Taukah kalian kalau di dunia ini ada sebuah jurus yang sangat berbahaya?
Jurus itu berasal dari clan pemilik sharingan, clan uchiha. Jurus yang mampu membuat lawan berada di dalam genjutsu. Tapi… bukan hanya otak kalian yang akan terbawa, tapi… tubuh kalian juga akan terbawa. Kalian akan terbawa ke dunia dimana semua impianmu ada disana.
Tapi… taukah kalian kalau harga penggunaan jurus itu sangat mahal?
Kalian… mungkin saja tidak akan pernah kembali ke dunia nyata kalian sendiri…
.
.
.
Disclaimer: Orang yang punya inisial MK di dunia permangaan dan peranimean. Yap. Siapa lagi kalo bukan Masashi Kishimoto-senseiii~
Sherry Cuma pinjem chara nya loh~ tapi kalo Kishimoto-sensei mau ngasih chara nya ke Sherry, Sherry bakal terimaaa! *plak*
Rated: T lah, masa T dong!
Genre: Romance, Comedy, Parody, Adventure, apalagi yah?
Pairing: Aaah, bukan NaruSaku (T^T) Maap udah ngecewain reader. Naru sama Saku itu tokoh utamanya
Warn: OOC akut, (miss)Typo, abal, gaje, kacau, dhe ell ell.
Don't Like, Don't Read, Don't Flame!
.
.
Sherry Kurobara proudly presents…
THIS IS ROAD TO NINJA, RIGHT?
.
.
Chapter 1: Mission and Red Ball
Pagi yang cerah. Ya. Cerah dan damai. Tidak ada perang. Ya. Terlalu damai hingga membuat tokoh utama kita bosan. Uzumaki Naruto hanya buerada di kamar apartemennya dan sedang sarapan. Menunya… apalagi kalau bukan ramen?
Setelah sarapan, Naruto segera mandi dan berganti baju. Rencananya ia akan berlatih di training ground 7. Di tempat yang biasanya mereka—team 7—berlatih. Ya. Sangat membangkitkan kenangan. Dia sangat merindukan masa-masa geninnya dulu. Bersama dengan Sasuke dan Sakura, berantem dengan Sasuke, menggoda Sakura, berbuat onar, dan sebagainya. Tapi sekarang semua sudah berbeda. Sasuke pergi mencari kekuatan untuk membalas dendam. Sakura yang sibuk di rumah sakit Konoha karena ia adalah medic nin terbaik setelah Tsunade. Sedangkan Naruto sendiri? Selama ini dia hanya berlatih terus agar ia bisa mewujudkan cita-citanya, yaitu menjadi seorang hokage.
Biasanya memang ia sendiri, tapi saat di tengah latihan, gadis itu datang. Gadis mantan teman satu timnya. Gadis yang dulu ia sukai saat akademi ninja. Gadis yang mencintai sahabatnya. Haruno Sakura.
"Wah, Naruto, kau masih tetap latihan, eh?"
"Ehehe, Sakura-chan," sapa Naruto dengan cengiran luas kali tingginya sama dengan volume(?), "Tumben bisa keluar dari rumah sakit. Bukankah biasanya ini jam-jam sibuk rumah sakit?"
"Jam ini bukan shift ku. Tsunade-sama yang sedang bertugas di rumah sakit. Kau taulah kemarin ada beberapa tim yang terluka."
Naruto menggut-manggut kayak badut yang nggak laku(elaah?).
"Naruto, bagaimana kalau kita berlatih bersama? Akan lebih mudah kalau kita mengadakan latih tanding. Gimana?" usul Sakura.
"Ide yang bagus, Sakura-chan. Jadi? Bagaimana kalau sekarang?"
Setelah Sakura menganggukkan kepalanya, mereka berdua saling menjauhi dan mulai bersiap-siap untuk berlatih tanding.
"Sepertinya aku akan serius, Naruto. Jadi, maaf ya kalau aku melukaimu parah banget," kata Sakura sambil menyunggingkan senyuman—err, lebih tepatnya seringaiannya. Yakin sekali kalau dia pasti bisa melukai se-inchi kulit Naruto ya?
Naruto yang mendengarnya hanya bisa sweatdrop dan terus menerus berdoa pada Kami-sama agar dia bisa selamat dari serangan maut—karena emang benar serangan, tendangan, pukulan Sakura bisa menyebabkan maut a. k. a mati.
"Aku mulai ya!" seru Sakura sembari melesat ke arah Naruto.
Ia melayangkan pukulan ke arah Naruto—dari atas. Untung saja Naruto langsung menghindar sehingga menyebabkan tanah tempat ia berpijak tadi sudah remuk karena pukulan—super duper ekstra—maut.
'W-waw… entah apa yang akan terjadi padaku kalau pukulan itu kena,' batin Naruto ngeri.
"Jangan hanya bisa menghindar, Narutoo!"
Cengiran lebarnya langsung Naruto tampakan. Lalu ia berkata, "hehehe, bagaimana kalau aku jadi benar-benar serius?"
Belum sempat Sakura merespon, Naruto sudah melesat dan menendang Sakura dari arah depan. Karena konsentrasinya pecah, Sakura jadi terkena taijutsu Naruto. Harus Sakura akui kalau taijutsu Naruto juga semakin bagus. Pasti ini juga ada hubungannya dengan latihan selama dua setengah tahun dengan salah satu Sannin legendaries, Jiraiya, dan juga latihan bersama teman seangkatan mereka yang sangat menguasai taijutsu, yaitu Rock Lee.
"Wah… taijutsu-mu benar-benar bagus," puji Sakura sambil memegangi perutnya yang kena tendangan.
Naruto hanya tertawa garing. "Pukulanmu juga bagus, Sakura-chan…"
"Tapi…" Seketika itu Sakura sudah melesat ke arah Naruto dengan mengepalkan tangannya. Daaan… Sakura menonjok tanah training ground itu. Ya. Menonjok tanah karena Naruto sudah menghindar. Menghindar hanya beberapa meter sih karena nyaris.
'sebisa mungkin kalau bertarung dengan ninja tipe seperti Sakura-chan atau Tsunade-baachan, lebih baik menghindar. Tenaga monster itu memang mengerikan!' batin Naruto ngeri lagi.
"NARUTOOOO! JANGAN SELALU MENGHINDAAAR! LAWAN AKU DENGAN SERIUS!" seru Sakura dengan lantang. Eh? Sakura mau ngelawan Naruto dengan mode serius? Yakin?
Naruto hanya tersenyum lebar dan ia membuat segel. "Tajuu Kagebunsin no jutsu!" Tiga bunshin langsung muncul.
Dua bunsinnya langsung menyerang Sakura, tapi langsung menghilang karena kena pukulan dan tendangan Sakura. Naruto hanya tersenyum karena mendapatkan informasi penting. Ah iya. Dia kan punya jurus baru.
Lagi. Naruto membuat segel dan muncul hanya dua bunshin. Hanya dua bunshin tapi membuat Sakura jawsdrop. Apa yang membuat Sakura jawsdrop akut? Ternyata… bunshin yang dikeluarkan oleh Naruto bukanlah bunshinnya. Err… maksudnya memang itu bunshinnya, tapi yang ia keluarkan adalah… bunshin seorang gadis berambut pirang panjang yang di kuncir dua, dan yang satunya adalah bunshin seorang pemuda berambut merah panjang yang memiliki mata tajam.
"Aaa! Kau pasti bingung kan, Sakura? Kenapa bunshinku seperti ini? Jawabannya mudah. Aku membuat jurus baru. Pengembangan dari kagebunshin no jutsu. Bunshin ku ini memiliki pikiran mereka sendiri dan mereka bisa bebas bergerak. Aa! Jangan khawatir tentang mereka yang akan lepas kendali dan malah pergi, mereka tau kok kapan waktunya bertarung dan kapan waktunya bersenang-senang. Iya kan, Naruko-chan, Kyuubi-chan?"
"Hai, Onii-sama!" jawab Naruko—gadis berambut pirang dikuncir dua.
"Che! Kau memanggilku dengan sebutan menjijikan itu!" desis Kyuubi—pemuda berambut merah—tidak suka.
"Lihat kan, mereka bahkan memiliki pemikiran sendiri. Nah, Naruko-chan, Kyuu-chan, mari kita lakukan seperti sebelumnya."
"Onii-sama serius? Jurus itu masih belum sempurna, Nii-sama!"
"Aku tidak akan mau tau apapun kalau kau nantinya pingsan lagi."
"Kyuu-nii, jelas saja Kyuu-nii tidak akan ada masalah karena chakra Kyuu-nii berasal dari Kyuubi-san. Sedangkan chakra Naruko berasal dari Onii-sama. Chakra Onii-sama yang terbelah menjadi dua nantinya akan mengacaukan chakra Onii-sama!"
Sakura Cuma bisa cengo di tempat. Rasanya jadi melihat drama FTV tentang keluarga. Dan disini, keluarga itu sedang berdebat.
Sakura juga bisa menebak character masing-masing bunshin Naruto. Naruko, gadis yang sopan dalam berbicara dan kelihatannya sangat mencintai Naruto. Well… wajah mereka seperti pinang dibelah dua sih yah. Sedangkan Kyuubi, pemuda yang sangat dingin, cuek, dan kelihatannya… garang.
"Cukup kalian berdua! Aku baik-baik saja! Dan aku pasti bisa memastikan kalau aku tidak akan ambruk lagi. Ayo kita mulaii~"
"Kagebunshin no jutsu!" seru kedua bunshin Naruto. Dan setelah itu munculah bunshin mereka. Sakura hanya mangap gaje karena ini pertama kalinya ia lihat ada bunshin yang membuat bunshin. Membingungkan kan?
"Ayo kita mulai~"
Naruto dengan bunshinnya, lalu Naruko dengan bunshinnya, Kyuubi dengan bunshinnya membuat rasengan. Chakra yang dikeluarkan masing-masing orang—err, dan bunshin Naruto—sangat berbeda. Naruto berwarna biru, Naruko berwarna hijau (Minato banget kan?), dan Kyuubi berwarna orange.
"Apa yang mau kalian lakukan dengan tiga rasengan itu?" tanya Sakura curiga.
"Sakura-chan, pernahkah kau mendengar tentang chakra yang berbeda cenderung untuk beresonansi*? Itulah yang sedang kami coba. Menggabungkan tiga chakra."
Mata Sakura membulat. Jangan bilang dia mau…
"Benar, Sakura-san, kami membuat jurus yang melebihi rasengan maupun rasensuriken," kata Naruko seakan mengetahui apa yang dipikirkan Sakura.
Bunshin mereka menghilang dan mereka saling mendekatkan rasengan mereka. Semakin lama rasengan mereka membesar dan akhirnya menyatu sempurna. Di sekeliling mereka ada tiga warna. Biru, hijau, dan merah.
"Onii-sama, Kyuu-nii, Naruko akan menghilang agar Onii-sama bisa bertahan," ucap Naruko sembari keluar dari pusaran angin berwarna itu. Lalu ia tersenyum pada Naruto. "Ganbatte, Onii-sama!" Lalu menghilang.
Naruto dan Kyuubi langsung mengarahkan rasengan raksasa itu ke arah… Sakura?
Plok!
"Yaa… cukup Naruto. Jurus itu sudah sempurna dan tolong jangan arahkan itu ke Sakura. Kau bisa membunuhnya, kau tau?"
Naruto dan Kyuubi berhenti, lalu mereka melihat ke arah datangnya suara itu. Naruto hanya bisa nyengir kuda. Sedangkan Kyuubi, karena sudah nggak diperlukan, dia menghilang.
"Yo, Naruto, Sakura!"
"Kakashi-sensei!" seru Sakura.
Naruto langsung menghilangkan rasengan itu dengan cara… well, seperti menyerap kembali chakra yang sudah keluar kali ya?
"Jurus barumu sedah sempurna, eh?" tanya Kakashi. "Omedetou."
"Arigatou, Sensei."
"Tapi, Sensei, aku bingung, kenapa bunshin Naruto memiliki nama dan pemikiran sendiri-sendiri? Bahkan mereka punya kepribadian masing-masing," tanya Sakura.
"Ah, kalo itu, akan kami jelaskan nanti, Sakura. Sekarang lebih baik kita ke kantor hokage," kata Kakashi.
"Memangnya ada apa, Kakashi-sensei?" tanya Sakura.
"Ini ada hubungannya dengan Akatsuki."
"Eh?"
Lalu mereka langsung ke kantor hokage. Mendengar kata akatsuki, mau tidak mau mereka harus kesana karena mereka memang sama-sama ingin mengetahui dimana sahabat mereka berada. Begitu sampai di atap kantor hokage, ternyata disana sudah banyak jonin dan chunin. Walaupun chuninnya hanya beberapa sih. Disana juga ada team 8, team 9, dan team 10. Ah, jangan lupa kalau disana juga ada Sai.
Tidak lama setelah team 7 datang, Tsunade memasuki atap temu—iyalah. Kalo lapangan upacara, ntar dikirain mo ada paski!—dan langsung menyampaikan intinya.
"Akatsuki sudah bergerak. Kali ini mereka bukan hanya mengincar jinchuuriki, tapi juga mengincar sesuatu yang tidak aku ketahui. Dan mereka sedang menuju ke Konoha. Karena itulah aku mengumpulkan kalian agar kalian waspada dan kalian kuberi misi S-class. Lindungi desa dan hancurkan akatsuki. Seperti sebelumnya, aku sudah membagi kalian dalam kelompok berisi empat orang dengan satu orang ketua kelompok. Kalau begitu, BUBAR!"
Semua shinobi yang berada di atap gedung langsung berpencar dan bersiap-siap untuk melaksanakan misi.
Team 7 sudah sepakat untuk berkumpul di training ground 7, tempat yang baru saja dihancurkan oleh Sakura dan Naruto. Saat mereka semua berkumpul, Kakashi menjelaskan rencananya. Author disini tidak mau menjelaskan rencananya karena nanti malah tidak akan jadi menarik sama sekali.
"Oh iya, Naruto, sebisa mungkin, jangan sampai kau berhadapan dengan angggota Akatsuki yang bernama Tobi. Entah kenapa, aku merasa kalau kau yang dia incar," kata Kakashi dengan mode serius.
"Apa karena Kyuubi?" tanya Naruto.
"Bukan. Itu lebih pada… entahlah… yang pasti bukan karena Kyuubi."
"Kalau begitu…"
"Sudahlah. Mari kita laksanakan rencana. Akatsuki sudah dekat."
"BAIK!"
Lalu team 7 mulai bergerak. Mereka ditugaskan untuk menjaga bagian timur. Sai bertugas untuk membuat hewan-hewan lukisannya untuk mengamati dari udara, dan bunshin Naruto menjaga daerah itu dengan radius 100 meter. Terlihat salah satu burung elang milik Sai kembali. Lalu burung itu seakan sedang memberitahu keadaan. Sai mengangguk mengerti dan ia menatap serius rekan satu teamnya.
"Akatsuki menuju ke arah tenggara. Arah jam dua. Dua ratus meter dari sini."
"Tenggara? Itu kan wilayah yang harus dijaga oleh team 8!" seru Naruto.
"Apa yang harus kita lakukan, Kakashi-sensei?" tanya Sakura.
"Bagaimana dengan wilayah yang lainnya?" tanya Kakashi pada Anbu Ne itu.
"Di wilayah utara, Akatsuki juga hampir mendekati team 9. Lalu di selatan. Dan di barat daya."
"Mereka mengepung kita, huh."
"Tiap wilayah ada berapa akatsuki yang akan menyerang?" tanya Kakashi lagi.
"Dua orang."
"Itu berarti masih ada dua orang lagi yang belum diketahui akan menyerang dari mana ya?" tebak Sakura.
"Aku sudah tahu dimana dua orang sisanya," kata Sai.
"Dimana?"
"Arah jam dua belas. Dua ratus meter lagi."
"APAAA?!"
"Itu berarti mereka akan mencapai kemari dalam waktu yang cukup singkat?"
"Ya. Sekitar dua menit lagi."
"Semua waspada!"
Naruto merasa beberapa bunshinnya menghilang. Salah, bukan beberapa, tapi semuanya.
"Mereka datang! Mereka sudah mengalahkan bunshinku!" pekik Naruto.
"Bersiap!"
Naruto langsung membentuk segel. Segel yang sama untuk membuat bunshin. Tapi yang keluar adalah Naruko dan Kyuubi.
"Naruko-chan, Kyuubi-chan, aku minta maaf karena harus membawa kalian ke dalam masalah ini. Bisakah kalian membantu kami?" tanya Naruto dengan wajah serius. Ada yang bisa bayangin Naruto yang terkenal dengan sifat usil dan ceroboh itu berubah muka menjadi serius?
"Tidak masalah, Onii-sama, tapi bukankah ini berarti Onii-sama harus mengeluarkan chakra ekstra? Dan Onii-sama tidak bisa menyerang dengan sepenuh tenaga karena baru saja Onii-sama latihan bukan?" tanya Naruko cemas.
"Tenang saja, chakraku sudah kembali," jawab Naruto.
"…" Kyuubi hanya terdiam melihat kedua manusia berambut pirang itu.
"Wow, Naruto versi cewek cantik banget," komentar Sai jujur. Memang Naruko cantik sih.
Naruko hanya bisa tersenyum malu-malu. "Terimakasih…"
"Eng? Entah kenapa malah aku merasa Sai berkata kalau aku ini cantik," kata Naruto sambil melirik Sai yang tersenyum gaje.
"Kita sudahi saja percakapan ini. Mereka datang!" seru Kakashi.
Srak
Dua orang berjubah awan merah datang. Salah seorang diantaranya menggunakan topeng berwarna orange dan bentuknya seperti lollipop(?), sedangkan yang satunya… WHAT?! Berada di dalam tanah. Di kepalanya ada seperti bentuk venus flytrap. Ya. Tobi dan Zetsu.
"Wah wah… baru saja berpencar, sudaah bertemu dengan target," kata Tobi. Kalau dilihat lihat lagi, Tobi sudah tidak membuat character yang menyebalkan karena sekaranng ia telah menjadi dirinya sendiri. Yaaah… karena: pertama, ini adalah fict baka! Dan yang kedua, karena dia hanya bersama Zetsu~
"Akatsuki…"
"Hai haiii! Tobi anak baik di sini!" serunya dengan suara yang terlihat(suara terlihat?) seperti anak kecil. "Sayangnya, Tobi harus serius."
"Apakah kami perlu membantu?" tanya Zetsu putih.
"Kurasa tidak. Tobi tidak akan kalah," sahut Zetsu hitam.
"Kalian pergilah. Biar aku saja yang memburu target," titah Tobi dengan nada suara yang memerintah.
Zetsu masuk ke dalam tanah dan menghilang sesaat setelah Tobi menyuruhnya. Terlihat sekali bahwa Zetsu mematuhi Tobi karena alas an yang sangat kuat. Misalnya… Tobi adalah penguasa Akatsuki di balik layar?
"Nah, bagaimana kalau kita mulai bermain?"
.
Tak perlu banyak waktu, Tobi—atau yang dulu dikenal sebagai Uchiha Obito—sudah mengalahkan mantan rekan satu timnya, Kakashi, dan Anbu Ne, Sai. Kini tinggal Sakura dan Naruto. Kenapa Naru dan Saku bisa kabur? Jawabannya adalah perintah dari Sensei mesum—buset, udah diselamatin, masih juga jelek-jelekin itu Kaka—mereka.
'Apapun yang terjadi, Naruto tidak boleh jatuh ke tangan mereka!' batin Sakura sembari menyembuhkan luka di perut Naruto.
"Onii-sama, apakah Onii-sama baik-baik saja?" Tanya Naruko.
Oh iya! Author melupakan chara Naruko dan Kyuubi yang sekarang sedang duduk di samping—bagi Naruko—serta berdiri untuk berjaga-jaga—untuk Kyuubi.
"Lukanya tidak parah. Sebentar lagi lukanya akan menutup dan aku sudah memberinya penambah darah dan chakra," jawab Sakura tanpa mengalihkan pandangan ke luka di perut Naruto.
Naruto hanya bisa tersenyum gaje. "Ehehe, makasih, Sakura-chan, aku sudah baikan."
"Bersiaplah, dia datang!" seru Kyuubi sambil tetap menatap tajam ke arah depannya.
"Yaah… Tobi harus melawan empat orang sekaligus yah? Ini sangat merepotkaaan!—" dia berhenti. "—tapi ini akan selesai dalam waktu yang singkat."
Naruko dan Kyuubi langsung menghadang Tobi agar tidak mendekati tubuh asli mereka a.k.a Naruto. Sebisa mungkin mereka akan melindungi Naruto karena bisa gawat kalau Akatsuki sampai mendapatkan Naruto. Bukan hanya Kyuubi(bijuu) yang akan diambil, tapi sepertinya mereka punya rencana yang sangat gawat.
Kyuubi langsung menendang perut Tobi, tapi yang ada adalah kaki Kyuubi tembus dari badannya Tobi.
'Apa yang sebenarnya terjadi? Rasengan bahkan tidak bisa mengenainya. Taijutsu juga tidak bisa. Aku harus bagaimana?' batin Kyuubi sambil memandang tajam pertempuran Naruko dengan Tobi. Tentunya setelah ia 'tembus' dari badan Tobi. 'Apakah sebaiknya Naruto dan Sakura kusuruh melarikan diri saja? Ya. Lebih baik seperti itu. Akan sangat bahaya kalau Naruto sampai ditangkap oleh Akatsuki bodoh itu.'
Kyuubi menoleh pada Naruko. Dan sepertinya Naruko memiliki ide yang sama dengannya. Mereka menganggukkan kepala tanda setuju.
"Onii-sama! Sakura-san! Lari! Naruko dan Kyuu-nii yang akan menahannya! Cepat!" seru Naruko. Lalu ia meloncat untuk menyerang Tobi. Tanpa Tobi tau, bola berwarna merah miliknya terjatuh karena serangan Naruko.
"Naruto! Sakura! Lari cepaaat!" seru Kyuubi lalu ia langsung menyerang Tobi, membantu Naruko.
"Ayo lari, Naruto. Kau tidak aman disini," ucap Sakura sembari menarik tangannya.
"Tapi Naruko-chan dan Kyuubi-chan?"
"Mereka akan baik-baik saja. Mereka adalah dirimu kan?"
Naruto mengangguk. Lalu mereka berlari untuk melarikan diri. Namun baru beberapa langkah, Naruto melihat ada bola berwarna merah. Penasaran, ia mengambilnya.
"Hah? Apa ini? Bola?" Tanya Naruto entah pada siapa.
"Naruto! Cepat!" seru Sakura yang masih berlari.
"YA!"
Naruto berlari lagi sambil membawa bola merah itu. Ia tidak tahu kalau bola merah itu adalah bola bencana yang akan membawanya dan Sakura ke tempat ya—tidak usah dilanjutkan karena akan membocorkan cerita(padahal semuanya juga udah tau -_-").
Setelah cukup jauh dari TKP, mereka berdua istirahat. Keduanya tampak kelelahan, tapi mereka tetap harus waspada.
"Apa Naruko-chan dan Kyuubi-chan baik-baik saja ya?" Tanya Naruto dengan cemas.
"Pasti mereka akan baik-baik saja."
Naruto mengeluarkan bola merah itu dan memandanginya. "Sakura-chan, menurutmu, ini apa?"
Merasa dipanggil, Sakura menoleh. Ia menatap bola merah dan Naruto secara bergantian.
"Bola apa itu, Naruto?"
"Nggak tau. Tadi aku menemukannya saat kita berlari. Karena penasaran, yaudah aku bawa aja," jawab Naruto ala kadarnya.
"Mm…"
Lama. Mereka berdua bergelut dengan pemikiran sendiri. Cukup lama. Sampai akhirnya bola merah itu bercahaya. Sakura ingat kalau Tsunade pernah mengatakan tentang genjutsu paling mematikan. Tsukuyomi yang dikembangkan oleh klan Uchiha dulu. Itu berarti… bola itu…
"NARUTO! LEPASKAN BOLA ITU!" perintah Sakura dengan suara yang menggelegar.
"Hah? Apa?"
Terlambat. Mereka sudah tersedot ke dalam tsukuyomi itu. Seluruh dunia berwarna putih di mata mereka. Dan mereka pingsan.
.
"…to! Naruto! Naruto!"
"Mm," gumam Naruto saat acara 'tidur'nya diganggu.
"Naruto! Bangun sekarang!" perintah… well, siapa lagi kalau bukan medic-nin di team 7?
"Mm? Sakura-chan?" Naruto mengusap-usap matanya untuk membiasakan matanya dengan cahaya.
Sakura kini berdiri tegak dan tampaknya sedang memperhatikan sekelilingnya. Lalu ia menghela napas pasrah.
"Sakura-chan? Doko? Oretachi doko?"
"Konohagakure desu," jawab Sakura lirih.
"Hah? Bukankah Konoha diserang Akatsuki? Kenapa ini tenang sekali dan tidak ada bekas pertempuran?"
"Aku tidak tau juga, Naruto, tapi lihat! Di sini bukankah ini adalah Hutan Kematian?" Tanya Sakura sembari mengedarkan pandangan lagi.
"Ya. Aku yakin memang benar."
"Ayo kita pergi. Aku penasaran apa yang sedang terjadi di sini."
Lalu kedua shinobi itu beranjak dari Hutan Kematian. Saat mereka keluar, entah kenapa ada beberapa shinobi yang lewat, tapi entah kenapa ada yang aneh.
Naruto memandang ke sekelilng. Lalu terkejutlah dia karena ia menemukan sesuatu—sebuah fakta yang mengejutkan.
"Mm… Sakura-chan?"
"Ya?"
"Ini bener-bener Konoha kan?"
"Iya," sahut Sakura sekenanya
"Trus… kenapa patung hokagenya…" Naruto tidak melanjutkan kata-katanya, tapi dia mengarahkan telunjuk kanannya untuk menunjuk sesuatu. Sesuatu yang sangat ganjil di mata mereka.
"WHAT!?"
Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang membuat kedua tokoh utama kita ini terkejut? Kita akan tahu di chapter 2. Tentunya dengan banyak kejutan, kishishishi~
.
.
TBC~
.
.
Fuuuh… *ngelap keringat*
Akhirnya Chap 1 selesai juga. Harus Sherry akui, menulis tiga fic sekaligus itu bisa membuat konsentrasi Sherry pecah. Pas mau nulis fic ini, malah inget plot nya fic AE. Dan alhasil… sampe ada beberapa kata yang masuk-masuk ke fic ini. Dan… Sherry harus mengedit semuanya. Lalu, untuk yang menungu AE, maafkan Sherry, Sherry nggak sempet menyelamatkan doc itu saat laptop Sherry eror dan… ke restart (T^T) Sherry jadi harus menulis ulang AE sama TNW! *nangis kejer*
Thanks buat semua Reader dan Author yang mau baca fic ini di tengah-tengah kesibukan kalian. Terima kasih juga buat kalian semua yang sudah mereview fic ini. Cek PM. ARIGATOOOOOUUU *bow*
Ada yang penasaran sama jurus barunya Naru? Khehehe… Sherry gila banget kan bikin jurus gila kayak gitu. Menggandakan diri tapi di tubuh doppelganger itu ada jiwanya. Sherry bingung mau kasih nama apa jurus itu *lirik kanan kiri* Ada yang mau nyumbangin nama jurus?
Oh iya, tadi ada yang Sherry tandai ya?
*(yang dikatakan Naru) ada yang bisa menebak itu Sherry dapatkan darimana? Kalau tau, ntar Sherry kasih score seratus deh~
Oke, sudah cukup curcolan Sherry. sebelumnya, Follow SherryKurobara untuk mengetahui kapan Sherry update
.
Chapter 2: Dimension Transfer, eh?
Apa yang terjadi pada Konoha?
Nantikan kelanjutannya.
Jaa mata nee~ Oh, jangan lupa untuk REVIEWWWWW fic ini! Don't be silent, guys!
.
Love and Hug,
Sherry Kurobara
