Just Friend

-o-

Flashback

"Hey, Rukia! Kemana saja kau in-"

Ucapan Ichigo terhenti karena Rukia ambruk di hadapannya. Dengan sigap, Ichigo langsung menangkap Rukia di tangannya.

Badannya dingin sekali, pikir Ichigo. Ichigo langsung mengangkat Rukia dan membawanya ke dalam rumah.

Di pelukan Ichigo, dalam keadaan pingsan, Rukia mengigau.

"Maafkan aku, Ichigo..."

End of Flashback

-o-

Ichigo langsung membawa Rukia ke kamarnya sambil berlari. Ichigo sangat panik, ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Ia segera membaringkan tubuh Rukia di tempat tidur. Lalu instingnya dengan cepat menyuruh mengecek suhu tubuh Rukia. Ia memegang tangan Rukia, dingin sekali. Lalu dahinya, dahinya tidak terlalu dingin. Ichigo segera bergerak mengambil baju Rukia yang kering untuk mengganti baju Rukia yang basah.

(Author skip aja pas ganti bajunya yak *plakk*)

Setelah selesai, Ichigo menyelimuti Rukia dan duduk di tepi tempat tidur. Ia memperhatikan kondisi Rukia yang tengah tidak sadar. Ichigo menemukan hp Rukia di genggaman tangan Rukia. Ia mengambil hp Rukia dan menghidupkannya. 3 missed calls tertera di layar hpnya dan 1 message? Ichigo berinisiatif untuk membuka pesan itu, siapa tahu itu hal yang penting.

Ditekannya tombol open dan segera dibacanya pesan itu. Mata Ichigo membulat dan membesar. Ichigo tidak percaya dengan apa yang dibacanya sekarang.

To: Kuchiki Rukia

From: Inoue Orihime

Kuchiki-san, terima kasih sudah membantuku dan sudah memberikan Kurosaki-kun kepadaku. Aku tahu kau juga menyukai Kurosaki-kun tapi maaf kali ini aku tidak bisa melepaskannya. Gomenasai...

Ichigo tidak tahu rasanya bernafas lagi sekarang. Tarik... Keluarkan... Tarik... Keluarkan... Apa maksudnya ini? Apa maksudnya dengan 'memberikan Kurosaki-kun kepadaku'? Dan terlebih lagi, 'aku tahu kau menyukai Kurosaki-kun'? Apa maksudnya dari semua ini? Ichigo kembali membuka folder sent dan membaca pesan terakhir Rukia.

To: Inoue Orihime

From: Kuchiki Rukia

Inoue-san, Ichigo sudah menunggu di halaman belakang.

Ia sudah menunggu di halaman belakang? Apa maksudnya ini? Tiba-tiba perkataan Rukia terlintas di pikirannya.

"Aku ketinggalan buku di kelas, kau duluan saja ya.. atau kalau kau mau menunggu tunggu di halaman belakang saja ya..."

Nafasnya berat. Ichigo baru menyadarinya. Ternyata, Rukia sudah merencanakannya. Ia sudah membantu Inoue untuk mencomblangkan dirinya. Mengapa Rukia melakukan hal ini? Kenapa ia melakukannya jika ia menyukai Ichigo? Rasa bingung bercampur amarah bergemuruh di hati Ichigo.

"Kau sangat bodoh, Rukia... Benar-benar bodoh.." Ichigo bergumam.

Seolah-olah bisa mendengar perkataan Ichigo tadi, Rukia menggumam.

"..Go..men... Ichi..go..."

Kata-kata Rukia membuat Ichigo sedikit tertegun. Dipandangnya Rukia dengan tatapan penuh kasih sayang. Ichigo mengelus pipi Rukia dengan ibu jarinya. Ichigo mendekatkan mulutnya ke dahi Rukia dan dikecupnya dengan lembut.

"Maafkan aku, Rukia... Aku tidak pernah mendengarkan perasaanmu..." ucap Ichigo sambil menggenggam tangan Rukia erat.

-o-

Rukia terbangun dengan kegelapan di sekitarnya. Memorinya mencoba berputar untuk mengingatkan kejadian apa yang telah terjadi, tapi hasilya nihil. Rukia mencoba untuk melihat lebih jelas lagi. Ia sudah berada di kamarnya rupanya. Rukia tidak mengingat banyak, ia hanya ingat kalau ia melihat Ichigo di teras rumahnya dan setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi. Ia merasakan kehangatan di kepalanya dan rupanya ada kain kompres di dahinya.

Rukia berpikir kalau mungkin Ichigo sudah pulang. Lalu ia menurunkan selimutnya dan perlahan menapakkan kakinya yang putih mulus ke lantai. Rukia membutuhkan beberapa waktu untuk menjaga keseimbangannya.

Rukia keluar dari kamarnya dan berjalan ke dapur. Kepalanya masih agak pusing. Ia berjalan terhuyung-huyung untuk mengambil gelas. Saat ia menuju ke ruang tengah, ia melihat ada seseorang yang tidur di sofa. Rukia tidak dapat melihat dengan jelas karena di sana sangat gelap.

Ia mencoba untuk berjalan lebih dekat dan ketika ia melihat orang itu...

PRANG!

Gelas yang Rukia bawa terjatuh ke lantai. Orang yang tidur di sofa itu pun langsung duduk terbangun karena mendengar suara pecahan gelas.

"Ru-Rukia! A-ada apa?"

Karena sudah gelap, mata hazel Ichigo dibuka lebar-lebar. Mata hazel bertemu dengan mata violet.

"I-Ichigo?"

Rukia tidak percaya kalau Ichigo masih di sana.

Kenapa ia masih di sini?Bukankah ia seharusnya bersama... Inou?

DEG!

Ingatannya tentang Orihime membuat hati Rukia seakan-akan ditusuk. Ia masih belum bisa membayangkan bahkan mengingat kalau Ichigo dan Inoue bersama. Ia belum sanggup untuk melihat Ichigo sekarang. Rukia menundukkan kepalanya dan membersihkan serpihan gelas kaca yang pecah.

"Hey Rukia! Tunggu dulu, masih gelap! Tanganmu bisa terluka!"

Namun, Rukia tidak menghiraukannya. Sampai-sampai...

"OUW!" pekik Rukia saat jarinya tidak sengaja tergores pecahan tersebut sehingga terluka.

Mendengar pekikan Rukia, Ichigo langsung melompat dari sofa dan menghidupkan lampu. Ketika lampu sudah hidup, yang dilihatnya adalah Rukia yang tengah bersimpuh sambil memegang jarinya yang berdarah. Melihat darah Rukia, Ichigo langsung panik.

"Rukia! Kau tidak apa-apa?" Ichigo berlari menghampiri Rukia.

"Uhh.. Aku baik-baik sa-"

Ucapan Rukia terhenti karena Ichigo. Ia memasukkan jari Rukia yang berdarah ke dalam mulutnya dan menghisap darahnya supaya berhenti.

"I-Ichigo!"

Rukia mencoba untuk menarik tangannya namun cengkraman Ichigo terlalu kuat. Rukia tidak sanggup untuk melawan. Ichigo terus menghisap darah Rukia sampai ia rasa darah sudah tidak mengalir dari lukanya. Rukia hanya bisa memandangi laki-laki ini dengan tatapan sendu.

"Nah, sudah.." katanya sambil melepaskan tangan Rukia.

Ichigo menyusupkan tangannya di bawah lutut Rukia dan menggendongnya bridal-style.

"Apa yang kau lakukan?"

"Ssshhh... Kepalamu pasti masih pusing, nanti kau bisa terluka lagi.." kata Ichigo sambil membawa Rukia ke kamarnya.

Ichigo mendudukkan Rukia di tempat tidurnya dan mencari kotak P3K. Ia segera meraih hansaplast. Rukia memandanginya dengan tatapan sayu. Ichigo duduk di sebelah Rukia dan segera meraih tangan Rukia yang terluka. Dibalutnya jari yang terluka itu dengan hansaplast.

Kini mereka berdua terdiam. Suasana canggung menyelimuti mereka berdua. Ichigo menatapi Rukia dalam kebisuan. Ia bingung harus bicara apa. Seakan-akan sudah kehabisan bahan obrolan. Mereka seakan-akan baru berkenalan, padahal mereka sudah berteman dari SD.

Rukia menarik tangannya dari Ichigo, ia sangat malu. Ichigo baru menyadari kalau daritadi ia terus memegangi tangan Rukia. Karena gugup, Ichigo berdiri membelakangi Rukia.

Deg... deg..

"Mana... Kak Hisana?" tanya Rukia tiba-tiba.

"Dia sedang ke luar kota, ada urusan katanya."

"Ohh.. lalu...kenapa kau masih di sini? Nanti keluargamu khawatir."

"Aku disuruh menjagamu oleh Kak Hisana. Aku sudah mengabari ayahku kalau aku menginap disini."

"Ooohh..."

"...Kenapa?"

"Kenapa apanya?"

"Apakah kau tidak suka aku berada di sini?"

"Ahh... tidak kok.. Hanya saja.."

"Apakah kau mengharapkanku sedang bersama Inoue sekarang...?" Ichigo memutar badannya dan kembali menatap Rukia.

JDGERR *suara petir*

"..."

"Tadi kau kemana saja? Aku menunggumu dari tadi..."

GLEK

Muka Rukia langsung pucat. Ia menundukkan kepalanya. Otaknya terus berpikir untuk mencari alasan yang tepat sementara tangannya terus mencengkeram ujung bajunya erat. Rukia mengangkat kepalanya. Mata violet dan hazel bertemu.

Rukia mencoba mengalihkan perhatiannya. "A-ano, ta-tadi.. a-aku mengambil barang di kelas lalu aku pergi ke rumah Mom-"

"Tadi sudah ku telpon Momo dan ia bilang kalau ia tidak melihatmu sejak pulang sekolah." Jawab Ichigo sambil berjalan mendekati Rukia.

"Ahh! Aku bukan ke rumah Momo tadi tapi ke rumah Tatsuki.." Rukia mencoba mengelak lagi.

"Pfft." Ichigo menertawakan Rukia dengan hidungnya. "Tatsuki tidak bertemu denganmu kok. Ia kan sedang ada pertandingan."

"..." Rukia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Alasannya sudah habis sekarang.

"Mau kau sebutkan semua nama teman kita pun tidak apa-apa. Aku sudah menelepon semuanya kok. Mereka semua tidak melihatmu sejak pulang sekolah."

"..."

"Ohh... aku tau! Apakah salah satu dari teman kita... ada yang bekerja sama denganmu?"

Tangan Rukia sudah memutih karena terlalu kuat mencengkeram bajunya. Ichigo menatap tajam Rukia dan berjongkok di depannya. "Sebaiknya kau jujur saja, nona.. Kuchiki."

"..." Rukia masih terdiam tanpa kata. Ia sudah kalah telak.

Ichigo menjulurkan tangannya dan meraih hp Rukia. Ia melempar hp Rukia tepat di pangkuannya.

"Bisa jelaskan apa maksudnya ini?"

Rukia meraih hpnya dan membaca pesan di dalamnya. Sekarang, ia tidak tahu alasan apa lagi yang harus digunakan untuk mengelak.

"I-ini..." Tangan Rukia bergetar.

"Hmm?"

"I-Ichigo... ini.. bukan apa-apa... I-ini hanya..." Rukia mencoba untuk tidak bertemu mata dengan Ichigo.

"Hanya apa?"

"..."

"Hanya permainankah maksudmu? Apa maksudnya semua ini? Apa maksudnya Inoue bahwa kau menyerahkan diriku kepadanya hah?" Tangan Ichigo mencengkeram erat pundak Rukia.

"I-ichigo.. Ak-aku..." Perlahan, air mata mulai menggenang di mata violet gadis itu.

"Alasan apa lagi yang mau kau pakai, Rukia! Kau sudah tidak punya alasan lagi." Ucap Ichigo dingin.

"INI SEMUA DEMI INOUE!" Rukia berteriak dan meninju dada Ichigo. Air matanya mengalir deras di pipinya membasahi paras cantiknya itu. Ichigo tidak percaya kalau Rukia menangis. "Dia benar-benar menyukaimu, Ichigo!" ucap Rukia sambil memukul-mukul dada Ichigo lagi. Ichigo membiarkan Rukia memukul-mukul dadanya.

"..Apakah kau tidak tahu hal itu?" kata Rukia sambil terus menangis.

Ichigo langsung menarik Rukia ke dalam pelukannya. "...Rukia... kau ini benar-benar bodoh...!"

"Apakah jika kau membantu Inoue masalahya akan selesai? Tidak!"

"T-tapi-"

"Aku tidak peduli dengan apa kata orang lain. Aku tidak peduli dengan perasaan Inoue banyak laki-laki lain yang menyukainya." Ichigo meraih wajah Rukia. "..yang aku pedulikan hanyalah... kamu.. Rukia.."

Rukia menghentikan tangisnya dan menatap Ichigo. Ditatapnya mata musim gugur itu yang selalu membuatnya luluh. Ichigo meraih tangannya dan dihapusnya air mata Rukia dengan ibu jarinya. Perlahan... Ichigo mendekatkan wajahnya ke wajah Rukia. Nafas Ichigo yang keluar dari mulutnya menggelitik kulit Rukia. Rukia memejamkan matanya, menunggu tindakan Ichigo selanjutnya. Ichigo menelengkan kepalanya ke kanan dan perlahan... bibir mereka bertemu.

Jantung Rukia semakin berdebar kencang saat bibir mereka bertemu. Ini adalah ciuman pertamanya begitu juga dengan Ichigo. Rukia dapat menebaknya karena ia dapat merasakan jantung Ichigo yang berdebar kencang.

Ichigo memegang bagian belakang leher Rukia dan memperdalam ciuman mereka. Ciuman mereka sudah mulai lebih berani dan dalam. Walaupun Rukia masih sedikit ragu-ragu dengan tindakan Ichigo tetapi ia tidak mau untuk berhenti. Ia masih ingin merasakan bibirnya bersentuhan dengan bibir Ichigo. Melihat respon Rukia yang tidak menolak, Ichigo menjadi lebih berani.

Ia menaruh tangannya yang satu lagi di pinggang Rukia dan menariknya untuk lebih dekat. Kini Rukia sedikit-sedikit mulai membalas ciuman Ichigo. Ichigo tersenyum dan kembali menciumi Rukia dengan lebih nafsu lagi. Bibir keduanya berpagutan penuh dengan emosi yang tidak dapat dibendung. Cinta, kebahagiaan, semuanya bercampur aduk di dalam ciuman mereka.

Rukia mendesah saat tangan Ichigo mulai bergerilya di bagian tubuhnya. Tangannya sendiri memeluk leher Ichigo. Karena pasokan oksigen yang mulai menipis, Ichigo mengakhiri ciuman mereka.

Keduanya terengah-engah. Mencoba mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Ichigo menempelkan dahinya dengan Rukia. Wajah Rukia merona merah saat ia menyadari apa yang sudah dilakukannya bersama Ichigo.

Ichigo menaruh dagunya di atas pundak Rukia dan memeluk Rukia dengan erat. Aroma strawberry yang terpancar dari rambut Rukia diresapinya. Ichigo merasa lega karena akhirnya ia dapat mengatakan perasaannya selama ini begitu juga dengan Rukia.

Ichigo mulai menciumi leher Rukia. Ditelusurinya leher putih yang jenjang itu dengan bibirnya. Rukia merasa geli saat rambut Ichigo menyentuh kulit lehernya.

"I-Ichigo..."

"Ssstt... percayalah padaku.."

Ichigo kembali menciumi leher Rukia. Ia mulai menggigit-gigit kecil lehernya Rukia dan meninggalkan beberapa bekas merah. Rukia mendesah. Ichigo mendorong Rukia di tempat tidur dan membaringkannya.

Ichigo merangkak ke atas tubuh Rukia, tangannya menumpu badannya agar tidak menimpa Rukia. Rukia menatap Ichigo dengan sedikit kecemasan. Ichigo mengelus pipi Rukia dan berkata, "Jangan takut... percayalah padaku..." Rukia memegang tangan Ichigo yang sedang mengelus pipinya. Dengan itu, Ichigo kembali melanjutkan penulusurannya di tubuh Rukia.

Rukia mulai membalas setiap ciuman yang Ichigo berikan padanya. Tangannya juga mulai mengelus dada, leher, dan rambut Ichigo. Ichigo juga tidak tinggal diam, tangannya mulai melucuti pakaian yang dikenakan Rukia. Semuanya dilakukan dengan penuh nafsu, kebahagiaan, dan... cinta. Saat sesuatu yang awalnya sederhana dan lugu mulai dipengaruhi oleh hasrat untuk saling memiliki.

Setelah semuanya selesai, Ichigo yang tengah memeluk Rukia di sampingnya tersenyum bangga. Rukia adalah miliknya selamanya.

-o-

Di tengah kegelapan malam, Ichigo terbangun dari tidurnya. Memorinya berputar, mencoba mengingatkan Ichigo kejadian yang baru saja dialaminya bersama Rukia. Rukia adalah miliknya. Tubuhnya masih lengket karena keringat yang dihasilkan oleh 'aktivitas' yang dilakukan mereka berdua tadi. Ichigo hanya mengenakan boxernya.

I could stay awake just to hear you breathing

Ichigo dapat mendengarkan suara nafas teratur yang keluar dari tubuh yang berada di sampingnya. Mendengarnya saja ia sangat bahagia. Bahkan hanya nendengarkan suara nafas itu, ia bisa terjaga sampai pagi. Ia menoleh ke samping dan mendapatkan kalau Rukia -yang sudah berpakaian lengkap- tengah memeluk guling yang tepat di antara mereka berdua, bukan dirinya.

Watch you smile while you are sleeping

While you're far away and dreaming

Ichigo sedikit kecewa dengan Rukia karena memeluk guling bukan dirinya tetapi rasa kecewanya hilang saat ia melihat ekspresi yang ada di depannya. Ichigo tersenyum melihat wajah imut Rukia yang sedang tertidur. Pipinya digembungkan seperti anak kecil.

I could spend my life in this sweet surrender

I could stay lost in this moment forever

Ichigo tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Rukia sedikit pun. Ia seakan-akan terhipnotis hanya melihat wajah Rukia yang sedang tertidur. Disentuhnya wajah Rukia dengan sangat hati-hati dan mengelusnya lembut. Kulit Rukia sangatlah halus, bahkan lebih halus dari kain sutra terhalus yang ada di dunia.

When every moment spent with you is a moment I treasure

Rukia seakan menikmati elusan Ichigo di pipinya. Ia tersenyum di dalam tidurnya. Hal itu membuat Ichigo tambah tersenyum lagi. Setiap momen yang ia habiskan bersama Rukia merupakan sesuatu yang berharga baginya.

I don't wanna close my eyes, I don't wanna fall asleep

'Cause I'd miss you babe and I don't wanna miss a thing

'Cause even when I dream of you the sweetest dream will never do

I'd still miss you babe and I don't wanna miss a thing

Ichigo tidak bisa tidur. Ia masih ingin melihat wajah Rukia saat tidur. Ia tidak mau kehilangan satu momen bersama Rukia dalam hidupnya. Walaupun ia tertidur dan bermimpi tentang Rukia, ia tetap tidak bisa. Ia tetap akan merindukan Rukia.

Perlahan tapi pasti, Ichigo menyingkirkan guling yang ada di pelukan Rukia dan menaruh kepala Rukia di atas lengannya. Tangan yang satunya lagi melingkar manis di pinggang Rukia.

Lying close to you, feeling your heart beating

Rukia merapatkan lagi tubuhnya ke tubuh Ichigo. Kepalanya ia sandarkan di dada Ichigo dan tangannya ia lingkarkan di sekitar dada Ichigo. Ichigo tersenyum kecil melihat aksi Rukia. Kini Ichigo dapat merasakan detak jantung Rukia.

And I'm wondering what you're dreaming, wondering if it's me you're seeing

Ichigo menebak-nebak mimpi apa yang sedang Rukia alami. Apakah tentang dirinya? Atau tentang anak mereka nanti? Hanya Rukia saja yang tahu.

And then I kiss your eyes and thank God we're together

I just wanna stay with you in this moment forever, forever and ever

Ichigo mendekatkan mulutnya dan mencium kelopak mata Rukia yang tertutup. Ia bahagiakarena sekarang mereka sudah bersatu. Mereka bukanlah lagi teman. Mereka sudah terikat secara batin. Mereka sudah lebih dari teman. Dan Ichigo tidak akan pernah berniat sedikitpun untuk berpaling dari Rukia.

-o-

Sinar fajar pagi mulai mengintip-intip memasuki kamar Rukia melalui jendela. Rukia membuka matanya perlahan dan melihat keadaan sekelilingnya. Masih gelap. Rukia mencoba untuk menggerakkan tubuhnya tapi terhalang oleh sesuatu.

Rukia mencoba mengingat kembali kejadian yang baru saja dialaminya. Ia baru sadar kalau ia berada di atas tubuh seorang pemuda. Rukia dapat merasakan detak jantung pemuda itu. Detaknya begitu pelan dan sangat menenangkan.

Tangannya dengan kuat melingkari pinggangnya. Betul-betul melindungi. Rukia mengangkat kepalanya dan.. tampaklah wajah pemuda itu. Benar-benar berbeda dengan yang sering ia lihat setiap hari.

Alisnya tidak dikerutkan seperti biasa. Senyum terpampang di wajahnya. Melihatnya tidur sangat memberi kedamaian di hati Rukia. Rukia menelusuri alisnya dengan jari telunjuknya yang tidak terluka. Lalu perlahan ke hidungnya yang mancung dan sampai ke dadanya.

Rukia memandangi dada pemuda tersebut. Tepat di sebelah kiri, jantung pemuda itu berada. Rukia terus menatapi dada itu. Betapa nyamannya berada di situ.

"Mau sampai kapan kau memandangi dadaku seperti itu?" tiba-tiba sebuah suara terdengar. Membuyarkan pikiran Rukia yang sudah mengarah ke-

"I-Ichigo! Kau sudah bangun?"

"Aku tidak percaya, ternyata Kuchiki Rukia adalah orang yang mesum. Skandal terbesar... ckckck.."

BLETAKK

"Sekali lagi kau berkata seperti itu, rambutmu akan botak!" ancam Rukia.

"Aduh... sakit.. Aku kan cuma bercanda.. Maafkan aku." Ucap Ichigo sambil mengelus-elus kepalanya yang benjol.

"Huh!" Rukia membuang mukanya dan pura-pura cemberut.

"Hey Rukia..."

"..."

"Rukia..."

Rukia masih tidak bergeming. Tiba-tiba pikiran jahil terlintas di otak Ichigo dan Ichigo pun menyeringai. Ichigo langsung menggelitik pinggang Rukia, yang Ichigo tahu urat gelinya sangat sensitive di sini.

"Ahahaha.. ahhhh gelliii... stop aaahhhh... hahahaha... stop Ichiigoo..." Rukia tidak dapat menahan rasa gelinya.

"Aku tidak akan stop sampai kau memaafkanku, midget!"

-o-

Mereka masih terbaring di kasur yang sama dan di posisi yang sama. Ichigo menyender di kepala tempat tidur sambil mengelus rambut Rukia yang berada di pelukannya sementara Rukia membuat lingkaran di dada Ichigo.

"Ichigo..."

"Hmm?"

"Jadi.. sekarang apa?"

"Apa maksudmu?"

"Yah.. maksudku.. apa selanjutnya? Kau tahu.. tentang kita..?"

"Kita? Tentu saja sekarang kita pacaran. Mulai sekarang di menit ini juga di detik ini. Kuchiki Rukia adalah milik Kurosaki Ichigo se-la-ma-nya."

Ichigo mulai menunjukkan sifat possessive-nya. Rukia tersenyum kecil.

"Lalu kau milik siapa? Mentang-mentang aku hanya milikmu sedangkan dirimu tidak ada yang punya. Oh jadi begitu ya.." Rukia mengangkat kepalanya dan mencibir. Bibirnya dimajukan sedikit.

"Tentu saja aku ada yang punya. Aku adalah milikmu. Kurosaki Ichigo adalah milik Kuchiki Rukia."

"Kau ini.. kita tidak tahu kan apa yang akan terjadi di masa depan.." Rukia melihat ke arah lain.

"Oleh karena itu.. aku tidak akan pernah melepaskanmu selamanya, Rukia." Ichigo menyentuh dagu Rukia dan melihat ke matanya dalam. "Apapun yang akan terjadi di masa depan, itu tidak akan pernah memisahkan kita... Aku akan terus menjagamu selamanya.."

Rukia sedikit terkejut dengan keseriusan Ichigo kali ini. Baru kali ini ia mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut Ichigo. Ichigo mengecup dahi Rukia sebagai tanda bahwa ia serius. Rukia tertawa geli.

"Ahahahahahaha..."

"Hey! Kenapa kau tertawa?"

"Ahh tidak.. aku hanya tidak percaya kalau Kurosaki Ichigo adalah seseorang yang gombal."

"Ini bukan rayuan gombal tau.. Ini adalah sebuah janji.."

"Oh benarkah?"

"Ya benar.. janji kita berdua..." Ichigo meraih tangan Rukia dan merapatkan jari-jarinya ke jari Rukia. Ichigo menyunggingkan senyum yang jarang ia perlihatkan kepada orang lain.

Rukia sedikit terhipnotis melihat senyuman Ichigo. Ichigo menatapi Rukia dalam. Mereka saling bertatapan sekarang. Di balik tatapan mereka, masing-masing dari mereka tahu seberapa dalam cinta mereka ke satu sama lain.

Rukia mendekatkan wajahnya ke wajah Ichigo dan memejamkan matanya. Ia membiarkan bibirnya untuk menempel di bibir Ichigo. Ichigo yang agak terkejut dengan tindakan Rukia tersenyum dan membiarkan Rukia yang mengontrol sepenuhnya. Rukia meraih leher Ichigo dan menciumnya lagi lebih dalam. Giginya mulai menggigit-gigit kecil bibir Ichigo.

Ichigo mengeluarkan desahan dan mulai untuk berpatisipasi di dalam ciuman mereka. Ichigo memaksa Rukia untuk membuka mulutnya dan membiarkan lidahnya masuk ke dalam. Rukia mendesah dan meremas-remas rambut Ichigo. Lidah mereka saling bermain satu sama lain. Bertukar saliva sehingga saliva mereka menyatu.

Ichigo melepaskan ciumannya dan menarik Rukia lebih erat lagi di pelukannya. Ichigo tahu kalau Rukia masih mengantuk. Mereka berdua menguap. Mereka memutuskan untuk tidur lagi.

"Selamat tidur, Rukia.. Mimpi indah."

"Ya, selamat tidur Ichigo.." Rukia balas memeluk Ichigo dan menyembunyikan wajahnya di dada Ichigo.

Mereka pun segera tertidur pulas. Dan pada saat mereka terbangun nanti, masa depan yang penuh dengan kebahagiaan telah menanti mereka.

THE END

Akhirnya... selesai juga... yeyeyeyey... *joget Inul*

Yah walaupun tidak sepanjang chapter pertamanya tapi lumayan lah.. ya gak? Beban author berkurang satu dan tinggal "Lebaran ala Bleach", "Jadi Cowok?", "Shattered Heart" ama "The Accident" yg tinggal ditamatin. Tapi masih panjang boo... Oh ya ada one shot juga yang sequelnya dari "Sekali Ini Saja". Jadi mohon ditunggu ya senpai-senpai, om, tante, adek, kakak, semuanya... Kalau masih kurang dapet feelnya, bisa ceritakan di review nanti author edit lagi, ok?

Mengenai cerita yang "Jadi Cowok?" banyakin lagi reviewnya biar author semangat bikinnya di tengah ujian ini. *author bandel*

Ok balasan untuk review di chap sebelumnya

Wi3nter: Terima kasih sudah mereview

Hikari Shiroi Tsuki: Itu ost nya anime Bleach yg ke… brp ya? Pokoknya judulnya Houki Boshi by Younha. Terima kasih sudah mereview

Aizawa Ayumu Oz Vessalius: Kalau Inoue diterima, berarti bukan author yg buat, HIDUP ICHIRUKI! Thanks for review

Ruki1415: Thanks for review

So-chand cii Mio imutZ: Thanks for review

: Author juga gak tega kalo Ruki nangis tapi supaya dramatis gitu *ditampol Ruki* Thanks for review..

Semuanya terima kasih sudah mau mereview, author ucapkan terima kasih. Semoga nilainya bagus-bagus, doain author juga ya.. Trus jangan lupa mereview lagi dan review semua cerita author, klo gak.. *ngasah pisau*

Pokoknya REVIEW!