Konan feat. Itachi vs Deidara masih berlangsung, kedua belah pihak sudah kelelahan, Konan terluka kakinya akibat ledakan tanah liat Deidara, sementara Itachi terluka di tangan kirinya karena kecerobohannya sendiri, chakra-nya tinggal sedikit tetapi masih terus dipaksa menggunakan sharingan miliknya. Itachi masih belum terlalu bisa mengontrol mangekyou sharingan-nya. Itachi tidak meremehkan Deidara sepertinya dengan tubuh kecilnya ini masih belum kuat menerima konsekuensi dalam menggunakan mangekyou sharingan maupun amaterasu.

"Itachi, kamu gapapa?"

"Aku baik-baik saja kok Kak Konan, kayaknya dia memiliki ketahanan terhadap genjutsu."

"Itachi, aku hanya bisa membantumu dari jarak jauh, kakiku terluka parah ..."

"Itu saja sudah cukup," kata Itachi dengan tenang. "Kita bisa membawa dia pulang."

Konan menggerakkan tangan kirinya ke samping, kertas-kertas dari tangan kirinya mulai melepaskan diri. "Tanah liat bungkus karet dua akan segara datang di markas."

"HA! Kalian keras kepala sekali! Aku akan membuat kalian merasakan ledakan hebat nan keren dari jutsu-ku ini, un."

Itachi sudah meloncat dihadapannya, sharingan-nya berubah menjadi mangekyou sharingan, Itachi menggunakan sisa chakra-nya untuk menjatuhkan Deidara dengan genjutsu, saat Itachi dan Deidara bertatapan Konan dengan sigap langsung membungkus tubuh Deidara dengan kertas. Deidara berhasil mereka tangkap dan berkat Itachi Deidara kehilangan kesadaran.

"Hah ... hah ..." Itachi membalikkan badan menghadap Konan, wajahnya tersenyum. "Kita berhasil ... Kak Konan kita berhasil ..." Senyum di wajahnya perlahan pudar dan tubuh mungil Itachi ambruk akibat kelelahan menggunakan mangekyou sharingan.

"ITACHI!"

BRAK! Pintu kuil tiba-tiba saja terbuka, menampakkan empat sosok yang tidak kelihatan jelas wajahnya karena cahaya matahari memancar dari belakang mereka berempat biasa disebut backlight. Sosok yang paling tengah memasang wajah ceria bak anak kecil.

"KONAN SAYANG~! AA DATANG MENJEMPUT!"

"Kalian berdua baik-baik saja?"

"Ada bau terbakar, ada yang lagi bakar sate? Aku lapar ..."

"Kuil apa ini? Kenapa ada dinding yang bolong?"

Bisa ditebak mereka berempat adalah Yahiko, Nagato, Obito dan Sasori. Mereka berhasil nyasar ke Desa Iwa tidak berhasil pulang ke markas, lagipula mereka hanya mengandalkan kompas dan Yahiko juga tidak tahu markasnya terletak di mana, mereka hanya mengikuti jarum warna merah pada kompas menunjuk.

Setelah itu Yahiko panik bukan kepalang saat melihat kaki Konan yang terluka sampai mengeluarkan darah sementara Obito panik Itachi pingsan takut kena sabet Fugaku kalau anaknya tidak kembali ke desa dengan selamat. Berkat adanya Nagato di dalam organisasi ini, healer seperti Sakura tidak dibutuhkan alias dengan kekuatan rinnegan kami akan menghukummu, melindungimu, dan menyembuhkanmu tetapi tidak bisa menyembuhkan luka hati.

Sementara itu Deidara yang masih pingsan diperhatikan oleh Sasori, tanpa meminta izin, dia langsung mematahkan genjutsu Itachi.

"Kai."

Tepat setelah Deidara dibebaskan dari genjutsu, dia terkejut melihat anak remaja asing berambut merah memiliki wajah rupawan, Deidara terpesona dan langsung memalingkan wajahnya, tadinya dia berpikiran untuk marah-marah karena diperlakukan layaknya nasi bungkus oleh Konan. Deidara pun menerima direngkrut Akatsuki karena Sasori, siapa tahu pas pulang ke desanya dia bisa mendapatkan mantu ganteng, gini-gini Deidara sangat percaya diri akan kecantikannya.

"Oi, kamu gapapa?"

"Ga ... gapapa ..."

"Mukamu merah, kamu sakit?"

"Eng ... enggak kok."

Sepertinya ada yang mengalami cinlok di Akatsuki, padahal wajar-wajar saja Sasori memastikan keadaan Deidara, kalau Deidara mati dia akan meminta izin untuk mengubah Deidara untuk dijadikan salah satu koleksi bonekanya.

Obito dan Nagato menjadi penonton jarak jauh Sasori dan Deidara.

"Dia laki-laki atau perempuan?" bisik Obito pada Nagato.

"Kata Konan sih cowo."

"Tapi dia cantik."

"Kamu udah move on dari Rin-Rin itu?"

"EH?! AKU MASIH SUKA CEWE!"

Nagato meliriknya penuh kecurigaan. "Benarkah?"

"BENER! Sutradara tidak akan memasukan NOTPnya."

"Iya juga sih."

Beralih ke Yahiko dan Konan, mereka berdua sedang tebar kemesraan dan berlanjut dengan memberikan Konan punggung, menggendong Konan sampai markas tidak ada salahnya, bertindak layaknya lelaki sejati sesuai ajaran Guru Jiraiya. Obito melihat kemesraan Yahiko dan Konan hanya melihatnya dengan malas sambil mengupil, dia juga ingin melakukan hal seperti itu dengan Rin, lalu pandangannya beralih ke Sasori dan Deidara, Obito tambah cemburu, baru ketemu sudah mesra seperti orang pacaran, walaupun keadaan Deidara tidak jauh beda dari boneka yang digendong Sasori.

Hanya dia dan Nagato yang tidak memiliki pasangan, Obito melihat ke Nagato.

"JANGAN MELIHATKU SEPERTI ITU!"

"EHHH?! Biar kita ga keliatan ngenes."

"Tidak."

Obito mengerucutkan bibirnya. "Gak asik, aku obrak-abrik Akatsuki nih." Sharingan-nya aktif.

"JANGAN."

"Makanya sini aku gendong."

Mereka pun kembali ke markas dengan Obito yang mual dengan kemesraan antar anggota dan Nagato yang tidak bisa diajak kerja sama dan akhirnya Obito menggendong Itachi. Nagato memilih untuk tetap menjadi anggota paling waras di organisasi ini.