Rangkaian Kata chapter 8
….

….

….

Di salah satu rumah di Konohagakure.

"Wah, akhirnya sampai juga dirumah, Huah !" ucap sakura sambil merebahkan badanya di kasur kamarnya .

"Emm, Kira-kira bagaimana ya acara nanti malam, Jadi tidak sabar " pikir sakura dengan wajah yang berseri-seri.

"Kyaaaaa…." Sakura teriak-teriak Gaje sambil meremas-remas Gulingnya, membayangkan kencannya nanti.

Tinggalkan sakura yang masih sibuk dengan bayang-bayang kencanya.

Dijalan setapak didesa konoha….

"Hoi sasuke" teriak seorang pria bermasker berambut abu-abu melawan gaya gravitasi ,dari atas dahan pohon. Yang diteriaki hanya menoleh.

"Kakashi sensei" ucap sasuke. Kakashi melompat turun dari dahan pohon , lalu mendekati sasuke.

"Hoi, sasuke, kau dari mana saja ?" ucap Hatake kakashi .

"Aku baru selesai misi , ada apa ?"

"Ano, aku mau minta tolong untuk ikut aku nanti malam ."

"Kemana ?"

"Kita ke makam desa."

" Apa kau sudah gila, malam-malam ke makam."

"Kau bisa atau tidak ?" tanya kakashi sekali lagi. Dengan memasang wajah tanpa dosanya.

"aku tidak bisa , Aku ada kencan ?"

"A..Apa ? tadi kau bilang apa ?" Kakashi teriak tidak percaya .

"Aku ada kencan, kenapa ? ada yang salah ?"

"Sejak kapan kau suka dengan perempuan ? Hahahahaha " tawa kakashi menggelegar
Yang ditertawakan hanya berjalan pergi meninggalkan kakashi yang masih tertawa sambil berguling-guling ditanah.
Tanpa sasuke ketahui, Kakashi tersenyum misterius diujung tawanya.

….

….

….

Di salah satu kamar rawat rumah sakit Kirigakure.

"Hinata, bagaimana keadaanmu ? apa sudah baikan ?" tanya naruto, yang baru saja memasuki kamar rawat hinata.

"Aku sudah lebih baikan sekarang Naruto-kun." Kata hinata sembari menurunkan kaki-kakinya ke bawah ranjang. Dan kelihatanya hinata sudah sehat sekarang

"Hei hinata, tebak aku bawa apa ?" ucap naruto sambil menyembunyikan sesuatu dibelakang punggungnya.

"Entahlah, memangnya naruto-kun bawa apa ?" tanya hinata, Yang sekarang sedang pada posisi duduk di pinggir ranjang.

"Ayolah , tebak dulu .." ucap naruto dengan nada manja.
Byakugan..
"E..Eto, naruto-kun , sebuah Kotak" ucap hinata.
"Apa ? Kau tau darimana ?" tanya naruto dengan wajah bodohnya.
pertanyaan yang bodoh dan tidak berakal menginggat hinata barusaja menggunakan byakuganya.

"Ah sudahlah, tidak penting . yang penting aku bawa kabar baik untukmu." Ucap naruto. Seraya memasukan kotak yang dia bawa kedalam sakunya.

"Kabar apa ? naruto –kun ?" tanya hinata ingin tau

"Kata dokter, kau sudah boleh pulang hinata !" ucap naruto.

"Syukurlah kalau begitu ." Ucap hinata, dengan wajah agak lesu.

"E..ee , Knapa hinata ? Kamu tidak senang ?" tanya naruto.

"Ti..tidak , aku senang." Ucap hinata dengan senyum manisnya.

"E.. Baiklah aku siapkan barang-barangmu dulu ya ?!" naruto menawarkan bantuanya menyiapkan barang-barang bawaan hinata.
Hinata mengangguk seraya tersenyum manis.

Beberapa menit kemudian..

"Hinata , barang-barangmu sudah siap." Ucap naruto sambil memberikan ransel milik hinata ke empunya. Disambut anggukan oleh hinata.

"Naruto-kun, memangnya kamu sudah memeberikan Kristal yang kita dapat kepada mizukage ?" tanya hinata dengan wajah penuh tanyanya.

"Sudah, tenang saja hinata, semua beres, Kotak ini adalah sebagai tanda permintaan maaf, atas apa yang menimpamu ini ."

"Memang apa isinya ?" tanya hinata,

"Eeee… Sebenarnya mizukage meminta agar kita membukanya saat sudah sampai didesa." Ucap naruto. Hinata hanya mengangguk saja.

"Tapi biarlah hinata ,itu tidak penting , ayo kita pulang !" ucap naruto dengan semangat
dijawab dengan anggukan oleh hinata, dan merekapun meninggalkan kamar tersebut.

"Jadi begitulah ." ucap wanita rambut pirang kepada pria berambut nanas .

"dan satu lagi,kau harus ada tetap berada di desa ini selagi acara masih berlangsung" tambah tsunade selaku hokage

"Wah , saya ucapkan Selamat Kazekage-sama." Ucap shikamaru.

"Terimakasih ," ucap gaara dingin.

"Jadi , kapankah acaranya akan dimulai ?" tanya shikamaru .

"acaranya akan dimulai setelah para tamu undangan dari Negara-Negara besar sudah datang." Ucap salah seorang penasehat gaara .

"Kak, bisa kemari sebentar.." ucap gaara kepada kakanya ,Temari.
temari pun mendekat kepada gaara , lebih tepatnya mendekatkan telinganya ke gaara.

"Kak , bisa ajak Shikamaru keliling , selagi acaranya belum dimulai." Bisik gaara kepada temari.
dijawab anggukan dari temari

"Konoha no Shikamaru, kalau anda mau,anda bisa istirahat atau jalan-jalan sebentar selagi acara belum dimulai? Biar kakaku yang menemani." Ucap gaara .

"Baiklah kalau begitu , ini tanduk rusa yang anda minta ." ucap shikamaru seraya memberikan tanduk rusa hasil buruanya bersama temari kepada asisten gaara.

Temari berjalan melalui shikamaru kearah pintu ruangan, tanpa berkata sedikitpun .

'Wanita itu…' pikir shikamaru agak sebal.

"Heem, Aku akan keluar sebentar ." ucap sai .

"Ehh, aku ikut ya .? " tanya ino.

"Boleh , kenapa tidak ?" ucap sai yang berarti iya.

Ditengah desa Sunagakure saat ini sangat ramai akan shinobi yang berlalu-lalang, bukan karena akan ada Perang besar ninja kembali , tapi untuk merayakan hari pernikahan pemimpin besar mereka , Gaara.

"Wow, Ramai sekali tempat ini." Ucap ino kaget.

"Iya , ramai sekali . ada apa ya ?" ucap sai

Dua wajah bingung ditengah keramaian.

"Hei , Kenapa kalian bisa ada disini ." ucap seseorang yang menepuk pundak ino dari belakang.

"Lho , Shika , kenapa kau juga bisa ada disini ?" tanya Ino kepada orang yang barusan menepuk pundaknya yang kita ketahui bernama shikamaru.

"Ano, aku baru saja menyelesaikan misi gabungan bersama wanita ini." Ucap shikamaru sambil menunjuk-nunjuk temari yang kelihatan cuek-cuek bebek.

"Kalian sendiri kenapa bisa ada disini ? bukankah kalian bilang kalian ada misi di Kumogakure ?" shikamaru bertanya kembali.

"itu , misi kami untuk mengantar Raikage dari kumogakure ke desa ini." Potong sai.

"Ngomong-ngomong , Kenapa disini ramai sekali ?" tanya ino kepada shikamaru.

"Oh, itu , jadi begini …."

5 Jam sebelum 'kencan' SasuSaku

"Emm, kira-kira aku pakai baju apa ya ?" pikir sakura. Sambil pilih-pilih tumpukan pakaian miliknya dari dalam lemari pakaian.

"Sakura ?! kau sedang apa ? cepat dan bantu ibu sebentar .." teriak ibunya luar kamar sakura.

"Iya bu sebentar lagi…" teriak sakura.

"Cepat !" teriak ibunya lagi ..
Karna takut dibilang anak durhaka , maka ia menunda acara 'pilih-pilih'nya dan segera menemui ibunya yang dari tadi memanggilnya.

Dikamar apartment sasuke..

Tok..Tok..Tok..

"Ya , Tunggu."ucap sasuke.

Cklek..

"Sensei , ada apa ? kan sudah kubilang nanti malam aku ada acara." Ucap sasuke kepada gurunya, kakashi, tanpa bergerak dari depan pintu masuk apartmentnya.

"Oh , tidak , aku kesini bukan untuk memintamu hal itu , tapi.." ucap Kakashi menggantung..

"…." Sasuke menunggu kata-kata kakashi yang menggantung,

"Ini , " ucap kakashi singkat .

"Make out tactics ?" gumam sasuke.

"Bukankah ini…" ucapan sasuke terhenti karena orang yang mau ditanya keburu hilang.

'Kemana orang itu ?' pikir sasuke.

'Aneh .'

….

…..

…..

"Kalian hanya kami antar sampai disini." Ucap Ruka yang masih diutus untuk mengantar naruto dan hinata ke perbatasan Kirigakure.

"Arigatou." Ucap hinata.

"Eee, Hinata. Ayo pulang, terimakasih sekali lagi" ajak naruto. Lalu beranjak pergi dengan hinata meninggalkan wilayah kirigakure

"Hoi, Naruto-san, jaga hinata-san baik-baik ya " ucap ruka sambil mengedipkan sebelah mata kepada hinata.

Mendengar teriakan ruka naruto dan hinata berhenti lalu menghadap kearah suara

"Yosh, serahkan padaku." Ucap naruto semangat tidak lupa cengiran rubahnya.
Hinata tiba-tiba memerah mukanya kembali , entah karna sebab apa.

….

….

Skip time…

Tap…Tap…Tap
2 orang ninja sedang berlompat-lompatan dari dahan kedahan pohon lain..

Setelah melewati waktu yang panjang, akhirnya hinata dan naruto tiba di wilayah Negara api, namun masih belum sampai di Ibukota Konohagakure.
Salahkan saja naruto yang memiliki jutsu teleportasi jarak jauh tapi tidak menggunakanya dari awal perjalanan.

Canggung , itulah kata yang bisa mengambarkan keadaan dua muda-mudi itu ketika berdua, naruto yang biasanya hiperaktif namun kali ini seolah kehilangan seluruh kosa-kosa katanya.
Hinata ? jangan ditanya , dia sangat jarang mengeluarkan suaranya bila berhadapan dengan naruto.

"Yosh , akhirnya , kita sampai juga kita hampir sampai" ucap naruto membuka pembicaraan

"Emm" hinata mengangguk setuju.

"Eee, hinata." Tanya naruto

"Iya, Naruto-kun ?" hinata menoleh kearah naruto.

"Setelah ini, kau ada rencana kemana , hinata ?" tanya naruto, kemudian melihat kearah hinata.

"Aku , sepertinya hanya akan pulang kerumah saja." Ucap hinata tidak lepas memandang naruto.

"Oh, begitu.." ucap naruto sambil mengangguk.

"Memangnya , Naruto-kun sendiri setelah ini akan kemana ?" tanya hinata.

"Oh, aku, a..aku juga ingin pulang saja , sudah hampir 2 hari aku tidak mandi. Hehe." Ucap naruto sambil tertawa renyah
Hinata tersenyum manis.

Setelah percakapan barusan , munculah kecanggungan itu lagi, yang mungkin karena mereka sudah kehabisan kata-kata, atau Malu ? mungkin.
Kadang waktu , terlihat naruto yang curi-curi pandang melihat hinata, begitupun sebaliknya.
Saat itu terlihat 2 orang muda-mudi yang sedang lompat-lompat di dahan dengan senyum terpatri dimasing-masing wajah mereka sepanjang perjalanan.

...

"Hoi, kalian !? cepat kemari !" teriak seseorang berambut abu-abu dengan masker menutupi separuh wajahnya.

"Hoi, ada apa ? Kakashi-sensei ?" jawab orang yang dipanggil.
orang yang dipanggil berserta teman-temanya yang juga dipanggil berjalan mendekati kakashi.

"Aku ada kabar untuk kalian ." ucap kakashi setelah ketiga orang yang dipanggil mendekat kearah dirinya.

"Pasti ada buku Hentai keluaran terbaru ?!" ucap asal orang yang dipanggil tersebut.

"Ada produk kripik kentang terbaru ?" jawab seorang berbadan besar disebelahnya.

"Bu..Bukan itu , tapi yang pasti kalian suka." Ucap kakashi sambil senyum-senyum dibalik maskernya.

"lalu kabar apa ? apakah penting ?" ucap orang yang dipanggil. "Guk" nyalak anjing putih besar yang dibawa orang itu.

"…" temannya yang berjaket hijau hanya diam saja mendengarkan.

"Jadi begini.." ucap kakashi sambil memeberi isyarat kepada dua orang itu agar mendekatkan telinga mereka kepadanya.

"Call of duty"

….

….

….

Taman Desa Konohagakure
07:20 PM

"Lama sekali orang itu.." ucap sasuke sambil bersender dibawah pohon besar yang sebenarnya agak keluar dari kebiasaanya yang agak pendiam.

"Sasuke…!" teriak seseorang dari kejauhan .

"Hosh..Hosh.. Maaf ya membuatmu menunggu." Ucap sakura sambil mengatur nafas karena habis berlari.

"Kita mau kemana ?" tanya sasuke dingin.

"Emm, Aku punya ide , ayo ikut aku.." ajak sakura sambil menarik lengan sasuke menjauh dari taman konoha.

Sementara itu..

B :"Bug kepada BossLeader … Bug kepada BossLeader , ganti.."

BL :"Masuk Bug."

B :"Target mulai bergerak, Ganti."

BL :"Dimengerti, Out."

Krssssss..

BL :"BossLeader kepada stinky… BossLeader kepada Stinky , ganti"

S : "Masuk"

BL :"Target menuju kearahmu, harap ikuti target"

S : "Dimengerti, Out."

"Huah , Akhirnya kita selesai juga .." ucap naruto sambil merentangkan tangan lebar lebar.

"Iya." Ucap hinata

Naruto dan hinata baru saja keluar dari kantor hokage untuk melapor perihal misi mereka kepada hokage namun harus diwakilkan dengan asisten hokage , shizune , dikarenakan Godaime yang sedang tidak ada ditempat.

"Emm, Hinata , mau kuantar ?" tanya naruto .

"Tidak usah , Naruto-kun. Aku bisa sendiri." Ucap hinata tanpa gagap tidak lupa dengan senyumnya.

"Tidak apa-apa hinata , aku tidak keberatan. hehe" Ucap naruto sambil tertawa garing.

Didepan pintu gerbang kediaman klan Hyuga…

"Naruto-kun , terimakasih ya .." ucap hinata dengan tanpa melupakan senyum manisnya.

"Iya, sama-sama , Hinata." Kata naruto

"Hinata, kau sudah pulang." Seseorang muncul dari dalam kediaman Hyuga.

"Ah, Iya , Tou-san." Ucap hinata menunduk hormat kepada ayahnya.

"Ayo masuk ." ucap hiashi mengajak hinata masuk kerumah, hinata menurut saja.

"Knapa kau masih disini ?!" ucap hiashi kepada naruto.

"Eh, itu .." ucap naruto bingung mau jawab apa.

"Sudah sana pulang !?" ucap hiashi kali ini dengan nada agak ditekan.

"Ayah…" protes hinata, karena mendengar kata-kata hiashi kepada naruto,
itu bukti jadi pahlawan, belum tentu akan dihormati semua orang.

"Ba..Baiklah , aku pulang , Ja , Hinata ,.." ucap naruto sambil tersenyum, membungkuk hormat kepada hiashi lalu berlari pulang.

"Ja, Naruto-kun" ucap hinata sangat pelan, bahkan karna pelannya sehingga tidak bisa disebut ucapan.
Hinata hanya bisa melihat punggung naruto yang menjauh dan semakin menjauh, lalu menghilang digelapnya malam.

….

….

….

Di apartment naruto..
"Segarnya !" ucap naruto yang barusaja selesai ritual pemebersihan diri alias mandi.

Kruuukk (bunyi perut tanda lapar)
"Lapar." Ucap naruto singkat.

"Yah , aku lupa, kalau aku belum belanja persediaan." Naruto kecewa karena mendapati lemari persediaanya kosong.

"Kira-kira Tempat paman teuchi masih buka tidak ya ?" naruto pikir-pikir.

"Yosh , sudah kuputuskan ." ucap naruto semangat ,

Tap….tap….tap
bunyi langkah kaki naruto yang berjalan santai pada malam hari jalanan konoha yang sepi.

Setelah sudah mendekati kedai ramen langgananya yang baru..
baru ? jelas, kedai baru karena kedai yang lama sudah rata dengan tanah saat penyerangan pain kekonoha.
"Huh, Kalau saja persediaan ramenku masih ada , pasti aku tidak perlu jalan malam-malam ke warung ramen kalau hanya untuk makan." Naruto ngomel-ngomel sendiri. Sebelum akhirnya dia memasuki kedai ramen tersebut.

"Paman, aku pesan ramennya, Sa.." ucapan naruto terhenti karena kaget dengan seseorang yang berada disana.

"Hinata.." ucap naruto kaget.
yang sedang duduk di kursi kedai sambil menikmati ramen dihadapanya.

"Naruto-kun." Jawab hinata singkat, lalu mengentikan acara makannya sejenak.

"Kau sedang apa disini ? memangnya kau tidak istirahat dulu hinata ?" pertanyaan naruto yang kelewat bodoh , kan tidak mungkin hinata ke warung ramen untuk membeli kertas peledak ?
kita lupakan saja kebodohan naruto sejenak…

"Aku ingin makan ramen, Naruto-kun, kebetulan aku sedang lapar sekarang" Jawab hinata panjang tidak lupa dengan senyumnya, tidak tampak lagi kata-kata gagap yang keluar dari bibir hinata bila berhadapan dengan naruto,
bingung, itulah yang ada dipikiran naruto saat ini.

"Mau kutemani.." ucap naruto sambil mengambil posisi duduk disebelah hinata.
hinata tidak menjawab , hanya mengangguk saja dengan senyum yang terpasang diwajahnya.

"Paman aku pesan satu ya.." ucap naruto kepada paman teuchi.

Beberapa saat kemudian…

"Ini , Naruto" ucap paman teuchi seraya menyodorkan ramen pesanan naruto .

"Yosh,Terimakasih paman." Ucap naruto sambil memainkan sumpit miliknya keudara.

"Naruto-kun."

"Iya , hinata." Naruto yang baru saja ingin memulai acara makannya terpaksa terhenti.

"Maafkan , atas sikap ayahku tadi ya." Ucap hinata sambil menunduk, menatap mangkuk ramen miliknya

"Hehe, tidak apa-apa hinata , ayahmu itu sayang kepadamu , hingga ia sungguh protective kepadamu." Ucap naruto seraya mengalihkan pandanganya ke atap-atap kedai (menerawang).

"Naruto-kun" gumam hinata, seraya menolehkan wajahnya kearah naruto, namun tidak dapat didengar naruto.

"Tidak sepertiku, kau itu gadis yang sungguh beruntung hinata, banyak orang yang perhatian kepadamu."
"Banyak orang yang ingin selalu bersamamu.."
"Tidak seperti aku, mungkin hanya Ayah dan ibuku saja yang menyayangiku. Mungkin ada beberapa orang yang menemaniku kalau sendirian , tapi itu juga kalau ada misi dari hokage. Hahaha"ucap naruto seraya memejamkan matanya sambil menerawang ,lalu tertawa renyah di akhir kata-katanya.
Hinata tidak dapat melepas pandanganya pada sosok disebelahnya.
seakan terhipnotis dengan kata-kata naruto yang barusan.

"Hehehe, Ayo kita makan lagi , Hinata." Ajak naruto seraya menghadapkan wahanya kearah mangkuk ramen miliknya, tanpa berpaling melihat wajah hinata. , namun tidak ada jawaban dari yang ditanya
Merasa tidak ada respon dari orang yang disebelah, ia memalingkan wajahnya kesebelah, dan mendapati hinata yang terdiam mematung menatap dirinya.

"Lho, Hinata… Hinata.." naruto memainkan telapak tangannya ke depan wajah hinata bermaksud menyadarkan hinata dari lamunanya.

Hinata tersenyum ditengah-tengah lamunanya.
Melihat hal tersebut sontak naruto bingung,
karna bingung , ia goyang-goyangkan saja pundak hinata

'Naruto-kun,'

'Kau.'

'Aku ingin seperti dirimu'

'Aku ingin bersamamu'

'bukan untuk sementara,'

' tapi untuk selamanya,'

' Naruto-kun'
lagi-lagi hinata tersenyum.

"Hoi, Hinata, kau kenapa."

"Ah, Nani ?"
hinata kaget..

"Hinata, kau kenapa ? apakah kata-kataku menyinggung perasaanmu ?" tanya naruto , khawatir.

"Ti..tidak, aku baik-baik saja, naruto-kun"

"Oh, baiklah , ayo kita lanjutkan hinata , nanti ramenya jadi dingin." Ucap naruto. Lalu memulai acara makannya yang tertunda.

"Haiik.." hinata mengangguk sambil tersenyum. Lalu juga melanjutkan acara makannya.

Samar-samar terlihat hinata yang tersenyum lembut seraya menatap wajah naruto yang sedang makan ramen untuk sekilas.
'Suatu saat akan kubuktikan, kalau kau tidak sendirian lagi. Naruto-kun'

"Sasuke-kun, kau ingat tempat ini ?"

"Ini," jawab sasuke.

"Ya, ini tempat dimana kau dan aku berpisah saat itu."

"Kukira tempat ini rata dengan tanah." Ucap sasuke asal.

"Tidak , tempat ini tidak terkena dampak serangan pain saat itu." Ucap sakura menerawang.

Sasuke dan sakura sedang berada di taman tempat mereka berpisah dahulu , saat dimana sasuke memutuskan untuk pergi bersama orochimaru.

"Tapi itu tidak penting, yang penting adalah ini," sakura memberikan sesuatu kepada sasuke, yang ternyata headbrand konoha tetapi berbeda dengan milik lama sasuke.
memang sehabis sasuke kembali kedesa saat perang berakhir, ia belum sempat mengenakan headbrand konoha , karna memang ia tidak ingat untuk mengenakanya.

"Ini." Jawab sasuke sambil menerima pemberian sakura.

"Pakailah .Itu tanda kalau kau merupakan ninja konoha, dan.." ucapan sakura mengantung, sakura menunduk dalam.
Sasuke menunggu kata-kata sakura.

Cletak. Krssss.. Krsss… krsss

"Hei,siapa disana !" sasuke mengeluarkan pedangnya.
sakura juga mengeluarkan kuda-kuda menyerang.

"Gawat !"

11:30 PM
Jalan setapak desa konoha.

Tap. Tap. Tap
Dua orang muda mudi sedang berjalan beriringan.

"Ehm , Ehm.."

"Hinata , kau dengar sesuatu ?" naruto clingak-clinguk mencari sumber suara. Hinata hanya diam saja mendengarkan arah datangnya suara.

"Uhuk..Uhuk..Uhuk " suara gaje yang lebih parah muncul kembali.

"Hoy !Siapa disana ?" teriak naruto , sambil tunjuk-tunjuk gang gelap dan sempit.

Tap.. tap.. tap

"Tidak berjalan-jalan ditengah malam, Hinata-sama." Suara baritone yang sangat dikenal ditelinga hinata,

"Neiji-nii" ucap hinata.

"Sedang apa kau malam-malam begini bersama hinata , naruto." Neiji bersuara datar bertanya kepada naruto.

"Memang sedang apalagi kalau bukan kencan." Lanjut suara wanita yang muncul dari balik badan neiji.

"Ti..tidak , Aku tidak sedang.." ucapan hinata terhenti karena disela oleh suara lain.

"Sudahlah , mumpung mereka masih muda , lanjutkan , Naruto-kun. " Ucap seorang pria berambut klimis beralis tebal dari atas pohon yang berada di dekat naruto, sambil mengacungkan jempolnya kearah naruto.

"Tu..Tu..Tunggu dulu, kalian jangan salah paham , aku dan hinata tidak.." ucap naruto mengelak.

"Yosh, Aku jadi teringat saat mudaku dulu…" teriak semangat seorang pria yang mirip dengan pemuda yang barusan ,hanya saja lebih tua yang berada tepat disebelah pemuda berambut klimis yang barusan berbicara.

"Awas kau naruto , kalau sampai kau berbuat sesuatu yang buruk pada hinata , aku akan.." neiji mengepalkan tanganya.

"Tunggu , jangan salah sangka aku dan Hinata tidak ada .." naruto tidak bisa melanjutkan kata-katanya karna mulutnya seakan kehabisan kata-kata.

"tidak ada apa ? tidak ada apa naruto ? jawab ?" neiji mulai mengambil ancang-ancang menyerang.

"Aku.. Aku..Aku.." naruto menarik lengan hinata , membawa lari hinata dari sepupunya yang terkenal 'Hyper protective'.

"Hei , tunggu !" neiji hampir saja mengejar mereka , kalau saja tidak ada tangan yang menghalangi langkah neiji , pasti dia sudah mengejar mereka.

"Sudahlah , seperti kau tidak pernah muda saja .." ucap orang yang menghalangi langkah neiji, tenten

"Memangnya aku sudah tua ?"

….

….

….

S :"Stinky kepada BossLeader.. hosh.. hosh.."

S :"Stinky kepada BossLeader … Hosh."

BL :"Masuk Stinky.."

S :"Hosh.. hosh..Penyamaran hampir terbongkar, butuh pengalihan .. ganti"

BL :"Dimengerti , Segera menjauh dari TKP , ganti"

S :"Dimengeri, Out."

Krsssss

BL :"BossLeader kepada BigDaddy. Ganti"

BD :"Masuk"

BL :"Stinky butuh pengalihan , ganti"

BD :"Lokasi ? , ganti"

BL :"Lokasi B. Ganti"

BD :"Dimengerti , On the way, Out"

Didepan gerbang kediaman Klan Hyuga
"Hinata , kita sudah sampai."

"Emm, Iya , terimakasih naruto-kun.

Naruto berjalan meninggalkan gerbang klan hyuga
begitupun hinata juga berjalan berniat memasuki rumahnya.

Baru sebentar naruto berjalan meninggalkan gerbang kediaman hyuga, ia berbalik.
begitupula hinata sebelum ia menutup pintu gerbang hyuga , Ia menatap kearah naruto.

Kedua Iris biru dan lavender itu bertemu.
Naruto tertawa renyah, hinata tersenyum.

"Ja, Hinata" naruto melambaikan tanganya.

"Ja, Naruto-kun" jawab hinata pelan. Tetapi juga melambaikan tanganya.

Naruto kemudian berbalik arah lagi lalu berlari meninggalkan gerbang kediaman hyuga.
samar-samar naruto tersenyum ditengah kegelapan malam.

"Mimpi indah , Hinata."

Halo semua, jumpa lagi dengan saya
Ridwan DARLIS rahtomo

Kalau kalian suka kelanjutanya silahkan review untuk kelanjutanya.

Saya terima kritik dan saran pembaca semua.
note :pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak setelah membaca.

Salam saya …

Assallamuallaikum