A/N : Halo semua! Kali ini yang nulis chapter 2 itu adalah Pii, alias Felita di fic gaje ini. Muhun maap kalo ada yang aneh dengan narasinya. Mohon diwajarkan karena ini adalah fic gaje nan aneh. Oke… saatnya kita mulai chapter 2!

Ketiga pahlawan(?) kita terbangun di tempat lain. Felita, Candy, dan Fai kebingungan tentang letak mereka. "Di mana ini?" Tanya Felita.

"Candy… Candy?" Fai mencari-cari salah satu temannya yang dari tadi tidak terlihat olehnya. Candy pun akhirnya terbangun. "Huh?" Candy bertanya kebingungan.

"Tahu tidak di mana ini?" Fai bertanya. Felita tidak mendengarkan pertanyaan Fai, tapi ia malah mengendus-ngendus di tempat tersebut. Lalu ia bertanya kembali. "Can, Ai,… ini tempat apa? Kok bau?"

Akhirnya mereka sadar bahwa tempat mereka mendarat adalah di tempat sampah. Langsung saja ketiganya melompat keluar sambil tereak. "Pantas saja bau!" Felita bilang.

"Kenapa kita bisa ada di tempat sampah?" Tanya Candy sambil menutup hidungnya.

"Ngomong-ngomong ini kota apa?" Felita bertanya setelah itu, sambil memperhatikan sekitarnya yang tampak berbeda dari tempat mereka bertiga berasal.

"Sial amat sih…" Fai mengeluh. Candy langsung berpikir positif dan bilang, "Paling tidak bukan di bebatuan…"

Fai lalu memberi usul. "Kita keliling-keliling kota yuk. Siapa tahu entar ada yang bisa bantu kita." Felita dan Candy setuju, lalu mereka bertiga pun berjalan-jalan. Ketika mereka berjalan, tiba-tiba Felita melihat sesuatu.

"Babi!" Katanya sambil menunjuk sebuah makhluk dari kejauhan. "Itu ada babi!" katanya dengan girang. "Lucu banget!"

"Jauhin dari aku!" teriak Candy. Tapi Felita malah ngotot. "Lucu tau…" lalu ia mendekati babi itu. "Hei babi comel…" kata Felita, keseringan nonton Upin-Ipin jadi dia malah make 'comel'.

'Apa-apaan anak ini?' 'Babi' tersebut bertanya-tanya.

"Yee… itu mah bukan babi… gak mirip tau…" kata Candy begitu dia sudah melihat wujud 'babi' itu.

"Kayak babi tau!" Kata Felita ngotot.

"Jauh tau!" Kata Fai sambil menghela nafas. Entah ini emang makhluknya mirip babi atau matanya Felita yang ngaco? Entahlah… hanya yang di atas yang tahu =u= (kok authornya mendadak masukin emotikon di sini ya? O_o ah bodo amet. Namanya juga fic gaje nan aneh *plak*)

"Enak saja dibilang babi!" kata 'babi' itu kemudian.

"AAH!" Felita teriak. "Babi ngepet!" Dari tadi anak ini ngomongin babi terus ya ._.

Fai lalu meminta maaf pada 'babi' itu. "Maafkan teman kami… dia suka salah kaprah."

"Tapi jelas-jelas itu babi!" Felita masih ngotot.

Candy menghela nafas. "Gara-gara elo, Fel… gua jadi takut sama dia. Tau-taunya bukan babi…"

Sebelum Felita sempat protes lebih lanjut tentang ngototnya dia kalau makhluk itu adalah babi, Fai membekep mulutnya. Namanya orang dibekep, Felita ngamuk- nyoba buat lepas dari tangan Fai.

"Kalian bukan dari sini ya?" Tanya makhluk itu kemudian.

"Iya," Candy menjawab, lalu berpikir sejenak. "…kayaknya." Karena memang jujur dia belum tahu tempat itu.

"Ini Traverse Town," kata makhluk itu.

Pada saat itu, Felita berhasil melepaskan diri… (yep, para pembaca sekalian… tebakan kalian benar… si bawel kembali memprotes.) "Transfer- apa?"

"Traverse, Fel…" kata Candy. "T-R-A-V-E-R-S-E." ia mengeja kata-katanya supaya Felita jelas. Waduh… gimana sih… jangan-jangan udah matanya minus 1000 gara-gara salah lihat babi malah tuli pula? Apa-apaan sih anak ini…

"Biarin aja… anak ini suka salah tangkep," kata Fai kemudian.

"Trans TV… ato apalah namanya… bodo amet." Felita salah ngomong lagi, "Kenapa kita ada di sini?" Karena bosan, Felita menarik keluar 'kunci Indonesia'nya dan memutar-mutar kunci itu.

"Kenapa lo malah main-main sama kunci aneh itu?" Candy bertanya.

"Bosen sih… kita mau ngapain sekarang?" Felita nanya balik. Sementara itu, makhluk tadi malah memperhatikan kunci itu. Ia terkejut, lalu bertanya. "Kunci itu… kamu keyblader ya?"

Ketiganya bingung semua kali ini. "Key… apa?" Tanya Fai dan Candy serempak, dua rempak, tiga rempak… *penulis ditakol*

"Key… bladder?" Felita nanya. Kali ini dia nangkep, tapi malah spellingnya ngawur. Dan malah dia pake jeda dulu di tengah. "Masak kunci buang air kecil?" dia nanya lagi.

"Keyblader, BUDEG!" makhluk itu pun teriak ke ketiga HERO-INsanE kita.

"Apaan dasar babi buta!" Felita teriak balik ke makhluk itu. Dari tadi dia sebut buta gara-gara matanya merem terus.

"Saya bukan babi dan saya gak buta!" kata makhluk itu membela diri.

Oh iya… penulisnya baru inget nih. Dari tadi nama makhluknya belum dikasih tahu ya? Sori, sori… tapi bagi para gamer Kingdom Hearts pasti tahu lah… makhluk mirip babi, mata sipit, bersayap, pake bola, ada di kota, dagang… moogle. Yah… terserah sih pada mau bilang mirip babi atau nggak. Tapi kata authornya sih… mirip kok :P *author dihajar* (author buat chapter 2nya Felita sih)

"Berhenti kalian!" Teriak Candy, melerai Felita dan Moogle yang adu mulut. (Mulut kok diadu… kayak adu ayam aja… ._. haram! Eh…?) Fai hanya menghela nafas… (mati? Nggak kok!)

Moogle melirik pada Candy dan Fai (hayo… Moogle… ketahuan kamu naksir… awas tak bilangin sama pacarnya lo… eh? (emang Moogle punya pacar ya?)). "Eh? Kalian juga ada tameng dan staff!"

"Emangnya special ya?" Tanya Candy sambil wajahnya membentuk emotikon o3o.

"Kukira ini tongkat apaan…" Kata Fai sambil wajahnya membentuk ouo.

Lagi-lagi Felita ngawur. "Staff apaan? Gak ada yang bawa pekerja."

Candy facepalm. "Kita sudah bahas soal ini deh…" ujarnya, mengingat kejadian di chapter sebelumnya (kok Candy bisa tahu ada chapter ya? Bodo amet dah. Namanya juga fic gaje nan ane- *Author dihajar* Okee… back to serious mode :| ). "Staff… tongkat… panjang…" Candy mendeskripsikan lagi.

"Spesial, tahu!" Moogle bilang ke mereka bertiga gara-gara gak ada tempe (eh?). Lalu Moogle mulai bercerita, (YAY story time! :D *author lari ke atas kasur sambil nungguin moogle mulai cerita sebelum tidurnya) : "Sebelum ini ada keyblader dan 2 temannya yang membantu mengunci kegelapan. Tapi akhir2 ini kegelapannya balik lagi. Malah dunia yang dulu gak kena malah ikutan kena."

Zzz… zzz…

….

Oh maaf! Authornya ketiduran. Hehe! XDDD (Aduh ini fic jadi gak karuan gini penulisannya). Kalian penasaran ya lanjutannya…? Oke… ayo kita lanjutin lagi =u='' Kembali ke Lap- eh… FANFICTION!

Fai tercengang sesaat sebelum bertanya, "Jadi kita terpilih, gitu?"

"Dunia?" Candy bertanya-tanya.

"Yang terpilih sama benda-benda itu hanya orang-orang khusus… tapi kalian bertiga bego… jangan-jangan nyolong ya?" Tuduh Moogle. (Yeee… gimana sih… nih babi main nuduh aja. *plak* Moogle : tapi sendirinya nuduh-nuduh saya babi =='')

"Enak aja!" Felita bela diri (emangnya dia ikut silat ya?). "Kunci gaje ini nongol sendiri gak tahu dari mana!" …gak tahu, artinya tempe dong? :iconheplz: (eh tunggu! Ini bukan dA!)

"Sialan lu…" kata Fai, sebel gara-gara disebut bego sama babi… yahh… namanya juga babi. Sabar ya Fai. (Moogle : SAYA BUKAN BABI KOK)

"BTW. Motif kunci, staff, sama tameng kalian beda sama yang sebelumnya" Ujar Moogle.

"Eh? Yang benar?" Candy bertanya, lalu melihat kunci Felita, tamengnya, dan staff Fai.

"Terus ni tiga benda buat apa?" Tanya Felita abis itu.

"Aku ge kurang tahu." Kata Moogle, banyakan tempenya daripada tahu. Jadinya kurang tahu. *plak* "Kalau mau tahu lebih banyak, ada orang-orang di kota yang lebih tahu." (ternyata sebenernya tahunya si Moogle dicuri ma orang-orang di kota ya saudara-saudara… pantes aja kurang tahu. Kebanyakan tempe.)

"Sapa tuh? Bawa mereka ke sini!" Kata Fai mendadak sok ngatur. Like a boss. 8U

"Mereka CID dan kawan kawan." Kata Moogle. Upin & Ipin dan kawan-kawan… yang ini mah CID dan kawan-kawan… Lalu Moogle mulai menjelaskan jalannya. "Dari sini lurus belok kanan belok kiri kiri lagi lurus terus mentok nyampe."

Ketiga heroin(bukan ganja) kita bingung ngedenger penjelasannya. "Yaudah, thanks ya babi!" Kata Felita langsung cabut sama dua temennya. Moogle langsung tereak. "Saya bukan babi!"

"Punya peta gak?" Tanya Candy abis itu. Ayo semua! Katakan Peta! Felita ngudek-ngudek kantong ajaib(?), lalu peta keluar. *BGM : Kalau kau mencari tempat, akulah orang yang tepat, aku peta! Kalau kau mencari lokasi, akulah orang yang kau cari, aku peta! Aku peta! Aku peta!

"Ini peta!" Kata Felita, lalu dia buka petanya. Yak… ke mana kita pergi selanjutnyaaa?

Lalu pas dibuka petanya… jeng jeng…. Ternyata malah peta dunia. Ada samudra pasifik tempat Spongebob tinggal, juga ada kutub utara kutub selatan, ada Indonesia, ada…

"Pertama-tama, ini bumi atau bukan?" Candy nanya.

"Gak tau…" kata Felita.

"Kalau gitu kenapa keluarin peta bumi?" Candy nanya lagi.

"Ya sudahlah…" Felita menghela nafas- menyanyikan lagu Bondan lebih tepatnya. "Kita jalan aja… entar nanya." Felita masukin petanya ke kantong lagi. Terus Fai mulai ngeluh. "Laper…" katanya. Tapi tiba-tiba makhluk item yang waktu itu nongol. Dan nongolnya lagi-lagi loba… duuuh ._.

"AAAH!" Felita tereak. "Nongol lagi!"

"Kenapa nongol pas saya laper?" Fai protes.

"Karena suara perut lo," Kata Candy.

Ketiganya langsung bersiap dengan pose attacking ke para makhluk itu. *insert epic battle bgm here*

"Pengen kita makan kali," kata Felita, "Sialan!" dia langsung make keyblade(kata Moogle namanya keyblade tadi) untuk menyerang makhluk itu. *insert epic effects here* *author sok keren* *author dihajar*

"Ini tameng gimana sih makenya?" Candy bingung sendiri sambil nyoba buat ngehajar makhluk item itu. Kalau Felita sih, caranya main pake aja kayak pedang di game-game… kalo Fai…

Fai malah mukul-mukul makhluk itu make tongkatnya. "Aku gak tau… aku aja dapet staff tapi gak tau cara makenya." Kata dia. Terus tiba-tiba ada satu loncat ke atas Fai. Fai langsung mukul-mukul tuh satu makhluk. "Hus! Hus! Ih Enyah kau!" …wajar… namanya juga belum tahu cara pake staff ._. (padahal namanya staff tinggal disuruh-suruh aja… eh tunggu itu mah staff pekerja *shot*)

"Sama sih… aku juga gak tahu." Kata Felita, tempe. Tapi setidaknya dia ngasal make kayak pedang pun beres. Terus dia dapet ide ke Fai. "Coba teriakin sesuatu sambil ngacungin, Ai!"

"T…tereak?" Fai bingung. "Tereak apa ya… FIRE!" Fai langsung asal tereak sambil ngacungin tuh staff. Tapi gak ngaruh. *author facepalm*

"Coba aku lempar lagi ah…" Candy bilang abis itu, langsung dia lempar tuh tameng ke makhluk itu kayak bumerang.. pak merang…

Tiba-tiba, makhluknya nambah banyak. Felita langsung tereak terus manjat tubuh Ai sambil mukul-mukul tuh makhluk. Ai gak sengaja malah ikut kepukul. ._. gimana sih ni heroin… udah lah diganti ganja aja.

"Aduh! Aduh! FEL! TURUN!" Ai tereak ke temennya yang lagi gelo di atas kepalanya. (aduh ini narasi cerita gaje amet ya perasaan)

"Eh tali yang aku pake buat ngiket ternyata masih ada," Kata Candy begitu ia menemukan tali waktu itu.

"Ininya banyak!" Felita bilang. Ini itu apa, Fel? =u=''

Tapi tiba-tiba jumlah makhluk itu berkurang drastis. Banyak yang mampus. Ketiga cimeng kita langsung bingung.

"Kalo gak bisa pake alat mendingan gak usah pake," mendadak ada orang sok keren mau nandingin kekerenan ketiga cimeng kita. Fai terbengong ngeliat senjata orang itu. "Wow, weapon dia keren…"

"Sapa tuh?" Felita nanya. Sementara Candy menatap pria itu… kayak orang terpesona… Jatuh cinta, mungkin? Oi, Can? Oiii?

"Maaf kita newbie," kata Fai. "Anda siapa?"

"Saya Leon." Kata orang itu. (Tapi mukanya gak mirip LEONardo da Vinci :v). "Saya denger ada keyblader baru. Jadi saya nyari. Ternyata beneran ada."

"Key bladder?" Felita ngulang salah ucapnya lagi.

Candy membenarkan spelling Felita lagi. "Keyblader!"

"Dan saya yakin anda pasti shock karena 'keyblader' yang anda maksud itu seperti…" Fai melirik Felita. Felita hanya menatap Fai balik.

"Sini, ikut ke tempat saya." Leon langsung bilang tanpa banyak basa-basi lagi. (kalo udah basi jangan disimpen dong, mas!)

Ketiga cimeng kita pun berjalan dengan Leon ke tempat yang dimaksud… begitu udah nyampe… nambah banyak NPC yang nongol. Felita malah make keyblade buat garuk-garuk punggung.

"Leon, sapa tuh?" Tanya Yuffie. Salah satu dari NPC di Kingdom Hearts. *plak*

"Inikah keyblader baru yang dimaksud?" Aerith bertanya-tanya.

"Dari tadi aku bingung kok kunci bisa buang air kecil." Felita ngomongin hal ini lagi. Bolotnya gak selese-selese.

Fai bisik-bisik ke Candy, "Candy, tolong pasangan kamu..."

Candy eyeroll. "Iya… iya…" Maksud Fai dengan pasangan adalah karena Felita dan Candy pasang status 'pacaran', walau cumin di facebook, sih :P Niatnya cumin joke kok. Mereka masih normal dan gak lesbi… eh tunggu, mungkin Felita gak normal. Tapi dia gak lesbi. *author ditakol*

"Iya," Leon ngejawab Aerith. "Dan sialnya,… anaknya bego lagi…" katanya sambil nginget kasus keyblader yang sebelumnya. Felita masih garuk-garuk punggung, Fai hanya menghela nafas. Aerith protes, "Ehhhh Keybladenya jangan dipake garuk punggung, dong!"

"Keyblade?" Felita nanya. "Ini namanya keyblade, to?" Seisi ruangan langsung facepalm.

"Keyblader itu ya pasti orang yang make keyblade," Candy ngejelasin. "Bukan key-bladder!"

"Oh… keyblader…" akhirnya Felita konek juga dengan kecepatan 100.0 Mbps. Koneksinya udah diganti pake Speedy.

"Oi CID!" Yuffie manggil temennya yang lain abis itu. "Ini udah ketemu oi!"

"Oke, bentar! Bentar!" kata orang yang namanya CID. CID langsung nongol ke ruangan itu.

"CID!" Fai langsung tereak. "Oi, temen-temen! Ini CID yang dibilang babi tadi!"

"Oh… ternyata itu dia…" Kata Felita.

"Tampangnya aneh." Komentar Candy.

Fai langsung bisik-bisik ke Felita dan Candy. "Aku lebih suka dia." Katanya sambil nunjuk Leon diem-diem. Tapi ternyata Yuffie tahu… bukan tempe.

"Waaah… Leon… ada yang naksir!" katanya. BGM : katanya, katanya… Jepang negeri sakura katanya, katanya…

"Bukan naksir tau, maksudnya…" kata Fai.

"Bodo…" kata Leon cuek, dan sok keren -?.

"Jadi… kenapa kita ada di sini? Terus kenapa ada shield, staff, dan keyblade? Terangin dong…" kata Felita yang dari tadi gelap-gelapan. (hayoooo ngapain coba gelap-gelapan? *coughcough* )

Tiba-tiba ketiga ganja kita perutnya bunyi.

"Yaudah… ayo sambil makan. Kebetulan aku abis masak." Kata CID. Setelah itu, mereka semua makan sambil dengerin penjelasan panjang lebar tentang apa itu keyblade, staff, dan shield, kegunaannya, tentang hero sebelumnya, dan tentang heartless, dsb. Dsb. Yang main game KH ato setidaknya baca manganya pasti tau penjelasannya gimana… jadi aku skip ajah ya! *plak*

Begitu CID udah selese, dia nanya. "Ada pertanyaan?"

Dari tadi Felita sibuk makan, gak ngedengerin CID. Langsung dia bersendawa di situ. "Aku ada pertanyaan. Kurang garem!"

Candy angkat tangan (mau ditembak). Lalu nanya. "Cara make tameng gimana?"

"O, iya… ini kunci buat apa?" Felita nanya lagi. Dari tadi gak ngedengerin sih.

"Oh ya… aku gak bisa pake sihir…" Kata Fai sambil makan (belom selese makan) "Jadi gimana nih?"

"Kalo soal senjata kalian bertiga… cara makenya aku yang jelasin… ayo." Kata Leon ngevolunteer. Lalu Leon pun latihan sama Felita, Fai, dan Candy.

"Leon-san, tukeran weapon yuk. Saya naksir gunblademu" Tiba-tiba Fai ngomong.

"Gimana sih… gak ngehargai amet senjata kamu… padahal kamu orang terpilih," ujar Leon.

Begitu mereka sudah selesai latihan, Aerith bilang. "Kalian bisa mulai pergi ngunjungin dunia lain buat dikunci lubang kuncinya satu2… agar kegelapan tidak menyebar ke mana-mana."

"Aku kasih gummi ship tuh." Kata CID abis itu, nunjuk ke kapal kecil yang dia bikinin.

"Gummi?" mendadak ketiga pahlawan kita malah mikir makanan.

"Woy!" CID nyadarin mereka. Oi… sadar oi…

"Bukan permen ya?" Kata Candy disappointed. Felita malah ngejilatin dinding kapalnya. "Wekk… gak enak," dia bilang. Wajar lah, bukan permen… namanya doang yang gummi. "Ini gimana ngemudiinnya?" Felita nanya abis itu.

"Tinggal pencet jalan aja kok." Kata CID.

"Good luck ya," Aerith bilang.

"Ok… siap kan, Can? Ai?" Felita nanya. Ketiganya lompat masuk ke dalam Gummi Ship.

"Dalemnya lebih gak mirip permen," Kata Candy lagi… masih mikirin soal permen gummi.

Felita main mencet tombol jalan. Gummi shipnya langsung BLAST OFF dan ilang dari pandangan CID dkk. Keliatannya cuman sinar dari kejauhan. *SFX : Triiiinggg…!

Gummi shipnya ternyata jalannya otomatis, tapi bikin pusing. Felita dan Fai langsung megang kepala masing-masing. Pada mabok. Sementara Candy bilang, "Untung orangtua aku biasa ngebut,…" jadi udah biasa buat dia mah.

Gummi shipnya udah berhenti di sebuah kota -tiba ada suara teriakan dari luar.

"…" Fai tidak berkomentar apa-apa.

"Jangan-jangan, Heartless lagi." Candy menebak-nebak.

Ketiganya langsung keluar dari kapal dan… benar. Ada rombongan heartless di depan mata mereka. "Ayo rasakan kunciku!" Felita bilang sambil siap di posisi menyerang. Fai dan Candy juga bersiap di tempat mereka.

*Felita, Fai, dan Candy berpose siap bertarung dengan heartless di sekitarnya. Terus gambarnya langsung berubah jadi mode keren* *author ditampol*

TO BE CONTINUED.