Suikoden Destiny

Chapter 5

The Captor

"You betrayed us... then I'll too!!!"

Para jiva terbang rendah melintasi hutan dan gunung, mencoba untuk menghindari perumahan penduduk. Sampailah mereka di perbatasan Soren dan Heleison. Pos-pos penjaga perbatasan berdiri tegap dengan dinding batu besar.

"Ryan ... kita turun disini..." kata Karl padanya.

"Kenapa ?" tanya Ryan mengikuti Karl.

"Kita tidak bisa melewati perbatasan dengan Cryslik, penjaga border itu pasti tahu."

"Bukannya kita bisa terbang tinggi?" tanggap Ryan.

"Apakah kau sanggup?" balas Karl dengan dingin. "Cryslik tunggangan kita kecapean. Kita sudah terbang selama 3 hari tanpa berhenti. Ditambah lagi, Apalak kamu sanggup melihat Enhart yang terluka itu terbang lebih tinggi lagi?" tanya Karl, suaranya terdengar sedikit sinis.

"Aku ..." Ryan dia terdiam sebentar. "Maafkan aku..."

"Tentang apa? Bukannya hal itu sudah berlalu..."

Ryan mengikuti langkah Karl dari belakang. "Bagaimana dengan mereka?" katanya sambil menunjuk kepada kedua Cryslik di belakang.

"Kate yang akan mengarahkan Cryslikmu dari udara." Sekejap langsung, Enhart dan kate terbang ke angkasa, menghilang di balik awan.

"Ayo..." Karl terkesan sangat berbeda dengan biasanya, dia kelihatan sangat shok, tapi Ryan tidak dapat berbuat apa. Ryan mengikuti Karl dari belakang menuju benteng perbatasan.

"Halt! Ini perbatasan Soren dengan Heleison. Orang tanpa izin dilarang lewat!" Karl merogo pocket celananya dan memberikan sesuatu pada pengawal itu. Seperti selembarang kartu dan gemercing logam kepada penjaga itu. Karl berbicara dengan suara pelan dengan penjaga itu, dan seketika orang tersebut mengangukan kepalanya.

"Silakan lewat."

Ryan sedikit bingung mengapa mereka dapat lewat begitu saja. 3 langkah melangkah dari Perbatasan Soren - Heleison. Penjaga itu langsung menangkap Ryan.

"A-Apan ini!!? Lepaskan!?" Teriak Ryan, kekuatan tangan penjaga itu membuatnya kesakitan. "Karl!?"

"Maaf Ryan... tapi bagaimana juga, mereka tidak mau mendengarkanku. Bangsa Heleison tidak suka dengan pendatang asing. Juga mereka melaksanakan penangkapan Bangsa Errhean yang dikira mengancam keberadaan mereka."

"T-Tapi Karl! Kau juga-!!?"

Selembar kain menutup mulutnya dan kain hitam pun disarungkan pada kepala Ryan. Tangannya diikat dengan tali begitu juga dengan kakinya.

"Selamat tinggal Ryan..."

Tiba-tiba saja sesuatu besar dari langit terbang dengan cepat ke arah Ryan.

"Kyuuu!!!!!"

Ryan mengenal jeritan suara ini. Ini milik Enhart! Pergilah Enhart! Dia berharap suaranya walau tidak terdengar dapat sampai kepada Enhart.

"Kyuuuuu!!!!"

"Tangkap makhluk itu juga!!! Sekarang!!!"

Ryan mencoba melawan, melawan dengan keras.

"Tidurlah dengan tenang!!!" Hantaman keras di kepalanya, membuatnya pingsan begitu saja.

"Enhart..."

to be continue...

Next Chapter : Fate of Two Persons