Naruto © Masashi Kishimoto, but the story is Mine !

Warning : Typo, OOC, Bahasa baku, tidak jelas dan bikin pusing.

Genre : Adventure & Romance

Author : Ridwan 'Darlis' Rahtomo

Rangkaian kata chapter 9

Jdeer.. Jdeer .. Jdeer
suara kembang api bergema di sekitar langit desa, desa suna lebih tepatnya.

Ratusan warga desa dan shinobi-shinobi degara pasir terlihat berkumpul disekitar gedung kazekage untuk menikmati acara hiburan pernikahan pemimpin mereka , Gaara.
sedangkan para kage dari negara-negara besar dan kecil sedang mengobrol ringan dengan pemimpin Negara-negara lainya seraya menikmati acara tersebut.
setelah sebelumnya pada sore harinya Gaara dan Matsuri sudah melangsungkan prosesi pernikahan mereka.

"Hei , Kemana mereka semua ?" ucap ino yang sedang kebingungan.

"Entahlah , mungkin mereka sedang jalan-jalan ?" Ucap shikamaru yang terlihat sedang membawa permen kapas berwarna hijau.

"Aneh, knapa mereka tiba-tiba bisa hilang ?"

"Entahlah , bukankah dari tadi aku bersamamu ?." Ucap shikamaru

"Baiklah kalau kau memang tidak tahu." Ino berlari kebingungan sambil clingak-clinguk mencari batang hidung orang yang ia cari.

"Hoi, Tu.." ucapan shikamaru terhenti, lalu berfikir dalam hati.

'Sebaiknya aku juga mencarinya'

"Hei , siapa disana !" teriak sakura.
sasuke terlihat tenang saja, sepertinya memang dia sudah mencurigai kalau ada orang yang sedang memata-matainya, namun tidak berbahaya menurut perasaanya.

"Gawat."
perlahan-lahan orang asing itu mundur dari tempatnya semula, lalu melarikan diri.

"Hoi, jangan lari !" sakura mengejar orang misterius tersebut.
orang tersebut melarikan diri dengan melompat-lompat dari atap rumah ke atap rumah yang lain, begitu pula sakura yang saat ini sedang mengejarnya.
sedangkan sasuke hanya berjalan dengan gaya santainya karna memang sudah tidak terlalu peduli dengan kejadian yang barusan terjadi.

BD :"BigDady kepada stinky, kereta dalam perjalanan, kuulangi, kereta dalam perjalanan."

S :"Dimengerti, out."
lalu orang misterius tersebut menutup WalkieTalkienya

Setelah kejar-kejaran yang sengit..

"Kena kau !"
Chaaa
sakura melancarkan serangan skala menengahnya kearah orang misterius yang ia kejar.
seketika itu pula orang yang barusan dihajar terpelanting kearah tiang listik .

"Argh… Sial..Sakit sekali" umpat orang misterius tersebut seraya mengelus-elus pipinya yang malang.

"Kau ?!, kenapa kau lari ?!, siapa kau sebenarnya?!" sakura membuka topeng yang digunakan orang misterius tersebut

Krssss

BD :"BigDady kepada BossLeader, ganti"

BL :"Masuk , ganti"

BD :"Stinky tertangkap boss, ganti"

BL :"Segera tinggalkan lokasi, ganti."

BD :"Bagaimana dengan Stinky boss ?, ganti."

BL :"Semoga arawahnya diterima di akhirat sana, Out."

BD :"Dimengerti, Out"

Krssss (sfx : HT signal)

"KIBA !"

"Eh, itu bukankah ?"

"Sai.." gumam ino saat melihat sai yang terlihat sedang duduk-duduk di bukit tidak jauh dari lokasi pesta kembang api.

"Sai, sedang apa ? kenapa sendirian saja ?" ucap ino seraya memposisikan duduk disebelah sai yang terlihat sedang menggoreskan kuas pada permukaan kanvas.

"Kalau sedang melukis , aku terbiasa sendiri." Ucap sai tanpa mengalihkan pandanganya pada kanvas didepanya.

"Oh, begitu." Ino hanya mengangguk,

"Kau tidak menikmati pestanya ? kemana shikamaru ?" tanya sai.

"Apa maksudmu berkata seperti itu ?" tanya ino mulai bingung sekaligus mengerti (?) tingkah sai..

FlashBack : on…..

"Hoi, Ino, bisa ikut aku sebentar ?" ucap shikamaru kepada ino.

"Baiklah, tidak lama kan ?" tanya ino.

"Sudahlah , jangan banyak tanya." Ucap shikamaru seraya menarik lengan ino menjauh dari kawan-kawan mereka yang lain.

"Knapa kita ditinggal ?" ucap sai bertanya pada diri sendiri.

"Entahlah" Temari yang merasa ditanya menjawab datar, lalu juga pergi meninggalkan sai sendirian.

"Em ?"
meninggalkan sai sendirian ditengah kerumunan shinobi desa suna yang sedang berpesta.

Flashback : off….

"Entahlah, aku hanya bertanya." Ucap sai datar seraya menghentikan kegiatan melukisnya, lalu merapikan perelengkapan melukis miliknya.

"Kau cemburu ya ?" tanya ino sambil menyeringai didepan wajah sai .

"Apa maskudmu ?" tanya balik sai, Sai sudah hampir selesai merapikan seluruh peralatan melukisnya

"Emangnya apa lagi namanya kalau bukan cemburu ?" ucap ino dengan penekanan pada kata cemburu

"Sudahlah," sai berdiri lalu pergi meninggalkan ino sendirian.

"Hei, tunggu, kau mau kemana ?" ucap ino seraya berusaha untuk berdiri.

"Hei, sai, tungg.." ucapan ino terhenti karna merasa kakinya menendang sesuatu.

'Buku ? pasti milik sai.' Ucap ino dalam hati
perlahan ino membaca cover buku yang diketahui milik sai tersebut.

'About Her'

"Judul macam apa ini ?" pikir ino pertama kali saat membaca judul buku tersebut.
perlahan ino mulai membuka halaman awal buku tersebut.
tidak ada tulisan disana, hanya ada gambar.
itu gambar wajah milik sai, ino mulai berfikir, "mungkin semacam buku gambar"

Betapa terkejutnya ino saat membalik halaman selanjutnya, yang ia lihat adalah gambar sketsa wajah dirinya.
diterpa rasa kebingungan (?) dia mulai membalik halaman berikutnya,
terlihat sketsa ino yang sedang merapikan kumpulan bunga-bunga.
di halaman sebelahnya terlihat sketsa ino yang sedang menyapa para pelanggan toko bunga miliknya, sepertinya sketsa ini digambar oleh sai tidak jauh dari toko bunga milik keluarga yamanaka. Tapi mengapa ?
ino hanya garuk-garuk kepala bingung.
semakin banyak ia membuka halaman dari buku tersebut, semakin banyak pula sketsa gambar dirinya sendiri didalamnya,

"Sai…"

"Sekarang jelaskan padaku !? atau kau ingin merasakan ini !" ucap sakura tegas sambil menunjukan kepalan tanganya kepada Kiba yang baru saja tertangkap.

"…." Namun kiba hanya diam saja.

"Jadi kau tetap tidak mau bicara ?!" sakura bersiap memukul wajah kiba yang sudah menggangu acaranya dengan sasuke, namun tertahan oleh suara yang ia kenal..

"Sakura, hentikan." Sasuke muncul dari kegelapan jalan.

"Tapi dia sudah memata-matai kita, Sasuke !" ucap sakura tegas.

"Sudahlah, lepaskan , biarakan dia pergi." Ucap sasuke santai.

" .."

"Lepaskan dia, atau kita sudahi saja acara kita." Ancam sasuke.

"Ba..baiklah." ucap sakura seraya melepaskan genggamanya pada kerah jacket kiba.

"Kau selamat sekarang, awas kalau ketemu lagi." Ucap sakura seraya menunjukan deathglarenya kepada kiba,
kiba langsung mengambil langkah seribu setelahnya.
sakura dan sasuke hanya memerhatikan saja.

"Ayo, kita ke Ichiraku saja." Ucap sasuke ringan seraya berjalan santai.
dijawab anggukan kecil oleh sakura.

"Ternyata disini kau rupanya…" ucap shikamaru basa-basi sambil berjalan kearah orang yang dicarinya sedari tadi
namun tidak ada jawaban dari orang yang ditanya.

Menjauh dari keramaian pesta dan hiruk-pikuknya warga desa, temari memilih menyendiri ditempat yang sepi di atap gedung besar tidak jauh dari pusat pesta, agak membingungkan memang, bagaimana shikamaru bisa menemukan keberadaan temari yang ada ditempat tinggi di desa suna yang besar ?, itu Cuma rahasia tuhan, shikamaru dan penulis.

"Kau masih marah padaku ?" tanya shikamaru , sambil mengambil posisi duduk disebelah temari yang sibuk melamun.

"Ok, kalau kau masih marah padaku, tidak apa-apa, aku kesini hanya untuk meminta maaf kepadamu…" ucapan shikamaru menggantung.

"Ini, terimalah, sebagai tanda permintaan maaf." Shikamaru memberikan Permen kapas berwarna hijau kepada temari.

"Permen kapas hijau , sama seperti bola matamu." Ucap shikamaru ngasal.
temari menoleh sebentar, lalu mengambilnya secara kasar.

"Nah, jadi tidak marah lagi kan ?"

"menurutmu ?" temari mulai berbicara.
'Yeah !' batin shikamaru bersorak (OOC detected)

"Terserah." Ucap shikamaru malas, karna sudah menyerah menghadapi satu hal yang namanya wanita.
shikamaru memposisikan terlentang menghadap langit, melihat letusan-letusan kembang api yang menghiasi langit desa suna.

"Katanya mau minta maaf, harusnya kau usaha !" ucap temari lantang , karena melihat tingkah shikamaru.

"Huft, untuk apa?" ucap shikamaru lalu memejamkan mata.
temari hanya diam saja, seperti tahu kalau shikamaru belum selesai bicara.

"kalau kau masih bisa teriak seperti barusan, dan tidak terlihat cuek seperti sebelumnya, kau tidak memeberiku maaf selamanya juga tidak apa." Ucap shikamaru , lalu menyampingkan badannya membelakangi temari.

"A..Apa maksud mu ?" ucap temari Terbata-bata seraya menatap shikamaru

"Aku ngantuk , aku mau tidur, ngobrolnya besok saja."

"Eh ?"

"kamar ini selalu terlihat sepi.."ucap naruto sembari duduk-duduk dipinggir tempat tidurnya.

"Hoah ,Bahkan aku lupa kapan terakhirkali orang bertamu kesini.."
gumam naruto meratapi hidupnya, lebih tepatnya kesendirianya.

Itulah hidupnya, walaupun tidak sendiri dalam artian kehidupanya, dia memiliki teman-teman yang selalu ada untuknya, namun kesendirian yang dimaksud adalah kesendirian yang lain , kesendirian yang hampir mampu menggoyahkan semangat juang seorang naruto.

"Mungkin, memang harus seperti ini." ucap naruto seraya menatap langit-langit kamarnya.

"Mungkin, semua akan berbeda besok." Naruto merebahkan diri di kasur miliknya.
perlahan mata itu tertutup,
tidak lama terdengar dengkuran keras dari dalam apartment milik uzumaki naruto.

Di tempat peristirahatan 6atakan Ino..

"Sai ? kau ada di dalam ?" tanya ino dari luar ruangan.

"Emm." Jawab sai menandakan ada orang didalam ruangan.

Cklekk (Sfx : pintu dibuka)

"Sai …"ucap ino lembut menyapa sai.

"Ada apa ?" jawab sai dingin, tanpa mengalihkan pandanganya pada buku yang entah apa isinya, yang jelas ia sedang menulis sesuatu saat ini.

"Sai ,Aku ingin mengembalikan ini ?" tanya ino kepada sai seraya menyerahkan buku milik sai yang tertinggal.

"I..Itu , Ke..kenapa ada padamu ?" jawab sai gugup seraya langsung merebut buku tersebut dari tangan ino.
lalu langsung memasukan buku tersebut kedalam tasnya,

"Biasanya orang akan berterimakasih kalau sudah ditolong.." ucap ino.

"Emm, Ba..baiklah, Te..terimakasih ino.." ucap sai terbata-bata, kelihatanya sai mulai gugup.

"Emm, sai , bisa jelaskan padaku tentang gambar-gambar dibukumu itu sai ?" ucap ino, mulai mendekat, sai mundur sedikit dari posisinya.

"Eee, a..aku tidak mengerti maksudmu ?" ucap sai.

"Jawab pertanyaan ku sai ? jangan berpura-pura, aku sudah melihat semua isi bukumu?" ino mulai mendesak sai menjelaskan tentang 'semuanya'

"A..ku benar-benar tidak mengerti maksudmu ?" sai mulai mundur dari posisinya yang semula.

"Saai, jelaskan sekarang.. atau.." ucap ino semakin mendekat kearah sai, sai mau mundur lagi , akan tetapi langkahnya terhalang tembok dibelakangnya.
sai sudah benar-benar terdesak.

"A..aku.. Aku.. Aku tidak bisa …" sai menutup mata.
ino memegang sebelah bahu sai dengan sebelah tanganya.

"Tidak bisa apa sai ?" bisik ino di sebelah telinga sai.

"Aku…Aku…Aku…"

"Kenapa sai ? 7katakan saja ." bisik ino semakin dalam pada telinga sai.

"A…Aku… aku harus pergi…."
sai langsung berlari menyambar ransel miliknya lalu pergi dari ruangan itu begitu saja.

"Eh , mau kemana sai.. ? kenapa lari !?" teriak ino seraya berusaha menghentikan sai, namun lagi-lagi ino menemukan sesuatu lagi, mungkin karena gugup. Lagi-lagi sai meninggalkan buku miliknya begitu saja.

"Sai ?!"

Di suatu ruangan yang besar didalam desa Konohagakure …

00:15 AM

"Semua, berkumpul !" ucap boss leader kepada orang-orang yang berada tidak jauh dari tempatnya.
semua orang , dari yang sedang duduk didepan meja computer, yang sedang memperhatikan layar radar , sampai yang sedang merapikan peralatan menyamar, semua berbaris didepan Bossleader.

"Malam ini, kita telah kehilangan salah satu agent kita yang terbaik, semoga arwahnya diterima disisi tuhan yang maha esa, mengheningkan cipta, dimulai." Keadaan kembali hening , orang-orang yang semua berjumlah sekitar 7 orang (5 pria,2 wanita) menunduk tanda mengheningkan cipta

"Hoi, Hoi ! kenapa tidak ada yang menolongku tadi !" kiba meluapkan kemarahanya kepada Team 'aneh'nya, seraya mendobrak pintu ruangan.

"Oh, masih hidup rupanya." Ucap bossleader asal.

"Dasar tidak setia kawan, asal tinggal saja." Ucap kiba sambil berjalan kearah kerumunan 'aneh' tersebut.

"Salahmu, kenapa bisa ketahuan." Ucap asal Shino(bug)

"Hei, hei ! kenapa jadi aku yang disalahkan ! Jelas-jelas Chouji tidak jauh dari sana, kenapa dia tidak mengalihkan perhatian mereka ?!" kiba masaih marah-marah

"Maaf, tadi tiba-tiba saja ada panggilan alam, jadi aku kekamar madi dulu. Hehehe" Ucap Chouji(BigDaddy) sambil mengelus-elus perutnya

"Sudahlah, Yang penting kau dapat fotonya kan ?" ucap Kakashi (Boss leader) seraya mengulurkan tanganya tanda meminta sesuatu.

"Huh, Sial, Hampir saja aku jadi korban." Ucap kiba seraya menyerahkan sebuah kamera digital kepada kakashi.

"Yang terpenting misi kita berhasil dan organisasi kita tidak terbongkar." ucap kakashi.

"Yosh, honor kalian akan dikirim nanti, setelah foto-foto ini dicetak." Lanjut kakashi.

"Hoi, Hoi, Tapi kalau nanti ada apa-apa , pasti mereka akan mencariku lagi.." ucap kiba tidak terima,

"Itu resiko pekerjaan." Ucap kakashi.

"Ta..tapi.." kiba masih saja tidak terima.

"Chouji, bacakan pasal 5 ayat 3.." ucap kakashi kepada chouji.

"PASAL 5 AYAT 3 : Anggota 'Shinobi Comrades' yang tertangkap, dilarang membocorkan perihal organisasi walaupun nyawa jadi taruhanya." Ucap Chouji lantang seraya berdiri tegak.

"Ya.. ya.. ya.. memang selalu aku yang jadi korbanya." ucap kiba seraya memutar bola matanya.

"Hahahaha.." seluruh orang disana tertawa, minus kiba, yang hanya mendecih..

07:30 AM

Zzzzzzzz
naruto masih terbuai pada mimpi indahnya

Tok...tok...tok

"Hoam.,.."

Tok..tok…tok

"Huah, siapa sih pagi-pagi begini bertamu !" umpat naruto

Tok…tok….tok..

"Hoam ….Iya-iya sebentar.." ucap naruto sambil menguap lebar. Sambil berjalan menuju pintu apartementnya dengan langkah gontai.

Cklek (Sfx: Pintu dibuka)

"Ohayou , Naruto-kun" sapa seorang wanita, sambil tersenyum manis secerah matahari pagi.

"Heh ? Hinata ? pagi juga, hehe" naruto kaget tapi tetap memasang wajah senyum rubahnya.

"A..da apa hinata ? bukankah kita sedang tidak ada misi hari ini ?"

"Ano, aku hanya ingin mengantarkan ini." Ucap hinata sambil menyerahkan beberapa rantang berisi makanan kepada naruto.
(tadinya author mau nulis bento, tapi karna takut tulisanya salah, jadi saya ganti rantang.)

"Wah, terimakasih banyak ya, hinata. Kau yang membuatnya ?" ucap naruto gembira, lalu dijawab anggukan kecil oleh hinata.

"Wah, pasti enak, tapi.." ucap naruto lalu tiba-tiba menunduk.

"Ke..kenapa naruto-kun, ada yang salah ?" tanya hinata.

"Ti..tidak,"

"Eeee, hinata ? kau sudah sarapan ?" tanya naruto.
dijawab gelengan kecil dari hinata.

"Ok, ayo kita sarapan sama-sama.." ucap naruto seraya menarik lengan hinata kedalam apartmentnya, lalu menutup pintunya.

Cklek (Sfx : pintu ditutup)

"Hinata, aku mandi dulu ya, kalau mau sarapan duluan juga tidak apa-apa, tidak lama kok, hehe.." ucap naruto lalu beranjak ke kamar mandi , meninggalkan hinata dikamarnya yang hampir mirip seperti bekas medan tempur saat perang besar ninja yang lalu.
melihat hal itu, hinata lantas merapikan seluruh barang-barang naruto pada tempat yang seharusnya, sambil menunggu naruto selesai dengan kegiatannya.

….

….

….

"Wah, segarnya …" ucap naruto semangat seraya keluar dari kamar mandi .

"Eh.?" Naruto terkejut melihat keadaan kamarnya yang sudah sangat rapi, bahkan dia pun lupa , kapan kamarnya pernah serapi seperti yang ia lihat sekarang.

"Naruto-kun, sudah selesai rupanya." Ucap hinata yang sedang menata sarapan pagi dimeja.
hinata sekilas melihat tubuh naruto yang masih bertelanjang dada.

"Eh ,Hi..hinata. Ka..kau yang merapikan semua ini ?" tanya naruto agak gagap.

"I..iya. Me..memangnya kenapa naruto-kun ? tidak suka ?" tanya hinata gugup seraya menghentikan kegiatanya sementara.

"Ti..tidak, aku sangat suka, ma..maaf, merepotkanmu , hinata." Ucap naruto sambil garuk-garuk kepalanya, mungkin karna ia lupa keramas barusan.

"Tidak, sama sekali tidak merepotkan." Ucap hinata sambil melempar senyumnya.

"baiklah , ayo kita sarapan !" teriak naruto senang , karena memang perutnya yang sudah minta diisi.

"Tapi , sebelumnya.." hinata menunjuk kearah tubuh naruto.

"Oh iya, maaf , tunggu sebentar ya. Hehe.." tanda naruto sudah mengerti maksud hinata.

"Wah, enak sekali, ternyata kau memang pandai mamasak ya hinata !" ucap naruto seraya menyantap sarapan paginya.
"Jangan terlalu berlebihan, naruto-kun, itu kan hanya masakan biasa." Ucap hinata seraya melakukan kegiatan yang sama dengan naruto.

"Wah beruntung sekali ya orang yang menjadi suamimu nanti.." ucap naruto sambil tersenyum.
seketika wajah hinata memerah, kambuh lagi penyakitnya.

Tidak lama suasana berubah sepi, hanya ada suara sumpit yang beradu dengan mangkuk.

"Eh iya, bukankah waktu itu Mizukage memberikan sesuatu kepada kita ?!" ucap naruto seraya meningat-ingat.

"I..Iya, memangnya apa isinya ?" tanya hinata.

"Aku juga tidak tahu, sebentar, aku ambil dulu." Ucap naruto berdiri lalu mengambil benda yang dimaksud dari dalam tas punggung miliknya.

"Emm, hinata, setelah ini, kau ada acara ?" tanya naruto ditengah-tengah kegiatannya menggeledah tas miliknya.

"Setelah ini aku ada latihan, naruto-kun." Jawab hinata seraya menyumpit sarapanya sedikit-sedikit

"Oh, kebetulan, aku juga ingin latihan ?" tanya naruto kepada hinata tanpa menghentikan kegiatanya.
hinata memiringkan sedikit kepalanya, tanda tidak mengerti.

"Ma..maksudku, bagaimana kalau kita latihan bersama ?!" ajak naruto.

"I..Iya"ucap hinata semangat seraya mengangguk.

"Nah ini dia, ketemu juga ." ucap naruto seraya mengangkat kotak yang dimaksud keudara tanda keberhasilan (Lebay)

"Ok, sekarang saatnya !" ucap naruto seraya membuka kotak yang masih disegel dengan karton dengan kasar. Lalu membuka kotak oranye yang ada didalamnya
hinata hanya memperhatikan.…

"Wow, indah sekali ?"

Di pagi hari, Di pusat desa konoha..

"Argh, sial sial sial !" gerutu sakura sambil mengacak-acak rambut merah mudanya.

"Sakura-san, kau kenapa ?" tanya gadis berambut cepol kepada sakura.

"Gara-gara Kiba, acara kencaku jadi gagal !" ucap sakura dengan masih mengacak-acak rambutnya, tanda sebal.

"Apa maksudmu ?"

"Jadi kau belum mengerti juga, Tenten-san ?"

"Tidak.."

Disekitar sakura dan tenten yang sedang berjalan santai.

"Eh, lihat itu.."

"Itu kan gadis yang ada dimajalah ini."

"Eh, apa iya ?"

"Iya, coba saja lihat sendiri."

"Iya, benar, ternyata memang dia."
Sekumpulan gadis-gadis terlihat sedang melihat sakura dengan pandangan horror.

"Aneh sekali, kenapa mereka melihatmu seperti itu, sakura-san ?" ucap tenten , namun tidak digubris sakura yang memang sedang banyak pikiran.

"Hei, kau !" ucap seorang wanita lantang yang persis berdiri tegak didepan sakura, sakura dan tenten berhenti berjalan lalu memperhatikan wanita yang berteriak didepanya.

"Kenapa ?" tanya sakura bingung.

"Hih, apa sih daya tariknya dirimu ?" ucap seorang wanita seraya memainkan rambut panjangnya, yang muncul dari belakang sakura, sakura menoleh kebelakang.

"Iya, apa sih hebatnya dirimu ?" tanya lagi wanita yang tadi berteriak didepannya, sakura menoleh lagi kebelakang, dia bingung.

"Aneh sekali, kenapa sasuke-kun malah memilihmu !" ucap seorang yang dibelakangnya seraya mencoba menjambak rambut sakura.

"Hei ! lepaskan ! apa yang kau lakukan !" sakura berontak.

"Hei ! lepaskan dia !" tenten berusaha membantu tetapi lenganya ditahan oleh antek-antek wanita yang sedang menjambak rambut sakura.

"Hahaha, aku bingung kenapa sasuke memilih wanita berjidat lebar sepertimu ! hahaha." tawa wanita yang sedang menjambak rambut sakura, diikuti antek-anteknya yang juga tertawa, penduduk yang ada disekitar hanya bisa memperhatikan, tanpa berani melerai.

"Tarik kembali ucapanmu, atau kau akan sangat menyesal nanti." Ucap sakura tegas.

"Memangnya kau bisa apa ? Dahi lebar !?" hahaha." Tawanya kembali meledak.

"Heugh, Chanaro…"
DUARRR.
Sakura meluapkan kekesalanya yang sudah tertahan.
lalu membantai wanita-wanita tersebut dengan tinju-tinju mautnya.

"Itaii… Punggungku "

"Aduh, sakit sekali."

"Ampun !?"

Suara-suara penuh penderitaan terdengar.

"Ayo ucapkan lagi ." sakura hampir menghajar kembali orang yang tadi menghinanya, namun dicegah oleh tenten.

"Sakura-san, sudahlah, kita pergi saja, tidak enak dilihat orang banyak."
seketika sakura melepaskan kepalan ditanganya.
lalu seketika itu pula ia melihat foto dirinya di dalam majalah khusus wanita konoha.

"Hah, kenapa fotoku ada disini ? ini kan foto waktu …" sakura mulai berfikir seraya membaca judul tema foto yang terpampang di majalah tersebut
'First Date Uciha Sasuke.'

"Kiba ! Kububuh kau !" suara sakura menggelagar di pusat desa konoha.

"Ehm, Huah …" shikamaru membuka kedua matanya dan hanya bisa melihat langit biru cerah dihadapanya.

'Sudah pagi rupanya' pikir shikamaru, shikamaru mencoba untuk bangun, namun tubuhnya terhalang oleh lengan seseorang yang sedang memeluknya.

"Eh, siapa ini ?!" gumam shikamaru seraya menoleh kearah pemilik lengan yang berhapit padanya.
betapa terkejutnya shikamaru karena yang dilihatnya adalah temari yang sedang tertidur pulas disebelahnya dengan lengan melingkar pada pinggangnya.

"Huaa.. Kenapa kau bisa ada disini !" teriak shikamaru seraya menyampingkan tubuhnya agar sedikit menjauh dari temari, sontak membuat temari terbangun.

"Kau kenapa ?" tanya temari terbangun tanpa membuka matanya.

"Harusnya aku yang tanya, kenapa kau bisa ada disini. !" ucap shikamaru agak lantang.
temari masih terdiam karena masih belum sadar betul dari alam tidurnya.

"Kau berisik sekali, sudah tidur saja !" ucap temari kembali pada posisi tidurnya semula, seraya menarik lengan shikamaru agar mendekat kearahnya.

"Hei ! apa yang kau ." mau tidak mau shikamaru menuruti kemauan dari sang gadis , lalu kembali dijadikan 'Guling' Oleh sang gadis.

"Jangan kemana-mana ya.."gumam temari dalam tidurnya.
shikamaru hanya melihat menatap wajah temari yang sepertinya masih dialam mimpinya dengan tatapan bingung, "Ada apa dengan wanita ini.."

"Wah ! bagus sekali." Ucap naruto dan hinata serempak.

"Cincin yang indah" ucap hinata melihat 'kado' dari pemimpin desa kabut untuk mereka.

"Akan semakin indah kalau kau yang memakainya hinata." Ucap naruto asal diakhiri senyum 3 jarinya.
hinata hanya menunduk malu.

"Bukan ide yang buruk kan ?" tanya naruto tanpa melepas senyumnya.

"Emh.." hinata mengangguk.

"Bolehkah ?" ucap naruto seraya mengadahkan tangan yang sedang memegang cincin kearah hinata, belum sempat dijawab, naruto malah dengan lancangnya menarik pergelangan hinata mendekat kearahnya lalu memakaikan cincin yang dipegangnya ke jari manis hinata.

"Tapi sepertinya , aku mengingat sesuatu tentang cincin ini.." naruto mengingat-ingat.

"Emm ?" naruto berfikir keras.

"Naruto-kun."
naruto tidak menjawab panggilan hinata.

"Ada surat didalamnya." Ucap hinata lalu membaca isi surat yang dimaksud, sedangkan naruto masih sibuk berfikir.

'Sebagai tanda terimakasih, Kalung ini dibuat dari emas asli tanah kabut dan Kristal dari danau Negara kabut. Semoga lanjut terus ke pelaminan !' Baca hinata agak pelan.
Langsung memerahlah wajahnya, kemudian melirik sedikit kearah naruto, yang kelihatanya naruto tidak mendengar gumanan hinata barusan.

"Naruto-kun ?"

"Naruto-kun ?" tak ada jawaban dari naruto.

Lalu dia beranjak berdiri untuk merapikan seluruh peralatan makan, membiarkan naruto yang masih saja berfikir keras.

Di luar jendela apartment naruto..

"Sepertinya kita punya target baru,.." ucap Kakashi yang sedang memperhatikan dari jendela apartment naruto diakhiri dengan seringai misterius.

Krsss..
"Shinobi Comrades, Call of Duty"

Tok..tok..tok..

"Iya, sebentar.."
Jawab seseorang dari dalam rumah.

Ckllk
(sfx: pintu dibuka)

"Oh, Sakura, Tenten ada yang bisa dibantu ?" tanya seorang perempuan yang membuka pintu rumah.

"Bibi, Kibanya ada ?" tanya sakura.

"Sebentar ya, bibi lihat dulu." Jawab wanita itu, yang ternyata ibu dari kiba.

"KIBA ! ADA TEMANMU DIDEPAN !" teriak ibu kiba dari luar kamar kiba

"SIAPA BU ?!" Teriak kiba dari kamar rumahnya.

"SAKURA dan TENTEN"

Deg..

"Mati aku, kenapa ada tenten segala, Gawat .." guman kiba sendiri,
"Guk.." nyalak anjing besarnya disebelahnya, Akamaru namanya.

"Kau benar, kita harus kabur." Ucap kiba, menjawab ucapan akamaru (?)

Di luar rumah kiba..

"Lama sekali ? mungkin dia takut karena kau yang datang ."

"Entahlah.."

Tap..Tap..
Sakura dan tenten langsung menoleh, dan mendapati kiba pergi menunggangi akamaru dengan tergesa-gesa.

"HOI ! MAU KEMANA KAU ! JANGAN LARI !" Ucap sakura seraya mengejar kiba, diikuti tenten dibelakangnya.

Krsss
(Sfx :HT Signal)

S :"Stinky kepada BossLeader, ganti.."

S :"Stinky kepada BossLeader, ganti.."

B :"Masuk, stinky.."

S :"Boss, Sakura sedang mengejarku sekarang, tolong aku.."

B: "Stinky, Kau memang agenku yang terbaik.."

S :"Apa maksudmu ?"

B :"Semoga beruntung…"

Krssss

S :"Boss.."

S :"Boss.."

S :"Damn.."

"HEI ! BERHENTI KAU !" Teriak sakura seraya berlari dengan kecepatan tinggi.

...

…..

…..

Tap..tap..tap

"Hei ! Kiba ! kau-"

"Lho, ada sakura dan tenten juga ter-?"

"Aneh sekali.." ucap naruto berturut-turut karena melihat kumpulan teman-temanya terlihat sedang main kejar-kejaran di jalanan, masa kecil kurang bahagia pikirnya.

"Mungkin mereka ada misi penting." Jawab hinata singkat seraya berjalan berdampingan dengan naruto.

"Emm, mungkin." Jawab naruto seraya meletakan kedua telapak tanganya dibelakang kepalanya.

Tap..tap..tap

"Ino, kau juga sedang main kejar-kejaran dengan mereka ?" tanya naruto yang melihat ino yang sedang kelahan karena berlari.

"A..Aku tidak mengerti maksudmu, Ta..tapi kau lihat Sai tidak ?" tanya ino buru-buru.

"Tidak."

"Kau hinata ?" tanya ino kepada hinata.
dijawab gelangan oleh hinata.

"Buru-buru sekali, memangnya ken-" pertanyaan naruto tertahan karena yang mau ditanya sudah keburu pergi.

"Semua orang sedang bersemangat ternyata." Ucap naruto singkat.

"Yosh, kita tidak boleh kalah, ayo hinata.." ucap naruto seraya menarik lengan kemudian berlari kearah Training Field hinata yang ditarik hanya mengikuti seraya tersenyum saja.

BERSAMBUNG ….

….

….

….

Note :Cerita ini murni imajinasi saya sendiri, dan buka dari cerita aslinya, jadi maaf kalau ada yang kecewa, Hoho.

"Pembaca yang baik selalu meninggalkan jejak setelah membaca (Review) "

Sampai jumpa pada chapter berikutnya.

Salam saya

R Darlis R..

Sayonara !