Eugenie : Baiklah, sodara-sodarii sekalian.. Sekarang saiia akan melanjutkan fanfic yg sudah lama kita tunggu-tunggu chapter 2-nya.. (ih, geer.. Sapa lage yg nunggu...)

Gakuto : Yujiiiin!!! Tunggu!!

Eugenie : Sapa loe?? Gag sopan, manggil nama gue sembarangan!!

Gakuto : Pokoknya gw mau protes!! KENAPA GW JADI SUPER OOC GITUH???!!

Eugenie : Byar asik.. hehehe.. Udah sono.. Ntar gag gw gaji loh..

Gakuto : Hueee.. Yushi.. Yujin jaat...

Yushi : Sudah yah.. cup.. cup.. Emang si Yujin ntuw mesum en bejadh..

Eugenie : APA LOE BILANG??!! –nembakin Yushi pake machine gun-

Yah, pokoknya selamat menikmati deh!!

----------------------------------

Kenya kembali ke Osaka. Sesampainya Ia di stasiun, seorang cowok berambut hitam menyambutnya.

"Kenya-kun!! Aku sudah menunggumu!!!" Cowok berambut hitam itu pun memeluk Kenya.

"Zaizen.. Aku kan hanya pergi sebentar.." Kenya balas memeluk Zaizen malu-malu.

"Habisss... Aku tidak bisa berpisah sedikit pun darimu.. Aku selalu kangen kamu..." Zaizen berkata dengan imutnya. Muka Kenya memerah.

"Hoi.. Pasangan baru..."

Anggota Shitenhouji lainnya muncul.

"Hah.. Aku tidak melihat kalian.." Kenya berkata dengan malu-malu. Dari tadi Ia tidak menyadari kehadiran anggota Shitenhouji yang lain, sehingga Ia balas memeluk Zaizen dengan eratnya.

"Sudahlah.. Kami sudah tahu kalau kalian itu sudah jadian seminggu yang lalu.." Kata Chitose sambil nyengir.

"Kau 'menembak' Zaizen seminggu yang lalu di belakang sekolah kan?? Kemudian kau mengajak Zaizen berkencan ke toko ramen Hagakure.." Tambah Koharu.

(Eugenie : Ada yang tauk Hagakure gag?? XDD)

"Ahhh!! Dasar penguntit!!!" Teriak Kenya histeris. Mukanya memerah seperti tomat.

"Kenya-senpai.. " Panggil Kintaro.

"Hmm??"

"Nanti kalau Zaizen-senpai ditembak, dia bisa mati..." Katanya polos. Semua anggota Shitenhouji tertawa terbahak-bahak. Zaizen hanya tersipu-sipu malu.

"Zaizen-senpai, ditembak di mana?? Pakai apa?? Machine gun?? Rifle gun??" Tanya Kintaro bertubi-tubi.

"Zaizen-kun ditembak pas di hatinya.. Dengan memakai panah.." Jawab Yuuji. Ia pun dipelototi Kenya.

"Mmmm, ecstasy.." Kata Shiraishi tidak jelas. Mereka pun kembali ke Shitenhouji sambil tertawa-tawa.

TOKYO

Gakuto baru tersadar dari tidurnya, eh, pingsannya.

"Hmmm.. Di mana aku??" Tanyanya setengah sadar. Ia melihat Yushi Oshitari tertidur di sampingnya.

Rupanya dari tadi Yushi menjagaku, pikir Gakuto dalam hati. Ia pun tersenyum-senyum tidak jelas sambil membelai lembut rambut Yushi.

"Hmm??" Tiba-tiba saja Yushi terbangun. Gakuto buru-buru menarik tangannya.

"Ah, Yushi.. Kau sudah bangun.." Gakuto memelankan suaranya, "Terima kasih karena kau menjagaku.."

"Hmmm, kamu berat sekali, jadi aku ketiduran karena kelelahan membawamu kemari.." Jawab Yushi santai.

Buaaakkkk... Yushi kena tamparan telak dari Gakuto.

"Dasar cowok nggak romantis!!" Omel Gakuto.

"Hahahaha.. Aku bercanda.." Yushi memegang pipinya yang kena tamparan Gakuto, "Kamu ringan kok.. Dan lembut..."

Tiba-tiba mimik wajah Yushi berubah.

"Kau lembut.. Seperti anak perempuan.."

"Yushi??" Gakuto menjadi takut sendiri.

"Gakuto.."

Gakuto selalu takut jika Yushi sudah berwajah mesum seperti itu. Tiba-tiba saja Yushi memeluk Gakuto.

"Gakuto... Mungkin kau tidak tahu, kalau aku selalu memperhatikanmu.. Bahkan sejak kita masih SD.. Kau yang selalu ceria dan bersemangat.. Kau juga selalu ada untukku.. Bahkan sampai sekarang.. Kau masih ada di sini untukku..."

"Yu.. shi.." Gakuto bahkan merasa sesak karena Yushi memeluknya terlalu erat.

"Gakuto... Maukah kau jadi pacarku??"

Gakuto terdiam. Mukanya memerah.

Mereka pun terdiam.

END CHAP 2

Zaizen : Yujin, kenapa gue jadi OOC juga??

Eugenie : Ehehehehe.. Byar tambah seru..

Zaizen : MAKANYA, JANGAN NONTON SINETRON MLULU!!! –nembakin Eugenie pake bazooka-

Ditunggu yah Chap 3-nya!!

Kenapa jadi kayak sinetron gini yah?? XDD

Ditunggu aja deh, lanjutannya..

Pliz comment..