Soul Guide
Chapter 4 – Hawkeye's Revenge & Chaotic home-part b
"NGAPAIN KAMU DI SINI, HUH !" teriak seorang gadis nakal berkulit gelap pada Roy (Riza) ketika pria itu membukakan pintu ketika bel rumahnya sediri berbunyi. Ingat, RUMAHNYA.
"lha ? Ini kan rumahku…. Lupa, sweety ?" mulailah kebiasannya untuk flirting dengan setiap wanita yang ditemuinya.
Gadis itu malah memberikan tampang jijik padanya, dan menjauhkan dirinya. "iiih ! najong tau gak ! kamu tuh gak waras ! kok bisa-bisanya Mr. Roy mau sama kamu, ya ?"
Ah ! celaka ! dia lupa lagi, kalau sekarang ia berada dalam wujud Riza Hawkeye. Dan… memang sih, ia ingat, gadis ini adalah gadis yang ia ajak makan malam kira-kira… 2 bulan lalu. Ia terus berusaha mengejarnya, tapi selalu ditolak oleh dirinya. Sekarang, bisa-bisanya, dia- dalam wujud Riza Hawkeye- mengaku bahwa ini, yang adalah rumah Roy Mustang, adalah rumahnya – Riza Hawkeye-
Huh ! membingungkan, bukan ?
Tentu saja… bagaimana cara ia menjadi Riza Hawkeye sendiri saja sudah cukup membingungkan. Masakkah ia harus bermain-main lagi dengan kata-kata yang memusingkan itu. Simplenya saja. Gadis itu iri, riza berada di rumahnya dan mengaku sebagai pemilik rumah itu, padahal Riza yang saat itu adalah dirinya sendiri.
Yap. Sederhana, tepat, cepat, akurat. Begitu pula dengan tamparan yang ia dapat beberapa saat setelah itu. Gadis itu meninggalkan rumahnya, dan berjalan ke luar. Roy memegangi pipinya yang terasa panas dan memerah itu. tangannya keras juga…
Heey…. Bagaimana gadis itu tahu apartemenku ! aku belum pernah membawanya ke sini, kok…
Roy dibiarkan bingung, terhenyak dalam pikirannya sendiri. Lalu ia mendengar adanya bunyi berisik di luar, seperti teriakan "kyyaa..." etc.etc.
Setelah itu, terdengar ketokan pintu di rumahnya. Ia bergegas membuka pintu, mendapatkan dirinya, maksudnya Riza di depan pintu.
"habis ditampar, yaa ?" tanyanya main-main sambil mengeluarkan sengiran yang biasa ia keluarkan. Akh… menyebalkan sekali melihat dirinya sendiri tersenyum seperti itu. Tapi ia tidak sadar, itu adalah sengiran yang biasa ia keluarkan.
(a/n : temanku yang baca cerita ini sebelom di post ke sini bilang : "moral of the day : sayangilah dirimu sendiri dan kalau kamu jadi orang lain, pasti kamu sadar, bagaimana nyebelinnya dirimu itu…" bwehehe..cocok banget buat Roy…)
"puas ?"
"hm..yup. Lumayan gara-gara menggunakan tubuhku seenak mungkin dengan makan kue sebanyak-banyaknya." Ia menjawab lagi, tersenyum misterius. Senyuman yang bahkan dirinya sendiri jarang keluarkan. Ckreek….ckreekk… otak Roy berputar mengolah hal yang baru di dengarnya. Balas dendam…. Pipinya ditampar…. Riza sebagai roy. Dirinya sebagai cewek….hm….
"AAARRGH ! Jangan-jangan kau bilang padanya, 'maaf… aku sudah punya gadis lain di rumahkuu…kalau tidak percaya, datang saja ke rumahku di apartemen R nomor 31' " ia menirukan gaya penjual obat yang suka muncul di radio itu, yang biasanya mengganggunya dengan sangat. "pasti ! pasti gara-gara itu ia datang ke rumahkudan iri padaku ! lalu ia menamparku, kan !"
"yah… tepat sekali, lieutenant"
makin-makin ia kesal dengan kata lieutenant oleh Riza yang menahan tawanya itu. Kenapa sih kehidupannya sial begini ? ia merasa dirinya direndahkan. Jauuh… seakan dibuang ke dasar samudra atlantik, membeku di sana, lalu tertabrak kapal titanic, dan… the end…. Lalu ada deretan cast yang naik ke atas, dan lagu penutup.
Ya…Soul Guide tamat….
NOOOOO ! bukan begitu ! Ia HARUS kembali seperti semula. Ia tidak mau kehidupannya suram, selamanya menjadi Hawkeye ! tidak…ini tidak dapat dibiarkan… tapi apa salahnya untuk bersenang-senang sementara selama ia menjadi hawkeye, kan !
"sir… tadi sepertinya Havoc curiga ketika saya memasuki apartemen saya sendiri…jadi…ugh.."
ah…bahagianya hati Roy saat mendengar hal itu. "apa yang ingin kau katakan lieutenant ?"
"kau sudah tahu apa lanjutannya !" katanya setengah berteriak sambil memalingkan wajahnya yang sedikit memerah itu. "pokoknya aku tidak mau dicap yang aneh-aneh ! Bukan memberi celah padamu, ya !"
"hehe… aku tahu…aku tahu…lagipula kalau aku tetap di sini, gadis-gadis lainnya juga pasti akan membuatku babak belur…"
AKhirnya terjadilah kesepakatan diantara mereka setelah diadakan rapat meja garis lurus (karena kalau banyak orang, rapat meja bundar, empat orang, menjadi rapat meja persegi, tiga orang, rapat meja segitiga, jadinya dua orang rapat meja garis lurus…) Roy akan tinggal di rumah Riza, berperan sebagai Riza Hawkeye, Riza akan tinggal di rumah Roy, berperan sebagai Roy Mustang.
Roy memandang sekelilingnya. Ia sama sekali belum pernah masuk ke apartemen Lieutenantnya ini. Mumpung tadi Riza sudah sampai ke rumahnya, makanya wanita itu hanya menyerahkan kunci rumahnya pada dirinya dan tidak mengantarnya sampai ke apartemennya.
Berkali-kali Roy berdecak kagum melihat kerapihan bawahannya dalam mengatur tata letak barang. Sebuah gonggonggan kecil menyentak pikirannya, Black Hayate. Yup. Makhluk kecil itu tidak lupa ia pertimbangkan pula sebagai salah satu keuntungannya menjadi Riza Hawkeye. Ia amat senang pada anjing kecil itu, dan ingin sekali bermain dengannya lebih sering lagi. Tapi sadisnya, lt. Hawkeye meminta pertukaran menyelesaikan paperwork dulu, baru ia boleh bermain dengan black Hayate. Sampai memberinya makan atau mengajaknya berjalan keliling pun ada pertukarannya.
Roy merebahkan badannya diatas single bed milik Riza yang cukup lebar. Hari ini ia sudah lelah sekali. Ooh… sungguh ia merindukan sebuah bath tub dengan air hangat…. Membuatnya relaks lagi… Perlahan ia bangkit, berjalan ke kamar mandi dan mulai menyalakan air. Setelah air mandinya siap, ia melihat ke sekeliling ruangan, mencari lemar tempat handuk berada.
Dengan tenangnya ia menutup pintu kamar mandi, kemudian beberapa detik kemudian, saat ia hendak melepaskan bajunya, baru ia sadar. BANZAI ! ia dalam tubuh hawkeye ! hm… bagus sekali.
"o..oh..oke, Hawkeye. Kau tidak boleh marah padaku kalau….kalau…argh ! kau tahu, lah ! yang pasti aku kan juga perlu mandi… kau mau tubuhmu bau karena tidak mandi selama satu minggu…kukira tidak…" ia menggumam keras pada dirinya sendiri. "lagipula…kau di sana juga pasti berbuat hal yang sama….ya, kan !"
Perlahan, ia melepaskan bajunya, lalu berusaha sekuat mungkin menahan wajahnya yang memerah. Ia tidak bisa mimisan. Heran. Mungkin karena indranya melihat tubuhnya sendiri, kali, ya ? tapi, tak apalah… ia masuk ke dalam bath tub, dan berendam dalam kehangatan di sana. Di dekat shower, ada lemari-lemari kecil yang berisikan shampoo dan sabun milik hawkeye. Roy memperhatikan semua dari mereka. semuanya bersifat feminism sekali. ada yang wangi lavender, peach, orange, strawberry, cukup banyak. Lalu di sebelah lemar sabun dan shampoo ada botol-botol perfume yang berderet dengan berbagai bentuk dan merk yang ternama.
"wah.. tidak disangka….pantas saja setiap hari wanginya berbeda-beda ketika berada di dekatku…"
hey.. kenapa ia memperhatikan wanginya, ya ?
Roy melilitkan handuk besar di sekitar tubuhnya, lalu mengambil hair dryer mengeringkan rambut emasnya yang panjang. Hm… rambut emasnya. Memalukan sekali… ia belum pernah melakukan hal ini seumur hidupnya. Hanya saja ia mencontoh apa yang biasa dilakukan adiknya atau kakaknya, atau juga mamanya. Pokoknya semua orang di rumahnya, kecuali tentu dirinya dan ayahnya, karena mereka berdualah satu-satunya jantan yang ada di rumah itu.
Setelah kering, ia berjalan ke arah lemari pakaian besar milik Riza, dan mulai mencari-cari pakaian rumah yang akan ia gunakan. Dengan cepat ia mengambil night dress berwarna hitam yang panjangnya berada di atas lutut, lalu segera ia kenakan di tubuhnya.
Beberapa saat kemudian, ia sudah berbaring kembali di atas ranjang, ketiduran. Ia baru sadar. Kemampuan fisiknya sekarang pun sudah terbatas menjadi kemampuan Hawkeye. Makanya, ia sudah cukup mengantuk di jam-jam sekarang, dan matanya sudah tidak bisa ditoleransi lagi.
KRRRIIINGGG !
Dering telepon nyaring disebelah telinganya membangunkannya. Ia bangun dari ranjang, dan melihat ke jam kecil di sisi tempat tidurnya. "hmm… jam 2100….berarti tadi aku sudah ketiduran selama 3 jam…"
KRRRIIINGGG !
"IYAAA !iya ! aku jawab !" teriaknya pada telpon, padahal siapa yang mendengar ? "Halloo ?"
"sir ? itu anda ?"
"ya…kenapa Hawkeye ?" suara lieutenantnya di seberang terdengar amat cemas. Sepertinya hal buruk terjadi padanya.
"ada…ada hal penting yang harus saya tanyakan pada anda !"
"apa itu darurat ?"
"ya ! begini, sir…." Pause…. "… apa anda sudah mandi ?"
"sudah..malah sudah ketiduran dari tadi…."
"AARGGHH !" terdengar suara orang pingsan dari ujung sana.
"Hawkeye ! Hawkeye ! kau tidak apa-apa ?" Roy bisa mengatakan dari sini bahwa mukanya diujung sana pasti sedang terbakar menjadi bbq saking malunya. Ia hanya dapat memainkan senyumnya walau riza tak dapat melihatnya dibalik telpon itu. "ada masalah ?"
"aaah…sudahlah !" teriaknya pasrah bercampur kesal, toh sudah berlalu, ia berteriak mau marah, menembaknya berkali-kali hingga bolong-bolong pun percuma. "lagipula anda harus berterima kasih pada saya, sir…"
"ngapain kamu, lieutenant ?"
"saya baru mau mandi. Dari tadi saya membersihkan tempat tinggal anda yang aduuuh.. kayak kapal pecah ! bagaimana saya mau hidup kalau begitu ?"
Roy tertawa. Bagus…bagus… cleaning service gratis… ia malas sekali membersihkan apartemennya, makanya ia tak heran riza tak dapat tinggal di sana. "ya sudah…good luck, lieutenant ! selamat membereskan tempat tinggalku !"
Sebenarnya dari ujung telepon seharusnya terdengar kata-kata seperti "kurang ajar" dan "tidak tahu diri" tapi berhubung satu orang yang tak tahu diri di sini telah menutup telponnya, maka ia tidak mendengarnya….
----
Roy dibangunkan dengan jilatan lidah black Hayate di wajahnya. Wah.. tumben, hari ini ia tidak terlambat. Thanks buat black Hayate yang menjadi alarm hidup baginya. Mungkinkah ini rahasia Hawkeye yang tak pernah datang terlambat saat kerja ? siapa tahu…
Dengan santai ia melakukan kebiasaannya, membuat sarapan, mandi, ganti baju, bersiap-siap menjalani harinya sebagai first lieutenant Riza Hawkeye. Oke. Dari atas sampai bawah ia sudah siap. Hanya saja… satu hal yang paling mengganggu. Rambutnya. Ia tidak bisa mengklip mereka seperti yang biasa dilakukan Hawkeye. Berkali-kali ia mencoba dan gagal terus. Ia tak tahan lagi. Akhirnya diambilnya telepon dan diperintahkannya Hawkeye untuk datang ketempatnya.
Ding..dong….
"ugh…pagi, Hawkeye…" sapanya sedikit kaku. Ia takut wanita itu masih marah gara-gara kejadian semalam. Tapi sepertinya dari raut wajahnya tidak lagi.
"pagi, sir. Kalau boleh saya tahu, mengapa anda suruh saya datang ke sini ?"
"tentu saja karena rambut panjangmu yang tidak bisa ku klip ini…" ujarnya kesal seraya menyerahkan klip kuning itu pada Riza.
"duduk" perintahnya. Roy duduk diatas ranjang, dan Riza mulai mengambil rambutnya dan menyisir lurus rambutnya, kemudian, ia mengumpulkan mereka semua, dan menaikannya ke atas. "jangan disentuh-sentuh lagi, ya sir. Kalau terbuka, saya tidak mau tahu !"
"iya !iya !" Ia memenaruh dagunya di tangan yang berada di atas kakinya yang ia angkat ke atas itu.
"sir, bisakah anda duduk lebih baik dari itu ?"
"iyaa….iya !" teriaknya kesal lalu memperbaiki cara duduknya itu. mulai sekarang ia harus bersikap kewanita-wanitaan dan… sepertinya hal itu amat sangat tidak cocok dengan sifat asli Roy Mustang yang playboy itu…
"hhm….Hawkeye ?" panggilnya sambil bangkit dari duduknya, lalu bersiap berjalan ke luar.
"ya ?"
"thanks…"
Kata sederhana itu entah kenapa membuat Riza terhenyak sebentar. Apa yang tadi ia katakan ? terima kasih ? colonelnya yang super arogan itu yang tidak mau merendahkan dirinya bilang terima kasih ? wow !
… namun persepsi sementara di otak riza itu hilang, karena Roy menghancurkannya dengan satu perkataan usilnya.
"jadi…C cup, huh ?"
"SSSSIIIIIRRR !" Rupanya Roy Mustang tidak takut mati dengan tembakan maut lieutenant Hawkeye…
TBC
