Baby and Marriage

A Bleach Fanfiction

Fanfic ini terispirasi dari sebuah novel berjudul The Sicilian Marriage.

Disclaimer : Bleach © Tite Kubo

The Sicilian Marriage © Sandra Marton

"Kenapa kau tak menyukainya?"

Rukia mengadah dari beef steak-nya. Akhirnya keluar juga pertanyaan yang telah ditunggunya sejak Hisana menelepon dan mengajaknya makan siang bersama. Yang mengejutkan, butuh 1 bulan bagi kakaknya –kakaknya tak menjalani bulan madu- untuk menghubunginya dan hampir satu jam untuk melontarkan pertanyaan tersebut.

"Siapa?" tanya Rukia sok polos.

"Kau tahu siapa. Kurosaki Ichigo."

Rukia memasukkan sepotong kecil daging ke dalam mulutnya lalu mengunyahnya perlahan hingga halus dan kemudian menelannya. Mau tak mau dia harus menjawab pertanyaan ini.

"Aku menduga," ujar Rukia, meletakkan garpunya. "kita sedang membahas kenapa aku tak bertekuk lutu di kaki pria itu."

Hisana memutar matanya. "kau hanya mengucapkan, 'halo, senang berkenalan denganmu.' Aku heran kau bisa bersikap seburuk itu!"

"Bersikap buruk? Yang benar saja, aku hanya berusaha jujur."

"Jujur bukan berarti tak sopan."

Rukia merengut.

"Andai Okaa-san masih hidup dia a-"

"Akan apa?" Rukia memotong kalimat Hisana. "memotong uang jajanku? Mengurungku di kamar? Yang benar saja Nee-san, aku bukan lagi anak TK."

Hisana salah tingkah. "Oh, baiklah, aku mungkin berlebihan."

"Syukurlah akhirnya kau sadar," sahut Rukia, mengambil garpunya kembali. "lagipula aku hanya menegaskan bahwa aku tidak tertarik."

"Ichigo pria yang baik."

"Aku yakin pasti begitu."

"Dan dia tampan."

"Tampan?" Rukia mengangkat bahu. "Kurasa begitu."

"Dia memang tampan Rukia, dan kau tahu itu."

"Yang kutahu," tukas Rukia. "Kurosaki luar biasa menawan, walaupun rambut orange-nya itu sedikit aneh."

"Kau benar, dia memang-," Hisana menghentikan ucapannya. "Apa kaubilang barusan?"

Rukia tersenyum melihat keterkejutan kakaknya. "yang benar saja!" ujar Rukia. "Aku kan belum mati! Kau pikir aku tak melihat itu?"

"Aku tak tahu apa yang kupikirkan," sahut Hisana menyandarkan tubuhnya di kursi. "Lanjutkan saja!"

"Apalagi yang perlu dilanjutkan?" seperti yang kukatakan pada Rangiku-,"

"Rangiku?"

"Ichimaru Rangiku, istrinya Gin."

"Oh ya, aku selalu lupa bahwa kau kenal Rangiku jauh sebelum aku dan Byakuya saling mengenal."

"Kami hanya berteman di perguruan tinggi," tukas Rukia. "Dia menikah dan pindah ke luar negeri, kami kehilangan kontak dan baru berbicara lagi di pestamu sebulan yang lalu."

"Dan apa yang kau bicarakan dengan Rangiku mengenai Ichigo?"

"Entahlah, aku tak ingat detailnya tapi Ran bilang dia melihat Ichigo memandangku,... dan kau tahu lanjutannya."

Byakuya mungkin mengatakan bahwa Ichigo dan Rukia tidak cocok jadi kekasih, tapi sesuatu telah terjadi diantara sobat lama Byakuya dan adiknya satu-satunya. Hisana yakin. Bukan Rangiku seorang yang sadar akan cara Ichigo menatap Rukia sepanjang pesta berlangsung. Dan cara Rukia menatap Ichigo, sekalipun adiknay itu sangat sinis.

"Tidak, aku tak tahu lanjutannya," kata Hisana hati-hati. "Apa yang dikatakan Rangiku?"

"Seperti yang kubilang tadi, aku tak ingat detailnya. Tapi, kurang lebih dia berkata kasihanilah pria itu dan setidaknya beri dia satu senyuman."

"Ternyata benar, kau sangat tidak sopan," komentar Hisana.

Rukia mengangkat bahu. "Yang jelas, ada sesuatu yang tidak kusukai dari pria itu." Kemudian mengelap mulutnya dengan serbet. "Dan kau tahu sendiri, aku masih ingin sendiri. Aku akan menikah jika waktunya tepat, dan aku memang pasti akan menikah suatu hari nanti, tapi tidak saat ini apa lagi dengan Kurosaki Ichigo."

Tapi siapa yang bisa meramalkan masa depan?

T B C

Chapter 2 sebelum saya Hiatus.

Terima kasih untuk semua yang sudah bersedia mereview.

Ini balesan review-nya :

Ciel L. Chisai : Hoo,… tau ya? Ini dari O'Connel series, bukunya ada 7, tapi saya paling suka buku terakhir, The Sicilian Marriage. Gil? He is my cute fave chara. Silakan nantikan lanjutannya dan anda akan tahu bahwa Ichi tuh ngga dingin.

So-Chand 'Luph pLend' : Sudah Apdet,…

Yanz ichiruki-chan : Ya begitulah. Ini udah apdet.

Ruki Yagami : Benarkah? Benarkah? Benarkah? Be -dibekep-. Thanks ya, saya jadi malu nih jika dipuji seperti itu.

avia chibi-chan : Musibah apaan ya? Lihat aja judulnya! Itu udah jadi petunjuk. Ya, saya Cuma meniru kebiasaan orang barat yang esay going -mungkin-

Aizawa Ayumu : Saya juga tak bias membayangkan Byakuya ramah, tapi demi kelangsungan cerita, Byakun OOC dikit ngga apa kan? Masalah musibah apa yang akan menimpa mereka, bisa dilihat dari judulnya.

Kurochi Agitohana : Yup, mereka akan menikah. Dan untuk apa author menutup-nutupinya jika masa depan mereka sudah terpampang jelas di judulnya?

Kurosaki Kuchiki : ini lanjutannya, silakan dinikmati!

RukiaRizkaMala : Yakin? Ngga nyesel? Pokoknya jangan nyesel lho ya!

aRaRaNcHa : apanya yang kebalik? Di cerita asli kan pada awal cerita si Ruki judes gitu ama Ichi. Byakun mah sebenarnya baik hati, tapi ngga ditunjukkan, dan di fic aya inilah dia menunjukkannya. Oke, ini apdetannya.

sarsaraway20 : Byakun mah sebenarnya baik hati, tapi ngga ditunjukkan, dan di fic aya inilah dia menunjukkannya. Ah, dari dulu si Ichi emang suka merhatiin Ruki kok –ngarang-