A/N: Pertama-tama, untuk para pembaca lama saya yang kebetulan membaca author note ini maka saya ingin meminta maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyaman ini. Fic ini akan saya rencanakan untuk benar-benar dirombak, diperbaiki dengan maksud untuk meningkatkan kualitas cerita yang ada di dalamnya serta memaksimalkan plot cerita yang masih sangat jauh dari kata bagus. Selain itu saya juga berencana untuk menambahkan beberapa cutscene serta words di setiap chapter yang dirasa masih sangat kurang demi bisa memaksimalkan penggambaran dunia di dalam cerita ini.
Perbaikan pertama akan dimulai pada hari ini (02-12-2022) sampai hari yang tidak diketahui. Maka oleh karena itu saya ucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya sebagai penulis karena tidak bisa memenuhi ekspetasi kalian sebagai pembaca.
Akhir kata, terima kasih sebesar-besarnya kepada reader yang telah mendukung saya dengan cara membaca, me-review, mem-favorite, dan mem-follow fic ini sampai sekarang. Saya tahu bahwa cerita saya buat ini masih sangat jauh dari kata layak, namun saya masih setidaknya berkomitmen untuk bisa menamatkan fic ini terlepas dari jumlah review, favorite, maupun follow yang jauh dari apa yang saya inginkan.
.
.
.
How to Ex-Interstellar Nation Army Build Kingdom
Chapter 0
Prolog
(Revisi Tgl 02/12/2022)
.
.
.
Pertemuan pertama antara umat manusia dan bentuk kehidupan cerdas yang dikenal dengan "Arachne" dimulai pada tahun 2513 dalam Kalender Masehi atau Gregorian Calendar (GC), di planet Trappist 1F di sistem bintang kerdil yang berjarak 39 tahun cahaya dari Bumi.
Trappist 1F dulunya merupakan sebuah planet terjauh dengan pertanian sebagai industri utamanya. Dengan populasi yang tidak lebih dari 150.000 orang, planet ini hanya memiliki kekuatan militer yang sangat terbatas dan memiliki sejumlah kecil sistem pertahanan yang tidak begitu mumpuni.
Ketika "Arachne" menginvasi planet tersebut dengan lebih dari 20 Transpoter, mereka lalu memborbardir kota-kota besar yang koloni tersebut dan mulai menurunkan unit-unit yang lebih kecil untuk melakukan pendaratan.
Koloni yang tidak dipersenjatai dengan baik tersebut dapat dengan mudah dibabat habis oleh mereka. Semua populasi yang ada di planet tersebut dinyatakan tewas, baik itu pria, wanita, maupun anak-anak.
Sepuluh hari kemudian, Armada Kapal Perang Bintang ke-2 dari Federasi Bumi bergegas menuju sistem bintang Trappist 1 sebagai bentuk bala bantuan guna menghabisi semua armada tempur "Arachne". Mereka juga ditugaskan untuk membumi hanguskan seluruh permukaan planet yang sudah diinvasi oleh para "Arachne". Namun, hal ini harus dibayar mahal dengan kehilangan lebih banyak nyawa selama pertempuran tersebut.
Sebagian dari tentara Federasi yang berhasil selamat lalu mendarat di atas planet Trappist 1F. Dan betapa terkejutnya mereka setelah menyaksikan rekaman yang ditangkap oleh kamera-kamera keamanan yang dipasang di hampir setiap fasilitas yang ada di planet tersebut.
Neraka, hanya itulah kata yang tepat untuk mengambarkan kekejaman dan kekejian yang dilakukan para "Arachne" selama invasi.
Bahkan semenjak saat itu, umat manusia maupun "Arachne" telah terlibat dalam perang tiada akhir selama lebih dari seribu tahun.
Sekarang adalah tahun 3527 GC.
Sebuah kapal perang penjelajah berat antariksa yang bernama "Kaguya Roosevelt" tengah sibuk dalam eksplorasi jangka panjang semenjak keberangkatan mereka dari orbitan station terdekat sejak dua tahun yang lalu.
Satu-satunya misi mereka adalah untuk menemukan planet utama dari musuh terbesar umat manusia, yaitu "Arachne".
Saat ini mereka berada di dalam hyperspace; berputar-putar tanpa arah sambil memetakan jalur antar bintang—itu merupakan misi yang terdengar sederhana, namun tidak berujung.
Letnan Osborne, salah seorang kru yang ditugaskan di kapal tersebut tengah sibuk memperbaiki modul prosesor yang berada di dalam kerangka utama cleanroom—jantung dari kapal perang "Kaguya Roosevelt".
Itu adalah pekerjaan pemeliharaan yang diminta dari salah seorang atasannya beberapa waktu yang lalu. Mereka menginformasikan bahwa modul prosesor di dalam kapal mungkin sedang tidak berfungsi.
Kaguya, sebuah kecerdasan buatan berhujud humanoid, sedang memonitoring pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan oleh sang Letnan.
Selama di dalam hyperspace, sebagian besar kru kapal sedang dalam kondisi cyro-sleep*. Jika Kaguya seorang manusia, mungkin saja dia akan mengerutu karena terlalu banyak tugas yang harus diselesaikan.
A/N*: Cryo-sleep adalah proses di mana seseorang dimasukkan ke dalam keadaan mati suri menggunakan obat, ruang, atau sesuatu yang sangat dingin untuk memicu proses pelambatan metabolisme di dalam tubuh. Ini dapat terjadi secara alami dalam bentuk hipotermia (turunnya suhu tubuh seseorang hingga mencapai kurang dari 35°C).
Di bawah situasi ini, program utama Kaguya menyatakan bahwa dia menggunakan sebagian waktunya untuk mengamati manusia dan memahami psikologi mereka.
.
Naruto Osborne.
Letnan Kedua dari Angkatan Bersenjata Ke-207 United Nation Space Alliance (UNSA).
Ditempatkan di Kapal Perang Bintang "Kaguya Roosevelt".
Usia 27 tahun.
Berasal dari Sistem Bintang "Proxima Centauri", Planet "Proxima B".
Setelah menyelesaikan wajib militer, dia lalu bergabung bersama Armada ke-207 di usia kedua puluh tahun.
Memiliki pengalaman tempur selama lima tahun dan telah lebih berpartisipasi dalam kampanye militer sebanyak tiga puluh kali sejak dia mulai bergabung.
Di tahun yang sama, dia lalu dipindah tugaskan ke Kapal Perang Bintang Kelas Penjelajah Berat "Kaguya Roosevelt" sebagai unit yang baru dibentuk.
Telah bertugas selama 2 tahun.
Memiliki tinggi 185 cm, berat 70 kg, dan berperawakan kurus namun berisi. Letnan Osbern memiliki darah orang Eurasia dan Oriental, dengan rambut pirang dan mata berwarna biru serta wajah yang menyegarkan.
Penilaian "wajah menyegarkan" adalah hasil dari aplikasi face evaluation yang dikembangkan oleh Kaguya, dan evaluasi [B+] menetapkannya di atas rata-rata.
Aplikasi face evaluation secara diam-diam dikembangkan oleh kecerdasan buatan tersebut untuk meneliti tingkah laku manusia, dan ketika teknologi itu secara anonim disebarkan ke publik, itu menyebar begitu saja dan menghasilkan berbagai macam klaim karena keakuratannya.
Tingkat evaluasi sistem komprehensif menunjukan nilai [A-] yang merupakan peringkat tertinggi di seluruh kapal. Sangat disayangkan bahwa dia masih seorang Letnan.
"Apa ini tidak masalah, Miss Roosevelt? Menunjuk orang seperti saya di tempat seperti ini. Saya pikir untuk ukuran sebuah kapal perang, bukankah lebih baik jika orang yang bertugas setidaknya berpangkat Mayor?"
Tanya Naruto kepada Artifisial Intelijen (AI) tersebut.
Telah menjadi rahasia umum di UNSA bahwa AI diberikan peringkat kehormatan seorang Kapten di dalam sebuah kapal perang, dan seorang Letnan rendah sepertinya harus ditugaskan sebagai rekannya.
[Mau bagaimana lagi. Hanya ada sedikit personil yang memiliki keterampilan untuk jenis pekerjaan ini. Ditambah lagi, seseorang yang baru terbangun dari cyro-sleep ternyata tidak cocok dengan jenis pekerjaan ini. Oleh karena itu, aku hanya bisa mengandalkanmu untuk menyelesaikannya.]
Bagaimanapun, jenis pekerjaan yang mengharuskan kita untuk merangkak-rangkak di dalam ruang yang memiliki lebar tidak lebih dari satu meter itu bukanlah jenis pekerjaan yang cocok bagi seseorang yang memiliki tubuh yang jangkung.
AI yang muncul di layar hologram tipis di samping Letnan Osbern merupakan AI kapal yang meniru penampilan dari seorang individu yang memiliki nama yang sama dengan Kaguya.
Individu itu merupakan seorang wanita yang dikenang akan jasanya karena dia berhasil menyelamatkan sedikitnya dua ratus ribu nyawa manusia ketika para "Arachne" menyerang salah satu koloni umat manusia yang dikuasai oleh UNSA. Hanya dengan bermodalkan satu kapal perang antariksa kelas penghancur, dia berhasil mengalahkan seluruh armada tempur "Arachne" dalam pertempuran jarak dekat & berbalik memukul mundul makhluk-makhluk brutal itu hingga keluar dari orbit.
Di UNSA, ada sebuah kebiasaan untuk menamai kapal-kapal bintang dengan nama para perwira yang telah memperoleh pencapaian heroik. Tak terkecuali bagi Kaguya Roosevelt. Dan sebagai bentuk penghormatan tertinggi, namanya pun diabadikan ke dalam sebuah kapal perang jenis baru yang telah dioperasikan selama 2 tahun.
Dari sanalah nama "Kaguya Roosevelt" itu berasal.
"Begitu, yah? Saya mengerti. Saya akan segera menyelesaikannya. Ngomong-ngomong, apa yang akan kita lakukan dengan semua modul prosesor yang rusak ini?"
[Tidak ada instruksi seperti itu di dalam database-ku, jadi aku tidak tau. Entah itu menyimpannya atau mengirimnya untuk perbaikan lebih lanjut. Bagaimana menurutmu, Letnan?]
"Saya pikir akan lebih baik jika kita memanfaatkannya untuk hal yang lain alih-alih hanya menyimpannya di dalam gudang."
[Apa tepatnya rencanamu untuk memanfaatkannya? Aku tidak berpikir itu memiliki kegunaan lain selain kerangka utama.]
Selama periode panjang hyperspace, baik petugas teknisi maupun petugas intelejen yang tidak dalam keadaan cyro-sleep diharuskan melakukan beberapa penelitian. Mereka tidak diharapkan untuk melakukan riset secara nyata melainkan untuk mengasah kemampuan mereka lebih jauh dan membuatnya tetap tajam.
Nilai dari satu modul prosesor lebih besar dari gaji tahunan seorang tenaga teknisi. Tidak mungkin bagi Naruto untuk menyia-nyiakannya.
Tema penelitiannya adalah "Virtual Reality (VR) dalam Lingkup yang Berdiri Sendiri". Isinya secara teknis menjelaskan soal bentukan VR dalam lingkup yang berdiri sendiri dan tidak terhubung ke jaringan lain.
[Aku sudah membaca jurnal penelitianmu namun aku tidak cukup paham. Kenapa kau begitu terpaku pada lingkup yang berdiri sendiri dan tidak menggunakannya sebagai kerangka utama? Jujur, aku tidak berpikir ada alasan lain menggunakan VR kecuali untuk hal yang buruk.]
"Anda salah! Bukan seperti itu, Kapten! Hanya kesombongan manusialah yang membuat mereka percaya bahwa mereka bisa selalu mengakses kerangka utama kapanpun. Kita harus mengembangkan sebuah alat untuk memanfaatkan VR bahkan dalam situasi darurat dimana akses ke kerangka utama ditolak."
Bantah Naruto kepada AI tersebut.
[Yah, jika perintah untuk menghancurkan benda itu diberikan, aku akan memberikan beberapa pertimbangan untukmu.]
"Terimakasih banyak, Kapten. Hasil dari penelitianku bergantung pada salah satu dari prosesor itu, Oke! Saya sudah selesai."
Naruto bersorak karena telah menyelesaikan tugasnya.
Sesaat ketika dia hendak mencoba keluar dari ruangan tersebut, dinding yang ada di dekatnnya roboh secara tiba-tiba dan langsung menimpanya saat itu juga.
…
[…Letnan! Letnan! Ah?! Letnan Kedua Naruto Osborne!]
Naruto yang baru sadarkan diri pun merespon panggilan keras tersebut.
"Tidak apa, aku masih sadar…" Jawabnya selagi menahan sakit.
[Syukurlah, Letnan. Saya tidak tau apa yang harus saya lakukan jika anda tidak sadarkan diri lagi.]
Di saat itulah Naruto baru menyadari bahwa dirinya tengah berlumuran darah. Namun ajaibnya, bekas luka yang berada di keningnya telah lama mengering.
"Apa?! Apa-apaan ini?! Apa yang sedang terjadi?!"
Dengan panik, dia lalu berpegangan pada sebidang dinding datar yang ada di dekatnya. Terlebih lagi, tubuhnya terasa sangat ringan—seringan kapas.
Sepertinya luka di kepalanya sudah disembuhkan oleh nano-machine.
Nano-machine adalah sekumpulan mesin yang berukuran sangat kecil yang hanya bisa dilihat dengan alat khusus seperti mikroskop electron. Karena ukuran mereka yang sangat kecil, nano-machine mampu bergerak dari satu organ ke organ yang lain melalui jalur pembuluh darah yang segaja ditanamkan ke dalam tubuh seorang perwira militer.
Mesin-mesin itu memiliki berbagai macam fitur termasuk di antaranya adalah kecerdasan buatan, pemantauan titik vital, fungsi pemeliharaan dan penyembuhan, peningkatan panca indera, serta kemampuan komunikasi jarak-pendek.
Nano-machine hanya dapat diisi ulang dengan mengosumsi logam langka yang dibuat secara khusus untuk mesin-mesin tersebut. Tanpa logan-logam itu, manusia tidak akan mampu mempertahankan sejumlah nano-machine di dalam tubuh mereka dan hal ini tentu akan menjadi kerugian tersendiri bagi setiap individu, khususnya bagi para perwira yang harus mempertaruhkan nyawa mereka di garis depan peperangan melawan para "Arachne".
[Kita telah disergap selama pelayaran hyperspace. Pelaku penyerangan tidak diketahui.]
"Tunggu! Bagaimana bisa kapal ini diserang meskipun kita ditengah hyperspace?!"
[Saya tidak bisa menjawabnya karena kita tidak memiliki cukup informasi untuk membuat hipotesis. Lagipula, kapal bintang ini awalnya memang tidak dirancang untuk menerima serangan fisik selama berlayar melalui hyperspace. Jadi ketika menerima serangan, otomatis kapal ini tidak memiliki resistensi yang cukup untuk mempertahankan dirinya sendiri.]
"Mungkinkah itu ulah para Arachne?"
[Tidak, itu mustahil. 'Arachne' harusnya tidak memiliki teknologi sampai pada tingkat dimana mereka mampu melakukan hal semacam itu. Terlebih lagi, kapal ini menderita kerusakan yang serius akibat dari sergapan yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Dan itu termasuk bagian titian, penampang mesin, ruangan cyro-sleep pertama dan kedua, ruang komunikasi, ruang kontrol gravitasi, dan hangar.]
Naruto terdiam tanpa kata. Apa yang dikatakan Kaguya sungguh sulit untuk dibayangkan. Sudah lebih dari seratus tahun semenjak sebuah Kapal Perang Bintang Kelas-Penjelajah Berat menerima kerusakan separah itu.
Dan yang lebih mengerikannya lagi, kedua ruang cyro-sleep juga ikut-ikutan hancur?! Lalu apa yang terjadi dengan para kru yang lainnya?! Bagaimana dengan rekan-rekannya?!
"Apakah ada korban yang selamat?!"
[Selain anda, tidak ada lagi yang selamat dari serangan tersebut.]
Meskipun mereka berada di tengah-tengah pelayaran hyperspace, seharusnya ada lima puluh dari seribu lima ratus kru yang harusnya masih terjaga. Apakah itu berarti mereka semua telah tewas?
"Tidak mungkin! Bagaimana mungkin aku menjadi yang satu-satunya orang yang masih hidup di kapal ini?!"
[Itu karena anda berada di fasilitas cleanroom yang dilengkapi oleh modul peredam gravitasi. Berkat modul tersebut, dampak benturan bisa dikurangi dan Letnan pun berhasil selamat.]
"Lalu… bagaimana dengan nasif mereka yang berada di bagian penampang?"
[Mereka juga telah dinyatakan tewas, Letnan. Penyebabnya adalah kegagalan kontrol gravitasi yang disebabkan oleh kerusakan pada salah satu mesin kapal.]
Jika saja dia berada di luar fasilitas cleanroom, kemungkinan besar dia akan langsung membentur dinding karena momentum yang sangat keras dan nasifnya pun tidak akan jauh berbeda dengan rekan-rekannya yang lain.
[Ada satu hal yang mesti saya laporkan kepada anda, Letnan.]
"Apa itu…?" ucap Naruto sambil merangkak keluar dari ruang pemeliharaan dengan perasaan kalut.
[Dalam kurung waktu 53 menit lagi, kapal ini akan bertabrakan dengan sebuah exoplanet.]
"Hah?! Tapi itu…"
Di dalam alam semesta yang luar biasa luas ini, kemungkinan mereka keluar dari hyperspace dan secara acak tiba di sebuah exoplanet seharusnya mendekati nol.
[Bagian mesin kapal benar-benar telah kehilangan fungsi mereka. Sehingga satu-satunya cara yang tersisa adalah membongkar dan membuang bagian-bagian yang tidak diperlukan lagi.]
"Jadi, bisakah kita melakukannya?"
[Untuk mengeksekusi perintah tersebut, situasi darurat tingkat satu harus diumumkan melalui persetujuan seorang kapten kapal.]
"Tapi kapten sudah…"
[Mengutif dari Pasal ke-12, paragraf ke-3 dari codex UNSA. Saya menujuk anda, Kapten Pertama Naruto Osborne sebagai pemangku jabatan kapten dari kapal ini.]
"Apa kamu serius?"
Secara teknik, seorang Letnan kedua sepertinya tidak memiliki kualifikasi apapun untuk menjadi seorang kapten kapal bintang. Akan tetapi, mengingat fakta bahwa dia menjadi satu-satunya yang berhasil selamat dari tragedy tersebut. Maka tak berlebihan jika dia dipromosikan untuk menempati posisi kapten kapal.
'Yah, pada akhirnya ini tak lebih dari formalitas semata untuk mengisi rantai komando yang telah kosong.' Pikir Naruto dalam hati.
[Untuk memproses kenaikan pangkatmu, anda diharuskan untuk menjalani pendidikan perwira senior, seperti yang ditetapkan oleh kemiliteran.]
"Kita tidak punya banyak waktu jadi anda tidak perlu menutup-nutupinya, Miss Roosevelt. Intinya ini merupakan bentuk cuci otak yang digunakan untuk mencegah setiap calon melanggar peraturan militer, bukan?"
Pencucian otak memang tidak secara resmi diakui oleh pasukan bersenjata namun semua orang di dalam kemiliteran tau tentang hal ini. Bagaimana pun, kebijakan ini merupakan hasil dari pelajaran kejam di masa lalu ketika untuk kesekian kalinya umat manusia hampir dibinasakan oleh konflik berkepanjangan di antara sesama mereka.
"…Baiklah, tolong ambillah patch biologis dari meja peralatan, letakan benda itu dikeningmu dan duduklah dalam posisi yang nyaman."
Tiba-tiba, sebuah patch biologis muncul dari dalam meja peralatan yang ada di dekatnya. Sesuai instruksi, Naruto pun lantas menempelkan perangkat tersebut ke atas keningnya, lalu duduk di atas sebuah kursi dan kemudian mengambil posisi yang nyaman untuk bersandar.
[Apakah anda sudah siap?]
"Siap."
[Kalau begitu, program edukasi perwira senior akan saya mulai.]
Setelah terdengar suara 'klik' dari patch tersebut, pikiran Naruto lalu dipenuhi oleh berbagai macam informasi yang dengan secara paksa ditransfer ke dalam otaknya. Syok, dia pun lantas kembali tidak sadarkan diri setelah melalui proses pencucian otak tersebut.
…
[…Kapten! Kapten! Ah?! Kapten Naruto Osborne?!]
Naruto kembali terbangun berkat panggilan dari Kaguya.
[Syukurlah! Saya tidak tau apa yang harus saya lakukan jika anda tidak sadarkan diri lagi…]
Untuk kedua kalinya, Naruto merasa seperti mengalami déjà vu.
"Berapa lama saya kehilangan kesadaran?" tanya Naruto kepada Kaguya.
[Sekitar 30 menit. Dan kapten, anda tidak perlu menggunakan kalimat sopan saat bicara dengan saya.]
"…Baiklah. Sekarang, ayo kita mulai saja. Sekarang, aku adalah kapten dari kapal bintang ini. Tolong catat itu."
"Baik! Dengan ini saya nyatakan bahwa Naruto Osborne telah secara resmi dilantik sebagai kapten dari kapal perang bintang kelas penjelajah berat 'Kaguya Roosevelt' yang baru."
"Lalu, dengan menggunakan otoritasku sebagai perwira komando, aku mengumumkan situasi darurat tingkat satu. Untuk selanjutnya, aku memerintahkan kapal perang bintang 'Kaguya Roosevelt' untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kekuatan tempur dari kapal ini. Ini adalah perintah dari kaptenmu. Ambil prioritas utama di atas segalanya."
Ini pertama kalinya dia memberikan perintah dengan gaya ala perwira senior. Tidak, ini benar-benar pertama kalinya bagi seorang Naruto Osborne. Semuanya benar-benar berbeda setelah menjalani 'pendidikan' ala perwira senior.
[Baik, Pak! Perintah anda telah saya terima.]
"Baiklah. Sekarang mulai perbaikan kapalnya."
[Mohon maaf apabila saya kasar, namun Kapten harus menuju 'kapsul penyelamat' saat ini juga.]
"Hah?! Apa yang kau bilang?"
[Sambungan dengan bagian penunjang kehidupan telah terputus dan keadaan di luar cleanroom saat ini berada di dalam status membahayakan. Sekarang kita dengan cepat mulai kehabisan oksigen.]
Seperti yang dia katakan, kadar oksigen yang ada di fasilitas cleanroom sudah mulai menipis. Tidak mungkin bagi Naruto untuk tetap berlama-lama di dalam ruangan tersebut.
"Tapi meskipun kau memberitahukanku untuk melarikan diri, apakah asmosfer yang ada di dalam planet itu memungkinkanku untuk bernafas?"
[Berdasarkan analisa spectrum optical, ada peluang sekitar 91% bahwa atmosfer yang ada di sana memungkinkan manusia untuk bernafas.]
"Bagaimana dengan sisanya?"
[Gas yang berpotensi membahayakan manusia dan mikroorganisme yang tidak diketahui.]
"Meskipun begitu, sebuah 'kapsul penyelamat', yah? Bagaimana dengan 'kapal pendaratan'?"
[Akses menuju hangar telah dipenuhi oleh puing-puing kapal. Terlebih lagi, hampir semua kapal pendaratan sudah rusak maupun hancur.]
"Itu artinya aku tidak bisa kembali ke kapal ini?!"
[Bahkan jika anda tetap berada di sini, anda tidak akan mampu bertahan karena kekurangan oksigen. Oleh karena itu, lebih baik jika anda melarikan diri ke planet itu dan kemudian mencari cara untuk kembali ke kapal setelah selesai diperbaiki. Dan saat ini ada 53% kemungkinan berhasil untuk merekontruksi kembali kapal dan mengubah orbitnya.]
'Apa? Aku tidak menyangka kemungkinannya akan serendah itu.' pikir Naruto dalam hati.
"Aku mengerti… lalu bagaimana dengan makanan dan senjataku?"
[Sayangnya, yang tersedia saat ini hanya yang sudah diatur di dalam kapsul penyelamat anda.]
Naruto lalu mengaktifkan nano-machine. Dan di detik selanjutnya, Naruto pun dibuat kecewa saat membaca apa yang muncul pada jendela virtual yang ditampilkan oleh nano-machine.
.
AK-13L Pulse Rifle.
DEM-19P Laser Handgun.
Eletromagnetic Combat Knife.
42 paket ransum darurat.
28 liter air.
1 botol logam langka (100 tablet).
2 buah selimut.
.
Sebagai seorang tentara, dia merasa kurang puas dengan persenjataan yang dia miliki. Sebab, daya tembak senjata-senjata tersebut tak terlalu dapat diandalkan. Dan dia hampir tidak memiliki cukup makanan serta air yang diperlukan untuk bertahan hidup. Namun meskipun dia mengeluk, tidak mungkin baginya menemukan pilihan yang jauh lebih baik daripada ini.
"Apakah ada sesuatu yang bisa kubawa bersamaku?"
[Kenapa tidak anda ambil saja salah satu modul prosesor yang baru anda ganti sebelumnya, Kapten? Itu terbuat dari logam langka.]
Untuk mempertahankan sejumlah nano-machine di dalam tubuh, setiap tentara dari UNSA akan diberi sejumlah supremen yang berisi serbuk dari logam langka yang dibuat secara khusus untuk nano-machine. Bagaimana pun, nano-machine adalah benang kehidupan bagi seorang tentara sepertinya. Tanpa mereka, kemampuan bertempur tentara UNSA akan menurut secara drastis dan hal itu tentu akan membahayakan nyawa para tentara.
Area peluncuran untuk kapsul penyelamat berada tepat di sebelah jalan masuk dari fasilitas cleanroom. Naruto sangat bersyukur bahwa orang yang telah mendesain kapal ini berpikir untuk melengkapi ruangan tersebut dengan kapsul penyelamat. Melalui saluran komunikasi yang masih aktif, dia lalu meminta Kaguya untuk membuka pintu kapsul penyelamat dan memasukan modul prosesor ke dalamnya. Jika dilihat dari sarana yang ada di dalamnya, wahana tersebut dilengkapi oleh lima tempat duduk. Dan interiornya pun cukup luas.
Setelah mempersiapkan segala yang dia butuhkan untuk dapat bertahan hidup. Naruto pun lantas bergegas masuk ke dalam kapsul penyelamat, lalu duduk di salah satu kursi, dan kemudian mengecangkan sabuk pengaman yang ada di dekatnya.
[Baiklah kalau begitu, semoga keberuntungan menyertaimu, Kapten.]
"Yah, kau juga, Miss Roosevelt."
Dan pada akhir, kapsul penyelamat yang ditempati oleh Naruto pun meluncur ke arah planet yang tidak dikenal.
…
