"Kutunggu jawabanmu..."
Gakuto melangkah dengan lunglai. Hahh, Yushi.. Ia mendesah pelan.
Kita kembali ke 2 hari yang lalu..
Setelah Yushi 'puas' memeluk Gakuto, Ia pun kembali menanyakan Gakuto tentang perasaannya kepada Yushi.
"Gakuto, apa jawabanmu?? Kau menerimaku atau tidak??" Tanya Yushi penasaran. Gakuto melongo.
"A... Aku.."
"Baiklah, aku akan menunggu jawabanmu.. 3 hari lagi di belakang sekolah, jangan lupa.." Jawab Yushi singkat, lalu Ia meninggalkan Gakuto yang masih cengo.
Gara-gara hal itu, Gakuto jadi tidak bisa berpikir dengan jernih. Bahkan, ulangan matematika-nya mendapat nilai 3 kemarin.. Padahal biasanya dapat 6..
Gara-gara hal itu juga, Ia selalu bingung jika Yushi lewat di depan matanya. Ia malah terdiam dan membiarkan Yushi lewat begitu saja, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Mereka pun tidak pernah menyapa lagi.
ARRRRRGGHHH!! Gakuto mengucek-ngucek rambutnya. Ia melewati stasiun kereta api Tokyo, dan kebetulan saja Ia melihat sesosok orang yang Ia kenal.
"Kenya??" Panggil Gakuto. Cowok itu pun menoleh.
"Oh, Gakkun.." Panggil Kenya sok akrab. Kenya langsung dipelototi Zaizen yang sedari tadi ada di sampingnya.
"Sedang apa kau kemari??"
"Hah, biasalah.. Sepertinya bingkisan yang dikirimkan ibuku waktu itu salah, jadi aku kemari lagi untuk mengantar bingkisan yang benar.." Kenya mendesah, "Dasar ibu-ibu.."
Gakuto tertawa kecil. "Lalu, yang di sebelahmu??"
"Zaizen Hikaru.." Jawab cowok itu ketus. "Pasangan double Kenya.."
Zaizen memberikan penekanan pada kata 'pasangan'. Gakuto sudah bisa menebak kalau Zaizen tidak suka kalau Ia dekat dengan Kenya.
"Nah, aku akan ke rumah si mesum itu.. Zaizen, Gakuto.. Kau ikut??"
"Oke.." Zaizen langsung menghampiri Kenya.
"Mmm, tidak deh.." Gakuto menolak dengan halus. Mana berani aku ke rumah Yushi saat ini?? Pikir Gakuto dalam hati.
"Oh, ya sudah.. Kalau begitu, aku pergi dulu.."
"Tunggu.."
Tiba-tiba saja Zaizen menghentikan langkahnya. "Kenya-kun, kurasa sebaiknya aku di sini saja menemani Gakuto.."
Gakuto bingung. "Ya sudah.. Jangan pulang sendiri, oke?" Jawab Kenya, kemudian Ia mencium dahi Zaizen pelan.
"Mau apa kau??" Tanya Gakuto.
"Tidak.. Aku hanya merasa kau tertarik dengan cowokku.." Jawab Zaizen masih dengan ketusnya.
Aduuhh, masalah lagi.. Pikir Gakuto dalam hati.
"Bagaimana kalau kita tentukan dengan tennis?" Tanya Zaizen.
"Baiklah.." Gakuto tidak ada minat untuk melawan Zaizen, tapi , anggap saja ini sebagai latihan.. Pikirnya.
----------------------------------------
Karena Gakuto maupun Zaizen adalah pemain double, tentu saja mereka kurang bisa bermain single. Gakuto mulai kewalahan menghadapi Zaizen.
Huahh.. Ternyata orang ini kuat juga.. Gakuto mulai pasrah,
Coba saja di sini ada Yushi...
Yushi...
Gakuto terdiam. Ia baru saja menyadari arti kehadiran Yushi dalam hidupnya. Yushi bukan hanya sekedar teman atau partner double-nya, tetapi lebih dari itu.
Ketika Gakuto sedang bersedih, pasti ada Yushi untuk menghiburnya..
Ketika Gakuto sedang senang, pasti ada Yushi untuk bersamanya..
Ketika Gakuto sakit, Yushi selalu menjenguknya atau menelponnya..
Yushi...
"Aku menyerah.." Kata Gakuto tiba-tiba, "Aku ini pemain double.. Aku memang tidak bisa bermain single.."
Zaizen heran ketika melihat Gakuto yang malah terlihat senang setelah dikalahkan.
"Zaizen-kun, terima kasih.." Gakuto tersenyum, "Sekarang aku tahu apa jawabanku.."
Gakuto pun pergi meninggalkan Zaizen, sementara Zaizen kebingungan.
"Tunggu!!" Panggil Zaizen. Gakuto menoleh.
"Maaf sudah menilaimu yang buruk-buruk.. Sepertinya kita bisa jadi teman baik, iya kan?" Zaizen mengulurkan tangannya, "Bagaimana?"
Gakuto menjabat tangan Zaizen, "Iya.. Lagipula aku tahu perasaanmu pada Kenya-kun.."
"Ih, sok tahu!!"
Tiba-tiba saja Gakuto dan Zaizen menjadi akrab, padahal beberapa menit yang lalu mereka bertengkar hebat.
Kita kembali ke Kenya..
Kenya sudah sampai di kediaman sepupunya itu. Ibu Yushi pun menyambutnya.
"Eh, Kenya-kun... Mari masuk.."
"Ah, tidak tante.. Ditungguin.." Jawab Kenya.
"Ah, baiklah.. Sepertinya ini kiriman yang benar ... Maaf ya sudah merepotkan.."
Ibu Yushi membuka bingkisan tersebut, lalu Ia menunjukkan tampang kusut.
"Kenya-kun.. Sepertinya kirimannya salah lagi.."
"AAAARRRRGGGGHHH!!!!" Teriak Kenya frustasi. Ia harus bolak-balik dari Osaka-Tokyo sekali lagi.
END CHAP 3
Pliz review!!!
Tunggu chap terakhirnya yahh!!
