Chapter 3


Esok harinya, semua berjalan seperti biasa. Pelajaran seperti biasa, guru-guru yang seperti biasa, namun tidak dengan Shiraishi. Pada istirahat, biasanya semua regular Shitenhouji akan berkumpul di atap untuk makan bersama, tapi Shiraishi malah melewatkan kebiasaan itu. Ia malah ke UKS.

'Permisi.' Katanya sambil membuka pintu UKS

'Ya, ada keluhan apa?'

Shiraishi menghela nafas kecewa. Ternyata bukan Touyama Keita.

'Shiraishi kun dari kelas 3-2 ya? Ini untuk pertama kalinya kau kesini.' Kata Yama sensei

'Kedua kalinya.' Gumam Shiraishi pada dirinya sendiri. 'Aaahhh Sensei, aku…aku sakit perut.' Kata Shiraishi sambil memegangi perutnya.

'Haha..sayang sekali. Aku sedang ada urusan, jadi nanti asistenku saja yang mengurusmu. Sebentar lagi dia datang. Tunggu ya.'

Muka Shiraishi langsung cerah lagi.'Benar sensei?? Nanti Touyama datang?'

'Lho? Kau tahu Touyama?' melihat muka Shiraishi yang senyum-senyum itu, Yama sensei menyadari sesuatu. Jangan-jangan..

'Sensei!! Maaf, aku terlambat!!' seru Touyama Keita tiba-tiba saat memasuki UKS.'Tadi ada sedikit urusa…' kata-katanya terhenti saat melihat Shiraishi Kuranosuke.'Apa yang kau lakukan disini?'

'Shiraishi kun ini sakit perut. Tolong kau urus ya, Keita.' Kata Sensei itu pada Keita.'Ahh..itu ada Zaizen di depan…Keita, aku tinggal ya.'

Keita tidak menjawab. Ia masih terkejut dengan adanya Shiraishi di UKS. Muka kedua orang itu merah, kepala tertunduk dan tidak berani saling bertatapan.


'Zaizen kun!! Jangan masuk dulu!! Ada yang ingin kubicarakan.' Kata Yama sensei sambil menghalangi Zaizen masuk ke UKS.

'Apa-apaan si?? Aku mau masuk nih!''

'Shiraishi kun dan Keita…pacaran yah?'

'Ohhh..belum sih..tapi sepertinya akan deh..nanti kuceritakan sensei.'

Lalu, Zaizen dan Yama sensei menyerinagi.' Wahhh…Keita ada kemajuan ya.'

'Ehmm, kalau begitu sensei, aku mau masuk.' Kata Zaizen yang dijawab dengan senyuman oleh Yama sensei. Saat Zaizen masuk ke dalam UKS, Shiraishi dan Keita masih terdiam dengan muka memerah.

'Buchou, apa yang kau lakukan disini?'

'Ah..eh..ak..aku..aku sakit perut!!' jawabnya, salah tingkah.

'Ehmmm..sakit perut? Mau minum teh hangat?' tanya Keita yang juga salah tingkah.

'Bo-boleh..'jawab Shiraishi, sedikit lebih tenang.

Saat Keita sedang membuat teh hangat untuk Shiraishi, Zaizen mendatangai buchounya yang sedang duduk di tepi ranjang UKS.

'Buchou, aku yakin kau sudah tahu kalau Keita adalah pacarku, iya kan?' tanya Zaizen pada Buchounya sambil tersenyum. Shiraishi tidak menjawab, hanya memandangi kouhainya dengan pandangan tidak percaya.

'Aku tidak peduli siapa kau, buchou. Aku hanya ingin memperingatkanmu, jangan dekat-dekat dengannya ya.'

Shiraishi hanya terdiam, mencoba mencerna kata-kata Zaizen, meskipun sebenarnya ia telah mengerti maksud Zaizen.

'Ini tehnya.' Kata Keita tiba-tiba sambil menyodorkan segelas teh hangat yang diterima oleh Shiraishi yang kecewa. Lalu Zaizen menghampiri Keita dan memeluknya.'Kei Chann aku ke kelas dulu yah..'

'Ihhhhh..Hikaru!! Apa-apaan sih??' sahut Keita sambil melepaskan diri dari pelukan Zaizen.'Ok, ok..nanti aku susul.' Tambahnya.

'Daaa..Kei Chan..' lalu Zaizen melirik ke arah Shiraishi,'Daaa..Buchou..' katanya sambil menutup pintu UKS. Setelah pintu UKS tertutup, terdengar Zaizen tertawa terbahak-bahak.

'Ada apa dengan Hikaru?'

'Entahlah.' Jawab shiraishi sambil menyeruput tehnya.


Hari sudah sore ketika Shiraishi selesai latihan. Saat ia hendak berjalan keluar dari gerbang, ia melihat Touyama Keita, sendirian, tanpa Zaizen. Shiraishi berhenti di depan gerbang, menunggu datangnya sepupu Kin-Chan itu.

'Mana Zaizen?' tanya Shiraishi pada Keita saat gadis itu hendak melewatinya.

'Hah? Hikaru kun? Sudah pulang kan?'

'Dia tidak mengantarmu?'

Keita memandangi Shiraishi dengan tatapan aneh. Shiraishi sampai bergidik menerima tatapan seperti itu.'Oh..tidak ya?' tanyanya pada Keita, lalu ia memberanikan diri. 'Kalau begitu, mau pulang denganku?'

Keita terkejut mendengar pnawaran Shiraishi, mukanya memerah, namun akhirnya ia menganggukkan kepala tanda setuju.

Maka, mereka berdua berjalan menuju rumah bersama, namun sepanjang perjalanan, mereka hanya terdiam. Kepala tertunduk, muka memerah.

Tiba-tiba, rintik-rintik hujan turun. Shiraishi dengan refleknya menarik tangan Keita. Karena terkejut, muka Keita bertambah merah. Sesampainya di toko terdekat, Shiraishi baru sadar ia masih menggandeng tangan Keita. Ia melepasnya tiba-tiba.

'Ma…ma..ma-maaf!!' kata Shiraishi, salah tingkah. Keita hanya tersenyum.

Tak disangka, koharu dan Yuuji berada di dalam toko yang sama dengan mereka.

'Kurarin..Nanti kita lapor Zaizen yah??' bisik Koharu tiba-tiba di kuping Buchou-nya yang membuat Shiraishi hampir pingsan karena kaget.

'Koharu!! Kau selingkuh dengan Kuranosuke!! Kubunuh kau!!' seru Yuuji

'Aaaahhh Yuu kun..hanya kau cintaku…' kata Koharu sambil memeluk Yuuji

'Stop berhomo-homoan di tempat umum!!' seru Shiraishi

'Keita Chan.. kau hanya berduaan dengan orang bodoh ini? Haiyaaa,' kata Koharu tanpa mempedulikan Buchou-nya.

'Ini kami punya 2 payung, satu untukmu.' Yuuji menyerahakan payung berwarna pink pada Keita.

'Eh..terima kasih…Senpai tachi..'

'Kita pulang dulu yah!!' Koharu dan Yuuji berjalan keluar, berpayungan berdua.

'Daaa…' jawab Keita sambil berjalan keluar dan membuka payung pemberian kedua senpainya itu. 'Buchou, kau tidak mau ikut?' tanyanya pada Shiraishi yang terdiam

'Aaaaahhh…memang..aku boleh ikut??'

'Kau mau pulang sendiri?'

Shiraishi langsung menyusul Keita. 'Biarkan aku yang memegang payungnya.'

Keita terdiam membiarkan Shiraishi mengambil alih payungnya. Sesampai di rumah Keita, Kin-Chan yang membukakan pintu.

'Huwaaaa!! Shiraishi-Chan, Kei-Chan!! Ayo masuk!!'

'Ah…ehmm..tidak usah..aku..' Shiraishi menjawab dengan ragu-ragu. Tiba-tiba Keita menarik tangannya. 'Ayo masuk!' paksa Keita. Akhirnya Shiraishi meniyakan dan masuk ke kediaman Touyama.


Tbc..

ditunggu yah!!

1 chapter lage!!

thx for the support!!