Rangkaian kata chapter 6

Ditengah perjalanan ..

" Kau yakin tidak apa-apa ?" tanya shikamaru khawatir setelah melihat temari terus-terusan mengelus-elus tangannya.

"Huh, Sudah kubilang aku tidak apa-apa." Ucap temari sinis, sambil mengelus-elus tanganya yang terluka.

"Yasudah." Kata shikamaru.

'Tumben orang pemalas itu perhatian kepadaku..' pikir temari.

'Hish, Dasar perempuan, merepotkan.' Pikir shikamaru.

Perjalanan yang sangat membosankan, karena tidak ada yang mau mulai bicara, setelah percakapan sebelumnya…
Hingga..

"Sebenarnya untuk apa Adikmu gaara meminta kita untuk berburu mahluk itu.?" Tanya shikamaru kepada temari memecah kesunyian.

"Bukan urusanmu !" ucap temari ketus.

"Huh. Merepotkan." Dengus shikamaru. Lalu membuang mukanya.

'Kalau tau akan dijawab seperti itu, aku tidak akan tanya tadi, awas saja aku tidak akan bicara apa-apa lagi sebelum misi selesai.' Pikir shikamaru dalam hati.

"Kira-kira siapa ya orang yang ada didalam tandu itu?" Bisik ino kepada sai ,

"Entahlah, kita tidak perlu tahu." Jawab Sai.

"Hei,aku bisa dengar ocehanmu." Ucap Bee.

"Maaf, bee san, kami hanya penasaran." Ucap ino.

"Setelah sampai nanti, kalian juga akan tau." Ucap Bee lagi.

Sai, dan ino hanya mengangguk.

Perjalanan yang mereka tempuh sudah jauh, dan melelahkan, maka mereka memutuskan untuk beristirahat..

"Huah, Lelahnya." Ucap pembawa Kereta tandu yang langsung tidur terlentang di rerumputan.

"Ahirnya kita bisa istirahat juga." Ucap pembawa Kereta tandu yang lain. Yang sedang meminum bekal air miliknya.
Sementara dua yang lainya hanya ikut tidur-tiduran direrumputan.

Sementara Ino hanya terus mengerutu , tentang Misinya yang sangat melelahkan.
Sai sibuk membolak-balik buku gambarnya, dengan tetap mendengarkan isi 'Curhat' Ino.

Sedangkan Bee terlihat sedang memberikan makanan dan minuman untuk seseorang yang ada didalam kereta.

"Aneh, Apa kau Tak Curiga Sai-Kun.?" Tanya Ino.

"Tidak. Apa maksudmu?" Ucap sai tanpa mengalihkan pandangan dari buku.

"sudahlah, lupakan." Jawab ino

Siang itu mereka beristirahat dengan tenang tanpa ada Bandit yang menyerang.

"Sasuke."

"Sasuke, bangun."

"Sasuke !" ucap Sakura yang berusaha men"Sasuke."

"Sasuke, bangun."

"Sasuke !" ucap Sakura yang berusaha menyadarkan sasuke yang sepertinya sedang pingsan ,

Flashback

"Awas, Sakura, Berpegangan !." Ucap sasuke kepada sakura.
Sasuke, yang menyadari tali hampir putus, segera meraih , pegangan pada dinding jurang.
Namun terlambat, Tali yang digunakan sudah terlanjur putus,

Sasuke yang panik dengan reflek menghunuskan pedangnya ke dinding jurang untuk memperlambat jatuhnya mereka ketanah, dan usahanya tidak sia-sia, dia berhasil memperlambat kecepatan jatuh mereka, namun karena pegangan pada pedang kurang kuat, maka sasuke dan sasura akhirnya jatuh juga, dengan posisi sasuke melindungi sakura dengan punggungnya.

End of flashback

Sudah berulang kali sakura mencoba menyadarkan sasuke mulai dengan goyang-goyangkan bahu sasuke, hingga menggunakan jutsu medis, namun sasuke masih belum sadar juga, sadar ia melakukan hal yang sia-sia, ia mencoba mengirim pesan kedesa untuk meminta bantuan, lalu membawa tubuh sasuke menjauh dari tempat berlumpur tempat mereka jatuh tadi ke Lubang besar pada dinding jurang, tapi bukan Goa

Ditengah usahanya menyadarkan sasuke dengan jutsu medisnya sakura dikejutkan oleh serangan mahluk-mahluk penghuni jurang,
Kelabang , Kalajengking & Lintah Raksasa,
Karna merasa harus melindungi sasuke , dia melawanya.

"Aku akan melindungi sasuke-kun." Ucap sakura.

"Tak akan ku biarkan kalian menyentuhnya, Ciyaa"

"Kau pikir kau melawan siapa ! rasakan ini !"
Sakura terus melawan mahluk-mahluk jurang tersebut dengan tinju-tinju mautnya.
Ditempat lain, Sasuke masih belum juga sadarkan diri.

'Aku tidak peduli apa yang akan terjadi padaku.' Pikir sakura.

"Ciyyaaa"

Naruto menatap wajah hinata , membuka mulut hinata dengan tanganya

, mendekatkan wajahnya Centi demi centi..

Tinggal beberapa centi..

Tiba-tiba hinata tersedak , lalu membuka matanya dengan cepat,

"Naruto-Kun." Ucap hinata saat membuka matanya,

Sadar karena hampir ketahuan, naruto segera memalingkan wajahnya dari hinata

"Naruto-Kun, A..Apa yang terjadi ?" Tanya hinata masih dengan berusaha untuk duduk.

"Eeee, Ti..Tidak ada apa-apa , semua baik-baik saja." Ucap naruto sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal, gugup karena hampir tertangkap basah.

"Ba..Bagaimana dengan Batu yang kita cari ?" tanya hinata.

"Emm,Itu…" ucap naruto menggantung.

"…." Hinata terdiam.

"Taraaa.." Naruto menunjukan batu yang sangat berkilauan, seperti berlian.

"Ba..Bagaimana caramu mendapatkanya, Naruto-kun ?" tanya hinata.

"Jadi…." Ucap naruto

Flashback

"Hinata !" naruto segera menyelam untuk meyelamatkan hinata, Dan dibawalah hinata ke Pinggir danau, Naruto yang sudah sangat kesal dengan monster-monster danau tersebut menggunakan Sennin modenya, Lalu membabat habis para mahluk-mahluk itu dengan Rasenganya,
Disaat dia mengira musuh sudah dikalahkan, munculah sang raja dari mahluk-mahluk itu, seekor Kepiting raksasa.
Naruto mengindar dari serangan-serangan capit mematikan dari kepiting tersebut.
Disaat yang tepat naruto menggunakan Rasengan Surikennya dan dapat mengalahkan kepiting tersebut hingga terbelah menjadi 2.
Setelah naruto Telah yakin berhasil mengalahkan musuhnya, naruto dikejutkan dengan benda berkilau yang ada didalam tubuh kepiting raksasa yang telah terbelah tersebut , dan ternyata merupaka benda yang ia dan hinata cari.

Batu meteor

Setelah naruto selesai dengan musuh-musuhnya , ia membopong hinata kedalam Goa disekitar Danau tersebut.

End of Flashback

"Jadi begitu ceritanya." Ucap naruto sambil menerawang menghadap api unggun.

"Eee, Naruto-kun, Ka..mu belum berkata satu patah kata pun." Ucap hinata karena bingung dengan naruto yang diminta bercerita tentang kejadian saat hinata pingsan, tetapi hanya menerawang saja.

"Hahaha, Sudahlah, yang penting benda yang kita cari sudah ketemu, sekarang kita bisa santai. Hehe"
Ucap Naruto dengan senyum lebarnya.

"I..Iya." Ucap hinata Setuju-setuju saja, walaupun masih penasaran dengan apa yang terjadi sebelumnya.

"Haachimm" Hinata bersin. Sambil menekuk kakinya dan memeluk kakinya

Udara didalam Goa sangat dingin , Bahkan api unggun-pun Tidak mampu menahan hawa dingin yang masuk dari bibir Goa.

"Hinata, Pakailah ini." Ucap naruto sambil melepas jacket orangenya yang memang dirancang tahan air.

"Tidak. Tidak apa-aap.. Hachimm" ucapan hinata, sambil bersin
Karena Naruto sudah sangat kasihan dengan hinata di pakaikanlah jacket orangenya ke tubuh hinata .

"Te…Terima kasih, Naruto-kun." Ucap hinata malu-malu.

"Hehe.. Sama-sama." Ucap naruto. Sambil memandang keluar Goa , yaitu kearah Danau yang saat ini sedang Turun Hujan deras.

"Hi..Hinata." Ucap Naruto .

"I..Iya." jawab hinata.

"Hinata, Danaunya indah ya." Ucap naruto.

"I..Iya." jawab hinata.

"Setelah pulang misi nanti, maukah kamu jalan-jalan bersamaku hinata." Tanya naruto dengan tetap memandang keluar Goa.

"E,,A..Apa ?" tanya hinata tak percaya dengan yang didengarnya.

"Aku bilang, maukah kamu menemaniku jalan-jalan setelah selesai misi nanti?" ucap naruto mengulang pertanyaanya dengan tanpa melepas pandangan pada bibir Goa, yang sebenarnya hanya untuk menutupi rasa malunya.

"I..Iya, A..Ku mau, Naruto-kun." Ucap hinata dengan air muka merah.
Tanpa disadari hinata, wajah naruto juga memerah saat itu.

"Kita sudah sampai." Ucap temari.

"…."Shikamaru hanya diam saja.

"Dari sini kita berpencar, kalau sudah ketemu rusa yang kita cari, segera kabari."

"…." Shikamaru diam tanpa kata lagi, hanya mengangguk saja.

merekapun berpencar mencari sang target,
Shikamaru mencari kearah utara hutan sementara temari kearah selatan hutan.

Dan Bla-bla-bla
*Jujur saja, penulis cape banget buat nulis petualanganya.*

Lalu munculah shikamaru dengan membawa taduk emas hasil yang dicari.

"Hah, Kau temukan rusanya dimana?" tanya temari.

Yang ditanya hanya diam saja,sambil membawa hasil buruanya pergi menjauh dari temari.

'Menyebalkan' pikir temari.

"Hei ! Kau ini kenapa ?" tanya temari

Yang ditanya hanya geleng-geleng.

'Dasar, Aneh' Pikir temari

Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka kembali menuju desa Pasir.

….

….

….

"Huah, akhirnya kita sampai juga." Ucap ino sambil merentangkan kedua lenganya.

"Belum dimulai rupanya." Ucap Bee.

Singkat kata singkat cerita , mereka telah tiba di ibu kota Negara pasir, lebih tepatnya didepan pintu masuk ibu kota Negara pasir.

"Selamat datang, di Ibu kota Negara pasir. Silahkan, kalian sudah ditunggu." Ucap penjaga Pintu masuk ibu kota Negara pasir, seraya berjalan membelakangi rombongan.
Lalu diikuti oleh rombongan tersebut.

"Jadi acaranya belum dimulai?" ucap Bee.

"Mungkin acaranya akan agak terlambat, Kazekage akan menunggu rombongan yang lain terlebih dahulu."Balas penjaga yang ditanya.

Sementara dibelakang mereka

"Apa maskud mereka sai-kun ?" bisik ino kepada sai.
"Entahlah ," ucap sai.
"Aku akan tanya saja langsung." Ucap ino. Sambil berjalan cepat kearah penjaga.
"Jangan." Ucap sai , sambil menarik tangan ino.
"Memangnya kenapa?" tanya ino .
"Itu bukan urusan kita, ingat, kita shinobi."ucap sai, menjelaskan.
"Mungkin kau benar,nanti mungkin kita akan tahu." Ucap ino.
"Mungkin, kita tunggu saja." Ucap sai,

"Hei, kalian , Kenapa kalian justru mesra-mesraan ditempat seperti ini ?" tanya penjaga yang berhenti berjalan diikuti rombongan lainya.
"Maaf, kami tidak mesra-mesraan." Ucap ino.
"Tidak mesra-mesraan tapi pegang-pegangan tangan." Ucap penjaga santai, lalu berjalan kembali.
"Ehh" Sai yang sadar langsung melepaskan genggaman tanganya pada lengan ino,
ino yang malu langsung berjalan cepat, krna menahan malu, mungkin.
sedangkan sai hanya menunjukan wajah tanpa dosanya ,lalu jalan cepat mengikuti ino.

"Hiyaa"
Hampir setengah jam Sakura terus menghajar mahluk-mahluk jurang itu dengan pukulanya.
namun semakin banyak yang dihabisi, semakin banyak pula mahluk-mahluk yang keluar dari celah-celah dinnding tebing.

"Ini Gawat,Mereka banyak sekali, aku tidak dapat menangani mereka sendiri, chakraku sudah hampir habis"
Sakura yang sedikit tersesak, menjadi panik karena semakin banyak musuh yang muncul.

"Chidori"
Beberapa mahluk terkapar.

"Apa?"

"Kau tidak apa-apa sakura ?"

"Sasuke-kun, kau sudah sadar "

" , biarkan aku yang akan menyelesaikanya " ucap sasuke sambil mengeluarkan pedang chakranya.

"Kau mundurlah, ini akan terasa sangat panas."

"Kanton No Jutsu …"

"Kita tinggal mengantarkan benda ini saja kepada Mizukage." Ucap Naruto.

"I..Iya. Senang rasanya misi kita hampir selesai." Ucap hinata.

" , hehe" ucap naruto seraya memamerkan senyum 3 jari andalanya, dengan menghadap wajah hinata sambil berjalan.

'Sebenarnya aku, berharap ini tidak cepat berakhir..' Naruto bergumam.

"Naruto-kun tadi bilang apa barusan ?"

" .. aku tidak bilang apa-apa tadi. Hehe."

Naruto dan hinata berjalan beriringan kearah Ibukota Negara Kabut.

Sampai tiba-tiba..

.

Ppyffhh
Asap putih muncul ..
Lalu munculah ninja Kirigakure yang tadi sempat mengantar mereka.

"Kalian sudah selesai ?"

"Sudah. Itu mudah" Ucap naruto.

"Baiklah, sekarang kalian ikut aku, biar ku antarkan kalian menghadap mizukage."
Dibalas anggukan oleh naruto dan hinata.

Lalu mereka bertiga berjalan menuju desa kabut tempat tujuan mereka.

Sudah hampir satu jam mereka berjalan…

"Argh.."

"Hinata , Kau kenapa ?" tanya naruto yang tiba-tiba terjatuh.

"Ti..Tidak, aku tidak apa-ap.."

"Hinata ! hinata ! hei, bangun !"

"Biar kulihat," ucap ruka, sang penunjuk jalan.
Lalu ruka melihat bekas luka Gigitan ular di lengan Hinata.

"Ini bekas gigitan hewan. Kapan dia mendapatkan ini?" ucap ruka sambil menunjuk luka hinata.

"Aku tak melihat luka ini tadi ?"

"Luka ini, Jangan-jangan" ucap ruka.

"Apakah tadi kalian sempat menyelam kedalam danau ?"

"I..Iya, aku berusaha menyelamatkanya tadi,"

"Sudah berapa jam kalian keluar dari dalam danau itu ?"

"Entahlah, mungkin sudah dari 2 jam yang lalu. Memangnya kenapa ?"

"Bahaya, cepat kita bawa dia ke Desaku."

"Tapi, apa maksudmu ?"

"Sudahlah, ayo , nanti kujelaskan !" ajak ruka.

Tanpa disurih lagi,naruto membopong hinata dengan gaya bridal style berlari menuju desa kabut.

"Memang , apa maksudmu tadi ?" Tanya naruto

"Luka itu, itu luka gigitan Lintah berbisa dari danau kematian, siapapun yang tergigit , maka biasanya korban hanya bertahan hingga 4 jam . Dan anti venomnya sangat langka, dan seepertinya hanya ahli venom dari desaku yang punya penawarnya."

"Maksudmu.."

"Ya, kita harus segera membawanya kedesaku."

"Sial.." umpat naruto

"Hinata, Bertahanlah.." Ucap naruto dalam hati

"Ayo , lebih cepat. ?" Ucap naruto.
Dijawab dengan anggukan oleh sang penunjuk jalan.

Bersambung…..

Ditunggu reviewnya

R DARLIS R..