Ohayou minna-saaaan!

Uwooo…! Saya balik lagi minna! Dengan fic lama saya!

Disini, di chapter ini, mungkin ntar kurang humor atau apa… karna saya lagi kehabisan kata-kata untuk membuat humor di chapter ini… dan ini mungkin lebih berkesan Hurt/comfort, eh, belum! Ntar chap 6! Ini chap sedikit, sekitar 32 halaman lah…

Baiklah! Ini dia!

PENGENALAN TOKOH!

Uchiha Sasuke: Cowok cakep *Sasu bernarsis" ria* kulitnya putih pucaaaat! Rambutnya model emo dongker, jungkir balik melawan arah gravitasi, a.k.a pantat ayam kampung ato gag ayam ras *tendanged!* Sifatnya dingin, sok cool padahal sebenarnya tu orang latah *Buagh!*kagak becanda! Belagu, etc. suka sama pemeran utama cewek. Namikaze Naruto. Rela ngelakuin apa aja, termasuk makan es krim satu pabrik, walau dengan berat hati dan akhirnya berkutat juga dengan closet dan bak sampah. Suka buah tomat, gag suka makanan yang berbau manis sekale, kecuali itu makanan buatan tangan si Dobe tercinta. Suka warna biru navy ato nggak item.

Namikaze Naruto: Cewek cakep. Orangnya manis, cute, cantik. Suka yang berbau sederhana. Suka sekali dengan makanan yang bernama ramen juga *of course* Rambutnya pirang keemasan, panjangnya sepinggang, lurus, karna gag belok-belok akhirnya nyemplung ke got *Bunuhed!* Suka warna biru muda, orange gelap dan kuning emas. Gag mau ngelakuin apa aja buat si Teme, karna menurutnya, hanya merepotkan dirinya sendiri *Sasu pundung di pojokan* Pernah sakit hati gara" ngeliat pacarnya nyumbu orang lain. Bingung milih shapa entar antara mereka bertiga (Sasuke, Gaara dan Sasori) Karna tu orang LOLA, makanya sering di panggil Usuratonkachi, ato gag yang biasa baka, ato yang paling sering dobe.

Sabaku no Gaara: Termasuk nominasi favorit anime cowok author, setelah Sasuke sama Ciel Phantomhive. Orangnya pendiem, tapi sifatnya berubah kalo berdua-an sama pacar, jadi tukang ngegombal *jitaked!* Rambutnya merah marun, enggak jungkir balik kaya siTemePantatAyam yang dia atas *Gaara nyanyi I'm a Champion* *Sasu siap ama katananya* Trus suka sama Pemeran utama cewek. Malahan cinta setengah mati *mulai dah ngegombal* suka warna…? *lupa apa warna kesukaan Gaara* *Gaara pundung di pojokan*

Akasuna no Sasori: Murid pindahan dari Oto *critanya* yang baru aja dateng langsung bikin Sasuke mengelurakan deatglare nya. Suka sama Naru-chan. Author aja gag thu kenapa tu orang suka sama Naruto *gubrak!* Dann jangan lupa, dia gag kalah cakep ama dua orang cowok sebelumnya yang udha kita bahas. Yang Alhamdulillah, rambutnya juga gag kaya Sasu pantat ayam ras *udha di putusin* ama Sebas(mesum) yang raven.

Haruno Sakura: Mantan pacar Sasuke. Yang sampe mereka (Naru ama Sasu) nikah pun masih cinta juga (jangan pernah mikir kalo Naru bakal selamat dari penyakitnya). Gag dapet pasangan *Author ngakak bahagia* HIDUP SASUNARU! HIDUP SASUFEMNARU! Warna kesukaan nya pink. Lanjutannya meneketehe *duagh!* Sahabat Naruto.

Yang lainnya menyesuaikan ya! ^_^V

Naruto©Kakek Masa-cuih! Kishimamolto

Rated T

SasufemNaru, GaafemNaru, SasofemNaru (gag pernah ada neh!) ItafemDei de el el…

Romance, Humor, Hurt/Comfort (knapa Hurt, karna ini akan bikin raders mengeluarkan air mata, karna kebanyakan ketawa! Tapi chap ini pengecualian)

Warning!

OOc, Oc, abal, Typo, EYD, Gaje, dll…

Perhatian-perhatian kepada para readers!

Barang siapa yang tidak mau me-review fic saya ini.

Maka dengan berat hati saya akan memancung anda semua!

Hahaha…!

*d bekep*

Hon't Hike, Hon't Head

Hif Hou Hike Hy HanHif…

Ohh, Hank Hou Hehy Much!

Het's head hand hehiew!

She's…

Normal's POV

"I'm falling in love with you, Princess…"

Sasuke pingsan.

Astaga! Demi dewa sesat nya Hidan! Ini adalah acara tembak-menembak secara langsung, dan blak-blakkan!

Mata semua orang tertuju pada dua orang remaja yang duduk sebangku itu. Sasori menjauhkan wajahnya dari wajah manis Naruto yang sudah asli merah seperti darah yang menggelegak!

"Ap-apa?" ucap gadis itu tidak percaya. Sasori tersenyum pahit. Kenapa? Karena ia tidak suka manis *tendanged!* (?).

"I'm falling in love with you, princess. Will you be my girlfriend?" tanya pemuda itu.

Naruto gelagapan.

"A-aku…"

"Jangan terima, Dobe!" teriak seseorang yang pastinya dia adalah Sasuke kita.

Sasori men-deathglare Sasuke yang sekarang berada di sebelah Naruto.

Naruto menoleh kaget.

"Sa-sasuke?" panggil gadis itu terbata-bata.

"Jangan diterima, Dobe!" hasut Sasuke. Sasori diam memperhatikan. "Dia kan baru! Aku udah lama ngejar-ngejar kamu! Masa ni anak baru enak banget, datang langsung nembak! Jangan diterima!"

Okey. Kenapa Sasu-chan Author jadi OOC begini?

Sasori ngagguk-ngangguk ngerti.

"Oh, jadi kau sudah lama ngejar Naruto… emang sudah nembak?"

"Ya iyalah sudah!"

"Diterima gag?"

"Kagak pernah…"

Sasuke terdiam. Tak berapa lama kemudian, pemuda berambut emo dongker jungkir balik kaya pesawat ulang-alik itu pundung di pojokan. Kasihan… Poor Sasu-chan Author *d tendang Sasu FG*

Tunggu dulu… kalo Author di tendang sama Sasu FG… berarti Author nendang dirinya sendiri dong? Author kan FG nya Sasu-chan… Tapi gimana caranya nendang diri sendiri? Haaah… mendokusei… Author kebanyakan mikir nih!

(Readers: shapa suruh kebanyakan mikir!)

(Author: Klo sya gag banyak mikir! NIe fic kaga pernah selese readers! Ato lu-lu pade mau nie fic kagak jalan-jalan?)

(Readers: Tetep Jalan!)

(Author: Nah gitu dong!)

"Sasuke! Jangan pundung!" seru Naruto seraya menghampiri rival nya itu. Sasori ngikut dibelakang.

"Sudah terlanjur, Dobe…" gumam Sasuke lesu. Sasuke persis kaya orang lagi pundung (readers: emang lagi pundung, dodol!)

"Hei, bukannya kau bilang, banyak rival itu bagus?" ingat Naruto. Sasuke mengangguk.

"Terus? Kenapa malah pundung? Malu-malu in tau!"

Sasuke berdiri, menatap Sasori tajam. Setajam silet! Kalo silet nya tumpul diganti kapak merah!

"Udah selesai pundungnya?" tanya Sasori dengan nada meremehkan.

"Hn,"

"Lalu?"

"Aku Cuma ingin bilang, kalau mulai dari sekarang, Kau, aku dan Gaara adalah rival. Mengerti?"

Sasori melirik Naruto yang gugup, sambil menggigiti kukunya.

"Bagaimana Princess?"

"Eh?"

Naruto memang LOLA yaa…~~

"Kau menerima pernyataan cintaku tadi, atau tidak?" ulang Sasori sambil bersedekap. Naruto menelan paksa ludahnya, hingga berbunyi.

"A-a… maaf Sasori… aku tidak bisa menerima pernyataan mu tadi… karna aku belum mengenal mu lebih jauh… maaf ya…" ucap gadis itu gugup, sambil menundukkan wajahnya. Ouh, dan sialnya! Apa yang dilakukan Naruto sekarang makin membuat Sasori tergila-gila pada gadis berumur 17 tahun itu.

Dan saking tergila-gilanya… Sasori… lagi-lagi membungkuk lalu mencium punggung tangan Naruto, yang sukses kembali membuat wajah sang gadis bersemu merah.

Of course! Sasuke yang melihatnya mengeluarkan awan panas yang berasal dari kepalanya… Uwooo… author aja ampe kepanasan ngetiknya.. (readers: geblek!)

Duaak…

"Jangan sembarang main cium kau." Geram Sasuke datar. Sasori meringis kesakitan gara-gara di JI-TAK oleh pangeran seantero sekolah kita.

"Aow! Sakit pantat ayam!"

Mendengar dua kata yang 'Pantat Ayam' yang keluar dari mulut Sasori, mata sapphire gadis itu langsung berbinar-binar senang.

"Kau bilang tadi 'Pantat Ayam'?" tanya gadis itu. Sasori mengangguk.

"Jadi kau setuju denganku, kalau rambut si Teme bodoh ini model rambut pantat ayam?"

Sasori mengangguk pasti. "Tentu saja. Memangnya ada lagi orang yamg rambutnya seperti dia? Menurutku tidak ada."

Naruto bersorak kegirangan. "Yeeey! Akhirnya ada juga yang sependapat denganku!" sorak gadis itu. Tak sadar kalau si Teme tercintanya men-deathglare dirinya.

"Jadi selama ini, tak ada yang sependapat dengamu kalau rambut orang ini model pantat ayam?"

Naruto mengangguk pasti. "Iya! Mereka pasti menjawabnya 'Bagus kok!' atau apalah! Dan kau orang pertama yang setuju denganku kalau rambutnya itu model pantat ayam, yang udah begitu dari lahir!"

Sasori manggut-manggut. "Kasihan kau…"

Naruto menunduk lesu. "Ya begitulah…"

"Hn, terserah kalian mau bilang apa tentang model rambutku. Yang penting kenapa kita aja yang malah heboh sendiri? Ini kan waktunya jam pelajaran."

Naruto mengangkat tangannya dan berteriak. "Sasuke Khotbah!" teriak gadis itu, yang mengundang dua kedutan di kening Sasuke.

"Diam, kau Dobe." Geram Sasuke datar (readers: mang bisa?).

Naruto nyengir tak berdosa. Innocent. Watados.

"Hehe… sorry Teme…"

"Hn,"

Sasori menghampiri Naruto. "Kemana Kakashi-sensei?" tanya pemuda berambut merah itu.

"Lo? Bukannya sensei hentai itu ada di san…-"

Perkataannya terpotong saat dihatnya oleh mata sapphire itu, sang sensei tak ada ditempatnya. Dimeja guru juga tidak ada. Dan hal itu mengundang tanda tanya di otak pas-pasan gadis itu.

"Kemana Kakashi-sensei? Kok gag ada?" tanya gadis itu yang baru sadar kalau Kakashi tidak ada didepan kelas, dan memperhatikan mereka yang sedari tadi sibuk dengan acara tembak-tembakkan mereka.

"Tadi sensei hentai itu keluar kelas, katanya mau melamar Iruka-sensei. Begitu." Jawab salah seorang murid, dengan nada malas. Naruto dan yang lainnya ber-sweatdropped ria.

"Ouh, begitu… ya sudahlah…" tanggap Naruto. "Syukur deh, kalau tu sensei gag ngajar."

"Hn, tapi kita juga harus belajar, Dobe."

Naruto mengernyit malas.

"Aduh Teme ku sayang…~~" Sasuke ber-Alhamdulillah ria, Sasori siap-siap sama boneka santetnya. "Bisakah kau tidak mengeluarkan sifat sok pintar mu itu, sekarang? Aku lagi malas belajar Teme!"

Tanpa memperdulikan rengekan malas dari sang pujaan hati. Teme tercinta kita, ternyata sudah berada di depan kelas. Dengan buku FISIKA yang digenggamnya ditangan kanan, dan kacamata berbingkai hitam yang melekat pada mata onyx nya. Sakura yang merupakan fans terberat Sasuke, langsung sembah sujud berjamaah dengan para fans-fans nya yang ada dikelas.

Sasuke menyeringai tipis, seraya membenarkan letak kacamata nya yang merosot.

"Kalian akan mati ditanganku…" gumam pemuda itu. Alhasil, seluruh murid langsung menelan ludah susah payah, dan berkeringat dingin.

Dalam hitungan ketiga. Saya jamin para readers bakal ke THT setelah membaca fic ini.

1

2

3

"TIDAAAAAAK…!"

~777~

Teeet… teeet… teeet…

Bisa kita baca sekarang readers. Para siswa-siswi murid KHS sedang berdesak-desakkan keluar dari kelas mereka, untuk menikmati waktu istirahat pertama mereka.

Dan nampaknya, tokoh-tokoh kita dalam cerita ini belum ada yang keluar satu pun. Mari kita lihat kedalam.

"Teme kejam! Memberi soal kenapa susah banget sih?" gerutu seorang gadis pirang dengan bibir mengerucut, seperti paruh burung, yang bisa kita ketahui, dia adalah pemeran utama wanita kita. Namikaze Naruto.

"Hn, masih mending kalian, aku kasih soal sedikit. Daripada Kakashi-sensei, coba? Sudah susah, banyak lagi soalnya." Sahut seorang pemuda berambut emo, sambil merapikan buku-buku pelajarannya yang berserakan dimeja. Dan readers pasti tau kan siapa pemuda itu? Yap! Uchiha Sasuke!

Naruto mengangguk-anggukkan kepalanya. Membenarkan pernyataan Sasuke tadi.

"Benar juga sih." Gumam gadis itu. "Masih mending kau, daripada Kakashi-sensei."

"Betulkan? Apa kubilang! Dasar Dobe!"

Lagi-lagi Naruto mengerucutkan bibirnya. Sampai-sampai sasuke harus mengelus dadanya. Sabar, agar tidak langsung menyambar bibir ranum itu.

Tiba-tiba Narruto celingukan. Seperti mencari seseorang.

"Ada apa, Dobe?" tanya Sasuke. Naruto berhenti celingukan.

"Eh, tidak apa-apa!" jawab Naruto sambil menggeleng-gelengkan kepalanya kuat.

"Lalu?"

"Cuma bingung aja, kemana Sasori tadi. Perasaan tadi cowok itu tadi ada disebelahku."

Sasuke hanya Bisa menghela nafas, menghadapi ke-LOLA-an Dobe tercintanya ini.

"Kenapa, Teme?" tanya gadis itu bingung. Sasuke menggeleng 'tidak'.

"Tidak apa-apa." Jawab Sasuke sabar.

"Oh ya! Tadi, aku tanya kemana Sasori kan? Kemana dia?" tanya Naruto lagi mengulang pertanyaannya.

"Kau dengar apa tidak, sih?" Naruto menelengkan kepalanya. Bingung. "Dia tadi diajak Shikamaru, saat bel istirahat berbunyi, untuk menjelajah sekolah ini. Dia kan murid baru, Dobe." Jawab Sasuke malas. Naruto menepuk jidatnya dengan dramatis. Mengapa? Karna gadis LOLA ini lupa.

"Hehe… maaf Teme… Aku lupa…" cengirnya sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Sasuke memutar bola matanya.

"Hn,"

"Hehe…"

Mereka terdiam agak lama. Sampai sebuah suara yang mereka kenal memanggil nama sang gadis.

"Naruto!"

Naruto berbalik, dan mendapati salah satu sahabatnya yang ternyata memanggilnya tadi.

"Ino? Ada apa?" tanya gadis itu. Ino tersenyum.

"Ada yang menunggumu diluar." Jawab gadis berambut pirang pucat itu.

"Hah? Siapa?"

"Gaara-senpai."

Mata sapphire Naruto melotot. Sasuke langsung kena serangan jantung. 'Mau apa dia kemari?' batin Sasuke sinis.

"Eh? Gaara? Ada apa dia kemari?" tanya Naruto masih LOLA. Ino menghela nafasnya.

"Aduh, Naruto… tentu saja dia kesini untuk mengajak mu ke kantin! Istirahat, secara gituh!" cerocos Ino. Naruto ngangguk-ngangguk paham.

"Sekarang Gaara-nya mana?" tanya gadis itu. Ino yang hendak berbalik, tersentak kaget saat melihat sosok yang sedang mereka bicarakan. Perawakan tinggi dan gagah, rambut merah marun nya yang membuat sebagian FG Sasuke berkhianat, kulit putih langsat, tato 'ai' yang bertuliskan huruf kanji di kening sebelah kirinya, serta maskara tebal yang sering Sasuke bilang 'mata panda'.

"Eh? Ga-Gaara-senpai?" ucap gadis berambut pirang pucat itu terbata-bata. Gaara hanya bisa mengeluarkan senyum mautnya, dan hal itu sukses membuat wajah Naruto bersemu merah.

"Terima kasih, atas bantuannya Yamanaka-san." Ucap pemuda itu lembut. Ino langsung membungkuk permisi dan ngacir entah kemana, menyembunyikan wajahnya yang tengah memerah.

"Gaara," panggil Naruto. Gaara menoleh, ia kembali tersenyum.

"Kau pasti belum makan pagi kan?" tanya Gaara cepat, yang dijawab oleh anggukan ragu-ragu dari Naruto.

"Kalau begitu, lebih baik sekarang kita ke kantin. Hari ini aku yang traktir." ajak Gaara, yang disambut oleh anggukan cepat dan pasti. 'Yes! Berhasil!' batin pemuda itu, yang merasa rencana berdua-duannya berhasil.

Tapi, sebelum Gaara sempat menarik lengan mungil itu, si pemilik tangan berseru.

"Ayo, Sasuke! Kau juga ikut! Mumpung gratis!"

Kretek… kretek…

Dalam sekejap Gaara sudah jongkok (pundung) di sudut kelas. Dihiasi dengan awan-awan hitam+garis-garis hitam. Poor Gaa-chan…

Naruto yang merasa aneh bin ajaib dengan tingkah Gaara, yang tiba-tiba saja pundung di sudut kelas, langsung menghampiri sang mantan yang tengah bersedih itu.

"Loh? Kau kenapa Gaara?" tanya Naruto bingung. Gaara yang tak ingin image cool and charming nya hilang, langsung berdiri dan tersenyum menatap sang pujaan hati yang telah membuat rencana A nya hancur.

"Aku tidak apa-apa kok, Naru-chan." Ucapnya berbohong. Naruto hanya ber-oh-oh ria, menanggapi hal itu. Dibelakang sang gadis tercinta, berdiri lah sang rival. Sasuke, yang menatapnya remeh, seolah-lah, pemuda berambut emo itu berkata Rencana mu gagal,mata panda. Gaara membalas dengan deathglare andalannya, yang di balas juga oleh deathglare Sasuke.

"Hei-hei-hei! Kalian ini sedang apa, sih? Ayo cepat! Aku lapar, nih!" seru Naruto yang hanya dibalas 'Hn' maut mereka berdua. Gadis itu memutar bola matanya sebelum, menyeret kedua orang temannya itu –ralat- satu orang teman dan satu orang mantannya, menuju kantin yang jaraknya lumayan jauh.

~777~

"Kau mau pesan apa, Naru-chan?" tanya Gaara lembut. "Ramen. Lagi?"

Naruto menggeleng. "Aku sedang rehat makan ramen. Jadi, aku pesan Spagetti, dan susu saja." Jawab Naruto sambil menumpukan dagunya ditelapak tangan. Gaara mengangguk. "Dan jangan lupa! Coklat! Bukan Vanilla!" sekali lagi Gaara mengangguk.

"Dan kau, Sasuke? Kau mau pesan apa?" tanya Gaara, saat menoleh ke arah tempat Sasuke duduk dengan malas.

"Soup Cream Asparagus, dan Jus tomat." Jawab pemuda itu pendek. Tanpa menunggu waktu lama lagi. Gaara mengangkat tangan kanannya melambai, meminta perhatian salah satu pelayan yang ada disekitarnya.

"Pelayan!" panggilnya. Salah seorang pelayan menghampiri mereka, dengan tangan kanan memegang buku kecil dan disebelahnya menggenggam pena.

"Iya. Anda pesan apa?" tanya itu ramah.

"Kami pesan, Spagetti satu, susu coklat satu, Sup crim Asparagus satu, jus tomat satu, Okonomiyaki satu, dan teh Oolong satu." Pesan Gaara. Sang pelayang yang dari tadi sibuk mencatat pesanan mereka, akhirnya mengangguk dan membacakan kembali pesanan mereka.

"Baiklah, apa itu saja? Tidak ada yang lain?"

Gaara menggeleng. "Tidak, itu saja." Jawab pemuda itu ramah. Ouh, Gaara, Author padamu..~~ *d tendang readers* Pelayan itu berbalik menuju dapur. Dan kini tinggalah mereka bertiga yang mulai larut dalam pikiran mereka masing-masing.

"Jadi… kenapa kau rehat makan ramen, Naru-chan?" tanya Gaara membuka pembicaraan. Naruto menghela nafas.

"Aku dilarang makan ramen, oleh Nee-chan…" jawab gadis itu sambil menunduk sedih.

"Memangnya kenapa, Dobe?" kini Sasuke yang angkat bicara. Naruto menoleh ke arah Sasuke.

"Entahlah, mungkin gara-gara penyakit ini…(!)"

Gadis itu kelepasan bicara. Dengan cepat ia menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya. Sasuke dan Gaara kompak mengangkat sebelah alis mereka, bingung.

"Apa maksud mu, Dobe?" tanya Sasuke lagi. Naruto menggeleng cepat.

"T-tidak apa-apa, Teme!" jawabnya cepat.

Sekarang kedua pemuda itu yakin, kalau satu-satunya gadis yang mereka cintai sedang menyimpan suatu rahasia, yang benar-benar rahasia, sehingga ia harus berbohong untuk menutupi itu semua. Keduanya pun semakin yakin saat melihat tingkah gadis mereka yang bisa di bilang salah tingkah.

Lalu, penyakit? Penyakit apa? Pasti ini penyakit parah.

"Naru-chan, kau punya penyakit, ya?" tanya Gaara lembut tapi terdengar menginterogasi.

Lagi-lagi Naruto menggeleng. "Tidak. Kalian tidak usah khawatir. Jangan pikirkan apa yang sekarang ada di pikiran kalian. Karna itu sama sekali tidak benar."

Keduanya tersentak kaget. 'Kenapa ia bisa tau apa yang ada di pikiran ku?' batin keduanya yang ternyata sama.

"Dob…-"

"Naruto…?"

Naruto dan Gaara menoleh, sedangkan Sasuke menyumpah-nyumpah dalam hati, menyumpahi orang yang sudah memotong pertanyaannya. Tapi justru berbeda dengan Sasuke dan Gaara. Naruto malah ber-Alhamdulillah ria, medengar suara yang memanggilnya.

Naruto tersenyum senang. "Sasori? Sudah selesai berkeliling nya?" tanya gadis itu pada seorang pemuda berambut merah darah yang ada di sebelahnya, dan masih memegang pundaknya.

"Ya, begitulah." Jawab Sasori sambil mengambil tempat duduk dan mulai memesan makanan.

"Nasi kare dan Ice lemon tea." Pesannya pendek pada pelayan yang kemudian pergi setelah mendapatkan apa yang customer pesan.

"Jadi, bagaimana menurutmu sekolah kami, sekarang?" tanya Naruto lembut, di sertai dengan senyuman manisnya. OMG! Narutooo! Itu malah membuatnya makin tergila-gila padamu!

"Bagus. Apalagi disini ada banyak gadis manis. Tapi, yang menurutku paling manis, adalah Princess ku. Just you." Ucap Sasori dengan jelas sambil tersenyum romantis ke arah Naruto langsung, dan itu sukses membuat wajah Nauto memerah. Di sebelah gadis itu, Sasuke tengah mendengus kesal. Ia kalah romantis rupanya.

Gaara mengernyitkan dahinya kesal. Princess?

"Princess?" ulang pemuda yang berjarak satu tahun dari mereka bertiga.

Sasori mengangguk bangga. "Yup. Dia Princess ku." Sahutnya sambil menunjuk ke arah Naruto yang masih ber-blushing ria.

"Sejak kapan?" tanya Gaara sarkas.

"Sejak tadi pagi…" jawab Sasuke yang tiba-tiba pundung lagi.

Mata Gaara melotot. "What?"

Sasori menumpukan kepalanya di kedua tangannya yang bertaut, dengan santai.

"Hm."

Sekarang wajah Gaara bagai seseorang yang terkena struk mendadak! Dan di latar belakangi dengan awan hitam plus suara petir yang menggelegar. Membuat Naruto dan semua yang ada di ruangan itu sweatdroped. 'Sejak kapan Gaara jadi lebay begini?' batin gadis itu dengan keringat baru sadar di pelipisnya. (readers: Emang ada?)

"Ini pesanannya." Ucap pelayan yang ternyata sudah berdiri di sebelah meja mereka. Dan… Jleb! Semuanya langsung pasang wajah Innocent. Sasuke sudah gag pundung lagi, Gaara udah selesai sama kelebayan nya dengan backsoun petir, Naruto? Ia masih sweatdroped dengan kelakuan para pangeran KHS di depannya.

Setelah sang pelayan mengantarkan pesanan mereka, lalu pergi. Ke empat orang remaja itu pun segera memakan makanan yang mereka pesan tadi. Naruto dengan spagetti dan susu coklatnya, Gaara dengan Okonomiyaki dan teh Oolong nya, dan Sasuke yang memesan sup crim Asparagus nya dan Jus Tomat kesukaan pemuda keturunan klan Uchiha itu. Sasori? Dia di seret keluar sama FG nya. Kasian… padahal tu anak belom sempat makan.

Mereka semua makan dengan khidmat. Minus Naruto yang sedari tadi hanya memakan sedikit spagettinya, dan lebih memilih meminum susu coklatnya saja.

"Kenapa tidak kau habiskan, Dobe?" tanya Sasuke yang sukses membuat Naruto tersentak kaget, karna tersadar dari lamunannya.

Ia tersenyum. "Aku sedang tidak berselera makan, Teme."

Kembali Sasuke mengangkat sebelah alisnya. "Tumben."

Lagi-lagi Naruto hanya menjawabnya dengan senyuman.

~777~

Sasuke's PoV

Cewek ini kenapa? Tumben sekali dia tidak berselera makan seperti ini.

Ku lirik Gaara juga sepertinya merasakan hal yang sama. Itu terlihat dari raut wajahnya yang tiba-tiba saja menjadi khawatir.

"Sasuke, Gaara… aku duluan ke kelas ya!" serunya yang sedetik kemudian beranjak dari tempatnya duduk dan pergi ke luar kantin.

"Aku… merasa ada yang aneh dengan sikapnya…" gumam Gaara yang masih menatap khawatir punggung ramping gadis itu sampai tertelan tembok.

"Hn, jadi ternyata kau merasakannya juga."

Ia mengangguk. "Wajahnya semakin hari semakin pucat saja."

Aku mengernyitkan dahiku. "Pucat?" ulangku

Gaara menoleh dan menatap ku tajam.

"Apa kau tidak menyadarinya selama ini? Kau kan sekelas dengannya. Masa kau sama sekali tidak menyadari hal sekecil itu?"

Aku menggeleng. "Tidak. Yang aku rasakan hanya sikapnya yang tiba-tiba saja berubah. Dulu aku bisa memperkirakan ia marah saat ku ejek, tapi sekarang ia malah berbalik dan pergi begitu saja." Jelas ku panjang lebar.

Gaara menghela nafas panjang. "Semoga saja ia tidak apa-apa." Gumam nya. Aku mengangguk.

"Ya, semoga saja."

~777~

Naruto's PoV

"Hiks… hiks… hiks… sampai kapan aku harus membohongi mereka semua?"

Tuhan… apa aku berdosa karna sudah membohongi mereka tentang penyakit ku ini? Aku… aku… sudah tidak sanggup lagi melihat wajah mereka yang, ingin aku jujur. Tapi aku tidak bisa. Aku takut… aku takut mereka akan mengekangku… aku takut… mereka akan marah padaku atas ketidak jujuran ku selama ini.

Di satu sisi, aku ingin memberitahu mereka tentang penyakit ku ini. Sedangkan di sisi lain… aku terlalu takut… aku tidak berani menatap mereka… Aku bimbang…

"Aku sudah tidak tahan lagi… kumohon… ambil saja nyawaku… dari pada aku harus memandang wajah mereka yang selalu ku bohongi…"

"Tuhan… sampai kapan aku harus berada di lembah kebohongan ku sendiri… rasanya sesak… pekat… aku tidak tahan… ini terlalu menyakitkan…"

"Tuhan… sanggupkah aku berdiri di atas semua ini? Sanggupkah aku melewati semua cobaan yang kau berikan? Sanggupkah diri ini meniti kembali jembatan kehidupanmu yang sempat terhenti? Aku tidak tahu apakah aku sanggup melakukan semua ini tanpa bantuan seorangpun…"

"Apa aku masih bisa hidup saat penyakit ini hilang? Lebih baik aku mati saja… dari pada aku harus melihat mereka…"

Deg…

Kurasakan detak jantungku berdetak dengan cepat. Mataku mengabur. Kurasakan kakiku menjadi ringan, dingin langsung menyergap seluruh tubuhku. Ini bukan tanda-tanda penyakit ku akan kambuh. Tubuhku mulai limbung ke samping. Apa aku akan mati? Baguslah kalau begitu… Aku tidak harus melihat wajah mereka…

Brugh..!

Kreeet...

"…!..."

"NARU-CHAAAAN…!"

~777~

"Naruto kemana, Sasuke?" tanya Sasori yang sepertinya sudah lolos dari cengkraman para FansGirl nya.

"Entahlah. Seharusnya dari tadi dia sudah berada di sini. Tapi sekarang ia tidak ada." jawab Sasuke yang sepertinya masih memandangi langit yang mulai mendung. Pertanda akan hujan.

"Aku merasa akan ada sesuatu yang buruk terjadi…" gumam Sasori seraya mengambil tempat duduk di depan Sasuke.

"Aku juga…" bisik Sasuke pelan, sangat pelan.

Suasana kelas semakin ribut saat mendengar sang guru tidak masuk, karena ada urusan di luar kota. Jadi ya… seperti sekarang ini… ribut tak terkendali.

Greeek…!

Pintu di geser dengan kasar, membuat semua manusia yang ada di kelas itu terdiam, dan menautkan kedua alisnya ketika melihat Hinata tengah berlari tergopoh-gopoh menuju tempat Sasuke dan Sasori berada. Tak jauh berbeda dengan lain, keduanya pun juga menautkan alis mereka masing-masing. Tapi ada yang berbeda di sini… perasaan mereka sangat tidak nyaman.

"Hah… hah… hah…" nafas Hinata tersengal-sengal saat sampai di tempat Sasori dan Sasuke berada. Gadis itu berusaha mengatur jalan nafasnya, setelah tadi sempat berlari marathon ke kelasnya.

"A-ada apa Hyuuga-san?" tanya Sasori sedikit terbata-bata. Sasuke masih diam memperhatikan mulut Hinata yang tak kunjung memberikan jawaban yang mereka minta.

"I-itu... S-sasuke-san… A-akasuna-san… N-naru-c-chan…"

Deg…!

"Ada apa dengan Naruto?" sergah Sasuke cepat, yang membuat Hinata semakin gelagapan.

"I-itu…N-NARU-CHAN MASUK RUMAH SAKIT!"

"APA?"

~777~

Hinata diam, tertunduk. Apa tindakannya benar? Memberitahu kedua orang yang ada di depannya ini, kalau salah satu sahabatnya masuk rumah sakit, tanpa alasan yang jelas.

Sasuke mengacak-ack rambutnya bingung.

"Arrgghh…! Sebenarnya apa yang terjadi, sampai ia masuk rumah sakit, hah?" tanya Sasuke kesal. Ia sendiri tidak tau pada siapa ia harus kesal. Hinata? Sasori? Atau… Naruto?

"Tenanglah, Sasuke!" bentak Kiba yang ternyata sudah berdiri tegap, di belakang kekasihnya sambil memegang kedua pundak mungil yang tengah bergetar itu.

"Bagaimana aku bisa tenang? Kalau sekarang satu-satu nya perempuan yang kucintai, ada di rumah sakit, dengan alasan yang belum jelas!" balas Sasuke berteriak, yang membuat semua orang yang ada di sana diam tak berkutik.

"Ma-maaf… aku… sebenarnya tidak tau apa yang terjadi… karna, tiba-tiba saja aku menemukan Naru-chan sudah tergeletak pingsan di lantai Toilet perempuan." Hinata mengambil nafas sejenak, lalu menggengam telapak tangan Kiba yang mulai meredakan perasaan takutnya.

"Lalu?" tanya Sasori yang sepertinya tidak sabar mendengar kelanjutan penjelasan dari Hinata yang gugup dan ketakutan.

"Aku segera keluar dari sana, dan mencari pertolongan. Untung saja tadi Gaara-senpai lewat saat hendak ke kelasnya, ia melihatku, lalu menghampiri ku dan bertanya ada apa."

"Begitu ku jelaskan apa yang terjadi, dia langsung masuk dan membopong Naru-chan ke UKS. Begitu sampai di sana, Shizune-sensei langsung panik dan memeriksa denyut nadinya. Saat memeriksa denyut nadi Naru-chan, wajahnya langsung pucat, dan wanita itu langsung berlari keluar untuk menelpon rumah sakit. Lalu, lalu… ambulan datang tanpa membunyikan sirine nya, dan mereka bertiga Shizune-sensei, Gaara-senpai dan Naruto langsung pergi ke rumah sakit." Jelas Hinata gugup.

"Ouh… pantas saja kami tidak tau… ternyata mereka tak membunyikan sirinenya." Gumam Kiba sambil mengangguk-ngangguk mengerti.

"Ck, sekarang mereka membawa Naruto kemana?" tanya Sasuke.

"Ke RS Internasional Tokyo." Jawab Hinata pasti. Sepertinya rasa gugup dan takutnya sudah sirna.

Setelah mendapatkan informasi yang diminta, Sasuke langsung beranjak pergi, yang tentu saja ke tempat dimana sang pujaan hati berada.

"Kau mau kemana, Sasuke?" seru Sasori, menghentikan laju langkah pemuda berambut Emo itu, yang sudah sampai di ambang pintu.

"Tentu saja ke sana. Memang aku mau kemana lagi, hah?" sahut Sasuke tak kalah emosi dari Sasori.

"Kalau begitu aku ikut." Ucap Sasori yang langsung menyusul Sasuke.

"Aku juga!"

"Iya! Aku juga!" seru Sakura dan Ino. Sasuke berbalik dan menatap mereka kesal.

"Kalian tidak usah ikut. Nanti kalian malah menghambat kami."

Sakura menggeleng. "Tidak. Aku jamin, kami tidak akan menghambat kalian. Lagipula, Naruto itu sahabat kami juga! Orang yang kami sayangi!"

Sasuke terdiam. Ia berpikir.

"Bagaimana?"

Sasuke berbalik lagi dan bersiap-siap hendak melanjutkan langkahnya lagi.

"Hei!" seru Ino kesal.

"Ya, kalian boleh ikut." Empat kata itu langsung membuat Sakura dan Ino tersenyum senang.

"Lebih baik kita berangkat sekarang." Ucap Sasori sambil menoleh ke arah Ino yang sudah berlari kecil menghampiri mereka berdua, minus Sakura yang sedang memasukan buku-buku pelajaran milik Naruto.

"Sakura! Ayo cepat!" teriak Ino yang mulai tidak sabaran, sedangkan Sasuke lebih memilih diam sambil menenangkan pikirannya.

"Tunggu sebentar! Kalian duluan saja ke parkiran! Nanti aku menyusul!" teriak Sakura, yang di susul anggukan dari Ino dan Sasori, yang kemudian pergi menuju tempat yang sudah di tentukan. Parkiran mobil.

~777~

At Hospital

Gaara's PoV

Jadi benar dugaan ku selama ini. Naruto menderita suatu penyakit.

Ku lirik arloji perak ku, lalu beralih pada pintu ICU yang tertutup rapat. Kenapa lama sekali? Sejak tadi Dokter belum menunjukkan tanda-tanda akan keluar. Perasaan ku benar-benar tidak enak.

Nampaknya belum ada tanda-tanda datangnya Deidara, kakaknya Naruto. Wanita itu sempat ku telpon beberapa saat sesudah Dokter masuk ke dalam ruangan. Saat ku telpon, dan ku beritahukan keadaan Naruto yang masuk rumah sakit ini. Suaranya bergetar, seperti menahan tangis.

Apa tindakan ku benar, memberitahukan Deidara yang merupakan Sister Complex? Aku tidak tau. Yang pasti. Aku harus memberitahukan wanita itu, karna keluarga Naruto yang masih hidup di sini, Cuma dia saja.

"Gaara!"

Seeet…!

"Sasuke?"

Ku lihat Sasuke dan teman-temannya tengah berlari tergopoh-gopoh menuju ke tempatku.

"Sekarang dimana Naruto?" tanya Sasuke dengan nafas yang masih tersengal-sengal, akibat berlari tadi.

"Masih di periksa." Gumam ku pelan seraya menunduk.

"Apa sudah lama?" tanya suara yang sangat ku kenal. Sepupuku, Sakura.

"Ya, lumayan. Sepertinya penyakit nya terlalu serius, jadi sampai selama ini." Sahutku pelan. Aku semakin menundukkan kepalaku. Ku tautkan kedua telapak tanganku.

"Argh! Sial! (Dugh!)"

Secepat kilat ku dongakkan kembali kepalaku, dan terlihat lah Sasuke yang sedang meninju tembok dengan kesal, di samping nya ada Sakura yang sedang berusaha menenangkan pemuda yang di sukainya itu.

"Sudahlah, Sasuke! tak ada gunanya kau terus seperti ini! Yang ada malah kau yang kesakitan!" seru gadis itu emosi. Dia benar. Tak ada gunanya kami berkabung seperti ini, lebih baik kami berdoa.

"Sebaiknya kita berdoa saja, untuk kesembuhannya." Gumam ku mengiyakan apa yang Sakura katakann.

Semua yang ada di sana mengangguk membenarkan pernyataan ku, minus Sasuke yang sepertinya masih menyalahkan dirinya sendiri.

Sakura dan anak baru yang mengaku menyukai Naruto mengambil tempat duduk di kanan dan kiriku yang kosong. Sedangkan Ino, sahabat Sakura, duduk di sebelah gadis itu. Dan tinggalah Sasuke yang tiba-tiba berubah posisi menjadi berjongkok dan mengatupkan kedua tanganya. Sepertinya pemuda itu sedang berdoa.

"Sasuke! Gaara!" panggil seseorang yang sangat ku kenal. Serempak kami menoleh ke arah sumber suara. Disana, tengah berlari Deidara dan kakaknya Sasuke, yang merupakan tunangan Deidara.

"Aniki? Dei-nee?" gumam Sasuke yang sepertinya tidak percaya apa yang ia lihat sekarang. Deidara langsung menghampiri ku yang sedang beranjak berdiri.

"Bagaimana keadaannya?" tanya wanita itu panik.

"Masih belum ada penjelasan dari Dokter." Gumamku menyesal.

"Dan bagaimana mau jelas? Dokternya saja belum keluar!" tambah Sasori.

Deidara terdiam. Raut wajahnya terlihat sangat syok mendengar apa yang ku katakan. Tak lama, setetes air mata menurun dari kedua pipi putih nya mulus.

"Dei-chan?"

Greep..!

"Apa yang harus aku lakukan, Itachi? Aku takut Naruto akan meninggalkan ku, seperti yang lainnya! Seperti Kaa-san, Tou-san dan Aniki! Cuma dia keluarga yang ku miliki sekarang! Aku menyayanginya!"

Itachi memeluk erat Deidara yang semakin menangis di pelukannya. Sekarang kecemasan ku semakin kuat. Aku merasa ada yang aneh. Seperti akan di tinggalkan oleh seseorang. Astaga! Jangan sampai itu Naruto.

"Tidak!"

Semua orang yang ada disana menatapku bingung.

"A-ada apa Gaara -nii?" Aku menoleh ke arah Sakura.

"Hah? Ti-tidak apa-apa…" balas ku. Ia mengangguk mengerti.

Tuhan… jangan sampai firasat ku kali ini benar… kumohon jangan… aku tidak mau Naruto mati… kumohon…

Dari dulu, aku selalu bisa merasakan sebuah firasat. Dan itu semua benar. Apalagi firasat buruk. Sama seperti saat sebelum Kaa-san meninggal dunia. Perasaan ku sama persis seperti ini. Aku masih mengingat semuanya. Malaikat itu…

Kumohon jangan sampai…-

"SIAPKAN ALAT PENGEJUT!"

Deg…

'Naruto…?'

*TBC*

Bwuahahahaha…!(readers: Ni anak… orang lagi pada tgang-tegangnya malah TBC…)

Hohoho… Bagaimana chap 5 Mi-chan, wahai para readers…? Menegangkan kah chap 5 ini?

Yap! Mi-chan sengaja bikin chap 5 ini sedikit… soalnya pas ngetik yang bagian akhir, langsung kepikiran dibuat bersambung dan setelah di pikir-pikir juga, ternyata bagus juga klo dibikin bersambung di sana!

Nah! Ada Berita baik buat para readers! Chap 6 bakal d publish setelah beberapa hari chap 5 d publish! Gag bakal ampe 1 minggu lebih… palingan juga 2 minggu (readers: Itu mah sama aja! Malahan tambah lama!)

Dan setiap ada berita baik, pasti ada berita buruk! Tapi, berita buruk nya masih UNLOCKED, masih ke kunci! Jadi, Mi-chan harus nyari kuncinya dulu, baru bisa beritau readers!

Okey, readers! Sekarang kita memasuki sesi balas review nya readers! Dan seperti biasa! Kita mulai dari yang paling bawah!

Bunda Dita Mencari Cinta: Astagfirullah Bunda…~~ Penname mu ini lagi? Oh iya! Sesuai fic ya klo? Hahaha...!

Hm? Cara menghapus piktor? Bah, bunda! Aku gin kda tau jua! Tapi aku ada beisi kita"nya… ya… salah satunya menghindari baca rated M! Hohoho… klo aku dah pasti gag bisa Bun. Ibaratnya TIada hatu Tanpa Rated M..! Yeeeey…!

Makasih udha review bun! Semoga suka dengan chap 5 yang sedikit ini! Review lagi yooo…!

Godai R TamaNaru: Hohoho… Sasuke OOC? Harus klo di fic Mi-chan..~~ Khu… khu… khu… Yap! Naru emang manis, makanya di kerubutin sama para semut yang gantengnya minta ampun…~~ Hehehe…! Hm… anda nanya gimana para reaksi semua yang ada di kelas dengan para FG, Sasuke? Seperti yang anda tau… sweatdroped, jawsdroped, dll… Untungnya tu para FG gag kabur dan tetep adem anyem sama Sasuke!

Wah! Terima kasih udha di Fave! Arigatou! Semoga suka dengan chap 5 ini!

Sun Setsuna: Salam Kenal Juga! Wkwkwk…! Saso-danna nya Sun nyium Naruto! Anda gag rela, tapi saya rela-rela saja… Hohoho…Makasih udha bilang fic abal Mi-chan ini kereeen…!

Dan… Uwoooo….! *d bekep readers lagi* Aha hang he-hahe hahi! (Translate: Ada yang nge-fave lagi!) Puwaaah…! Akhirnya bebas juga dari bekepan readers… Yap! Makasih Fave and review nya ya, Sun! Semoga Sun suka dengan chap 5 ini…~ Arigatou!

Maria Yuki Hagisa: Kyaaaa…! *ikut"an teriak* *d bekep readers lgi* *d lepas lgi* Hehehe… maaf-maaf… Trims udha bilang fic Mi-chan seru… ampe-ampe Yuki-chan gag nahan… ngomong-ngomong gag nahan apa nih? *bletak* Kyaa…! Maaf…! Mi-chan sudah lancang!

Oh ya! Emang jempolnya Yuki-chan ada berapa? Smpe ada beribu-ribu? Hehehe… Yoi! Mi-chan aja ampe ngiri ngetik ini fic… soalnya Naru dikelilingi 3 pangeran KHS! Hahaha… ini Mi-chan udha apdet chap 5 nya… semoga suka dengan chap 5, yang termasuk sangat sedikit dari chap yang lain… Biasanya word nya 10.000 lebih, jadi berkurang banyak… ampe 4.000 lebih… Okey! Thanks for read my fic! Review again, okey?

Baka Nesia-chan: Makasih banyak sudah nge-review… Ahaha… maafkan fic Mi-chan yang ternyata udha nge-bekep anda… Gomen… Last word… thanks and come back too review again!

KyouyaXCloud: Arigatou Gozaimasu, udah nge-review fic Mi-chan..! Ahahaha… hayo di tebak apa penyakit nya Naru-chan…~~ Okey sekedar info saja, Penyakitnya bisa dibilang menyebabkan kematian, kalo udha kebanyakan kambuh… jadi anda tinggal nebak aja deh! Akhir kata, review lagi ya!

Viezukha Potter: Terima kasih sudah nge-review… review lagi ya!

Lady Spain: Ckckck… hebat bener ya, Naru… sekali ketemu langsung ngegaet 1 cowok lagi… apalagi tu cowok salah satu Pangeran KHS…Yap! Trims udha review fic Mi-chan! Ini sdah apdet chap 5! Semoga suka!

Misyel: Gag bakal kiamat koq… kiamat itu ntar aja… fic Mi-chan selese baru deh… Hehehe…

Saingan: Uwaaah… maaf Misyel, Sai dan Kiba udha punya pasangan masing-masing… Sai itu Uke-nya Neji (sebenernya gag rela juga sih) dan Kiba itu pacarnya Hinata… gomen…

Makasih udha review ya! And jangan lupa buat nge-review lagi!

Lavender Dark Night: Terima kasih…~~ Semoga suka! Review lagi ya!

Arisu KuroNeko: Hahaha… kenapa malah ke Pain? Klo Pain mah jadi tukan kebun nya d rumah Sasuke! Hahaha…! Makasih! Semoga anda like dengan chap 5 ini…~~

Ren-Mi3 NoVantA: Halo juga, Ren-san! Hehehe… iya… rivalnya SasuGaa yang baru Sasori…

ItaDei: Hohoho… Ooo, itu tidak bisa dijelaskan secara harfiah! Masalah rated M… lemonan getoooh…~~

Kalimantan: Wah… jadi anda anak kalteng! Wuiih… beda dong..~~ Saya bukan anak Kalteng… saya anak Kalsel! Nah itu baru bener!

Nah, makasih udha review ya, Ren-san! Semoga suka dengan chap 5 saya ini! Jaa nee..~~

Hisato Zuki: Halo juga…

Hahaha… jadi anda ngebacanya ampe 1 jam lebih? Kalo bagi Mi-chan mah, panjang segini pendek! Mau tau seberapa banyak halaman word chap-chap sebelumnya? Khu…khu…khu… sekitar 50 hlaman lebih lah… hehehe…

Makasih udha nunggu chap yang selanjutnya! Ini Mi-chan udha ngapdet chap 5! Semoga suka ya!

Yuna Claire Vessalius Kusanagi: *nutup telinga karna denger Jack tereak* Sabar Jack… jangan kebanyakan ketawa… ntar di sangka gila bru anda tau deh… Hehehe gomen!

Humor: Hohoho… jadi ini fic sedikit banget ya, seriusnya? Nah, sepertinya untuk chap 5-6 humornya dan seriusnya kayanya sebanding… mungkin… Mi-chan belum tau juga sih…

SasoFemNaru: Uwooo…! Sabar Jack! Jadi Jack suka ya, sama pair ini? Waah, untung deh Mi-chan bikin pair ini… Ahaha… gag usah bingung-bingung Jack! Pilih aja… lagian pair utama fic ini kan SasufemNaru, tapi mereka belum pacaran… jadi masih ada kesempatan pair SasofemNaru buat menguasai salah satu chap yang nanti aku bikin pendekatan mereka… dan gag bakal di ganggu sama duo SasuGaa…! Gimana tertarik?

Yap! Sepertinya Mi-chan kebanyakan ngetik deh… okey! Semoga suka dengan chap 5 ini! Arigatou! Review lagi desu!

Naru3: Yap! Bener! Akhirya Naru gag balik sama Gaara, tapi tunggu dulu… ini fic masih belum selesai… Naru harus milih lagi ntar antara mereka bertiga, karna Nar masih cinta sama Gaara!

Maaf udha bikin Sasori OOC di sini, tapi sepertinya udah sesuai dengan kerangka awal cerita…

Eh? Sad Ending? Eeem… gimana ngomongnya ya? Bisa dibilang sad ending, bisa enggak… soalnya Penyakit Naru udha di bilang lumayan parah… pokoknya tunggu aja, ntar okey?

Yap! Ini Mi-chan udha apdet chap 5! Semoga suka!

Fujo suka Nyasar: Yeeey…! 100 buat Fujo! Naru gag balik tapi nemu yang baru! Hilang satu Tumbuh seribu! Betul tidak?

Sakura: Itu cewek masih cemburu sama Naru, tapi di tahan-tahan gitu deh…~~ Jaga image gituhh…~~

Mati apa kagak ya? Hm… sama seperti jawabannya Naru3, di tebak aja dulu sad ato happy. Okey?

Dan akhir kata, terima kasih untuk reviewnya! Semoga suka dengan chap 5 ini! Review lagi ya!

UkkyChan: Heee… bukan Sai lo,, ternyata Sasori… Hm… makasih udha review dan bilang fic ini keren! Semoga suka ya, dengan chap 5 ini!

CCloveRuki: Ckckck… emang bener Sasuke itu perlu di kasihani… Udha terbang eh, jatoh… pasti sakit tuh… kayanya tu punggung bakal patah klo terbang-jatoh-terbang-jatoh mulu… Ckckck… poor untuk Sasuke…

Hahaha… sepertinya bener deh Sasuke trauma ama rambut merah… atau segala sesuatu yang berbau merah? Ckckck… saking traumanya…

Iya, trims udha nge-review fic abal and gaje saya! Keep review and read my fanfic, thanks again!

Naaah… akhirnya kelar juga deh acara balas review nya… capek juga mikirin kata-katanya yang ternyata lumayan ato banyak yang sama…

Haaah… Mi-chan bingung mau ngomong apa lagi…

Ya, mungkin sekali lagi Mi-chan mau mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya, buat Ka Aries yang, makasih udha memuncul kan ide hurt/comfort ku…

GARA-GARA YOU, I JADI MERANA SENDIRIAN MINGGU KEMAREN AMA MINGGU INI!

DAN YOU UDHA BIKIN SELERA HUMOR I NGILANG TAU! JADI, I GAG BISA LAGI BIKIN HUMOR YANG LAZIM!

TERUS, APA-APA AN TUH! YOU KNOW? I JADI CEMBURU TAU! GARA-GARA ALL YOUR STATUS IITU! BIKIN SEBEL AJA TAU KAGAK!

HUH!

Eh? Maaf readers Mi-chan jadi curhat disini… Hehehe… sorry… pieace? (bener gag tulisannya?)

Inilah penyebab Mi-chan jadi sering pndung seharian sambil ngeliatin Hpe tercinta…

Emang bener ya… lebih enak mencintai anime cowok keren dari pada manusia asli 100%, bikin sakit hati mulu daaah…

Okey, sekedar pengumuman gag terlalu penting…

Ini alamat Fb Mi-chan… yang berniat mau temenan ama Mi-chan boleh, yang enggak, gag papa…

YayaSyfa Agnia Faza (fb)

.com (e-mail)

Dan fungsinya ngeberi alamat FB ini, spaya bisa membertahukan readers yang baca d FB.

Ya… makasih untuk semuanya… Akhir kata…

Mind to Review my Fanfic, guys?