Hi Minna!

Pasti heran ya, chap 4 baru update kok udah update lagi? Hehehe… sebenarnya ini masih chap 4 yang aku potong karena merasa kepanjangan. Mudah2an gak keberatan ya!

Fujo suka nyasar: hehe.. emang di chap 4 (tepatnya chap 4 awal) adegan SasuNaru nya sedikit, banyaknya disini. Mudah2an di fic yg chap 4 akhir (Gak mau nyebut chap 5 sebenarnya coz ini aku potong) bisa sedikit mengobati kecewanya ya! *lebay ya, hehehe*

Rosanaru: ich, sebelum meluk nanya dulu ce or co nih dirimu? Hehehe peace…! Mudah2an lemonnya sudah sedikit memuaskan ya! Hehehe dan ini update super duper kilat loh! :p

kirio - kun: Aduh sebelumnya makasih dan maaf loh kalau sebenarnya ni fic chap5 itu sambungan chap 4 yang aku potong karena kepanjangan. Hehehe… tapi mudah2an gak kecewa ya!

Pokoknya makasih banget buat semuanya! Dan mudah2an gak ada yang protes ya aku publish nya sangat amat kilat. Hehehe..

Oke deh, met baca ya!

Mudah2an tidak mengecewakan semuanya ya! *duh lagaknya nih, tapi beneran ngarep gak buruk2 amat nih fic*

Jangan lupa ripiew ya!

Oke!

..

.

Semua selalu indah pada waktunya

Dan kau membuatku percaya

Cinta kita membuat hidupku bahagia

Selalu

..

.

HANYA UNTUKKU

Pairing: SasuNaru

NejiGaara, ShikaKiba

Genre: Romance

Rate: M

Warning: OOC, gaje, abal, miss typo, boys love, lemon etc

..

.

GAK SUKA?

MENDINGAN GAK USAH BACA

..

.

'Met baca

..

.

"Sudah bangun Naruto?" Sebuah sapaan hangat menyambut Naruto, diliriknya dan kini dia tau dari siapa suara itu berasal. Memang seharusnya Naruto bisa menyadari siapa yang menyapanya, karena dikamar ini hanya ada dirinya dan Sasuke.

'Eh apa aku tak salah dengar? Sasuke memanggil namaku!'

"Sakit?" Kini suara Sasuke terdengar sedikit cemas. Sedangkan Naruto hanya menatap Sasuke dengan tatapan heran. 'Apa maksud Sasuke dengan kata sakit barusan? Memangnya aku sakit? Ah perasaan aku tidak sakit'

"Ittai…." Naruto meringis dengan kencang saat dirasakannya sakit di bagian tubuh bawahnya. Dan betapa kagetnya Naruto saat mendapati dirinya tanpa busana sehelai pun yang menutupi tubuh mulusnya. 'Apa mungkin aku sudah…..'

"Apa sesakit itu Naruto?" Kini Sasuke bangkit dan duduk di sebelah Naruto. Ditatapnya kekasih hatinya yang tengah terdiam dengan sedikit heran. "Hei kamu baik-baik saja kan?" Sasuke menyentuh lengan kiri Naruto, sedikit membalik badan Naruto agar berhadapan dengannya. "Kamu baik-baik saja kan?" Sekali lagi Sasuke bertanya sambil menatap wajah Naruto dengan tatapan cemas.

"Aku.. aku baik-baik saja teme! Apa semalam.. kita…." Naruto berbicara dengan sedikit terbata-bata. Entah kenapa dia merasa sangat malu saat ini.

"Apa kamu melupakan kejadian semalam Naruto?"

'Kejadian semalam? Rasanya aku sama sekali tidak lupa, itu….'

Flashback On

"Aku mulai ya Naruto!"

'Inikah saatnya aku melakukannya?' Dan entah apa kekuatan darimana Naruto mengangguk, mengiyakan pertanyaan Sasuke. Dibalasnya pula tatapan cemas Sasuke, diusapnya pelan pipi teme-nya. Usapan dan tatapan Naruto seakan berkata bahwa dia baik-baik saja, dan dia siap. Ucapan yang meski tak terucap dari mulut tapi bisa diterima oleh Sasuke. Dan senyuman Sasuke pun mengembang tanpa bisa di tahan, senyuman yang seketika menghilangkan segala gundah dalam hati Naruto.

"Aku mulai ya.." Tanpa melepaskan pandangannya dari wajah Naruto, Sasuke mulai mempersiapkan semuanya. Dirabanya dengan pelan tempat yang terasa panas di kulitnya. Dengan perlahan, dimasukkannya salah satu jarinya kedalam. 'Sempit' Hanya itu yang terpikirkan di otak Sasuke.

"Ittaaaiiii…." Naruto tak sanggup menahan rasa sakit yang seketika mendera tubuhnya. Mendengar teriakan kekasihnya, Sasuke segera mencium bibir Naruto. Berusaha meredam juga mengalihkan pikiran sang kekasih dari rasa sakit. Dan seperti obat yang sangat ampuh, saat merasakan rasa Sasuke di dalam mulutnya pikiran Naruto tidak berpusat pada rasa sakit lagi. Setelah dirasa Naruto mulai tenang, Sasuke pun memasukkan satu jari lagi ke dalam. "Hggghhh…" Erangan Naruto tertahan oleh bibir Sasuke yang terus memanjakan bibirnya. Mengecap rasa Naruto juga berusaha membuai Naruto agar lupa akan sakitnya.

"Sakiiiitttttt…" Naruto berteriak dengan begitu kencang saat jari ketiga memasuki tubuhnya. Saking sakitnya, tanpa sadar Naruto menggigit bibir bawah Sasuke dengan keras sampai berdarah.

"Shh.. tenang Naruto, lemaskan tubuhmu agar tidak terlalu sakit." Mendengar saran dari Sasuke, Naruto pun melemaskan tubuhnya. Dan Sasuke pun mulai membuat zigzag di dalam, agar lubang itu bisa menerimanya nanti. "Ach..Sasuke.."Naruto mendesah hebat saat jari Sasuke menyentuh satu titik yang membuatnya merasakan kenikmatan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Mendengar rintihan Naruto, Sasuke semakin semangat untuk menyentuh titik itu, membuat Naruto menyanyikan lagu kenikmatannya.

"Bisa aku mulai Naruto?" Sebelum memasukkannya, Sasuke bertanya pada Naruto yang tengah dibuai nikmat. Mendegar perkataan Sasuke, Naruto seketika terdiam.

"Iya, aku ingin merasakan Sasuke di dalam tubuhku." Naruto menarik leher Sasuke untuk menciumnya. Seperti mengerti pikiran Naruto, Sasuke pun membalas ciumannya sambil berusaha memasukkan kejantanannya ke tubuh Naruto.

"Hmmmpphh…"Sasuke meredam teriakan Naruto saat kejantanannya memasuki tubuh Naruto. Tanpa bisa ditahan, air mata Naruto menetes begitu saja.

"Maaf Naruto!" Sasuke segera menghapus air mata di wajah kekasihnya. "Maaf karena aku sudah menyakitimu!" Sungguh Sasuke sama sekali tidak ingin melihat Naruto sedih apalagi menangis.

"Aku sama sekali tidak apa-apa Sasuke!" Naruto tersenyum, hatinya tersentuh melihat sikap Sasuke padanya.

"Apa kamu merasakannya Naruto?"

"Eh?"

"Apa kamu merasakanku dalam tubuhmu?" Sasuke mencoba menenangkan Naruto yang dirasanya mulai tegang entah kenapa.

"Ya, aku merasakannya Sasuke!" Entah kenapa Naruto merasa malu saat mengucapkannya.

"Hangat…"

"Bergeraklah Sasuke!" Naruto menatap Sasuke dengan tatapan yakinnya. Ya dia sudah melihat bahkan merasakan tulusnya perasaan kekasihnya itu. Dan dia pun ingin membahagiakan sang kekasih, seperti kekasihnya yang selalu membuatnya bahagia.

"Ach…" Sasuke dan Naruto mendesah bersamaan saat tubuh mereka mulai bergerak. "Sasuke.." Naruto hanya mampu memeluk tubuh Sasuke, mencari pegangan atas kenikmatan yang dia rasakan. Semakin lama, tubuh mereka bergerak semakin cepat.

"Achh..Sasuke…." Mendengar teriakan Naruto seakan menyadarkan Sasuke, ada sesuatu yang dilupakan. Sasuke pun melepaskan pelukannya, dan meraih kejantanan Naruto tanpa menghentikan gerakan tubuhnya. Dibelainya mesra benda hangat itu. "Achh.." Naruto pun hanya mampu mendesah menerima perlakuan Sasuke.

Sasuke bergerak semakin dan bertambah cepat, diiringi pijatannya yang juga semakin cepat. Dan terdengar desahan Naruto juga Sasuke memenuhi ruang tidur mereka. "Sasu….aku..ach…." Mengerti sang kekasih hampir selesai, Sasuke pun mempercepat gerakannya. "Sasu..aku…."

"Jangan ditahan Naruto, lepaskanlah…" Sasuke berbicara diantara desahannya sendiri.

"Ach…aku keluaaarrrr….." Dirasakan oleh Sasuke tangannya kini dipenuhi oleh cairan yang baru saja dikeluarkan oleh Naruto.

"Aku juga sebentar lagi Naruto…" Sasuke pun makin mempercepat gerakannya, saat dirasakannya sebuah desakan yang tak bisa lagi dia bendung. "Narutooooooooo…oughhhh…" Akhirnya pertahanan Sasuke pun jebol. Setelah bergetar beberapa kali, tubuh Sasuke pun ambruk diatas tubuh Naruto.

"Ach.." Naruto mendesah pelan saat dirasakannya Sasuke mencabut miliknya dari tubuh Naruto.

"Tidurlah, kamu pasti capek Naruto! Oyasumi.." Sasuke menarik selimut untuk menutupi mereka, merengkuh tubuh Naruto kedalam pelukannya. Mengecup dahi Naruto sebentar dan kemudian baik Sasuke maupun Naruto terlelap sambil berpelukan.

Flashback off

"Kenapa wajahmu memerah Naruto, kamu sakit?" Dengan cepat disentuhnya dahi Naruto, namun Sasuke merasa suhu tubuh Naruto normal sama seperti dirinya.

"Sudah aku bilang aku tak apa Sasuke!" Naruto meraih tangan Sasuke dan menggenggam tangan sang kekasih di atas pangkuannya.

"Apa terasa sakit?" Sasuke bertanya lembut tanpa melepaskan genggaman Naruto pada tangannya.

"Sedikit!" Akhirnya Naruto pun jujur, dia merasakan sakit di bawah tubuhnya.

"Maaf!"

"Hei, aku memang merasa sakit tapi itu bukan salahmu Sasuke!" Naruto segera memotong ucapan Sasuke. Dia merasa Sasuke tak perlu meminta maaf padanya. "Toh aku juga yang menginginkannya!" Naruto berbicara sambil menundukkan wajahnya yang diyakininya pasti wajahnya semerah buah tomat.

Cup.

"Terima kasih Naruto!" Sasuke mengecup dahi Naruto, membuat Naruto kembali menegakkan kepalanya. Ditatapnya wajah Sasuke dengan seksama, entah kenapa Naruto merasakan bahagia tak terkira. Melihat wajah Sasuke yang menatapnya penuh cinta, sungguh membuat Naruto terharu.

"Hehe…." Saking groginya, Naruto hanya bisa cengengesan menjawab perkataan Sasuke.

'Aku tak menyesal dan takkan pernah menyesal menyerahkan semuanya padamu Sasuke!'

"Saatnya mandi!" Sasuke langsung menyibak selimut dan berdiri di hadapan Naruto.

"Sasukeeee…." Naruto langsung menjerit dengan sekencang-kencangnya.

"Kenapa?"

"Pakai bajumu Sasuke!" Naruto berbicara tanpa membuka tangan yang dipakainya untuk menutupi wajahnya. "Dasar tak tahu malu!" Gerutu Naruto kesal plus malu.

"Kenapa mesti malu? Bukankah semalam kamu sudah melihat tubuhku Naruto?" Seringai tercipta di wajah Sasuke melihat tingkah menggemaskan sang kekasih.

"SasuTeme mesuuuummmmmm!" Dengan kekuatan penuh Naruto melempar bantal kearah Sasuke yang sukses diterima Sasuke dengan mudah. Sekeras-kerasnya melempar bantal, tetap saja bantal tak akan membuat kita sakit bukan?

"Hei, sebaiknya kita mandi bersama Naruto!" Tawaran Sasuke membuat bulu kuduk Naruto berdiri semua.

"Hentai…"

"Aku gendong kamu ya, bukannya kamu tidak bisa berdiri Naru-koi!" Sasuke mendekati Naruto yang sukses terdiam mendengar ucapannya. 'Bagaimana mungkin seorang Uchiha Sasuke bisa berbicara dengan nada seperti itu?'

"Aku bisa sendiri Sasuke!" Naruto langsung meraih selimut dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Tak ketinggalan, matanya menatap Sasuke dengan tatapan membunuh.

"Ah, baiklah. Sepertinya kamu masih malu Naruto! Kalau begitu lain kali saja ya!" Sasuke pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. "Takut kamu berubah pikiran, pintu aku gak kunci loh!"

"Sasuke bodooohhh…!" Teriakan Naruto dibalas oleh suara tawa yang meledak dari dalam kamar mandi.

'Sepertinya mulai sekarang aku harus bersiap-siap nih!'

..

.

Chap 5 end

..

.

Gimana? Gimana?

Entah apa yang ada di otakku sampai bisa buat fic yang ini! *mencoba membela diri*

Oh ya, sebenernya ini bukan fic chap 5, tdnya mau gabung sama chap 4 tapi entah kenapa aku merasa kepanjangan. Jadinya aku potong deh. Dan niatnya, aku baru mau publish minggu depan, tapi gak tau kenapa aku malah publish sekarang. Cuma selisih beberapa jam dari chap4. Tapi gapapa dunk? Hehehe…

Sekian fic ini, semoga berkenan dan tidak mengecewakan ya! Hehehe…

Mohon meluangkan waktu sejenak untuk meripiew ya!

Kasih tau kekurangan fic abalku ini ya, hehehe..

Oke deh, makasih udah mau baca ya!

Ripiew minna!

Thanks ya..