-Surga ditelapak kaki ibu?-

.

.

.

Sambungan= chapter.2 dari:

-Papa, SEX itu apa?-

.

.

.

"Sebagai umat yang beragama kita harus saling menghargai dan ingat jangan lupa dengan tuhan yang senantiasa membantu kita serta mendengarkan doa-doa kita, sekian pelajaran hari dan ada yang mau ditanyakan murid-muridku ?"tanya seorang guru yang sedang mengajar di kelas I.

"Ah,aku ibu guru"jawab seorang murid yang manis, Xiana.

"Ya,apa yang kamu mau tanyakan?"tanya guru tersebut.

"E-er,surga apa benar ditelapak kaki ibu?"tanya Xiana dengan wajah seriusnya.

Sang guru hanya tertawa kecil melihat wajah muridnya yang bertanya dengan sangat antusias.

"Benar itu Xiana, Jadi semuanya surga itu ada ditelapak kaki ibu.. Kita tidak boleh melawan ataupun durhaka terhadap ibu kita masing-masing karena nanti bisa kena dosa lo!"ujar guru tersebut menjelaskan kepada semua murid-muridnya.

"Uuuuuu... Dosaaaaa..."jawab murid-murid tersebut serentak.

"Nah,sekarang semua mengertikan?"tanya guru tersebut sambil tersenyum.

"Mengerti bu guru.."jawab semua murid-muridnya.

.

.

.

.

TENG~ TONG~

*Bel pulang berbunyi*

"Nah,sekarang semuanya boleh pulang.. Dah~ dah~"ujar bu guru tersebut.

.

.

.

.

.

"Surga ditelapak kaki ibu ya? Tapi bukannya telapak kaki kan biasa sajakan?"ujar Xiana dengan seriusnya.

"Tentu saja, Xia-chan"jawab Yakko.

"E-eh? Darimana kamu tau Yakko-chan?"tanya Xiana.

"Tentu saja dong karena ibu yang melahirkan kita, habis itu melahirkan itu bukan gampang lo butuh perjuangan dan nyawa juga taruhannya makanya asal seorang ibu melahirkan ketika sadar dari pingsan karena capek melahirkan ibu kita pasti mencari kita"jawab Yakko sambil tersenyum.

"Kenapa ibu mencari kita? Yang pentingkan satu rumah sakitkan?"tanya Xiana kembali.

"Walaupun satu rumah sakit ibu kita tetap khawatir, setiap sadar dari pingsan pasti langsung mencari bayinya, karena saat mengandung ibu kita ingin sekali cepat melahirkan supaya dapat melihat kita.. Bahkan kadang saat melihat kita sakit hati ibu sangat gelisah takut terjadi apa-apa dengan kita."jawab kembali Yakko.

"O,gitu.. Apakah ibuku juga seperti itu ya?"tanya Xiana sedih.

"Tentu saja Xia-chan, tidak ada seorang ibu yang tidak memikirkan anak mereka sendiri."jawab Yakko lancar.

"Oh,begitu ya.. Aku jadi mau berterima kasih kepada ibuku sendiri.."jawab Xiana menatap langit.

"Iya,aku juga sama.."jawab Yakko menatap langit.

.

.

.

.

.

"Xiana-sama, ayo pulang."ujar seorang laki-laki yang bernama Levi yang sedang membuka pintu mobil.

"Ah,baiklah Levi-san, aku pulang dulu ya, Yakko-chan.. Dah~ dah~."

"Iya, Xia-chan.. Dah~ dah~"jawab Yakko sambil melambaikan tangan.

"Ah,aku mau pulang dan mau bilang terima kasih sama ibu yang selama ini telah merawatku."ujar Yakko dalam hati dan berjalan pulang.

.

.

.

.

.

.

*Sesampai di rumah Xiana*

.

.

.

.

Tap~Tap~Tap

Xiana berjalan di lorong pintu menuju ruangan utama dan berharap ia segera bertemu dengan ibunya, namun saat dia menuju ruangan utama ia bertemu dengan ayahnya yang sedang duduk bermalas-malasan di kursi yang tergolong mewah. . .

"Papa,tadi papa lihat mama tidak?"tanya Xiana memulai pembicaraan.

"Hmphh... Tadi papa tidak lihat mungkin dikamar..."jawab Xanxus sambil melanjutkan acara tidurnya.

"Eh,ya terima kasih papa.."ujar Xiana sambil menuju kamar ibu dan juga ayahnya.

.

.

.

*Setelah menuju kekamar ibunya*

Ia sedang melihat ibunya membersih pedang, kemungkinan baru siap menjalankan misi..

.

.

.

.

.

"Ma-mama..."kata Xiana memulai penbicaraan.

"Voi? Ada apa?"ujar Squalo sambil menghentikan kegiatannya.

"Terima kasih, mama.."ujar Xiana berlari memeluk ibunya.

"E-eh? Memangnya ada apa?"tanya Squalo agak terbata-bata.

"Aku hanya mau berterima kasih dengan mama yang selama ini telah merawat dan melahirkanku di dunia ini.. Terima kasih ya,mama"kata Xiana yang masih tetap memeluk Squalo.

"Kamu tidak perlu berterima kasih seperti itu.. Asal kamu tetap menjadi anak yang baik dan manis, mama sudah bahagia"ujar Squalo sambil membalas pelukan anaknya.

"Mama, Xiana sayang mama..."ujar Xiana sambil melihat wajah ibunya.

"Ibu juga sayang kamu,Xiana"kata Squalo sambil mencium kening putri kecilnya.

"Oh,tunggu dulu ada yang mau aku pastikan mama.."kata Xiana.

"Eh? Memangnya kamu mau memastikan apa?"tanya Squalo bingung dengan putri kecilnya.

Secara tiba-tiba Xiana membuka sepatu ibunya dan melihat telapak kaki ibunya sendiri.

"Ngapain kamu buka sepatu mama, Xiana?"tanya Squalo.

"Kata bu guru surga itu ditelapak kaki ibu tapi dimana surganya?"jawab Xiana sambil menatap kaki ibunya.

"Surga itu memang di telapak kaki ibu anakku.."jawab Squalo sambil tersenyum.

"Eh? Tapi surganya dimana?"tanya Xiana kembali.

"Surga itu di telapak kaki ibu.. Masak di antara kaki mama?"jawab Squalo kembali.

"Memangnya kalu ditengah itu surga apa?"tanya Xiana bingung.

.

.

.

.

"Kalau diantara kaki mama itu surga papamu.. Tiap malam saja papamu minta lihat surga diantara kaki mama.."jawab Squalo sambil tersenyum.

"Eh? Papa suka lihat surga yang diantara kaki mama? Apa enggak bosan?"tanya Xiana.

"Papamu mana bosan, malah ketagihan lagi..."jawab Squalo.

.

.

.

.

.

.

.

"Astaga,papa mesum. . . ."jawab Xiana dan melongo tak percaya.

.

.

.

.

.

Hahahahahaha XD

author paling suka buat Fic komedi.. XDD

.

.

Xiana: Aku tak percaya papa mesum..

Author: Papamu memang mesum la..

Xiana: Musti aku selidiki nih... -evil smile-

Author: Wah.. Wah.. Wah.. Para reader mohon reviewnya ya.. :D