Disclaimer: Masashi Kishimoto, tapi kue-kuenya dari Kaichou wa maid-sama, alias, yang bikin Usui. Hahaha, Zei inget aja nama kuenya.

Warning: Total OOC, semi-canon, gaje

.

.

Really Truly Extremely Silly

-2-

.

.

.

''Yamato! Naruto! Apapun yang terjadi, kalian harus menang! MENANG!''

'Aduh... Biar dibilang begitu juga...'

'Heh, dia pasti berpikir kalau aku maupun Naruto yang menang, dia pasti bisa mendapatkan buku Icha-Icha Paradise itu,' sepertinya Yamato menyadari niat dibalik dukungan tidak tulus yang tiba-tiba dari Kakashi.

.

.

''GAARA!''

Suara yang keras itu muncul dari arah penonton. Seorang gadis berambut pirang menaiki panggung peserta dan mendekati adiknya.

''Kau itu kenapa main-main disini sih? Kami semua mencarimu tahu!'' suaranya terdengar sangat jelas.

''Hah? Bukankah kau menyuruhku mengikuti kontes yang ada di luar Suna?'' tanya Gaara sambil menatap kakaknya dengan bingung.

''Maksudku kontes senjata di Iwagakure, bukan kontes konyol makan banyak di Konoha!'' jawab Temari sambil memandang para peserta dengan tatapan heran. ''Pokoknya, ayo kita pulang!''

''Hei hei, tunggu dulu Nona.'' Anko menyeruak dia antara kakak beradik itu. ''Setidaknya biarkan adikmu menyelesaikan kontes ini dulu. Dia sudah sampai tahap ini, masa' langsung kabur?''

''Biar saja. Ayo pergi, Gaara!''

Gaara pun mengikutinya. Dengan itu, Gaara dianggap didiskualifikasi. Kakuzu langsung mengelus dada, merasa saingan berkurang.

''Ada-ada saja orang-orang Konoha. Apa yang mereka pikirkan sih? Mengadakan kontes makan kue, seperti orang bodoh saja. Memangnya hadiahnya apa?'' tanya Temari sambil berjalan menuruni panggung.

''Lima ratus ribu yen,'' jawab Gaara, singkat.

''Apa?'' Matanya membelalak, ''Kalau begitu, apa yang kau lakukan? Cepat ikuti kontes itu dan menangkan uangnya!''

''Tidak bisa, peserta yang sudah didiskualifikasi tidak bisa meneruskannya lagi,'' terang Kakashi.

Temari pun menyesali tindakannya.

''Yah, tadi memang ada sedikit gangguan, sekarang mari kita—''

''YAMATO!''

Yah, gangguan lagi deh.

''Siapa lagi sih?'' Anko memanas karena omongannya dipotong.

Kini di panggung, kembali berdiri seorang gadis, hanya saja yang ini lebih tua.

''Shi-Shizune? A-ada apa?''

Pembuluh darahnya bisa terlihat di dahinya.

''Kau masih berani bilang 'apa'? Kau lupa ya!''

''Eh? Lu-lupa?'' Dia terlalu takut dengan wanita di hadapannya sampai gaya bicaranya jadi tergagap. Sementara Shizune, menerima pertanyaan dari pertanyaannya, dia yakin sekali dengan prasangkanya.

''Ternyata memang benar lupa! Kau lupa hari ini kita janji bertemu di tempat biasa. Ini sudah yang ke-57 kalinya tahu!'' Selesai mengatakan semua hal itu dalam satu tarikan napas, ia menangis.

Yah, ketahuan deh kalau mereka ternyata pacaran.

Yamato langsung berdiri dan berusaha menenangkan pacarnya yang menangis di depan umum.

''Mana yang lebih penting buat kamu? Aku atau lomba ini?''

''Eh... Itu...'' Yamato bingung. Di satu pihak, dia memang cinta banget sama Shizune, tapi lomba ini hampir dia menangkan dan hadiahnya luar biasa bukan main. Gak bisa ditinggal begitu aja.

Melihat pacarnya bingung, ia merasa dikhianati, ''Kalau kamu memang sebegitu sukanya makan kue, makan kue aja sampai mampus! Kita putus!'' Dengan itu ia berlari menuruni panggung. Yamato langsung pergi mengejar Shizune. Kedua pasangan itu pergi kejar-kejaran sampai tidak terlihat lagi.

''Ehm... Kita sudah melihat selingan opera sabun tadi. Terima kasih untuk Yamato dan Shizune.''

Tsunade langsung tewas di tempat karena Yamato juga harus didiskualifikasi, padahal ia sudah memasang taruhan yang cukup besar untuknya. Kakashi tidak jauh beda. Satu-satunya harapan yang tertinggal hanya Naruto yang sakit perut.

''Lebih baik kita lanjutkan saja Sweet Full Course ini. Kue selanjutnya, Jeli Berri yg lembut!''

Para peserta kembali melahapnya. Namun baru satu suapan, Kakuzu memuntahkan semua isi perutnya. Sepertinya dia sudah mencapai limitnya.

''Satu peserta kembali gugur!''

Dengan segera, tim medis mengangkut tubuh Kakuzu yang hampir tak bernyawa. Saat melewati tempat Itachi, tiba-tiba ia bangun dan memberi petuahnya pada satu-satunya anggota Akatsuki yang tertinggal itu. ''Dengar Itachi, apapun yang terjadi, kau harus menang. Kalau tidak, kamarmu akan kusita dan kau harus satu kamar dengan Kisame.''

''TIDAKK!'' teriakan itu terdengar dari bangku penonton. Sepertinya hal itu lebih menjadi ancaman bagi Kisame daripada bagi Itachi sendiri.

Brak!

Bantingan meja itu menarik perhatian penonton yang tadinya ke arah Kisame. Uzumaki Naruto, berdiri dengan aura serius di depan panggung.

''Sensei...''

''A-ada apa Naruto?''

''Aku...''

''Iya?''

''Aku...''

''Iya?''

''Aku...''

''Iya iya! Kau kenapa? Memangnya ada apa denganmu?''

''Aku... Aku tidak tahan lagi!'' Dia berlari meninggalkan panggung sambil memegang perutnya. Ke toilet pastinya.

''Oi Naruto! Tunggu! Jangan pergi! Lanjutkan dulu kontes ini sampai selesai! Kau harus menang!'' Kakashi mengejar Naruto.

''Yeah! Dengan ini yang tersisa hanyalah 2 peserta. Selamat bagi kalian yang sudah berhasil sampai kesini. Sekarang kita memasuki babak final!''

Di meja juri, Tsunade berdoa dalam hati, jangan sampai Itachi yang menang. Kalau perlu, dia bakal puasa minum sake dua bulan supaya doanya terkabul. Tapi hal itu pasti nggak bakal ditepatin.

''Untuk babak final, chef kami sudah menyiapkan kue spesial untuk kalian berdua. Pastinya cake utuh. Inilah... SPECIAL HEART FOR YOU!''

Di depan kedua peserta yang tersisa, 2 buah cake utuh yang besarnya melebihi kue pernikahan berbentuk hati dan berkelimpahan krim, terpampang di depan mereka.

Para penonton yang sejak tadi mengikuti mereka melihat kue-kue yang daritadi bermunculan, ada yang muntah-muntah, pingsan, mual, maupun jadi pucat pasi.

''Kali ini, siapapun yang lebih dulu menghabiskan kue ini tanpa tersisa, dialah pemenangnya. Siap? MULAI!''

Dengan lahap, kedua orang itu memakan kue tersebut, tetap dengan gaya mereka yang elegan namun cekatan.

''Itachi!'' Interupsi lagi.

Dari samping, Sasuke yang baru saja sadar dari mati surinya, kembali dan menantang Itachi, ''Aku akan membalas dendamku!''

Para anggota Akatsuki lain yang mengharapkan kemenangan Itachi, tidak ingin Sasuke menganggu. Mereka segera mendatanginya lalu membekapnya, mengikatnya, sampai dia tidak bisa bergerak maupun berbicara.

Tapi, bukan Sasuke namanya kalau mudah dikalahkan. Ia melepas ikatan itu dengan mudahnya dan melemparkan kunai ke arah kakaknya. Dengan mudah Itachi menangkis kunai tersebut.

Sasuke menggunakan jurus elemen apinya dan mengarahkannya ke Itachi. Tapi Itachi hanya perlu bergeser sedikit agar peluru api itu tidak mengenai sasaran. Sambil tetap makan kue.

Marah, Sasuke mengeluarkan chidori dan berlari ke arah Itachi. Kali ini Itachi harus serius menghindarinya. Panggung yang harusnya jadi tempat makan itu menjadi arena pertarungan kedua Uchiha tersebut.

Merasa tidak perlu membantu ataupun ikut campur, tidak ada satu orang pun yang ikut ke dalam pertarungan tersebut. Anko lari dari panggung, menyelamatkan nyawanya. Para penonton kabur menjauh dan menonton pertarungan itu dari jarak yang aman. Namun Neji, meski kunai yang meleset menancap di sebelah kakinya, chidori menghancurkan meja di sebelahnya, api membakar spanduk yang terbentang, ia masih disana memakan kuenya tanpa merasa adanya mara bahaya.

Pertarungan itu terus berlanjut sampai kata ''Terima kasih makanannya,'' keluar dari mulut Neji.

Semua mata membelalak tak percaya. Kue berdiameter 60 cm itu dihabiskannya seorang diri dalam waktu yang relatif cukup singkat?

Para anggota Akatsuki mukanya berubah jadi biru —kecuali Kisame yang memang dari awal sudah biru. Dalam sebulan ke depan mereka harus berpuasa selama sebulan sekaligus kerja rodi di segala tempat, sebagai akibat dari kekesalan Kakuzu. Seharusnya dia nggak boleh jadi bendahara di organisasi itu.

''Semuanya gara-gara lo tau!'' Mereka melampiaskan kekesalan untuk satu bulan ke depan pada Sasuke yang ada di hadapan mereka beramai-ramai. Toh, ini gara-gara dia ngeganggu Itachi sampai Itachi kalah.

''Yak, akhirnya setelah melalui banyak gangguan dan cobaan, kita dapatkan pemenang dari Sweet Full Course ini!'' Anko berlari menghampiri Neji dan mengangkat sebelah tangannya tinggi-tinggi. ''Inilah... Hyuuga Neji!''

Semua bersorak atas kemenangan Neji.

Tepat di saat itu, 'Neji' yang sedang berjalan-jalan melihat kerumunan orang banyak bersorak-sorai. Ia jadi penasaran, lalu memutuskan untuk bertanya pada seseorang yang ada di barisan belakang.

''Ini? Kami sedang bersorak untuk Neji. Dia hebat sekali loh, mengalahkan 11 kontestan lainnya dan memakan berbagai jenis kue. Aku saja mau muntah melihatnya, tapi dia bisa menghabiskan semuanya, terutama kue terakhir yang paling besar.'' Dan dia pun kembali bersorak dengan yang lainnya.

'Neji? Aku? Menang kontes? Makan kue? Daritadi aku berlatih di hutan kok. Kontes apaan?' Dia jadi bingung sendiri.

Lalu dia melihat seseorang dengan gaya rambut super nge-bob juga baju berlengan panjang berwarna hijau, dilihat dari tangannya yang terangkat ke atas. Dia yakin sekali kalau itu gurunya.

''Bagus Neji! Itu baru namanya muridku! Wooo! Yeeaa!''

''Gai-sensei, ada ribut-ribut apa ini?'' tanya Neji yang bersusah payah menerjang lautan manusia untuk bertemu gurunya.

''Loh, Neji? Bukannya kamu ada di depan sana menerima hadiah?'' Dia menatap laki-laki berambut panjang itu dengan bingung sambil menunjuk arah panggung. Neji melihat ke arah yang ditunjuknya.

Di sana ia melihat 'dirinya' sedang menerima hadiah.

''Selamat atas kemenanganmu Neji. Ini hadiahmu,'' Anko menyerahkan sebuah amplop tebal berwarna putih yang berisi uang sebesar 500000 yen.

'Neji' menerima amplop itu dengan tangan terbuka. Ia juga terpaksa menerima satu set Icha-Icha Paradise. Di belakangnya, Kakashi yang baru datang setelah gagal mengejar Naruto, hanya bisa menggigit sapu tangannya.

Neji dan 'Neji' bertemu pandang. Semua orang pun menyadari hal tersebut. Di depan mereka, kini ada 2 Neji.

'A-apa? Siapa dia?' pikir Neji.

Dengan wajah pucat, 'Neji' yang memenangkan kontes melompat ke arah kerumunan penonton dan berbaur bersama mereka. Para penonton pun berusaha mengungkap misteri ini. Mereka mengerumuni kedua Neji tersebut.

''Tangkap dia!''

''Yang mana?''

''Yang mana saja! Kita tidak tahu siapa yang asli atau palsu!'' Akhirnya kerumunan itu beramai-ramai berdesak-desakkan tanpa jelas apa yang dikerumuni.

Sementara itu, di meja juri...

''Yang menang 'kan Neji, jadi diantara kita nggak ada yang menang dong,'' ucap Tsunade sambil mengepalkan tinjunya.

''Nggak bisa! Itachi 'kan yang bertahan paling akhir di antara semua taruhan kita. Jadi aku yang menang dong,'' sela Orochimaru sambil mengeluarkan ularnya, siap bertarung.

''Aku nggak ikut taruhan, jadi aku nggak ikut-ikutan ya.'' Jiraiya lebih memilih kabur.

Di panggung...

''Eeh, Kakashi! Apa yang kau lakukan? Kau tidak bisa mengambilnya!''

''Loh? Daripada ditelantarkan 'kan sayang. Neji juga tidak mau, jadi lebih baik untukku saja.''

Lalu beberapa orang mesum yang tadi masih tertinggal disana menghampiri Kakashi dan berebutan buku Icha-Icha itu dengannya.

Neji ingin sekali menggunakan kaiten dan menjauhkan orang-orang ini darinya. Terutama yang sejak tadi menarik-narik rambut indahnya.

Berhasil keluar dari kerumunan manusia itu, Hinata langsung berlari ke rumahnya sambil mendekap sebuah amplop putih di dadanya.

''Aku pulang.''

''Ah, Nee-chan,'' Hanabi menyambut kedatangan kakak semata wayangnya. ''Bagaimana lombanya?''

Hinata tersenyum senang. ''Sangat menyenangkan. Kue-kuenya sangat enak,'' jawabnya, sambil mengingat kembali rasa kue yang pernah dicap oleh lidahnya. ''Yang lebih bagus lagi, lihat.''

Ia memperlihatkan amplop putih yang ada di genggamannya sejak tadi. Hanabi tercengang, ''Kau menang?'' Hinata hanya mengangguk.

''Ayo kita pergi. Kutraktir kemana saja kau mau. Pada dasarnya, berkat idemu aku bisa makan kue dan menang kontes.''

''Sekarang?''

''Tentu saja.''

Meskipun heran dengan kapasitas perut kakaknya, Hanabi tetap menggandeng tangan kakaknya menuju keluar. ''Aku mau barbeque!''

Dan dengan itu, kedua kakak beradik Hyuuga itu berjalan ke tempat dimana Chouji dan Shikamaru berdiam dan makan sejak tadi. Jauh dari keributan sekumpulan orang-orang yang masih sibuk mencari Neji dan 'Neji'.

.

.

.

THE END

.

.

.

.

.

A/N- Semoga anda semua cukup puas dengan ending yang aneh ini.

Happy Valentine everybody ^^