Setelah kedatangan Sasori dan Deidara di markas, suasana makin ramai, ya ramai sekali karena debat seni Sasori dan Deidara sehari-hari yang bikin kepala ketua oranye busuk pening. Itachi juga sudah kembali sehat dan aktif mencari jawaban dalam hidupnya, mewawancarai satu persatu anggota dengan pertanyaan aneh-aneh. Biasanya baru pada diem kalau sudah diancam akan digeprek Gedo Mazo atau tidak dapat jatah makan siang.

Sekarang Yahiko sedang menonton anggotanya yang sedang berkumpul di ruang tengah, duduk melingkar seperti kumpulan ibu-ibu yang sedang bergosip. Yahiko merasa tersisihkan melihat mereka begitu akrab satu sama lain, merasa dirinya tidak cocok untuk masuk kesana, seperti menganggu keseruan mereka.

Nagato menyadari kehadiran Yahiko, lalu dia memanggilnya. "Yahiko sini, katanya ada berita baru soal perengkrutan anggota baru."

"Ah ... iya."

Yahiko pun ikut duduk dalam lingkaran tersebut, duduk di antara Nagato dan Konan.

"Jadi kita mendapatkan rekues dari klien di Desa Kiri, katanya kita harus ngebunuh mahluk yang bernama Hoshigaki Kisame, dia membawa pedang samehada, chakra-nya sangat banyak, tinggi dan mukanya ..."

"Mukanya?" koor anggotanya yang lumayan penasaran.

"Mirip dengan hiu."

Obito langsung menyahut, "Bercanda nih leader."

"Engga." Yahiko melipat kedua tangannya di depan dada, kepalanya sedikit menunduk, kedua matanya terpejam erat, otak ceteknya sedang berpikir siapa yang akan pergi melaksanakan rekues tersebut. Yahiko lumayan lama berpikirnya karena dia sempat berpikir akan main keroyokan saja namun di sisi lain dia tidak mau menggunakan cara itu karena tidak telihat elit.

Deidara menunjuk Yahiko. "Liat kepalanya deh, udah berasap."

"Yahiko jangan terlalu maksa untuk berpikir." Nagato mulai khawatir.

Konan pun menambahkan. "Iya Yahiko, kita semua tahu kalau otakmu secetek got dan tidak cocok untuk memikirkan hal rumit."

"SUDAH DIPUTUSKAN!" Yahiko nunjuk Obito dan Itachi secara bergantian. "UCHIHA KONBI! BAWA TUH HIU KE MARKAS! JANGAN SAMPE MATI! Kalau dia mati ... gua geprek kalian."

"Ehhhh?!"

Obito dan Itachi saling lirik. Apakah mereka bisa kerja sama dengan baik?

"Oke, selanjutnya aku mendapatkan informasi tentang ninja pelarian dari Desa Taki, namanya Kakuzu. Dia kakek-kakek bangkotan yang sudah hidup dari jaman Hokage ke-1, di tubuhnya banyak jaitan, pake masker, matanya ijo."

"Terus ...?" Deidara sudah mencium sesuatu yang aneh dari gelagat ketuanya.

Yahiko menatap Deidara dan Sasori dengan sangat serius. "Geijutsu konbi, kalian berdua bawa tuh kakek-kakek mata duitan itu kesini, jangan sampai kalian dicuri jantungnya sama dia ya, kalian tidak boleh mati, kalau mati saya dihukum sutradara."

Deidara melirik Sasori malu-malu sementara Sasori kelihatan biasa aja, malahan kelihatan terganggu. "Aku? Satu tim dengan bocah ini?"

Yahiko dengan penuh percaya dirinya mengangguk. "Aku yakin kalian bisa bekerja sama dengan baik, walaupun prinsip seni kalian berbeda, hati kalian tetap satu!" Yahiko meninju langit, semangat masa muda mulai membara dalam jiwa Yahiko.

Apakah benar mereka bisa kerja sama? Konan dan Nagato sedikit mengkhawatirkan itu.

"Kita percaya saja pada mereka berdua." Nagato melirik Konan.

Konan membalas lirikan Nagato. "Benar, meskipun mereka kelihatan tidak akrab aslinya mereka juga suka saling memuji juga."

Tiba-tiba Konan dan Nagato dirangkul oleh Yahiko. "Tidak usah terlalu banyak khawatir, kita semua akan baik-baik saja. kita sudah tidak bertiga saja, kita ini keluarga," kata Yahiko dengan senyum lebar di wajahnya.

Nagato dan Konan ikut tersenyum melihat Yahiko.

"Selama ada Yahiko, tidak ada yang perlu dikhawatirkan."