Disclaimer: I don't own Kaichou wa Maid-sama!

Chapter 3

-o-

SMA Seika – 7.30 AM

"…Apakah laki-laki itu terlambat juga sekarang?" pikir Misaki saat ia melewati kelas Usui. Ia memperhatikan kalau laki-laki itu tidak ada.

"Dia tidak akan pergi, kan…?" Misaki berkata ke dirinya sendiri.

-o-

Apartemen Usui – 7.30 AM

"Aku minta maaf karena harus mengunjungimu pagi ini meskipun aku tahu kau harus sekolah. Tetapi aku harus kembali ke UK sore ini. Aku minta maaf karena merepotkanmu." Kata Gerrard sambil melihat ke jendela.

Pemandangan kota Tokyo yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit. Mobil-mobil berlalu lalang dan orang-orang yang berjalan.

"Aku datang ke sini untuk menemuimu secara langsung karena aku tidak pernah mempunyai kesempatan untuk berbicara langsung denganmu." Kata Gerrard, kali ini ia melihat ke arah Usui.

"Mau bagaimana lagi? Kau sangat sibuk dengan banyak hal."

"Yeah... kau benar. Aku sangat sibuk dengan banyak hal. Kau ingat ini? Ketika aku berumur 10 tahun dan kau 6 tahun, kita selalu bermain bersama. Bermain basket, makan cheesecake bersama dan tertawa bersama. Sekarang kebalikannya... kita semua sibuk, tidak pernah bermain baseball lagi, dan tidak pernah makan cheesecake bersama lagi. Aku merindukan saat-saat itu... Kau tahu, jika aku mengingat saat-saat itu, aku akan selalu tersenyum dan tertawa sendiri. Kenapa ayah menjadi seperti ini? Tiba-tiba membuatku sibuk dengan hal-hal menyebalkan seperti ini.." Gerrard tertawa. Usui tersenyum.

"Jadi, apa yang ingin kau tanyakan?"

"Ya... kau bilang, 'alasan kau ingin tetap tinggal di sini' adalah 'Tempat ini nyaman' ... iya kan?" Gerrard memandang Usui lagi.

"Aku pikir mungkin kau setidaknya mempunyai teman yang tidak bisa kau tinggalkan." Gerrard diam. "..Seorang teman.. yang mungkin ku artikan dengan persahabatan."

"Walaupun aku mempunyai teman yang sulit bagiku untuk berpisah dengannya, aku sudah menjaga jarak dengannya untuk menghindari masalah."

"...dan dia adalah gadis kemarin?"

"…"

"Hei! Ayolah... mengaku saja.. kau menyukainya, kan?"

"…" Usui masih diam.

"Takumi kecil kita sekarang sudah jatuh cinta sekarang... aku tidak percaya, Takumi kecil kita sekarang sudah tumbuh pesat..." kata Gerrard dengan mata berbinar-binar. "Aku tidak percaya itu!" Gerrard pura-pura mengelap air mata dengan tisu.

"Kakak..." Mendengar suara Usui, Gerrard diam dan melihat ke Usui dengan serius.

"...Jika aku mengatakan kalau aku meyukainya..." Usui berhenti, "..susah untuk diungkapkan dengan kata-kata..." Usui melihat ke langit-langit, "Banyak perasaan di dalam... tetapi jika hanya 'suka'... aku tidak tahu bagaimana harus mengatakannya..." jelas Usui.

"Ketika aku bersamanya... mengikutinya ke semua tempat ia pergi, ia selalu memanggilku 'pengintai'. Aku sangat menikmatinya meskipun... dia berteriak kepadaku, memukulku, atau menghindariku, memanggilku 'alien mesum' atau 'idiot' dan sebagainya... Aku secara diam-diam menyukai berada bersamanya... itu seperti berada di rumah..."

Usui tersenyum dengan sedih, "Ketika aku menemukan kalau ia bekerja sebagai maid di café, aku tidak terkejut. Bahkan aku berjanji akan menjaga rahasia ini hanya untukku. Lalu dia bercerita kepadaku tentang keluarganya... aku tahu kalau ia membenci laki-laki... itu sangat membuatku tercengang... Semua yang ingin aku lakukan adalah membuatnya tersenyum dan membuat pikirannya terhadap laki-laki itu salah..." Usui menghela napas.

"Dan waktu pun berlalu... banyak hal yang terjadi di antara aku dan dia... Tanpa sadar 'perasaan' itu berkembang. Aku pikir aku...-"

Usui tidak dapat menyelesaikan kalimatnya karena Ceddy membuka pintu. Itu membuat keduanya lompat karena terkejut dari percakapan serius mereka.

SLAM!

"Maaf, Gerrar-sama, Usui-sama karena telah mengganggu percakapan kalian." Ceddy menunduk meminta maaf.

"Tidak apa-apa. Ada apa?" tanya Gerrard.

"Gerrard-sama, anda harus pergi ke UK sekarang!"

"Kenapa? Sesuatu terjadi?"

"Ya, Gerrard-sama. Kakek anda menginginkan anda untuk kembali ke UK secepatnya." Jelas Ceddy.

"Sesuatu terjadi?"

"Maaf, saya tidak tahu, Gerrard-sama."

"Baiklah, sekarang Ceddy bisakah kau tinggalkan kami sebentar, hanya 5 menit... aku mau berbicara dengannya." Perintah Gerrard kepada Ceddy.

"Baik, Gerrard-sama. Saya akan menunggu anda di lobby." Ceddy membungkuk dan segera meninggalkan ruangan.

Setelah Ceddy pergi, Gerrard melanjutkan percakapannya dengan Usui.

"Kau harus menyadari posisimu, Takumi dan kebenaran bahwa kau tidak bisa memotong hubungan darah dengan kami... dan ingat meskipun kau adalah "Usui" Takumi, kau masih berhubungab darah dengan kami, keluarga Walker."

"Nasihatku padamu adalah sebaiknya berhati-hatilah dan jika bisa... tolong jaga jarak dengannya untuk menghindari masalah yang mungkin akan terjadi padamu dan dia. Tetapi jika sesuatu terjadi aku akan melakukan yang terbaik untuk menolongmu..."

"Terima kasih, kakak." Usui menepuk punggung Gerrard.

"Sampai jumpa, Takumi. Semoga sesuatu yang buruk tidak akan terjadi."

"Aku juga berharap begitu."

-o-

SMA Seika – 12.00 Makan siang

Misaki sedang mengerjakan beberapa laporan di ruang Osis. Dia sangat khawatir dengan Usui karena ia tidak masuk. Misaki tahu sesuatu terjadi dengannya. Ini semua berawal di pesta Igarashi, di sana ia sadar kalau dunianya dan dunia Usui sangat berbeda. Lalu setelah itu kakaknya Usui datang, Misaki pikir sesuatu yang buruk akan terjadi. Tetapi ia masih tetap berpikir positif. Ia percaya dengan Usui.

"isaki…" Sebuah suara memanggil Misaki. Misaki masih diam.

"Misaki~" Suara itu kembali memanggil nama Misaki.

"Misaki!" Misaki terkejut dan berputar untuk melihat Sakura dan Shizuko yang berada di sampingnya.

"Uhh? Ada apa, Sakura?" tanya Misaki.

"Ano, Misaki… tadi kau diam saja jadi aku memanggilmu... Kau seperti sedang berpikir tentang sesuatu yang sulit. Apakah kau mempunyai masalah?" tanya Shizuko.

"Oh. Tidak. Aku baik-baik saja, Sakura, Shizuko. Aku tidak apa-apa..." Misaki tersenyum.

"Jika kau mempunyai masalah, kau bisa ceritakan kepada kami, Misaki, iya kan Shizuko?"

"Iya, Sakura. Misaki, jangan terlalu memaksakan dirimu jika kau mempunya masalah. Kau bisa ceritakan kepada kami."

"Terima kasih, Sakura, Shizuko. Aku baik-baik saja … sungguh."

"Kalau begitu kami pergi sekarang, Misaki. Sampai jumpa" Sakura melambaikan tangannya.

"Dah, Sakura, Shizuko."

Setelah Sakura dan Shizuko pergi, Misaki memutuskan untuk patroli keliling sekolah. Semuanya baik-baik saja... sampai ia menemukan Usui di depan lokernya.

"..U..sui" panggil Misaki.

"Ayuzawa…" balas Usui.

"Apa yang kau lakukan di sini? Sekarang tinggal 1 jam pelajaran... kenapa kau terlambat? Darimana saja kau?" Misaki berteriak ke Usui karena ia khawatir tetapi untuk menutupinya ia berteriak. Ia menarik nafas dalam setelah menyelesaikan semua pertanyaannya sekaligus.

"…" Usui menghindari tatapannya.

"Usui…? Sesuatu terjadi?" Misaki berjalan lebih dekat ke Usui.

"Tidak ada…" Akhirnya, Usui berbicara. "Ayuzawa… Aku ingin berbicara denganmu seusai pulang sekolah di atap.. kau bisa?" Usui menatap Misaki. Ia memakai muka sedih dan mata yang memelas di wajahnya yang tampan.

Ring ring… Bel berbunyi. Istirahat selesai.

"B..baiklah... sa- sampai nanti... Usui.. "

-o-

Di suatu tempat di Jepang

"Sudah kau temukan di mana keluarga sekarang?"

"Sudah, pak. Apakah anda ingin pergi ke sana?"

"Tidak sekarang. Tetapi aku ingin melihat putriku dulu. Siapkan pakaian sederhana untukku dan sesuatu untuk meyamarkan rupaku ini. Aku tidak mau mereka terkejut dan membenciku. Aku sudah banyak membuat kesalahan kepada mereka."

"Baik, pak. "

Setelah bawahannya pergi, laki-laki tua itu mengatakan sesuatu.

"Minako, Suzuna, Misaki… Aku sangat merindukan kalian... Aku harap kalian bisa menerimaku kembali.." Laki-laki itu melihat ke foto yang ada di pigura dimana ia, Minako, Suzuna, dan Misaki sedang tersenyum.

TBC

Update lagi hehe.. Emang susah kalau mengharapkan review di sini karena fansnya masih sedikit. Tapi tetep aja minta review.. (^^)