Soul guide

Chapter 5 – worthless attempt

Seluruh officer di military gempar. Semua berbisik-bisik ketika melihat roy mustang (sebenarnya isinya jiwanya Riza) berjalan di sepanjang lorong menuju kantornya. Riza melayangkan tatapan menyebalkan pada mereka yang sedang berbisik itu, dan mereka pun lari terbirit-birit.

Ada apa gerangan ini ? mengapa semua orang memberi tatapan tak percaya padanya ?

Sepertinya hanya ada satu jawaban atas pertanyaan bodoh ini. Kebiasaan colonel Roy Mustang yang selalu datang setengah sembilan, padahal kerja dimulai jam delapan, dan sekarang, ia datang jam setengah delapan ! bukan hal yang luar biasa, memang untuk Riza Hawkeye datang pada jam segitu. Tapi ini colonel roy Mustang ! wow !

Setelah itu, ia masuk dengan tenangnya ke kantor, tanpa ba bi bu be bo, langsung mengerjakan paperworknya dengan rajinnya. Gempar lagi seluruh East ! ditambah lagi dengan berita Havoc, yaitu colonel yang memberikan ceweknya pada dirinya, lengkap sudah keanehan Roy mustang di mata mereka. Sebaliknya, hal yang sama terjadi pada Riza Hawkeye.

Baru kali ini mereka melihat Lieutenant mereka yang bersifat tentara kecil yang sempurna itu ketiduran saat bekerja, malas-malasan, dan tidak pernah mengeluarkan tembakan peringatan !

Memang, dunia ini semakin aneh saja….

"Sir ! anda harus bersikap seperti saya sedikit !" bisik Riza saat beberapa tentara sudah keluar dari ruangan. "setidaknya tidak membuat mereka curiga !"

"Kau sendiri, apa, Hawkeye ? diriku juga tidak serajin itu !"

"akh… tapi tidak bisakah saya memberi kesan baik pada semua orang, selagi saya menjadi anda ? lagipula kalau mereka melihat diri anda yang rajin, tentu saja semua orang akan lebih hormat lagi pada anda, sir !"

"jadi…selama ini kau mengganggap mereka tidak menghormatiku karena aku malas ? aaw…. Hatiku tertusuk-tusuk, hawkeye !" ia bercanda sambil memutar-mutarkan pulpennya di tangan kirinya. "masakkah sifatku seburuk itu ? ayolah…katakan tidak.."

"malah jauh lebih buruk dari itu, sir"

"cih. Tajam sekali, Hawkeye !"

"HAALLOO ROYYY !" siapa lagi yang bisa membuka pintu kantor sekeras itu sambil berteriak panggilan akrab selain Maes Hughes ? "sudah lihat foto elycia terbaruku ?"

waktu yang amat tepat ketika Roy (riza) menyebutkan Hawkeye pada Riza(Roy). Jarak antara mereka lumayan dekat karena mereka harus berbisik-bisik, namun hal ini menimbulkan persepsi yang salah di otak Maes.

"akh… jangan lakukan itu di sini !" teriaknya sambil menutup kedua matanya. "maaf telah mengganggu kalian !"

"HEY, MAES !" teriak Roy padanya. "kau salah !"

"benar, sir ! anda salah !" timpal Riza.

"Hawkeye ? tumben-tumbennya kau memanggilku maes….dan Roy… bukan lelucon kalau kau memanggilku sir. Heeeey…ada apa ini ?"

Keduanya menepuk dahi mereka, menyadari kebegoan mereka. "bu..bukan begitu, si- maksudnya maes !"

Maes menutup pintu kantor, lalu dengan aura gelap di sekitarnya dan kacamatanya yang sudah bersinar itu, seolah memojokkan mereka berdua. "ceritakan apa yang terjadi ! tehehehe….!"

Terpaksa oh terpaksa, mau tidak mau segalanya diceritakan pada maes, dengan resiko, ia akan dibakar dan ditembak mati jika menyebarkan hal ini pada satu orang pun. Maes hanya dapat tertawa terbahak-bahak mendengar kisah keduanya yang dirundung kesialan.

"hahaha…roy..r0y ! kau feminim sekali !hahaha ! coba kalau kakak-kakakmu tahu !"

"kubilang kau mau mati dibakar ?"

"oke…oke… tapi kenapa kalian tidak coba membenturkan diri seperti waktu itu lagi ? siapa tahu bisa balik seperti semula ?"

"heey ! ide yang bagus, sir ! siapa tahu kita bisa segera balik lagi seperti semula…"

Keduanya bangkit berdiri, lalu berlari dengan kecepatan penuh dan…

BRAAAKKKK !

"aaaucch !" teriak Roy sambil memegangi kepalanya itu. "sakit tahu !"

Maes tertawa meilhat tingkah mereka yang bodoh itu. "ayo, sekali lagi…!"

Berkali-kali keduanya membenturkan diri, namun terus menerus gagal, hingga kepala mereka pun bonyok-bonyok. Setelah tabrakan ke 100 kalinya dan semuanya gagal, maes perlahan-lahan mengendap-endap berjalan keluar pintu, sambil berusaha menahan tawanya yang sudah membunuh perutnya itu.

"Tunggu sebentar, Maes !" panggil Roy geram padanya.

"siapa yang mengusulkan ide bodoh ini ?" tambah Riza lagi sambil keduanya menahan urat yang kalau mungkin akan menyembul di belakang kepalanya.

"dan siapa yang tidak mau bertanggung jawab atas bonyok-bonyok kami ?" sambung Roy tak kalah seram tatapannya.

Sepulang kerja hari itu, Hughes terlihat di ruangan kantor Colonel Mustang, membuka perusahaan pijat refleksi pada keduanya. Riza Hawkeye, dengan timun di kedua matanya, Roy dengan kaca mata hitam, bersantai sambil kaki tangan mereka dipijit oleh host nomor satu mereka, Maes Hughes.

A/n : arrgh…. Chapter yang hancur lagi… sedih. Kadang aku merasa gak puas, tapi entah kenapa susah memperbaiki….! –sigh- gak pede nihh…