Disclaimer: I don't own Kaichou wa Maid-sama!
Chapter 5
.
.
.
-o-
Taman Pusat Tokyo – Sabtu, 11 AM
Misaki dan Usui berjalan bergandengan tangan. Usui menggenggam erat tangannya, dan Misaki membalas genggaman tangannya dengan tersipu malu. Mereka berdua tampak seperti mereka berdua tidak akan terpisahkan. Lalu Usui melihat seorang penjual kembang gula and ia ingin membeli satu. Ia membeli satu kembang gula untuk mereka berdua. Setelah itu, Usui mengajak Misaki untuk duduk di bangku yang tersedia di taman. Apa yang ditangkap mata Misaki adalah pemandangan seorang gadis kecil bermain dengan ayahnya.
"Ayo kita makan permennya~" Usui melihat Misaki sedang berdiam diri.. (in a strange way). Misaki mengingat kembali memori saat ia bermain dengan ayahnya.
"Ayuzawa?"
"Misaki, ayo kita main! Misaki?" Ayahnya berseru dengan penuh semangat, dan berjongkok di depannya.
"Hmm?" Misaki masih berkhayal.
"Apakah kau ingin aku meyuapimu?" Usui melihat ke Misaki lebih dekat.
"Apakah kau baik-baik saja?" Ayahnya berjalan lebih dekat dan mencubit pipinya pelan.
"Yeah.." Misaki dengan tidak sadar menjawab. Usui menyeringai. (Well, now he could have his way...right?)
"Lewat tangan atau mulut?"
"Mau main kejar-kejaran atau main bola?" Ayahnya menaruh bola di tanah.
"Terserah.." Misaki masih berada di dunianya sendiri. Usui menyeringai lebih lebar.. berarti benar-benar terserahnya.
Mendengar jawaban Misaki, Usui memakan permennya dan mencium Misaki. Misaki terkejut tetapi Usui menahannya tetap diam. Usui meminta izin untuk masuk dan Misaki dengan lengah membukanya karena rasa permennya. Tak lama kemudian, Usui melepas ciumannya.
Misaki menyadari apa yang baru mereka lakukan beberapa detik selanjutnya.
"Apa yang kau lakukan, baka?" Misaki menjitak kepala Usui.
"Aku menyuapimu." Usui menjawab dengan tenang, bisa dilihat ujung mulutnya naik sedikit.
"Apa?" Misaki memandang Usui dengan bingung.
"Aku sudah bertanya dank au menjawab iya. Lalu aku bertanya yang mana kau pilih kau bilang terserah. Jadi, aku menggunakan mulutku untuk menyuapimu." Jelas Usui.
"Aku tidak pernah berkata seperti itu!" Misaki agak sedikit marah, dan mukanya berubah menjadi merah.
"Kau hanya tidak mau mengakuinya, Misa-chan." Usui mengerucutkan bibirnya manja. Lalu ia tertawa. "Aku ingin menyuapimu lagi, Misa-chan".
"Bilang 'aahh'" ujar Usui sambil menyuapi Misaki. Misaki membuka mulutnya dan mengunyah permennya dengan innocent.
Usui tersenyum. "Kau tahu, kau sangat manis, Misa-chan.."
Muka Misaki kembali memerah. Ia mengambil segenggam permen dan memasukknya ke mulut Usui. Senyum kembali tampak di wajah Usui. Mereka memakan permennya dan menonton aktivitas orang-orang di taman itu. Lalu, Misaki melihat seorang gadis kecil yang sedang bermain dengan ayahnya lagi. Lagi-lagi, memori itu hadir…
Flashback
"Ayo tangkap aku, papa! Tangkap aku!" Misaki bersorak gembira sambil berlari menjauhi ayahnya. Ia berumur 5 tahun. Ayahnya berlari mengejarnya.
"Aha! Aku menangkapmu!" Ayahnya melambungkan Misaki tinggi di udara. Misaki tertawa cekikikan. Mereka bermain terus sepanjang hari.
End of Flashback
Misaki tersenyum sedih sambil mengingat kembali masa-masa itu. Begitu banyak kenangan… dan kebanyakan memori yang indah… hanya saja, sekarang ayahnya tidak ada di sini untuk berbagi kenangan…
"Ayuzawa?" Usui memanggilnya. Ia tampak bingung.
"Ah? Huh? Ada apa?" Khayalan Misaki langsung buyar dan melihat ke Usui.
"Apakah kau baik-baik saja?" Usui memandangi Misaki hati-hati.
"Oh, Aku baik-baik saja.." Misaki menjawab dan melihat ke bawah, tidak bisa menahan betapa dalamnya tatapan dari mata emerald itu.
"Sepertinya kau sedang berpikir tentang sesuatu…" Usui berbisik, mengucapkannya sedikit keras.
"Tidak, aku baik-baik saja..."
"Kalau begitu, ayo pergi ke apartemenku. Kau bisa istirahat dan aku akan membuatkanmu sesuatu." Usui berdiri dan merapikan bajunya.
"Benarkah?" Misaki mendongak ke arah Usui.
"Yeah.. ayo kita pergi.."
Sebelum Misaki berdiri, Usui mencuri sebuah kecupan di bibir Misaki yang membuat muka Misaki merona merah lagi. Tetapi, setelah itu Misaki tertawa dan kembali melanjutkan jalannya.
-o-
Bandara Inggris – Sabtu, 12 PM
"Beritahu ayah dan kakek bahwa alasan aku pergi ke Jepang karena aku ingin bertemu seorang kenalan. Jangan berkata apa-apa lagi lebih dari ini."
"Saya mengerti, Gerrard-sama." Ceddy membungkuk kepada Gerrard.
"Kau boleh pergi sekarang."
"Ya, Gerrard-sama."
Setelah Ceddy pergi, Gerrard menghela napas. Ia menatap langit dengan tatapan tidak meyakinkan.
Aku minta maaf tapi aku harus melakukan ini, Takumi..
-o-
Tokyo Central Park – Sabtu, 11 AM
Kitaro Ayuzawa, ayah Misaki, sedang berjalan-jalan. Ia melihat seorang gadis kecil sedang bermain dengan ayahnya. Melihatnya saja membuatnya sedih. Ia merindukan saat-saat itu juga. Ketika ia hendak beranjak pergi, ia melihat Misaki sedang berjalan dengan seorang laki-laki. Laki-laki itu menyodorkan tangannya ke Misaki. Misaki terlihat ragu-ragu. Tetapi, Misaki menerima tangannya dan laki-laki itu tersenyum. Kitaro melihatnya dengan tajam.
Ah.. sial.. aku kehilangan saat-saat pertama kali putriku jatuh cinta… Ia mengela napas dan kembali berjalan. Aku akan tetap di taman ini… sangat damai…
-o-
Usui's Apartment – Sabtu, 11.30 AM
"Kamu mau makan sekarang?" Tanya Usui setelah sampai di apartemen.
"Yaah.. jika tidak apa-apa.. aku sedikit lapar.."
"Kalau begitu, tunggu disi-"
"Tidak! Aku mau ikut memasak!" Misaki memotong pembicaraan Usui. "Aku mau melihatmu.. memasak…" Usui tersenyum.
"Baiklah, mungkin kau bisa membantuku." Usui menggiring Misaki ke dapur.
Usui mulai mengeluarkan bumbu-bumbunya. Ia memutuskan untuk membuat hot dog. Karena Misaki tidak tahu memasak, ia memilih untuk memotong-motong sayuran sedangkan Usui yang meracik. Sangat menyenangkan untuk memasak bersama bagi mereka.
Semuanya sudah selesai. Makanan sudah tersedia di atas meja dan mereka berdua duduk berhadapan. Mereka menepuk tangan mereka bersamaan.
"Itadakimasu."
Mereka makan bersama dan saling tersenyum. Mereka tertawa bersama dan saling menyuapi. Sangat romantis. Setelah menyelesaikan makan siang, mereka duduk bersebelahan di sofa. Misaki bersender di bahu Usui sementara Usui memeluk pundak Misaki.
Usui mengeluarkan telpon selularnya dan memainkan lagu favoritnya. Misaki mendengarkan lagunya dengan seksama. Lagunya sangat familiar di telinganya. Irama lagunya bermain dengan pelan lalu intronya mulai.
Never knew I could feel like this
Like I've never seen the sky before
Tiba-tiba Misaki mengingatnya! Lagu itu adalah lagu yang suka dinyanyikan ibunya dengan ayahnya di masa lalu.
Want to vanish inside your kiss
Everyday I love you more and more
Ayahnya… lagi-lagi… ia teringat dengan ayahnya… Kenapa hal ini bisa terjadi?
"Listen to my heart, can you hear it sings
Telling me to give you everything
Seasons may change winter to spring
But I love you until the end of time"
Ia mendengar Usui menyanyikan liriknya pelan. Usui berdiri. Ia menuduk seperti seorang pangeran yang ingin berdansa dengan seorang putri. Ia mengulurkan tangannya ke Misaki.
"Bolehkah aku berdansa denganmu, my lady?"
Come what may, come what may
I will love you until my dying day
Misaki ragu-ragu, tetapi ia menyambut uluran tangan Usui. Usui tersenyum dan menarik Misaki ke pelukannya. Mereka mulai berdansa. Usui yang memimpin dansanya. Semuanya terasa hangat dan damai. Misaki mengalungkan tangannya di leher Usui dan menyenderkan kepalanya di bahu Usui. Ia menyanyikan lirik berikutnya.
"Suddenly the world seems such a perfect place
Suddenly it moves with such a perfect grace
Suddenly my life doesn't seem such a waste
It all revolves around you"
Setelah itu, Usui menyambungnya dengan lirik selanjutnya.
"And there's no mountain too high no river too wide
Sing out this song and I'll be there by your side
Storm clouds may gather and stars may collide
But I love you until the end of time"
Usui memperat pelukannya. Ia menyandarkan kepalanya di atas kepala Misaki, dan mencium kepala Misaki. Harum manis dan kuat, ia menyukainya.
Come what may, come what may
I will love you until my dying day
Oh come what may, come what may
I will love you
Suddenly the world seems such a perfect place...
Come what may, come what may
I will love you until my dying day
Ketika lagunya berakhir, Usui menyentuh wajah Misaki. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Misaki dan… bibir mereka bertemu. Bibir Usui menempel di bibirnya hanya sebentar. Hanya sebuah kecupan kecil. Usui melepas ciumannya.
"Tutup matamu." Bisik Usui.
"Huh?"
"Percayalah."
Pelan-pelan, Misaki memejamkan matanya. Usui mengeluarkan kotak dari sakunya. Ia membukanya dan mengeluarkan kalungnya. Ia memasangkannya di leher Misaki. Ia mengelus wajah Misaki sebelum menyuruh Misaki untuk membuka matanya.
Misaki membuka matanya. Tangannya meraba kalung itu dan matanya terbuka lebar.
"Wow… ini sangat indah. Ap- Bagaimana kau bisa mendapatkannya?" Ia tidak bisa melepas pandangannya dari kalung itu.
Usui tersenyum kecil. Ia senang kalau Misaki menyukai kalung itu. Ia memutar Misaki menghadapnya dan menarik Misaki ke pelukannya.
"Kalung ini.. hanya ada satu di dunia ini. Aku memesannya ke kenalanku."
"Benarkah?" Misaki tetap mengelus kalung itu lagi dan lagi.
"Yeah, dan lihat ini." Usui menyentuh liontinnya. "Bentuk hati ini berarti kalau aku sangat mencintaimu, tidak ada yang bisa merubah rasa cintaku padamu." Ia menunjuk ke nama mereka di belakangnya. "Dan kata-kata ini adalah bukti kalau kau adalah miikku. Hanya milikku.…"
"Dan kau milik siapa?" Tanya Misaki dengan muka penasaran.
"Tentu saja kepadamu, sayang." Mukanya merona ketika Usui memanggilnya seperti itu.
"Apapun yang terjadi di masa mendatang, aku akan selalu berada di sisimu. Aku akan selalu bersamamu."
Setelah Usui mengucapkan kata-kata itu, mereka menghabiskan waktu mereka bersama-sama dengan damai. Tidak ada dari mereka yang tahu… jika ada badai yang akan menghatam mereka nanti...
TBC
Wow… Makin seru ya? Jadi penasaran nih apa yang bakal terjadi ke mereka. Setuju gak? Kalau setuju, review yaaa… Jika tidak, yaa terima kasih sudah membaca. Maaf updatenya lama soalnya lagi minggu-minggu ulangan. Thanks! Oh ya buat oneshot Bleach ama cerita buat Maid-sama Cc diusahakan update minggu ini. Yg Jadi Cowok sama Love is Troublesome mungkin minggu depan. Terima kasih… =D
