Konbann wa, Readers-san

Watashi wa gomenasai, ne…

Gomen yang sebesar-besarnya, atas keterlambatan fic tidak bermutu Mi-chan ini… dikarenakan banyak tugas sekolah yang menumpuk dan keterbatasan waktu luang yang dimiliki, karna, sekarang Mi-chan sudah mencapai level siaga dalam dunia persekolahan. Yep, ujian nasional sebentar lagi…

Jadi, Mi-chan mohon maaf sebesar-besarnya…

Dan sepertinya, Mi-chan akan hiatus sementara dari FNI, karna Mi-chan mau konsen ke pelajaran dulu… Tapi, setelah itu, Mi janji #InsyaAllah, klo masih di beri umur# bakal memenuhi keinginan readers untuk segera meng-apdet crita abal ini…

Arigatou Gozaimasu, ima wa koishite Readers-san!

Dan, terima kasih banyak, bagi yang sudah membela Mi-chan, karna PLAGIAT-AN tidak bermutu itu.. yang membuat Mi-chan geram dan kesal setengah mati.

Ini bukan masalah, fic Mi-chan yang d plagiat. Tapi, soal para readers yang d jelek-jelekkan oleh KAORU HANABI KURANG AJAR itu…

Seingat Mi, Mi gag pernah berurusan dengan dia. Mungkin dia kesel, karna Mi punya readers yang setia sama Mi… dan mungkin dia salah Satu author yang gag suka dengan kehadiran Mi di FNI… maka dari itu.. Mi mnta maaf… kalau Kaoru membaca chap terakhir fic ini, sebelum hiatus.

Sekian dulu dari Mi-chan..

Sumimasen…

.

.

.

.

PENGENALAN TOKOH!

Uchiha Sasuke: Cowok cakep *Sasu bernarsis" ria* kulitnya putih pucaaaat! Rambutnya model emo dongker, jungkir balik melawan arah gravitasi, a.k.a pantat ayam kampung ato gag ayam ras *tendanged!* Sifatnya dingin, sok cool padahal sebenarnya tu orang latah *Buagh!*kagak becanda! Belagu, etc. suka sama pemeran utama cewek. Namikaze Naruto. Rela ngelakuin apa aja, termasuk makan es krim satu pabrik, walau dengan berat hati dan akhirnya berkutat juga dengan closet dan bak sampah. Suka buah tomat, gag suka makanan yang berbau manis sekale, kecuali itu makanan buatan tangan si Dobe tercinta. Suka warna biru navy ato nggak item.

Namikaze Naruto: Cewek cakep. Orangnya manis, cute, cantik. Suka yang berbau sederhana. Suka sekali dengan makanan yang bernama ramen juga *of course* Rambutnya pirang keemasan, panjangnya sepinggang, lurus, karna gag belok-belok akhirnya nyemplung ke got *Bunuhed!* Suka warna biru muda, orange gelap dan kuning emas. Gag mau ngelakuin apa aja buat si Teme, karna menurutnya, hanya merepotkan dirinya sendiri *Sasu pundung di pojokan* Pernah sakit hati gara" ngeliat pacarnya nyumbu orang lain. Bingung milih shapa entar antara mereka bertiga (Sasuke, Gaara dan Sasori) Karna tu orang LOLA, makanya sering di panggil Usuratonkachi, ato gag yang biasa baka, ato yang paling sering dobe.

Sabaku no Gaara: Termasuk nominasi favorit anime cowok author, setelah Sasuke sama Ciel Phantomhive. Orangnya pendiem, tapi sifatnya berubah kalo berdua-an sama pacar, jadi tukang ngegombal *jitaked!* Rambutnya merah marun, enggak jungkir balik kaya siTemePantatAyam yang dia atas *Gaara nyanyi I'm a Champion* *Sasu siap ama katananya* Trus suka sama Pemeran utama cewek. Malahan cinta setengah mati *mulai dah ngegombal* suka warna…? *lupa apa warna kesukaan Gaara* *Gaara pundung di pojokan*

Akasuna no Sasori: Murid pindahan dari Oto *critanya* yang baru aja dateng langsung bikin Sasuke mengelurakan deatglare nya. Suka sama Naru-chan. Author aja gag thu kenapa tu orang suka sama Naruto *gubrak!* Dann jangan lupa, dia gag kalah cakep ama dua orang cowok sebelumnya yang udha kita bahas. Yang Alhamdulillah, rambutnya juga gag kaya Sasu pantat ayam ras *udha di putusin* ama Sebas(mesum) yang raven.

Haruno Sakura: Mantan pacar Sasuke. Yang sampe mereka (Naru ama Sasu) nikah pun masih cinta juga (jangan pernah mikir kalo Naru bakal selamat dari penyakitnya). Gag dapet pasangan *Author ngakak bahagia* HIDUP SASUNARU! HIDUP SASUFEMNARU! Warna kesukaan nya pink. Lanjutannya meneketehe *duagh!* Sahabat Naruto.

Yang lainnya menyesuaikan ya! ^_^V

Naruto©Masashi Kishimamolto Iklannya sabun cuci molto!

(readers: gubrak!)

Rated; T

SasufemNaru, GaafemNaru, SasofemNaru (gag pernah ada neh!) ItafemDei de el el…

Romance, Hurt/Comfort, Humor

Warneng!

OOC, OC, ABAL, GAJE, Typo, EYD, DAPAT MENYEBABKAN SEMBELIT MENDADAK KARNA SAKIT PERUT! dll…

FEMNARU!
MAKLUMILAH KE-LOLA-AN AUTHOR DAN NARU-CHAN!

Para readers yang Mi-chan cintai…
Dengan di apdetnya chap baru 'Save My Heart' ini…
Maka… Mi-chan nyatakan…
bahwa…

.

.

.

.

FIC INI AKAN DISCONTINUED!

WAHAHAHAHA

*tendang k jurang*

Hahaha
oke, Mi-chan becanda…

Kita repeat oke?

.

.

.

Dengan ini Mi-chan nyatakan…
Bahwa…
.

.

.

SILAHKAN MEMBACAAAAA…~!

.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ!

YANG GAG BERMINAT, SILAHKAN TEKAN TOMBOL MERAH DENGAN GAMBAR LAGI NUTUP TELEPON!

OKE?

YANG BERMINAT ATO SUKA, SILAHKAN TEKAN LINK BERTULISKAN 'REVIEW' DI BAGIAN AKHIR CHAP INI

BAIKLAH!

SELAMAT MEMBACAAAAA!

.

.

.

My First Holiday, with Her…

.

.

.

Normal's PoV

"KITA SUDAH SAMPAAAAI…~!"

Bagai dikejutkan oleh satu ton dinamit berskala besar. Semua teman-temannya tersentak kaget dan langsung berdiri. Kiba yang tadi tertidur didekat kursi supir, langsung berlari-lari panik.

"KECELAKAAN! KITA KECELAKAAN!" teriak pemuda itu sambil mencengkram erat rambut pendeknya.

Brak!

"KITA KECELAKAAN?" teriak sebuah suara lagi dari arah kamar Bus. Dan ternyata, suara itu berasal dari Sai, yang keluar hanya dengan celana jeans panjang yang melekat di kakinya. Begitu pula dengan Neji, pemuda itu langsung keluar dari dalam kamar, sesudah Sai berteriak panik.

Naruto tertawa keras, diikuti teman-temannya yang tersisa dari trio panik itu. Gadis itu memegang perutnya, sambil terus menghentak-hentakkan kakinya ke lantai.

"Kita tidak kecelakaan, baka!" teriak Naruto masih terus tertawa, walaupun sudah ditahannya.

Sakura mendengus kesal.

"Membangunkan kami itu, enggak usah pakai teriak-teriak kan, bisa? Jantung ku masih dag-dig-dug nih!"

Ino mengangguk membenarkan.

"Telingaku jadi sakit, deh…" sungut gadis berambut pirang pucat itu.

Naruto terus tertawa, sambil memegangi perutnya yang mulai sakit. Rambut pirangnya bergerak-gerak mengikuti alur angin yang menerpanya.

"Hahaha…~ Kalau begitu, ya maaf…~! Hahaha…~"

Semua orang mulai menatap Naruto kesal. Terkecuali untuk Shikamaru, yang tetap mengalunkan suaranya yang merdu, meskipun teriakan Naruto tadi menggema ke seluruh penjuru Bus.

Ten-Ten yang masih cengo dengan kejadian tersebut, mulai sadar, dengan adanya sebuah Villa tradisional Jepang yang berdiri kokoh dibelakangnya. Gadis bercepol dua itu berbalik dan menatap Naruto tidak percaya.

"Ngomong-ngomong… Jadi itu Villa mu, Naruto?" tanya gadis itu, sambil menunjuk Villa itu dengan telunjuk lentiknya, yang sukses membuat semua mata tertuju pada arah telunjuk gadis itu.

Naruto hanya tersenyum manis, sebelum mengangguk membenarkan perkataan Ten-Ten.

"Ya, itu Villa keluarga Namikaze." Jawabnya sambil terus tersenyum, menggantikan tawanya yang tadi. "Memang tradisional, tapi ku jamin kalian akan betah untuk tinggal disana."

Sakura melongo tidak percaya. Tradisional atau tidak. Yang pasti, Villa ini membuatnya cengo setengah mati. Bagaimana tidak? Walaupun terpagari oleh dinding beton yang berwarna abu-abu. Tapi ia masih bisa melihat atap dan lantai atas Villa besar itu. 'Astaga… seperti kastil kerajaan zaman dulu…'

"Aku jamin, aku akan betah tinggal disana…" gumam Ino tanpa sadar.

"Hahaha…~ Sudahlah, lebih baik kita sekarang masuk dan beristirahat."

Beberapa menit kemudian, mereka berbondong-bondong keluar dari Bus, setelah mengambil barang-barang mereka yang ada dibagasi belakang.


~777~


Naruto's PoV

"Lu-luasnya…~!" seru Ino, setelah masuk kedalam Villa ku. Aku hanya tersenyum senang menanggapi seruan sahabatku itu.

"Keren…" gumam Kiba, dan lagi-lagi aku hanya membalasnya dengan senyuman.

Aku maju satu langkah dari mereka, lalu berdiri menghadap mereka. Berdehem keras, membuat mereka langsung menghadap kerahku.

"Okey, sekarang kita sudah berada di ruang tengah. Sebelum kita bersenang-senang, aku akan memperkenalkan dulu, para pelayan yang bekerja disini, supaya kalian mudah memanggilnya." Umumku.

Tak sampai menunggu lama. Beberapa orang pelayan ku muncul dari balik Fusuma(1). Mereka semua memakai kimono tradisional khas Jepang. Dan kebanyakan memakai kain berwarna coklat tua, dengan obi(2) berwarna putih susu.

"Naru-sama!" satu panggilan khas itu, langsung membuatku menoleh, dan mendapati seseorang yang sangat kukenal.

"Mako-chan!" teriakku, seraya menyambut pelukannya. Ia memelukku erat, begitu pula denganku. Bagaimana tidak? Kami tidak pernah bertemu lagi, semenjak Aniki meninggal.

Perlahan-lahan, ia melepaskan pelukannya. Wajahnya cantik, khas orang Osaka, dan aku juga tak lupa logat Kansai-nya yang kental.

"Aku merindukanmu, Mako-chan!" ucapku, ia tersenyum. Rambut hitam legamnya yang ikal, diikat kuda bergoyang pelan, seiring ia bergerak.

"Begitu juga dengan saya, Naru-sama! Sudah lebih dua tahun kita tidak bertemu! Oh ya! Ngomong-ngomong mana, Dei-sama?" cerocos gadis itu, dengan kepala yang celingukan kemana-mana, dan berhenti ketika ia melihat gerombolan temanku yang ada dibelakang.

Mata hazel musim semi-nya, menatap ku bingung. Karna, tidak biasanya aku mengajak orang lain selain keluarga, ke Villa ini.

"Mereka siapa, Naru-sama?" bisiknya pelan. Aku tersenyum.

"Mereka teman-temanku dari Konoha, sebaiknya kau memperkenalkan diri dulu."

Ia mengangguk. Hei! Ucapan ku tadi mirip sekali dengan ibu-ibu! Terlalu bijak!

"Perkenalkan, nama saya Makoto Chijihiro. Kalian bisa memanggilku Makoto, atau Mako saja. Kalau ada sesuatu yang diperlukan, anda-anda sekalian bisa memanggil saya… Terima kasih…~"

Beberapa temanku, atau yang lebih tepatnya lagi, teman perempuanku, membalasnya dengan tersenyum manis. Terkecuali untuk semua laki-laki. Heh, dasar sok cool!

"Ah, Naru-sama!" panggilnya, membuatku menoleh kecil. "Washitsu(3) nya, sudah kami siapkan. Anda bisa beristirahat dulu, sementara kami membuat makan siang." umumnya, sambil ber-ojigi(4) singkat. Aku mengangguk mengerti.

"Ah, kau ini pura-pura lupa atau apa, sih? Sudah! Jangan panggil aku dengan embel-embel itu, lagi! Terlalu formal!" bentakku pelan.

Ia menunduk malu, lalu mengangguk singkat, sebelum ia mengajak kami berkeliling ke seluruh penjuru rumah ini. Dan mengantarkan kami ke Washitsu masing-masing.

End Of Naruto's PoV


~777~


Setelah selesai menaruh semua barang mereka. Naruto cs, segera ke ruang makan, untuk menyantap makan siang mereka. Begitu sampai disana, semua mata sukses membulat, saat melihat sebuah meja panjang lesehan, yang diatasnya bertabur berbagai jenis masakan khas Jepang. Tepat disebelah meja-nya, Mako sedang berdiri sambil tersenyum.

"Silahkan duduk…~"

Dan mulailah mereka duduk ditempat masing-masing. Sebagian ada yang duduk ala seiza(5) dan sebagiannya lagi tidak.

"Aiih…~ semuanya khas Jepang!" seru Sakura sambil mengatupkan kedua tangannya dengan riang.

"Yakkitori… sushi… shabu-shabu… semuanya ada!" teriak Kiba tak kalah dari Sakura.

"Tomat… hadir…" gumam, pemuda penggemar tomat itu.

Naruto menatap Sasuke yang berada disebelah kanannya sweatdroped.

"Kenapa kau mengatakannya seperti sedang mengabsen, Teme?"

"Hn,"

Sweatdroped akut.

"Memangnya tidak ada kata lain, selain dua huruf itu, Teme?"

"Tak ada…"

Naruto pundung. "Sampai kapan aku harus mendengar dua huruf itu…?"

"Entahlah."

Naruto mendelik Sasuke tajam. "Aku tidak bertanya padamu, Baka Teme!" serunya, Sasuke hanya mengedikkan bahunya cuek, lalu mulai menyantap Udon Tomat-nya.

"A-a… emm… a-ano… i-itu… aa…"

Naruto menoleh kearah Mako yang tadi bergumam tidak jelas. Tangannya menunjuk-nunjuk tidak jelas pada sesuatu.

"Ada apa, Mako-chan? Kau juga mau makan?" tanya Naruto seraya menunjuk semangkuk ramen yang ada didepannya. Sasuke berdecih dalam hati. 'Cih, katanya rehat makan ramen…'

Mako menggeleng kuat, dan kembali menunjuk pada sesuatu yang tidak jelas. Naruto mengernyit bingung.

"Lalu apa? Kau sembelit? Kesedak? Eh, sepertinya tidak… kau kan tadi tidak makan apa-apa… Jadi, apa dong?"

Layaknya Hinata yang sering memutar-mutarkan jarinya jika sedang gugup, Mako kini memelintir kepala kucing terdekat… *plak!*

"I-itu… a-ano… a-apa r-ramennya… e-enak?" tanya gadis itu dengan berbisik, jadi Naruto harus mendekatkan telinganya ke dekat mulut gadis berambut hitam ikal itu.

Naruto terbelalak kaget. "Eh? Kau mau? Katanya tidak mau! Kau ini bagaimana, sih? Yang jelas dong!"

Sasuke yang berada disebelahnya hanya bisa menghela nafas, beserta teman-teman satu perjalanannya itu. Bukan karena biasa, tapi sering… *jduak!*

"Haaah… sejak kapan kau bisa sembuh dari pernyakit syndrom Dobe Nista mu itu, hah? Apa tidak ada penyakit lain selain, itu?"

Naruto menoleh lalu menggembungkan pipinya kesal. Kan bukan maunya juga seperti itu. Haaah…

Gaara tersenyum lembut. "Maksudnya bukan itu, Naruto." sahut pemuda itu datar.

Entah yang ke berapa kalinya ia mengernyit heran dalam sehari. Bukan penjelasan orang yang tidak benar… melainkan, pemahaman dan kerja otaknya sendiri yang melamban… Ckckck

"Maksud, Makoto-san itu… Apa makanan yang kau makan itu, enak? Lalu, dia tidak bermaksud untuk memakan punyamu!" timpal Sakura disela-sela makannya. Emeralnya menatap Mako. "Benar, tidak?"

Setelah mendapat penjelasan dari Sakura, lekas saja Naruto mengangguk-anggukan kepala pirang emasnya itu.

"Ouh… jadi begitu…" gumamnya, Mako yang sepertinya tidak perlu lagi menjelaskan hanya menatap Naruto penuh harap.

"Hm… enak, kok. Kau yang membuatnya, ya?" tanya Naruto akhirnya, setelah melewati banyak perdebatan, yang menguras kesabaran itu, saking LOLA-nya gadis ini. Ckckck…

Mako mengangguk cepat, lalu ber-ojigi ria. Naruto hanya tersenyum. Tersenyum memaklumi kesenangan pelayan lamanya, yang sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri. Dan tersenyum, memaklumi dirinya sendiri yang lambat memahami, apa yang dimaksud Mako tadi.

"A-arigatou Gozaimasu… kalau begitu, saya kembali lagi ke belakang, Naru-sama, eh! Naru-san!"

Naruto mengangguk, membiarkan Mako pergi ke belakang, untuk melanjutkan tugasnya.

"Heh, Dobe! Kau ini benar-benar, LOLA? Atau mengada-ada, sih?" tanya Sasuke polos. Ayayay!

Naruto menoleh kesal, lalu memeletkan lidahnya.

"Berisik kau, Teme! Membuat ku tak nafsu makan saja!"

Sasuke menyeringai tipis. "Ck, tidak nafsu, atau memaksa diet untukku, hah?"

Wajah manis Naruto sukses memerah. "E-enak saja!" bantah gadis itu. Entah kenapa wajahnya sukses memerah tidak jelas.

Seringaian Sasuke bertambah lebar. "Bohong kau, Dobe. Kau sakit kemarin, karna memaksa diet untukku, kan?" goda Sasuke. Bukannya Naruto blushing, dia malah ingin menonjok perut pangeran KHS itu. Dua kedutan muncul di keningnya.

"Kau itu sangat menyebalkan, Teme! Apa maumu, sih?" bentak gadis itu kesal. Sasuke lagi-lagi menyeringai.

"Menggodamu…"

Blush!

"G-gombal!" bantah Naruto pelan, seraya memalingkan wajahnya kearah lain. Mengundang tawa dari beberapa temannya. Tapi, tidak, untuk beberapa pasang mata, yang melihat mereka dengan tatapan… ehem… jeaolusy *maaf klo salah tulis!*.


~777~


"Hei, Naruto! Kita ke pantai, yuk! Cuaca-nya bagus, nih!" teriak Ino pada salah satu sahabatnya yang sedang asyik berganti pakaian dengan yang santai.

"Males, ah!" sahut gadis itu, seraya meletakkan pakaian kotornya ke dalam sebuah keranjang berukuran lumayan besar berwarna hijau muda.

"Yaaah… kau ini bagaimana, sih?

Sakura menatap Naruto mesum. "Aiiih…~ Tak kusangka, Naru-chan ternyata seksi juga, ya?" goda gadis berambut merah muda itu. Hinata, yang saat itu sedang asyik menatap pantai, menoleh pelan kearah dua sahabatnya yang sama-sama bertolak belakang, tapi dekat itu.

Gadis berambut dark blue itu, tersenyum manis. "Aku setuju!"

Naruto hanya bisa menatap pantulan dirinya di cermin oval besar, yang bisa memantulkan seluruh tubuh.

"Hah? Seksi darimana?" bantah gadis itu smbil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak setuju. "Apa kalian lupa, heh? Aku tadi memakan berapa banyak porsi, ramen? Ckckck…"

"Kalau begitu… Kenapa Gaara-senpai menyukaimu, kalau kau merasa dirimu sama sekali tidak seksi?" tanya Ten-Ten, disela-sela mengetik salah satu Novel nya di laptop ber-merk Tong Bocor *Toshiba*...

"Ngeh… dia menyukai ku, karna, sifat ku, tau! Bukan tubuhku! Dan juga, dia menyukaiku, karna dia mencintaiku!" sahut gadis NOLA itu sambil terus melanjutkan kegiatannya, yaitu; Mengikat rambut.. Ckck..

Ino menatap salah satu sahabat-nya itu dengan tatapan, WHAT THE HELL?~

"Alasan mu terlalu berbelit-belit, baka!" tukas Sakura yang sedang merebahkan dirinya diatas futon berwarna pink. "Memangnya, Ten-Ten bisa mengerti? Mengingat kegiatannya sekarang…"

Semua mata tertuju pada Ten-Ten.

"Apa?" tanynya seraya mengedikkan kedua bahunya, risih.

Kembali seperti semula.

"Tidak, tidak apa-apa.."

Sakura menatap Naruto seakan berkata; Apa ku bilang? Dia tak akan mengerti, baka! Kau tau sendiri, kalau dia sedang mengetik novelnya! Itu akan menyita semua perhatiannya!.

Gadis bermata biru safir itu mengangguk paham. Kemudian, kembali memusatkan perhatiannya pada pemandangan laut yang terpapar jelas, di depan jendela.


~777~


Washitsu Sasuke'cs

"Uwaaa! Udaranya sejuk sekali!" teriak Kiba, dari arah balkon jendela washitsu mereka.

"Ck, berhentilah berteriak seperti itu Kiba… Kau mengganggu tidur cantikku saja…" sungut seseorang yang readers sekalian pasti tau, siapa pemilik suara itu. Hohoho..

Kiba sweatdroped di tempat.

Hening sesaat…

"Waaah… Neji-kun, lihat! Pantainya indah sekali~" seru Sai, yang sekarang sedang berada di pelukan Neji, untuk yang kesekian kalinya. Sang kekasih pun menggumam pelan.

"Bagiku, kau lebih indah dari apapun, Sai-chan… bahkan, laut inipun kalah oleh keindahan mu ini…" gombal Neji yang semakin mempererat pelukannya di tubuh sang kekasih. Sai pun tak dapat berkata apa-apa, selain menunjukkan kedua belah pipi pucatnya yang kini mulai merona merah. Ugh, adegan yaoi… Wkwkwk

Tak dapat dipungkiri lagi. Semua teman seperjalanan duo yaoi ini, tengah muntah mendadak. Ckckck…

"Adegan yang paling aku benci dari mereka…" bisik Sasuke yang selaku sahabat dari duo yaoi itu. "Jangan pernah bilang, kalau aku mengenal mereka berdua. Menjijikkan…"

Gaara terkekeh pelan.

"Kalau sudah cinta, mau bagaimana lagi?" gumam pemuda itu sambil mengedikkan kedua bahunya.

Sasuke melirik sinis rival cintanya yang satu itu.

"Kau berbicara seperti itu, seolah-olah kau tidak merasa malu.."

Gaara menyeringai senang.

"Memangnya kenapa kalau aku tidak merasa malu melihat adegan itu? Toh, aku tidak seperti kau… Hahaha…!"

"Kalau kau tidak merasa malu.. berarti kau pernah menjadi salah satu diantara mereka…" tuduh Sasuke, yang langsung di hadiahi oleh deathglare nan menakutkan dari sang Sabaku muda.

"Kau kira aku ini tidak normal, apa? Huh, dasar!"

Kini giliran Sasuke yang menyeringai senang. Ia menang dalam perdebatan adegan yaoi ini. Khu.. khu.. khu..

"Heh, tidak normal pun, tak apa kan? Toh, kau sendiri juga yang bilang, 'Kalau sudah cinta, mau bagaimana lagi'?"

Gaara mendecih kesal.

"Ck, senjata makan tuan, rupanya… Sialan, kau Uchiha." Sungut pemuda itu, seraya menopangkan dagunya ke telapak tangan.

Seringaian Sasuke bertambah lebar.

"Kau sendiri, yang memulainya, Sabaku-senpai,.. Heh,"

Gaara hanya bisa mendengus kesal, menanggapai ocehan santai yang keluar dari mulut sang Uchiha bungsu disebelahnya itu.


~777~


Semilir angin sejuk, mengudara dengan santai di ruangan serba tradisional itu. Membuat para bujang lapuk *plak!* atau yang lebih pantasnya lagi para pemuda-pemuda tampan, yang sedang beristirahat ini, merasakan betapa sejuknya hawa sore hari, di villa tempat mereka akan menghabiskan waktu luang mereka selama liburan. Sungguh, kenikmatan alam yang sempurna…

"Apa tidak ada hal lain lagi, yang bisa kita lakukan selain bermalas-malasan di tempat ini?" tanya seorang pemuda tampan dengan postur tinggi, dan mempunyai rambut merah darah yang mencolok. Akasuna no Sasori.

"Memangnya kau mau apa?" sahut salah seorang pemuda lagi, yang sedang merebahkan diri dengan santai diatas futon yang berwarna putih bersih. Naara Shikamaru.

"Apa saja boleh…" gumam pemuda itu lagi. Shikamaru mengangguk paham.

"Silahkan saja, kalau kau mau pergi… Aku ingin tidur nyenyak saja, disini…"

Sasori mendelik Shikamaru tajam.

"Kau ini! Apa tidak ada pekerjaan selain tidur nyenyak di otak mu, hah? Dasar!"

Sasuke melirik acuh, ke arah Sasori dan Shikamaru yang dari tadi terus berdebat tidak jelas. Ckckck…

Bola mata onyx Sasuke bergulir dari satu orang, ke yang lainnya. Mengecek, apakah semua temannya, ada di washitsu tempat ia berada sekarang.

'Kiba… Neji dan Sai… ah, yang berdua itu, pasti selalu bersama… Shikamaru… Sasori… Gaara… Hah? Gaara? Dia tidak ada! Dimana si mata panda satu, itu?'

Kepala Sasuke tiba-tiba celingukan kesana-kemari, ke kanan-ke kiri, atas-bawah, sampai matanya pusing sendiri. Ckckck…

Tapi, dimakah sebenarnya Sabaku muda itu berada? Mari, kita telusuri!


~777~


A-a-a~… di sana rupanya, Sabaku no Gaara berada. Berbicara empat mata dengan seorang gadis cantik berpakaian pelayan tradisioanal Jepang. Gadis, yang kita kenal sebagai Makoto. Apa yang mereka bicara kan, ya? Ayo, kita dengarkan lebih dekat!

"Ne, Mako-san… apalagi yang disukai Naru-chan selain ramen? Kalau yang itu, aku sudah tau…"

Hooo… nampaknya mereka sedang membicarakan Likes and dislike seorang Namikaze Naruto. Ckckck…

Mako terlihat berpikir sejenak. Memutar kembali memori nya tentang hal-hal yang disukai oleh majikan mudanya itu.

"Emm… apa, ya?" gumam gadis itu, pada dirinya sendiri.

Wajah Gaara, berbinar penasaran mendengarnya. Di tangan kiri pemuda itu, terdapat sebuah note kecil berwarna coklat tua, sedangkan di tangan kirinya, ada sebuah pena berwarna hitam, yang ia sematkan diantara jemari-jemarinya.

"Ya? Apa itu?"

Mako terus berpikir keras. Karna, sudah lama tidak bertemu dengan sang Nona Muda, gadis itu sedikit lupa, atau mungkin, banyak melupakan hal-hal sesepele ini.

"Ah! Saya ingat!" seru gadis itu, membuat Gaara harus mengelus dadanya karna kaget.

"Iya… tapi… bisakah, kau jangan berteriak mengejutkan seperti itu? Kau mengagetkan ku…" gumam pemuda itu sambil terus mengelus dadanya. Efek karna terkejut tadi.

"Hohoho… Naru-san sangat suka dengan bunga Lily… apalagi, kalau Lily itu berwarna putih dan juga kuning! Naru-san sangat menyukainya!" ucap Mako dengan semangat yang membara. Gaara hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Kemudian, mulai menggerakkan jemari-jemari kekarnya, menulis sesuatu didalam note itu.

"Dan, anda tau Gaara-sama?"

"Apa? Aku tidak tahu apa-apa…" Mako sweatdroped di tempat.

"Maksud saya… apa anda tau, satu hal lagi yang disukai oleh, Naru-san?" ulang Mako. Gaara mengangguk paham, lalu menggeleng lagi. Dan, kenapa Author mikirnya Gaara lagi ajeb-ajeb, ya? Ckckck…

"Apa itu?"

Mako berdeham pelan. "Emm… Naru-san itu, sangat menyukai hal-hal yang berbau imut dan lucu… Misalnya, kostum badut kelinci *Yappy*, bandana telinga kucing palsu, dan lain-lain…"

Dengan gerakan secepat kilat, Gaara mencatat semua, yang diucapkan oleh pelayan muda Naruto itu.

"Lalu… apa lagi?"

Mako bergidik tidak tau.

"Emm… Saya lupa… hehehe… gomen, ne…"

Gaara mengangguk lagi *ni anak kebanyakan ngangguk dah!*. Dilihatnya lagi, daftar hal-hal yang Naruto sukai dan tidak disukai, gadis manis itu.

"Baiklah…" ucap pemuda itu, seraya menutup note-nya. Dan tersenyum ramah. "Terima kasih, sudah memberitahuku, hal-hal apa saja, yang Naruto sukai. Kalau begitu, aku pergi dulu. Jaa…"

Bagai terhipnotis, oleh senyuman ramah Gaara. Mata hazel musim semi-nya, sama sekali tak berkedip, ketika melihat senyuman ramah, khas Sabaku no Gaara. Aaah~ menawan hati~

"Astaga… tampan sekali…" gumam gadis itu pelan, ketika Gaara menghilang dari hadapannya. Tak menunggu waktu lama, gadis itu akhirnya pergi dari ruangan itu.

Hening sesaat… sampai…

"Kau dengar itu, Sasuke?"

"Tentu saja…"

"Ckckck… Mata panda itu, ingin main curang rupanya…"

"Dasar… kalau dia mata panda.. kau sendiri apa? Dasar, BAYI TUA…"

"*deathglare* Kau… dasar PANTAT AYAM!"

"Ssstt… sebaiknya, kita pergi dari sini, sebelum ada yang tau. Dan, pergi menyusul Gaara. Aku ingin tau.. hal-hal apa saja, yang mereka perbincangkan tadi…"

"*sweatdroped* Aku tak pernah mendengar kau berbicara sepanjang itu…"

"Sudahlah! Aku mau pergi dari sini… Gerah, sekali…"

"Tentu saja gerah! Kita bersembunyi di gudang kayu bakar! Dasar…"

"Maka dari itu… Ayo, pergi dari sini…"

"Hn,"

Kenapa mereka berdua ada disini? Author geleng-geleng kepala.


~777~


Bukan para wanita, kalau tidak bergosip di waktu luang. Ya, ruangan itu, kini penuh dengan cekikikan, dan suara-suara lembut nan manis, khas anak remaja, yang sudah lama puber.. *plak!*

Emm… tidak semua, para gadis-gadis itu bergosip. Ada juga yang diantaranya, tertidur karna kelelahan, berkutat dengan netbook, hingga ada yang sedang berhias. Entah untuk siapa gadis itu berhias.

"Aku tidak terlalu suka dengannya. Senpai aneh satu itu, selalu sok cantik, saat lewat didepan kita! Dia kira, kita tidak cantik apa? Huh!" bentak seorang gadis cantik, dengan rambut bubble gum-nya. Haruno Sakura.

"Kau betul, Forehead! Aku juga kesal, saat melihat gerombolan, manusia kurang kerjaan itu!" timpal seorang gadis lagi, yang rambutnya pirang, dengan kuncir satu ke samping, sambil berhias didepan kaca kecil kepunyaannya. Yamanaka Ino.

"Hei-hei… Suara kalian itu terlalu keras. Hinata sedang tidur, tuh… Kasihan kan, kalau dia terbangun…" gumam seorang gadis manis, yang berada di tengah-tengah kedua orang sahabatnya itu. Dialah pemeran utama kita. Namikaze Naruto.

"Ya, Naruto benar. Aku sampai lupa dengan kata-kata yang ingin aku tulis…" tambah seorang gadis cantik lagi, yang sedari tadi, terus berkutat dengan netbooknya. Ten-Ten.

Sakura membuka bungkus permen, yang ada di saku celana pendeknya.

"Ada yang mau?" tawar gadis itu.

Ino menggeleng pelan. "Tidak, ah~ Nanti gigiku bisa rusak!"

Berbanding terbalik dengan gadis berambut pirang emas di sampingnya.

"Aku mau~!" teriak gadis manis itu, seraya menerima sodoran permen Sakura.

"Ah! Kepalaku buntu!" Naruto, Sakura dan Ino, serempak menoleh ke arah datangnya suara. Dan ternyata itu adalah Ten-Ten yang sedang mengacak rambut coklatnya frustasi.

"Kau ini kenapa, sih? Ckckck…" ucap Ino, mengalihkan pandangannya dari kaca ke arah Ten-Ten yang masih mengacak rambutnya frustasi. Netbook gadis bercepol dua itu, masih menyala.

"He-eh… kau ini kenapa toh, Ten-ten? Kau kehabisan inspirasi, hah?" timpal Sakura, tepat sasaran. Ten-Ten menganggukkan kepalanya, lesu.

Naruto menghela nafas pelan. Memaklumi keadaan temannya yang satu itu, kalau sedang kehilangan inspirasi.

"Haaah… dasar kau ini…" gumam gadis satu itu. "Lalu kau mau apa?"

"Tentu saja aku ingin inspirasi ku kembali lagi!" balas Ten-Ten sengit. Naruto dan Sakura tertawa hambar.

"Hahaha…"

Ten-Ten mendelik tajam, 2 sahabatnya itu. "Apa yang kalian tertawakan?"

Naruto bergidik ngeri. "Tidak ada, Tenten-sama…" jawabnya pelan. Sakura sweatdroped mendengar jawaban dari sahabat berisiknya yang satu itu.

"Apa? Tenten-sama?" ulang Sakura.

Naruto menggeleng. "Biarkan dia bahagia dengan sebutan itu…"

Sakura sweatdroped akut.

"Jadi… kalian akan membantuku mencarinya kan?" tanya Ten-Ten tiba-tiba. Ino menoleh cepat ke arahnya.

"Hah? Aku tidak ingat, kami pernah menaw-"

Belum sempat Ino menyelesaikan kalimatnya, Sakura langsung menutup bibir ranum milik sahabatnya itu dengan tangannya. Membuat Ino memberontak tidak jelas.

"Ah… emm… Maksud kami, kami akan membantumu mencarinya… Hehehe…"

Sungguh, saat itu juga, suasana ruangan itu menjadi suram mendadak. Mata coklat Ten-Ten menatap tajam temannya satu-persatu.

"Betul? Ikhlas?" tanya gadis itu.

'Sebenarnya tidak… aku malas keluar…' batin ketiga-nya, tapi dengan terpaksa menganggukan kepala mereka. Dan itu di hadiahi oleh senyuman atau mungkin cengiran lima jari, Ten-Ten.

"Kalau begitu, ayo kita keluaaaar~~!"

Satu hal yang perlu digaris bawahi. Mereka cukup tersiksa dengan ajakan dadakan ini.


~777~


"Kau pikir.. apa yang nanti akan dilakukannya dengan catatan seperti ini?"

"Entahlah… satu hal yang pasti. Semua catatan ini mulai membuat kepalaku pusing."

"He-eh… kau benar."

Mungkin sebagian orang, sudah mulai berpikir yang 'iya-iya', saat melihat posisi kedua pemuda tampan ini. Err… ralat besar… satu tampan, dan satunya lagi imut.

Kedua bola mata berbeda warna itu, masih saja menatap seonggok note kecil, yang kini tengah terbuka lebar. Sebuah note, dengan sampul berwarna coklat tua, yang di sampul itu sendiri bertuliskan nama sang pemilik. Gaa-chan no Sabaku~ Entah apa yang ada dipikiran readers sekalian. Author pun muntah-muntah mendadak menulisnya. Ckckck…

Sasuke terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya. Ada apa?

"Kenapa kau, Sasuke?" tanya pemuda berambut merah darah disebelahnya. Tentu saja, orang itu adalah Akasuna no Sasori. Sekutu dari seorang Uchiha Sasuke.

"Apa kau tidak melihatnya, heh?" Sasori menggeleng tidak mengerti. "Lihat, tulisan seperti cacing penggal ini…"

Dan satu ungkapan jujur dari Sasuke, membuatnya sukses tertawa terbahak-bahak.

"Bwahahahaha…~! Kau benar, Sasuke! Whahahaha…~!"

Sasuke menghela nafas maklum.

"Aku mulai merasa seperti pemain iklan, saja…" gumam pemuda itu sadar diri, dengan kejujuran atau yang lebih tepatnya lagi adalah keblak-blak-annya.

"Ya, aku juga mulai berpikir seperti itu…" lirih Sasori, sambil mengusap ekor matanya, yang mengeluarkan air mata, karna kebanyakan tertawa. "Pfft…" dan hal itu, masih saja ia tahan.

"Lalu.. apa yang akan kita lakukan dengan note ini?" tanya Sasuke. Sasori yang telah selesai dengan kesibukannya dalam tertawa. Mulai menatap pemuda tampan disebelahnya.

"Tentu saja, dikembalikan ke tempatnya semula. Memangnya mau kau apakan benda itu?"

Sasuke bergidik tidak tau.

"Membuangnya mungkin?"

Sasori mengernyit bingung. "Buang? Hei! Itu punya Gaara! Kau ingin dibunuhnya, hah?" seru Sasori. Ia tak bisa membayangkan, saat-saat Gaara akan membunuhnya. Ugh… Saso-chan lebay euy..

"Cih, kau kira aku takut dengan hal itu, hah?" gertak Sasuke, membuat Sasori mundur selangkah.

"Hei… hei… hei… tenang dulu, bro!"

Sasuke mendelik Sasori kesal.

"Bra, bro, bra, bro! Kita bukan saudara, Men!" Author sweatdroped ditempat. Ni chara pengen bikin pingsan author, kali yak? Ckckck…

"Hei, Sasuke! Sasori! Apa yang kalian lakukan disana?" seru seseorang, di belakang mereka.

Dengan gerakan patah-patah, karna takut ketahuan belangnya oleh orang yang ada dibelakang mereka itu. Sungguh, betapa senangnya mereka, saat dilihatnya, bukanlah sang pemilik tulisan acak adul tadi, melainkan, salah satu teman seperjalanan mereka.

"Kiba? Kau ini mengagetkan kami saja! Dan, apa yang sedang kau lakukan disana?" seru keduanya serempak. Kiba mengernyit bingung.

"Heh, seharusnya aku yang bertanya seperti itu! Bukan kalian, baka!" balas Kiba tak terima. Dialog nya di culik orang. Oh god~

Tapi, sepertinya hal itu sama sekali tak merubah jalan pikiran mereka yang sudah tertular ke-LOLA-an tokoh utama kita. Namikaze Naruto. Nola kepanjangan dari Nona Lola.. hehehe…

"Baiklah, ku ulang." Kiba mnarik nafas. Membuat kedua rang didepannya ini bingung. Ckckck.

"Sebenarnya, apa yang kalian lakukan disini?"

Kedua mahkluk berbeda warna rambut, namun memiliki kesamaan gender itu, saling menatap, dan kembali menatap Kiba.

"Baiklah… kami akan memberitahukan nya… Tapi, dengan syarat, kau harus merahasiakannya dari Gaara! Mengerti?"

Kiba mengernyit bingung. "Memangnya apa yang kalian lakukan, heh?"

Sasori manggut-manggut tidak jelas. "Kami, sedang membaca note rahasia Gaara…" jawab pemuda imut nan manis yang di gilai sebagian para Fujoshi ini.

Kiba tercengang. 'apa yang di maksud, bocah ini?' batin pemuda bertato segitiga mirip taring itu.

"Lalu… kemana Gaara-nya?" tanya nya lagi. kini, giliran Sasuke yang menjawab.

"Dia sedang ke toko aksesoris terdekat, kalau tidak salah." Jawab Sasuke, masih dengan tampang malingnya. Hihihi…

Kiba cengok ditempat. "Mau apa dia kesana?"

Sasuke melepas kacamata bacanya. "Entahlah… mungkin si mata panda itu, sedang ingin membuat boneka. Mungkin kan, Sasori?" Sasori yang disebelahnya mengangguk. "Nah, begitulah menurut kami…"

Tak lama kemudian, sebuah atau lebih teoatnya dua buat seringaian, terlihat jelas di rajah mereka. Dan Kiba, merasakan ada sesuatu yang buruk atau apalah, yang akan terjadi.

"B-baiklah… aku akan berjanji…" gumam pemuda kekasih Hinata itu, pelan.

Sungguh ini diluar kendalinya.

Dan ia hanya bisa berharap, agar Gaara baik-baik saja.

Yah… tapi lain kata dari Author.. wkwkwk…


~777~


At the Beach

"Cantiknya…~" seru Ten-Ten dan yang lainnya, saat mereka sampai di pantai cantik di belakang Villa Naruto.

"Wah, lihat airnya! Biru sekali! Keren!" seru Sakura, seraya berlari mendekati bibir pantai, dan mulai bermain disana, diikuti oleh Ino.

Naruto memandang pemandangan pantai di sore hari itu, dengan pandangan rindu. Ya, sangat rindu.

Deburan ombak… suara air laut yang pasang… kecipak air… sentuhan angin pantai… lembutnya pasir putih yang sekarang sedang di jejakinya… dan satu lagi… ia sangat merindukan, saat-saat keluarganya masih utuh… Yeah, she really miss it.

Dulu, tempat ini hanya di peruntukkan keluarga besar Namikaze, selain itu, orang lain dilarang masuk. Mengingat, tempat ini adalah salah satu tempat untuk menghabiskan waktu liburan bersama keluarga, bagi keluarga Namikaze ini.

Tempat ini juga sebagai saksi bisu, dimana keluarga itu bercengkrama, bertengkar, bersenda-gurau, sampai bermain bersama. Ia akan selalu mengingatnya. Always…

Tak terasa, setetes air mata, turun membasahi kedua pipi nya yang berwarna tan disusul dengan tetesan-tetesan yang lain.

"Ah… kau menangis, Naruto…" ucap seseorang. Membuat gadis bermata safir itu tersentak kaget, dengan kehadiran 'seseorang'.

"Aha… biar ku tebak.. kau merindukan keluarga mu, bukan?" gadis itu mengangguk, sambil mengusap perlahan kedua pipinya, yang berlumuran air mata.

"Menangis bukanlah cara terbaik, untuk mengenang seseorang. Kau tau?"

Naruto menatap seseorang itu. Ia mengenalnya. Dialah Ten-Ten. Gadis itu juga yatim piatu, sama sepertinya. Orang tuanya meninggal akibat tewas terkena ledakan mobil saat usianya baru menginjak 16 tahun.

"Hum? Lalu… apa yang harus kulakukan, saat aku merindukan mereka?"

Ten-Ten menghirup nafasnya dalam-dalam, kemudian mendongak menatap langit sore yang berwarna jingga bercamput dengan biru senja.

"Ku pikir… dengan tersenyum.. itu akan mengobati sedikit rasa rindumu. Yah… walaupun tidak semuanya… tapi, paling tidak… itu akan membuat orang yang kau rindukan merasa lega, karna, kau tidak menangis lagi…"

Naruto tertegun mendengar satu-persatu kata yang terucap dari bibir gadis disebelahnya ini. Ia bahkan terdengar lebih tabah dan sabar, saat mengatakannya. Seakan ia telah lama di tinggalkan, dan mulai kehilangan rasa sakit akibat kehilangan orang tuanya 1 tahun yang lalu. Ia saja yang labih dulu di tinggalkan, dan lebih lama darinya, tidak bisa setabah itu. Kenapa gadis ini bisa?

"Ten-Ten…"

"Aku mencoba melupakan rasa sedihku dengan membuat cerita. Jika aku merasa sedih, dan kembali teringat mereka.. aku akan menyibukkan diri dengan mengetik. Dan jika aku merindukan mereka… aku akan selalu berdoa.. dan tersenyum… kuharap mereka melihat ku.. dan tak perlu mencemaskan ku lagi… Aku akan bersikap tegar. Walaupun aku tau… tegar bukanlah jalan satu-satunya…"

Naruto terus menatap kagum, ke arah Ten-Ten. Seandainya saja, ia bisa seperti gadis itu. Tapi apa daya? Inilah dia yang sekarang…

"Aaaah~ Sepertinya aku sudah menemukan inspirasiku…~!" seru gadis bercepol dua itu, memecah keheningan di antara mereka. Naruto terkesiap.

"Eh?"

"Yap! Ayo pulang~ aku sudah menemukan nya!" seru Ten-Ten. Membuat kedua sahabatnya, yang sedang bermain air itu menggerutu tidak terima. Ia dan Naruto, hanya bisa terkekeh melihat tingkah kedua mahkluk satu itu. Sungguh menggelikan..

"Tapi, kami masih belum puas!" seru mereka malas, dan masih berdiri di bibir pantai.

"Hahaha… kalian berdua, tidak akan pernah merasa puas, kalau kalian terus disana!" seru Naruto. "Dan kalian tahu? Sebentar lagi pasang! Kalian mau tenggelam, hah?"

Mendengar kata tenggelam, kedua gadis cantik itu segera keluar dari area air, menuju daratan.

"Hehe.. akhirnya kalian naik juga…" cengir Naruto. Rambut pirangnya, sedikit tersibak, akibat angin pantai yang lumayan dingin.

"Tentu saja. Kami tidak mau mati muda di sini!" sahut Ino kesal.

"Kalau begitu, ayo kita cepat masuk ke villa… Ini sudah hampir senja…" timpal Sakura, membuat ketiga temannya yang lain –kecuali Naruto- mengangguk membenarkan, dan mulai beranjak dari sana. Namun, tidak dengan seorang gadis manis berambut pirang yang tengah menatap langit senja di ujung sana. Matanya menatap sedih. Bibir ranumnya melengkungkan senyuman tipis. Dan ia berharap, agar senyuman itu terlihat dari atas sana. Tempat dimana orang-orang yang ia sayangi bertempat tinggal sekarang. Bibir itu perlahan menggumamkan sesuatu.

"Namida wo koraeteru yakusoku dakara. Dare yori mo tsuyoku naranakucha. Sayonara wa iranai datte me wo tojite…"

Ia masih berdiam disana, beberapa lama. Sampai ia mendengar jeritan seseorang yang sangat ia kenal.

"Kyaaaaaa!"

"Sakura!"


~777~


"Sakura! Ada apa?"

Semua orang yang tadinya membelakanginya, kini berbalik menghadap Naruto, yang terengah-engah karna berlari.

"A-ada apa?" ucap gadis itu terbata, saat semua mata menatapnya.

Semua orang diam. Tak terkecuali, sang pemilik suara yang tadi sempat membuatnya panik setengah mati, dan kehabisan nafas, akibat berlari dari pantai, menuju villa nya sendiri.

"Na-Naru-chan…" bisik Hinata gugup, sambil memutar-mutarkan kedua jari telunjuknya. Naruto mengernyit bingung melihat tingkah Hinata, lalu mengalihkan pandangannya pada Sakura yang wajahnya memerah entah kenapa. 'Ada apa ini sebenarnya?'

"Hei, Sakura… ada apa?"

Sakura balas menatap Naruto, dengan cristal emeraldnya. Telunjuk gadis itu mengarah kepada sesuatu. Dan itu malah membuat menjadi makin bingung.

"Sebenarnya apa yang terjadi?"

"Naruto…"

Naruto menoleh cepat, ke arah belakangnya. Bukannya segera memaki 'seseorang', yang sudah membuatnya hampir jantungan. Mata gadis itu sukses membulat, saat melihat sajian pemandangan yang ada dihadapannya kini. Dan tak berapa lama, terdengarlah gelak tawa dari gadis itu, beserta teman-temannya yang lain, minus Sakura, Ino, dan Hinata, yang masih kaget dengan apa yang baru saja dilihatnya. Bahkan, Shikamaru yang tadinya tidur, kini terbangun dan ikut menertawakan 'seseorang' itu.

"BWAHAHAHAHA!"

Gelak tawa, atau yang lebih tepatnya ngakak itu. Segera mengudara di seluruh penjuru ruangan.

Oke… mungkin kalian semua bingung. A-a~ Bukan mungkin.. tapi sangat BINGUNG. Alright! Inilah yang terjadi sebenarnya.

"Hei, Sasuke…"

"Hn?"

"Penampilan kita tidak seburuk Gaara, kan?"

"Entahlah… aku merasa, penampilan kita lah, yang sekarang membuat mereka tertawa seperti itu."

"Cih! Seharusnya aku tak mengikutimu, kalau begini jadinya! Shit!"

"Hohoho -?- Siapa suruh kau mengikuti ku, bayi idiot?"

"Argh! Lihat! Penampilan ku seperti banci!"

"Hn, tenanglah…"

"Ck! Kau! Kau masih bisa tenang seperti itu? Penampilan kita sekarang, bahkan lebih buruk dari Gaara!"

"Sebenarnya, aku sangat tidak tenang, sekarang…"

"Lantas? Kenapa kau bisa bicara setenang itu?"

"Aku menahan malu, bodoh! Makanya, kau bisa diam tidak!"

"Tidak sama sekali!"

Naruto, dan yang lainnya terus tertawa. Membuat kedua mahkluk, yang kita ketahui sebagai Sasuke dan Sasori itu, semakin merasa bodoh dengan penampilan mereka sekarang.

Haaah… bagaimana tidak? Kau bisa membayangkannya dengan benar, dan seksama.

UCHIHA SASUKE, selaku Winter Handsome Prince se-KHS. Kini, tengah berpenampilan TERBODOH yang pernah ia pakai.

Dengan hanya memakai boxer yang warnanya sama sekali TIDAK BERKEPERIBADIAN SEORANG PRINCE, yaitu PINK NGEJRENG, di tambah dengan motif gambar Itachi yang tengah memonyongkan bibirnya. Dan di sana juga tertulis, 'LOPE ANIKI POREPER', yang menyimpang dari kepribadianya selama ini. Sangat tidak wajar. Of course, bebz…

Dan tentu saja, semua ini hanya untuk membuat sang Dobe terpesona dengan penampilannya. Oke, garis bawahi kata ini, Terpesona. Kalian tau? Itu bukan kalimat yang bagus, untuk menggambarkan keadaannya sekarang.

Bukan hanya boxer pink dengan gambar Itachi. Sasuke juga memakai sebuah bandana yang diatasnya terdapat telinga kelinci palsu. Dan wajahnya? Jangan ditanya lagi… tadi pemuda itu pergi keluar dengan Sasori, tidak hanya membeli barang-barang bodoh sekali jadi ini. Mereka juga meminjam tanpa izin -?- semua alat kosmetik milik Ino. Dan inilah jadinya! Bukannya bagus… tapi ancur.. =_="

Jangan lupa… perutnya sekarang bercorak MeJiKuHiBiNiU. Yap, pelangi, yang dibawahnya terdapat lagi gambar kelinci besar, dengan gigi yang pastinya, akan membuat semua orang ilfeel. Oke… author sudah pingsan di tempat, saat mendeskripsikannya.

"WHAHAHAHA!"

"Aku merasa sangat malu, kuso…"

"Hn, paling tidak.. kau masih wajar-wajar saja, di bandingkan dengan ku…"

Yaah.. penampilan Sasori tak jauh berbeda dengan Sasuke. Hanya saja, ia lebih 'normal' di bandingkan sekutu nya, yang tadi.

Yah, kaos merah marun dan boxer yang berwarna sama yang juga dihiasi oleh 'gambaran-gambaran' tidak jelas. Mungkin, terlihat lebih abstrak, dibandingkan lukisan leonardo da vinci-chan

Tapi, mungkin hanya menurutnya. Bandana pink dengan hiasan telinga anjing, sangatlah membuatnya terlihat seperti badut, dan juga riasan, yang tadi secara paksa Sasuke pakaikan padanya. Lipstick, blush-on berwarna merah, yang ia jamin, itu tidak akan mudah menghilang hanya dengan air.

"Aku merasa bodoh…" gumam Sasori, wajahnya tertunduk. Ckckck… malang nasibmu, kawan…

"Yah… begitulah…"

Sasori mendelik Sasuke tajam.

"Ini semua gara-gara kau, ayam!" seru pemuda itu tak terima. Sasuke mendengus pelan, seraya mengibaskan tangannya pelan.

"Salahku? Ini semua salahnya si mata panda itu, tau."

Sasori memicingkan matanya kesal. Owh~

"Gaara?"

"Hn,"

"Lalu, siapa yang mengusulkan untuk berpenampilan aneh seperti ini, heh?"

Sasuke berpikir sejenak. Entah kenapa… akhir-akhir ini, kerja otaknya semakin melambat. Ckckck, apa gara-gara ia tertular kelolaan Naruto yang semakin menjadi? Hanya Tuhan-lah yang tahu…

"Umm… aku… mungkin…"

"ARGH! UCHIHA SASUKEEE!"


#TBC#


Wakakakak!

Mi-chan gag menyangka hasilnya jadi separah ini! ckckck..

Oh ya.. ini keteranga tentang yang Mi tulisi angka;

1. Fusuma; Pintu geser rumah tradisional Jepang

2. Obi; Ikat pinggang yang di gunakan dalam Kimono

3. Washitsu; Dalam rumah tradisional Jepang, washitsu merupakan sebuah ruangan multi fungsi yang bisa di gunakan untuk ruangan apa saja. Tidak terbatas.

4. Ojigi; Orang Jepang sering melakukan bungkuk atau ojigi, yang pertanda, ia menghormati, sedang mengucapkan terima kasih, atau sedang berkenalan, dll.

5. Seiza; Duduk bersimpuh dalam bahasa Jepang.

6. Namida wo koraeteru yakusoku dakara. Dare yori mo tsuyoku naranakucha. Sayonara wa iranai datte me wo tojite; Aku berjanji akan menahan air mataku. Aku akan lebih tabah dari orang lain. Tak perlu ucap Sampai Jumpa saat kututup mataku

Nah, itu tadi keterangan-keterangan yang Mi dapatkan dari Acil Gugel… hehehe…

Yap! Mi gag mau berbasa-basi lagi. Kita langsung saja ke membalas revieeew~!


Balas Review, on;

Dinda Aulia; Hallo~ Wah, terima kasih, sudah menyukai fic Mi-chan! Arigatou, ne~ hehe
Um? Kenapa gag di lanjutkan?
Hehe
Fic ini akan terus Mi-chan lanjutkan sampai ending nanti. Haha, jadi penasaran ya? Kalau begitu, semoga suka dengan chap kali ini~ *ojigi

Aiko Hiraoka; Hehehe, Aiko-chan bingung ya, dengan pair utama di sini? Hihihi… Kenapa Mi-chan memasukkan begitu banyak pair di sini, dan salah satunya adalah, untuk membuat para readers bingung. Memang, pair utama SasuNaru, dan yang lain hanya slight. Tapi, tergantung ending nanti pairnya kemana… Whahaha..
Umm… untuk chap kali ini.. terkesan lebih pendek, dan mungkin belom ada romance nya… tapi, InsyaAllah, chap yang akan selanjutnya, Mi usahakan untuk membuat romance SasuNaru.
Ini sudah apdet… yah, walaupun gag kilat… hehehe
Arigatou! Mampir lagi ya~ ^^

Aigaara; Eh? Ffn pertama? #syok# Aduh, Mi merasa terhormat sekali! #blusing
Yap! Gaa-chan nominasi anime cowok terfavorit Mi-chan yang ke-4 setelah Sasu, Ciel, dan Arata…
Waow, tipe cara membaca kamu, mirip sama Mi-chan. Yah, Mi akui, Mi memang suka, yang pembawaannya serius, dan Mi bukanlah orang yang cukup serius untuk masalah ini… wkwkwk..
Yap, ini sudah di lanjutkan!
Terima kasih! Baca lagi ya~

Yashina Uzumaki; Un? Hehe, ini sudah apdet, walaupun telat… #garuk" kepala#
Untuk penyakit Naru… mungkin di beberapa chap ke depan, saat mereka masih liburan, bakal di kurangin , harus Sasuke? Emm.. Mi-chan usahain deh!
Kangker Otak? Wkwkwk, kenapa semua orang mikirnya, kanker ya? Hehe… yang jelas, baca terus fic abal Mi-chan ini!
Arigatou review nya ya!
Jaa ne~
Mampir lagi!

Sun Setsuna; Sun-chaaaaaaan~~! #pul Sun-chan# Hohoho, sorry deh, klo begitu… hehehe… tapi Mi jamin, chap kali ini gag perlu sampa 2 babak… hehehe..
Wkwkwk, untuk menunjang cerita, Mi bkal menghadirkan sedikit romantisme yaoi di fic. Whahaha, Sun-chan mah lebay! Itu mereka lagi rated M-an tau! Hihi..
Yap, ini udah apdet… baca lagi ya Sun-chaaan~ ^^

Cha the Princess from the Dark; Imouto-chaaaaan~~! #hug# Iya, gag papa koq~ Yang penting review~ Hehehe… #hajar!
Ne, itu memang kesalahn Nee-chan yang buru-buru apdet… hiks… maaf yo~
Iya, Nee-chan usahakan ada sedikit humor disini.. hohoho
Arigatou~ Mampir lagi, Imoutooo~

Maira Kanzaki; NejiSai? Menurut Mi-chan sih… mereka lagi 'maen' wkwkwk… #plak!#
Oke deh~ Tapi, chap kali ini belim ada romance SasoNaruGaa… gomen, tapi chap depan, Mi ushakan bkal ada… hohoho
Yap! Ini udah apdet telat~ #plak!
Arigatou! Mampir lagi ya!

Ren-Mi3 NoVanta; Ugh… Ren-kunchan… #ngelap air mata#
Huwaaaaa~! Mi bener-bener terharu!
Oke! Mi janji bakal tetep semangat! Hiks… Ren-kunchan tetep setia baca fic ku ya?
Jaa ne~
^^d
NaruDobe Lista-chan; Gila? #sweatdroped#
Hohoho… itu udah Mi-chan kasih warning...
Yap, Jaa mata ne~
Baca lagi yo~

Kazuki NightFlame47; Haha, boleh koq~ Silahkan~ Sekalian Mi panggilin Ambulans RSJ ya? Biar d tangkep… wkwkwk, kidding~
Waow~ Tapi, kan emang dari awal Gaa-chan lebih muda daripada Saso-chan.. hehe..
Oke! Ntar Mi-chan beliin yang rangkap 3, biar puas~ wkwkwk…
Hehe, ini sudah apdet koq.. Maaf menunggu lama, Zuki-chan~
Baca lagi ya~!

CCloveRuki; Hie! Jangan ngambek~! Gomen Mi-chan baru apdet, ini aj nyuri-nyuri waktu ngetiknya..
Gomen ne~
Ini sudah apdet… D baca ya~ Maaf menunggu lama! Mudahan suka dengan chap kali ini! ^^

Kanon1010; Jiaaah~ Ternyata ada maksudnya toh,,, ngegantiin Naru-chan~ ckckck
Wkwkwk, tapi sabar dulu yo~ Belom saatnya! Hehe
Ini udah apdet… d baca ya! ^^

Yuna Claire Vessalius Kusanagi; NejiSai, Jack-chan… =="..
Whahahah!Crack pair baru noh~! Wkwkwk…
Yang sabar yo~ Hehe, yang penting, sekrang Mi udah apdet! Di baca ya~!

End of Balas Review


Nyahahaha, akhirnya slese juga… apdet juga maksudnya…
Udah ah, Mi-chan cape… ntar aj basa-basinya..
hohoho

Kalau begitu… Arigatou Gozaimasu buat para silent readers! Semoga suka ya!

Jaa ne!

Ingat! Review ya!