Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Kim Ryeowook, Choi Sooyoung
Pair : Wonkyu, Woyoung
Genre : Angst, Romance
Rated : T
Warning : Boys Love, Typo(s)
Notes: Aku benar-benar minta maaf karena telah amat sangat menelantarkan cerita ini. Pasti kalian merasa kecewa, oleh karena itu untuk chapter terakhir ini aku tidak mengharap banyak atas review kalian, karena aku tahu, aku salah (T.T). Di sini, aku cuma mau menuntaskan kewajibanku untuk menyelesaikan cerita ini.
Untuk Readers yang masih mau membaca chapter terakhir ini, mungkin yang sudah sangat lupa dengan bagaimana jalan cerita ini, silahkan jika berkenan untuk membaca kembali chapter sebelumnya.
Terima Kasih.
χ χ χ χ
Chapter 3
"Kyuhyun." Kyuhyun mendengar teriakan seseorang ketika tubuhnya tiba-tiba ditarik dari bathub.
Pemuda manis itu menarik napas panjang-panjang, seakan ia sudah lama sekali tidak bernapas. Bahkan ia tidak menyadari dekapan erat seseorang pada tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan hah?" Teriak orang yang sedang mendekap Kyuhyun erat.
Entah bagaimana, tapi Kyuhyun seperti mendengar suara orang yang sangat dicintainya. Kyuhyun sempat tertawa kecil meski bibirnya terus gemetaran. Ia merutuki dirinya yang masih saja mengingat cinta lamanya, Choi Siwon.
"Apa kau mencoba bunuh diri?" Tanya orang tersebut tanpa merubah nada suaranya.
Belum sempat Kyuhyun menjawab, ia mendengar suara pintu yang dibuka dengan kasar. Ia pun menolehkan kepalanya dan melihat sahabat sekaligus sepupunya itu menatapnya dengan wajah shock.
Detik itu juga Kyuhyun tersadar, jika bukan sahabatnya yang memeluknya, lalu siapa orang yang saat ini tengah memeluknya dengan erat. Tidak mungkin jika itu.
"Apa yang kau lakukan brengsek?" Ryeowook menarik sosok yang memeluk Kyuhyun. Detik berikutnya, Kyuhyun terkejut melihat Ryeowook memukuli pemuda itu.
"Brengsek kau. Untuk apa lagi kau ke sini?" Entah bagaimana lelaki bertubuh kecil itu memiliki tenaga untuk memukul Siwon yang bertubuh lebih besar.
"Rye, Ryeowook, hentikan." Dengan susah payah Kyuhyun bangkit dan menahan tubuh Ryeowook agar tidak terus memukuli lelaki yang kini telah tersungkur di lantai.
Memang lelaki tersebut tidak babak belur, hanya saja, sudut bibirnya mengeluarkan darah dan tubuhnya lemas tak bertenaga.
Setelah Kyuhyun berhasil menenangkan sahabat mungilnya itu, Ryeowook segera memeluk Kyuhyun erat sambil terisak.
"Bodoh, Kau. Untung semua belum terlambat. Mengapa kau melakukan ini, Kyu?"
Kyuhyun mengernyit bingung sambil membalas pelukan Ryeowook.
"Apa maksudmu? Aku melakukan apa?" Tanya Kyuhyun bingung.
Ryeowook melepaskan tubuh Kyuhyun, dan menatap pemuda manis itu tidak percaya.
"Jika saja si brengsek ini tidak datang tepat waktu, tentu kau sudah, sudah."
"Bunuh diri?" Tebak Kyuhyun sambil menatap Choi Siwon yang mulai bangkit dari posisinya.
Ryeowook mengangguk cepat kemudian kembali memeluk Kyuhyun erat.
"Aku tidak mau kehilanganmu, Kyu." Bisik Ryeowook lirih.
Kyuhyun tertawa singkat mendengar pernyataan Ryeowook.
"Siapa yang akan bunuh diri, Bodoh." Tukas Kyuhyun.
Ryeowook melepaskan pelukannya untuk kedua kali. "Ma, maksudmu?"
"Aku tidak ingin bunuh diri dan tidak akan pernah bunuh diri." Jawab Kyuhyun tegas.
"Kyu?" Kyuhyun tersadar bahwa di ruangan itu, bukan hanya ada dirinya dan Ryeowook, tetapi juga lelaki itu.
Choi Siwon berjalan cepat ke arah Kyuhyun, kemudian memeluk erat tubuhnya. Menghiraukan Ryeowook yang memakinya dan mencoba melepaskan pelukan Siwon dan Kyuhyun.
"Aku sangat khawatir, Kyu. Aku pikir kau mencoba bunuh diri." Ucap Siwon lirih.
Hati Kyuhyun tiba-tiba berbunga, perasaan hangat dan bahagia muncul kembali. Ia benar-benar menantikan moment ini, ia ingin terus bisa berpelukan dengan Choi Siwon seperti ini, namun sebagian hatinya juga terasa sakit saat menyadari bahwa Choi Siwon telah menikah.
Kyuhyun melepaskan pelukan Siwon dengan sedikit tidak rela. "Kenapa kau ada di sini?"
Seakan enggan melepaskan pelukan Kyuhyun, Siwon kembali merengkuh tubuhnya, namun Kyuhyun menepis tangan Siwon dengan lembut.
"Aku baik-baik saja. Aku tidak mungkin bunuh diri karena kau, Choi Siwon."
Ekspresi Siwon berubah seketika, dan Kyuhyun tidak bisa menebaknya.
"Untuk apa kau di sini? Pergilah temui kekasihmu, maksudku istrimu. Bukankah ini hari spesialmu." Ucap Kyuhyun lirih.
Ryeowook yang sedari tadi terdiam akhirnya mulai angkat bicara. "Lebih baik kau pergi sekarang Tuan Choi. Apakah kau belum puas menyakiti sahabatku."
Siwon mengusap wajahnya kasar, ia membuang napasnya dengan kencang.
"Aku tidak akan pernah kembali padanya. Aku tidak mau bersama Sooyoung." Jawab Siwon tegas.
Kyuhyun tertawa mengejek. "Tapi kau menikah dengannya."
Kyuhyun dengan susah payah berjalan melewati Siwon. Choi Siwon yang baru tersadar langsung mengejar Kyuhyun dan menahan tangannya.
Kyuhyun memutar tubuhnya malas. Sejujurnya, ia sangat malas bertemu dengan pria ini walau sedikit hatinya mengatakan bahwa ia sangat senang.
Choi Siwon mengangkat tangan kirinya setinggi wajah Kyuhyun. "Lihat, aku tidak memakai cincin pernikahan itu."
Kening Kyuhyun berkerut. Kemudian dengan tiba-tiba, Ryeowook memisahkan tangan Siwon dan Kyuhyun, membuat Siwon menggeram pelan.
"Apa maksudmu?" tanya Ryeowook sinis.
Lelaki tampan itu menarik napas panjang lalu menghembuskannya pelan. "Aku membatalkan pernikahan itu."
Kedua mata Kyuhyun dan Ryeowook membulat sempurna.
"M.. mwo?"
"Aku baru menyadari jika aku tidak bisa menikah dengan Sooyoung. Aku masih mencintaimu Kyu." Siwon menggenggam tangan Kyuhyun dan menatap mata pemuda manis itu intens.
Kyuhyun merasa ini seperti mimpi. Jantungnya tiba-tiba berdetak kencang, entah karena bahagia atau terkejut. Bolehkah Kyuhyun berharap bahwa Choi Siwon sekarang benar-benar memilihnya. Bolehkan Kyuhyun berharap kalau ia dan Siwon bisa bersama lagi.
Namun, sedetik kemudian Kyuhyun tersadar. Ia menepis tangan Siwon dengan kasar.
"Apa yang kau lakukan, bodoh?" Siwon terkejut karena Kyuhyun tiba-tiba membentaknya.
"Apa maksudmu Kyu? Aku melakukan ini untukmu. Aku memilihmu. Aku ingin kita memulai semuanya dari awal. Aku mencintaimu Kyu." Ucap Siwon lirih.
"Kau memang lelaki brengsek, Choi Siwon." Kyuhyun membalikan badannya membelakangi Siwon. Sejujurnya hatinya sakit saat mengatakan kalimat itu.
Siwon menatap punggung Kyuhyun dengan bingung. Kemudian menatap Ryeowook yang masih berdiri mematung di antara dirinya dan Kyuhyun.
Ryeowook yang akhirnya menyadari arti dari tatapan Siwon segera mendekati Kyuhyun dan mengusap bahunya pelan.
"Kau baik-baik saja Kyu?"
"Choi Siwon, Kau bukan saja menyakiti aku, tapi kau juga menyakiti Sooyoung. Wanita yang begitu cantik dan baik itu mengapa juga harus merasakan sakitnya patah hati karenamu. Jika Kau mencintaiku, mengapa tidak sejak dulu kau memilihku. Mengapa tidak sejak dulu kau putuskan hubunganmu dengan Sooyoung. Aku tidak mau menjadi penyebab gagalnya pernikahanmu dan Sooyoung." Kyuhyun menumpahkan seluruh isi hatinya dengan diiringi tangisan pilu.
Ryeowook yang mengerti sikap Kyuhyun segera memeluk pemuda manis itu erat. Sedangkan Siwon, seperti ditampar, ia merasa begitu jahat. Ia merasa menjadi orang paling jahat di dunia ini dengan menyakiti dua orang yang begitu baik.
"Maaf." Hanya kata itu yang keluar dari bibir tipis sang lelaki.
"Pergilah. Aku tidak ingin melihatmu lagi." Bibir Kyuhyun bergetar saat mengucapkan kalimat itu. Ia menangis semakin keras, bukan kalimat itu yang sejujurnya ingin Kyuhyun keluarkan. Tapi hatinya masih terlalu sakit untuk menerima cinta Choi Siwon kembali. Kyuhyun merasa dipermainkan oleh Siwon, ia merasa tidak berharga.
Siwon menatap tak percaya pada Kyuhyun yang masih menangis pilu sambil membelakanginya. Hatinya begitu sakit, tapi ia tahu memang ia lah penyebab semua kekacauan ini.
"Baiklah." Kyuhyun dapat mendengar suara Siwon yang bergetar. "Kalau memang itu keinginanmu, aku akan pergi Kyu."
"Aku tahu, aku tidak pantas kau maafkan. Aku tahu semua ini adalah kesalahanku. Aku memang sangat bodoh dan tidak berguna. Aku menyakiti orang yang sangat ku cintai."
Ada sedikit jeda yang membuat Ryeowook pada akhirnya menolehkan kepalanya untuk memandang Siwon. Choi Siwon, lelaki itu kini terlihat sangat berantakan. Ia bahkan menangis. Hati Ryeowook setidaknya merasa sedih melihat seorang Choi Siwon seperti sekarang ini. Tapi ia tahu, sepupu sekaligus sahabatnya ini jauh lebih menyedihkan dari Choi Siwon.
"Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Tidak pernah sedetikpun aku tidak mencintaimu. Aku.. Aku hanya tidak punya pilihan untuk memilihmu."
Tangis Kyuhyun semakin keras terdengar. Choi Siwon, cintanya selama ini, bolehkah ia memilih egonya untuk menerima kembali lelaki itu. Tapi Kyuhyun tahu, ada hati lain yang juga tersakiti.
"Dan sekarang aku baru sadar, aku sadar bahwa pilihan bukan ada karena aku menantinya, tapi pilihan ada karena aku yang membuatnya. Dan aku memilihmu Kyu, walau pilihan yang kubuat terlambat, tapi setidaknya aku tidak pernah menyesalinya."
Choi Siwon kemudian membalikan tubuhnya dan berjalan dengan lunglai mendekati pintu keluar. Ia sudah memegang kenop pintu, namun sebelum memutarnya ia mengucapkan kalimat terakhirnya untuk Kyuhyun.
"Maaf karena Kau terluka. Aku memang lelaki brengsek seperti katamu. Tapi aku mencintaimu Kyu. Aku sangat mencintaimu."
Tubuh Kyuhyun bergetar hebat. Setelah mendengar debuman pintu apartemennya, Kyuhyun terduduk di lantai sambil menangis keras.
"Choi Siwon.. Choi Siwon.. hiks.. Siwonieeee."
χ χ χ χ
Seminggu setelah kejadian itu, Kyuhyun merasa sudah jauh lebih baik. Meskipun ia masih sering melamun karena memikirkan lelaki itu, tapi Kyuhyun sudah lebih merelakan takdir apapun yang terjadi pada dirinya.
"Kau benar-benar akan pergi ke Busan Kyu?" tanya Ryeowook yang masih sibuk menyiapkan masakan di dapur.
Kyuhyun mengangguk meski tahu sepupunya itu tidak akan melihatnya. "Aku sudah berjanji pada bibi untuk membantunya di toko."
Kyuhyun bangun dan ikut membantu Ryeowook memasak. Namun Ryeowook segera memukul tangan Kyuhyun keras.
"Kau tidak bisa memasak. Jangan mengacaukan dapurku." Tukas Ryeowook.
Kyuhyun tertawa kecil. "Baiklah. Mungkin lebih baik aku menyiapkan meja." Kyuhyun berjalan ke arah meja kemudian menata beberapa peralatan makan di sana.
"Kau akan baik-baik saja kan selama aku di sana?" tanya Kyuhyun.
Ryeowook mendengus jengkel. "Harusnya aku yang bertanya. Kau akan baik-baik saja kan selama berada di sana?"
Kali ini Cho Kyuhyun tertawa keras. "Tentu saja. Kau tidak perlu cemas."
"Mau aku antar?" tanya Ryeowook sambil menaruh masakannya di atas meja.
Kyuhyun menggeleng keras. "Tidak perlu, aku bisa sendiri. Lagi pula kau harus bekerja kan."
"Lalu kapan kau kembali?" tanya Ryeowook.
Kyuhyun mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. "Sampai bibi Jung butuhkan." Jawab Kyuhyun singkat.
Ryeowook segera berdiri ketika mendengar bel apartemennya berbunyi. "Aku buka pintu dulu."
Kyuhyun masih asik melahap makanannya bahkan ia tidak menyadari Ryeowook dan seseorang telah berdiri di hadapannya.
"Kyu." Panggil Ryeowook pelan.
Kyuhyun hanya bergumam pelan sementara kedua tangannya tengah asik mengetikan sesuatu di ponselnya.
"Kyu." Panggil Ryeowook lagi.
Kyuhyun mendongakan kepalanya. "Ada ap.. Sooyoung?" ucap Kyu terkejut.
Wanita itu masih tetap cantik seperti sebelumnya. Hanya saja saat ini Kyuhyun masih bisa merasakan ada kegetiran di balik senyumannya.
"Apa kabar Kyu?" tanya Sooyoung ramah.
Kyuhyun berdiri dari duduknya dan sedikit membungkuk memberi salam. "Apa kabar Sooyoung-ssi? Silahkan duduk." Pinta Kyu dengan sedikit ragu.
"Ah kalau begitu, aku siapkan minuman dulu untuk Sooyoung-ssi." Ryeowook berlalu ke dapur namun sedetik kemudian ia kembali ke meja makan.
"Aku lupa kalau gulanya habis. Kalau begitu, aku pergi sebentar untuk membelinya ya. Kalian silahkan berbincang dulu. Aku tinggal ya."
Kyuhyun mendelik tajam ke arah Ryeowook. Hanya saja sepupunya itu sudah terlanjur pergi dan hal ini membuat Kyuhyun mendengus kesal.
"Kyuhyun-ssi." Panggilan Sooyoung membuat Kyuhyun kembali menatap wanita di hadapannya.
"I.. Iya. Ada apa?"
Sooyoung mengeluarkan sebuah benda dari dalam tasnya kemudian menyodorkannya kepada Kyuhyun.
Kyuhyun menatap Sooyoung bingung, namun tetap mengambil benda berbentuk segiempat itu.
Kedua Mata Kyuhyun membelalak lebar. Ia menatap Sooyoung seakan bertanya.
"Datanglah lusa." Jawab Sooyoung singkat sambil tersenyum. Di dalam senyumnya, Khyuhyun masih bisa melihat kesedihan.
Masih menatap benda di tangannya, Kyuhyun bertanya kembali. "Ka.. Kau akan menikah lusa?" Kyuhyun menatap Sooyoung lagi. "Bagaimana bisa?"
Sooyoung tersenyum miris. Kemudian dengan tiba-tiba menggenggam salah satu tangan Kyuhyun.
"Aku minta maaf, Kyuhyun." Ucap Sooyoung lirih.
Kyuhyun mengernyitkan matanya bingung.
"Aku sudah sangat bersalah padamu." Kyuhyun dapat melihat kedua mata Sooyoung yang berkaca. "Juga pada Siwonnie."
"Apa maksudmu?"
"Aku telah menjadi penghalang terbesar untuk hubungan kalian."
"I.. Itu tidak benar." Kyuhyun segera memotong perkataan Sooyoung dan berbalik menggenggam tangan wanita itu.
"A.. Aku yang seharusnya meminta maaf. Karena aku, kau dan Siwon..."
"Batal menikah?" Kali ini giliran Sooyoung yang menyela perkataan Kyuhyun.
Kyuhyun sempat terkejut dengan pernyataan Sooyoung, tetapi kemudian ia lebih memilih menundukan kepalanya.
"Itu bukan kesalahanmu Kyuhyun."
Kali ini Kyuhyun menatap Sooyoung bingung. Sebenarnya sebaik apa hati wanita ini. Mengapa Siwon meninggalkannya. Mengapa ia lebih memilih dirinya yang bukan siapa-siapa, terlebih dirinya adalah seorang laki-laki.
"Akulah yang bersalah. Aku dan Siwon memang sudah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih sejak empat tahun yang lalu."
Kyuhyun memperhatikan wajah dan ekspresi Sooyoung yang tengah bercerita.
"Aku sangat mencintai Siwon Oppa. Tapi aku tidak pernah tahu, apakah ia juga mencintaiku atau tidak."
Pandangan mata Sooyoung seakan menatap jauh ke depan.
"Selama ini Siwon Oppa selalu memperlakukanku dengan baik. Ia selalu memberiku perhatian, kasih sayang, dan ia juga selalu menjagaku. Tapi ia tidak pernah mengatakan mencintaiku."
Kyuhyun berdehem pelan. Dirinya begitu bingung bagaimana menanggapi cerita wanita ini. Bagaimana mungkin selama empat tahun Siwon tidak pernah mengatakan mencintai Sooyoung. Sementara selama dua tahun dengan Kyuhyun, Siwon tidak pernah berhenti mengatakan cinta padanya.
Sisi lain hati Kyuhyun bersorak senang, bolehkah ia berharap jika selama ini memang Siwon begitu mencintainya. Tetapi kemudian Kyuhyun segera mengenyahkan pemikiran itu. Tidak mungkin Siwon mencintainya dan tidak mencintai Sooyoung jika pada akhirnya mereka tetap menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih selama empat tahun. Jauh lebih lama dari ketika Kyuhyun dan Siwon bersama.
"Siwon mencintaimu Sooyoung-ssi." Ucap Kyuhyun pelan.
Sooyoung segera menatap mata Kyuhyun dan menggelengkan kepalanya keras.
"Awalnya aku berpikir seperti itu. Tetapi dua tahun kemudian, Siwon Oppa berubah. Ia selalu tersenyum dan tertawa dengan lepas. Tetapi itu bukan untukku. Kemudian aku mencari tahu apa yang membuatnya berubah. Dan ketika itu aku tahu bahwa Siwon Oppa tengah jatuh cinta. Dan orang itu adalah kau Kyuhyun."
"Ti.. Tidak mungkin. Kalau Siwon mencintaiku, kenapa kalian tetap bersama, bahkan ketika aku dan Siwon juga menjalin hubungan." Ucap Kyuhyun lirih.
Sooyoung tertawa kecil. "Aku hanya berpura-pura tidak mengetahui hubungan kalian. Kenyataannya aku sudah sangat mengenalmu selama dua tahun, Kyuhyun."
Kyuhyun membelalakan matanya kaget.
"Aku hanya terlalu mencintai Siwon Oppa, hingga aku tidak ingin melepaskannya, aku tidak peduli dengan apapun yang terjadi, asalkan Siwon tetap ada di sampingku. Bahkan aku juga mengesampingkan perasaan Siwon Oppa kepadaku." Sooyoung terdiam sesaat. "Aku tahu Siwon Oppa sangat mencintaimu, bukan aku. Tapi aku terlalu jahat, hingga aku tidak bisa melepaskannya."
"A.. Apa maksudmu? Jika Siwon mencintaiku dia bisa meninggalkanmu dan memilih bersamaku. Tapi dia tidak melakukannya." Ucap Kyuhyun ragu.
"Bukankah sudah kukatakan bahwa aku yang bersalah. Cinta sudah membutakan mataku, Kyuhyun. Beberapa kali Siwon memutuskan hubungan kami."
Kyuhyun kembali dibuat terkejut atas pernyataan Sooyoung.
"Tapi aku tidak mau. Aku menahannya agar terus bersamaku. Aku membuat ia tidak bisa meninggalkanku. Aku membuat Siwon merasa berhutang budi pada keluargaku sehingga ia tidak akan bisa meninggalkanku."
Kyuhyun membuka mulutnya karena terkejut. Ia tidak mampu berkata apa-apa sekarang. Ia pikir Sooyoung benar-benar wanita yang baik. Tetapi nyatanya, ia...
"Orang terbaik pun memiliki sisi jahat dalam dirinya." Ucapan Sooyoung seakan-akan menjawab pemikiran Kyuhyun.
"Aku tahu, kau menganggapku wanita yang sangat baik. Tapi sejujurnya, aku tidak sepenuhnya begitu." Lanjut Sooyoung. "Maka dari itu, aku datang ke sini untuk meminta maaf padamu. Tolong maafkan aku." Sooyoung menundukan kepalanya di hadapan Kyuhyun.
"La.. Lalu bagaimana bisa kalian pada akhirnya membatalkan pernikahan itu?" Tanya Kyuhyun.
Sooyoung tersenyum sesaat. "Aku yang membatalkannya. Aku yang menyuruh Siwon untuk pergi. Pada hari itu, meskipun Siwon Oppa tidak mengatakannya, namun aku dapat melihat dari tatapan matanya, ia begitu memohon padaku untuk melepaskannya. Dan aku sadar saat itu, bahwa, aku tidak bisa memaksakan hati Siwon untukku."
Sooyoung sedikit mengusap air mata yang mengalir ke pipinya. "Aku tahu, meskipun kami menikah, tetapi Siwon tidak akan pernah mencintaiku. Oleh karena itu aku melepaskannya."
Kyuhyun berdiri dan segera memeluk wanita yang tengah menangis itu. Entah mengapa, meskipun merasa bahagia karena Kyuhyun telah mengetahui keadaan yang sebenarnya, tetap saja hatinya merasa sedih melihat Sooyoung seperti itu. Ia tahu, Sooyoung juga sama menderitanya dengan Kyuhyun. Ah, bahkan Kyuhyun berani bertaruh bahwa selama ini, selama empat tahun menjalin hubungan dengan Siwon, wanita cantik ini pasti sangat menderita.
"Aku mohon jangan membenci Siwon Oppa." Tiba-tiba Sooyoung mengatakan hal tersebut sambil menatap mata Kyuhyun intens.
"Ia tidak bersalah. Ia hanya terpaksa melakukannya. Aku mohon kembalilah bersama." Pinta Sooyoung. Dan Kyuhyun bisa melihat ketulusan itu di matanya.
Kyuhyun mengangguk mantap. "Pasti. Aku dan Siwon pasti akan kembali bersama. Aku berjanji padamu. Maafkan aku juga Sooyoung-ssi." Kyuhyun kembali memeluk wanita itu.
χ χ χ χ
Satu bulan lebih Kyuhyun terus mencari keberadaan Siwon. Namun Siwon seperti hilang ditelan bumi. Kyuhyun merasakan de javu, ia lagi-lagi tidak mengetahui keberadaan laki-laki tampan itu, dan ia lagi-lagi harus mencari dan menunggu Siwon kembali datang. Pada nyatanya ia hanya bisa berharap dan berdoa agar ketika Siwon kembali, mereka bisa bersama selamanya.
"Kyunnie." Panggil seorang wanita.
Kyuhyun menolehkan kepalanya ke belakang, matanya menangkap seorang wanita dewasa berumur sekitar 40an sedang berdiri sambil tersenyum kepadanya.
"Bibi." Ekspresi Kyuhyun berubah gembira, dan dengan sesegera mungkin ia mendekati wanita yang masih cantik di usianya itu.
Kyuhyun segera mengambil barang-barang yang sebelumnya dibawa oleh sang bibi. Kemudian, ia membawanya ke dalam toko yang berada di sampingnya, meletakan barang tersebut di gudang yang letaknya di belakang meja kasir.
"Apa yang kau lakukan di depan toko tadi?" tanya sang bibi yang baru memasuki gudang kemudian membantu Kyuhyun menyusun barang-barang di masing-masing rak.
Kyuhyun tersenyum lebar. "Aku hanya sedikit menghirup udara segar di luar."
Wanita yang dipanggil bibi itu kemudian mengernyitkan keningnya. "Jangan bilang kalau kau sudah merasa jenuh berada di sini?"
Kyuhyun yang terkejut segera menggelengkan kepalanya cepat-cepat. "Tentu saja tidak bibi, aku tidak merasa jenuh sama sekali. Aku hanya begitu mencintai udara dan pemandangan di sini. Aku benar-benar senang tinggal di sini."
"Benarkah?" tanya sang bibi.
Kyuhyun menganggukan kepalanya cepat-cepat sambil tersenyum lebar.
"Syukurlah kalau kau senang, bibi juga senang kau berada di sini. Rasanya sudah lama sekali kau tidak berkunjung ke sini. Meskipun begitu, kau bisa lihat bukan, bahwa sejak kau pergi ke Soul hingga kau kembali lagi ke Busan, tidak ada yang berubah dari toko ini. Semua masih sama seperti dulu. Bibi sengaja melakukannya agar kau tetap merasa nyaman seperti dulu." Sang bibi terus berbicara sambil menata semua barang-barang yang tadi di belinya ke dalam rak.
Kyuhyun hanya diam menatap sang bibi, namun senyumnya tidak pernah hilang sedikitpun dari bibir merahnya. Kyuhyun amat bersyukur pada Tuhan. Kyuhyun bersyukur karena telah dipertemukan dengan bibi Jung dan menjadi bagian dari keluarganya. Meskipun bibi Jung bukan bibi kandungnya, tapi Kyuhyun sangat menyayanginya.
"Oh ya, Kyunnie." Bibi Jung tiba-tiba menghentikan kegiatannya. "Bibi sudah mendapatkan seseorang yang akan bekerja sama dengan toko kita."
Kali ini wajah Kyuhyun bertambah cerah mendengar pernyataan bibinya. Toko bibi Jung akan melakukan perluasan karena toko ini sedang sangat maju. Tapi karena uang simpanan bibi Jung belum sepenuhnya mencukupi, maka ia mencari donatur yang juga mau bekerja sama membangun toko itu.
"Siapa orang itu?" tanya Kyuhyun semangat.
Bibi Jung tersenyum lebar. "Sebentar lagi orangnya akan tiba di sini."
"Anyeonghaseo.." Teriak seseorang dari luar gudang.
Bibi Jung kembali tersenyum lebar. "Pasti itu orangnya Kyunnie. Ayo cepat kita temui dia."
Bibi Jung menyeret Kyuhyun dengan cepat. Begitu mereka sampai di depan, kedua mata Kyuhyun membelalak dengan sempurna.
"Si.. Siwonnie.." Dan entah sejak kapan, air mata Kyuhyun telah jatuh ke pipinya.
Di sebrang sana, tidak berbeda jauh, Choi Siwon, pemuda tampan yang selama ini dicari-cari oleh Kyuhyun, akhirnya berada di depannya. Sama terkejutnya dengan Kyuhyun.
χ χ χ χ
Kini Choi Siwon dan Cho Kyuhyun tengah berdiri bersampingan sambil menatap deburan ombak di depannya. Pertemuan mereka yang begitu tiba-tiba membuat keduanya merasa canggung. Walaupun dalam hati terdalam, Kyuhyun ingin sekali memeluk lelaki tampan di sebelahnya, kemudian menangis dengan kencang dipelukannya, tentu saja menangis bahagia karena bisa bertemu lagi dengannya.
"Mi.. Mianhe.." Ucap Kyuhyun terbata.
Choi Siwon meliriknya sebentar, dan setelahnya kembali menatap hamparan laut lepas.
"Kenapa kau meminta maaf?"
Kyuhyun segera mengalihkan pandangannya pada pemuda tampan itu, berharap sang pria juga membalas tatapannya. Dan hati terdalam seorang Cho Kyuhyun bersorak riang ketika pemuda itu kini juga menatapnya.
Ada kerinduan yang teramat besar yang terpancar di mata masing-masing. Namun keduanya masih enggan untuk menunjukan rasa itu.
Menit demi menit berlalu, dan seorang Cho Kyuhyun tidak bisa lagi membendung perasaannya. Dengan sekuat tenaga ia memeluk pria tampan di hadapannya ini, hingga membuat tubuh keduanya hampir terjatuh ke pasir pantai.
Detik berikutnya, seorang Choi Siwon mendengar suara tangisan yang amat keras dan pilu. Pemuda manis di hadapannya menangis begitu kencang, hingga kemeja biru cerahnya basah oleh air matanya.
"Kau kemana saja? Aku mencarimu. Apa kau begitu marah padaku? Apa kau begitu membenciku sampai kau pergi, menghilang entah kemana." Khyuhyun menangis hebat di pelukan Siwon sambil mengatakan hal itu.
"Mianhe.. Mianhe.. karena telah mengusirmu. Mianhe karena telah menyuruhmu pergi. Aku tidak sungguh-sungguh mengatakannya."
Dan entah sejak kapan, Choi Siwon sudah memeluk pemuda manis itu dengan erat sambil ikut terisak mendengar penuturan pria yang amat dicintainya itu.
"Saranghae, Choi Siwon, saranghae." Isak Kyuhyun.
"Nado, Kyuhyun. Nado Saranghae." Balas Siwon juga dengan isakan yang tidak lepas dari bibirnya.
Sepasang kekasih itu terus menangis hingga rasa lelah yang menghentikannya. Selang beberapa jam, masih dengan posisi yang sama, berdiri di tepi pantai Busan, kedua pemuda itu mulai melepaskan pelukannya masing-masing. Diabaikannya rasa lelah kedua tubuh mereka yang sejak entah dua atau tiga jam terus berada pada posisi yang sama. Kini kedua lelaki itu saling berpandangan.
"Maafkan aku Kyuhyun. Aku.."
Belum sempat lelaki tampan itu menyelesaikan kalimatnya, bibir tipisnya sudah dihentikan lebih dulu oleh bibir ranum lelaki di hadapannya.
"Jangan katakan apapun lagi. Aku sedang tidak ingin mendengarnya. Aku hanya ingin mendengar satu kalimat darimu. Tolong katakan kalau kau tidak akan pernah pergi lagi dari sisiku selamanya. Tolong, katakan itu padaku." Bisik Kyuhyun lirih.
Pria tampan di hadapannya tersenyum dengan tampan. "Aku tidak akan pernah pergi lagi dari hidupmu, Cho Kyuhyun, saranghae."
Dan kedua bibir itu pun kembali bertemu dalam sebuah ciuman panjang yang mengharukan, menemani sang fajar kembali ke peraduannya.
"Hyung, percayalah, sejauh apapun kita terpisah, pada akhirnya kita akan bersama."
"Hyung percaya sayang, sangat percaya."
"Berjanjilah padaku Hyung, apapun yang terjadi, kita akan selalu bersama."
"Hyung berjanji sayang."
"Meskipun banyak rintangan yang menghadang, kita pasti bisa melaluinya."
"Sebesar apapun rintangan itu kita akan melaluinya sayang."
"Meskipun kelak kau melupakanku, pada akhirnya kau akan kembali mengingatku."
"Jika aku melupakanmu, percayalah bahwa aku tidak pernah benar-benar melupakanmu. Maka berjanjilah padaku, jangan pernah kau menyerah untuk mengembalikan ingatanku tentangmu. Saranghae Cho Kyuhyun."
"Aku berjanji Choi Siwon, Saranghae."
THE END
Sepertinya cerita ini benar-benar gagal (T.T). Alurnya sangat lambat dan jalan ceritanya menjadi aneh. Untuk kalian yang kecewa dengan alur cerita ini, aku mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan juga, terima kasih atas dukungan, semangat yang telah kalian berikan kepadaku. Aku tidak bisa menyebutkan satu persatu tapi aku benar-benar berterima kasih. Semoga ke depannya aku bisa membuat cerita yang jauh lebih baik dari ini. Sampai Jumpa lain waktu ^^
Sincerely, Yura Sananta.
