K a l e i d o s c o p e

By: the autumn evening

Pairing: Sasuke/Sakura

Rating: T

Disclaimer: me no own. I don't even own the computer I'm typing this on.

Inspired from The Ultimate ANBU Test Written by purpleblush017.

Warning: canon. Typo. OOC. Percakapan bertema dewasa

Summary:

Kakashi menguji kesetiaan dan kejujuran Sasuke pada Konoha dengan sebuah Lie Detector. "Pertanyaan pertama, Uchiha Sasuke apakah kau, tanpa keraguan masih seorang perjaka?"/"…Ya."/Ding~! Merah. Sasuke Bohong! /"Katakan padaku dengan siapa kau mempraktekan aspek hidup yang menyenangkan dengan penuh semangat ini?"

Thanks to:

Asakura Ayaka(ending kedua udah saya coba bikin dag dig der, tapi ga jadi aku publish sekarang hihi), Yoo-chan, Gyuururu-kun, eL-yuMiichann, Lilyrn, Angela M, zizi04, Hatsune Cherry, Eky- chan, sasa-hime, badass (ngga semua chapter akan lucu, saya ga bisa lawak, ini juga lucunya ga sengaja *?*), hahahihihoho XD, Wazuka Arihyoshi (entahlah saya juga ga tau teleponnya Sasuke diapain sama Naruto. K a l e i d o s c o p e itu artinya Sebuah instrument yang ditemukan oleh Sir David Brewster, yang berisi fragmen longgar kaca berwarna, banyak digunakan dalam seni desain -Correct me if I'm wrong. Tapi disini diartikan kilas balik perjalanan yang berwarna-warni milik SasuSaku.), poetri- chan, miyuminami, ryykyu, cherry's emerald, Hanamiru, Naomi Kanzaki, Hanaxyneziel, mako- chan, blyskue, moshi hyura, Stella

Fragmen 2:

Are you not or are you a Virgin?

.

.

Read and Review

.

.

Perang dunia shinobi kesekian sudah usai beberapa bulan silam.

Kini Konoha sudah setengah jalan dalam melakukan masa pemulihan di segala bidang. Baik pemerintahan, kesehatan, pembangunan, pendidikan dan bidang lainnya.

Hokage kesekian yang baru saja dilantik mulai menjalankan tugasnya dan tengah sibuk memberikan penghargaan pada pahlawan perang atau menjatuhkan hukuman untuk penjahat atau penghianat perang yang masih bertahan hidup. Atau sekedar sibuk membaca buku mesumnya.

.

Di sinilah Uchiha Sasuke, bukan tokoh utama yang saat ini menjadi pemeran utama dalam sidang dengan tuntutan agenda sidang "Menentukan vonis hukuman yang akan dijalani Uchiha terakhir karena kekhilafan masa kecilnya sehingga terpengaruh ajakan sennin pedophile dan memutuskan menjadi seorang ninja pelarian."

Sasuke berada dalam sebuah ruangan berukuran sekian kali sekian meter ( kurang lebih setengah kali lipat luas kelas Sasuke di akademi ) berpenerangan redup dan hanya berisi sebuah kursi aneh. Sendirian.

.

.

"Yo!" Hataki Kakashi mantan sensei mesumnya ( Yang masih mesum, terbukti dari buku orange yang berada di saku jubah hokagenya –mengintip keluar minta dibaca, che ) muncul dari sudut gelap dan dari yang Sasuke lihat, sepertinya dia sudah menunggu lama.

"Sasuke kau terlambat tujuh menit dua puluh tiga detik. Apa Orochimaru memiliki kebiasaan terlambat sehingga membuatmu menirunya? Betapa buruk."

"Che."

( Seperti kau tak biasanya terlambat. Satu- satunya yang memiliki kebiasaan terlambat adalah kau dengan buku dan segala kemesumanmu.)

Mengabaikan cibiran Sasuke, Kakashi mengambil buku orange dari dalam saku jubahnya dan mulai membaca.

"Baiklah, sepertinya kau sudah tidak sabar untuk menjalani ujianmu ne, Sasuke?"

Ujian? Bukannya sidang?

Sasuke memicingkan mata onyxnya. Melihat ke sekitar dan hanya menemukan Kakashi –dan dirinya.

"Bukankah aku seharusnya berada di dalam ruang sidang dengan para tetua dan siapalah"

"Biasanya begitu, tapi kami –para tetua- sudah menjatuhkan vonis buatmu yaitu satu tahun masa percobaan tanpa masa penahanan karena kau telah sedikit banyak berpengaruh terhadap kemenangan pihak Konoha pada perang dunia shinobi ke sekian, sekian bukan lalu. Tapi kau harus menjalani sebuah ujian kesetiaan pada Konoha."

Sasuke menaikan alisnya tak percaya.

Ujian macam apa? Dia bahkan belum lulus ujian chuunin.

( Betapa malu Sasuke pada leluhur Uchihanya karena di usia tujuh belas dia masih seorang genin. Sebagai Uchiha, Sasuke merasa gagal. )

Seperti mengetahui keingintahuan Sasuke, Kakashi meneruskan penjelasannya, "Ujiannya mudah kok. Kau cukup duduk di kursi itu dan menjawab pertanyaanku dengan jujur. Jika kau terbukti bohong, maka kesetiaanmu pada konoha akan dipertanyakan dan dalam masa percobaan satu tahunmu kau akan didampingi seorang pengawas. Tak usah takut,"

Mati saja kau! Siapa yang bilang Sasuke takut?

"Hn"

"Baiklah, karena kau sudah mengerti maka sekarang yang harus kau lakukan adalah duduk di kursi itu dengan tenang dan jawab semua pertanyaan yang aku tanyakan."

Tanpa bertanya lebih jauh, Uchiha prodigy duduk di kursi besi aneh itu.

Kakashi memasangkan sabuk di pinggang Sasuke ( yang kemudian mendapat tatapan tajam dari Sasuke karena Kakashi terlalu dekat, sepertinya Sasuke mengalami trauma dengan hubungan kedekatan guru dan murid. ) disusul dengan sabuk yang dipasang di bagian dada dan kedua tangan Sasuke.

Apa- apaan ini? Seperti Sasuke akan kabur saja.

"Yang kau duduki adalah sebuah Lie Detector. Cara kerjanya simpel, bisa kau lihat ada lampu di seluruh kursi, lampu –lampu itu akan menyala merah jika kau berbohong dan menyala hijau jika kau menjawab jujur."

Sasuke merasa yakin bahwa ujian tidak akan berjalan baik. Untuknya.

.

.

"Kau siap?"

"Che."

Kakashi menyeringai. "Bagus kalau kau sudah siap."

.

.

Jeda.

.

.

"Pertanyaan pertama, Uchiha Sasuke: Apakah kau, tanpa keraguan masih seorang perjaka?"

.

.

Jeda

.

.

Gunung berapi meletus.

.

.

Petir menyambar.

.

.

Wajah Sasuke tiba- tiba memerah. Apakah Cuma Sasuke atau memang ruangan ini menjadi panas?

.

" Pertanyaan macam apa itu?"?

Apa hubungannya status sasuke sebagai perjaka dengan kesetiaannya dengan Konoha?

Kakashi mengerjapkan mata (sok) polos.

"Memangnya kenapa? Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?"

Blush

Pemuda berambut raven itu menghindari tatapan mantan senseinya.

"Itu.. Itu terlalu pribadi."

Yang terkenal dengan sebutan ninja peniru itu tersenyum setan.

"Tepat! Karena kita tidak dalam misi rahasia atau sejenisnya, aku harus menanyakan hal yang paling kau sembunyikan. Yang paling pribadi dari pertanyaan yang paling pribadi! Bukan kah aku hebat?"

Wajah Sasuke berubah masam.

"Kau gila! Kau bisa saja mengarang kasus untuk aku pecahkan kalau kau mau!" Sasuke mengutuk.

"…Aku akan pergi!" Sambungnya.

.

.

Setelah lima belas menit percobaan melarikan diri Sasuke yang sia- sia, Sasuke menyumpah makin sebal.

"Kursi yang kau duduki menyerap cakra, Sasukeku sayang. ( Sasuke bergidik ) Coba saja sekuat tenaga untuk melepaskan diri, dan yang kau dapatkan adalah kau semakin lemas tak bertenaga." Seringai Kakashi semakin lebar.

"Brengsek kau, tua bangka!"

"Ck, ck, cobalah belajar menghormati yang lebih unggul darimu."

"Maksudmu lebih tua?"

Kakashi tiba- tiba mengaktifkan Chidorinya.

"Apa yang baru saja kau bilang, pemuda emo?

( Aa, jadi Kakashi sangat sensitive mengenai umur ya )

"Tch"

" Lupakan, jadi sampai dimana kita tadi? Jawab pertanyaanku, Sasuke. Apakah kau masih atau kau sudah bukan perjaka?"

.

Chidori masih aktif.

.

Seringai.

.

Seringai.

.

Tatapan tajam.

.

Tatapan tajam.

.

"Ya….atau tidak?"

.

Senyum setan.

.

Tatapan mematian.

.

"…Ya."

Ding~!

Lampu Lie Detector menyala merah terang.

Artinya? Sasuke Bohong.

Mata kakashi berkilat senang, "Sasuke, Sasuke, Sasuke. Sudah mulai mempraktekan tujuan hidup keduamu rupanya? Apa namanya? Ah, Operasi Pembuatan Bayi- Bayi Uchiha Baru, OPBBUB -benar?"

.

Sasuke menatap tajam.

.

"Ah." Kakashi terkekeh geli. "Aku sangat iri pada semangat masa mudamu."

"Pergi saja ke neraka!"

"Katakan padaku dengan siapa kau mempraktekan aspek hidup yang menyenangkan dengan penuh semangat ini?"

.

Blush. Blush.

.

Sasuke memutuskan bahwa Kakashi terlalu sering bergaul dengan Maito gai akhir- akhir ini sehingga terobsesi dengan semangat masa muda.

"Ah, tak mau mengatakannya?" Sasuke terus menghindari tatapan Kakashi.

"Lalu akan aku tebak saja." Kakashi mengusap- usap dagu dengan ibu jari dan jari tengahnya sendiri. ( Iyalah masa suruh minjem jari Sasuke, mana mau Sasuke minjeminnya, duh )

Kemudian Kakashi menemukan sebuah pencerahan*?*

.

Pink. Pink.

.

"Sakura!" teriak Kakashi sambil melompat penuh ke-excited-an.

"Kau telah melakukannya dengan Haruno Sakura!"

Mata hitam Sasuke melebar.

"Tidak." Sasuke menjawab cepat.

Ding~!

Merah.

Kakashi mencibir. "Kau pemuda nakal, Uchiha Sasuke!" Sesaat tertawa. Saat tawanya mereda, Kakashi mendengus.

"Kau seharusnya menjadi pembohong yang baik, Sasuke. Ck, ck. Begitu kau bilang dirimu jenius? Aku sangat kecewa padamu."

.

"Memangnya aku peduli?"

.

Kakashi mengabaikan tanggapan Sasuke,

"Kemudian, katakan padaku berapa ronde kau melakukannya? Aku setengah mati ingin tahu!"

( Kemudian mati saja. )

"Tiga?"

"Nggak akan kasih tahu."

"Empat ya?"

"Aku tak akan bicara denganmu lagi!"

"Lima! Pasti lima!"

"Ini konyol."

"Jangan bilang enam?"

"Tidak!"

Ding~!

Merah.

Kakashi menganga kaget.

"Oh. semangat masa muda! Kekuatan Uchiha memang hebat! Aku sangat iri padamu! Berapa kali dalam satu minggu? Katakan padaku! Dua kali?"

"Tidak!"

Ding~!

Hijau.

"Lebih sering ya? Tiga kali seminggu?"

"Tidak!"

Ding~!

Hijau.

"Lima kali seminggu?"

"Aku bilang tidak!" Sasuke berteriak.

Ding~!

Merah.

"Kami- sama! Lima kali seminggu dan enam ronde dalam satu hari? Bagaimana kau bisa melakukannya?"

"Bohong! Bohong! Semua itu bohong! Aku tak pernah melakukan Sex dengan Sakura!" Sasuke berteriak.

Ding~!

Merah.

"Ohohoho mencoba menyangkal?" Dari sudut matanya, Kakashi menangkap wajah merona Sasuke.

"Kau benar- benar pembohong yang buruk, Sasuke. Akui saja bahwa kau adalah seorang sex addict!"

"Aku bukan!"

Ding~!

Merah.

"Dasar keras kepala. Kenapa tak mengakui saja dan ujian akan selesai?"

"Karena semua itu bohong! Bohong!"

Ding~!

Merah.

"Kau lah yang berbohong menurut Lie detector , Sasuke. Ck, okay. Aku akan coba percaya padamu kali ini." Kakashi mendengus.

"Kalau bukan kau yang melakukannya pada Sakura, maka siapa ayah bayi yang Sakura kandung?" Kakashi bergumam lirih tapi cukup untuk bisa Sasuke dengar.

.

.

Jeda.

.

.

"Sakura… dia… dia hamil?" ketidakpercayaan terdengar dari nada suara Sasuke.

"Ah. Mungkin itu anak Shino. Mereka berdua terlihat dekat akhir- akhir ini."

( Hn! )

"Atau mungkin anak Kiba? Aku lihat mereka beberapa kali terlihat berjalan bersama."

( Hn? )

"Aa! Pasti anak Neji. Dia menyukai Sakura, dan Sakura masih single. Menggunakan sedikit Byakugan di sana dan di sini maka terjadilah."

( HN? )

"Mungkinkah anak Naruto? Dia selalu melihat Sakura dengan tatapan predator."

( HNNNN? )

"Atau karena sebuah gang rape *? Oh tidak!"

( HHHNNNN? )

"Atau mungkin-"

"Cukup!" Sasuke berteriak marah. Kakashi melihat Sasuke.

"Itu anakku!"

Ding~!

Hijau.

"Wow! Mengakuinya sekarang?"

"Aku-"

"Kau ?"

"Aku-"

Kakashi memutar bola matanya.

"Kau apa? Bilang saja!"

"Itu- itu hanya One Night Stand!"

Ding~!

Merah.

Oh sial!

"Kau memaksanya?"

"Tidak!"

Ding~!

Merah.

Kakashi memekik seperti seorang perempuan. "Aku tak percaya kau tega melakukan hal semacam itu pada Sakura!"

"Dia tidak aku paksa! Aku lah yang dia paksa! Dia membawaku ke suatu tempat yang gelap! Kemudian, kemudian.. Aku tak pernah menikmatinya! Sama sekali!"

Ding~!

Merah.

"Ck, ck, ck. Semua lelaki mencintai sex, Sasuke. Beberapa bahkan kecanduan."

" Ya, contohnya kau."

"Tentu saj- Oi! Ini bukan sedang membahas aku!"

( Hn. )

"Jadi, tentang Sakura yang hamil… apa kau berencana menikahinya?"

" Tidak, kenapa aku harus?"

Ding~!

Merah.

"Apa kau sudah menyiapkan cincin untuk melamarnya?"

"Ha! Tidak sampai seribu tahun lagi."

Ding~!

Merah.

"Kapan kau akan melamarnya? Besok?"

"Tidak."

Ding~!

Hijau.

"Hari ini?"

"Tidak akan pernah."

Ding~!

Merah.

"wah jadi kau berencana melamar Sakura hari ini? Setelah ini selesai?"

"YA!-"

Ding~!

Hijau.

"...puas kau?" sasuke mendesis geram.

.

.

.end...?

.

.

*gang rape: pemerkosaan beramai- ramai

*one nigh stand: cinta (sex) satu malam

A/N: maafkan autumn yang plin-plan dan ga jadi publish ending dua ya readers-sama, saya baru debut jadi author sabtu kemarin, jadi masih labil (well it has nothing to do with my insecureness ). Toh sepertinya ending dua udah ketebak kan? Jadi ga asik lagi kan kalo mau di publish sekarang. Tapi kalo ada yang minta ending kedua, mungkin akan saya publish suatu hari nanti. Sudah saya kasih gantinya ini, semoga tidak mengecewakan.

.

.

OMAKE

"Sakura…"

Uchiha Sasuke dengan perasaan berdebar membuka sebuah kotak merah di depan Haruno Sakura. ( sepulangnya dari ujian dengan Kakashi )

"Karena kau sudah mengandung bayi Uchiha, lebih baik kita segera menikah."

Mata emerald Sakura melebar.

"Apa maksudmu Sasuke- kun? Maksudnya aku hamil?"

"Hn?"

"Sasuke- kun… aku tidak..."

Hn?

Jadi Sakura tidak hamil?

Itu hanya trik Kakashi untuk membuatku mengaku?

.

.

Sensei terkutuk itu! Tunggu sampai aku menemukanmu!

.

.End.

WordCount: 1620 ( story only )

Kritik, saran dan pendapat lewat review akan sangat saya apresiasi.

-with cherry on top-

.the autumn evening.