Title: Come Back To Me
Disclaimer:Masashi Kishimoto
Rating:T
Genre:Romance/Hurt/Comfort
Pairing:Naru/Saku.
.
.
.
.
.
Huft…maafkan saia yang mengupdatenya lama sekali. Bahkan terpikirkan oleh saia untuk tidak mengupdatenya saja *ditendang*.
Ahahaha
Tapi santai saja pasti saia update walopun lama *lo udah nggak pengen idup ya?*
Hya…
Bercanda kok
Huft…tapi kok kayaknya ceritanya makin lama jadi makin geje ya? Maafkan saia T_T. Mencoba mencari ending yang bagus. Tapi menurut kalian bagusan happy ending ato sad ending? Saia bingung nih .. adakah yang mau memberi saia ide?
Aish..malah ngomong geje gini. Mari kita mulai ceritanya. Eh, lanjut maksudnya.
.
.
.
.
Come Back To Me
5 tahun kemudian
Ya, sudah 5 tahun Sakura meninggalkan Naruto dan tidak kembali. Sepertinya Sakura masih belum bisa memaafkan Naruto walaupun sudah 5 tahun semenjak kepergiannya ke Pulau Jeju. Atau mungkin justru malah Sakura sudah menemukan pengganti Naruto sehingga dia tidak kembali? Sebuah pertanyaan yang sampai saat ini belum bisa terjawab.
Berbicara tentang Sakura tentu akan mengingatkan kita dengan Naruto. Sampai saat ini Naruto masih tetap saja sendiri. Abaikan fakta bahwa Naruto adalah atau lebih tepatnya MASIH suami sah Sakura. Bahkan Naruto tidak pernah sekalipun berpikiran untuk menikah lagi ataupun mengencani wanita lain. Ini membuktikan bahwa Naruto benar-benar mencintai Sakura. Naruto juga masih meninggali tempat tinggal mereka dulu. Ya, ketika keluarga Naruto masih utuh. Ketika masih ada Sakura yang selalu menyambutnya ketika pulang dengan senyumnya yang secerah sinar matahari. Ketika masih ada Yuki dan Tora yang selalu menunggu ayah mereka pulang untuk bermain bersama atau menceritakan dongeng sebelum tidur. Indah sekali.
.
.
.
.
.
"Yah! Naruto, ayo kita berlibur. Mumpung kita mendapatkan libur dari perusahaan selama 3 hari", ajak Chouji dengan semangat.
"Akh…aku malas." sahut Naruto.
"Ayolah Naruto. Kitakan sudah lama sekali tidak pergi bersama-sama." Kiba ikut mendukung ide Chouji.
"Tuh kan Naruto. Kiba saja mau. Shikamaru kau juga ikut kan?" tanya Chouji kepada Shikamaru.
"Huh…merepotkan saja." jawab Shikamaru malas-malasan.
"Ayolah Shikamaru. Kitakan sahabat baik."
"Baiklah. Tapi kau yang meminta ijin kepada Temari ya. Aku takut nanti aku dikira bohong lagi kepadanya. Aku takut kalau-kalau aku tidak diijinkan untuk tidur dirumah lagi seperti dulu. Itu kejam sekali." jawab Shikamaru.
"Baiklah. Lihat Naruto, Shikamaru saja bersedia ikut bersama kita, kenapa kamu tidak mau?" tanya Chouji.
"Baiklah aku ikut. Memangnya kita mau berlibur kemana?" Naruto malah berbalik bertanya kepada Chouji.
"Kita akan berlibur di Pulau Jeju. Disana pemandangannya bagus sekali. Benar-benar tempat yang bagus untuk melepas stress. Apalagi akhir-akhir inikan kamu banyak lembur Naruto. Kamukan bukan robot yang bisa kerja 24/7, kamu juga perlu istirahat."
"Chouji kamu membuatku takut saja. Kenapa kamu tiba-tiba berbuat baik kepadaku? Jangan-jangan kamu ingin mengerjaiku ya?" jawab Naruto yang sedikit merinding karena Chouji yang tiba-tiba baik hati kepadanya.
"Yah! Aku tidak seburuk itu tahu! Aku kan juga bisa berbuat baik kepadamu walaupun tidak sering. Tunggu dulu kenapa kamu membuat seolah-olah aku ini orang jahat." Chouji sedikit marah dengan perkataan Naruto.
"Hahaha,,,aku bercanda Chouji. Terima kasih atas ajakanmu. Ngomong-omong kapan kita akan pergi ke Pulau Jeju?" Tanya Naruto.
"Kita akan berangkat besok pagi jam 9. Aku sudah memesan tiket pesawat untuk kita berlima." jawab Neji.
"Neji!" jawab Naruto dan Kiba bersamaan.
"Kamu ikut juga Neji?" tanya Kiba.
"Tentu saja. Sebenarnya ide untuk berlibur ke Pulau Jeju adalah ide Hinata. Ya sudah, aku mengajak kalian saja sekalian karena Hinata tidak mau ikut berlibur. Dia mau mengunjungi orang tua mereka karena anak-anak sudah lama tidak menggunjungi nenek dan kakek mereka."
"Ouwwwwwww…." jawab Naruto, Kiba, dan Chouji bersamaan.
"Baiklah, jangan lupa dengan janji kita. Jam 9 tepat. Jangan sampai ada yang telat."
"Baiklah."
.
.
.
.
.
"Uwaaaahhhhhh. Disini indah sekali. Yah! Neji istrimu pintar sekali memilih tempat yang tepat untuk berlibur." kata Naruto yang sekarang sedang menikmati pemandangan dibelakang hotel mereka.
"Tentu saja, karena itu aku menikah dengan Hinata." sahut Neji dengan bangga.
"Jadi kamu menikahi Hinata karena dia pintar. Bukan karena kamu mencintai Hinata. Kasian sekali Hinata mempunyai suami yang tidak punya perasaan sepertimu." goda Kiba.
"Tentu saja tidak! Aku menikahi Hinata karena aku mencintainya, bukan karena dia pintar!" sahut Neji dengan sedikit meninggikan suaranya.
"Hahahahaha…Santai saja Neji, Kiba hanya bercanda. Tentu saja kamu menikahi Hinata karena kamu mencintainya yang notabene cinta pertamamu. Aku jadi ingat ketika kamu memberitahu kami ketika kalian jadian dulu. Kamu benar-benar terlihat seperti anak kecil. Berteriak disana-sini. Benar-benar bukan seperti Neji." goda Chouji yang dengan sukses membuat muka Neji menjadi merah semerah tomat.
"A…aku tidak seperti itu. Itu karena aku senang jadi aku bertingkah seperti tu." Neji membela dirinya.
"Ya kamu benar." jawab Shikamaru dengan nada tidak percaya.
"Huh…terserah kalian." jawab Neji.
"Wah…sepertinya Neji sudah kembali seperti semula. Hey, kamu mau pergi kemana Naruto?" tanya Kiba.
"Oh. Aku mau jalah-jalan sebentar disekitar sini. Sepertinya mengasikkan. Kalian mau ikut bersamaku?"
"Tidak." jawab mereka semua bersamaan.
"Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu ya."
.
.
.
.
.
"Disini tenang sekali. Pemandangannya juga bagus. Uhm…tidak salah Hinata memilih tempat ini untuk berlibur." gumam Naruto.
Mendengar kata Hinata, Naruto jadi mengingat sangat merindukan Sakura. Sakura selalu ada dipikrannya. Tidak pernah sekalipun Sakura meninggalkan pikiran Naruto. Yang ada malah cinta Naruto untuk Sakura semakin besar dari hari ke hari walaupun Sakura tidak berada disampingnya. Naruto menjalani hidupnya dengan harapan suatu hari Sakura akan memaafkannya dan kembali kepadanya bersama anak-anak mereka. Kembali kepada kehidupan mereka yang dulu. Hanya saja kali ini Naruto akan lebih mencintai Sakaru, tidak seperti dulu ketika Naruto menyia-nyiakan Sakura yang mencintainya dengan tulus.
"Ouch."
"Ah... mianhamnida ahjussi. Saya tidak melihat ahjussi karena saya sedang berlari." jawab seorang bocah kecil yang entah kenapa wajahnya begitu familiar dimata Naruto. Matanya yang berwarna emerald green begitu mengingatkannya dengan Sakura. Tak terasa air mata Naruto menetes begitu saja.
"Ahjussi menangis? Apakah aku menabrak ahjussi dengan keras? Mianhamnida." jawab bocah itu denagn sopan sambil membungkukkan badannya.
"Oh bukan. Ini bukan salahmu. Kamu hanya sedikit mengingatkanku dengan seseorang yang sangat penting." jawab Naruto yang sedang melawan air matanya yang akan mengalir sekali lagi ketika mengingat Sakura.
"Ouwhh…aku kira karena saya." jawab bocah itu sedikit lega karena dia bukan penyebab orang itu menangis.
"Uhm…ahjussi apakah ahjussi salah satu turis disini? Karena aku tidak pernah melihat ahjussi disekitar sini?" tanya bocah itu kepada Naruto yang sedikit kaget karena pertanyaannya.
"Bagaimana kamu bisa mengetahuinya? Apakah kamu tinggal disini?"
"Ne. Saya tinggal bersama ibu dan kakak saya."
"Lho, kamu tidak tinggal bersama ayahmu?"
"Aniyo." jawab bocah itu sambil menggelengkan kepalanya.
"Memangnya kemana ayahmu?"
"Saya juga tidak tahu ahjussi. Saya tidak pernah melihat wajah ayah saya dari saya kecil." jawab bocah itu dengan raut wajah yang sedih.
"Apakah ayahmu sudah meninggal?" tanya Naruto sambil mengelus rambut bocah itu.
"Aniyo. Kata Ibu, Ibu ingin tinggal bersama kami berdua tanpa ayah untuk sementara waktu."
"Oh…"
"Tora dimana kau?" seorang laki-laki terlihat sedang mencari seseorang.
"Ups…sepertinya saya harus pergi. Annyong ahjussi." bocah itu lalu pergi meninggalkan Naruto.
"Yah! Tora Uzumaki! Mau pergi kemana kau! Ayo pulang!" laki-laki yang mencari seseorang tadi memanggil nama bocah itu.
Deg
Begitu mendengar nama Tora Uzumaki jantung Naruto berdetak begitu cepat. Tora Uzumaki? Mungkinkah bocah tadi adalah anaknya? Jika memang benar bocah itu adalah anaknya, berarti Sakura ada disini. Sakura ada di Pulau Jeju? Hati Naruto berdetak lebih cepat lagi begitu menyebutkan nama Sakura. Tapi, siapa laki-laki tadi? Mungkinkah… Dengan segera Naruto menghapus pikiran yang melintas dibenaknya. Tapi bagaimana jika laki-laki itu memang benar. Hati Naruto menjadi sakit jika memikirkannya. Dia berharap bahwa tebakannya tadi itu salah.
.
.
.
.
.
"Yah! Naruto. Kenapa daritadi kamu melamun terus? Kamu kesambet ya? Atau jangan-jangan kamu tadi bertemu wanita cantik ya?" goda Kiba.
"Kiba!" sahut Neji sekaligus dengan death glarenya yang mematikan.
"Aku hanya bercanda Naruto. Hey, apa sih yang kamu pikirkan? Sepertinya daritadi kamu kerjaannya melamun terus. Seharusnya kita semua datang kesini untuk bersenang-senang. Atau jangan-jangan kamu tidak suka dengan tempat ini?" tanya Kiba kepada Naruto yang daritadi hanya menatap langit-langit hotel tempat mereka menginap.
"Uh…Oh. Tidak Kiba. Aku sangat menyukai tempat ini. Hanya saja ada suatu hal yang sedang ku pikirkan." jawab Naruto sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Apakah kami boleh mengetahuinya?"
"Naruto pasti akan memberi tahu kita jika dia menginginkan kita untuk mengetahuinya." jawab Shikamaru yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Neji aku lapar. Ayo kita makan malam." ajak Chouji yang sedari tadi mengeluh kelaparan.
"Aish…Chouji kamu ini benar-benar." keluh Kiba yang tidak tahan dengan keluhan Chouji.
"Hm…kamu benar Chouji, sudah saatnya kita makan sesuatu. Baiklah, ayo kita pergi ke restoran dekat sini." Neji yang sudah bersiap-siap pergi untuk makan malam mereka.
"Akhirnya! Ayo kita makan!" sahut Chouji dengan penuh semangat.
"Aish…Chouji. Kamu ini benar-benar berisik." jawab Kiba sambil menutupi telinganya.
.
.
.
.
.
Malam hari setelah kejadian tadi Naruto tidak bisa tidur. Daritadi Naruto terus memikirkan bocah yang tadi dia temui dijalan. Tora Uzumaki. Mata bocah itu yang berwarna emerald green benar-benar mengingatkan dia dengan Sakura. Jika memang anak itu adalah anak Naruto maka alangkah bahaianya Naruto. Tanpa ia sadari seulas senyum tergambar diwajahnya. Dia senang sekali bertemu dengan anaknya. Pantas saja, sudah 5 tahun dia tidak bertemu dengan mereka. Dengan Yuki. Dengan Tora. Dengan Sakura. Lagi-lagi air mata sudah siap untuk mengalir dari mata Naruto.
Daritadi Naruto terus memikirkan laki-laki yang tadi memanggil nama Tora. Siapa laki-laki itu? Naruto benar-benar ingin tahu siapa laki-laki itu. tapi ia terlalu takut dengan kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi.
Laki-laki itu adalah suami baru Sakura.
Ya, Naruto sangat takut itu terjadi. Dia memang tidak bisa menyalahkan Sakura akan hal itu. Ini semua salah naruto yang telah membuang Sakura sehingga Sakura pergi darinya.
Akhirnya Naruto memutuskan untuk mencari bocah itu selagi ia berada di Pulau Jeju. Ya, dia akan mencarinya sampai ketemu. Mencari sesuatu yang harus ia ketahui walaupun ada rasa takut dibelakang itu semua. Takut akan kehilangan Sakura lagi, takut akan mengetahui bahwa Sakura sudah hidup bahagia dengan laki-laki lain, takut bahwa ia tidak bisa bersama dengan Sakura lagi. Takut…Terlalu takut.
~TBC~
Uwahhhhhhhhhhhhh
Akhirnya saia update juga. Tapi entah kenapa saia merasa chapter ini rada geje plus aneh. Akh….Saia memang tidak pintar menulis cerita kayak gini *dries*
Jadi pengen nales beberapa review
Rey619 :hyaaaaaaaaaaaaaaa. Maafkan saia. Hanis bener2 sibuk nuat ujian, jadi updatenya mpe ganti tahun *kicked*
elven lady18 : sekarang NejiHina jadi suami istri. Hohoho. Iya maaf kemarin ada typo cuz kemarin habis jogging malah aku pusing. Aneh kan. Nah, waktu aku masih pusing tuh aku nulis ne cerita. Jadi ada beberapa typo deh. Gomen *bow*
Narutami 'michi'que : tag apa. Yang penting buatku tuh ne cerita ada yang baca. Review kuanggep sebagai bonus aja ^^
Masahiro 'Night' Seiran : emang kemarin aku cepetin soalnya aku takut hiatus lagi plus badan aku yang agak nggak enak. Jadi rada kurang gimana gitu. Gomen *bow*. OMO Taeyang yang apa? Jadi pengen buat FF Suju deh
karinuuzumaki : iya. Soalnya udah nggak ku update lama banget jadi ceritanya rada beda eh bukan, beda banget dari chapter sebelumnya. Gomen *bow*
Hikari Uchiha Hatake : ini sudah saia update ^^
Jadi gimana nih. Pada mau happy ending ato sad ending. Hohoho. Sankyu ^^
