Riza (Roy) artinya riza dalam bentuk roy
Roy (riza) artinya Roy dalam bentuk Riza
Clear ! oke… ke cerita…
Soul Guide
Chapter 2 – Bad Office Day
Jiwa Roy mustang dalam tubuh Riza Hawkeye. Jiwa Riza Hawkeye dalam tubuh Roy Mustang…..HAL INI JELAS-JELAS TIDAK LOGGIISS ! Bagaimana mungkin sih ! Pasti ada kesalahan. Mari kita check lagi kalimat itu. Roy mustang.. sebagai Riza Hawkeye… Beruntung ! karena dengan puas ia bisa memaki Riza Hawkeye sebagai colonelnya. Riza Hawkeye…. Sebagai Roy Mustang. RUGII ! Apa pernah ada orang bilang untung menjadi Roy mustang ? Bagi Riza, imagenya sudah turun jauh sebagai Colonelnya yang pemalas. Ya. Kejadian main petak umpet tadi memang tidak dapat dilupakan… tapi beberapa menit kemudian, mereka semua sudah tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing tentang pekerjaan yang menunggu di depan mereka.
Keajaiban.
Colonel Roy Mustang, dengan tenangnya mengerjakan papperworknya, tanpa tertidur, main-main…. HEBAT !
Dan…. Lieutenant Riza Hawkeye, tertidur lelap di kantor, sambil bermalas-malasan mengerjakan paperwork…
Hebat juga ! kejadian jarang yang hanya akan terjadi dalam berjuta-juta tahun sekali.
"CEPAT SELESAIKAN PEKERJAAN ANDA, SIRR !" teriak Riza dalam bentuk Colonel Mustang, pada penampakan dirinya sendiri yang sebenarnya berisi jiwa Roy.
Fuerry, Brenda, Havoc dan Farman cepat-cepat ngumpul di pojok sambil berdiskusi hal ini pelan-pelan.
"dengar yang tadi Colonel katakan ?"
"dengar.. dengar ! Tumben Lieutenant hawkeye jadi pemalas seperti itu ! Lagipula sejak kapan Colonel memanggilnya sir ?"
"aneehh…. Jangan-jangan Lieutenant Hawkeye dan Colonel Mustang yang asli di culik alien. Trus yang disini adalah alien lainnya yang mau mengambil alih kekuasaan di East city !" ujar Fuerry sambil bergidik ngeri. "lalu… nanti kalau kita lengah, bisa-bisa kita juga diculik dan alien lain yang menggantikan kita…"
"jangan-jangan kau aliennya, lagi…"
"aaa ! bukan ! bukan ! " tangisnya. "sumpah ! aku bukan aliennya !"
"iya..iya…." Havoc memajukan kepalanya ke tengah supaya laiinnya bisa mendengar suaranya lebih jelas. "pokoknya mulai sekarang kita punya tugas untuk menginvestigasi mereka ! jangan sampai lengah ! Kalau benar mereka makhluk lain, nanti kita harus cari cara untuk mengembalikan Colonel dan Lieutenant yang asli !"
"yup !yup !setuju"
"kalian !" teriak riza (Roy) pada mereka yang sedang ngumpul-ngumpul di pojok itu. "Cepat kembali bekerja lagi ! kalau tidak, tidak ada satu pun di ruangan ini yang boleh keluar makan siang !"
"AAA ! iya…iya.. sir !" teriak mereka semua gugup, cepat-cepat berlari ke tempat duduk mereka yang semula.
"psst.. benar kan. Itu sama sekali bukan colonel yang pemalas ! rupanya aliennya tidak pandai menyamar !" bisik Brenda pada Havoc yang ada di seberangnya dengan menggerak-gerakkan mulutnya. "dia pasti palsu !"
"ya sudah… kita akan mulai menguntit mereka…"
"APA !"
"kita..akan… menguntit… mereka…"
"APA ?"
"KITA… AKAN… MENGUNTIT…MEREKA !" havoc berteriak sudah tidak sabar lagi pada pendengaran Brenda yang payah. Masak ia tidak bisa menangkap gerakan mulutnya dan bisikannya yang sudah cukup jelas itu !
"menguntit siapa ?" tanya Riza (Roy) sinis tanpa mengalihkan pandangannya dari paperwork yang dikerjakannya.
"ti..tidak, sir ! ugh… me…menguntit…me..menguntit..." keringat Havoc dan Brenda bercucuran lebat. Bagaimana ini kalau alien itu tahu tentang rencana mereka, lalu mereka menangkap dirinya satu persatu ! "…duh… menguntit… MAYOR ARMSTRONG ! ya ! benar ! baru saja kami membuat Armstrong's fans club. Jadi kami perlu foto-foto beserta data-data pribadinya, kegiatan setiap harinya dan lain-lain. Ha-ha-ha…" bagus ! kebohongan terjelek yang pernah kukatakan… sumpah, Tuhan.. aku masih mau hidup ! aku gak mau ditangkap alien dan dibawa ke marss ! aku masih mau cari cewwweeeek !
"tak kusangka…. Selera kalian begitu buruk… ya sudah. Good luck"
Aiiih ! Alien yang betul-betul amat sangat begooo ! Ternyata dia percaya ! BANZAI ! aku masih bisa hidup !
Selebihnya sisa waktu sebelum istirahat diisi dengan percakapan-percakapan bibir antara bawahan-bawahan yang merencanakan misi spying mereka, roy (Riza) yang malas-malasan sambil tidur, dan Riza (Roy) yang geregetan melihat Roy yang bodoh sekali berakting !
KKKKRRRINNGG
"ISTIRAHAAT !"
Brenda mengkodekan kawan-kawannya untuk berkumpul di kantin, sepertinya membicarakan misi mereka. Roy (riza) langsung hendak melompat dari kantor ketika mendengar bel, namun dihadang oleh Riza.
"colonel ! anda ini bodoh atau apa, sih ! seharusnya anda berakting seolah-olah menjadi saya ! bukan bermalas-malasan seperti itu ! sekarang para bawahan jadi curiga pada kita, kan !"
Roy bukannya merasa kecut, malah menyengir, walau facenya tidak cocok karena jarang sekali melihat Riza menyengir. "heh.. jadi kau percaya soal Armstrong Fans Club itu ?"
"Tidak, lah. Sir ! mana mungkin ! sekarang, pikirkan cara untuk kembali seperti semula lagi ! mumpung ada waktu istirahat satu setengah jam ! Lagipula anda juga tidak mengerjakan pekerjaan itu sama sekali… bagaimana, sih…"
"Hawkeye…Hawkeye… Kau juga tidak perlu menandatangani kertas-kertasku…" ujarnya santai lagi. "kertas itu seharusnya aku yang tanda tangan….bukan kau. Jadi buat apa aku kerja dan menandatangani kertasmu ?"
SIAL ! baru dia ingat, dari tadi ia menandatangani kertas yang seharusnya ditandatangani atas nama "colonel Roy Mustang". Pantas saja ia sempat melihat Colonelnya tersenyum senyum melihatnya mengerjakan SEMUA tugasnya dengan rajin. Bagus ! sekarang tugasnya double ! setelah menyelesaikan tugas Mustang, sekarang tugasnya sendiri yang tidak ia kerjakan…. PERFECT !
Riza hanya memberikan tampang kesal pada roy, lalu cepat-cepat menyelesaikan paperworknya dan punya colonelnya. Roy hanya mengangkat bahunya, seoalah tidak berbuat salah apa pun. Setelah itu, ia bangkit dari kursinya dan berjalan ke luar.
"oh, hawkeye" Panggilnya sambil berhenti di pintu sejenak sebelum keluar. "mau kutraktir apa ?"
"Hm… cheese burger satu saja. Saya terlalu neg untuk makan setelah seluruh kejadian ini…"
"Jawaban yang dingin sekali." pikir Roy. "Memang sih, itu semua salahku… tapi setidaknya 10 persennya salah dia, kan… tadi kita sudah buat perhitungan…"
Riza tersenyum sambil mengerjakan paperworknya. Padalah tadi dia tidak berniat mengatakan itu…. Melihat wajah Roy yang bersalah merupakan kesenangan tersendiri untuknya. 15 menit kemudian, ia melihat Colonelnya masuk ke kantor lagi, dengan membawa banyak kantong plastic putih di tangannya.
"ini pesananmu…" katanya seraya menyerahkan burger yang dipesannya. "seluruh tagihan kuminta dibayar atas nama Riza Hawkeye…."
Gebrak meja. "APAAA !"
"tidak… bercanda."
Riza tenang kembali, lalu perlahan mengambil Burgernya dan memakannya sambil mengerjakan paperworknya. Dari sudut pandangannya, terlihat Roy Mustang dalam bentuk dirinya yang sedang asyik menikmati kue-kue manis dan ia terlihat bahagia sekali makan itu semua.
"sir… anda.. mau makan semua cake yang anda beli ?"
"yup ! mumpung dalam bentuk wanita, aku bisa makan cake seenak ini sepuas mungkin…" Pria itu lalu memasukkan sesendok strawberry short cake yang dipesannya. "sebagai lelaki, sungguh hal yang memalukan kalau makan makanan manis seperti ini…tapi sekarang, aku bebas ! " lalu ia membuat tampang awww enak sekali kue ini sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, merasakan manisnya kue di lidahnya.
Riza tertawa kecil. Baru ia sadar. Ia hidup sebagai wanita. Bebas makan makanan manis sesuka dirinya. Tapi, kenapa ia tidak pernah menikmati karunia itu. ya ? diam-diam dalam hatinya, justru ia pernah berpikir kalau lebih baik ia dilahirkan sebagai anak laki-laki… dengan kekuatan fisik yang lebih besar darinya. Melihat wajah colonelnya yang sedang makan ini, tiba-tiba membuatnya bersyukur kalau ia dilahirkan sebagai perempuan…. Tunggu. Oke, ia bersyukur… tapi setidaknya kalau begitu ia harus kembali lagi ke Riza Hawkeye sebelumnya dong! Bukan ke badan Roy Mustang !
Roy mustang memasukan potongan kue lainnya ke dalam mulutnya. "bener-bener Lieutenant ! beruntung sekali kamu yang bisa makan kue seenak ini setiap hari !"
"Itu tidak benar, sir. Kue mengandung banyak lemak. Wanita pun kadang sungkan memakannya…"
Tunggu sebentar…. "SIRRR ! JANGAN MAKAN KUE ITU LAGIII !" teriaknya memerintah, lalu segera berlari menghentikan Roy memasukkan kue ke dalam mulutnya.
"Kenapa, Hawkeye ?"
"i..itu kan badan saya…. Dan…ugh…" uh..oh.. mukanya memerah, tidak sanggup untuk meneruskan kata-katanya.
Roy yang melihat perubahan ekspresinya mulai tersadar akan fakta yang ada. Mulailah otak usilnya berjalan. "oooh… Lieutenant.. pantas saja saya heran kenapa badan anda begitu slim… diet, ya ? Mmm ? Mmm ?" ejeknya lagi lalu memasukkan cheese cake utuh-utuh ke dalam mulutnya ketika Riza lengah, lalu membuat ejekan seperti hhmmmm enaaak !
Sialan ! batin Riza. Susah-susah setiap hari aku menahan keinginan untuk makan kue yang enak untuk mendapat timbangan yang konstan, malah dia yang merusak beratku ! kurang ajarrr !
"hehehe.. enak loh, Hawkeye.. mau ?" tawarnya, sambil memasukkan potongan kue lainnya lagi. Riza geram. Ia kesal, dan berubah jadi Riza Hawkeye yang brutal….
---
Bel istirahat sudah selesai keempat orang lainnya kembali lagi ke kantor. Satu pemandangan aneh yang mereka lihat. Mulut Lieutenant Riza Hawkeye, disolatip dengan flakban, badannya diikat ke kursi, tangannya hanya diberi sisa sedikit untuk mengerjakan paperwork. Mulutnya masih cemongan dengan kue-kue yang masih menempel. Di sampingnya, Colonel Roy Mustang, terlihat puas. Flakban di tangan kanan, Tali di tangan kirinya.
"SYUKURLAAH ! LIEUTENANT RIZA HAWKEYE YANG ASLI SUDAH KEMBALIII ! TINGGAL COLONEL MUSTANG SAJAA !" teriak batin keempat orang itu.
tunggu. Melihat keadaan aneh Lieutenant Hawkeye yang mereka pikir sudah kembali itu…
MAMAA ! AKU TIDAK MAU DITANGKAP OLEH ALIEN ITU DAN DI SIKSA SEPERTI DIAAA !
bodoh sekali keempat orang itu… -.- !
TBC
sepintas chapter 3…
roy : "hm… sudah sore. Aku harus mandi dulu…"
riza: "Siirrr ! jangan pernah buka baju anda ! pokoknya anda tidak perlu mandi sekalian ! saya gak mau tahu !"
Roy : "aah… benar, Riza… aku belum tahu ukuranmu berapa…."
Riza : "aaaaaaa !"
--
a/n : hehe.. yup ! kira-kira begitu yang aku mau buat di chapter 3 dengan setting mereka pulang ke rumah.. ditunggu reviewsnya ! kalo gak banyak reviewsnya, males kulanjutin… habis kadang bingung juga mau buat gimana… lucu ga.. seru ga… yang lebih penting, ada yang baca, ga…dll deh. o)
