-Ineka Tunggal Ika..?-

.

.

.

.

Sambungan= Chapter.4 dari: -Benda Rahasia?-

.

.

.

.

.

.

"Ineka Tunggal Ika.."ujar Xiana belajar membaca kalimat tersebut.

"Salah Xiana bukan 'Ineka' tapi 'Bhineka' "ujar Squalo mengajarinya.

"Er-r.. B-hineka..?"kata Xiana terbata-bata.

"Yap,itu baru betul.. Coba diulang lagi.."ujar Squalo menyuruh Xiana.

"Ineka Tunggal Ika !"ujar Xiana langsung menjawab.

"Aduh! Ini sudah kesekian kalinya mama mengajarimu untuk mengatakan 'Bhineka' bukan 'Ineka' apa sih susahnya?" kata Squalo yang kesabarannya hampir habis.

"E-ee.. Karena Xiana masih agak kaku untuk bilang 'Ineka'.."jawab Xiana sambil menunduk lesu.

"Ah~ baiklah kau tetap belajar untuk mengucapkan kata 'Bhineka' yang benar bukan 'Ineka'.."ujar Squalo sambil berdiri dan membuka pintu kamar Xiana.

"Ya,sudah mama pergi tidur dulu sudah malam.."

"Baiklah, mama selamat malam.."

"Malam juga, Xiana" ujar Squalo tersenyum dan menutup pintu kamar putri kecilnya.

.

.

.

.

.

.

"Hmphh.. Masih belum bisa tidur.."ujar Xiana sambil melihat jam dinding pukul 10.30 malam.

"Ah.. Lebih bagus aku belajar untuk bilang 'Ineka', Eh? Maksudnya 'Bhineka'."kata Xiana sambil membuka bukunya.

Saat Xanxus lewat dari kamar Xiana ia melihat lampu dikamar Xiana masih hidup dan bertanda bahwa dia masih belum tidur..

Dengan pelan Xanxus mendekat kepintu dan mendengar suara Xiana sedang belajar mengatakan 'Bhineka'. Langsung saja Xanxus membuka pintu kamar tersubut dan melihat Xiana lagi membacakan kalimat 'Bhineka'.

"Kau masih belum tidur juga, he?"tanya Xanxus.

"Xiana masih belum tidur.. Dan Xiana juga masih belum bisa membaca dengan betul kalimat 'Bhineka', Papa.."jawab Xiana sambil memegang buku pelajarannya.

"Hmphh, coba sekarang kau bilang 'Bhineka'.."kata Xanxus sambil melihat buku Xiana.

"Bhineka.."ujar Xiana mengatakannya dengan pelan.

"Nah, itu bisanya.. Mungkin mama mu terlalu memaksamu untuk bisa mengatakan kalimat 'Bhineka'.."ujar Xanxus sambil menutup buku Xiana.

"Nah,sekarang kau cepat tidur sudah malam.. Nanti besok terlambat."kata Xanxus sambil pergi menuju ke pintu.

.

.

"Baiklah, papa.. Selamat malam.."

"Hn, malam juga.."

.

.

.

.

.

.

.

*Keesok'an Harinya..*

"Xiana-sama sudah siap belum..?"tanya Levi sambil mencari Xiana.

"Ah, iya.. Sebentar lagi siap kok.."jawab Xiana sambil mengikat tali sepatunya.

"Papa, Mama.. Xiana pergi dulu ya~ ayo levi-san nanti terlambat."ujar Xiana setelah memberi salam, naik ke mobil dan pergi kesekolah tercintanya.

"Iya.."ujar Xanxus dan Squalo jawab bersamaan.

"Ah~ rasanya Xiana cepat sekali dewasa ya.."ujar Squalo sambil melihat kearah Xanxus.

"Iya.. Rasanya seperti semalam dia baru memanggilku 'Papa' saja."ujar Xanxus.

"Hha.. Waktu memang berjalan cepat ya.."kata Squalo.

"Iya.. Memang tak terasa.."ujar Xanxus.

Sementara ini biarkan mereka berdua berbicara atau pun mengobrol hal yang lain.

.

.

.

.

.

.

*Sesampai di sekolah*

"Wah! Xia-chan selamat pagi.."ujar Yakko sahabatnya.

"Pagi juga, Yakko-chan."sapa Xiana sambil tersenyum.

"Kamu sudah bisa bilang kalimat 'Bhineka' belum tidak?"tanya Yakko dengan agak kaku dibagian 'Bhineka'.

"Sudah kok, namun aku agak takut nanti mulutku kaku kalau guru suruh aku mengatakannya."jawab Xiana sambil menggaruk dagunya.

"Iya,aku juga sama.. Aku takut nanti tidak bisa mengatakan kalimat itu juga Xia-chan."ujar Yakko sambil menepuk lengan Xiana.

Ting~ Tong~

*Bel berbunyi*

"Yah, sudah bel ayo masuk Xia-chan."ujar Yakko sambil menarik tangan Xiana.

"Ayo, nanti dimarahi sama guru PKN karena itu pelajaran pertama."kata Xiana sambil berlari kecil kearah kelas.

.

.

.

.

.

.

.

"Nah, murid-murid selamat pagi semuanya?"ujar guru PKN yang bernama .

"Selamat pagi, Pak.."ujar satu kelas kompak.

"Sekarang, disini sudah ada yang bisa mengatakan kalimat 'Bhineka' dengan betul? Tapi yang tidak kau.."tanya guru tersebut sambil melihat seisi kelas.

Semua murid yang ada dikelas terlihat tegang, ada yang menutup wajah mereka dengan buku, ada yang pura-pura buka catatan, ada juga yang pura-pura permisi ke kamar mandi untuk buang air kecil..

"Nah? Sekarang siapa yang bisa?"tanya guru.

.

.

.

.

[...] hening..

.

.

.

.

.

.

.

.

"Karena tidak ada yang menjawab, bapak akan menyuruh satu orang kedepan dan menuliskan kalimat 'Bhineka' tunggal ika dengan benar,,.. Bagaiman dengan Xiana Varia?"ujar guru tersebut sambil melihat kearah Xiana.

"A-ah.. Baiklah pak guru.."ujar Xiana sambil maju kedepan.

Setelah Xiana menulis kalimat 'Bhineka Tunggal Ika' dengan benar sekarang Xiana harus mengucapkan kalimat tersebut.

"Baiklah.. Sekarang Xiana Varia, ucapkan kalimat tersebut dengan benar.."ujar guru.

"Ineka Tunggal Ika.."ujar Xiana.

" 'BH'nya mana Xiana..?"tanya guru tersebut.

-Xiana Pov'S-

"Ha? 'BH' ? Mana ada 'BH' disini? Memang dasar mesum gurunya.."

-End Xiana pOv's-

"Xiana Varia, Dimana 'BH'nya?"tanya guru tersebut bingung.

"E-er.. 'BH'nya lagi dipakai Mamaku pak guru memangnya, Bapak mau warna apa?"ujar Xiana polos.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"HUWAHAHAHAHAHAHAHA ! "ujar guru tersebut tertawa terbahak-bahak.

'Memangnya apa yang salah dengan apa yang aku bilang?'ujar Xiana dalam hati.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hahahahahahaha XD

lama tak update Fic X3

Gomen"~

Please 'Review' ya reader-sama :D

Ciao~ Ciao~ !