Note:
Lirik lagu yang dinyanyiin dari lagu "New Day New Life" (KOKIA) dan "Eien no Ashita (DEEN)"
Hari ini rumah Kakei kedatangan tamu (lagi), tamunya tidak pernah bosan tetapi pemilik rumah pasti bosan melihat wajah yang sama selama 5 hari berturut-turut untungnya hari ini juga ada Mizumachi tetapi Mizumachi sekarang sedang keluar mencari jajanan. Jadi tinggallah si tamu dan Kakei di ruang TV, ruangan ini penuh dengan kertas bertuliskan notasi dan judul lagu, rata-rata kertas yang berserakan di lantai lecek dan susah untuk dibaca tulisannya.
Akaba berkutat dengan gitar listriknya dan Kakei tengah asik menonton film yang sedang ditayangkan di TV, lalu tiba-tiba Kakei mematikan TV bersamaan dengan berhentinya Akaba memainkan gitar.
"Fuh ... ada apa Kakei-kun?"
"Tidak apa-apa, Akaba, gimana kalau kita balas-balasan lirik lagu?"
"Fuh ... tumben sekali, biasanya kamu tidak pernah kelihatan tertarik dengan musik, apakah kamu sudah tahu kalau american football itu bisa selaras dengan musik."
"Tidak sampai kesana, sekali-kali, soalnya ada yang ingin aku katakan tapi tidak bisa kukatakan dengan kata-kata biasa."
"Fuh ... baiklah, Kakei-kun bisa mulai duluan."
Kakei melirik ke kiri dan ke kanan sesekali melihat Akaba, kedua pipinya sedikit diwarnai rona merah. "Ehem, precious people make each other shine and make this time beloved forever, now, I'm here for you."
"Fuh ... Kakei-kun ternyata bisa romantis juga." Akaba tersenyum tipis, namun senyuman itu di mata Kakei seperti sedang mengejek.
Dilemparlah bantal sofa ke wajah Akaba. "Jangan mengejekku, sekarang kamu."
Akaba memetik gitar, dia menyanyikan lirik lagu dengan iringan gitarnya. "With a pure white, seemingly newborn smile, you were looking straight at me." Akaba melirik padanya, seketika membuat wajah Kakei merah padam.
"SUDAH AH!" Kakei melempar bantal ke wajah Akaba lagi.
Tidak ada reaksi dari Akaba, dia membiarkan Kakei sesuka hati melempar bantal ke arahnya.
"Aku mau lanjut nonton TV aj-MENYINGKIR DARIKU AKABAKA!"
Disaat Kakei hendak menyalakan TV kembali, Akaba menaruh gitar listriknya lalu menggeser duduk sampai dekat sekali ke Kakei. Tubuh Kakei bukannya bergeser mundur malah menjatuhkan diri ke sofa. Akaba berada di atasnya.
"Menyingkir."
"Tidak akan."
"Menyingkir dari atasku cowo mesum." Wajah Kakei benar-benar merah sekarang, kedua matanya tak kuasa harus menatap mata merah Akaba. Kakei memekik keras saat wajah Akaba sedikit demi sedikit mendekat ke wajahnya. Kakei menutup kedua matanya erat, lelaki tinggi mirip dengan anak kecil yang ketakutan.
Sebelum adegan mesum terjadi pintu rumah digebrak dengan keras oleh oknum berambut pirang.
"AKU KEMBALI DENGAN ES KRIM MIXUE!"
Good timing, Mizumachi. Sutradara mengacungkan jempol.
