Hi Minna!

Akhirnya chap 4 ini keluar juga setelah sekian lama mandeg, hehehe….! Buat yang nunggu *andai ada* maaf banget ya! Tapi akhirnya keluar juga kan! Hehehe… masih ngeles deh ah

Oh iya, makasih banget buat yang udah ripiew chap sebelumnya.

chea 'sansanurui : ich, jadi malu deh dibilang makin keren! Hehehehe…. Makasih banget ya! Aduh nunggu lemon yang hot? Hmm… ditunggu aza ya! :p keep ripiew ya!

CCloveRuki: usil? Dikit kok, biar Sasuke bersabar dunk! Kan gak mudah dapetin berlian itu! Hehehe… *kagak nyambung ya?*

kyu's neli-chan: Naru udah punya firasat? Hmm entah ya, aku gak tau! Hehehe.. klo soal adegan NejiGaara baca aja ya! Ntar ripiew lagi oke! Dtgg loh! *bales maksa ah*

reitan namikaze: emang, sebenernya sih rela gak rela naru yang polos di macem2in ma Sasu! Satu macem juga udah cukup tuh! Hehehe.. duh videonya? Aku juga pengen sih, buat aja yuukkk… coz kalo buat sendiri? Gak nahaaaaannnnn…

ChaaChulie247: seep makasih ya, terus ikutin dan terus ripiew ya! Emang Sasu kan cinta mati tuh ama Naru, so apapun buat Naru pasti Sasu terima. Hehehe..

Oke deh, makasih banget ya buat yang udah ripiew! Klo yang belum? Hmm.. kurang ajar gak sih kalau aku minta ripiewnya? Kalo gak, ripiew ya! Hehehe…

Met baca minna!

Jangan lupa ripiew ya!

..

.

Semua selalu indah pada waktunya

Dan kau membuatku percaya

Cinta kita membuat hidupku bahagia

Selalu

..

.

HANYA UNTUKKU

Pairing: SasuNaru

NejiGaara, ShikaKiba

Genre: Romance

Rate: M

Warning: OOC, gaje, abal, miss typo, boys love, lemon etc

..

.

GAK SUKA?

MENDINGAN GAK USAH BACA

..

.

'Met baca

..

.

"Huaaa… disini udaranya segeeerrrrr…!" Naruto segera berteriak penuh semangat sesampainya mereka di Suna. Tepatnya di villa milik keluarga Uchiha. Jangan ditanya lagi seperti apa villa itu, pastinya villa sangat mewah dengan fasilitas lengkap. Satu hal lagi yang paling istimewa, didekat villa terdapat sebuah danau yang sangat indah. Mereka semua setuju, kelelahan akibat lamanya perjalanan terbayar sudah.

"Jangan berisik dobe!" Sasuke segera menegur kekasihnya yang tengah asyik berteriak. Meskipun dalam hati Sasuke menyukai senyuman Naruto saat ini, tapi tentunya dia juga masih ingin telinganya normal.

"Biarin, toh gak akan ada yang dengar ini teme!" Naruto berusaha membela dirinya. Menurutnya tidaklah salah bila dia berteriak, toh villa Uchiha ini tempatnya sangat tersembunyi dan tidak sembarang orang bisa masuk kesini. Terbukti dengan adanya gerbang di bawah bukit tadi. Yupz, villa ini terletak di atas bukit dan tidak semua orang bisa masuk kesini.

"Sudahlah Naruto, meskipun memang tidak ada orang lain selain kita. Tapi jujur, teriakanmu itu mengganggu tau!" Kini giliran Kiba yang mengomel tepat di depan wajah Naruto.

"Yupz, kurasa sebaiknya kita masuk!" Gaara segera melerai pertarungan yang sebentar lagi bisa terjadi andai dia tidak segera menarik tangan Naruto.

"Apa kamu tidak salah tangan Garaa-koi?" Sebuah suara menghentikan langkah kaki Garaa dan segera dicari sumber suara tadi.

"Hehehe…" Gaara hanya bisa cengengesan gak jelas saat melihat sang kekasih Neji menatapnya dengan tatapan yang hanya dia yang tau arti tatapan itu. "Iya, maaf. Masuk yuukkk!" Dengan gaya bicara sedikit manja, Gaara menarik tangan kekasihnya. 'Tak apalah aku bicara dengan gaya manja sekali-kali, daripada dia cemberut nantinya.' Dan langkah kaki Gaara – Neji langsung diikuti juga oleh Kiba – Shikamaru juga Naruto – Sasuke. Mereka pun memasuki villa mewah yang sejak tadi mereka pandangi dengan berbagai macam pikiran.

'Akan aku buat kenangan yang tak terlupakan disini!' Sebuah kalimat tulus keluar dari hati seorang Hyuuga Neji.

'Aku tak peduli tempatnya seperti apa, asal dengan Neji aku yakin tempat seperti apapun akan menyenangkan.' Gaara berucap sambil memandang lembut sang kekasih, yang dibalas dengan senyuman lembut Neji.

'Semoga kamar tidurnya menyenangkan! Untung semua berpasangan, dan aku takkan membiarkan Kiba keluar kamar! Hehehe..' Pikiran Nara Shikamaru memang mesum meski tak ada yang tahu kecuali dirinya, Tuhan dan pasti objek mesumnya.

'Entah kenapa aku merasa, seminggu kedepan aku takkan bisa berjalan normal.' Seperti memahami pikiran sang kekasih, Kiba pun merasakan ketakutan yang menyenangkan. Toh bagaimanapun sakitnya, dia menyukainya. Cocok bukan?

'Sudah jauh-jauh seperti ini, aku pasti dan harus mendapatkannya. Tapi semoga aku bisa mendapatkannya tanpa memaksanya.' Dipandangnya sang dobe kesayangannya dengan penuh cinta, meski senyum penuh rencana tercipta diwajahnya.

'Semoga seminggu ini bisa bersenang-senang dengan semuanya!' Ya begitulah Naruto, dia memang sangat polos bukan?

..

.

"Aku tak terima!"

"Kenapa dobe?" Kini Sasuke dan Naruto sedang berada di dalam kamar mereka. Setelah pembagian kamar yang sudah pasti Kiba-Shika, Neji-Gaara dan Sasu-Naru, kini Sasuke harus menghadapi Naruto yang tengah marah-marah di kamar mereka.

"Kenapa aku harus sekamar denganmu Teme?" Naruto terlihat kesal karena harus sekamar dengan kekasihnya. Dia menyangka, kalau dia akan sekamar dengan Kiba dan Gaara. Makanya dia bawa banyak permainan kartu yang biasa mereka mainkan kalau menginap bersama.

"Dasar dobe!" Sasuke mulai lelah dengan sikap polos pacarnya, menghempaskan tubuh atletisnya ke kasur berukuran besar di kamar itu. Ya, kamar itu hanya menyediakan satu kasur berukuran besar, kamar mandi dan teras. Hampir semua kamar memiliki kasur berukuran ekstra, tentunya menyenangkan bukan?

"Teme, aku mau sekamar dengan Kiba dan Gaara!" Naruto kini terlihat merengek seperti anak kecil, dan jangan lupakan tatapan memelasnya yang mampu melelehkan es kutub utara. *lebay dikit*

"Tapi mereka takkan mau Dobe!" Sasuke membalas ucapan Naruto tanpa membuka matanya yang sedari tadi tertutup. 'Dan aku pun tak mau kalau kamu sekamar dengan mereka Naruto!'

"Kenapa?" Naruto sama sekali tidak mengerti ucapan sang kekasih hatinya. Bukankah dia dan kedua sahabatnya sering tidur bersama, dan semuanya selalu menyenangkan. 'Mana mungkin mereka tidak mau tidur bersamaku?'

"Dasar dobe! Mereka pasti lebih memilih tidur bersama kekasih mereka daripada kamu dobe!" Sasuke memperjelas semuanya pada sang kekasih, meski kesal tapi dia paling tidak suka jika sang kekasihnya itu murung. 'Apa tidur bersamaku tidak menyenangkan dobe?'

"Bohong!"

"Terserah, kalau kamu tidak percaya tanya saja sama mereka!" Setelah mengucapkan itu, Sasuke pun tertidur dengan cepatnya.

'Baiklah aku akan bertanya sama Kiba juga Gaara. Dan aku yakin mereka tidak keberatan kalau tidur bersamaku.'

...

..

.

Kamar Gaara – Neji

'Ah, pintunya kebuka. Cih ternyata seorang Hyuuga Neji bisa ceroboh juga ya!' Tanpa suara Naruto mendorong pintu kamar itu pelan-pelan. Entah kenapa Naruto merasa ingin mengejutkan sahabat dan pacarnya itu.

"Ah Neji…."

"Kamu menyukainya Gaara-koi?"

"Jangan..ach..jangan menggodaku…" Terdengar sebuah desahan yang membuat Naruto diam seketika, tidak bergerak apalagi beranjak dari tempatnya. Dari sudut tempatnya berdiri, dia bisa melihat punggung Neji juga sebagian tubuh Gaara yang berada di bawah Neji.

"Katakan, katakan Gaara-koi..!"

"Neji, aku…."

"Hmm…?"

"Neji kumohon, aku mau keluar….."

"Terus.."

"Ach,, Neji…! Jangan dihalangi…"

"Oh ya? Mau aku emut sayang?"

"Neji.. aku.."

"Aku tidak mendengarnya cinta.."

"Neji tolong…"

"Tolong apa?"

"Tolong emut lagi.."

"Baiklah…."

"Oughh… Neji…." Teriakan Gaara sama sekali tak membuat Naruto beranjak dari tempatnya. Dia termangu melihat pemandangan di depannya. Meski tak melihat secara jelas, tapi dia tahu Neji sedang memanjakan Gaara. Naruto tahu, dari pergerakan kepala Neji, Naruto yakin Neji sedang menservice Gaara dengan mulutnya.

"Aku keluaaaaarrrrrrr…" Gaara berteriak kencang, dan Naruto merasa heran kenapa kepala Neji masih disana?

"Manis, aku suka!"

"Neji.."

"Iya Gaara-koi? Ah, aku harus mempersiapkan ini sebentar ya!" Naruto melihat Neji melebarkan kaki Gaara. 'Apa yang akan dilakukan Neji?' Naruto hanya bisa bertanya dalam hati.

"Sakiiittt….."

"Tahan sebentar Gaara sayang!"

'Tuh kan, beneran sakit..!' Naruto merasa takut yang tiba-tiba menghinggapinya.

"Sakitttt Nejiiiiii!" Teriakan Gaara semakin membuat pucat wajah Naruto.

"Baru 2 jari sayang, tahan ya aku masukkin jari ke 3!"

'Apa? Jari ke3? Ya ampun, pasti sakit sekali!' Naruto berbicara sendiri sambil matanya tetap melihat ke pemandangan yang tak seharusnya dia lihat.

"Oughh.. Neji.. ya disitu…achhhh!"

'Tunggu, itu bukan jeritan kesakitan, melainkan desahan nikmat! Hei bukankah tadi Gaara berteriak kesakitan, tapi kenapa sekarang dia seperti menikmatinya?' Naruto sekarang benar-benar dalam kondisi kebingungan.

"Ach..ach…Neji..oughh…"

"Aku masukkin ya!"

"Pelan-pelan ya!"

"Tahan sayang! Ougghh.."

"Achh… Neji…."

"Hmmm.. kamu tetap sempit Gaara-koi!"

'Tunggu apa maksud ucapan Neji? Dia sudah memasukkannya?' Naruto tak bisa menahan panas yang tiba-tiba menyerang wajahnya.

"Bergeraklah…" 'Hei, Gaara yang meminta Neji bergerak? Memang tidak sakit?'

"Ach..ach… Gaara-koi, sempiiittt…"

"Iya Neji, oughh.. tekan terus.."

"Ach..ach…"

"Neji…aku suka..oughh…"

Badan Naruto bergetar hebat, dan tanpa suara pula dia langsung berbalik meninggalkan kamar Gaara dan Neji. Ditutupnya perlahan pintu kamar yang tadi sedikit terbuka. Dengan keringat yang mengalir deras di dahinya, Naruto setengah berlari keluar dari villa. Tujuannya danau di dekat villa yang tadi dilihatnya.

'Ahhh.. aku tak menyangka bakalan melihat Gaara dan Neji melakukannya!' Naruto segera duduk dan menyenderkan badannya ke pohon Sakura yang belum berbunga. Detak jantungnya bekerja lebih cepat dari biasanya. Bukan karena dia tadi berlari, melainkan dengan segala pemikirannya tentang kejadian yang sangat mengejutkan buatnya.

'Tapi kelihatannya Gaara menyukainya. Meskipun dia sempat berteriak kesakitan, tapi setelahnya dia malah mendesah keenakan.' Naruto kembali memikirkan 'pertempuran' antara Gaara dan Neji, meski tak terlihat secara jelas tapi Naruto sangat tahu apa yang dilakukan sepasang kekasih itu.

"Ach…"

'Ya suara desahan Gaara tadi terdengar seperti ini!'

"Achh…ssshhh…."

'Hei kenapa aku bisa mendengar suara Gaara ya? Aduh aku terlalu memikirkan kejadian tadi nih!' Naruto memukul-mukul pelan kepalanya seakan mengusir semua adegan yang tadi dilihatnya.

"OUghh…teruusss…."

'Hei kenapa malah terdengar lebih jelas lagi sih?'

"Ough..Shika…"

'Nah kok malah Shika sih?'

"Shika terus..achh…."

'Hei itu suara…. Kiba! Itu suara Kiba!' Dengan segera Naruto bangkit dan mencari asal suara itu berada. 'Sepertinya dari sini!' Naruto menyibak sedikit semak-semak tinggi yang menghalangi pemandangannya.

Gluukk..

Naruto hanya bisa menelan ludah melihat pemandangan yang dilihatnya sekarang. Sahabatnya Kiba tengah menungging di rumput tanpa busana! TANPA BUSANA! Dan Shikamaru tengah mengeluar masukkan kejantananya! MEREKA MELAKUKANNYA DI LUAR! Naruto setengah mati menutup mulutnya agara tak berteriak, dan mengganggu sahabatnya.

"Oughh.. Shika.. terus..lebiih cepat lagi.." Kiba terdengar begitu menggoda dengan suaranya yang sedikit mendesah.

"Ach…." Tampak dimata Naruto Shikamaru menggerakkan tubuhnya lebih cepat lagi.

"Oughh…Shikaaa..ach..ach…"

"Kamu menyukainya Kiba sayang? Bercinta di alam bebas tidak buruk bukan?"

"Ach..achh…" Kiba tampak tak sanggup menjawab pertanyaan kekasihnya.

"Jawab sayang!" Dan Naruto hanya sanggup menelan ludah saat melihat Shikamaru meremas pantan polos sahabatnya!

"Iya, aku suka Shika…" Dengan terpatah Kiba menjawab pertanyaan Shikamaru.

"Suka apa Kiba?"

"AKu suka bercinta denganmu diluar…acchhhhhh….."

"Ugghhh…"

"Ough..Shika..faster..oughh…fuck…yes…."

Naruto benar-benar tak berkutik denga pemandangan yang dilihatnya. Tubuhnya tiba-tiba kaku, dan meski dia merasa malu namun matanya sama sekali tak melepaskan diri dari pemandangan di hadapannya.

"Aku mau keluaaarrrr….aaccchhhh…"

"Aku juga.."

"Shikaaaaaaaaaaaaaa…."

"Oughhh…Kibaaaaa…."

Dilihat kedua insan itu mengejang beberapa kali sebelum akhirnya mereka ambruk dengan Shikamaru menindih Kiba.

'Ternyata memang enak ya!' Nurani Naruto akhirnya membenarkan pikiran yang selama ini selalu disangkalnya.

..

.

"Apa kamu sakit dobe?" Sasuke tampak cemas melihat Naruto diam sedari tadi. Sejak Naruto kembali ke kamar, yang entah darimana dia hanya diam. Bahkan saat makan malam pun dia diam, juga saat semua masuk ke kamar dan memutuskan untuk beristirahat Naruto hanya diam tanpa protes. Dan sekarang setelah Sasuke berada di kamar bersama Naruto, Naruto masih juga diam.

"Hn."

"Hei, itu kata-kataku Dobe!" Sasuke terlihat semakin heran dengan tingkah laku sang kekasih. Dengan perlahan dia menaruh telapak tangannya di dahi Naruto. 'Dia tidak demam kok!'

"Aku tak apa teme!" Naruto berusaha untuk bersikap senormal mungkin meski tak berhasil.

"Bohong! Sedari tadi kamu aneh dobe!" Sasuke sama sekali tidak percaya dengan perkataan Naruto. 'Kelihatan jelas kamu berbohong dobe!'

"Hehehe…." Naruto hanya bisa cengengesan melihat Sasuke yang kini menariknya kedalam pelukan hangat.

"Katakan ada apa dobe?" Suara Sasuke kini mulai melembut.

"Sungguh tidak ada apa-apa teme!"

"Benar?" Dengan tak percaya Sasuke melepas pelukannya. Menatap wajah kekasihnya, berusaha mencari kebenaran di mata biru Naruto.

"Ya!" Anggukan serta senyuman lembut diberikan Naruto untuk Sasuke. Dia sama sekali tidak ingin membuat kekasihnya khawatir.

"Kamu memang paling manis kalau tersenyum dobe!" Dan tanpa menunggu lama, Sasuke mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto. Dengan lembut bibirnya mulai menyapu bibir mungil Naruto. Lidah Sasuke menggoda bibir bawah Naruto sambil sesekali digigitnya bibir bawah Naruto. Meminta izin untuk masuk ke dalam mulutnya, dan tak perlu lama menunggu Naruto pun membuka mulutnya. Dengan segera lidah Sasuke memasuki mulut Naruto. Menjelajahi setiap sudut di dalam mulut kekasih hatinya. Mengajak lidah Naruto untuk menari bersama lidahnya.

"Ach.." Desahan tertahan keluar dari mulut Naruto yang tengah dicumbu oleh bibir Sasuke. Dengan perlahan kedua tangan Naruto merangkak naik ke leher Sasuke seolah mencari pegangan. Sedangkan Sasuke menarik tubuh Naruto untuk lebih dekat dengannya.

"Hah..hah…" Naruto menarik nafas dalam-dalam saat bibirnya berpisah dengan bibir Sasuke. Kebutuhan oksigen membuat mereka memisahkan diri. "Ach…" Kini desahan Naruto terdengar bebas, karena mulutnya tak terhalangi bibir Sasuke. Lidah Sasuke sekarang tengah menggoda kupingnya. Menjilati setiap sudut kupingnya dengan lembut. "Ugghh…Sasuke…." Naruto menjerit tertahan saat Sasuke mengulum kupingnya. Menyedot dan menjilati kupingnya tak henti-henti.

Mendengar rintihan Naruto membuat Sasuke segera ingin memiliki Naruto. Tapi dengan segera, hatinya mengambil alih. 'Aku ingin melakukannya dengan perlahan, aku sama sekali tak ingin Naruto merasa sakit' Meski Sasuke harus menahan gejolak nafsunya, tapi demi sang kekasih dia melakukan semua itu.

"Naruto.. kamu manis!" Sasuke mengatakan itu sambil membuka kaos yang dipakai oleh Naruto. Setelah kaos itu terbuka, dibaringkannya dengan perlahan tubuh Naruto.

'Indah..' Hanya itu kata yang muncul di otak Sasuke saat melihat tubuh bugil Naruto, meski baru bagian atasnya yang tak berpakaian.

"Sasu…keee…" Desahan Naruto kembali menggema saat Sasuke memanjakan leher tan nya. Dengan perlahan Sasuke menjilati leher mulus Naruto, dan jilatan itu mulai turun ke bawah. "Acchhh…" Naruto menjerit dengan keras saat dirasakannya Sasuke tengah menggoda bagian sensitifnya. Dilihatnya Sasuke sedang menjilati nipple kanannya. Sedangkan tangannya tengah menggoda nipple sebelah kirinya. Dan kini Sasuke tak hanya menjilat, tapi dia mulai mengemut nipple nya dengan lembut.

"Ough…" Naruto hanya bisa mendesah saat dirasakannya Sasuke kini tak hanya menjilat tapi mulai menyusu pada nipple nya seperti bayi yang kelaparan. "Ach..ach…Sasukeeee.." Naruto hanya bisa mendesah menerima perlakuan sang kekasih. Setelah puas dengan nipple kanan, kini Sasuke berpindah ke nipple kiri Naruto. Diperlakukannya nipple kiri Naruto sama dengan yang kanan. "Achh…."

Desahan demi desahan keluar dari bibir mungil Naruto. Dan tanpa memperdulikan desahan kekasihnya Sasuke terus menjilati tubuh Naruto. Kini jilatannya merayap turun ke perut Naruto yang tak berlemak. Sasuke bermain-main dengan pusar Naruto, sambil tangannya sibuk membuka celana Naruto. Dibantu oleh Naruto, akhirnya celana jeans juga celana dalam Naruto terlepas sudah. Dan Sasuke hanya bisa melihat dengan kagum tubuh mulus kekasihnya.

"Sasukeee…." Naruto mendesah malu melihat Sasuke menatap tubuhnya cukup lama. Dan desahannya berganti dengan sebuah pekikkan kecil saat dirasakannya tangan mulus Sasuke menggenggam lembut kejantanannya. "Sasu…keee.." Naruto semakin mendesah dan bergerak lebih cepat saat meraskan kejantanannya tengah di manja oleh Sasuke.

"Keluarkan dobe! Keluarkan semuanya!" Sasuke semakin menambah kecepatan mengocoknya saat dirasakan benda yang dalam genggamannya itu berdenyut.

"Sasukeeeee…." Dan tak perlu menunggu lama, pertahanan Naruto pun jebol. Cairan putih itu keluar dengan banyaknya. Dan tanpa rasa jijik sedikitpun, Sasuke membersihkan cairan putih itu dengan lidahnya. Membersihkan semuanya, sampai tak ada sisa cairan itu selain di mulutnya.

"Manis dobe!" Sebuah kalimat pendek dari Sasuke yang berakibat memerahnya wajah manis Naruto.

NARUTO's POV

"Manis dobe!" Sungguh aku sama sekali tak menyangka Sasuke akan mengatakan itu. Sama dengan aku yang sama sekali tak mengira Sasuke akan membersihkan semua cairanku dengan lidahnya.

"Sudah siap dobe?"

Degh.

Tanpa bisa dicegah, jantungku langsung berderak dengan cepatnya saat mendengar pertanyaan Sasuke. 'Siapkah aku?' Kini aku melihat Sasuke yang mulai membuka baju nya satu persatu. Dan tanpa diduga semua kenangan tadi sore, kenangan akan percintaan dua sahabatnya berkelebat di pikiranku. 'Melihat mereka, seharusnya aku tidak takut bukan? Toh meski sakit awalnya, tapi setelahnya tampak hanya ada kenikmatan yang teramat sangat.

"Dobe!" Sentuhan lembut di pipiku membuatku membuka mata yang tadi kututup untuk berfikir. Dan aku hanya bisa menahan nafas, kini Sasuke berada dekat denganku. Tubuh Sasuke berada diatas tubuhku! DIATAS TUBUHKU! "Apa kamu takut?" Sebuah pertanyaan yang membuatku terdiam, dan hanya bisa menatap wajah Sasuke yang menyiratkan kelembutan disana. Dibelainya pipiku dengan lembut, seolah menenangkanku dari perasaan yang campur aduk.

'Mungkin memang ini sudah saatnya!'

NARUTO's POV end

..

.

Kamar Kiba-Shikamaru

"Kira-kira mereka akan melakukannya Shika?" Pertanyaan dari Kiba membuat Shikamaru kembali membuka matanya. Mereka tengah berpelukkan mesra di atas kasur, dan Shikamaru hampir saja tertidur andai kekasihnya tak bersuara. Meski dia suka kesal kalau ada yang mengganggu tidurnya, tapi Kiba adalah pengecualian.

"Kuharap iya!" Shikamaru hanya menjawab pelan sambil menarik tubuh Kiba untuk lebih dekat dengannya.

"Ya kuharap juga begitu, setelah apa yang kita lakukan tadi semoga saja mereka bisa malam ini!" Kiba membalas pelukan Shikamaru dengan penuh senyuman. Senyuman karena merasa bahagia bisa memeluk orang yang dicintai, juga bahagia karena merasa telah melakukan sesuatu yang berharga untuk sahabatnya. Meski awalnya Kiba menolak, tapi akhirnya dia menyetujui usulan untuk memperlihatkan adegannya yang tengah bercinta dengan Shikamaru! Dan tanpa kata lagi, Kiba segera menyusul sang kekasih yang telah dulu pergi kealam mimpi.

'Semoga ada kabar baik esok hari Naruto!'

..

.

Kamar Gaara-Neji

"Belum tidur Gaara-koi?" Sebuah tarikan di perutnya yang menghantarkan Gaara pada pelukan hangat, meski kaget namun Gaara tak bisa marah. Toh dia menyukai pelukan ini.

"Aku memikirkan Naruto!" Gaara membalas pelukan Neji tak kalah erat. "Aku harap semua berjalan sesuai rencana!"

"Hei, aku yakin mereka bisa kok! Bukankah mereka saling mencintai?" Neji berusaha menenangkan kekasihnya yang sedang gundah. Meski terkadang dia cemburu karena perhatian Gaara pada Naruto, tapi dia tahu Gaara hanya menganggap Naruto sahabat. Dan dia sudah memahami hubungan persahabatan 3 uke manis itu.

"Aku berharap seperti itu, tapi Naruto itu polos!"

"Aku tahu, makanya kita melakukan semua ini bukan? Untuk kebaikan semuanya!" Neji kembali mengenang apa yang dilakukannya tadi siang. Bercinta dengan Gaara, dan harus berpura-pura tidak mengetahui keberadaan Naruto. Dan itu cukup memalukan, andaikan bukan permintaan Gaara mungkin dia akan menolak.

'Semoga besok akan ada kabar yang bagus Sasuke!' Neji pun tertidur setelah mengecup kening kekasihnya yang telah dibuai mimpi. Semua berharap yang terbaik untuk Sasuke juga Naruto! Betul tidak?

..

.

Chap 4 END

..

.

Wuaaahhh… akhirnya selesai juga nih chap 4, setelah memeras otak! Hehehehe…

Kayaknya mesti minta maaf deh, soalnya di chap 4 blm full SasuNaru melakukan "Itu". Hehehe…

Tapi sepeti yang lain, semua menunggu kabar baik besok bukan?

Kalau begitu tunggu dengan sabar ya!

Hehehe….

Pokoknya, semoga chap ini tidak mengecewakan semuanya! *belagak ada yang nunggu gitu!*

Oke deh kalo begitu, ripiew ya minna!

Ripiew!

Ripiew!

Ripiew!

Thanks semuanya…!