Thinks of You
-Chapter 2-
'Shiraishi, setahuku, mengembalikan serve itu gampang de.' Kata Kenya pada Buchou-nya itu
'Aku tidak tahu kalau mereka menserve bola ke arahku.' Jawab Shiraishi membela diri
'Memang apa yang kau lakukan saat itu?' tanya Kenya lagi
'Shiraishi-han sedang melihat ke arah gadis itu, sepupu Kin-han.' Jawab Gin menggantikan Shiraishi
'Ehh?? Benar itu??' tanya Kenya dengan semangat. 'Kau sudah pindah hati, Shiraishi?'
'Gadis itu..yang tadi pagi..yang berjalan dengan Zaizen..tak kusangka..'
'Maksudmu, Kei-Chan?' tanya Kin-Chan
Yang lain hanya diam menatap Kin-Chan, selain Shiraishi tentunya. Tak disangka UKS telah didepan mata. Gin membuka pintu UKS. NGEEEEKKKK…. Pintu Uks terbuka dan ternyata Touyama Keita lah yang membukakan pintu. 'Ada apa ini?' tanyanya melihat segerombolan regular tennis. Regular-regular itu hanya menganga terkejut. (selain Shiraishi tentunya..)
'Kei-Ch…mmmpphhhhh!!' Mulut Kin-Chan disumbat oleh Koharu dan Yuuji. 'Ssstttttt!! Diam….!' Bisik mereka berdua sambil melirik Gin dan Kenya.
Gin dan Kenya yang memahami bahasa mata itu tersenyum. ' Anoo, dokter, pasien ini terkena bola di kepalanya. Tolong dirawat yah.' Kata Kenya sambil mendorong tubuh Shiraishi ke Keita. Keita terkejut melihat pasien itu.
'Ahh..ehh..ba-baiklah..baringkan tubuhnya disana.' Katanya sambil menunjuk ke arah kasur empuk UKS Shitenhouji. Gin dan Kenya segera membaringkan Shiraishi dan menutup pintu UKS rapat-rapat. Setelah menutup pintu, mereka mengintip di luar UKS.
Shiraishi yang terbaring di UKS hanya bisa pasrah, matanya gelap, tidak dapat melihat apapun.
'Tenanglah, ini hanya kebutaan sementara kok. Ingat dengan mata Fuji Syuusuke dari Seigaku saat melawan Kirihara Akaya di Final Kantou?' ujar Touyama menenangkan Shiraishi.' Paling 1/2 jam lagi, matamu akan kembali normal.' Lanjutnya sambil mengompres mata Shiraishi dengan bantal dingin. ¹
'Benarkah? Tak kusangka Fuji-kun juga pernah mengalami hal seperti ini. Bagaimana kau bisa tahu?' tanya Shiraishi
'Haha..aku punya banyak mata-mata di sekolah lain..oh iya, Shiraishi-San, kenapa kepalamu bisa terkena bola?'
'Aku..eh..saat temanku sedang serve, aku sedang melihat ke arah lain. Haha..bodoh ya?'
'Ehmm..memang apa yang kau lihat?'
'Hmm..haha…hanya memandangi seseorang.'
'Waaa…siapa yang kau pandangi? Perempuan?'
'Yaaa..begitulah..' cerita Shiraishi. 'Tapi sayangnya, perempuan itu pacar juniorku.'
'Oh ya? Kau suka pada perempuan itu?'
'Haha..kok malah jadi curhat..', tawa Shiraishi.' Hoaaaemmm..' Shiraishi menguap
'Tidurlah, nanti aku akan membangunkanmu.' Jawab Keita sambil tersenyum. Ia bersyukur karena sekarang mata Shiraishi buta sementara, kalau tidak, Ia tidak tahu seberapa malunya dia. Sejak Shiraishi masuk ke UKS, muka Keita merah sekali dan jantungnya berdegup kencang. Ia penasaran dengan perempuan yang Shiraishi lihat.
Chitose yang terlambat datang latihan terkejut karena hanya melihat Zaizen seorang di lapangan. 'Yang lain kemana?' tanyanya pada Zaizen.
'Hmm..yang lain sedang mengantar Buchou ke UKS. Kepala Buchou terkena bola dari Koharu dan Yuuji senpai.'
'Kau tidak ikut?'
'Tidak. Aku malas.'
'Zaizen-kun, kurasa kau harus sedikit belajar tentang kepedulian. Ayo kita susul mereka!' Chitose menarik lengan Kouhai-nya.
'Lepaskan ak..!' teriakan Zaizen terhenti sehingga seniornya bingung.'Baik, ayo kita susul mereka!' katanya penuh semangat, bibirnya menyeringai. Chitose terkejut dengan perubahan yang mendadak dari Zaizen, tapi memilih untuk diam.
Sesampainya Zaizen dan Chitose ke UKS, mereka melihat regular yang lain sedang mengintip ke dalam UKS. Zaizen segera berlari menuju senpai-senpainya dan ikut mengintip, namun Yuuji dan Koharu menangkapnya, menutup matanya dan menjauhkannya dari ruang UKS. Chitose yang melihat adegan itu hanya terdiam kebingungan.
'Arrrggghhh!! Lepaskan aku!!' teriak Zaizen melepaskan diri. 'Apa sih yang kalian lakukan??'
'Maaf kouhai, lebih baik kau tidak dekat-dekat dengan UKS, nanti kau sakit hati.' Kata Koharu dan Yuu bersamaan sambil menutup mata dan mulut Zaizen, tapi regular kelas 2 itu berhasil memberontak.
'Aduduh!! Pokoknya lepaskan aku!! Memang ada apa di dalam??' teriak Zaizen pada senior-seniornya dengan marah. Koharu dan Yuu sampai berpelukan karena takut.
'Zaizen! Dengarkan aku. Di dalam sini ada pacarmu dengan Shiraishi Buchou.' seru Kenya. 'Tapi tolong berilah kesempatan pada Buchou untuk..'
'Tunggu sebentar..pacarku??' Zaizen kebingungan.'Aku masih single kok.' lanjutnya,'Jangan-jangan…maksudmu Keita?'
'Kei-Chan tidak pacaran dengan Zaizen!!' teriak Kin-Chan tiba-tiba, Zaizen mengangguk-angguk membenarkan.
'Lho? Jadi kalian tidak pacaran?'
'Ehhmm…memberi Buchou kesempatan? Maksudmu. Buchou suka Keita?' Zaizen balik bertanya
'Eeeehhhhh?? Memang Shiraishi..mmpphhhh!!'
'Sssttt…diamlah Kin-Chan!!' Yuu dan Koharu mendiamkannya.
'Hmm..memang sepertinya Shiraishi ada hati pada Touyama san, kau bisa menjaga rahasia kan?'
Zaizen terdiam sejenak, lalu tertawa sejadi-jadinya.
'Apa yang kau tertawakan?' tanya Kenya
'Haha…tadi..tadi Keita juga bilang kalau Buchou itu tipe laki-laki kesukaannya..haha..kebetulan?'
'Heehhh?? Benar itu??' tanya Kenya, Koharu & Yuuji bersamaan, Zaizen hanya mengangguk. Kin—Chan yang terlepas dari Yuu&Koharu hendak berteriak lagi, namun kali ini dicegah oleh Chitose.
'Shiraishi dengan siapa?' tanya Chitose.
'Kapan-kapan kami ceritakan.' Kata Kenya. 'Ziazen, kalau begini jadinya, Shiraishi sungguh beruntung ya..Bagaimana kalau kita goda sedikit?'
'Nah-nah..Bagaimana kalu Zaizen-kun pura-pura menjadi pacarnya Touyama Chan?' ide Koharu
'Boleh itu…Buat Shiraishi cemburu!!' tambah Yuuji. 'Kau memang jenius Koharu!!' lanjutnya sambil memeluk Koharu
Zaizen, Koharu & Yuu serta Kenya saling bertatapan, lalu masing-masing dari mereka menyeringai.
'OK!! Deal!!' teriak mereka berempat bersamaan
'Kita buat Shiraishi Buchiu berusaha!!'
'Kita persulit juga usahanya..'
'Apa sih yang sebenarnya kalian bicarakan?' tanya Chitose kebingungan. Kin-Chan juga kebingungan, tapoi pertanyaan mereka tidak terjawab. 4 orang aneh dari Shitenhouji itu malah menari-nari di depan UKS.
Keita yang sedang mengamati Shiraishi terkejut karena tiba-tiba Shiraishi terbangun. Shiraishi mencoba untuk duduk dan melepaskan kompres yang tadi diletakkan di matanya. Saat itu pula, Keita langsung menyodorkan tangannya di depan wajah Shiraishi.
'Ini berapa?' tanya Keita pada Shiraishi
'Dua...mataku sudah normal kok.' jawabnya. Lalu Shiraishi hendak bangun dari tempat tidur dan wajahnya bertemu dengan wajah Touyama Keita. Muka Shiraishi mendadak memerah.
'Eeeeehhhh?? Kenapa kau?? Mukamu merah sekali!!'
'Apa yang kau lakukan disini??' Shiraishi balik bertanya
'Ehmmm...Aku asisten dari Yama sensei.'
''Ohhh...guru UKS itu.' Shiraishi menjawab tanpa memandang wajah Touyama Keita. 'Setiap hari kau disini?'
'Iya, sepulang sekolah aku pasti disini. Eh, mukamu sudah tidak merah lagi.'
'yaa..mukaku memang merah setelah bangun tidur.'
'dasar aneh.'
'Aahhh...emmm..aku...aku mau kembali latihan.'
Tiba-tiba duo Koharu dan Yuuji masuk dan memeluk Shiraishi.
'Buchooouuu!! Maaf...' kata merka bersamaan sampai-sampai Shiraishi berpikir apakah mereka sedang dalam synchro mode.
'Iya..iya..tidak apa-apa..Ayo kembali latihan.' jawab sang Buchou
'Mau latihan apalagi Buchou? Sekarang sudah jam 5 sore.' kata Kenya, diikuti oleh Zaizen, Chiotose dan Ishida.
'Ehhh?? Aku tidur selama itu?' tanya Shiraishi sambil melepaskan diri dari pelukan Baka Couple itu.
Tiba-tiba Kin-Chan masuk ke ruang UKS dan langsung memeluk Shiraishi. Sang buchou yang dipeluk sampai teraru karena mendapat pelukan lagi.
'Shiraishi Chann...ayo pulang, Aku antar ya?' kata Kin-Chan, memandangi Buchounya itu yang kontan membuat seisi UKS tertawa terbahak-bahak.
'Kin-Chan..kau yang mengantarku atau AKU yang mengantarmu?'
'Aku yang mengantarmu!! Ayo pulang!! Kei-Chan, aku pulang duluan yah!' teriak Kin-Chan pada sepupunya yang ditanggapi dengan senyuman dan anggukan dari Keita. Muka Shiraishi memerah lagi melihat senyum dari Keita. Kenya, Zaizen, dan Baka Couple hanya cekikikan.
'Ayo pulang!! Daaaa Kei-Chan!!' seru Kin-Chan sambil menarik Shiraishi keluar dari ruang UKS
Semua reguler keluar dari ruang UKS kecuali Zaizen. Shiraishi yang melihat mereka berdua hanya menghela nafas. Chitose yang dari tadi tidak mengerti apa-apa tetap melongo kebingungan.
Sesampai Shiraishi di rumah, ia langsung ke kamarnya dan terjun ke tempat tidur. Sambil memeluk bantalnya, ia memikirkan Touyama Keita. Tak lama kemudian, ia tertidur.
TBC..
¹ : ehmm..hanya dalam cerita ini..namanya juga fiksi..haha
maap2 klo critanya jadi aneh..mang ga bakat..Hix2..
wakaka..thx for the support!!
