Pagi ini, jantung negara Korea Selatan atau kota Seoul kembali menampakkan hiruk-pikuknya. Terlihat banyak sekali yang mengawali aktivitas dengan penuh semangat. Seperti yang nampak di distrik gangnam, distrik yang perkembangan ekonominya sangat maju ini memperlihatkan suasana kehidupan yang jauh dari kata senggang terutama di pagi hingga sore hari. Begitu juga yang terjadi dengan seorang direktur muda yang tampan bernama Cho Kyuhyun tersebut. Ia memulai hari ini dengan penuh semangat ya walaupun sebenarnya ia juga sedang mengalami kegalauan yang akhir-akhir ini menyiksa batinnya.
Dari tempat tinggalnya, semua orang sudah bisa menebak bahwa Cho Kyuhyun bukan sembarang pemuda. Ia tinggal di distrik Gangnam, orang-orang biasa menyebut tempat ini tempat berkumpulnya orang-orang kaya raya. Harga tanah di distrik Gangnam sangat mahal, hanya orang-orang tertentu yang sanggup memiliki tempat tinggal di distrik tersebut.
Ia bangun dari tidurnya, pergi ke kamar mandi, bersiap-siap dengan berkas-berkas kantornya dan yang terakhir menata penampilan fisiknya. Walaupun ia seorang pengusaha yang sangat sibuk, tetapi ia termasuk orang yang sangat peduli dalam hal rambut dan berpakaian. Sebelum berangkat ke kantor, ia mematut dirinya di depan cermin. Dengan rambut yang di spike ke atas, kemeja putih press body yang terlihat sangat menawan di tubuhnya, celana kain berwarna hitam khas seorang direktur dan jangan lupakan dua kancing teratas kemejanya yang sengaja dibiarkan terbuka, dan yang terkakhir adalah jas hitam. Ia tersenyum puas dengan penampilannya. "Ternyata aku memang sangat tampan." Batinnya seraya menyunggingkan senyum evilnya.
Kyuhyun melangkahkan kaki menuju basement apartemen untuk mengendarai mobilnya menuju kantor. Ia segera segera melesakkan tubuhnya ke dalam Bugatti Veyron Supersport, mobil mewah berwarna hitam seharga $2,6 juta atau 24,3 milyar rupiah. Benar-benar menakjubkan, di usia yang masih muda ia menjadi pengusaha sukses, memiliki kekayaan yang membuat semua wanita terpana, dan juga memiliki istri yang sangat cantik.
Sesampainya di kantor, ia melangkahkan kaki ke dalam ruangannya. Saat berada di dalam lift untuk menuju ruangannya yang berada di lantai 25 pun banyak sekali staff-staff yeoja yang memandang kagum pada dirinya. Sebenarnya ia juga merasa risih, namun tidak ada hal yang bisa ia lakukan selain tersenyum ramah
#######################
Seorang yeoja cantik terbangun dari alam tidurnya. Ia menggeliatkan tubuhnya pelan setelah itu mengerjap-ngerjapkan matanya imut. Ia memandang ke sekeliling kamar dan kembali bergelung dalam selimutnya. Maklum saja, cuaca pagi ini sangat dingin, ia jadi malas untuk bangun dari kasur tercintanya itu. Masih asik menikmati kasur dan selimut, tiba-tiba ia merasakan tidak enak di dalam perutnya. Ia menangkupkan kedua telapan tangan di depan mulut dan segera berlari ke wastafel yang ada di kamar mandi dalam kamarnya.
"Hoeek..hooeek" matanya terpejam sangat kuat. Ia memegangi perutnya sendiri sambil terus mencoba mengeluarkan isi perutnya. Ya, yeoja ini sedang mengalami morning sickness atau penyakit mual dan pusing di pagi hari yang biasa di rasakan oleh ibu yang tengah hamil muda seperti Sungmin. Usia kehamilan Sungmin memasuki bulan keempat. Bulan keempat memang bulan terparah morning sickness bagi wanita hamil. Ia terus memejamkan matanya. Keringat meluncur dari kening mulusnya. Setelah merasa lebih baik, ia kembali ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya kembali.
Ia menyusupkan tangan mungilnya ke bawah bantal, mencari smartphone berwarna pink yang merupakan hadiah dari suami tercintanya, Cho Kyuhyun. Ia mengaktifkannya dan memandangi sebuah foto yang ia jadikan sebagai wallpaper ponselnya. Seorang pria tampan yang mengenakan kemeja press body berwarna hitam tampak menghiasi layar ponsel yeoja cantik ini. Ya siapa lagi kalau bukan suaminya, Kyuhyun. Sungmin tersenyum memandangi foto kyuhyun yang sangat tampan. Ia sangat merindukan suaminya ini.
"Kyuuu oppa, andai saja kau tahu aku sedang mengandung anak kita, buah cinta kita. Walaupun aku lelah karena perutku semakin membesar dan berat, tetapi aku sangat senang. Aku sangat senang mengandung anakmu. Aku tidak sabar menantikan kelahiran bayi ini. Jika bayi ini namja, ia pasti akan sangat tampan sepertimu. Andai saja kau bersamaku, aku akan menjadi wanita paling bahagia. Kau tahu oppa, sepertinya bayi ini juga yang membuatku makin merindukanmu." Sungmin terus berbicara dengan foto Kyuhyun dalam ponselnya. "Ah sebaiknya aku turun. Eomma pasti menungguku di bawah. Kau sudah lapar kan chagi? Kajja kita makan." Sungmin mengelus perutnya bermaksud berbicara dengan calon bayinya.
####################
Kyuhyun masih sibuk berkutat dengan berkas-berkas di ruangan kerjanya. Ia menatap lekat layar laptop di hadapannya dengan sangat serius. Berkali-kali ia mendesah sebal saat hasil analisisnya tidak sesuai dengan harapannya. Berkali-kali ia mencoba membenarkan data analisis tersebut tetapi berkali-kali pula ia gagal. Ia mengehentikan pekerjaannya sejenak, menyadarkan punggungnya di kursi kerjanya. Ia memejamkan mata. Sungmin terus memenuhi pikirannya. Jujur saja, pria tampan itu sangat sangat sangat merindukan istri cantiknya itu. Tetapi sampai sekarang pria jenius itu belum mendapatkan cara agar ia bisa bertemu dengan istrinya dan diterima dengan baik. Setelah berpikir cukup lama dan berperang dengan rasa takutnya sendiri, ia memutuskan untuk segera pergi ke rumah orang tua Sungmin. Ia sudah tidak bisa memendam rasa ini lebih lama. Setelah meyakinkan diri, ia bangkit dari kursinya dan segera menuju keluar. "Cho Kyuhyun fighting!" ucapnya dengan penuh keyakinan.
##########################
Kyuhyun sudah berada di depan rumah mertuanya. Ia mengalami kebimbangan besar. Ia ingin sekali segera menemui Sungmin, tetapi sebagian hatinya takut menerima penolakan. Setelah berperang dengan hatinya sendiri, ia memutuskan segera menekan bel rumah. Ia tidak boleh menjadi pengecut. Seandainya Sungmin menolaknya, itu sudah resiko atas kesalahan yang ia buat.
"Ting tong ting tong.." Kyuhyun menekan bel rumah yang ada di depan pintu. Kyuhyun menunggu tetapi belum ada jawaban atau yang membukakan pintu. Kemudian ia menekan tombol itu sekali lagi dan akhirnya pintu itu terbuka.
"Tuan muda?" seorang pembantu rumah tangga atau maid di rumah ini membukan pintu. Ia memandang wajah Kyuhyun dengan setengah terkejut.
"Ne ahjuma, ahjuma tentu mengingatku bukan?" Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Kecanggungan seketika menyelimuti hatinya.
"Ne, apakah tuan muda ingin-"
"Ne, aku ingin ingin bertemu dengan Sungmin. Dia ada kan?" Kyuhyun memotong perkataan si ahjuma.
"A-a-a itu nyonya muda itu..." Si ahjuma terlihat bingung memberikan jawaban.
"Tolong ahjuma, aku suaminya, aku ingin sekali bertemu dengannya. Aku sangat merindukannya. Tolong ahjuma, aku mohon." Kyuhyun memohon dengan wajah super memelas.
"Sebenarnya nyonya besar melarang saya membiarkan anda menemui nyonya Sungmin, tetapi karena sekarang nyonya besar tidak ada, dan saya rasa sebagai suaminya, anda berhak menemuinya."
"Jeongmal kamsahamnida ahjuma. Sekarang Sungmin ada di mana?" Mata Kyuhyun tampak berbinar-binar mendapat jawaban dari maid yang sudah tidak muda tersebut.
"Nyonya muda ada di taman belakang . Anda bisa menemuinya di sana. Saya permisi tuan muda." Ahjuma tersebut membungkukkan badannya sebagai bentuk rasa hormat.
"Ne."
Kyuhyun segera melangkahkan kaki di rumah super luas tersebut, mencoba mencari sosok cantik di tengah taman yang luas. Ia menemukan sosok cantik tersebut sedang duduk membelakangi dirinya. Menatap kolan ikan besar yang ada di hadapannya.
"Bahkan belum melihat wajahnya pun, jantungku sudah berdetak begitu kencang." Gumam Kyuhyun dalam hati.
"Minimi..." Kyuhyun memanggil Sungmin pelan-pelan.
Sungmin mendengar suara Kyuhyun memanggil namanya. Ia lantas memejamkan matanya dan mendongakkan kepalanya ke atas. Berbagai macam hal menghiasi pikiran Sungmin. "Bahkan kini aku menghayal dia ada di sini." Batin Sungmin dalam hati.
"Minimi, kau mendengarku?" Kyuhyun kembali mengulang panggilannya.
"Tapi suara ini begitu nyata, apakah mungkin itu Kyuhyun oppa?" sungmin berdialog dengan hatinya. Namun karena rasa penasaran yang begitu tinggi, Sungmin membalikkan badannya ke belakang. Ia melihat sosok pria tampan yang belakangan ini sangat sangat sangat ia rindukan. Ia melihat Kyuhyun, ia melihat suaminya ada di hadapannya. Mereka berdua sama-sama tak percaya kesempatan ini datang secepat itu. Mereka terdiam selama beberapa menit sebelum akhirnya mereka saling memeluk satu sama lain.
Kyuhyun memeluk Sungmin sangat erat, begitu pula dengan Sungmin. Ia melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun dan menyembunyikan wajahnya di dada Kyuhyun begitu lama. Mereka sama-sama melepas kerinduan yang selama ini menumpuk begitu tinggi. Setelah sekian lama, Kyuhyun mendengar isakan dan kemeja bagian depannya terasa basah. Ia pun menangkupkan tangannya di kedua pipi mulus Sungmin dan mengusap lembut air mata yang terus mengalir dari mata indahnya.
Ia kembali memeluk Sungmin erat, berkali-kali ia mengecup puncak kepala yeoja manis itu. Ia kembali menangkupkan kedua tangannya di pipi Sungmin dan menatap mata Sungmin intens. "Mianhae." Kyuhyun mengucapkan kata itu lalu mencium kening Sungmin. Ia kembali menatap mata Sungmin dalam. "Bogoshipeo." Kata-kata itu dilanjutkan dengan sebuah ciuman di pipi kanan dan kiri Sungmin. Untuk ketiga kalinya, Kyuhyun menatap mata Sungmin sangat dalam. Ia pandangi lekat-lekat manik mata hitam yang bagi Kyuhyun sangat indah itu. "Jeongmal saranghae Cho Sungmin." Kyuhyun menempelkan bibirnya di bibir plump milik Sungmin. Begitu lama, dalam dan hangat. Banyak sekali perasaan yang tersalurkan dari mereka berdua saat ini. Ciuman yang menggantikan kekosongan hati masing-masing selama beberapa bulan terakhir. Ciuman tersebut berubah menjadi lumatan-lutaman kecil sebagai penyalur rasa rindu mereka terhadap pasangan.
Kyuhyun mengakhiri ciuman tersebut dan kembali membawa Sungmin dan pelukannya yang hangat dan sangat erat. Sungmin tak bisa berkata apapun, ia terlalu bahagia dengan keadaan ini. Ia terus memeluk Kyuhyun sebelum ia merasakan kesesakan di bagian perutnya.
"Kyuuu oppa, jangan memelukku terlalu erat. Perutku.." ucap Sungmin memandang wajah Kyuhyun.
"Wae chagi. Kau sakit eoh?" Kyuhyun sangat khawatir terhadap kondisi Sungmin.
"Bukan aku, tapi Cho junior di dalam sini." Sungmin tersenyum manis seraya mengusap perutnya lembut.
"Mwooo? Apa kau bilang? Cho junior? Berarti kauuu-" Kyuhyun sangat terkejut mendengar ucapan Sungmin.
"Ne, anak kita oppa." Sungmin tersenyum melihat ekspresi kebingungan Kyuhyun.
"Anak kita? Yaaaa! Aku akan jadi ayah. Cho Kyuhyun akan jadi ayah!" Kyuhyun berteriak sambil meloncat kegirangan. Ia berlutut di hadapan Sungmin dan segera mencium perut yeoja itu. Setelah itu ia bangkit dan kembali membawa Sungmin dalam sebuah ciuman panjang. "Gomawo Cho Sungmin, jeongmal gomawo."
T.B.C
