walaupun kalian tahu siapa orang itu. Benarkan?

Fuh, sekarang aku hanya berkonsentrasi kepada Naruto. Yah, aku masih belum berhasil mendapatkan cinta Naruto seutuhnya. Kenapa aku bisa mengetahuinya? Tentu saja karena itu terpancar jelas disorot matanya. Ada sedikit keraguan, atau bahkan ada orang lain yang telah merebut hati Naruto (yang tentu saja tidak ku inginkan).

Fuh, sudah 6 tahun aku mencoba untuk merebut hati Naruto tetapi kenapa belum juga berhasil ya? Apa aku menyerah saja? Tunggu dulu, aku tidak boleh menyerah begitu saja. Apa arti perjuanganku selama ini kalau akhirnya aku menyerah juga. Bukankah Naruto adalah orang yang paling kuinginkan didunia ini untuk mendampingi hidupku? Bukankah itu sekarang sudah menjadi kenyataan. Yah, walaupun kami menikah hanya karena perjodohan, tetapi itu bukan berarti kalau Naruto tidak bisa mencintaikukan. Yah, aku tidak boleh menyerah, aku harus bisa. Semangat!

Tapi tidak bisa kupungkiri bahwa sikap Naruto akhir-akhir ini sangat aneh. Dia menjadi sering pulang larut malam, dan dibajunya pun tercium bau parfum wanita. Sakit memang, tetapi itu tidak menjadi alasan buatku untuk menyerah. Mungkin aku terlalu terobsesi dengan hal ini tetapi itu wajarkan bila aku ingin mendapatkan cinta Naruto seutuhnya.

Ya Tuhan berilah aku kekuatan dan kemudahan dalam menghadapi Naruto. Sungguh, aku sangat mencintainya. Cinta yang mendalam hingga tak tertahankan. Oh Tuhan, sungguh aku ingin hidup bersama Naruto hingga akhir hayatku. Aku ingin dia selalu menemaniku dalam suka dan duka.

Fuh, aku bingung sekali. Sudah berbagai cara kulakukan untuk membuat Naruto mencintaiku. Tetapi kenapa Naruto tidak juga membalas cintaku? Apakah dia tidak bisa merasakan betapa besar cintaku ini kepadanya? Padahal kami juga sudah mempunyai anak. Katakan padaku Naruto, apa kurangku? Katakan padaku Naruto, akan kulakukan apapun demi kau Naruto. Aku cuma meminta satu hal padamu, cintailah aku. Hanya itu Naruto. Apakah memang tidak ada ruang dihatimu untukku? Tapi aku tidak akan menyerah Naruto. Aku memang keras kepala, tetapi itu wajarkan? Karena aku ini istrimu Naruto.

.

.

.

.

.

.

Kring kring

Telepon rumahku berbunyi.

"Halo. Selamat siang, dengan kediaman Uzumaki disini."

"Halo. sayang, ini aku Naruto. Er, sayang hari ini aku pulang telat. Aku diajak makan oleh Chouji. Tidak apa kan sayang. Aku tidak enak jika menolak ajakannya."

"Tentu saja boleh Naruto sayang. Tapi jangan pulang terlalu malam ya. Aku akan menunggumu untuk pulang."

"Eh, tidak usah sayang. Karena habis makan, kami berencana akan pergi berkaraoke. Jadi kamu tidak usah menungguku. Tidurlah saja dulu."

"Tidak. Aku tetap akan menunggumu pulang selarut apapun itu."

"Baiklah kalau begitu. I love you Sakura."

"I love you too Naruto."

Hari ini Naruto aneh sekali. Tidak biasanya dia memanggilku sayang. Mungkin usahaku selama ini sudah berbuah. Bagus kalau begitu. Berarti usahaku selama ini tidak sia-sia. Terima kasih Tuhan. Akhirnya Engkau membukakan pintu hati Naruto untukku.

Fuh, aku menjadi lebih bersemangat untuk memenangkan hati Naruto. Akhirnya, cintaku terbalas juga. Tapi, bagaimana jika itu semua hanya alasannya untuk bertemu dengan wanita lain? Bagaimana kalau itu semua hanya kebohongan?

Tidak, aku tidak boleh berpikiran negatif terhadap Naruto. Aku harus percaya dengan Naruto. Cinta itu dilandasi dengan kepercayaan Sakura, jadi aku tidak boleh berpikiran seperti itu. Percayalah dengan Naruto. Percayalah bahwa dia tidak akan berselingkuh.

Semangat! Aku tidak boleh patah semangat. Bukankah itu tadi sebuah kemajuan? Jangan berpikiran negatif. Mungkin usahaku selama ini telah membuahkan hasil. Yah, walaupun membutuhkan waktu yang lama untuk membuat Naruto menyadarinya, tetapi aku tetap tidak boleh menyerah. Aku harus tetap berjuang. Semangat!

.

.

.

.

.

.

Hampir jam dua belas malam. Kenapa Naruto belum juga pulang. Huam…aku mulai mengantuk. Tetapi aku tetap akan menunggu Naruto sampai ia pulang. Mungkin meminum segelas kopi akan membuatku merasa lebih baik.

Slrup

Br…dingin sekali malam ini. Tuhan benar-benar ingin mengujiku. Tapi aku tetap tidak akan menyerah. Sedingin apapun itu, aku akan tetap menunggu Naruto pulang. Sakura Haruno tidak akan kalah hanya karena kedinginan. I'm a strong girl! Cuaca yang dingin seperti ini tidak sebanding dengan perjuangan yang telah kulakukan. Jadi aku tidak akan kalah hanya oleh cuaca yang dingin ini.

Huam…kulirik jam yang ada di ruang tamu. Sudah jam dua pagi. Tapi kenapa Naruto belum juga pulang. Lama sekali kau pulang Naruto. Cepatlah pulang sayang, aku menunggumu disini.

Sudah hampir jam tiga Naruto belum juga pulang, padahal mataku sudah berat. Sudah tiga gelas kopi kuhabiskan. Perutku sudah tidak cukup lagi untuk memuat satu gelas kopi. Huam…Naruto cepat pulang.

.

.

.

.

.

.

Huam...sudah jam berapa ini? Ya ampun, sudah jam tujuh pagi. Aku belum memasak. Aku harus segera memasak atau Naruto dan anak-anak tidak akan sarapan. Tunggu dulu. Naruto? Dimana Naruto?

Kucari Naruto dikamar kami tetapi di tidak ada. Dikamar mandi pun juga tidak ada. Didapur, dikamar anak-anak, dihalaman semua tidak ada. Sudah kucari disemua ruangan Naruto tetap saja tidak ada.

Aku capek sekali mencari Naruto disemua ruangan. Kulirik handphoneku yang tergeletak di kursi sofa. Ada sms masuk.

My Lovely Husband

26-June-0903.30 am

Sakura, maaf aku tidak pulang hari ini. Kami semua terlalu senang berkaraoke hingga kami tidak sadar kalau sudah pagi. Jadi kami semua menginap dirumah Chouji. Aku minta maaf Sakura karena baru memberitahumu sepagi ini. Maaf Sakura. I love you.

ReplyOption

Sakit. Tentu saja hatiku sakit. Sekian lama aku menunggu Naruto tetapi akhirnya dia tidak pulang. Aku seperi melakukan hal yang sia-sia (walaupun memang sia-sia). Naruto, tidakkah sekali saja kau mengerti diriku. Hanya satu pintaku Naruto, cintailah aku. Atau paling tidak berilah aku kesempatan untuk menunjukkan betapa aku mencintaimu.

Ya Tuhan, berilah aku kekuatan untuk menghadapi semua ini. Berilah aku petunjukmu. Berilah aku kekuatan untuk mendapatkan hati Naruto.

TBC

Mwahahahahahahahahahahahahahahahaha

Maaf, author menggila setelah terima rapot. Maaf ia kalau alurnya saia buat cepat cuz saia tidak suka alur yang panjang-panjang (kayak sinetron Indonesia yang lebay sangat). Semuanya, terima kasih telah me-review. Ai lap yu muach muach. Oia…apakah ada yang bisa mengajari saia untuk membuat Angstn? Kalau ada PM ya. Jangan lupa re-view ^^v