Hai, minna-saaaaan~!

Hehe

Pasti banyak yang bingung, kenapa Mi-chan re-publish ini chapter 9!

Hohoho

So, pasti… Ini karna banyak readers yang kurang puas—kecewa tepatnya—dengan cara kerja Mi yang amburadul. Geez… Maafkan Mi, readers! Mi emang gag becus jadi authooooor~! #manjat gedung#

Oh ya~ Chap ini juga bisa menjawab pertanyaan beberapa readers, yang bingung dengan pair di fic ini! Hohoho… mudahan suka aja yeee~

Untuk romance, mudahan kali ini mencakup segala romance yang para readers inginkan… Dan asal readers tau aja… Mi ngetiknya pas orang di luar lagi maen kembang api, dan sambil dengerin lagu-lagunya Kalafina, Celine Dion, Richard Mark, Mao, Aika Yoshioka, Afromania, Monkey Majik, dan Limelight!

Puas dah ngetik romance, sambil dengerin lagu-lagu romance punya-nya Celine Dion, Kalafina, sama Richard Mark!

Ntu noh! Suara Richard Mark itu keren abiiiiiis~~~! Serak, serak gimana getoh! Beh… pemilihan kata-kata buat lagunya keren abis! Apalagi, lagunya yang berjudul 'Now and Forever' itu!

Tuhan ku ya Allaaaaaaaah~! Sumpeh dah! Kagak pernah aye, dapet lagu seromantis ini! Kyaaaaaaa~! Klo ngebayangin Sasuke nyanyi begitu, buat Naru… Mi-chan mau bikin ficnyaaaaa~!

Yap! Sepertinya udah sekian dulu, omelan gag mutu dari Mi… Semoga para readers suka dengan chapter re-publish ini…

Arigatou~


Pengenalan Tokoh;

Uchiha Sasuke: Cowok cakep *Sasu bernarsis" ria* kulitnya putih pucaaaat! Rambutnya model emo dongker, jungkir balik melawan arah gravitasi, a.k.a pantat ayam kampung ato gag ayam ras *tendanged!* Sifatnya dingin, sok cool padahal sebenarnya tu orang latah *Buagh!*kagak becanda! Belagu, etc. suka sama pemeran utama cewek. Namikaze Naruto. Rela ngelakuin apa aja, termasuk makan es krim satu pabrik, walau dengan berat hati dan akhirnya berkutat juga dengan closet dan bak sampah. Suka buah tomat, gag suka makanan yang berbau manis sekale, kecuali itu makanan buatan tangan si Dobe tercinta. Suka warna biru navy ato nggak item.

Namikaze Naruto: Cewek cakep. Orangnya manis, cute, cantik. Suka yang berbau sederhana. Suka sekali dengan makanan yang bernama ramen juga *of course* Rambutnya pirang keemasan, panjangnya sepinggang, lurus, karna gag belok-belok akhirnya nyemplung ke got *Bunuhed!* Suka warna biru muda, orange gelap dan kuning emas. Gag mau ngelakuin apa aja buat si Teme, karna menurutnya, hanya merepotkan dirinya sendiri *Sasu pundung di pojokan* Pernah sakit hati gara" ngeliat pacarnya nyumbu orang lain. Bingung milih shapa entar antara mereka bertiga (Sasuke, Gaara dan Sasori) Karna tu orang LOLA, makanya sering di panggil Usuratonkachi, ato gag yang biasa baka, ato yang paling sering dobe.

Sabaku no Gaara: Termasuk nominasi favorit anime cowok author, setelah Sasuke sama Ciel Phantomhive. Orangnya pendiem, tapi sifatnya berubah kalo berdua-an sama pacar, jadi tukang ngegombal *jitaked!* Rambutnya merah marun, enggak jungkir balik kaya siTemePantatAyam yang dia atas *Gaara nyanyi I'm a Champion* *Sasu siap ama katananya* Trus suka sama Pemeran utama cewek. Malahan cinta setengah mati *mulai dah ngegombal* suka warna…? *lupa apa warna kesukaan Gaara* *Gaara pundung di pojokan*

Akasuna no Sasori: Murid pindahan dari Oto *critanya* yang baru aja dateng langsung bikin Sasuke mengelurakan deatglare nya. Suka sama Naru-chan. Author aja gag thu kenapa tu orang suka sama Naruto *gubrak!* Dann jangan lupa, dia gag kalah cakep ama dua orang cowok sebelumnya yang udha kita bahas. Yang Alhamdulillah, rambutnya juga gag kaya Sasu pantat ayam ras *udha di putusin* ama Sebas(mesum) yang raven.

Haruno Sakura: Mantan pacar Sasuke. Yang sampe mereka (Naru ama Sasu) nikah pun masih cinta juga (jangan pernah mikir kalo Naru bakal selamat dari penyakitnya). Gag dapet pasangan *Author ngakak bahagia* HIDUP SASUNARU! HIDUP SASUFEMNARU! Warna kesukaan nya pink. Lanjutannya meneketehe *duagh!* Sahabat Naruto.

Yang lainnya menyesuaikan ya! ^_^V


Naruto©Masashi Kishimamolto Iklannya sabun cuci molto!

(readers: gubrak!)

Rated; T

SasufemNaru, GaafemNaru, SasofemNaru, slight NejiSai (gag pernah ada neh!) ItafemDei de el el…

Romance, Hurt/Comfort, Humor

Warneng!

OOC, OC, ABAL, GAJE, Typo, EYD, DAPAT MENYEBABKAN SEMBELIT MENDADAK KARNA SAKIT PERUT! dll…

FEMNARU!
MAKLUMILAH KE-LOLA-AN AUTHOR DAN NARU-CHAN!

.

.

.

Harap MENJAUH dari fic ini, jika ada yang TIDAK SUKA dengan keberadaan fic ini!
Yang merasa fic ini memang benar-benar PANTAS berada di Fanfiction Indonesia, saya selaku Author FNI,
Mengucapkan….

.

.

.

ARIGATOU GOZAIMASU, MINNA-SAN!

HAPPY READING~!

/~(^O^)/~

.

.

.

WHAT THE FUCK SURPRISE!

.

.

.

Suasana meja makan itu tenang, dan damai. Yah, itupun menurut orang yang melihatnya, bukan merasakannya…

Yap! Kalian pasti tau maksudku kan?

Mereka bukan 'diam' untuk menghayati rasa makanan, maupun suasana nyaman nan tenang di ruangan itu. Beberapa orang… err... ralat, yang benar adalah TIGA ORANG pemuda tampan, yang kini sedang duduk berjejer di depan meja makan. Mata mereka yang berbeda dari satu sama lain, saling melempar 'deathglare' terbaiknya pada seorang gadis manis yang dari tadi terus mengatupkan bibirnya rapat-rapat.

A-a~ Bukan berarti gadis manis bermarga Namikaze itu, sedang marah ataupun 'ngambek' pada ketiga orang pemuda tampan tadi. Tapi sebenarnya, gadis bernama Naruto ini sedang menahan tawanya habis-habisan.

Hal itu sendiri, terlihat dari tingkah lakunya, yang 'sangat tidak wajar' di mata ketiga pemuda tampan tadi. Tapi, yaaah~… bukan salah gadis itu juga, yang membuat mereka harus melempar 'deathglare' seseram itu. Secara fakta, dan bukan opini, #tendang# semua ini adalah salah mereka sendiri. Terlebih lagi, untuk dua orang pemuda yang berbeda warna rambut, style, bahkan iris mata ini.

Sebut saja mereka, Uchiha Sasuke, dan kedua sekutunya Sabaku no Gaara and Akasuna no Sasori. Tiga pelaku itulah, yang sempat membuat 'geger' teman-teman mereka yang lain. Dan mau tidak mau… mereka sendiri—minus Gaara—menyalahkan sang pembuat catatan, Sabaku no Gaara.

Sasuke mengusap pelan pipinya yang berwarna pucat itu. Benda tak berwarna itu #plak!# tadinya, 'sempat' jadi bahan 'keagresifan' beberapa orang gadis yang duduk di seberang mereka.

Yang tak lain dan tak bukan adalah… Sakura, Ino, Ten-ten dan Naruto, yang berhadapan persis didepannya.

Di tatapnya, gadis beriris sebiru lautan itu. Tangan tan-nya tampak bergetar, seperti menahan sesuatu. Bukan menahan untuk buang air kecil or besar! Tapi menahan… yeah, you know what I mean, right? Khu… khu…

"Berhentilah bertingkah seperti itu, Dobe… Kau mulai membuatku risih…" desisnya tajam. Sang lawan bicara pun, akhirnya menyerah untuk terus mempertahankan tingkah nya yang selama ini, membuat pemuda itu risih.

"Hehehe…" kekehnya pelan. Sepertinya, terlalu lama menahan tawa mampu membuat kadar tawanya sedikit berkurang. Hm…

Entah kenapa, seorang Uchiha Sasuke kali ini sangat tidak bersemangat meladeni seorang Namikaze Naruto, yang jelas-jelas tengah menertawakannya itu. Ugh… sepulang liburan ini… sepertinya ia harus pergi ke psikiater terdekat.

"Apa yang kau tertawakan, Naruto?" tanya pemuda itu lagi. dagunya, ia topangkan ke telapak tangan. Mendecak kesal. "Ck, kau masih belum puas juga menertawakan ku dari tadi, heh? Merepot-"

"Tepatnya, menertawakan 'kita' Sasuke…" potong seorang pemuda lagi, yang parasnya terlihat 'baby face'. Unyuuu~! #plak!

Naruto tersenyum lebar. "Saso-chan benar, Sasu-chaaaan~!"

Dua pasang onyx dan hazel itu, membulat seketika. Tak lupa, bulu kuduk mereka yang samar, tampak berdiri—merinding—mendengar kedua panggilan 'sayang' atau 'khusus' lebih tepatnya.

Naruto tersenyum puas saat itu juga. Apa maksudnya ini?


Flashback on

"ARGH! UCHIHA SASUKEEE!"

Dengan kesalnya Sasori mengacak-acak sendiri rambut merah darahnya. Pemuda itu terlihat sangat kesal, pada seorang pemuda dihadapannya—yang tak lain dan tak bukan adalah sekutu-nya, Uchiha Sasuke.

"Apa, Old Baby?" gumam Sasuke tenang, setelah mendengar 'kalimat' dari Sasori. Buset… ni anak stoic nya kagak ketulungan!

Sasori menghentikan aktivitasnya—mengacak rambut—seperti sedang bershampo-shampo ria. Layaknya iklan 'Herbal Rose Shampo', yang dulu sempat menjadi trend masyarakat sekitar. Dengan trademark-nya, yaitu; "Yang alami-alami, so~ Balikin duit saya!" Tentunya, anda yang punya tv di rumah, pasti akan langsung tau.

"Kau! KAU MENYEBALKAN UCHIHA, SIALAN! GARA-GARA KAU, AKU JADI MENANGGUNG MALU SEBERAT INI!" teriak Sasori penuh semangat #rajam#.

Sasuke sweatdroped. "Memangnya malu yang kau tanggung itu seberat apa? Truk Tronton?"

Bagai keselek biji durian, Sasori tercekat saat akan membalas perkataan sang rival. Dan sudah di pastikan, alasan satu-satunya adalah… karna ia sama sekali tidak tau dengan rasa malu-nya sekarang, seberat apa? Ah, mungkin kalimat paragraf pertama tadi harus di ganti dengan. Bagai keselek biji Tronton… #bunuh Author!#

Naruto yang sedari tadi tertawa, tampak tersenyum manis melihat mereka berdua yang tadinya sedang sibuk, berteriak satu sama lain… ralat, hanya Sasori yang terus berteriak tidak terima.

"Hehe… Kalian berdua… sepertinya, kalian harus kena hukuman, karna telah membuatku hampir mati sakit perut, akibat kebanyakan tertawa…"

Sontak Sasuke dan Sasori menoleh ke arah Sang Matahari Berjalan. Mata mereka membelalak sempurna, mulut mereka terkatup rapat… Apa ini?

Naruto terkekeh pelan, seraya menoleh ke arah Sakura dan Ino yang masih tertawa, karna sebelumnya mereka telmi dengan keadaan yang sebenarnya terjadi.

"Sakura-chan~ Ino-chaaan~!" panggilnya dengan suara yang dibuat-buat. Membuat Sakura dan Ino menoleh pada Naruto—meskipun dengan gerakan yang lambat, karna mereka habis tertawa.

"Y-ya, Naru-chan?"

Gadis berambut pirang keemasan itu menyeringai penuh makna.

"Umm… Bisa kalian bawakan Gaara kemari? Ada yang perlu aku lakukan dengan mereka… Hehe…"

Tanpa balasan dari mereka, kedua gadis berbeda warna rambut itu, segera pergi dari hadapan Naruto, dan tanpa menunggu waktu yang lama, keduanya telah datang, dengan Gaara yang tampak pasrah di tangan mereka.

Sasuke dan Sasori merasakan akan ada hal yang sangat buruk.

Naruto berdeham, lalu tersenyum simpul.

"Nah! Karena, para trio kwek-kwek sudah berkumpul! Aku akan mengumumkan, hukuman yang akan kalian terima setelah makan malam nanti!"

Naruto menyeringai.

"Selamat bermimpi buruk~" gadis terkekeh pelan. "Sasu-chan~ Saso-chan~ and Gaa-chaaan~~!"

Untuk yang kesekian kalinya, mereka bertiga merasakan akan ada hal buruk yang akan terjadi.

End of Flashback


Owh…~ rupanya karna itu! Ckckck… kalian payah kalau harus takut dengan ancaman belum pasti seperti itu! Hih! Kalian cemen, kwek-kwek! #d tabok SasuGaaSaso#

"Eng… Neji-kun… bisa kau ambilkan shoyu[1]itu untukku?"

Neji yang merasa di mintai tolong oleh sang pujaan hati, menoleh lalu tersenyum ke arahnya, seraya mengambilkan benda yang di minta. Sai pun tersipu malu, melihat senyuman maut Sang Seme, membuat semua orang yang ada di sana muntah-muntah mendadak.

"Ini untukmu, Hime-chan…"

Sai berblushing ria. "A-arigatou… Neji-kun.."

Serentak, semua orang sweatdroped.

Naruto berdeham pelan. "Bukan, Hime-chan, Neji… Tapi, Ouji[2]… dia kan laki-laki, baka…"

Neji mendelik Naruto kesal. "Cih, kau berkata begitu, karna kau tidak pernah di panggil mereka bertiga Hime-chan, kan?" balas nya, seraya menunjuk ketiga cowok cakep yang ada di pinggir—tengah—meja makan.

Naruto mengernyit tidak suka.

"Itu kan, karna aku bukan pacar mereka!" belanya. Gadis itu sama sekali tidak merasakan aura keputus-asaan, dari ketiga lelaki yang tadinya sempat Neji tunjuk.

Nampak, Sasuke, Sasori, dan Gaara berjongkok menyendiri di pojok ruangan. Entah itu benar-benar awan mendung dengan sound effect petir, atau hanya imajinasi author belaka? Yang pasti, mereka tampak seperti orang yang putus asa #plak!#.

Sasuke menggigiti kukunya.

"Ukh… aku tidak di akui…"

Sasori menghela nafasnya berat.

"Setidaknya, aku pernah menyatakan perasaan padanya…"

"Dan… paling tidak… aku pernah menjadi pacarnya…"

Satu pernyataan dialog terakhir itu, membuat Sasuke, dan Sasori mendelik tidak suka.

"Seharusnya, aku memanggilnya Hime saat itu…"

Gaara terus meratap, tanpa memperhatikan adanya perubahan suasana 'pundung' yang terjadi antara mereka bertiga.

"Hei, Naruto!" panggil seseorang yang bisa di pastikan, pemilik suara itu adalah Kiba.

Naruto menoleh, dengan wajahnya yang kesal—karna kalah debat dengan Neji.

"Apa?"

Kiba memasang pose penasaran.

"Emm… memangnya, apa yang kau lakukan pada Sasuke, Sasori, dan Gaara?" tanyanya, seraya melirik ketiga lelaki tampan but blo'on, yang tampaknya masih asyik meratap di pojok ruangan.

Naruto tersenyum penuh misteri. Membuat semua orang yang ada di ruangan itu bergidik ngeri. Entah mengapa… hanya Sakura dan Ino saja yang tetap tenang dan ikut tersenyum seperti Naruto. Ckckck…

"Eh?"

Gadis manis berambut pirang keemasan itu, lantas terkekeh pelan. Dan, mau tidak mau… kekehan anggunnya itu mampu membuat trio kwek-kwek… eng… trio macan maksudnya… menoleh dan kembali pasang muka, seakan berkata, gag-ada-apa-apa-kok.

Naruto berhenti terkekeh, lalu menatap Kiba seraya mengedipkan sebelah matanya. Kiba menaikkan sebelah alisnya bingung.

"Tunggu saja setelah makan malam ini~"

Seketika, Sasuke, Sasori, dan Gaara merasakan adanya niat buruk dari Naruto. Argh! Gawat!


~777~


"PERTUNJUKKAN KABUKI?"

Naruto tersenyum manis, "Yep!"

Jeglarr!

Semua orang terdiam—syok lebih tepatnya—terkecuali untuk Naruto, Sakura, dan Ino. Mereka bertiga terlihat sangat bahagia. Waow… ada apa ini?

"He-hei, kau bercanda kan, Naruto?" tanya Neji, yang tumben-tumbennya bertanya pada Sang Empunya villa. Naruto menggeleng kecil, lalu menyeringai.

"Aku tidak bercanda teman-teman!" serunya senang. Membuat Sasuke dan yang lainnya membeku ditempat, "Inilah yang kunamakan dengan kejutan! Kalian pasti tidak menyangka, bukan?"

Sasuke menggeram kecil, "Lalu, kenapa harus kami yang jadi pemerannya?"

Naruto terkekeh kecil, sebelum menjawab.

"Karna, aku ingin melihat ekspresi kalian semua~"

Seketika, ruangan tradisional itu dikelilingi oleh aura keputus-asaan. Ah, kalian terlalu lebay, guys~

"Hum, selain itu… Aku juga berniat untuk menjadikan pertunjukkan ini, sebagai hukuman untukmu—Sasuke—Gaara, dan Sasori!"

"APA?"

Hendak rasanya Naruto tertawa terbahak-bahak saat melihat trio macan pemujanya itu, menunjukkan ekspresi keterkejutannya masing-masing.

"Oke, aku tau kalian depresi karna ini," Sasuke dan yang lainnya kejang-kejang. "Jadi, kuharap kalian mau membaca semua hal yang ada di kertas ini. Semua persyaratan ada disana!" Ino berseru senang, seraya menyerahkan secarik kertas putih pada Neji, yang segera dikerubungi oleh yang lainnya. Tak terkecuali, untuk Sasuke, Sasori dan Gaara.


PERTUNJUKKAN KABUKI

Title; Hime no Niji

Pemeran Utama:

Sasori; Sebagai Hime, pemeran wanita utama di drama ini. Ceria, ramah, dan manis

Sasuke; Sebagai Ibu tiri-nya Hime. Bernama Yuko. Dingin, stoic, dan pemarah.

Gaara; Sebagai Kyouka, berperan kakak tiri Hime. Jahat, kejam, dan hal-hal nista lain.

Sai; Sebagai Hajime, yaitu pangeran yang akan menikahi Hime.

Pemeran Pembantu;

Hinata; Sebagai pembantu bernama Aika, yang akan melepaskan Hime dari penjara Yuko, juga membantu Hime pergi dari rumahnya

Kiba; Berperan sebagai Hayashi Ayah kandung Hime. Meninggal saat berperang melawan tentara musuh. Butler Raja Haku.

Neji; Berperan sebagai Haku, Raja dari kerajaan Kuro.

Ten-ten; Berperan sebagai Mao. Permaisuri Raja Haku.

Shikamaru;Berperan sebagai Zen, pengawal Pangeran Hajime. Menemukan Hime saat sedang tersesat dihutan.

Juri Pengawas:

Namikaze Naruto; Juri Utama

Haruno Sakura; Juri Kedua

Yamanaka Ino; Juri Ketiga

Chijihiro Makoto; Juri Keempat

PERINGATAN!

1. Siapa saja yang menolak mengikuti drama, ataupun protes pada juri utama. Mereka akan segera dihukum, dengan hukuman yang lebih mengerikan dibanding Sasuke, Gaara, dan Sasori.

2. Dilarang menggunakan skenario saat di atas panggung. Para pemeran harus melakukan improvisasi pada setiap adegan yang akan mereka lakukan diatas panggung.

3. Dilarang keras untuk protes pada juri kedua dan ketiga. Selaku, penata rias dan tata busana dalam drama ini.

4. Dilarang mengganti, menolak, menghapus, dan merubah pakaian dan riasan yang telah ditentukan.

5. pemeran drama ini akan dibimbing langsung oleh, juri keempat, selaku narator dalam drama.

PERHATIAN!

Pengumuman ini ditujukan untuk para pemeran drama Hime no Niji.

Barang siapa yang melakukan semua adegan dengan baik dan menghayati. Mereka akan diberi hadiah berupa foto-foto eksklusif nan langka dan orang yang mereka sukai. Plus, hadiah kencan dan bonus menginap di hotel bintang lima Nagoya City.

Bagi yang berminat mendapatkan hadiah, saya selaku Author mengucapkan…

SELAMAT BERJUAAAAANG~~!


Semua orang cengok ditempat. Naruto bahkan harus menahan tawanya, dengan mengatupkan bibir ranumnya erat-erat, dan menggantinya dengan senyuman terpaksa. Di ekor matanya, tampak setetes air mata menggantung di sana.

"Hei, Naruto! Bukannya kabuki itu pertunjukkan yang semua pemerannya laki-laki 'kan? Kenapa aku dan Hinata diikutkan? Kami kan, perempuan!" seru Ten-ten tidak terima, Hinata pun mengangguk membenarkan.

Sebagai juri kedua, Sakura mengambil alih pertanyaan—karna sepertinya, Naruto sudah tak sanggup lagi menjawab pertanyaan gadis bercepol dua itu. Ia hanya bisa terdiam, dengan senyum aneh yang terukir diwajahnya yang manis.

"Ah, itu karena semua teman laki-laki kita tidak mencukupi! Jadi, dengan terpaksa kami selaku juri, mengikut sertakan kalian berdua. Lagipula, khusus untuk kalian kami akan memberikan bocoran dialog, tapi harus menghapus hak kalian mendapatkan hadiah sebagai peserta drama!" jelas Sakura panjang lebar. Membuat Hinata dan Ten-ten, mengangguk-angguk mengerti.

"Emm… tapi Sakura-chan…" Hinata bergumam pelan, sambil mengetuk-ngetukkan kedua jari telunjuknya.

"Ya?"

"A-apa kau tidak kasihan melihat mereka? Umm… mereka terlihat depresi sebelum penampilan…"

Ten-ten mendengus geli, "Heh, buat apa kasihan pada mereka? Justru inilah sisi hiburannya!" ucap gadis bersurai coklat tua itu. Sakura mengangguk membenarkan.

"Ten-ten benar, Hinata-chan!"

Hinata tampak bimbang, "Tapi, Sakura-chan… mereka kan… belum pernah sekalipun memainkan drama…"

Ten-ten menyeringai senang. Satu hal yang belum terpikirkan olehnya; semua teman lelaki mereka, belum pernah memainkan drama. Yah, terkecuali untuk Sai.

"Aaah~ Hinata-chan! Kau memang pintar!"

Sakura dan Hinata serempak menoleh kearah Ten-ten. Mengernyitkan kening mereka, bingung.

"Eh?"

Ten-ten tersenyum nakal, "Begini, girls… Karna, mereka tak pernah memainkan drama satu kalipun… ini bisa menjadi salah satu pelajaran bagi mereka yang menolak untuk mengikuti drama akhir tahun!"

Hinata terdiam, Sakura melongo mencerna satu-per-satu kalimat Ten-ten.

"Maksudnya, Ten-ten?"

Ten-ten memutar bola matanya kesal, "Ayolah~ Kalian pasti mengerti!"

Dan tak berapa lama kemudian, Ten-ten mendapati Hinata dan Sakura yang terkekeh kecil—setelah menyadari apa yang dimaksud Ten-ten.

"Ya, ya… Kami mengerti~"

Mereka bertiga pun kembali hanyut dalam suasana menyenangkan—menyeramkan bagi Sasuke cs—diruangan itu. Sasuke dan Sasori tampak berkelahi—beradu mulut tepatnya—dengan Naruto, yang dibalas dengan cengiran dan kekehan gadis manis itu.

Menunggu hari esok, dimana mereka akan di eksekusi pagi nanti.


~777~


Angin malam tak menyurutkan niat seorang Uchiha Sasuke, untuk beranjak dari balkon villa pujaan hatinya.

Tak menghiraukan, keributan demi keributan yang dihasilkan oleh mulut-mulut sahabatnya yang kurang kerjaan itu. Sungguh, ia hanya ingin diam sekarang.

Didongakkannya wajahnya, menatap ribuan bintang yang berebut mencari celah, untuk bertengger malam ini. Seakan mereka adalah para penonton yang sedang berebutan mencari kursi, untuk melihat sebuah pertunjukkan drama, yang dimainkan oleh manusia.

Bulan bersinar terang. Menyinari sebagian daratan bumi, dengan hangatnya cahaya pucat yang ia berikan. Memperindah mantel gelap sang Dewi Malam, dengan cahayanya.

Desah angin pantai, bagai nyanyian tidur untuknya. Sayang sekali, sekarang ia belum ingin tidur. Ada beberapa hal yang menjanggal dibenaknnya, meminta untuk segera dijawab.

"WOY, LEMPAR CATATANNYA KESINI!"

"Hei, kau mau cari masalah denganku, Kiba?"

"Gaara itu ternyata galak ya?"

"Apa kau bilang?"

"Galak?"

"Awas kau, Sasori!"

"Bweeeek~!"

"Ck!"

Pemuda itu mendecak kesal, karna suasana indahnya dihancurkan oleh suara cempreng milik Kiba, dan omelan maut Sasori, serta dengkuran keras dari Shikamaru. Membuatnya kesal, dan memilih untuk beranjak dari tempat itu, tanpa sepengetahuan teman-temannya—yang masih sibuk dengan aktivitas masing-masing.


~777~


Hembusan angin malam dan pucatnya cahaya sang rembulan, menemani sosok seorang gadis beriris biru safir dan bermahkota'kan helaian pirang indah, menghabiskan malam pertamanya di kota penuh kenangan itu, dalam diam.

Naruto memejamkan matanya perlahan. Menikmati sapuan angin, yang menghembuskan helaian pirangnya.

Suasana malam berbintang itu sepi. Yang ada hanyalah suara jangkrik, dan hembusan angin yang bertabrakan dengan rimbunnya pepohonan disekitar villa itu. Mengingatkan gadis itu, akan kesendiriannya selama ini. Hampa, namun berwarna… ironis bukan?

Seharusnya ia sekarang sudah tertidur pulas, bersama teman-teman perempuannya yang lain. Bergelut manja dalam hangatnya dekapan selimut putih, dan empuknya futon. Sayangnya gadis ini terbangun dari mimpi buruk, yang membuatnya tidak—belum—bisa kembali memejamkan kelopaknya untuk menikmati mimpi indah.

Lengan tsumugi putihnya, terlihat melayang-layang bertabrakan dengan arus angin, yang menerpa tubuhnya. Helaian pirang itu bergoyang—tersibak arus angin yang lewat. Membuatnya makin cantik, dan mempesona disaat yang bersamaan.

"Naruto?"

Gadis berambut pirang sepunggung itu menoleh, dan mendapati seseorang yang sangat ia kenal, berjalan menghampirinya.

"Sasuke?"

Pemuda bermarga Uchiha itu, lantas mendudukkan dirinya disamping sang gadis pujaan. Ikut menenggelamkan pikirannya dalam pelukan cahaya bulan. Sasuke memejamkan matanya sejenak, membiarkan angin malam membelai wajahnya perlahan.

Keheningan kembali melanda tempat itu. Tidak ada yang merubah posisi. Sasuke masih duduk tenang, disamping Naruto. Sedangkan gadis itu sendiri, ia menundukkan wajahnya sambil mengayun-ayunkan kedua kakinya. Tak menyadari adanya sepasang onyx yang melirik tingkahnya.

"Apa yang kau lakukan disini?"

Naruto mendongak, menatap sepasang onyx menawan Sasuke yang balas menatapnya. Gadis itu tersenyum pahit.

"Menurutmu?"

Sasuke mengedikkan bahunya tidak tau, "Mimpi buruk, mungkin."

"Hm,"

Jelas saja Sasuke mengernyitkan dahinya bingung. Dobe-nya yang ini, berbeda dengan Dobe-nya disaat setelah makan malam. Gadis itu… jadi lebih pendiam?

"Memangnya kau bermimpi apa?"

Naruto menghela nafas berat, membuat uap hangat disekitar wajahnya. Suhu malam hari di Nagoya cukup dingin rupanya.

"Aku… bermimpi… tentang sebuah perpisahan…"

Sasuke tersentak kaget, menatap Naruto lekat-lekat, yang dibalas dengan tatapan sayu sang Dobe tercinta.

"Aku bermimpi saat-saat kita akan berpisah…" gadis itu mencengkram lengan tsumugi-nya erat lalu berbisik kecil, "selamanya…"

"Apa maksudmu, heh?"

Naruto kembali menundukkan wajahnya, "Kau tau kan… didunia ini tak ada yang abadi… Dan kau pasti mengerti akan hal itu, Sasuke…"
Sasuke terdiam, mencerna setiap kalimat yang terucap oleh bibir mungil pujaannya itu.

"Aku mengerti."

Naruto mendongak, lalu tersenyum manis pada Sasuke. Ah, ingin ia menceritakan mimpi yang ia alami. Ia tau, bahwa kini ia hanya mampu bertahan, tanpa bisa melawan penyakit yang ia rahasiakan selama ini. Walau bagaimana pun, ia hanya bisa menunggu… dan ia merasa, mimpi yang ia alami tadi, hanyalah kilas dari masa depan yang akan ia terima.

Gadis itu ingin berteriak, tapi tenggorokannya tercekat oleh semua kebohongan yang ia buat. Ingin ia menangis, tapi tak sanggup melihat orang yang ia cintai menangis melihatnya. Bukan sekedar tangis… ia menderita dengan semua kebohongan ini.

"Aku mencintaimu,"

Deg!
Detak jantungnya seakan berhenti sesaat. Menoleh dengan gerakan patah-patah pada Sasuke, yang menatapnya dengan penuh kepastian. Seuntai kalimat kembali terucap dibibir itu.

"Aku mencintaimu, dan aku berjanji tak akan meninggalkanmu. Asal kau berjanji, takkan meninggalkan ku lebih dulu…"

Naruto terdiam seribu bahasa. Gadis itu terdiam mematung, menatap Sasuke. Pipinya terasa panas terbakar—dan benar adanya, rona merah itu menyembul keluar dari balik kulitnya yang mulus.

Tanpa tahu perasaan Naruto yang sebenarnya, pemuda berambut raven itu menempelkan keningnya dengan kening gadis cantik itu. Naruto merasa paru-parunya tak bekerja dengan baik. Nafasnya tercekat. Tindakan Sasuke yang tiba-tiba membuat wajahnya makin memerah.

"Kau tau, seberapa besar aku mencintaimu 'kan?"

Jauh di lubuk hatinya, gadis itu melonjak-lonjak kegirangan. Entah karna apa… atau mungkin, karna ia mulai mencintai Sasuke? Rasanya hangat, dan membuatnya selalu ingin tersenyum. Rasa yang sama, saat ia jatuh cinta pada Gaara.

Beribu pertanyaan jatuh beterbangan dibenaknya. Sejak kapan ia suka dengan pemuda itu? Sejak kapan perasaan hangat ini ada? Sejak kapan, semua perasaannya pada Gaara menghilang? Geez, apa benar ia menyukai Sasuke, karna pemuda itu selalu ada di hari-hari hampanya? Benarkah ia menyukai Sasuke, karna adanya pemuda itu saat ia sedang terpuruk? Oke, rupanya ia mulai menyukai pemuda ini.

Jemari kekar milik Sasuke menggenggam lembut, jemari lentik milik Naruto. Menggenggam dan meletakkannya didadanya yang bidang. Tahukah ia kalau perasaan gadis itu benar-benar sudah mati rasa, menghadapi tingkahnya yang kelewat limit? Ah, mungkin tidak terlalu… atau hanya gadis ini yang berlebihan, karna perasaannya yang mengatakan bahwa ia menyukai seorang Uchiha Sasuke? Let's we see…

"Rasakan, Dobe…" pemuda itu terdiam, menarik nafas. "Apa kau… bisa merasakan detak jantungku?"

Naruto diam. Merasakan getaran demi getaran yang merangsang saraf sensoriknya untuk men-transfer semua getaran itu menjadi sebuah kalimat pasti. Ia merasakan detak jantung Sasuke yang kelewat keras dan berdebar-debar.

"Ya,"

Sasuke tersenyum tipis, lalu memindahkan letak tangannya yang menggenggam tangan Naruto ke tengah-tengah dadanya. Seakan menunjukkan, bahwa disanalah semua perasaan tentang si gadis tersimpan.

"Sekarang, kau bisa merasakan perbedannya 'kan?" Naruto mengangguk ragu-ragu, "Kau bisa merasakan detak jantungku, tapi kau tidak bisa merasakan detak hatiku, yang terus-terusan berkata 'aku mencintaimu'."

Naruto mendongak—sesaat setelah ia melepaskan keningnya dari kening Sasuke—menatap onyx itu tak percaya. Oh, Kami-sama… Benarkah bahwa ia menyukai pemuda ini? Jantungnya berdetak tak karuan, membuatnya sesaak akan perasaan yang begitu memenuhi relung hatinya. Benarkah jika ia sedang jatuh cinta pada Sasuke? Pada 'rival' abadinya? Pada pemuda yang akan selalu mendekapnya, bila ia sedang bersedih? Pada pemuda yang selalu mengatakan, bahwa ia mencintainya—Naruto—? Pada seorang lelaki yang selalu mencoba menghiburnya, walau kadang sama sekali tak berpengaruh? Ah, mungkin benar ia jatuh cinta pada Sasuke.

"Aku ingin bertanya padamu, dobe…"

Gadis yang perasaannya sedang meluap-luap minta dibebaskan itu, hanya bisa terdiam, siap mendengarkan penuturan dari Sasuke. Walau sebenarnya ia sudah tau, kemana alur pembicaraan ini berjalan. Ini semua tentang perasaan keduanya. Akankah perasaan keduanya bisa tersampaikan?

"Aku… Apa kau… sekarang sudah bisa belajar mencint-!"

"Kau tak bertanya pun, aku sudah belajar mencintaimu, Teme…"

Sasuke terdiam mematung. Terpaku pada untaian kalimat jawaban dari Naruto. Onyx sekelam malam itu, menatap safir dihadapannya dengan tatapan tidak percaya.

"A-apa?"

Naruto tersenyum lembut, lalu mengecup sekilas bibir pemuda berambut raven itu. Sasuke tersentak, dengan kecupan manis dari Naruto. Betapa ia bisa merasakan jantungnya benar-benar behenti! Ini semua mengejutkan!

"Sudah jelas?"

Sasuke lagi-lagi diam, seraya mengusap bibir bekas kecupan singkat itu, pelan. Seakan tak percaya dengan kenyataan yang baru ia hadapi.

"A-aku… masih… belum mengerti… Kenapa kau?"

Gadis bertubuh mungil itu menghela nafasnya pelan, seblum membingkai wajah Sasuke dengan kedua telapak tangannya. Mendekatkan wajahnya dan Sasuke, sehingga masing-masing dapat merasakan helaan nafas dari lawan bicara.

"Kau itu benar-benar menyebalkan, ya?" ucap Naruto tepat didepan wajah Sasuke. Ah, pemuda ini seperti mabuk dengan wewangian tubuh Naruto yang menguar begitu saja, saat mereka berdekatan seperti ini.

"Apa?"

"Kalau aku bilang 'sudah bisa belajar mencintaimu' berarti secara tidak langsung, aku menyatakan perasaan ku padamu, baka Teme!"

Ah, lihat wajah pemuda ini! Berbinar penuh kebahagiaan! Tentu saja… mana ada orang yang tidak senang, kalau orang yang disukai membalas perasaanmu, heh? Bayangkan saja…

"Apa suaraku sekecil it—!"

Grep!

Sepasang tangan kekar dibalut kinagashi hitam itu merengkuh si pemakai tsumugi putih, dalam dekapannya. Sasuke mengucap terima kasih berkali-kali, sambil terus mengecupi puncak kepala si gadis pujaan hatinya. Sedangkan Naruto sendiri, gadis itu hanya terkekeh geli dengan wajahnya yang memerah malu—atau senang?—melihat tingkah sang Uchiha bungsu yang kelewat out of character.

"Arigatou, Dobe!"

"Hahaha… iya, iya! Sudah, Teme!"

"Hn,"

Setelah puas mencium puncak kepala Naruto. Mereka terdiam lama, masih dengan posisi merengkuh dan direngkuh. Gadis berambut pirang itu bergelayut manja pada Sasuke. Lama ia menanti hari ini… lama ia menanti datangnya perasaan yang susah payah ia pelajari, hanya untuk pemuda yang selalu memberikannya kebahagiaan, sebelum kebahagiaannya sendiri…

"Aku tak menyangka kau akan cepat merubah perasaanmu padaku, Dobe…"

Naruto dengan seenaknya menyenderkan kepalanya pada dada bidang Sasuke yang lebar. Menyamankan diri disana, sebelum menyahut perkataan si bungsu Uchiha—rival abadinya ini.

"Cepat? Kukira ini terlalu lama bagimu!"

Sasuke lantas tersenyum kecut, "Lama atau tidak, kau membalas perasaanku kapan saja, itu terasa cepat bagiku, baka!"

Gadis itu tertawa pelan, "Kalau begitu, seharusnya aku tidak menjawab pertanyaanmu! Tunggu sepuluh tahun dulu, baru kuberi tahu! Hahaha…!"

"Hn,"

Suasana kembali hening. Malam yang semakin larut, tak menyurutkan keduanya untuk melepaskan rengkuhan itu, lalu beranjak tidur. Bagi keduanya, sampai pagi pun tak apa, asal tetap bersama.

Sasuke bagai seorang stalker yang tak henti-hentinya menatap wajah Naruto yang sekarang sedang berada dalam dekapan hangatnya. Seulas senyum tipis ia ukir di wajah tampannya. Dan sebuah pemikiran menjanggal jalam pikirnya. Ada yang lupa ia tanyakan!

Pemuda beriris onyx itu terdiam cukup lama sebelum bertanya,

"Dan… sekarang bagaimana?"

Naruto mengernyit bingung, lalu mendongakkan wajahnya—menatap Sasuke.

"Apanya yang 'bagaimana'?" tanya gadis itu balik, membuat Sasuke menghela nafas, lalu mengecup bibir ranum itu singkat. Ah, bahagianya ia telah memiliki Naruto, sebagai kekasihnya. Err… kekasih, atau belum?

"Bagaimana? Apa sekarang kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih, hm?"

Naruto terdiam menahan tawanya. Ckckck, hanya itukah yang ingin ditanyakan Sasuke? Resmi? Oh no!

Gadis berambut pirang itu terkekeh pelan, dan balas mengecup bibir Sasuke. Dengan ini, skor cium-mencium menjadi tidak adil! 2-1!

"Emm… sepertinya tidak!"

Sasuke mengernyit bingung, "Kenapa?"

"Karena, kau belum menyatakan cinta padaku!"

Sasuke menyeringai senang, "Bukannya aku sudah mengatakannya berkali-kali, heh?"

Naruto lantas menggeleng cepat, "Bukan yang itu, baka Teme! Tapi, 'menembak'!"

Sasuke tersenyum meremehkan, seraya menyentil kening Naruto yang tadi rambutnya tersibak olen angin malam.

"Aow! Apa-apa'an kau, kuso Teme?" seru gadis itu tak terima, sambil menutupi keningnya dengan kedua telapak tangan.

"Kau mau aku 'menembak'mu pakai apa, hm? Senapan angin? Barreta? Atau pakai meriam, sekalian?" balas Sasuke, seraya tersenyum jahil. Membuat Naruto menggembungkan pipinya, seperti ikan buntal.

"Gaaah~! Jangan permainkan aku, Teme!"

"Aku sedang tidak mempermainkan mu, Dobe…"

Naruto menyipitkan matanya tidak terima, "Tadi kau romantis sekali! Sekarang malah sangat menyebalkan! Kau ini apa-apa'an sih? Dasar berkepribadian ganda!" cerocos gadis itu kesal, lalu berbalik memunggungi Sasuke yang terkekeh pelan menghadapi sosok manusia manis yang ada dihadapannya.

"Kau marah, Dobe?"

"Tidak,"

"Lalu?"

"Hanya kesal, itu saja…"

Lagi-lagi Sasuke menyeringai senang mendengar kalimat itu. Ck, semenjak jatuh cinta dengan gadis ini, kepribadian seorang Uchiha Sasuke banyak berubah. Tak lain dan tak bukan, tertawanya ia saat bersama Naruto.

"Baiklah," Sasuke terdiam, lalu membalikkan tubuh mungil itu perlahan agar menghadapnya, "Ada yang ingin kukatakan padamu, Dobe."

"Hm?"

Pemuda itu menyeringai, sebelum berkata, "Be my girlfriend, Dobe?"

Naruto lantas tertawa pelan, lalu mencium bibir Sasuke—agak—lama. Mencoba menyalurkan hangatnya perasaan yang ia rasakan kini dengan kekasihnya sekarang. Membingkai wajah Sasuke dengan kedua telapak tangan miliknya, dan melepasnya saat ia kehabisan nafas.

Gadis manis beriris safir, dan berambut seindah mentari pagi itu tersenyum. Senyum manis, yang mampu meluluh-lantahkan semua dinding hati lelaki. Senyuman bak malaikat, yang sedang bersantai di singgasananya. Senyuman yang telah membuat ketiga pemuda tampan itu, menyerahkan seluruh perasaan padanya. Senyuman terindah yang pernah seorang Uchiha Sasuke lihat. Hanyalah senyuman Namikaze Naruto.

"Tanpa kau tanya pun, aku bersedia, Uchiha Sasuke…"

Well, inilah awal cerita romantis yang sebenarnya.


~777~

Walau mereka bagaikan Siang dan Malam…

Walau mereka bagai Anjing dan Kucing… Saling membenci, dan saling mencinta…

Walau banyak perbedaan diantara mereka

Mereka kan tetap saling membutuhkan…

Bagai Yin dan Yang, Langit dan Bumi, Matahari dan Bulan

Sepasang namun berbeda…

Sepasang dan saling melengkapi alur cerita yang tlah ditentukan…

Bersama walau sulit… Mereka kan tetap teguh…

Uchiha Sasuke, sang Winter Prince…

And

Namikaze Naruto, sang Summer Princess…

.

Saling menghangatkan, menyejukkan, mencintai, dan menemani…

.

~777~


.

Omake

.

Sepasang emerald itu terbelalak, dengan genangan air mata siap tumpah di kelopak matanya.

Tanpa sengaja, ia melihat adegan 'mesra' Sasuke dan Naruto yang telah resmi menjadi sepasang kekasih, saat ia sedang mencari toilet.

Bukannya toilet yang ia dapat, melainkan adegan 'mesra' nan menyakitkan yang ia dapat dari sana. Membuatnya harus menyeka air mata dan berkata tegas.

"Sasuke-kun mencintai Naruto dengan tulus. Tidak sepantasnya aku begini… Kau harus tegar, Sakura! Kau bisa! Kau pasti bisa mendapat yang lebih baik dari Sasuke! Yeah! Sakura bisa!"

Dan gadis itu berlalu pergi, sambil terus menyerukan kalimat-kalimat tadi. Keep fight, Sakuraaa~!

TBC


Whahahaha~ #tabok!#

Mi-chan minta maaf untuk keterlambatan fic ini! Karna Mi-chan lagi seneng"nya nulis fic genre Romance/Family, jadi terbengkalai deh fic ini… hehehe #nyengir innocent#

Yup! Terus, Mi-chan minta maaf kalau ada kata yang kurang berkenan dihati readers, dan kalau ada kesalahan dalam penulisan chapter kali ini, Mi-chan minta maaf! Secara Mi-chan juga manusia biasa—gudangnya penyesalan—hehe…

Dan yah~ Mungkin segitu dulu BACOT #lupakan kata-kata tak beroral ini# dari Mi-chan… Semoga readers sekalian mau memaklumi hal itu, jika seandainya banyak kesalahan dalam fic PENDEK ini.. hohoho

Nah~ Setelah ini~ Ayo kita bersama-sama membalas review~ Yeeeey~ Seperti biasa~ Dimulai dari yang paling bawah yaaak~


Balas Review On;

Yuchan desu; Hahahaha…! Alhamdulillah, ada readers yang suka dengan fic amburadul Mi-chan ini, hehe
Hum! Gag papa, kalo Yu-chan baru bisa review sekarang! Asalkan Yu-chan tetep baca fic Mi-chan ini! Hehehe

Yup! Ini Mi-chan sudah apdet chapter 9 kok! Semoga suka, dan ditunggu chapter 10 nya yaaa~

Yashina Uzumaki; Hehehe… gomen, baru bisa apdet sekarang… #plak!# Maaf, akhir-akhir ini Mi-chan juga terena WB! Jadinya begini deh~ Kadang semangat ngetik, kadang juga enggak! Nasib… nasib… #pundung#
Gaara? Tadi kalau gag salah, Gaara-nya lagi ke toilet! #plak!# Enggak koq, mungkin chapter kemaren Gaara sebentar banget munculnya… dan sepertinya, chapter kali ini juga keluarnya sedikit! Hehe…

Yap! Untuk penyakit Naru apa'an… Sebaiknya jangan ditebak dulu… Kalau masalah penyakitnya kanker… Itu belum pasti… karna Mi-chan masih bingung dengan penyakit apa yang mau dipakai untuk alur cerita kedepan. Mungkin sebagian alur cerita yang Mi-chan pakai sudah pasaran… namanya juga first fanfic… masih nyolong sana kemari buat alurnya, hehe #malu beuuud~#

Hehe, lagi-lagi Permintaan Yas-chan belum bisa Mi kabulin… Maaf, ya… Tapi insyaAllah, nanti chapter 10 Mi-chan buat! Dan mungkin buat semua trio macan! Hehe. Ini sudah apdet, semoga suka dengan chapter kali ini~ Di baca dan di review lagi yaaak~

Shiho Nakahara; Yosh! Gag papa, imouto-chan~ Itu namanya cobaan seorang author yang baru ngapdet fic nya… #cobaan apa itu?# Ckckck
Yup! Makasih, udah ilang cerita Nee-chan keren~
Nah, untuk penyakit Naru… itu masih belom tau~ Hehe… Sama kayak fic Naka-chan yang sekuel Demi Nee-chan itu… kan belum tau Naru bakal mati atau enggak.. hehe
Jadi, dibaca dan di review yak~ Semoga suka dengan chapter kali ini! Jaa ne~

Cha the Princess from The Dark; #cengok liatin name imouto-chan# Kalau begini jadinya… Nee-chan manggilnya pake nama apa dong? Nisa-chan apa Cha-chan? Klo Cha-chan jadi mirip permen Cha-Cha itu… #plak!#
Iyakah? Bagus deh, klo imouto-chan suka dengan karakter Sasu-chan yang sengaja Nee-chan OUT dari karakter aslinya… hehe
Humm… Cuma bikin senyum yak? Tapi gag papalah.. asal bikin yang lain seneng aja, udah jadi pahala… #cute smile# #readers muntah ditempat#
Iya, insyaAllah Nee-chan gag bakal lama-lama koq ujiannya! Paling Cuma seminggu buat ujian sekolah, sama 4 hari buat ujian nasional~ #plak!#
Alhamdulillah~ Imouto-ku tercinta~ Makasih udah bikin Nee-chan jadi Author terfavorit kamu~ Dan semoga suka dengan chapter kali ini yak! Jaa ne, imouto-chaaan~

Sun setsuna; Iya, gag papa koq… Mi-chan gag bakal bunuh diri juga, klo Sun-chan gag ngereview… ;) #maksud?#
Lha? Sun-chan gag tau klo Saso-chan emang ketularan Sasu-chan dari awal? Beh~ Berarti Sun-chan gag menyimak alur cerita bener-bener nih~ hehe
He-eh… romance chapter kemaren saa chapter kemaren emang romance nya belom keliatan… tapi yah~ mungkin chapter depan udah keliatan! Ehehe… Yup! Doushimashite~ Baca sama review lagi ya Sun-chaaan~ XD

Kazuki NightNatsu; Lucu, ya? Bagus deh… hehe… Notebook Gaa-chan itu isinya ya itu… judulnya aja begini 'CATATAN TENTANG NARU-CHAN' so pasti tau maksudnya kan? #towel" Zuki-chan# hehe

Klo masalah yang itu mah.. Mi-chan udah lupa… yah, gag lupa-lupa banget sih… Karna masih ada beberapa orang yang komplain ke PM Mi-chan gara" 'dia' yang bikin masalah… jadi Mi-chan yang kena sasaran pertanyaan orang-orang yang liat dan baca fic plagiat itu… hehe… But, gag papa koq, itu malah menunjukkan, klo di FNI itu saingan bener-bener kuat! Hehe… Yap! Iya dong~ Fic ini harus tetap lanjut, tanpa maupun ada itu fic plagiat! Karna ini fic kesayangan Mi-chan~ Hehe
Nah~ Semoga suka ya, dengan chapter kali ini! Memang terkesan pendek, tapi semoga mau tetep baca dan review~ Arigatou gozaimasu, Zuki-chaaan~

CCloveRuki; Sasuke sama Sasori itu lagi ngintip sama nguping Bby-chaan~ Hehe! Mereka memang diluar dugaan! #ya iyalah! Wong Authornya elu!# hehe
Konyol yak? Hehe Makasih~

Hum… begitu ya.. Tapi saran dari Bby-chan memang bener… Gag ada gunanya juga Mi-chan ngeladenin junk fic kyak gitu~ Hehe…
Ini sudah apdet koq~ Dibaca dan di review lagi yak~ Jangan bosen! XD

Dinda Aulia; Maaf ya… lagi-lagi gag bisa memenuhi permintaan readers yang baca… Romance chapter kemaren sama chapter ini emang gag ada romance nya… full humor #bener humor gag sih ini?# Hehe… jadi semoga suka dengan chapter pendek buanget fic Mi-chan ini… hehe
Sasuke mah emang begitu adanya… Sakit gag sakit… bikin perut melilit… hehe
Yup! Mi kan selalu semangat ngapdet fic! Ini sudah apdet~ Semoga suka yaaa~ Baca dan review lagi~~

Aigaara; Comot? Ai-chan kira, Sasu permen kapas apa? Maen comot katanya… Wkwkwk.. Kan diperkenalan tokoh ada kata-kata begini… 'Mau melakukan apa aja buat si Dobe tercitah!' Yah, mungkin ada penambahan beberapa kata… Tapi kyaknya Mi emang nulis begitu… hehe
Jiaaah~ Jadi Sasuke Cuma keren di chapter 4 aja? Wkwkwk, kasihan deh lu Sasu-chaaan~ #Sasuke pundung#
Hehe… ini sudah apdet chapter 9 koq~ Semoga suka yak~ Baca dan review lagi~

Ren-Mi3 NoVantA; Iya dong~ Ren-kunchan kan langka namanya~ #tabok# Iya dong~ Sasuke harus NISTA disini~ #dendam amat, bu…# Hu-um! Mi-chan dendam kesumat sama Sasuke kran dia telah selingkuh dari Naru-nee! #baca fic karya Shiro si Anjing putih# Dijamin bakal nangin kalo baca ntu fic… hiks… Awas kau Sasuke pantat AYAAAAM! #plak!# Oke, balik ke dunia nyata~
Yosh! Mi akan selalu semangat~ Kalau begitu, biar tambah semangat, Ren-kunchan baca dan review lagi yaaak~ Hehe Semoga gag bosen sama alur ceritanya~ Jaa ne~

NaruDobe Lista-chan; Gyahahaha~ Mi juga gag bisa ngebayangin gimana wujudnya Sasuke! Hahaha
Ho'oh! Karma tuh, gara" nyontek catetannya Gaara~ Kaciaaaan~
Hie? Selama itukah Mi-chan kagak apdet-apdet? #cengok# Maafkan Mi, udah lama gag apdet-apdet, dan sekarang apdet, malah chapnya pendek banget! Gomen, Lista-chan! DX

Sasuke gag akan di Bully koq… Cuma disiksa… #apa bedanya coba?# Ckckck… Dan ditunggu ya~ Dandanan IMUT versi Sasuke si IBU TIRI! Wkakakakak! Mi-chan udah apdet nih~ Dibaca da direview lagi yaaa~ Jaa ne~ XD

Yuna Claire Vessalius Kusanagi; Bukan kita aja Jack-chaaan~ Rata-rata Author FFN anak dibawah umur… alias masih anak sekolahan! Jadi kita senasib dengan author lainnya yang masih sekolah~ Hehehe
Wkwkwk… Hebat kan? Mi-chan gitu loh~ #narsis mode on# Kok gitu? Entahlah… Mi juga gag ngerti kenapa mereka bisa cocok begitu… Wkwkwk
#kaget# Jack-chan jangan tereak begitu! Bikin kaget aja… ==" Iya, amin… mudahan Mi-chan bisa lulus dengan nilai yang baik, terus masih diberi kesempatan hidup dan bisa melanjutkan fic-fic Mi-chan yang terlantar ini~ #plak!# Hehehe
Hum! Mereka mah emang ketularan LOLA Naru-chan dari awal.. Ckckck.. Yap! Ini sudah apdet… maaf kalau pendek dan lain-lain! Tapi semoga suka dan baca sama review lagi yaaa~ XD

End Of Balas Review


Jiahahahaha… Alhamdulillah ternyata masih banyak yang suka dengan fic Mi-chan ini! Hehehe

Nah, sekian dulu dari Mi-chan… Semoga suka dengan chapter kali ini yak~ Arigatou Gozaimasu, minnaaaaaa~! XDD

Be My Reviewer? ;3