Cauntion : Bagi yang belum pernah membaca komik naruto ata nonton filmya diharapakn tidak perlu baca fic ini, karna didalamnya terkandung hal-hal yang sulit dipahami bagi mereka yang tidak tahu cerita dalam kisah naruto yang sebenarnya…

Maaf saudara-saudari sebangsa dan setanah air, saya terlambat update.
itu karena saya kehabisan akal buat melanjutkan cerita + banyak kerjaan di kampus,
hehehe…
langsung saja …

"Ayo hinata kita lanjutkan perjalanan."ajak naruto.

"Ta..Tapi Na..Naruto kun , bagaimana dengan sakura-chan dan sasuke ?"tanya hinata.

"Sudahlah, mereka orang hebat tidak mungkin kalah hanya oleh sekumpulan mahluk seperti mereka." Kata naruto seraya menunjuk perampok yang sudah mereka ikat di atas pohon.

"Ayo berangkat, sebelum misi kita dibatalkan oleh mizukage." Ajak naruto kembali , lalu hinata hanya mengangguk. Lalu berlalu.

Lalu merekapun kembali melanjutkan perjalanan...

ditengah perjalanan…

naruto yang melihat hinata hanya diam seribu kata, membuka pembicaraan .

"hinata, apa kau lelah?" tanya naruto.

"Be..belum." jawab hinata.

"kau yakin ? tawaranku yang sebelumnya masih berlaku lho ." ucap naruto, sambil nyengir lebar.

"Ta…tawaran yang mana ?" jawab sekaligus tanya hinata.

"Yang waktu digerbang desa itu lho." Jawab naruto.

Hinata kelihatan terlihat berfikir..
'Tawaran'
'lelah'
'Gerbang desa'

'Atau jangan-jangan !'
Lalu hinata menoleh ke naruto.
dan yang dia lihat hanya cengiran lebar dari naruto.

"Be..belum , a-aku be..belum lelah, naruto-kun, te-terimakasih." Ucap hinata.

"Yasudah, kalau lelah bilang aku ya." Celoteh naruto.

….

….

….

"Eh, Itu, karena …" jawab temari ragu-ragu.

"Karena apa ?"shikamaru meruncingkan alis mata.

"Itu karena kebetulan kau berada di satu-satunya jalan dari desa konoha ke desaku." Jawab temari entah benar atau bohong.

"…." Shikamaru hanya menatap temari datar.

"Sudahlah, ngomong-ngomong terimakasih sudah menolong." Ucap shikamaru.

"Em, I..Iya." jawab temari agak terbata-bata (tumben).

Beberapa menit kemudian..

Hanya ada sunyi diantara mereka berdua , hingga….

"Temari." Shikamaru memecah keheningan.

"Ya?" Jawab temari dengan nada tanya.

"Itu.." ucap shikamaru .

"Itu , Itu apa ?" tanya temari ingin tahu.

"Kita sudah sampai." Ucap shikamaru.

"Kalau yang itu tidak usah di kasih tahu , aku juga sudah tahu bodoh !." teriak temari asal-asalan.

"Dasar ! laki-laki bodoh , pagi-pagi sudah bikin kesal saja !", ucap temari sambil menjewer kuping shikamaru.

"Heii,lepaskan!" ucap shikamaru berontak.

"aku kan Cuma sekedar memberi tahu." Shikamaru tetap berusaha melepaskan jeweran pada kupingnya.

"Sudahlah kak, lepaskan dia, dia sudah kelihatan sakit sekali." Sambung pria rambut merah dengan tato didahi yang datang dengan dikawal asisten dan juga yang merupakan kakaknya.
Lalu temari melepaskan jeweranya.

"Cih , dasar laki-laki." Kata temari sembari meninggalkan shikamaru di gerbang desa suna.

"Selamat datang Konoha no Shikamaru." Sapa asisten Si rambut merah. Kankuro.

"Dan , maaf atas kelakuan kakak-ku tadi," tambah pria berambut merah.

"Tidak..Tidak apa-apa . Aku sudah terbiasa dengannya." Ucap dengan gayanya yang "malas".

"Kau pasti lelah, Ayo silahkan , kita bicarakan diruanganku." Kata si Gaara sang kazekage. Mempersilahkan shikamaru masuk kedesanya.
dan shikamaru hanya mengangguk.

Tibalah mereka pada kamar yang kalau dilihat sekilas dari luar biasa-biasa saja.

"Sudah sampai , kalian bisa istirahat disini untuk malam ini" kata darui sambil menunjuk sebuah kamar.

"nanti kalau 'kiriman' sudah siap, kalian akan aku panggil"

"Baiklah , arigatou" jawab ino

"Aku pergi dulu." Ucap darui
Sffttt
seketika dia menghilang dengan jutsunya.

"Ayo sai, masuk " ajak ino

"Hm" ucap sai sambil mengangguk. Dan tersenyum.

Beberapa saat kemudian….

"Waw, untuk ukuran kamar tamu, kamar ini indah sekali," ucap ino takjub

"I..Iya" timpal sai.

"Ada televisi, kulkas, AC, dapur , ini kamar tamu ata hotel" ucap ino agak heran.

"Sudahlah, yang terpenting kita bisa istirahat." Ucap sai.

"Hmm, iya" ucap ino sambil berkeliling ruangan yang dia sebut 'hotel' itu.

Sementara sai , mulai membongkar-bongkar isi tasnya.

'Wah, isi kulkasnya lengkap.' Ucap ino dalam hati setelah memeriksa isi kulkas.
lalu segera berlari-lari kecil mendekati sai

"Sai-kun ? kau ingin makan apa?" tanya ino kepada sai yang sedang menulis sesuatu dibuku.

"Emm, memangnya kenapa ?" jawab sai.

"Sudah katakan saja , sai-kun mau makan apa, nanti ku masakan untukmu" ucap ino mendekati wajah sai sambil mengedipkan sebelah matanya .

"Apa saja ,asalkan buatan ino , aku mau." Kata sai dengan senyum.
sukses membuat garis merah dipipi ino.

"Baiklah, tunggu sebentar ya, akan kubuatkan yang special untuk sai-kun." Ucap ino, Sambil menyembunyikan warna merah dipipinya.

Chiddori !
Serangan telak sasuke berhasil mengenai perampok itu.
lalu perampok itu tergeletak begitu saja ke tanah.

"Sasuke , kau tak apa-apa?" tanya sakura sambil mendekati sasuke setelah mengalahkan perampok yang lain.

"Aku tidak apa-apa, kau sudah selesai dengan yang satunya?" tanya sasuke

"Hmm" sakura mengangguk.

"Sakura, cepat kirimkan pesan ke hokage tentang hal ini, dan minta bantuan untuk mengurus mereka !." ucap sasuke .
sakura hanya mengangguk.

Lalu sakura mengeluarkan scrool untuk dikirim ke konoha.
Kuchiyose no jutssu ..
sakura mengeluarkan burun elang untuk mengirimkan scrool tersebut kekonoha.

Selagi sakura yang sedang mengirimkan pesan ke konoha, sasuke sibuk mengikat kedua perampok tersebut ke batang pohon.

"Sudah ku kirim" ucap sakura.

"Ayo kita lanjutkan perjalanan" ajak sasuke.

"Tunggu dulu, bagaimana dengan naruto dan hinata ?" ucap sakura cemas.

"Si Baka dan pacarnya itu sepertinya sudah duluan." Ucap sasuke.

"Darimana kau tau ?" tanya sakura.

"Perasaanku yang mengatakanya, lagi pula mana mungkin si bodoh itu kalah , hanya dengan mereka."

Ucap sasuke.

" "ucap sakura tertahan.

"Sudahlah, ayo kita lanjutkan ." ucap sasuke sambil jalan.

"B..Baiklah.." ucap sakura. Sambil mengikuti sasuke dari belakang.

Lalu mereka melanjutkan perjalanan.

"Hinata." Ucap naruto.

"I..Iya" jawab hinata

"Kita sudah dekat" ucap naruto.
mendengar ucapan naruto, hinata tersadar,

'Kabut' gumam hinata.

"Kita sudah diwilayah kirigakure(Negara kabut)" ucap naruto.

"Hinata, gunakan Byakuganmu untuk berjaga-jaga." Ucap naruto

"Baiklah"
Byakugan…
hinata menggunakan byakuganya.

beberapa saat kemudian..

"Naruto-kun, ada beberapa orang kearah kita dari arah jam 12ku." Ucap hinata

Naaruto berhenti setelah mendengar ucapan hinata, lalu diikuti hinata yang ikut berhenti.
dan mengambil posisi siaga.

Bayangan seorang, dua , tiga mulai terlihat dari tebalnya kabut.

Lalu…

Setelah dekat dengan naruto,Ketiga bayangan itu berhenti , lalu mengeluarkan suara.

"Hei, yang disana ! siapa kalian ?" tanya salah seorang dalam bayangan itu.

"Kami ninja Konoha utusan Hokage kepada Mizukage." Ucap naruto.

"Mana surat perintah kalian !" ucap bayangan dalam kabut itu kembali.

"Sepertinya mereka ninja Negara Kiri" ucap hinata
" Hinata !" ucap naruto, dan dimengeri oleh hinata.
hinata langsung melempar gulungan kertas perintah misi dari hokage, kepada 'bayangan' tersebut.

Setelah dibaca , diraba dan di terawang (emangnya duit)

"Mereka aman." Ucap bayangan itu.
lalu munculah ketiga orang tersebut, tenyata memang benar , mereka ninja kirigakure,

"Selamat datang , ninja konoha. Maaf atas ketidaknyamananya." Ucap salahsatu ninja kirigakure.

"Tidak apa-apa." Ucap naruto.

"Ruka !" teriak salahsatu ninja kiri.
lalu munculah seseorang kunoichi ninja kiri.

"Antarkan mereka ke Danau kematian." perintah salahsatu ninja kiri, yang mungkin adalah kapten penjaga perbatasan Negara kiri.

"Baiklah,Kalian, silahkan ikut aku" ajak ninja kiri yang bernama ruka.

"Hmm." Naruto mengangguk lalu mengikuti Ruka, diikuti oleh hinata dibelakangnya.

Diruangan Kazekage .

"Silahkan duduk" ucap gaara
lalu shikamaru menduduki tempat yang dimaksud oleh gaara
"Silahkan dinikmati"ucap kankuro sambil menyuguhkan segelas teh kepada shikamaru. (tadinya ane mau nulis Kopi item, tapi kayaknya tidak cocok.)

"Terimakasih" ucap shikamaru menerima cangkirnya, lalu meminumnya

"Langsung saja, kami sudah menyiapkan Partner pengganti untukmu," kata gaara.

"Partner pengganti ? memang mengapa dengan yang lama." Tanya shikamaru. Sambil tetap meminum tehnya .

"Jadi shinobi yang direncanakan akan menjadi partner-mu kebetulan dia masuk rumah sakit. Jadi kami memberikan partner pengganti untukmu." Ucap gaara panjang.

"Jadi .. dimana 'dia' sekarang?." Tanya shikamaru. Masih dengan memegang cangkir tehnya.

"Kau juga sudah akrab denganya,Sebent…" ucap gara terpotong oleh suara ketukan pintu,

Jdeer
(bunyi pintu ditendang)
Munculah wanita berambut pirang diikat dua, tidak lain tidak bukan, temari.

Karena kaget dengan pintu yang di dobrak, shikamaru yang sedang menyeruput tehnya , langsung menyemburkan tehnya kearah Gaara

Beruntung gaara masih sempat menahan 'serangan' shikamaru dengan tameng pasirnya.

"M..Maaf kazekage-sama." Ucap shikamaru, sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Tidak apa-apa. Itu salah kakak-ku."jawab gaara.

"Apa kau tidak bisa ketuk dulu" ucap kankuro.

"Seperti tidak tahu aku saja." Ucap temari

"Aku sudah siap dengan misi selanjutnya" ucap temari

"Baiklah." Ucap gaara, sambil mengangguk.

"inilah partner penggantimu" ucap gaara kepada shikamaru.

"Tu..Tunggu dulu, jadi aku akan berpartner dengan dia,?" tanya shikamaru dengan memasang wajah malasnya.

"sudah jangan banyak omong, ayo pemalas , berangkat!" ucap temari seenaknaya. Sambil menarik telinga shikamaru dan keluar dari ruangan kazekage.

"Hei jangan tarik-tarik." Lawan shikamaru.

Setelah shikatema meninggalkan ruangan kazekage.,.

"Dasar anak muda" ucap gaara.

'Seperti kau tidak lebih muda saja' gumam kankuro

"Kau bilang apa kak ?" tanya gaara.

"Ti..Tidak, aku tidak bilang apa-apa" kata kankuro sambil pasang muka tidak bersalah.

"Kak, bisa kau panggilkan matsuri , aku ada perlu denganya" suruh gaara kepada kankuro.

"Pasti tentang acara besok lusa kan ?, hehe" kata kankuro sambil cengar-cengir.

"Sudah, panggilkan saja" suruh gaara lagi Jengah.

"Sai, ikut aku sebentar." Ucap ino sambil menarik lengan sai.

"…" Sai hanya menurut.

"Taraaa, makananya sudah siap." Ucap ino.
menunjukan makanan-makanan yang ada diatas meja.

"^_^" sai hanya tersenyum.

"Ayo silahkan dicicipi !" Ajak ino.

"B..Baiklah." jawab sai , sambil menyendok sup jagung buatan mencicipinya

"…"Sai tiba-tiba saja termenung.

"K..Kenapa sai ? tidak enak ya ?" tanya ino dengan raut wajah agak kecewa.

"T..Tidak, Masakanmu enak sekali." Ucap sai dengan wajah tersenyum.

"B..Benarkah ? lantas mengapa kau tiba-tiba murung?" tanya ino.

"Masakanmu mengingatkanku dengan kakak-ku." Ucap sai dengan wajah 'tanpa expresinya'.

"…." Ino terdiam, mencerna kata-kata sai.

"Dulu, seusai kami latihan,dirumah, dia selalu memasakan sup jagung, seperti buatanmu.., dan rasanya mirip sekali dengan buatan kakak-ku." Ucap sai dengan wajah tanpa expresinya lagi.
Tapi tetap terlihat ada 'kesedihan' dari raut wajahnya, dan dapat ditangkap oleh ino.

"M..Maaf." ucap ino, dengan wajah menyesal.

"T..Tidak, Justru aku harus berterimakasih kepadamu."

"Berterimakasih?" ino bingung.

"Karena dari masakanmu ini, aku bisa merasakan sebagian kakak-ku dalam dirimu." Ucap sai dengan tersenyum, dan bukan senyum palsu, senyum yang benar-benar tulus.

"Eee…." Wajah ino memerah berat.

"Sudahlah, ayo kita makan, sebelum kita dipanggil , untuk menjalankan misi." Ajak sai , sambil menyendokan nasi ke piring Ino.

"I..Iya, terimakasih." ucap ino dengan menyembunyikan wajahnya yang masih memerah.

"^_^"

Lalu mereka melanjutkan makan mereka yang 'tertunda'.

"Kita sudah sampai." Kata sasuke

"Apakah ini jurang yang dimaksud Hokage ?" ucap sakura.

"Tidak salah lagi"

Tibalah mereka Jurang yang gelap dan terlihat sangat dalam dan menyeramkan.

"Bagaimana cara kita turun ?" ucap sasuke bertanya pada diri sendiri.

"Gunakan kuchiyosemu yang tadi," usul sakura.

"Tidak bisa, aku hanya bisa memanggilnya sekali dalam 2 jam." Ucap sasuke.

"Kita pakai jutsu agar bisa berjalan didinding saja." Usul sakura lagi.

"Terlalu beresiko, kita sudah kehabisan banyak chakra karna pertarungan tadi,kalau tidak kuat, kita jatuh... Cuma ada satu cara." Ucap sasuke sambil memandang jurang

"…"Sakura hanya terdiam.

Beberapa saat kemudian.

Sasuke dan sakura mencoba menuruni tebing dengan tali yang sudah disiapkan sasuke saat sebelum berangkat misi.

"Kau yakin cara ini akan berhasil, Sasuke-kun?" tanya sasura agak ragu.

"Sudahlah, kau tenang saja." Ucap sasuke,

"Tapi kalau talinya putus bagaimana?"Ucap sakura takut.

"Tenang saja, pegangan saja yang erat padaku."ucap tenang dan mengarahkan lengan sakura agar berpegang kuat pada pundaknya.

"Baiklah , bersiaplah." Ucap sasuke.

Lalu mereka mulai menuruni jurang tersebut ….

.

.

Tibalah mereka pada Danau yang dimaksud

"Kalian sudah sampai, aku hanya sampai disini." Ucap ruka, pemandu naruto&hinata, lalu menghilang.

"Tu.." Naruto tidak bisa menyelesaikan kata-katanya, karena yang mau ditanya sudah keburu menghilang.

Lalu naruto mengalihkan pandanganya kearah air terjun tersebut.

" Danaunya indah " Ucap naruto tanpa melepas pandangan pada air terjun didepanya.

"I..Iya " ucap hinata malu-malu lalu, sambil melihat wajah naruto,

Hening sejenak….

"Ayo hinata, kita mulai saja." Ucap naruto memecah keheningan.
Hinata hanya mengangguk.

"Byakugan.."
Hinata menggunakan byakuganya untuk mencari Batu meteor yang dicurigai terdapat didasar 'danau kematian' ada di diminta hokage untuk diberikan kepada Mizukage.

Penjelasan : Naruto dan hinata dikirim oleh hokage untuk mencari batu meteor yang dicurigai terdapat di dasar danau kematian, untuk diberikan kepada mizukage, sebagai tanda kerjasama antar 2 negara, pasca perang.

"Sulit sekali, Sulit sekali kalau tidak dilihat dari tengah." Ucap hinata.

"Baiklah, ayo kita ke tengah." Ajak naruto sambil menarik lengan hinata.
yang ditarik-tarik seperti biasa merah wajahnya.

Setelah sampai ditengah danau…

"Masih sulit terlihat." Ucap hinata,

Hinata masih terus saja mencari , tetapi tetap tak dapat terdeteksi walaupun dengan byakugan,
ditengah-tengah pencarian, tiba-tiba..

Muncul monster-monster penunggu danau tersebut.

"Hinata ,terus saja cari, biar aku yang urus mereka !." Ucap naruto semangat.

Kagebunshin no Jutsu..

Bunshin-bunshin naruto melawan monster-monster danau yang muncul dan terus bermunculan, tidak ada habisnya.

Ditengah-tengah pertarungan, Hinata yang lengah karena masih sibuk mencari benda yagn dicari , ditarik kakinya oleh monster danau, hingga tenggelam kedalam danau.

"Hinata !"
Naruto yang mengetahui hal tersebut, langsung saja menyelam ke dalam danau, untuk menyelamatkan hinata..

Ditengah Perjalanan…

"Ayo cepat jalanya pemalas." Ucap temari marah-marah.

"Hoah, Merepotkan." Shikamaru menguap.

"Yang ada kaulah yang merepotkan." Ucap temari sambil menunjukan kepalan tanganya.

"Terserah." Ucap shikamaru kembali.

"KAU !" Teriak Temari.
sambil melancarkan jitakannya kepada shikamaru.
Namun shikamaru dapat mengelak dari serangan temari.
Sehingga tangan temari yang tadinya ingin melancarkan serangan ke kepala shikamaru justru menghantam Pohon.

Bammm…
Seketika pohon itu hancur.

'Untung saja aku bisa menghindar, kalau tidak bisa-bisa kepalaku..' pikir shikamaru melihat pohon yang hancur.

'Awas kau nanti,lain kali pasti akan kena.' Ancam Temari dalam hati.

Shikamaru melihat lengan temari , yang ternyata terluka karena pukulan barusan.

"Temari, kau tidak apa-apa?" tanya shikamaru khawatir,

"Tidak, Aku tidak apa-apa, Urus saja urusanmu." Ucap temari sambil buang muka.

Penjelasan : Shikamaru dan temari diminta menangkap Rusa Tanduk emas, hidup atau mati.

Didalam ruangan terlihat 2 orang yang sedang asik berbincang-bincang dimeja makan, dengan Piring-piring kosong disekitarnya.
Perbincangan mereka terhenti karena suara pintu diketuk.

Tok..Tok..Tok..

"Sebentar," ucap ino

Saat pintu dibuka..

"Kalian bersiaplah, 'Paket' sudah siap diantar." Ucap seseorang yang mengetuk pintu barusan , yang ternyata adalah Darui.

"Baiklah, Satu menit lagi kami akan siap berangkat, tunggu sebantar." Ucap ino sambil menutup pintu lagi.
Sai, yang sudah mendengarnya, langsung saja memasukan kembali barang-barangnya yang sebelumnya dikeluarkan dari tasnya.
Begitu juga dengan ino yang dengan cekatan, menyiapkan perlengkapanya.

Diluar Ruangan..

"Kami sudah siap." Keluarlah Said dan Ino dari dalam ruangan.

"Baiklah , ayo ikut aku." Ucap berjalan duluan.
lalu diikuti Said an ino dibelakangnya.

Ditempat lain..

"Yo, Kau jalan seperti kura-kura, Lebih cepat, Dasar Bodoh !" ucap Bee kepada keempat pesuruhnya yang sedang mengangkat Tandu dengan seseorang didalamnya.

"Kami sudah jalan cepat, bee-san saja yang jalanya terlalu cepat." Elak salah satu pesuruh.

"Jangan banyak bicara, jalan saja yang cepat . Yeah." Ucap Bee , sambil ber rap ria.

Mereka sedang berjalan menuju gerbang desa, hingga …

"Bee-san , Mereka sudah siap." Ucap Darui, yang berkata sambil berjalan mendekati Bee, yang diikuti oleh said an ino , dibelakangnya.

Bee, hanya mengangguk.
"Kalian ingat,kalian tidak diperbolehkan melihat isi kereta tandu ini , dan Isi Kereta ini tidak boleh jatuh ke tangan orang lain, selain Kazekage, Kalian mengerti." Ucap bee mengingatkan.

"Haikk" ucap said an ino bersamaan.

"Aku Cuma sampai disini, Semoga berhasil " ucap darui kemudian pergi.

"Baiklah , ayo kita berangkat, Menuju Negara pasir, Oh Yeah !" ucap Bee , dengan dilatari hembusan angin.

Berangkatlah mereka (Bee,Sai,Ino,4 Pengangkat tandu, dan seseorang didalam tandu.) kenegara pasir…

"Aku takut,Sasuke-kun." Ucap sakura.

"Berpegangan saja padaku, Kau akan baik-baik saja." Ucap sasuke menenangkan,

Centi demi centi dilalui,
Sampai tiba-tiba…
Kresss
(Bunyi tali yang hampir putus.)

"Gawat" ucap sasuke panic.

Kresss

"Awas, Sakura, Berpegangan !." Ucap sasuke kepada sakura.
Sasuke, yang menyadari tali hampir putus, segera meraih , pegangan pada dinding jurang.
Namun terlambat, Tali yang digunakan sudah terlanjur putus,

Jatuhlah mereka kedalam Jurang yang dalam….

Didalam Goa….

Hinata yang masih belum sadar karena Ditenggelamkan oleh Monster danau, yang akhirnya dapat diselamatkan oleh naruto.

Naruto memeriksa denyut nadi hinata, dan ternyata denyut nadinya sudah sangat lemah.

"Hinata, Hinata, Bangun hinata.." ucap naruto

"Oh, Sial. Apa yang harus aku lakukan".Gerutu Naruto

'Apa aku harus melakukanya.' pikir naruto

'Apa tidak ada cara lain.'

'Tidak, Aku harus melakukanya, kalau tidak dia bisa mati.'

'Maaf hinata, aku terpaksa melakukan ini.'

Naruto menatap wajah hinata , membuka mulut hinata dengan tanganya

, mendekatkan wajahnya Centi demi centi..

Tinggal beberapa centi..

Lalu….

….

….

….

Bersambung..

Hoaahh,
Akhirnya selesai juga.
Terimakasih sudah membaca,
Dan terimakasih yang sudah me-Review.

Hehehe

Kalau mau tau kelanjutanya? mohon reviewnya ya?,
Terimakasih..

Ridwan 'Darlis' Rahtomo