Last Chapter


Hari-hari melesat dengan cepatnya, dan Shiraishi tidak sekalipun absen mendatangi UKS saat jam istirahat. Ia tidak peduli dengan Zaizen. Ia hanya ingin berada di dekat Keita, dan ternyata mereka akrab hanya dalam selang waktu yang singkat itu.

'Dokterrr…' Shiraishi memanggil Keita dengan suara manja. 'Aku sakit peruut…'

'Lagi?'

'Iya..lagi.'

'Aku heran..Ternyata ada ya orang yang setiap hari sakit perut.'

'Ada..aku kan?' jawab Shiraishi yang membuat mereka berdua tertawa terbahak-bahak.

Tiba-tiba, Yama Sensei masuk ke ruang UKS dengan Zaizen.

'Keita, kau sudah boleh istirahat. Biar aku yang mengurus Shiraishi-kun.'

'Aku akan membantumu, Sensei.' tambah Zaizen

'Ada apa memangnya?' tanya Shiraishi dan Keita bersamaan

'Keluarlah, Keita. Aku hanya ingin memberi pelajaran pada buchou yang kurang ajar ini!' seru Zaizen serius

Shiraishi langsung menghampiri Zaizen.' Apa maksudmu kurang ajar? Kau sendiri tidak pernah memperhatikan pacarmu ini!!' Shiraishi mengalihkan pandangannya pada Keita. 'Touyama Keita, aku minta kau segera memutuskan hubunganmu dengan Zaizen sekarang juga!!' katanya marah.

Hening...

'Apa sih yang kau..' Keita terhenti. Zaizen dan Yama sensei malah tertawa terbahak-bahak

'Sensei?? Kau dengar itu? Ahahahhahahhahah...lucu sekali..' tawa Zaizen

'Tak kusangka..Shiraishi kun..'

'Apa yang kalian tertawakan??' seru Shiraishi

Keita mencubit lengan Shiraishi sehingga Buchou itu mengeluarkan suara 'Ouch!'

'Kau sendiri?? Apa yang dari tadi kau bicarakan?? Aku? Hikaru??'

'Kalian pacaran kan?'

Tawa Zaizen dan Yama Sensei yang semula telah sedikit mereda, meledak lagi untuk yag kedua kalinya.

'Tentu saja tidakk!! Kau dengar gosip itu darimana??'

'Tapi..' kata-kata Shiraishi terhenti karena Zaizen mendekatinya, membisikkan sesuatu.

'Buchou..jangan salah ambil langkah ya..Ayo nyatakan cintamu sekarang.' bisik Zaizen sambil menepuk bahu Shiraishi, lalu bersama dengan Yama Sensei keluar dari UKS. Di luar mereka bertemu dengan Kenya, Koharu & Yuuji. Berlima, mereka mengintip apa yang terjadi di dalam.


Di dalam…

'Eh..jadi…'

'Sekali lagi kukatakan, Aku tidak pacaran dengan Zaizen Hikaru..atau dengan siapapun!!'

Mendengar itu, Shiraishi tertawa terbahak-bahak.

'Sekarang giliranmu yang menjadi sinting seperti merak.' Guma Keita

Shiraishi tidak menjawab, ia langsung menarik Keita ke dalam pelukkannya.

'Kau ini apa-apaan si!! Lepaskan aku!!' teriak Keita dengan muka memerah. 'Eh..ahh..kalua jantungmu berdetak sekencang ini bisa tiba-tiba meledak lho.' Kata Keita, berhenti memberontak.

'Jantungku akan benar-benar meledak kalau kau menolakku.' Jawab Shiraishi, bergetar. Mukanya tak kalah merah dengan muka Keita.

Dengan seluruh tenaga yang ia miliki, Keita mendorong tubuh Shiraishi sampai-sampai pemuda itu jatuh tersungkur.

'Apa yang tadi kau katakan, Shiraishi San?'

'Kuranosuke..panggil aku Kuranosuke.' Jawab shiraishi, terduduk di lantai. Sambil mengangkat sebelah tangannya, ia berkata,' Aku, Shiraishi Kuranosuke, memintamu, Touyama Keita, untuk menjadi pacarku. Kau bersedia?'

'Kau mabuk ya?'

'Kau menolakku?'

'Kalau memang benar kau ingin menjadi pacarku,' Keita berjalan menuju pintu dan membukanya, terlihat lima orang aneh yang sejak tadi mengintip sambil cekikikan itu menganga karena kaget tiba-tiba pintunya terbuka.' Teriakkan kalau kau suka padaku di luar!!' perintah Keita

Shiraishi langsung berdiri dan berlari keluar, bersiap untuk berteriak. Mata para pengintip langsung tertuju pada Shiraishi.

'STOP Kuranosuke!!' teriakan Keita menghentikan Shiraishi

Shiraishi berbalik, menatap Keita dengan tatapan tidak percaya. Kepala Keita hanya tertunduk, 'Ok, aku percaya padamu, Kuranosuke,' ucapnya. Shiraishi menghampirinya, memeluknya.

'Jadi, kau menerimaku kan?'

'Iya, iya..' jawab Keita, membalas pelukan Shiraishi.

Para pengintip hanya menatap mereka dengan tatapan terharu


Esok harinya, seluruh reguler berkumpul di kelas 3-2

'Kurarin…aku tahu..inilah saatnya melepaskanmu.' Kata Koharu sambil pura-pura terharu

'Shiraishi Buchou..selamat ya' kata Kenya, Yuuji dan Zaizen bersamaan

'Mudah-mudahan hubunganmu dengannya awet selalu, Shiraishi-han'

'Shiraishi-Chan!! Awas ya kalau kau membuat Keita menangis!!'

'Terimakasih semua.' Jawab Shiraishi senyum lebar menghiasi wajahnya.

'Tunggu-tunggu, Shiraishi dengan siapa?' tanya Chitose

'Kapan-kapan kami ceritakan ok?' jawab Kenya yang diikuti tawa dari reguler lainnya

Shiraishi hanya tersenyum puas sambil memandangi teman-temannya.

'Oh iya, Zaizen..kemarin kau bilang ingin memberiku pelajaran, apa itu? Aku pikir tentang Keita, ternyata bukan.'

'Aaahhh..itu..bukan apa-apa..' jawab Zaizen bergidik sambil melirik Kenya. Kenya pun salah tingkah karena pertanyaan tak terduga itu.

'Kau yakin?'

'Yakin..'

'Ehmm..kalau begitu, aku ke kelasnya dulu ya..daaa..'

'Daaaaa…Buchou….' kata para reguler, memandangi punggung Buchou mereka yang makin menghilang.

'Senpai!! Kalau tadi dia mendesak bertanya seperti itu, aku tidak tahu harus menjawab apa!!' seru Zaizen panik

'Aku juga..pelajarannya ya memang tentang Keita..' jawab Kenya

'Jadi, Shiraishi dengan siapa?' tanya Chitose tiba-tiba

'Haduuuuuhhhhh……Chitose…kapan-kapan kami ceritakan, ok?' jawab Kenya, Koharu & Yuuji bersamaan, sambil beranjak pergi meninggalakan Chitose.

'Eehhhh..Tunggu!!' teriak Chitose mengear teman-temannya yang sedang tertawa cekikian di koridor.


fin

26 Maret 2008

H. Yura

bsk ultah Shiraishi kun...Happy bDay darlin'..haha

maap klo endingnya jelek..udah putus saraf otakku..haha