Penitipan anak Lee Chaolan
A tekken fanfic
Chapter 2 : tragedi rambut putih
Ichigo : hola!ichi kembali dengan chapter 2!tadinya fic ini emang mau dibuat oneshot,tapi….karena ichi puny ide lain makanya dilanjutin deeh..
Disclaimer : tekken punya namco,kalo punya ichi tekken bakal jadi game romance,bukan game fighting.
A/n : 1. Gaje,garing,ooc banget!
2. disini beberapa tekken chara akan 'disusutkan' umurnya demi kepentingan berjalannya fic ini.
Okay,enjoy the second chapter! ^ ^
Lee PoV
Hai pembaca sekalian…kalian pasti kangen sama gue..secara tampang gue tampang yang bikin kangen,hehehe…
Oooahhhm…..ngomong-ngomong gue lagi ngantuk banget nih,maklum,semalem abis nonton bola sampe pagi,jadinya sekarang ngantuk begini deh..mana AC dari kamar gue sejuk banget lagi..jadi makin ngantuk deh,oaahhhmm….
Kayaknya nggak apa-apa deh kalo gue tidur sebentar,toh anak-anak juga lagi pada anteng mainnya,oke pembaca,gue tidur dulu yaa..oyasuminasai..
Normal PoV
Di ruang bermain,Asuka lagi ngeliatin mainan-mainannya dengan tampang kesel "aduuuuh…..aku boseeen.." keluhnya panjang "iya,aku juga bosen main masak-masakan terus" sahut Julia yang disambut anggukan Lili,"aku juga bosen mukulin Jin terus.." Hwoarang ikut-ikutan nimbrung."gyaaa…jangan pukulin aku lagi,hwoo…"jerit Jin keras sambil berusaha menangkis pukulan Hwoarang."heei..udah dong Hwo,kan kasian Jin nii san…" pinta Asuka,"oh..iya deh,iyaa.." sahut Hwoarang kecewa karena tidak bisa memukuli musuh bebuyutannya itu lagi.
"terus kita ngapain dong?" Tanya Lili,"gimana kalo menggambar?" usul Julia sambil menunjuk tumpukan kertas polos dan krayon yang berada di atas meja,"nggak ah,gambarku jelek,nanti apa kata Hwo?" komentar Asuka sambil geleng-geleng kepala."kataku?ya jelek!" sahut Hwoarang tanpa perasaan."err..baiklah..gimana kalo bikin origami?" kali ini Lili yang ngasih usul "ayo,ayo!" sambut Asuka yang sempet pundung sesaat tadi dengan semangat "ajarin aku bikin bangau dari kertas yaa…" tambahnya,"oke! jawab Lili.
15 menit kemudian..
"yaaah….kok ekor bangaunya lebih gede dari kepalanya…?" komentar Asuka sambil ngacungin bangau kertas yang dia buat,"itu masih bagus..coba liat buatan Jin" tukas Jin sambil ngasih unjuk bangau kertasnya yang udah robek jadi lima bagian,"…" Asuka nggak ngasih komentar apa-apa .
"waah..bangau buatan Lili bagus deh!" puji Julia "terima kasih,buatan Julia juga bagus" jawab Lili sopan,"huh!aku nggak mau lagi!" komentar Hwoarang sambil ngebuang gumpalan kertas yang udah nggak karu-karuan bentuknya.
"eh, kayaknya ada yang kurang deh..?" tiba-tiba Jin menyadari kalau ada yang kurang dari mereka,'tapi siapa yaa..?' pikirnya,anak berambut unik itu langsung mengecek teman-temannya,Asuka,ada..Hwoarang,so pasti ada,kan dia eksis! Julia,Lili,cek! 'terus siapa yang nggak ada?' gumam Jin sambil pasang pose mikir "oh iya!Xiao!Xiao dimana ya?" Tanya Jin setelah menyadari Xiaoyu nggak ada diantara mereka."eh iya,dimana Xiao?"Julia ikutan nanya "lha,itu Xiao..masa' Xiao segede gitu nggak keliatan sih?" tunjuk Hwoarang ke sudut ruangan,anak-anak menghampiri Xiao yang lagi anteng itu,"Xiao?" panggil Jin "kamu lagi ngapain?"
Xiao yang dipanggil menoleh,"eh temen-temen,ada apa sih?kok heboh amat?" Tanya bocah cina itu sambil tersenyum lebar,memamerkan gigi-gigi susunya yang baru tumbuh,"nggak ada apa-apa sih..tapi kamu lagi ngapain disini?" Tanya Asuka,"oh aku lagi baca buku dongeng sambil makan permen,kalian mau?" tawar Xiaoyu seraya mengasurkan beberapa batang lollipop warna-warni. "mauuu!" sorak anak-anak lainnya dengan semangat.
"yum!maniis!" komentar Jin sambil mengulum lolipopnya,"makasih Xiao" ucap Lili,Asuka dan Julia,Hwoarang hanya diam sambil menikmati permennya,akhirnya tuh anak anteng juga..
"aku beli permen ini pake uangku sendiri lho!" seru Xiaoyu bangga "hmm..kamu dapat uang darimana?"Tanya Julia penasaran "aku bantuin kakek cabut uban,terus aku dikasih uang,terus uangnya aku beliin permen deh.." jelas Xiaoyu panjang lebar.
"aku juga mau punya uang sendiri.."keluh Jin "kalo gitu bantuin papa mama Jin cabut uban aja.." usul Xiaoyu,Jin menggeleng,"papa sama mama rambutnya masih item semua,nggak ada ubannya.." "iya,mama-papaku juga.."timpal Asuka "daddy juga nggak ada ubannya.." sahut Lili "apalagi mamaku" tambah Julia "berarti Cuma aku dong yang orangtuanya beruban,hahaha.."Hwoarang heboh sendiri,yup!bapaknya yang master taekwon do itu kan rambutnya udah putih semua.
"huu…Hwo curang!Hwo curang!" protes anak-anak lainnya,"eh aku tau!gimana kalo kita bantuin oom chaolan cabutin ubannya?" tiba-tiba Xiaoyu punya ide "bener juga tuh,siapa tau kita dikasih es krim?" tambah Asuka."setuju,setuju!" sorak Jin girang "tapi oom Chaolan mana yaa..?daritadi nggak keliatan.." Tanya Lili,"ayo kita cari!" ajak anak-anak itu mulai berkeliling rumah untuk mencari Lee.
"Nah,tu dia oom Chaolan!" seru Jin "sst..oom Chaolan lagi tidur..jangan berisik Jin.." celetuk Xiaoyu sambil menempelkan telunjuk ke bibirnya "ups!maaf..","yuk kita cabutin ubannya" pinta anak cina itu sambil mulai mencabuti rambut Lee sehelai demi sehelai "okay!" seru anak-anak lain semangat seraya menirukan apa yang Xiaoyu lakukan.
"hei Jin,mau aku kasih tau cara cepet buat nyabutin uban nggak?" tawar Hwoarang sambil pasang senyum iblis,"gimana caranya?" Tanya Jin polos "pake ini ajaa!" seru Hwoarang sambil ngeluarin gunting rumput yang ia ambil entah darimana."ide bagus tuh!Hwo pinter deh!" puji Jin yang langsung menarik segenggam rambut Lee dan mengguntingnya dengan gunting rumput tadi,KRESS! Dengan sukses rambut Lee jadi bondol setengah sekarang,"hore!aku dapet banyak!" seru Jin girang sambil memamerkan rambut di genggamannya.
"Xiao juga mau pinjem guntingnya dong!" pinta Xiaoyu yang langsung menerima gunting rumput nista itu dari tangan Jin,"kata kakek kalo cabut uban harus sampe akarnya,jadi.." Xiaoyu menggumam-gumam nggak jelas,lalu dengan hati-hati Xiaoyu menggunting sejumput rambut belakang Lee hingga BOTAK! Hahaha..(ichi ketawa guling-guling)
"temen-temen,kayaknya udah cukup deh..main lagi yuk" ucapan Julia barusan mengakhiri perbuatan nista anak-anak itu,dengan riang gembira mereka kembali ke ruang bermain,sedangkan Lee masih tidur dengan damai,emang dasar kebo tuh orang! Tapi setelah siang akhirnya Lee terbangun juga dari hibernasinya..
Lee PoV
Halo pembaca,maap ya tadi gue tinggal tidur..haduh,seger banget abis tidur barusan,sekarang waktunya buat masak makan siang deh!
Eh,tapi kok kayaknya ada yang aneh deh di kepala gue..kepala gue rasanya adem-adem gitu..tapi Cuma perasaan gue aja kali ya..be te we,ada kaca gede di depan kamar gue,dan tiap gue keluar kamar gue pasti menyempatkan diri buat ngaca disana,siapa tau muka gue tambah ganteng gitu..tapi kali ini beda,yang gue liat adalah sosok cowo' dengan gaya rambut 'ajaib',rambut sebelah kiri bondol,sebelah kanan sampai bagian belakang gue nyaris botak "AAAARGHHH!RAMBUT GUEEE!"jerit gue sekenceng-kencengnya.
Dengan tampang horror gue belari ke ruang bermain anak-anak,ini pasti kerjaan mereka!dan bener aja,ada banyak helaian rambut di ruangan itu,gue mengambil beberapa helai dan menunjukkannya pada mereka "apa maksudnya ini…?" desis gue,"oh,kita mau bantuin oom chaolan cabutin uban" ujar Xiaoyu bangga "kita baik kan oom..?" tambah Hwoarang sambil senyum-senyum iblis,"oh,baik,kalian baik banget.."ucap gue yang mukanya tambah horror "sebagai hadiah kebaikan kalian,makan siang hari ini menunya spesial lho,hehehe.." tambah gue diakhiri dengan ketawa psycho "asik,asik!apa menunya oom?" sorak Jin girang "menunya…paprika,brokoli dan wortel!" jawab gue sambil melotot ke anak-anak itu.
"AAAH! NGGAK MAAAUU!"
-TAMAT-
Ichigo : hahahahahahahahahaha…XDD
Lee : berisik lu! *ngelempar sandal jepit* duh,rambut gue..T.T
Ichigo : hehehehe…ada tuyul nggak jadi,botaknya Cuma setengah,hehehe…
Lee : berisik!sebagai gantinya rambut lu harus gue gundulin!
Ichigo : dih,ogah! Ichi aja udah susah payah manjangin rambut,sekarang malah mau digundulin,nehi ah,nehi!
Lee : pokoknya haruuus! *ngacungin gunting rumput*
Ichigo : serem iih…daripada ichi digundulin,mendingan kabur deh..bye pembaca! *kabur*
Lee : woi! Jangan kabur loe! *ngejar ichi*
Jin : err….akhir kata,tolong di review ya,pembaca..:D
