Chapter 2
Sudah sekitar dua bulan, semenjak Sungmin mengetahui Kyuhyun berselingkuh, Kyuhyun dan Sungmin tidak pernah bertemu kembali. Mereka benar-benar tidak saling menghubungi. Mereka benar-benar tidak melakukan kontak fisik apapun hanya sekedar "kontak hati" saja. Walaupun mereka tidak saling bertemu, tetapi mereka tidak dapat membohongi diri sendiri bahwa mereka masih saling memikirkan satu sama lain. Sekeras apapun hati mereka menghindar, mereka tidak akan bisa menghindari perasaan mereka yang sesungguhnya.
Sungmin terus merawat dan menjaga janin yang ada dalam perutnya yang kini telah berusia empat bulan setengah. Ia terus mencoba untuk tidak terlalu memikirkan hal-hal yang bisa membuatnya stress, karena ini akan mempengaruhi tumbuh kembang janin yang sangat dicintainya itu. Setiap hari ia mencoba untuk terus tersenyum, melakukan aktivitas seperti biasa. Ia juga selalu dikelilingi oleh orang-orang yang bisa membuatnya sedikit merasa bahagia seperti eommanya, appanya dan juga Lee Donghae, oppanya. Sedikit demi sedikit ia kembali menjadi wanita cantik yang selalu ceria.
Hampir sama seperti Sungmin, Kyuhyun juga mulai menata kembali kehidupannya yang sangat berantakan. Ia kembali menjadi seorang direktur muda yang bijaksana, ramah, dan sangat memperhatikan perusahaan dan karyawan-karyawannya walau tak bisa dipungkiri, penampilan Kyuhyun saat ini lebih "lusuh" daripada saat Sungmin, sang istri tercinta, masih ada di sisinya. Kyuhyun benar-benar merasakan kehampaan yang mendalam ketika Sungmin pergi dari kehidupannya. Kyuhyun juga sudah tidak berkencan lagi dengan Sang Mi. Entahlah apa yang membuat mereka seperti itu. Kyuhyun dan Sang Mi memang tidak memiliki hubungan sama sekali, bahkan untuk disebut sebagai pasangan selingkuh pun tidak bisa, karena memang kenyataannya tidak ada hubungan apapun.
Sampai saat ini, Kyuhyun belum juga mengetahui perihal kehamilan istrinya. Tidak ada yang memberi tahu Kyuhyun tentang hal ini, wajar saja jika Kyuhyun tidak mengetahuinya. Sungmin masih tidak yakin untuk memberi tahu kabar bahagia ini kepada suaminya, mengingat kelakuan suaminya akhir-akhir ini. Akhirnya ia lebih memilih untuk merawat buah cinta mereka seorang diri.
Saat ini Sungmin sedang berada di dapur bersama dengan eommanya untuk membuat menu makan siang bagi appa Sungmin dan juga Donghae. Donghae memang sudah memiliki istri dan sudah tinggal terpisah di apartemen pribadi milik Donghae. Tetapi semenjak Sungmin berada di rumah orang tuanya lagi, Donghae selalu menyempatkan diri menemui Sungmin sepulang dari bekerja. Jadi tidak ada salahnya jika kini, Sungmin dan eommanya membuat menu spesial bagi dua pria tampan itu.
"Eomma?" Sungmin memulai percakapan sambil memotong sayuran yang akan segera dimasak.
"Wae chagi?" Sang eomma bertanya seraya tersenyum lembut. Benar-benar sosok eomma yang dapat memberi ketenangan bagi Sungmin.
"Menurut eomma, apakah aku harus kembali pada Kyuhyun oppa?" Sungmin bertanya dengan penuh keraguan.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" sang eomma memandang Sungmin sambil mengerutkan dahi.
"Apakah pertanyaanku salah? Eomma kan tau bagaimana aku dan Kyuhyun oppa sekarang." Sungmin menunduk. Bayangan kejadian yang ia alami dengan Kyuhyun terus berputar di otaknya layaknya sebuah film yang menayangkan sisi flashback.
"Ikuti saja kata hatimu chagi." Sang eomma memberikan jawaban yang paling bijaksana.
"Kalau aku berpisah dengan Kyuhyun oppa, janin dalam perutku ini bagaimana? Aku ingin dia tumbuh dengan dampingan seorang appa layaknya anak pada umumnya."
"Itu artinya sebaiknya kau jangan berpisah dengan Kyuhyun, chagi."
"Tapi apakah Kyu oppa masih menganggapku istrinya? Bahkan sepertinya dia sudah melupakanku eomma."
"Semua yang kau pikirkan belum tentu sesuai dengan kenyataan, jangan suka mengamibil kesimpulan sendiri."
"Arraseo eomma."
Keheningan kembali terjadi diantara sepasang ibu dan anak ini. Sampai akhirnya pertanyaan sang eomma membuyarkan lamunan yeoja cantik berbibir plump ini.
"Kau sangat mencintai Kyuhyun kan?"
"Tentu saja eomma, kalau tidak, mana mungkin aku mau menikah dengannya." Sungmin menjawab sambil tersenyum. Sepertinya ada yang yeoja ini pikirkan sehingga ia tersenyum semanis itu.
"Aigooo, kau pasti sangat merindukannya kan?" goda sang eomma seraya menyenggol bahu Sungmin.
"Aissh eomma, tentu saja aku merindukannya. Aku merindukan pelukannya, ciumannya, bahkan sentuhannya dan kami sudah lama tidak melakukan-"
"Melakukan apa Sungmin chagi? Aigooo putri eomma sedang memikirkan yang tidak-tidak ternyata." Sang eomma terus saja menggoda putrinya.
"Aiissh apa yang eomma katakan? Aku memikirkan yang iya iya kok hehe." Sungmin menjawab sambil tersenyum memperlihatkan deretan gigi kelincinya yang sangat rapi dan lucu.
"Jujur saja pada eomma, tidak usah malu. Kau merindukan permainan Kyuhyun di ranjang kan?" sang eomma benar-benar senang menggoda Sungmin rupanya.
"Eomma! Eomma ini bertanya apa sih? Ada-ada saja." Sungmin tersenyum malu-malu sambil menundukkan kepalanya.
"Ayolah tidak usah malu chagi. Kyuhyun hebat tidak di ranjang?" sekali lagi sang eomma benar-benar menggoda Sungmin.
"Ya! Eomma ini yadong sekali sih aissh ~ Bisa-bisanya malah bertanya seperti itu." Sungmin menundukkan mukanya yang saat ini sudah semerah tomat karena menahan malu.
"Ya! Kau ini tinggal jujur apa susahnya sih. Sudahlah kita lanjutkan saja memasaknya sebelum appa dan oppamu pulang."
Donghae keluar dari kantor karena ini adalah jam istihat sekaligus makan siang. Ia keluar dari kantor dan pulang ke apartemennya. Sebenarnya ia sudah berjanji akan pulang ke rumah appa dan ummanya, namun sebelum pulang ke rumah, Donghae ingin bertemu istrinya untuk menceritakan suatu hal yang ia anggap penting.
Begitu sampai di apartemen, ia melihat sang istri ada di dapur untuk membuat segelas susu. Istri donghae sedang hamil besar, jadi wajar saja kalau ia membutuhkan banyak asupan bergizi demi tumbuh kembang janin yang ada dalam perutnya.
Donghae segera melepas jasnya, meletakkannya disembarang tempat, dan segera menghampiri istrinya. Ia memeluk sang istri dari belakang dan memberikan sebuah kecupan di kening, bibir, dan juga perut istrinya.
"Oppa, kenapa kau pulang? Tadi katanya kau akan kerumah appa dan umma dulu?" Min Hye, sang istri terkejut melihat kedatangan sang suami secara tiba-tiba.
"Ani, aku hanya merindukanmu dan bayi kita. Dan juga ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu." Donghae tersenyum lembut dan menatap intens mata sang sitri dengan mata indahnya.
"Apa yang ingin kau tanyakan oppa?" Min Hye terlihat bingung.
"Kau masih berhubungan dengan Sang Mi kan?"
"Tentu saja oppa, kau kan tahu apa hubunganku dengan dia."
"Apakah dia bercerita padamu bahwa dia bermasalah dengan Sungmin?"
"Ne."
"Lalu apakah kau tahu apakah dia dan Kyuhyun masih berhubungan?"
"Sang Mi memang pernah menceritakannya dulu, tetapi dari pesannya yang terakhir kuterima, dia berkata bahwa dia dan Kyuhyun sama sekali tidak pernah pergi berdua lagi. Kalaupun bertemu itu murni hanya hubungan kerja."
"Jadi Sang Mi sudah tidak ada urusan dengan Kyuhyun kan?"
"Kurasa tidak oppa."
Kyuhyun mondar-mondir di dalam ruang kerjanya. Ia menggeggam smartphone terbarunya. Sesekali ia menekan tombol unlock untuk menonaktifkan kunci pada ponsel tersebut. Ia amati sosok cantik yang ada di layar terdepan ponsel itu. Sesekali ia tersenyum, memperlihatkan ketampanannya yang sudah diakui oleh ribuan yeoja. Jauh dari sosok manis itu ternyata membuat sebagian hatinya hilang, rasa rindunya begitu membuncah, dan tak lupa hasratnya sebagai seorang pria yang tidak terpenuhi selama kurang lebih empat bulan.
Kyuhyun memang tampan, muda, dan kaya raya. Banyak sekali wanita yang tertarik untuk sekedar menjadi pelampiasan pria ini. Walaupun Kyuhyun dianggap berselingkuh, tetapi Kyuhyun tidak pernah menggunakan tubuh wanita lain untuk menyalurkan hasratnya. Hanya istrinya, satu-satunya wanita yang menjadi tempat untuk melakukan itu.
Kyuhyun begitu merindukan semua yang ada di diri Sungmin. Fisik, Sifat, Perhatian dan semua yang ada di dalam diri Sungmin mampu membuat Kyuhyun bagaikan di surga. Ia kembali tersenyum memperhatikan gambar seorang yeoja yang tengah tertidur sambil memeluk seorang pria. Wanita itu tampak sangat menarik bagi pria ini. Dengan peluh mengalir dan selimut yang menutupi tubuh indahnya, sang wanita tampak sangat adorable dan seksi. Tentu saja, ini hasil keprevertan seorang Cho Kyuhyun yang seenaknya mengambil gambar Sungmin yang tengah kelelahan dan memeluknya usai sesi bercinta mereka yang amat panjang.
Jujur saja pria ini sangat merindukan momen-momen indah itu. Ingin rasanya ia datang ke rumah mertuanya untuk meminta maaf atas semua kesalahan yang ia lakukan terhadap istrinya, mertuanya, dan juga hyungnya, Donghae. Tapi apa daya, Kyuhyun belum memliki cukup keberanian untuk melakukan itu. Ia sangat takut ditolak. Tetapi ia memiliki tekad dalam hatinya untuk segera menyelesaikan masalah yang rumit nan panjang ini.
Saat masih asyik memandangi wajah Sungmin, pintu ruang kerja Kyuhyun ada yang mengetuk. Ia segera menjawab dan tampaknya ia akan segera melanjutkan pekerjaannya untuk memimpin meeting dengan direktur dari perusahaan yang bekerja sama dengan perusaahaannya. Ia kembali menatap layar ponsel itu dan menciumnya cepat.
"Aku akan segera membawamu pulang ming, dan kau akan kujadikan tahanan kamarku kekeke..."
T.B.C
