Penitipan Anak Lee Chaolan chapter 4, A Tekken Fanfic
Chapter 4 : Tamu berbahaya!
Disclaimer : Tekken bukan punya Ichi... tekken itu punya Namco.
a/n :
gaje, garing, silahkan siapin tomat untuk dilempar ke authornya
Di fic ini beberapa Tekken chara akan 'disusutkan'umurnya demi kelancaran jalanya cerita, harap maklum.
Yoooosh! Chapter 4 di-update! Mari membaca... :D
Hola pembaca sekalian! Ketemu lagi dengan Lee chaolan! Tokoh utama fic ini yang tampangnya makin tampan saja dari waktu ke waktu...
oh iya pembaca jangan kaget ya ngeliat gue lagi masak pake celemek bentuk hati warna pink, yah mau gimana lagi... ini celemek warisan dari emak gue tercinta sih.. jadi ya harus gue pake dong! Hehehe...
daripada pembaca sekalian ngerecokin gue masak disini mendingan tunggu masakannya mateng di ruang bermain anak-anak ... gih sono pergi! Hus! Hus!
Normal PoV
"eh temen-temen, kita main apa nih sekarang?" tanya Asuka.
"gimana kalo main detektif-detektifan? Ceritanya aku bunuh Jin, terus kalian ngejar aku, gimana?" usul Hwoarang dengan cengiran yang mencurigakan (?)
"kenapa selalu aku yang jadi korban?" keluh Jin.
"soalnya muka Jin kelitan pengen disiksa terus sih... aku jadi mau menyiksa Jin terus deh, hahahaha..." jawab Hwoarang yang diakhiri dengan tawa bak psikopat handal.
"belajar darimana dia cara tertawa seperti itu?" pikir Lili dan Julia sambil Swt.
"kereeen... Hwo benar-benar kereeen..." pikir Asuka dengan mata berbinar-binar.
Sementara Jin dan Xiaoyu? Mereka ngumpet dikolong meja gara-gara takut sama suara ketawa Hwo yang mirip kuntilanak kejepit pintu itu.
"err... yaudah, kita main petak umpet aja yuk.." usul Julia.
"ayo! Ayo!" sambut Asuka, Lili dan Xiaoyu semangat.
Setelah hom pim pah akhirnya diputuskan Hwoarang akan mencari duluan.
"sudah beluuuum...?" tanya Hwoarang sambil nutup matanya.
"beluuuum." balas teman-temanya yang lain.
"sudah beluuuum...?" tanya Hwoarang beberapa menit kemudian, tidak ada jawaban. Berarti sudah waktunya Hwoarang BERAKSI! *insert lagu kotak disini*
pertama-tama ia mencari ke kolong-kolong meja dan... ketemu! Xiaoyu lagi asik ngumpet sambil makan permen di kolong meja.
"Xiao! Ketemu!" seru Hwoarang girang, Xiaoyu cuma mendengus kesel karena dia ketemu duluan berarti harus jadi pencari di giliran berikutnya.
Hwoarang mulai berkeliling lagi, dia mencari di kamar tamu Lee, dahi Hwoarang berkerut saat melihat gorden kamar Lee yang tiba-tiba ada kakinya. Dengan mengendap-endap ia membuka gorden itu.
"aha! Jin, ketemu!" soraknya sambil ketawa-tawa.
"yaah.. ketauan deh.." keluh Jin sambil berjalan kembali ke ruang bermain.
Sementara itu Hwoarang sadar kalo guling di tempat tidur Kee daritadi gerak-gerak trus, langsung aja dia buka selimut yang nutupin 'guling'tersebut, ternyata Julia yang berada dibalik selimut itu.
"hehehehe... Julia ketemu!" tawa Hwoarang.
"tinggal siapa aja yang belum ketemu, Hwo?" tanya Julia kalem.
"tinggal Lili sama Asuka." jawab Hwoarang sambil melenggang keluar dari kamar tamu Oom Chaolan.
Hwoarang lalu mencari di lantai dua, tanpa disangka-sangka Asuka tidak sedang bersembunyi melainkan sedang memperhatikan sesuatu dari jendela lantai dua.
"Asuka kete..." teriakan Hwoarang tak terselesaikan karena Asuka buru-buru menutup mulut Hwoarang terlebih dulu.
"ssst... Hwo, jangan berisik! Coba lihat! Ada orang aneh yang ngintip-ngintip kesini." lapor Asuka sambil menunjuk aja, ada tante-tante berambut pendek yang sedang asik mengintip-intip rumah Lee.
"jangan-jangan itu maling!" tebak Hwoarang.
"mana ada maling siang-siang Hwoo..." sahut Asuka.
"bener juga.. lagipula apa yang mau diambil di rumah macam ini?" ucap Hwoarang tanpa rasa bersalah sama sekali.
"sudahlah,ayo kita balik ke ruang main, setelah itu kita pikirkan lagi masalah ini." lanjut Hwoarang dengan gayanya yang sok tua.
-ruang bermain-
"apa? Ada orang aneh diluar?" tanya Julia dengan tampang heran.
"iya! Kayaknya dia tante-tante penculik yang mau menculik kita!" seru Hwoarang melebih-lebihkan.
"Xiao takut, Jiiin..." Xiaoyu langsung nempel ke Jin yang kayanya juga ketakutan.
"jahaaat! Masa' nggak ada yang nyari aku sih? Udah setengah jam aku ngumpet dikamar mandi, tapi Hwo nggak juga nyari aku... jahaaat!" Lili dateng sambil nangis-nangis.
"ups... maap, aku lupa nyari kamu dulu.. abisnya ada tante-tante aneh yang ngintip-ngintip kesini.." sahut Hwoarang, lalu ia menceritakan duduk permasalahanya.
"hah? Penculik? Kalo gitu lebih baik kita lapor ke Oom Chaolan." usul Lili -setelah nggak nagis lagi-
"jangan! Oom chaolan kan berlebihan, nanti dia panik lagi... bisa gawat urusanya." larang Hwoarang tanpa sadar kalo dia lebih berlebihan daripada Lee.
"kalo gitu gimana dong?" tanya Asuka.
"begini... aku punya rencana..." sahut Hwoarang sambil mencaritakan rencananya.
"Xiao, Jin, tante-tante itu masih ada disana?" tanya Hwoarang melalui walkie-talkie maenan.
"iya." sahut Jin lewat walkie-talkienya.
"bagus, ayo jalankan rencananya!" seru Hwoarang.
"kata Hwo, ayo jalankan rencananya... ayo Xiao!" tukas Jin, Xiaoyu mengangguk mantap. Mereka lalu mendekati tante-tante berpakaian cina itu, dia sepertinya kaget karena tiba-tiba dideketin ama dua anak kecil.
"maaf, tante siapa ya? Mau nyari siapa?" tanya Xiaoyu
"eh... saya.." tante-tante itu ngejawab dengan terbata, mungkin saking syoknya karena tiba-tiba ditanya sama bocah kecil.
"tuh kan nggak bisa jawab! Berarti dia bener-bener penculik! Tolong! Tolooong!" jerit Jin keras.
"eeh, bukan! Saya bukan penculik! Sst.. ssst..." tante-tante penculik itu dengan panik menutup mulut Jin.
"aiya! Dia mau menculik Jin! Teman-temaan... tolooong!" kali ini Xiaoyu yang menjerit-jerit heboh.
Dengan sigap Lili, Asuka dan Julia keluar sambil bawa 'alat perang' masing-masing, Julia bawa stik golf Oom chaolan, Lili bawa sapu ijuk dan Asuka pake... err.. tangan kosong? Dasar klan Kazama...
mereka menyerbu tante-tante yang sekarang kelabakan itu, sementara Hwoarang hanya menonton dari dalem rumah sambil cengar-cengir.. benar-benar bos yang tidak patut dicontoh..
Lee PoV
yup! makan siang udah ditata dimeja semua.. sekarang tinggal manggil anak-anak deh! Eh, kok ruang bermainya sepi?
"Hwoarang, dimana yang lain? Kok cuma kamu sendiri?" tanya gue ke Hwoarang yang lagi cengar-cengir sendiri.
"mereka lagi membasmi kejahatan Oom." sahut Hwoarang santai.
"kejahatan?"
"iya, tadi ada tante-tante aneh yang mau nyulik Jin, tapi sekarang lagi dikeroyok sama Asuka, Julia dan Lili kok.. mereka hebat kan..." lapor Hwoarang bangga.
Gue cengo sesaat, hah? Jin diculik? Saat itu juga otak gue baru nyambung, cepet-cepet gue lari kepintu depan setelah ngambil tongkat baseball gue.
"wooi! Beraninya nyulik keponakan gue tersayaaang! Nggak akan gue biarkaaaaan!" seru gue kalap sambil narik tuh 'penculik'
"eeh?" sekali lagi gue cengo, gue kenal banget sama nih penculik, dia kan gebetan gue pa iron fist tournament, Anna williams!
"Chaolan? Selamatkan aku dari anak-anak tuyul ini!" jerit Anna yang tampangnya udah nggak karuan.
"h,hey.. nak-anak.. hentikan, tante ini bukan penculik, dia temen Oom.." jelas gue'
"jadi bukan penculik? Bukan maling?" tanya Asuka polos, padahal tadi dia yang paling semangat mukulin Anna.
"bukaan... ayo masuk, kamu juga Anna, pasti kamu syok kan?" tanya gue sambil mempersilahkan Anna masuk ke rumah gue, ia mengangguk lemah.
"jadi ada apa kamu dateng kesini? Kok tumben..." tanya gue sambil menyuap nasi plus sayuran, saat ini kami sedang makan siang bersama, dan Anna kayaknya udah nggak takut lagi sama anak-anak di rumah gue.
"kudengar dari Jun kamu buka penitipan anak, makanya aku dateng untuk melihat.. memangnya nggak boleh?" Anna balik nanya.
"ya boleh dong! Buat kamu,apa sih yang nggak?" yeah! Untuk yang pertama kalinya di fic ini.. skill gombal gue keluar!
"Oom.. ini pacar Oom ya..?" tanya Xiaoyu polos. Pertanyaan tanpa rasa bersalah yang langsung bikin gue salting, gue langsung gigit-gigit ujung meja saking saltingnya (?)
"bukan kok.. tante bukan pacarnya Oom chaolan." sanggah Anna sambil blushing.
"yaah... sayang yaa.." keluh Julia dan Lili.
"kan jarang-jarang ada orang yang mau sama Oom chaolan." lanjut Asuka, lagi-lagi tanpa rasa bersalah sama sekali. Gue langsung pundung dipojokan, ternyata ini yang dipikirkan anak-anak tentang gue.. sedih banget rasanya...
selesai makan siang anak-anak kembali bermain di ruangan mereka, sedangkan gue ngobrol-ngobrol sama Anna diruang tamu, dia bercerita panjang lebar, katanya setelah turnamen ada sutradara film yang berniat jadiin dia dan saudara perempuanya, Nina sebagai tokoh utama di filmnya, karena ada Nina, Anna setuju buat maen di pelem itu. Nah, karena shooting filmnya lagi break makanya Anna sempet kesini.
Pas lagi asik-asiknya ngobrol terdengarlah sebuah suara nan cempreng, siapa lagi kalo bukan Xiaoyu.
"Oom.. didepan ada tamu lagi." ucapnya.
"kayaknya mau nitipin anaknya juga deh Oom." lanjut Hwoarang sotoy.
Gue yang penasaran berjalan ke pintu depan dan membukanya. untuk yang kesekian kalinya di hari yang cerah ini gue kembali bercengo-ria saat melihat tamu gue itu, saudara perempuan Anna, Nina williams yang sedang menggandeng bocah kecil berambut blonde, persis warna rambutnya.
"hai Chaolan, kudengar kau membuka penitipan anak, bia kutitipkan Steve disini?" pinta Nina, seperti biasanya... to the point sekali dia.
"tentu saja, ayo masuk." jawab gue setelah kembali dari "dunia cengo" langsung aja gue anter Steve keruang bermain anak-anak.
"anak-anak.. ini Steve.. diajak maen yaa.." ucap gue ke anak-anak itu, mereka ngangguk-ngangguk.
Setelah itu gue buru-buru balik keruang tamu, bisa gawat kalo williams sister itu dibiarin berdua aja, bisa-bisa ruang tamu gue ancur nanti.
Tuh kaan... pas gue nyampe ruang tamu mereka bener-bener lagi perang mulut.
"siapa bilang aku tidak bisa mengurus anak, hah? Aku cuma sibuk sekali hari ini, hanya hari ini, kau tahu?" seru Nina dengan suara tinggi.
"tentu saja aku yang bilang tadi, memangnya kamu sudah tuli,Nina?" bales Anna dengan suara yang lebih tinggi.
"h,hei.. berhentilah kalian berdua.." cegah gue.
"DIAAM!" bentak mereka berdua kearah gue, gue mingkem aja deh.
"kau itu benar-benar membuatku muak!" keluh Nina sambil mengeluarkan granat tangan dari dalam tasnya.
"itu seharusnya kata-kataku!" sahut Anna seraya menggenggam bazooka yang muncul entah darimana.
"Wooow! Granat tangan beneran..." Hwoarang berdecak kagum.
"wooow.. Bazooka betulan.." Asuka nggak mau kalah.
"KEREEEN!" seru anak-anak itu kagum.
"ini bukan hal yang harus dikagumi!" jerit gue frustasi.
"kau benar-benar menyebalkan,Nina!" seru Anna sambil mulai membidik Nina, Ninapun nggak mau kalah, ia sudah membuak segel granatnya. Saat ini gue bener-bener panik.
"ANAK-ANAK! LARI! KELUAR! SEMBUNYII!" jerit gue.
"Oom.. jadi kita haus lari, keluar atau sembunyi? Lili bingung.." sempet-sempetnya Lili nanya disaat darurat begini.
"TIGA-TIGANYAA!" seru gue sambil menarik mereka keluar rumah.
Pas gue baru aja keluar dari halaman depan terdengarlah bunyi gemuruh yang besar, dan dalam waktu singkat rumah gue mulai roboh, hanya tersisa fondasinya aja sekarang. Anehnya disaat gue pengen nangis begini anak-anak malah pada ketawa sambil tepok tangan.
"wow! itu keren! Ayo ulangi lagi! Ulangi lagi!" seru Hwoarang heboh.
"Steve! Mamamu hebat! Bisa hancurin rumah, kereeen!" Asuka, Lili, Jin dan Xiaoyu malah muji-muji Steve dan mamanya.
"Oom.. sabar yaa.." hibur Julia, akhirnya ada juga yang peduli sama gue, gue ngangguk.
"terus... nanti malem gue tidur dimana...? besok gue tinggal dimana...?" ucap gue lirih sambil ngeliatin puing-puing rumah gue.
-TAMAT-
Ichigo : yaampun... williams sister itu bener-bener kereen...
Lee : keren dari hongkong! Gue tinggal dimana nih kalo gini...T.T
Ichigo : oh iya ya...
Lee : *pundung dipojokan*
Ichigo : yaah... kalo gitu nanti Ichi pikirin dulu deh... sabar dulu ya...
Lee : iya, hiks.. hiks.. T.T
Ichigo : baiklah pembaca... terima kasih sdh membaca fic ini.. kritik dan saran masih diterima dengan tangan terbuka, jadii...
Jin + Xiao +Hwo + Asuka + Julia + Steve + Lili : Review yaaaa...^ ^
