My Big Family
Halaman Kedua
Author: ByunnaPark
Genre: Romance/Family/little bit Humor (yang gagal)
Rate: T+ (Mungkin)
Cast: Chanyeol, Baekhyun, Kris, Luhan, Suho, Yixing, Minseok, Chen
Pair: ChanBaek, KrisHan, KrisHo, KrAy, KrisMin
Warning: OOC/GS/typo(s)/ gaje/pasaran/ nista bingit/bahasa ancur/don't like, don't read.
A/N: jika ada kesamaan cerita, ini murni ketidak sengajaan
Let's Start
Happy Reading
Author Pov.
"papa...bangun papa!"
"sayang... sayang...bangun!"
"Baekhyunnie, tolong ambilkan minyak kayu putih di kotak obat!"
"baik mama"
Suara-suara itu masuk ke dalam indera pendengaran Kris, tapi entah kenapa matanya sama-sekali enggan terbuka. Sampai ia merasakan bau menyengat menyapa indera penciumannya.
Perlahan Kris membuka matanya dan mendapati dirinya terbaring di sofa ruang tengah dengan dikelilingi ke empat istrinya, Chen, Chanyeol dan Baekhyun.
"syukurlah kau sudah sadar" pekik Suho.
Pertama-tama ia pandangi ke empat istrinya satu persatu dan seperti ingat sesuatu ia pun langsung menegakkan tubuhnya, membuat semua yang ada di ruangan itu terjonjak kaget.
Kris menyenderkan punggungnya di sofa, sejenak ia menghela nafas sambil memejamkan mata dan tangannya perlahan mengelus dadanya sendiri. Semua yang ada di ruangan itu pun terlihat mengerutkan keningnya melihat tingkah aneh kepala keluarga mereka.
"syukurlah hanya mimpi" gumam Kris.
"mimpi? Kau mimpi apa?" tanya Luhan. Kris pun lagi-lagi memandangi istrinya satu-persatu.
"aku mimpi kalian semua hamil" celetuk Kris membuat semua orang sweatdrop.
Pleettaakk
Pukulan telak dikepala pun dilayangkan oleh Minseok.
"sayang, kenapa memukulku?" ringis Kris sambil mengusap kepalanya.
"kami semua memang hamil Kris, dan kau sama sekali tidak mimpi" ucap minseok dan diangguki oleh ketiga istri lainnya.
"haaaaaaahh?" mata Kris pun terbelalak lebar mendengarnya. Berkali-kali ia mencubit dan menampar pipinya sendiri berharap ini semua hanya mimpi, tapi sangat disayangkan ini semua memang nyata.
"kalau tidak percaya, ini lihat lagi" Minseok dan tiga istri lainnya kembali menyodorkan test pack ke arah Kris.
"APA?"
"yeeeeeyy aku akan punya 4 adik baru" sorak Chen sambil bertepuk tangan.
Ingin rasanya Kris pingsan untuk yang kedua kalinya. Mengetahui istri-istrinya hamil secara bersamaan, Kris tidak tau apakah Tuhan terlalu menyayanginya atau tengah menghukumnya.
Hari-hari yang melelahkan pun dijalani oleh Kris. Bahkan Chen, Chanyeol, dan Baekhyun pun juga terkena imbasnya. Mengurus 4 ibu hamil sekaligus tidak bisa dikatakan mudah, apa lagi saat usia kandungannya masih muda. Kalau biasanya setiap hari Kris yang dilayani oleh istri-istrinya sekarang keadaan berbalik, Kris lah yang melayani istri-istrinya.
Tak jarang juga saat dikantor Kris tiba-tiba mendapat panggilan darurat dari Yixing yang menyuruhnya pulang, membuat ia panik karena takut jika terjadi apa-apa dengan istri ke empatnya itu. Tapi saat sampai dirumah Yixing masih sehat-sehat saja dan hanya menyuruh Kris untuk membelai perutnya selama 5 detik lalu menyuruh suaminya itu kembali lagi ke kantor. Dan itu sering Yixing lakukan tanpa peduli Kris yang sedang rapat sekalipun.
Sedangkan Minseok, hamil kedua ini membuat ia sangat sensitif. Wanita itu sering melakukan senam yoga dan menghabiskan waktunya membaca majalah gossip atau novel di siang hari. Sedangkan saat malam hari ia habiskan waktunya di depan televisi melihat drama-drama yang menguras air mata dengan camilan yang mengelilinginya dan itu berlangsung sampai larut malam. Saat Kris menyuruhnya berhenti, minseok malah menangis dan bilang kalau Kris sudah tidak mencintainya lagi. Kris pun hanya bisa mengehela nafasnya dan mengumpulkan tenaga untuk menasihati istri keduanya itu berjam-jam sampai wanita itu terlelap.
Untuk istri ketiganya, hamil anak pertama membuat Suho sangat manja dengan Kris. Wanita itu tak henti-hentinya bergelayut manja di lengan suaminya bahkan sampai ikut Kris ke kantor dan selalu mengusir sekertaris-sekertaris cantik dan sexy yang masuk keruangan Kris, membuat pria itu prustasi setengah mati menghadapi istri ketiganya itu. Percumah Kris menasihati Suho karena saat Kris mulai berkicau, wanita itu sama sekali tidak menghiraukannya dan malah sibuk sendiri, saat nada suara Kris sudah meninggi Suho pun akhirnya menangis dan mulai mengacak-acak kantornya. Tidak, Kris tidak mau itu terjadi.
Saat malam pun Suho juga ingin Kris menemaninya tidur. Tak jarang juga Suho terlibat cekcok dengan Yixing yang juga ingin ditemani tidur oleh suaminya. Kalau sudah begitu Kris akhirnya memutuskan untuk tidur bertiga dengan Yixing dan Suho disamping kanan dan kirinya. (damai bener gan -_-")
Lain halnya dengan Luhan. Wanita itu cenderung cuek dengan suaminya dan lebih sering mengurung diri di kamar lalu sibuk merias wajahnya di depan cermin dan berhenti kalau ia sudah merasa lelah. Tak jarang juga ia menghabiskan waktunya seharian di salon. Hamil anak pertama membuat ia ingin selalu tampil cantik walaupun seharian ia tidak beranjak dari kamarnya, tapi Luhan sudah cukup puas dengan memandangi wajahnya sendiri di cermin. Dan itu membuat Kris tersiksa karena Luhan tidak bisa didekati. Sekalipun itu hari rabu –jadwal Kris bersama Luhan- wanita itu malah mengusir Kris dari kamarnya sambil menutup hidungnya. Katanya ia tidak suka dengan bau suaminya walaupun Kris sudah berkali-kali mengganti parfumnya tetapi hasilnya sama saja, Luhan tetap tidak mau didekati apa lagi disentuh oleh Kris.
Nasib malang juga di alami oleh Chen, Chanyeol dan Baekhyun. Oke sekarang kita mulai dari kemalangan Baekhyun. Setelah hubungannya dengan Chanyeol naik ke tahap yang lebih serius bukannya semakin lengket tapi mereka malah jarang sekali menghabiskan waktu berdua kecuali saat kuliah. Semua itu karena Baekhyun yang harus menemani Minseok menonton drama-dramanya karena wanita itu tidak mau jika menonton drama seorang diri dan Baekhyun sama sekali tidak bisa menolak. Tak jarang saat di kelas Baekhyun merasakan ponselnya terus bergetar dan saat ia mengecek ponselnya, terdapat sekitar 20 panggilan dan 30 pesan dari Minseok yang menyuruhnya untuk segera pulang atau menyuruhnya membeli majalah gossip terbaru dan kaset DVD drama yang Minseok belum pernah melihatnya. Jika Baekhyun tidak menurutinya maka Minseok akan menangis sepanjang hari dan bilang kalau tidak ada lagi yang peduli dengannya. Oh God! Baekhyun sungguh sangat tidak tahan mendengar tangisan melengking itu.
Tak berbeda dengan Baekhyun, Chanyeol harus menahan keinginannya menghabiskan waktu hanya berdua dengan Lady Baek nya karena sejak kehamilan istri-istri ayahnya, pemuda itu jarang sekali ada dirumah, bisa seharian atau bahkan semalaman ia berkeliling-keliling kota Seoul. Jangan menganggap Chanyeol gila atau kurang kerjaan. Semua itu Chanyeol lakukan untuk istri ke empat ayahnya yang mulutnya tidak pernah berhenti memakan sesuatu.
Dari ke empat istri Kris, Yixing satu-satunya yang mengalami masa ngidam yang tidak terkontrol apa lagi jika sudah melihat makanan, mulutnya sungguh tidak bisa diam dan itu membuat Chanyeol prustasi, kenapa? Karena Chanyeol lah yang ditugaskan untuk mencari makanan yang Yixing inginkan karena sangat tidak mungkin menyuruh Kris untuk mencarikan semua pesanan Yixing, ayahnya itu pasti sudah disibukkan dengan setumpuk pekerjaan di kantor, jadi sebagai anak yang baik Chanyeol pun merelakan dirinya menggantikan tugas sang ayah, tapi sering juga Kris yang mencarikannya saat ia sudah pulang dari kantor. Dan sialnya yang di inginkan Yixing adalah makanan yang tak lazim membuat Chanyeol dan Kris hampir masuk rumah sakit jiwa karena sulit menemukannya. Bagaimana tidak jika yang di inginkan Yixing adalah keripik belalang, melon warna merah, mangga kotak, jus kimchi, tumis siput betina, yogurt rasa bawang, dan kemarin tarakhir Yixing menyuruh Chanyeol mencarikan burung hantu berbulu merah membuat pemuda itu menjelajah seluruh pasar hewan di Korea. Tak jarang juga Yixing kehilangan selera makannya saat Chanyeol sudah membawakan makanan pesanannya. Ingin rasanya Chanyeol menenggelamkan dirinya di sungai Han saat itu juga. Oke mungkin daftar pasien di rumah sakit jiwa akan beratambah satu lagi -_-"
Nasib tak kalah malang juga di alami oleh magnae keluarga Wu. Setiap pulang sekolah Chen dengan ikhlas nya menjadi kelinci percobaan Luhan. Selama hamil yang bisa mendekati Luhan hanyalah Chen, jadi mau tidak mau Chen harus menerima dengan ikhlas apa saja yang Luhan lakukan padanya. Wanita itu dengan semangatnya mendandani Chen ala boneka dengan peralatan make up nya, tak lupa Luhan juga memasangkan wig dan gaun, membuat magnae keluarga Wu itu hanya bisa meratapi nasibnya seorang diri karena tidak ada satu orang pun yang bisa menolongnya bahkan ayahnya sekalipun. Sampai tak terasa Chen sudah sangat terbiasa merasakan lipstick menempel dibibirnya, eyeshadow, bedak, blush on, eyeliner, sampai bulu mata palsu. Saat melihat hasil karyanya, Luhan selalu bersorak gembira dan setelah itu ia mengambil selca bersama Chen dengan berbagai gaya. Dan Chen pun akhirnya pernah merasakan menjadi Hannah Montana, Cinderella, Snow White, Tinkerbell, Sailor Moon, Powerpuff Girls, serta tokoh animasi lainnya. Sungguh ingin rasanya Chen segera mengeluarkan adiknya yang ada di kandungan ibu kelimanya itu agar penderitaannya berakhir.
Dan mengenai Suho, selama masih ada lengan Kris yang bisa ia peluk kemana-mana maka masalah pun sedikit berkurang untuk anak-anak keluarga Wu. Karena selama Suho bersama Kris, wanita itu tidak akan meminta yang aneh-aneh. Seperti pagi ini saat Kris sibuk bersiap-siap untuk pergi ke kantor, Suho dengan manjanya bergelayut di lengan sang suami, membuat pergerakan Kris terhambat. Kris sama sekali tidak bisa melarangnya karena Suho akan berubah menjadi monster yang sangat mengerikan saat ia marah. Bebannya semakin bertambah saat Yixing juga ikut mengekornya.
"aku berangkat dulu ya, kalian baik-baik dirumah" pamit Kris kepada kedua istrinya.
"tidak mau, aku ikut" ucap Suho dan Yixing bersamaan.
Mata Kris pun membulat sempurna. Ia sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan kantornya jika Suho dan Yixing ada dikantornya secara bersamaan. Kehadiran Suho dikantornya saja sudah membuat kepala Kris seakan ingin meledak apa lagi jika ditambah Yixing nantinya. Seperti misalnya kemarin saat sekertarisnya menitipkan beberapa dokumen penting kepada Suho, dan saat Kris memintanya Suho terlihat takut-takut dengan mata yang berkaca-kaca menyerahkan beberapa origami padanya, membuat kening pria itu berkerut.
'hiks anak kita menginginkan origami, jadi aku membuatnya dari kerta-kertas itu, hiks aku sungguh tidak tau kalo itu dokumen penting'
Duuuaaaaarrr
Dan semuanya menjadi gelap.
Bukan, bukan Suho yang ingin ia terkam. Tapi sekertarisnya, bagaimana bisa sekertarisnya itu dengan bodohnya menitipkan dokumen penting semacam itu pada Suho saat Kris sedang rapat, membuat Kris ingin mengikuti Chanyeol menenggelamkan diri di sungai Han. Dan sekarang ditambah Yixing ingin ikut ke kantor juga? Hell, bencana apa lagi yang akan datang.
'aaaaarrrggghhhh' Kris mengerang prustasi dalam hati.
"tidak bisa sayang, hari ini aku ada meeting dengan tuan Choi dan kalian tau kan tuan Choi itu klien tetap kita, kami akan sibuk membahas kontrak bisnis dan itu sangat membosankan" bujuk Kris agar kedua istrinya itu tidak jadi ikut.
"tidak masalah, kami akan menunggu di ruang kerjamu, iya kan Xing?" dan Yixing pun mengangguk setuju.
Kris mengacak-acak rambutnya prustasi. Otaknya masih berpikir bagaimana cara agar Suho dan Yixing tidak jadi ikut ke kantornya.
"tapi sayang-"
"kenapa? Kau terganggu dengan kehadiran kami? Jadi selama ini kau menganggap kami sebagai pengganggu? Baiklah kalau begitu aku akan menghubungi pengacara Yoon untuk mengurus perceraian kita"
Glup
Ancaman Yixing membuat Kris menelan ludahnya kasar. Ia menjerit-jerit dalam hati berharap dewa keselamatan berpihak padanya. Dan kalau sudah begini Kris hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
"baiklah-baiklah kalian berdua boleh ikut tapi jangan menyentuh apapun di ruang kerjaku kecuali buku-buku di perpustakaan mini, mengerti?"
Seketika itu raut wajah Yixing dan Suho berubah cerah. Mereka berdua pun mengangguk mantab.
"kalau begitu cepat bersiap-siap, aku akan menunggu di mobil"
Lagi-lagi kedua wanita itu mengangguk dan secepat kilat melesat ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap. Berkali-kali Kris menghela nafasnya. Ia berharap tidak ada bencana yang datang hari ini.
"Tuhan, aku tau Kau masih menyayangiku" ucap Kris lemas sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kamar.
Sebelum benar-benar berangkat, Kris menyempatkan berpamitan terlebih dahulu kepada kedua istrinya yang lain, yaitu Minseok dan Luhan. langkah pertama membawanya ke kamar istri keduanya. Ia perlahan memutar kenop pintu dan setelah kamar itu terbuka, tampaklah Minseok yang saat ini sedang melakukan yoga di balkon kamarnya. Dengan langkah pelan Kris mendekati istri keduanya itu. Sebisa mungkin ia tidak menciptakan suara berisik karena jika itu terjadi maka Minseok akan marah besar karena mengganggu konsentrasinya.
"sayang, aku berangkat dulu ya" bisik Kris pelan.
Terlihat Minseok sedikit menggerakkan kepalanya tanpa membuka matanya ketika mendengar suara Kris.
"hati-hati" ucap Minseok kemudian.
Kris pun tersenyum dan mencium kening istrinya sebelum meninggalkan kamar tersebut. Langkah selanjutnya mengantarkan ia ke kamar istri kelimanya, Luhan. Ia berharap istri kelimanya itu sudah bisa didekati kali ini. Tapi tinggal beberapa langkah mencapai kamar Luhan, ia sudah dikagetkan dengan teriakan Luhan dari dalam.
"berhenti di sana, jangan masuk kamarku sebelum kau mengganti parfummu!"
Kris pun mendengus kesal. Selalu seperti ini. Walau jarak 20 meter pun Luhan pasti sudah bisa mencium baunya. Pria itu prustasi setengah mati mencari parfum yang Luhan suka, parfum paling mahal pun juga tidak mempan.
"tapi sayang, aku sudah mengganti parfumku" teriak Kris di depan pintu kamar Luhan.
"baunya masih tidak enak, ganti lagi"
Kris berkali-kali mengusap wajahnya kasar, bisa-bisa setelah ini ia menjadi kolektor parfum,"baiklah baiklah nanti aku akan menggantinya lagi, aku berangkat dulu, jangan terus-terusan dikamar, sesekali jalan-jalanlah keluar"
"aku mengerti sayang, sudah sana berangkat, hati-hati, aku mencintaimu" seru Luhan dari dalam.
"aku juga mencintaimu"
Setelah itu Kris pun berjalan menuju garasi untuk memanasi mobilnya sembari menunggu Yixing dan Suho yang keliahatannya masih belum selesai bersiap-siap.
"lama sekali, kami sudah menunggu dari tadi" sahut sebuah suara saat Kris memasuki mobilnya. Pria itu pun terlonjak kaget karena sudah mendapati Yixing dan Suho yang sudah duduk manis di jok belakang.
"kalian cepat sekali" heran Kris sambil menyalakan mesin.
Terlihat Suho memutar bola matanya,"sudah cepat jalan, nanti kau terlambat"
Kris pun menghela nafasnya dan berharap hari ini adalah hari keberuntungannya.
Siang ini terlihat Chanyeol dan Baekhyun baru saja keluar dari kelasnya karena jam mata kuliah mereka sudah berakhir. Baekhyun morogoh isi tas nya sambil berjalan untuk mengambil ponselnya. Setelah mengecek ponselnya, Baekhyun menghembuskan nafas lega karena Minseok tidak memberikan tugas padanya.
"kenapa?" tanya Chanyeol. Mereka saat ini berjalan di parkiran menuju mobil Chanyeol yang terparkir manis disana.
"sepertinya aku bebas tugas hari ini" Baekhyun tersenyum sambil menunjukkan ponselnya yang bersih tanpa pemberitahuan pesan atau pun panggilan dari Minseok pada Chanyeol.
Chanyeol terkekeh dibuatnya, ia pun melingkarkan tangan kanannya di bahu Baekhyun.
"dan sepertinya aku juga bebas dari tugas, mama Yixing tidak menghubungiku"
Baekhyun pun menoleh ke arah Chanyeol,"jadi apa acara kita hari ini?"
Chanyeol pun tersenyum penuh arti sambil membuka pintu jok belakangnya dan memberi isyarat agar Baekhyun memasukinya.
"sepertinya hobi barumu sekarang adalah menyuruhku duduk di jok belakang" kekeh Baekhyun saat Chanyeol ikut memasuki jok belakang dan mendudukkan dirinya disamping Baekhyun.
"karena ini tempat bersejarah untuk kita" kata Chanyeol sambil merengkuh tubuh Baekhyun dan membawanya dalam dekapan hangat.
Jok belakang memang tempat bersejarah mereka, tempat dimana Chanyeol pertama kali mengungkapkan perasaannya dan secara tidak langsung juga melamar sahabat kecilnya itu.
Pipi Baekhyun merona saat mengingat hal itu. Belum lagi saat ia ingat Chanyeol pada saat itu juga menciumnya selama berjam-jam tanpa henti walaupun Baekhyun sudah berkali-kali memintanya berhenti, membuat bibirnya seperti tersengat ribuan lebah.
6 bulan setelah kehamilan istri-istri Kris, Chanyeol dan Baekhyun jarang sekali menghabiskan waktu berdua seperti ini karena tepat saat pulang kuliah mereka mulai menjalankan tugas masing-masing. Bahkan sampai beredar rumor di kampusnya kalau Chanyeol dan Baekhyun sudah putus karena sudah tidak lagi pulang bersama.
"Yeol, aku merindukamu" ucap Baekhyun lirih dan semakin mengeratkan pelukannya.
"aku lebih merindukanmu Baek..."
"...kau tau, telingaku berdengung saat tidak mendengar omelanmu, kepalaku gatal saat tidak mendapat pukulan darimu, dan yang lebih menyiksa adalah saat bibirku kering kerena tidak mendapat asupan gizi darimu"
Baekhyun terkekeh geli mendengarnya,"kau berlebihan Wu Chanyeol" ucapnya sambil mencubit perut Chanyeol.
"aku tidak berlebihan Wu Baekhyun, kau tau sendirikan seberapa menderitanya aku belakangan ini"
"lalu apa yang bisa aku bantu?" tanya Baekhyun sambil mendongakkan kepalanya menatap Chanyeol.
Chanyeol menyeringai tipis ke arah Baekhyun kemudian membisikkan sesuatu,"beri asupan gizi untuk bibirku"
"aku kira mesummu sudah hilang Yeol" ucap Baekhyun sambil memutar bola matanya.
"sifat mesumku muncul saat bersamamu"
Baekhyun berdecak pelan sambil melepas pelukannya pada Chanyeol lalu melipat tangannya didada. Jengkel dengan kemesuman Chanyeol padanya. Bukannya ia tidak mau mencium Chanyeol yang tidak lain adalah calon suaminya, tapi Baekhyun tidak mau pulang dalam keadaan bibir bengkak karena Baekhyun tau Chanyeol susah sekali untuk diminta berhenti. Apa lagi nanti saat malam pasti Baekhyun menemani Minseok menonton drama dan jika Minseok tau bibir Baekhyun bengkak, wanita itu pasti akan memberi serentetan pertanyaan sampai melupakan acaranya menonton dramanya. Mebayangkannya saja sudah membuat Baekhyun bergidik ngeri.
"kau yang melakukannya atau aku yang menyerangmu terlebih dahulu" bisik Chanyeol lagi.
Baekhyun akhirnya menghela nafas,"baiklah, tapi tutup matamu" titah Baekhyun dan Chanyeol pun dengan senang hati menutup matanya.
Perlahan Baekhyun mendekatkan wajahnya untuk mengeliminasi jarak di antara mereka. Semakin dekat sampai hebusan nafas halus Chanyeol dapat ia rasakan. Tubuh Baekhyun bergetar saat jarak tersebut semakin menipis. Tapi saat jarak itu akan terelimisasi sepenuhnya, Baekhyun terpaksa menjauhkannya kembali saat mendengar ponselnya berbunyi. Begitu juga dengan Chanyeol yang reflek membuka matanya saat mendengar ponselnya juga berbunyi. Pemuda itu pun mendengus kesal dibuatnya, secepat kilat ia pun mengangkat panggilan tersebut dan keduanya terlihat sama-sama sibuk dengan seseorang diseberang telepon.
Tapi tidak lama kemudian sambungan telepon itu pun terputus secara bersamaan. Setelah itu mereka saling tatap kali ini dengan wajah super kusut.
"tugas negara" ucap mereka bersamaan.
Baekhyun dengan malas beranjak dari duduknya dan bersiap membuka pintu jok belakang.
"kali ini apa?" tanya Chanyeol sebelum Baekhyun benar-benar membuka pintu.
"seperti biasa, membeli majalah dan kaset DVD baru" jawab Baekhyun dengan tampang lesu.
"aku akan mengantarmu dulu"
"tidak usah kau langsung saja, nanti mama Yixing menunggu terlalu lama dan kau tau sendiri kan akibatnya kalau mama Yixing menunggu terlalu lama, apa lagi sekarang mama Yixing ada di kantor papa Kris, kau tidak mau kan papa Kris menjadi pasien rumah sakit jiwa karena kantornya menjadi kapal pecah" cegah Baekhyun.
Tangan Chanyeol dengan kasar mengusap wajahnya yang memerah,"baiklah kalau begitu, kau hati-hati dijalan, kalau ada apa-apa hubungi aku!"
Baekhyun tersenyum sambil membelai pipi kekasihnya,"kau tenang saja sayang, aku bukan anak kecil lagi"
Dan akhirnya Chanyeol pun tersenyum lalu mencium kening Baekhyun sebelum gadis itu benar-benar beranjak pergi.
"jie, apa kau bosan?" tanya Yixing pada Suho di sampingnya. Saat ini mereka sedang duduk di perpustakaan mini ruang kerja Kris. Sementara Kris sedang berkutat dengan pekerjaannya di meja kerjanya sembari menunggu kedatangan tuan Choi.
Suho pun terlihat mebolak-balik halaman buku manajemen bisnis yang sangat membingungkan menurutnya. Wanita itu pun dengan kasar menutup bukunya sehingga menghasilkan suara yang cukup keras,"sangat bosan, ditambah lagi cuaca sangat panas padahal suhu AC juga sudah tinggi tapi entah kenapa aku masih merasa panas" jawab Suho.
"aku juga kepanasan jie" ucap Yixing sambil mengipasi wajahnya dengan tangannya sendiri. Wanita itu bangkit dari duduknya untuk melihat ke arah luar jendela dan bergidik ngeri saat mendapati cuaca diluar yang sangat panas,"jie cuaca diluar panas sekali"
Suho memutar bola matanya malas,"jelas saja panas, ini kan memang musim panas Zhang Yixing"
Wanita berdimple itu kemudian berjalan mendekati Suho,"tiba-tiba aku ingin salju jie" celetuknya membuat mata Suho membulat.
"haaaah? kau gila, mana ada salju di musim panas?"
"entahlah, bayiku menginginkannya, lagi pula aku sudah tidak tahan panas, aku akan meminta Kris ge mencarikannya" dan Yixing pun beranjak pergi mendekati meja kerja suaminya meninggalkan Suho yang masih duduk di perpustakaan mini sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat istri keempat suaminya itu yang kelewat ajaib.
Yixing tiba-tiba duduk dipangkuan Kris dan mengalungkan tangannya di leher suaminya membuat sang suami terlonjak kaget .
"kenapa sayang?" tanya Kris yang mau tidak mau menghentikan aktivitasnya sejenak.
"aku kepanasan ge, aku ingin salju, carikan salju untukku sekarang juga!"
Mata Kris pun terbelalak lebar,"apa? Salju? Ini musim panas sayang, mana ada salju dimusim panas?"
"tapi anak kita menginginkannya, aku tidak mau tau pokoknya sekarang carikan aku salju" paksa Yixing.
"sayang, tapi kan ini musim panas, jadi mana ad-"
"hiks jadi kau tidak mau mencarikan aku salju? Kau sudah tidak mencintaiku lagi hiks kalau begitu ceraikan aku sekarang juga hiks hiks" dan tangis Yixing pun pecah.
"bu-bukan begitu sayang, hanya saja...haaaaaiiisssshh" Kris mengacak-acak rambutnya prustasi,"baiklah aku akan mencarikanmu salju tapi tunggu sampai pekerjaanku selesai, oke?"
Tapi Yixing menggelengkan kepalanya,"tidak mau, aku maunya sekarang" ucapnya sambil meninggikan suaranya.
"Yixing, aku masih harus menyelesaikan pekerjaanku terlebih dahulu sebelum tuan Choi datang, nanti saja ya?"
Yixing tetap menggelengkan kepalanya dengan bibir yang mengerucut.
Kris benar-benar prustasi sekarang,"...oh atau biar Chanyeol saja yang mencarikannya?" tawar Kris.
Wanita itu tiba-tiba beranjak dari pangkuannya,"terserahmu saja, pokoknya aku ingin salju secepatnya" kemudian ia pun melangkah pergi kembali ke perpustakaan mini.
Kris lagi-lagi menggeram prustasi sambil mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi putra sulungnya.
"hallo, Chanyeol, kau dimana sekarang?"
"masih dikampus pa, ada apa?"
"papa butuh bantuanmu, carikan mama Yixing salju, oke?"
"APA? Salju? Tapi ini musim panas pa, aku harus cari salju dimana?"
"aish terserah kau mau cari dimana...tapi aku dengar di pusat kota ada ice world mungkin kau bisa datang kesana dan kau minta saja salju buatan"
"tapi nanti pasti akan mencair diperjalanan papa" seru Chanyeol prustasi.
"kau kan punya lemari pendingin di mobil jadi letakkan saja disana"
"aaiisshh baiklah"
"oke, papa serahkan semua padamu Yeol"
Kris pun memutus sambungan teleponnya dengan Chanyeol lalu menghirup nafas panjang sebelum melanjutkan kembali pekerjaannya. Sebenarnya ia juga tidak tega menyuruh anak sulungnya itu untuk mencari-cari sesuatu yang sulit sekali untuk didapatkan. Tapi mau bagaimana lagi keadaanlah yang memaksanya melakukan itu.
"selamat datang tuan Choi, bagaimana kabar anda dan keluarga?" sambut Kris saat tuan Choi sudah datang di kantornya.
Tuan Choi pun terkekeh,"syukurlah kami dalam keadaan baik tuan Wu" kemudian pandangan tuan Choi sedikit melirik ke arah dua wanita yang berdiri di samping Kris.
Kris yang mengetahui pun segera memperkenalkan dua wanita itu pada tuan Choi,"oh iya, perkenalkan ini istri-istri saya, yang ini Suho dan ini Yixing"
Suho dan Yixing pun lalu berjabat tangan dengan tuan Choi sambil melempar senyum termanis mereka.
"waaah istri-istri anda cantik sekali dan...oh apakah anda semua sedang hamil nyonya-nyonya?" tanya tuan Choi yang mengetahui perut buncit Suho dan Yixing.
"benar tuan Choi" jawab Suho.
"waaahh anda benar-benar hebat bisa membuat dua orang hamil secara bersamaan tuan Wu hahaha" canda tuan Choi yang hanya di sambut tawa garing dari Kris.
'bahkan aku menghamili 4 orang sekaligus' batin Kris.
Kris pun akhirnya mempersilakan tuan Choi duduk di sofa ruang kerjanya dan setelah itu mereka larut dalam obrolan bisnis yang sangat tidak dimengerti oleh Yixing maupun Suho.
Tapi entah kenapa sedari tadi pandangan Suho dan Yixing tidak lepas dari tuan Choi. Terlihat juga Suho dan Yixing mengusap-usap perutnya melihat pria botak dengan perut buncit yang tingginya bahkan tidak melebihi bahu Kris itu.
Kepala botak tuan Choi yang terlihat mengkilat tersebut sangat menarik perhatian Suho dan Yixing. Ingin sekali tangan mereka mengusap kepala mengkilat tersebut tapi sebisa mungkin mereka tahan karena syukurlah mereka tau kalau itu perbuatan tidak sopan. Tapi lama-lama Suho tidak tahan juga.
"Xing, apa kau berpikiran sama dengan ku?" tanya Suho setengah berbisik.
"kurasa begitu jie" jawab Yixing. Pandangannya sedari tadi tidak lepas dari kepala mengkilat tuan Choi.
Saat sekertaris Kris mengantarkan minuman, Suho dan Yixing menarik Kris untuk keluar ruangan.
"ada apa?" tanya Kris bingung karena tiba-tiba Suho dan Yixing menariknya keluar, untung tuan Choi tidak terlihat terganggu.
"sayang, apa kau menyayangi anak kita?" tanya Suho.
"tentu saja, kenapa kalian masih mempertanyakannya?"
"kalau begitu turuti keinginan anakmu" ucap Yixing.
"memangnya apa yang kalian inginkan?"
"anak kita ingin mengusap kepala tuan Choi" ucap Suho dan Yixing bersamaan.
"APA?" mata Kris membulat tidak percaya mendengarnya. Nafasnya pun tercekat. Bagaimana bisa kedua istrinya itu menginginkan hal mustahil semacam itu. Bukannya mustahil memang tapi itu sungguh sangat tidak sopan mengingat tuan Choi adalah klien tetap di perusahaannya bisa-bisa pria tua itu memutuskan kontrak dan membuat perusahaan Kris rugi besar.
"sayang, hey kalian tau kan itu sangat tidak sopan"
"aku tau tapi anak kita menginginkannya" rengek Yixing yang tangannya sudah gatal ingin menyentuh kepala botak itu.
"ayolah sayang sebentar saja ya" paksa Suho.
"tidak bisa, aku tidak mau perusahaan kita rugi besar gara-gara ulah kalian"
"hiks...hiks... kau jahat, kau sudah tidak mencintaiku lagi" dan tangis Yixing pun pecah lagi.
Sedangkan Suho tengah memelototkan matanya,"oh begitu jadi kau lebih menyayangi perusahaanmu dari pada kita, baiklah aku akan menghubungi pengacara Yoon untuk mengurus perceraian kita sekarang juga" ancam Suho sambil mengambil ponselnya.
Kris pun kelabakan sendiri mendengarnya, berkali-kali ia menjerit prustasi dalam hati dan jika bisa ia ingin Tuhan mencabut nyawanya sekarang juga. Buru-buru Kris mencegah Suho saat wanita itu bersiap menelepon pengacara Yoon.
"ee...sayang...sayang jangan lakukan itu, oke... hhaaaaiiisshh baiklah aku akan bicara dengan tuan Choi terlebih dahulu, tapi jika beliau tidak mau jangan memaksa lagi, mengerti?"
Suho pun tersenyum dan Yixing tiba-tiba berhenti menangis, mereka kemudian mengangguk menyetujuinya.
Dan sekarang terlihatlah Kris yang tengah berbisik-bisik dengan tuan Choi. Awalnya terlihat tuan Choi membulalakkan matanya. Suho dan Yixing harap-harap cemas melihatnya, mereka sangat berharap tuan Choi mengizinkan mereka untuk menyentuh kepalanya.
Tidak lama kemudian Kris memberi isyarat kepada kedua istrinya itu untuk mendekat ke arahnya. Dan seperti baru mendapatkan undian kedua wanita itu pun bersorak gembira saat tuan Choi mengizinkan mereka menyentuh kepalanya.
Kedua wanita itu pun kemudian duduk di samping kanan dan kiri tuan Choi lalu tangan mereka mulai mengusap-usap kepala botak itu, tentu saja mereka meminta maaf terlebih dahulu sebelum melakukannya.
Bukannya marah tuan Choi malah terkikik geli saat kepalanya diusap-usap oleh dua ibu hamil.
'semoga nanti anakku lebih kaya dari orang ini' batin Suho
'semoga rezeki anakku selicin kepala orang ini' batin Yixing
Cukup lama mereka asik mengusap-usap kepala tuan Choi sampai Kris menginterupsi kegiatan mereka.
"ee.. sayang, aku rasa sudah cukup"
Suho dan Yixing pun akhirnya menghentikan aktivitasnya.
"terima kasih tuan Choi, anda telah berbaik hati mengabulkan permintaan anak kami" ucap Suho dan Yixing bersamaan.
Tuan Choi pun tertawa mendengarnya,"hahaha senang bisa membantu anda nyonya-nyonya Wu"
Kedua wanita itu tersenyum dan setelah itu berpamitan untuk keluar ruangan mencari udara segar dengan raut cerah ceria, sekalian ingin memberi ruang untuk tuan Choi dan Kris membicarakan bisnisnya.
"maaf atas kelancangan istri-istri saya tuan Choi" ucap Kris saat Suho dan Yixing sudah keluar dari ruangannya.
Lagi-lagi tuan Choi tertawa,"hahaha tidak masalah, istri-istri anda sangat lucu, saya jadi merindukan sembilan istri saya dirumah"
Kris awalnya ikut tertawa namun sedetik kemudian tawa nya tiba-tiba terhenti,"APA? SEMBILAN?"seru Kris tak percaya membuat tuan Choi dan asistennya tersentak kaget. Dan hari ini Kris merasa menjadi manusia yang setingkat lebih baik. -_-
Tepat saat Suho dan Yixing keluar dari ruangan Kris mereka dikagetkan dengan sosok Chanyeol yang tiba-tiba datang dengan nafas tersenggal dan keringat yang bercucuran.
"mama...aku...aku sudah mendapatkan saljunya" ucap Chanyeol sambil mengatur nafasnya dan menyodorkan sekantong salju buatan pada Yixing.
Yixing pun tersenyum ke arah Chanyeol,"untukmu saja Yeol, mama sudah tidak ingin salju, kami akan mencari udara sejuk ditaman saja" dan setelah itu Yixing melangkahkan kakinya menuju taman. Suho yang melihat keadaan Chanyeol yang mengenaskan, hanya bisa prihatin sambil mengusap lengan putra sulungnya itu lalu menyusul Yixing ke taman.
Chanyeol terdiam cukup lama setelah kepergian Yixing dan Suho. Wajahnya memerah sempurna, rahangnya mengeras serta giginya yang bergemeletuk. Emosinya sudah sampai ke ubun-ubun sekarang.
"aaaaarrrggghhhhhh" erang nya sambil menendang-nendang tong sampah yang ada di depan ruangan Kris dan memakan salju buatan itu dengan brutal. Ia tidak peduli dengan tatapan aneh karyawan-karyawan ayahnya. Mungkin saat ini Chanyeol butuh psikiater.
"Chennie...jangan menunduk terus, nanti kau bisa menabrak orang" tegur Luhan pada sosok Katy Perry yang berjalan disampingnya. Saat ini mereka berdua sedang berjalan-jalan di trotoar pusat kota.
"tapi aku malu mama" ucap sosok Katy Perry tersebut yang ternyata tidak lain adalah magnae keluarga Wu.
Luhan menghentikan langkahnya sejenak dan beralih mengahadap Chen,"kenapa malu? Chennie kan sudah cantik sekarang" tangannya merapikan wig warna ungu yang dipakai Chen. Wanita itu memang mendandani Chen mirip dengan Katy Perry yang terlihat seperti barbie di video clip California Gurls. Dan parahnya lagi kali ini Luhan juga mengajaknya jalan-jalan dan rencananya akan mengunjungi butik milik temannya. Mau ditaruh dimana muka Chen jika teman-temannya melihatnya.
"tapi Chennie kan laki-laki mama, bagaimana kalau teman sekolah Chennie ada yang melihat" protes Chen pada Luhan. Bagaimana tidak malu jika Luhan mendadaninya seperti boneka berjalan dengan wig ungu, mini dress putih motif polkadot ungu muda dan kaki kekarnya ditutupi oleh legging warna senada dengan rambutnya. Menjijikkan, itu yang Chen pikirkan saat melihat pantulannya di cermin.
"jadi Chennie tidak suka? Chennie tidak sayang mama lagi?" mata Luhan sudah berkaca-kaca sekarang dan itu jurus terampuh Luhan untuk membuat Chen luluh.
Chen terlihat kebingunan melihat mama kesayangannya hampir menangis,"mama...mama jangan menangis ya, Chennie hanya bercanda tadi hehe"
"benarkah?" tanya Luhan memastikan.
"iya mama Luhan yang cantik"
"kyaaaaa Chennie memang anak kesayangan mama" seru Luhan girang sambil menarik pipi Chen ke kanan dan ke kiri. Membuat bocah itu meringis kesakitan,"kalau begitu ayo antar mama ke butik teman mama" ajak Luhan sambil mengapit lengan Chen berjalan menuju butik temannya yang tinggal beberapa meter lagi. Chen pun hanya pasrah mengikutinya.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di butik teman Luhan. Wanita itu langsung membuka pintu nya dan tampaklah gadis cantik berpipi chubby menyambut kedatangannya. Luhan pun tersenyum ceria ke arah gadis itu yang tidak lain adalah anak sahabatnya pemilik butik ini. Berbeda dengan Chen, melihat gadis itu nafasnya pun tercekat. Kakinya bergetar, melangkahpun sangat susah beruntung ia tidak kencing dicelana saat ini. Langsung saja ia menundukkan kepalanya dan sedikit menutupi wajahnya dengan wig ungu tersebut agar gadis itu tidak mengenalinya karena ternyata gadis itu adalah teman sekelasnya dan sekaligus gadis yang ditaksir Chen belakangan ini.
"bibi Lu, lama tidak bertemu" sorak gembira gadis itu dan langsung berlari memeluk Luhan.
Luhan terkekeh dibuatnya,"lama tidak bertemu, kau bertambah cantik sayang"
Gadis itu lalu melepas pelukannya,"tentu saja bibi, aku kan sudah besar hehe" Luhan lagi-lagi terkekeh dan mengacak-acak surai cokelat tua gadis itu,"mana mama mu?" tanya nya kemudian.
"eumm mama sedang ada urusan jadi aku yang menjaga butik"
Luhan pun hanya mengangguk mengerti, setelah itu pandangannya beralih menatap Chen yang masih menunduk,"oh iya sayang kenalkan ini anak bibi namanya Chennie dia seumuran denganmu, Chennie kenalkan ini Xiumin anak teman mama, bagaimana cantik kan? Mirip sekali dengan mama mu"
Chen masih saja menunduk, bahkan saat gadis bernama Xiumin tersebut menyodorkan tangan kanannya berniat berjabat tangan.
"hai Chennie" sapa ceria gadis itu.
Dengan tangan gemetar ia pun menjabat tangan Xiumin dan secepat kilat melepasnya.
"Xiu temani Chennie di sini ya, bibi ingin berkeliling sebentar" ucap Luhan membuat mata Chen terbelalak lebih lebar.
"bibi tenang saja, aku akan menemani Chennie disini"
Luhan pun tersenyum dan mulai melangkahkan kakinya menjelajahi butik tersebut.
Suasana canggung pun menyelimuti kedua bocah itu, tapi lebih tepatnya hanya Chen yang canggung serta tubuhnya yang semakin bergetar. Gadis di sampingnya saat ini sedang menolehkan kepalanya berniat melihat wajah Chen yang sedari tadi tersembunyi membuat Chen memalingkan mukanya.
"hey kau kenapa? Kau sakit? Kenapa menunduk terus dari tadi?" tanya Xiumin.
"tidak apa-apa" jawab Chen singkat dengan menirukan suara peremuan.
"rambutmu bagus, warna ungu, kalau boleh aku tau rambut asli atau palsu?"
"palsu" jawab Chen singkat, ia masih berusaha menyembunyikan wajahnya.
"pasti kau suka sekali barbie" tebak Xiumin.
"begitulah"
"oh iya kau sekolah dimana?" cerocos Xiumin lagi.
'Sial!kenapa dia jadi secerewet ini, beda sekali saat di sekolah' gerutu Chen dalam Hati.
"St. Mikael JHS" jawab Chen asal.
"apa? St. Mikael?" seru Xiumin kaget,"bagaimana bisa kau sekolah disana? St. Mikael kan sekolah khusus laki-laki"
Dan Chen baru menyadari kebodohannya karena tidak berpikir terlebih dahulu sebelum menjawab.
"ee..ee .. maksudku St. Marine JHS" koreksi Chen. Kali ini ia menyebutkan sekolah khusus perempuan yang letaknya di sebelah sekolahnya.
Xiumin pun membulatkan bibirnya sambil mengangguk,"oo...kalau begitu kita tetangga, aku sekolah di Hongdae JHS, kau kelas berapa?"
"8"
"lagi-lagi kita sama, aku juga kelas 8...eumm tapi tunggu! Wajahmu sepertinya tidak asing dan sepertinya aku pernah bertemu denganmu, tapi dimana ya?" kata Xiumin sambil terlihat berpikir.
'mati kau Chen'
"AHAAAAA!" seru Xiumin membuat Chen terlonjak kaget,"aku baru ingat, wajahmu mirip sekali dengan teman sekelasku namanya Chen dan ... oh aku baru sadar nama kalian juga hampir sama, mungkin kalian jodoh hehe, tapi aku sarankan jangan sampai kau kenal dengan orang itu"
Chen sontak membulatkan matanya,"ke-kenapa?"
"dia itu menyebalkan, suka tebar pesona, dia pikir dia tampan, cih...norak"
Dan seketika itu Chen merasa dilempar dari atas tebing lalu mendarat dengan tragisnya di tumpukan batu karang. Menyakitkan.
"Xiu sayang! Bisa bantu bibi memilih baju-baju ini?" seru Luhan yang terlihat membawa setumpuk baju.
"ah, iya bibi" Xiumin pun beranjak meninggalkan Chen yang masih dalam keadaan Shock. Bagaimana tidak jika gadis yang ia taksir ternyata berpikiran seperti itu tentangnya.
Chen mengacak-acak wig nya prustasi, membuat letak wig tersebut agak miring. Tapi syukurlah ia cepat sadar dan membenarkan letak wig nya kembali.
'cih, aku memang tampan, dasar pipi bengkak' maki Chen dalam hati.
Saat melihat Luhan dan Xiumin tengah sibuk dengan setumpuk baju yang rencananya akan Luhan beli, Chen mengambil kesempatan ini untuk sejenak keluar dari butik dan mengeluarkan ponselnya untuk mencari bantuan.
"hallo ge-"
"APA?" belum sempat Chen menyelesaikan sapaannya tapi orang di seberang telepon yang tidak lain adalah gege nya, Chanyeol, bertanya dengan nada ketus.
"kau kenapa ge?"
"aku akan gila Chen, gilaaaa" seru Chanyeol prustasi.
Chen tau apa yang membuat gege nya prustasi saat ini,"aku juga hampir gila ge dan aku membutuhkan bantuan mu sekarang"
"apa lagi?"
"kau tau, mama Luhan mendandani ku seperti barbie, parahnya lagi ia mengajakku jalan-jalan di pusat kota, bukan cuma itu dia juga mengajakku ke butik temannya dan lebih sialnya aku bertemu dengan teman sekelas ku huweeeeee gege tolong aku" curhat Chen.
"BWAHAHAHAHAHA" bukannya prihatin Chanyeol malah tebahak-bahak di seberang telepon.
"Ya! gege kenapa malah tertawa?"
"hahaha pasti bentukmu sexy sekali hahaha"
"apa nya yang sexy ge, kau senang adikmu yang tampan ini di cap sebagai waria?" protes Chen.
"hahaha jadi apa yang bisa aku bantu?"
"jemput aku dan mama Luhan sekarang juga, aku tidak mau lama-lama disini, bisa-bisa aku ketauan"
"memangnya kalian naik apa tadi?"
"taksi"
"lalu apa masalahnya? Kalian kan bisa naik taksi lagi untuk pulang"
"tidak mau! Aku trauma ge, kau tau? Aku tadi digoda supir taksi genit...ayolaah ge jemput kami, pleaseeeee!" mohon Chen dengan nada merengek.
Chanyeol lagi-lagi tertawa di seberang telepon,"baiklah kalau begitu, katakan posisi kalian dimana sekarang!"
"di butik Pretty Women dekat taman kota"
"tunggu disana, setengah jam lagi aku sampai"
Chen pun bersorak gembira,"kau yang terbaik ge"
"cih"
Sambungan telepon pun terputus dan Chen akhirnya masuk kembali ke dalam butik dan sebisa mungkin menghindari Xiumin agar tidak mendekatinya lagi.
Malam ini seperti biasa Baekhyun menemani Minseok di kamarnya. Kali ini tidak menonton DVD, mereka dari dua jam yang lalu sibuk membaca majalah gossip...ah bukan... lebih tepatnya hanya Minseok yang sibuk membaca majalah-majalah gossip tersebut. Sedangkan Baekhyun hanya membolak-baliknya malas, tidak berminat untuk membacanya.
Sesekali ia sibuk dengan ponselnya yang dari tadi tidak bisa diam. Beruntung ponselnya tidak berbunyi karena Baekhyun sudah mengatur mode silent agar tidak berisik karena Minseok tidak suka jika ada suara-suara yang mengganggu.
From: Chan mesum
Sayang, aku merindukanmu
Baekhyun tersenyum menerima chat dari Chanyeol, karena hanya itu yang bisa mereka lakukan padahal kamar Chanyeol hanya beberapa langkah dari kamar Minseok.
To: Chan mesum
Aku juga
.
From: Chan mesum
Apa kau tidak bisa kabur?
.
To: Chan mesum
Tidak bisa Yeol, aku baru bisa keluar kalau papa Kris sudah pulang
.
From: Chan mesum
Kenapa dunia begitu kejam pada kita
Baekhyun terkikik pelan dibuatnya
To: Chan mesum
Kau terlalu berlebihan Wu Chanyeol
.
From: Chan mesum
Ayolah Baek, sudah 2 minggu aku tidak memelukmu
.
To: Chan mesum
Tadi siang kau baru saja memelukku
.
From: Chan mesum
Mana cukup, itu masih kurang
Kalau kau mau pulang hubungi aku
.
To: Chan mesum
Untuk apa?
.
From: Chan mesum
Aku akan mengantarmu pulang
.
To: Chan mesum
Hanya mengantarku?
.
From: Chan mesum
Tentu saja tidak, ada urusan lain yang harus aku tuntaskan
.
Baekhyun memutar bola matanya malas
To: Chan mesum
Dasar mesum
.
From: Chan mesum
I love you
.
Baru saja Baekhyun akan mengetikkan balasan untuk Chnayeol tapi panggilan Minseok mengurungkan niatnya tersebut.
"Baekhyunnie!" panggil Minseok.
"Ya mama" jawab Baekhyun sambil menggeser tubuhnya mendekat ke arah Minseok yang saat ini pandangannya masih terfokus pada majalah yang dibacanya.
"kenapa wajah orang ini mirip sekali denganku?" tanya Minseok sambil menunjuk wajah seorang wanita di majalah tersebut.
Baekhyun terkekeh melihatnya,"itu yang namanya Sohee mama, aku sudah bercerita tentang kemiripan mama dengannya kan?"
Minseok memngangguk pelan,"ya kau benar, kami memang mirip tapi tetap masih cantikan aku kan?"
"itu pasti mama, kalau mama tidak cantik, tidak mungkin papa Kris mau dengan mama" canda Baekhyun membuat Minseok tertawa mendengarnya dan mencubit hidung Baekhyun gemas.
"kau ini bisa saja" Baekhyun pun hanya menampilkan cengirannya.
Setelah itu Minseok terlihat masih memandangi foto Sohee di majalah itu. Dan ekspresinya seperti tengah memikirkan sesuatu, entah apa yang dipikirkannya.
"papa pulang!" seru suara yang tidak asing lagi bagi Minseok. Wanita itu segera saja bangkit dari duduknya dan keluar dari kamarnya membuat Baekhyun bersorak gembira karena tugasnya sudah selesai.
Terlihat Kris memasuki rumahnya dengan Suho dan Yixing yang sekarang matanya sudah tinggal 5 watt dan terlihat lelah sekali.
"kalian langsung istirahat dan tidur, oke?" perintah Kris pada kedua istrinya.
Suho dan Yixing pun mengangguk dengan mata yang setengah terpejam, sepertinya mereka benar-benar sudah mengantuk. Kris pun lalu mencium satu persatu kening kedua istrinya sebelum melangkah kekamar mereka masing-masing.
"sayang, akhirnya kau pulang juga!" seru Minseok dan langsung berhambur kepelukan suaminya.
Kris tersenyum dan membalas pelukan istrinya,"kenapa? Kau merindukanku?" tanyanya kemudian mencium kening istri keduanya.
Minseok hanya mengangguk tanpa melepas pelukannya. Kris kemudian mengajak Minseok duduk di sofa ruang tengah.
"sayang, boleh aku meminta sesuatu?" tanya Minseok.
Kris sedikit was-was mendengarnya, ia takut jika Minseok juga meminta hal-hal mustahil seperti Yixing,"ap-apa?"
"tadi aku membaca majalah gossip dan aku menemukan wajah wanita yang sangat mirip denganku, kata Baekhyun namanya Sohee anggota dari girlband Wonder Girls, aku mau bertemu dengannya sayang, bisa kan?"
Dan ternyata Tuhan belum puas menghukum papa tampan ini.
"APA? Bertemu Sohee?"
Bersambung
Huweee maap kan saya, karena ternyata saya gak bisa buat cerita pendek. Penyiksaan bang kris (plus chen chan baek) aja panjang bener kayak gini #bow bow bow ... gampar saya yang gak konsisten ini #plak plok
Dan untuk halaman tiga semoga bisa secepatnya saya kelarin (semoga ya semogaaaa) #doooh sureemmmm
Oh iya, mengenai sosok Xiumin disitu, tentunya beda dengan Minseok. Entah kenapa saya dengan randomnya memasukkan sosok lain dari Minseok di sini. Bayangin aja wajah imut Xiumin yang masih SMP dan wajah dewasa Minseok yang menyerupai Sohee #tuh kan absurd #dihajar masa.
Maap juga jika ceritanya gak sesuai harapan, typo kebanyakan, semakin absurd dan semaikin nista, oke itu murni kesalahan saya #bow lagi
Terima kasih banyak yg udah men-support ni cerita nista, yang nge-riview, nge-foll, n nge-fav, saya ucapkan banyak-banyak terima kasih. Review kalian lucu-lucu, saya malah ngakak baca review kalian dari pada cerita ini wkwkwk #disumpel belatung
Oke bacot saya udah kebanyakan dan saatnya balas review yang gak bisa saya PM:
Noname: hehe iya ini udah dilanjut chingu, tapi maap ceritanya ternyata panjang... tapi makasih reviewnya #bow bareng almarhum park eunsoo
Yuki: haha bang emang maruk punya istri 4 gak bagi-bagi #plak... oke ini udah dilanjut, makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Baekris: untung bang kris juga holang kaya chingu kkkk... okemakasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
DiraLeeXiOh: nenek byun emang sesat ching -_- #maklumin aja ya udah tua #plak, haha iya ini udah dilanjut ching, n chanbaek bakal saya nikahkan (?) saat ending chap #apa ini... haha oke deh makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Shinlophloph: wkwkwk chingu bisa nyembuhin mesumnya bang kris? Kkkk iya ini udah dilanjut, makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Mimikro: haha krisho moment? #lirik atas...udah bisa disebut krisho moment belum? 0.0... hehe oke deh makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Nicha: wadoooooh chingu satu satunya yang mau jadi istri ke enamnya bang kris wkwkwk #jempol jempol #plak... oke ini udah dilanjut chingu, makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Park KyungMi: haha iya chingu ini udah dilanjut, makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Miyuk: haha saya serahkan kepada kai untuk memilih bakal emaknya #plak... oke makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Srkart: haha iya beb ini udah dilanjut, mumumu balik dah kkkkk, makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Lintang: hehe saya masukin minseok di situ #plak #maapkan ke gajean saya #bow, oke makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Guest: wkwkwk salahkan saya yang tega menistakan naga tampan ini #halah... oke deh makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Guest: sangat maruk pake bingit, gile aje 4 di embat sendiri #plak, hehe makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Krisho shipper: masih kog chingu n kayaknya juga masih satu chap lagi hiks #bow...haha suho emang OOC bgt disini, oke ini udah dilanjut, makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Jihyun Kim: haha krisho moment? #lirik atas.. udah bisa dibilang krisho moment belum? 0.0 ...wkwkwk sekalian sama gelas chingu biar sepasang #plak, oke ini udah dilanjut, makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Sabil: iya ini udah dilanjut,makasih reviewnya # bow bareng almarhum park eunsoo
Yuup udah saya bales semua kan?
Akhir kata, thanks for your review: zoldyk, AnitaLee, shantyy941, magnae-line, hyona21, jungsssi, baekberry, Blacknancho, shinelightseeker, indaah . cqupp, Xiuminyeo, jimae407203, exindira, baekggu, chika love baby baekhyun, PrincePink, ChanLoveBaek, MidnightPandaDragon1728, Jongin48, younlaycious88, Namu Hwang, SeenaPark, SHY Fukuru, dewilololala, whoyoubabe, Park YeonChan, pintukamarchanbaek, Fdz1492, bethonk . unyuunyu, noname, yuki, jibyung, baekris, Ruiki Kaera, Jessica807, DiraLeeXiOh, shinlophloph, mimikro, nicha, Park KyungMi, chuapExo31, miyuk, Srkart, lintang, ockta1810, Guest, enchris . 727, Guest, im kirin, Krisho shipper, edogawa ruffy , Husna Higashikuni Chanbaek 48, Jihyun Kim, Sabil
Sampai jumpa lagi di halaman 3 ... bye~
