Sesosok pemuda berambut coklat ikal dan bermata sapphire berlari kencang, mata itu terlihat di penuhi bayang-bayang kecemasan sekaligus ketakutan, tangannya menggenggam erat rosario miliknya dan bibirnya terus menggumamkan do'a dalam bahasa portugis,
"Kau takkan bisa lari…" sekejap saja tubuh pemuda itu ambruk tak berdaya dengan darah mengucur deras dari luka panjang di dadanya, "A-apa yang k-au inginkan…" bisik pemuda itu dan sebuah pedang menusuk perut pemuda itu, membuat darah kembali memancar deras dan sebuah jerit kesakitan keluar dari bibir pucat pemuda itu.
Sosok pemuda bermata violet dengan tenang menghampiri pemuda itu, tangannya mencabut paksa pedang miliknya dari perut pemuda berambut coklat itu dan dengan tenang di jilatnya darah yang menempel di pedangnya seolah-olah dia telah terbiasa merasakan cairan beraroma metalik itu,
"Aku hanya ingin memberikan 'sedikit' pelajaran pada adik manismu itu…" bisik sosok itu sambil menggoreskan pedangnya pada lengan pemuda itu, membuat genangan darah di sekitarnya menjadi semakin banyak, "A-apa y-ang hen-dak ka-u la-kukan p-ada Antonio" kata pemuda itu dengan nada marah dan mata sapphirenya berkilat penuh kebencian pada sosok di dekatnya itu,
"Aku ingin menyiksa adikmu itu, Alfonso" ujar sosok itu dan pemuda bernama Alfonso itu terlihat kaget, "J-jangan sik-sa An-to-ni-o" kata Alfonso geram dan sosok itu tertawa pelan, "Kau pikir itu cukup? Tidak akan pernah cukup" dan pedang itupun menusuk dada Alfonso tepat pada begian jantung, berkali-kali sosok itu menghujamkan pedangnya, membuat Alfonso menjerit kesakitan hingga akhirnya menemui ajalnya.
Sekarang dada Alfonso terkoyak, menampilkan tulang rusuknya yang berwarna putih, dengan tenang sosok itu mengambil darah Alfonso dan mulai menuliskan sesuatu di dinding yang ada di dekatnya, sosok itu memandang hasil pekerjaannya dengan tatapan puas dan dia kemudian pergi meninggalkan Alfonso yang kini tak bernyawa sendirian, sosok itu berjalan seakan-akan tak terjadi apa-apa.
MI AMOR
Hetalia Axis Power © Hidekaz Himaruya
Mi Amor © Naela Jeevas Keehl
Rated:M
Genre: Horror dan Romance
Pair(s): EspPrus(sekali lagi saia mohon ampun!#kabur#) dan sedikit hint AsaKiku
Warning: Yaoi, GaJe, OOC, OC, Typo(s), Aneh, Semi-Lemon, Bloody(di sini mulai kerasa), death chara(ending) dll
Chapter Two: First Nightmare, First Love
xXxXxXxXxXxXx
Antonio berjalan menyusuri koridor sekolah yang sepi itu, entah mengapa hari ini dia bisa bangun pagi-pagi dan bahkan dia yang membangunkan Lovino pagi itu, tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahunya dan pemuda Spanyol itu menoleh, seorang pemuda dengan rambut abu-abu dan mata berwarna ungu menepuk bahunya pelan,
"Ada apa Erik?" tanya Antonio heran karena tak biasanya Erik, pemuda dari Iceland itu menegurnya, apalagi tak ada Lau di sisinya,
"Arthur memanggilmu" kata Erik datar, persis seperti Lau pacarnya yang selalu tanpa ekspresi itu, Antonio menghela nafas pelan, "Baiklah" dan Antoniopun berjalan mengikuti Erik menuju ruang OSIS dengan langkah ogah-ogahan.
Di dalam ruang OSIS, ada beberapa orang yang tengah membicarakan sesuatu dengan serius, dahi Antonio berkedut heran dan dia bisa merasakan adanya firasat buruk, "Hola semua, ada apa ini?" tanyanya berusaha ceria dan semua yang ada di ruangan itu menatap Antonio dengan tatapan prihatin,
"Antonio, kumohon kau sabar ya" Arthur yang biasanya selalu tanpa ekspresi dan selalu menghinanya, kini menatapnya dengan tatapan duka,
"Antonio-san, saya mohon anda sabar ya" Kiku mengucapkan kata-kata yang sama dengan Arthur, "M-memangnya ada apa?" tanya Antonio, mata emeraldnya menatap dengan tatapan penuh tanya kearah semua yang ada di ruangan OSIS itu.
Bella menyodorkan padanya sebuah koran dan dengan ragu Antonio membacanya,
Sebuah foto pemuda berambut coklat ikal dan bermata sapphire yang jika di lihat sekilas mirip dengan Antonio, hanya saja keadaannya sungguh menggenaskan dengan luka-luka sayatan, bahkan tulang rusuknya terlihat menyembul dari dada pemuda itu yang sobek.
Pagi ini di daerah XXXXXX, di temukan seorang pemuda berusia XX tahun dalam keadaan tewas menggenaskan.
Pemuda yang di ketahui bernama Alfonso Fernandez Carriedo, di perkirakan tewas pada pukul setengah dua belas malam tadi, belum di ketahui apa motif pembunuhan tersebut dan korban di perkirakan di bunuh dengan menggunakan sebuah pedang tajam. Belum ada kepastian yang jelas mengenai pembunuhan tersebut.
Pelaku meninggalkan sebuah tulisan di dinding yang di duga merupakan target selanjutnya dari pelaku tersebut. Tulisan yang di tulis menggunakan darah, 'Ini baru permulaan dari semua mimpi burukmu, lihatlah kematian orang-orang terdekatmu sebentar lagi.'
Mata Antonio membelalak lebar, wajahnya memucat dan bibirnya yang tadi menyunggingkan senyum cerah kini bergetar, "He-hermano? M-meninggal?" bisiknya nyaris tak terdengar dan diapun jatuh terduduk di lantai sambil meneteskan air matanya,
"A-antonio…" teman-temannya kini menatapnya dengan tatapan sedih, bahkan Natalia yang sebelumnya tak pernah berekspresi kini ikut meneteskan air matanya, "Ini p-pasti mus-tahil, hermano tida-k mung-kin me-ninggal…" isak Antonio pelan, tiba-tiba Antonio berdiri dan kemudian berlari keluar dari ruangan OSIS itu,
"A-ANTONIO!" teman-temannya berusaha memanggilnya, namun Antonio seakan tak peduli dan ia terus berlari hingga kakinya membawanya menuju atap sekolahannya, "Hermano…" bisik Antonio pelan, air matanya masih menetes dengan derasnya dan kemudian langit perlahan menjadi mendung, tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya membasahi setiap inchi dari bumi,
Antonio sedikitpun tak bergerak ketika hujan yang deras membasahi tubuh dan seragam yang ia kenakan, matanya menatap kosong kearah langit dan bibirnya gemetar menahan luapan emosinya yang bisa meledak sewaktu-waktu.
"Baka…" sebuah suara mengagetkannya, membuat Antonio menoleh kearah sang empunya suara, "Gi-Gilbert?" mata emeraldnya bertemu langsung dengan mata ruby milik Gilbert, Gilbert memandang Antonio dengan tatapan kesal, tubuh dan seragamnya ikut basah oleh air hujan,
"Gak awesome banget sih, masa sekarang kau yang nangis" buru-buru Antonio menghapus air matanya, "Si-siapa yang nangis? Mataku kena hujan tahu" bantah Antonio dan Gilbert menghela nafasnya kesal,
"Anak tk saja tahu kau menangis Antonio, percuma saja di sembunyikan" Antonio menggigit bibirnya, berusaha menahan tangisannya, "Kau tak tahu apa yang terjadi dan kau takkan pernah mengerti" Gilbert berjalan mendekati Antonio pelan, jarak mereka berdua kini
Mendadak Antonio merasakan sesuatu yang hangat dan basah menempel pada bibirnya membuat mata emeraldnya membelalak lebar saking kagetnya, otaknya mulai memproses apa yang terjadi dengannya.
Dia…
Gilbert…
Menciumnya?
Entah apa yang mendorongnya, tangannya mulai melingkari pinggang Gilbert dan dia bisa merasakan lengan Gilbert yang mengalungi lehernya, perlahan Antonio menjilat bibir bawah Gilbert untuk meminta ijin menelusuri rongga mulutnya.
Gilbert membuka mulutnya, membuat pemuda Spanyol itu dengan mudah menelusuri rongga mulut Gilbert, Antonio mengajak lidah pemuda Jerman itu untuk bertarung memperebutkan dominasi, keduanya sama-sama lihai tapi pada akhirnya Gilbert harus mengakui dia kalah dalam perang dominasi tersebut dan membiarkan Antonio menjelajahi rongga mulutnya.
Desahan demi desahan meluncur mulus dari bibir Gilbert saat Antonio menyusuri rongga mulut Gilbert, keduanya berciuman selama hampir 3 menit dan akhirnya melepaskan diri karena kebutuhan keduanya akan oksigen, "Hah hah, kau lumayan juga" kata Antonio sambil mengacak-acak rambut Gilbert.
Muka Gilbert terlihat memerah, "Ugh…dengan begini kau takkan sedih lagi kan?" tanya Gilbert pelan dan Antonio tersenyum lembut, "Ya, dengan ini aku takkan sedih lagi, gracias mi amor" ujar Antonio sambil tersenyum lembut membuat muka Gilbert memerah sejadi-jadinya.
"Se-sejak kapan aku menjadi pa-pacarmu?" kata Gilbert gugup dan Antonio hanya tertawa kecil, "Sejak tadi, saat kau menciumku" ujar Antonio santai dan muka Gilbert kembali memerah, "Ugh…baka…" bisik Gilbert pelan.
"Kalau begitu berarti kuanggap kau mau jadi pacarku" kata Antonio di iringi senyuman jahilnya, "J-ja" ujar Gilbert pelan, "Kalau begitu, ti amo mi amor" bisik Antonio tepat di telinga Gilbert, membuat wajah pemuda Jerman itu kembali memerah, "Ich liebe dich, mein liebe" bisik Gilbert dan merekapun kembali berciuman di bawah hujan deras itu.
xXxXxXxXxXxXxXx
Seorang pemuda berambut pirang dan bermata hijau emerald memandang pasangan yang tengah berciuman di tengah hujan itu dengan tatapan iri?
"Arthur-san, apa yang Arthur-san pikirkan?" tanya Kiku, tangannya tengah asyik mencoret-coret sesuatu di buku sketsanya sementara matanya menatap Antonio dan Gilbert yang masih berciuman,
"Hah…aku hanya iri saja" desah Arthur pelan dan Kiku menghentikan kegiatan coret-coretnya, "Iri kenapa?" tanya Kiku heran dan perlahan Arthur menarik kursi yang di duduki Kiku agar lebih dekat dengannya, "Aku iri mereka berdua bisa begitu sementara aku tidak…" bisik Arthur dan Kiku bisa merasakan wajahnya memerah saat di rasakannya nafas Arthur yang menyapu wajahnya pelan.
Kiku berusaha agar rileks, "La-lalu A-Arthur-san mau apa?" tanya Kiku agak gugup karena wajah Arthur kini semakin dekat, "Aku mau kau menjadi pacarku. Would you be my boyfriend, Kiku?" tanya Arthur dan Kiku sedikit gelagapan karena di 'tembak' secara langsung oleh sang Ketua OSIS,
"A-aku ma-u, A-Arthur-san" jawab Kiku dan Arthur tersenyum lembut, kemudian Arthur mencium bibir Kiku lembut, "I love you, love" bisik Arthur di sela-sela ciuman mereka, "A-aishiteru, a-aisuru" bisik Kiku dengan muka memerah dan merekapun kembali berciuman.
#Sepertinya author harus menskip adegan ini sebelum merambah ke lemon#
xXxXxXxXxXxXxXx
Seorang pemuda dengan rambut brunette dan mata berwarna violet menatap kearah Antonio dan Gilbert yang sedang berciuman dari jauh, bibirnya menyunggingkan senyum mengerikan,
"Kau melanggar perjanjian kita lagi, Gilbert Beilsmidcht. Akan kubuat dua orang yang kau sayangi itu hancur, sebagai sanksi dari pembangkanganmu itu" pemuda itu tersenyum sinis,
"Wah wah, tak kusangka kau yang membunuh Alfonso" pemuda berambut brunette itu menoleh, seorang pemuda berambut pirang tampak menyeringai kepadanya,
"Apa urusanmu kemari, Vash Zwingly…" nada dingin terlontar dari bibir pemuda bermata violet itu dan pemuda berambut pirang itu terkekeh pelan,
"Hanya mengunjungi sobat lama, tak lebih. Lagipula apa yang di lakukan seorang Roderich Edelstein? Membunuh temannya sendiri?" tanya pemuda bernama Vash itu sambil mengelus sebuah senapan angin miliknya, pemuda bernama Roderich itu menggertakkan giginya kesal,
"Itu urusanku Vash, kau tak berhak ikut campur" ujar Roderich sambil berusaha menahan marah, "Ow, urusan antara kau dan mainanmu? Heran, kenapa tak kau buang saja pemuda Jerman itu? Bukankah kau sudah bertunangan dengan gadis Hungaria bernama Elizaveta itu?" tanya Vash dan Roderich menatap tajam kearah Vash,
"Daripada kau mengurusiku, sebaiknya urusi saja adikmu itu" ujar Roderich ketus dan Vash hanya tertawa kecil, "Kenapa? Apa sang aristokrat kita ini sudah menyerah adu kata-kata dengan Vash Zwingly?" ejek Vash dan sebuah belati menancap tepat di dekat Vash, bahkan memotong sedikit rambutnya,
"Ow, oke aku akan pergi sekarang" ujar Vash sebelum akhirnya pergi meninggalkan Roderich sendirian, Roderich memandang kearah hujan yang mulai berhenti dan sebuah senyum yang cukup mengerikan muncul di wajahnya,
"Hari ini kau menang, tapi besok kau akan kalah, Antonio" bisik Roderich dingin sebelum pergi dari tempat tersebut.
xXxXxT.
HUWEEE! KENAPA HARUS AKU YANG JADI KETUA KELASSS! DASAR TEMEN-TEMEN GAK SETIA KAWAN! TTOTT
Maaf kalo jadi OOC gini, saia lagi sebel sama temen-temen sekelas yang seenaknya saja menjadikan saia ketua kelas#curcolpribadigaknyambung#
Maaf juga kalau saia telat updatenya, dikarenakan saia tengah mengalami apa yang namanya internet lola dan menggalau sedikit tentang nilai-nilai yang saia dapat#curcollagi#digampar#. Oh ya pemenang dari kuis saia kemarin ada dua yaitu Shirayuki Hana Hikari dan Zubei, SELAMAT ANDA BERDUA MENDAPAT SELUSIN SCONE ENGLAND DAN DUA PIRING CANTIK BERGAMBAR FRANCIS LAGI BUGIL!#badai capslock#author di hajar rame-rame#
Daripada ngebacot gaje mending bales review-nya deh.
Rachigekusa: Sama-sama Rachigekusa-san, saia cari author yang sama-sama suka pair-pair yang ajaib kaya ini, ternyata ada juga! Ivan? Wah kalo dia yang ngintip, Alfrednya di madu dong#di jotos Alfred# di chapter ini dah ketahuan siapa yang ngintip mereka.
AsaKiku-nya ini ada, tapi demi nyambungnya cerita ini AsaKiku-nya gak banyak, maaf ya m(_ _)m Ini sudah saia update, terima kasih mau nge-fave ^^
Yoshikuni Kazuko: Terima kasih Yoshi-san ^^ maaf chapter ini nggak ada RusAme-nya, tapi saia janji bikinin RusAme di fanfic lainnya. Ini ada AsaKiku-nya sebagai ganti RusAme. Lemon? Anda ternyata sama pervertnya dengan saia ya ^^ #di gampar# mungkin harus sabar dulu, karena saia tengah cari inspirasi dengan cara baca fic-fic rated M baik dalam bahasa inggris maupun Indonesia.
Terima kasih atas reviewnya! :D
Anzelikha Kynestov: Maaf saia gak munculin RusAme-nya, sebagai gantinya ini saia akan buat fanfic khusus RusAme tapi ini masih in progress, jadi sabar aja ya. Italiacest mungkin akan ada di chapter berikutnya. Terima kasih atas reviewnya! :D
Shirayuki Hana Hikari: Terima kasih atas ucapan selamat dan pujiannya Ha-Chan~ ehehehe, suka RusAme dan EspPrus juga? Sama dong#tos#.
Benar juga genrenya ada yang salah, makasih dah ngingetin ya. Ini AsaKiku-nya, kalau HKIce disini numpang doang jadi saia minta maaf ya. Jawaban anda benar sekali, karena itu sebagai gantinya scone England saia kasih piring cantiknya saja ^^
Terima kasih atas reviewnya! XD
Kana Hidari17: Terima kasih atas ucapan selamat dan pujiannya Kana-san, suka EspPrus ya? Syukurlah, saia kira yang suka pair ini hanya saia dan beberapa author, ternyata bener#di jitak#
Terima kasih mau di fave ^^. Sayang sekali yang ngintip bukan Canada, eh ngomong-ngomong Canada itu siapa?#di hajar Canada# bercanda kok…
Terima kasih atas reviewnya! ^^
Zubei: Hola juga Zubei-san, setuju banget kalau mereka itu seme merangkap uke#tos# awalnya mau masukin Francis juga, tapi entah kenapa malah merinding disko kalau Francis yang deket sama Antonio#di kejar-kejar Francis#
Benar sekali! Jawabannya Roderich,selamat anda mendapatkan selusin scone England dan piring cantik bergambar Francis lagi bugil#author dihajar rame-rame#
Terima kasih atas reviewnya! :D
Tak menyangka kalau yang suka banyak juga ToT#nangis gaje# saia pesimis dapet dua review, tak disangka saia dapat enam review TToTT#banjir masal akibat tangisan author#
Yosh! Maaf kalau ini agak pendek dan kesannya agak maksa, sungguh saia bikin ini semalam suntuk gara-gara besok harus sudah belajar efektif dan GAK BOLEH GANYANG LAPPIE SELAMA SEMINGGU!#capslocknya keinjek#
Tambahan:
~Erik Hallier(ngarang): Iceland
~Wang Lau(ngarang): Hong Kong
~Alfonso Fernandez Carriedo(ngarang lagi =='): Portugal
~Gracias: Terima Kasih(Spain)
~Mi Amor: Cintaku(Spain)yang bener mi amor apa mi amore ya?
~Ti Amo: I love You(Spain)
~Ich Liebe Dich: I love You(German)
~Meine Liebe: Kekasihku ato apalah itu#dasar author gak tanggung jawab#(German)
Oke silahkan pencet tombol ijo-ijo(apa biru-biru ya? Author agak buta warna) dan…
MIND TO REVIEW MINNA?
