Chap……………………

Chap…………………….. 3!!

Makasih bwt semua yang nge-review, maaf tak di balas karena saya lagi gak boleh internet-an akibat tagihan Telepon yang mencapai Rp.700.000,-

--

"Sai, gawat nih!!"ujar Kiba menepuk pundak Sai dengan penuh ketakutan.

"Kenapa?"tanya Sai.

"Para fanboy-nya Ino kayak marah ama kita deh"sambung Naruto.

"Gak apa-apa kok. Santai aja"balas Sai.

"Ya lu gak apa-apa, soalnya lu 'kan udah jadian ama Ino. Kalo di gangguin, pasti Ino nolongin lu"komen Kiba.

"Jadian? Kata siapa? Nyali gue belum segede gitu buat nembak dia"komen Sai.

"Hah, gue kira udah"ujar Naruto dan Kiba.

"Gak usah kompakan deh"komen Sai.

Di lorong sekolah...

Tenten sedang tergesa-gesa membawa buku milik perpustakaan yang ia pinjam.

BRUK

Ia bertabrakan dengan seseorang, seseorang yang amat tampan(TAbok Menggunakan PANci).

"Ma..maaf, aku sedang terburu-buru"ujar Tenten yang dengan cepat meminta maaf.

"Tidak, apa-apa. Sepertinya kamu kerepotan, boleh aku bantu?"tanya Orang tersebut.

"Ah...terima kasih, tapi itu tidak perlu"

Orang tersebut menyerahkan buku itu kepada Tenten..

"Ini, bukumu mm..."Orang tersebut tidak mengenal Tenten.

"Aku Tenten!! Kelas 3-B!!"ujar Tenten bangga.

"Ah, begitu. Aku Neji, kelas 3-A. Ini bukumu"

"Terima kasih"ujar Tenten.-blushing-

Tenten langsung lari meninggalkan Neji.

Di lorong sekolah, Ino dan Hinata sedang berjalan menuju toilet cewek. Ketemu ama seorang cewek yang dandanannya gak manis, tapi gak pahit juga. Kesannya pendiam, padahal over-acting.

"Eh, si mbok"ejek Ino.

"Heh, diem deh. Gw gak ada urusan ama lu, gw ada urusannya ama Hinata"

"Knapa mbok?"tanya Hinata.

"Bentar lagi anak kepala sekolah bakal ngadain pertandingan lawan anak-anak klub basket di sini 'kan?"

"Ya, trus kenapa?"tanya Hinata.

"Gw nantangin lu, pas pertandingan nanti..."

"Mbok Deidara mau nantangin saya buat ngapain?"tanya Hinata.

"Gw nantangin lu buat support tim basket lu, se-enerjik mungkin, se-riang mungkin, se-aktif mungkin dan kalo tim tersebut menang, cheers dari tim tersebut menang"jelas Deidara.

"Gw agak gak ngerti mbak ngomong apa, tapi gw terima deh"ujar Hinata.

"Ya!! Persaingan harus adil lo!!"ujar Deidara.

"So pasti donk!!"ujar Hinata.

Di dalam loker, Gaara bersembunyi sambil mencatat apa yang mereka bicarakan.

"Berita bagus, berita bagus..."batin Gaara senang.

"Hai, Kiba, Naruto"sapa Konan.

"Hai kak. Mau kemana?"tanya Kiba.

"Ya mau nyiapin pertandingan basket lah"ujar Konan sambil tersenyum.

"Ada kak Pein kan?"tanya Naruto sambil tersenyum lebar.

"Ah, kamu ini. Ya pasti lah, orang dia yang menyelenggarakan"ujar Konan.

"Ciee..."

"Udah ya, kakak mau pergi dulu"ujar Konan.

"Iya kak. Daah"balas Kiba dan Naruto.

"Siapa tadi?"tanya Sai.

"Ooh, tadi itu kakak alumni"jawab Kiba.

"Kok bisa ikut partisipasi lomba di sini sih?"tanya Sai.

"Suka-suka orang dong kalau mau"ujar Naruto.

"Trus, yang namanya kak Pein itu siapa?"tanya Sai.

"Itu anak kepala sekolah. Masih suka ngadain event di sini, mulai dari pensi, pertandingan, ampe party"ujar Kiba.

"Asyik tuh"ujar Sai.

"Kiba, waktunya ngumpul. Semua anggota dapet informasi baru"ujar Chouji.

"OK!!"ujar Kiba.

Di markas yang berupa rumah pohon...

"Lo dapet apa?"tanya Kiba.

"Gw dapet informasi yang bagus banget!! Yang unik!! Yang wajib di bicarakan!!"Gaara pake puji-puji dulu.

"Ya...ya...puji-pujinya nanti"komen Naruto.

"Gw denger Hinata bakal taruhan ma Deidara di pertandingan basket nanti"ujar Gaara.

"Apa?!"tanya Naruto kaget.

"Ya, trus apalagi?"tanya Kiba.

"Gw denger, nanti yang bakal tanding adalah anak basket di sini lawan alumni"ujar Kankurou.

"Anak basket yang sekarang ini maksud lo?? Ngelawan alumni?!"tanya Kiba dan Naruto.

"Trus gw denger, katanya bakal ada yang di tembak di ruang ganti anggota basket cowok"ujar Chouji.

Naruto dan Kiba berubah ekspresi dari kaget jadi evil smile. Mereka melirik Sai...

"Apa?"tanya Sai.

"Lo punya kamera?"tanya Kiba.

"Punya, trus kenapa?"tanya Sai.

"Pas pertandingan nanti, lo ama gw bakal ngintai di ruang ganti. Kalo orangnya dateng, kita foto diem-diem buat di pasang di mading sekolah"ujar Gaara.

"Gak usah lo deh, gw aja. Lo moto yang taruhan aja, trus hasilnya gak usah tempel di mading. Kita sebarin aja"usul Kiba.

"Boleh tuh"ujar Kankurou dan Chouji.

"OK, kalo gitu... pas pertandingan nanti, semua bertugas dan hasilnya kita sebarin"ujar Naruto.

"Ya!!"balas semua.

Hari Pertandingan...

Hinata sedang mengikat tali sepatunya, kemudian Deidara menghampiri...

"Gw yakin, gw bakal menang"ujar Deidara.

"idih, pede amat. Emangnya kenapa ampe segitu pedenya?"tanya Hinata.

"Soalnya 'kan ada kak Sasori, hm!!"ujar Deidara.

BZZZZZT

Hinata dan Deidara bertatapan tajam...

"Yak!! Semuanya, hari ini DJ Tobi ama DJ Zetsu dateng lagi nih. Hari ini bakal ada pertandingan basket antara anak basket alumni melawan anak basket yang sekarang"ujar bagian putih Zetsu.

"Hahh, ngapain sih kita dateng lagi ke sini? Ngebosenin tau"ujar bagian Zetsu yang item.

PLEASE STAND BY

"Mohon maaf, orang sebelah saya emang kasar. Harap maklumi"ujar bagian putih Zetsu.

"Mmmmh!! Mmmh!!"bagian item meronta-ronta tapi gak bisa, cuz mulutnya di selotip.

"Yah, makasih buat sambutannya Zetsu-senpai. Dari sisi kiri, ada alumni yang memakai seragam basket warna hitam dengan angka berwarna merah. Anggotanya adalah...Kak Pein pastinya, Kak Itachi, Kak Kakuzu, Kak Sasori, dan Kak Kisame!! Yeah!! Lalu, di sisi kanan ada anggota basket yang sekarang memakai seragam kuning. Anggotanya adalah Naruto, Sasuke, Shikamaru, Neji dan Lee!!"ujar Tobi.

"Ok, Hinata. Pertandingan akan segera di mulai. Apa kau siap? Hm"tanya Deidara.

"Aku siap!!"

FIIIIT

Akan berlanjut...