TaymingLEE

PRESENT

"Love Never Lies"

.

.

.

Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, and other cast

Warning : Genderswitch

Disclaimer : sungmin punya author, kyuhyun punya sungmin, and The story offcourse mine…no plagiarism

Rate : T

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Drama

WARNING : GS, TYPO

.

.

.

Chapter 3

CHUU..

tiba2 sebuah ciuman mendarat di bibir lembut sungmin, siapa lagi kalau bukan kyuhyun sebagai tersangka utama.

"cho kyuhyun imnida, aku calon suami Minnie.." jawab kyuhyun dengan senyum manis terukir di wajahnya.

"YA…APA-APAAN KAU CHO KYUHYUN, APA KAU CARI MATI HAAAA?" emosi sungmin benar-benar tidak bisa ditahan, Wajah lee sungmin merah padam entah itu merah karna marah atau merah karena menahan malu. Ryeowook hanya tercengang menyaksikan sahabatnya ini, dia tidak tau harus berkata apa.

"apa aku salah mencium calon istriku? " Tanya kyuhyun masih dengan tampang tak bersalahnya.

"calon istri? Minnie, kenapa kau tidak cerita pada ku kalau kau sudah punya tunangan..?" Tanya wookie penuh selidik.
"bukan begitu wookie, tapii…"ucap sungmin dengan nada merasa bersalah..

"ya sudah, pokoknya kau harus cerita kepadaku..tapi sekarang aku mau pergi dulu dengan yesung oppa..tu dia sudah menungguku..anyyeoooong" ucap wookie sambil berlari kearah kekasihnya.

Setelah di tinggal wookie suasana antara sungmin dan kyuhyun kembali canggung. Tidak ada yang yang berani untuk membuka suara duluan. Sampai akhirnya sungmin dengan santainya meninggalkan kyuhyun yang sedang sibuk dengan dirinya sendiri. Namun kepergian sungmin menyadarkan dirinya..

"Minnie kau mau kemana? Aku kan kesini mau menjemputmu.."panggil kyuhyun dengan nada yang dilembut-lembut kan. Seketika itu juga sungmin berhenti dan memalingkan wajahnya kea rah kyuhyun.

"kau memanggilku apa? Berani sekali kau..memang kau siapa,heh?"ucap sungmin dengan berapi-api.

"ah..kau terlalu serius Minnie, kajja kita pulang.."ucap kyuhyun dengan tampang polos pura-pura tidak terjadi apa-apa..lalu dia menarik tangan sungmin tanpa peduli dengan kemarahan sang pemilik tangan.

"nan shiroyo.."teriak sungmin lantang sambil melepaskan tangannya dari tangan pemuda itu. Sepertinya kyuhyun tidak kehabisan akal, 'kalau sungmin tidak mau maka aku akan memaksanya' batin kyuhyun. Kemudian kyuhyun berjalan menghampiri sungmin yang sedang berjalan …dengan pasti kyuhyun mengangkat tubuh mungil sungmin ala bridal style mengundang siapa saja yang melihatnya bertanya-tanya antara tatapan kagum, iri dan bahkan tidak suka. Terang saja diperlakukan seperti itu sungmin berontak, namun seberapa kuat sungmin berontak bertambah erat pula pelukan kyuhyun.

Kyuhyun menjatuhkan sungmin di jok mobilnya, dan tanpa menunggu lagi kyuhyunpun segera masuk ke dalam mobil itu. Kyuhyun memasangkan sitbelt kepada sungmin, merasakan saat ini sungmin sangat dekat dengannya, hanya berjarak beberapa senti, jantung kyuhyun pun berdetak dengan cepat menjauhi batas normal. Sedangkan sungmin hanya menatap kyuhyun dengan tatapan awas-kau-ya nya..

PLAAAAAK

Satu pukulan melayang ke kepala kyuhyun.

"wae? Kenapa kau memukulku?" Tanya kyuhyun kepada sungmin yang masih menatapnya dengan bringas.

PLAAAAAK

"YA…ahh jinja wanita ini cantik-cantik tapi .."ucap kyuhyun sambil memegangi kepalanya. Kyuhyun pun segera menghidupkan mesin mobilnya untuk menghindari pukulan berikutnya. Ketika sungmin bersiap dengan pukulan ketiganya, kyuhyun pun langsung menahan tangan sungmin dan membelaikan tangan yeoja itu ke pipinya..

"seharusnya kau melakukan ini, bukannya malah memukulku, aku ini kan calon suami mu" ucap kyuhyun dengan nada yang dibuat seimut mungkin..melihat hal itu emosi sungmin dan kembali meradang

"yaissshh..lepaskan! sekali lagi kau menyentuhku, jangan harap kau masih bisa tersenyum seperti sekarang."ancam sungmin seraya melepaskan tangannya dari kyuhyun

"siapa yang menyentuhmu? Dari tadi kau yang menyentuhku..ingat?"balas kyuhyun dengan nada menyindir. Melihat tangan sungmin berhenti, kyuhyun pun mengambil langkah aman..

"araso araso…aku akan diam,"jawaban kyuhyun mampu meredamkan amarah sungmin untuk sementara.

Mobil kyuhyun melaju dengan kecepatan normal di sebuah jalan yang jauh dari keramain kota seoul.

"ini bukan jalan kerumahku, apa kau mau menculikku?"Tanya sungmin dengan nada penuh selidik.

"aissh rencanaku sudah ketauan ya..? tapi aku sudah izin kok pada appa mu untuk menculikmu hari ini"jawab kyuhyun dengan candaan garingnya

'aisshh si tua Bangka itu lagi' batin sungmin.

"antarkan aku pulang sekarang juga cho kyuhyun!" titah sang ratu pun akhirnya keluar..namun, hal itu tidak menyurutkan niat kyuhyun.

"araso, kau akan ku antarkan pulang..tapi setelah aku mempelihatkan sesuatu padamu, setelah itu aku akan mengantarmu pulang aku janji..jadi, tetaplah duduk manis dan turuti keinginanku untuk kali ini saja..ara?" kyuhyun kembali menatap sungmin, sungmin terlihat sedang mempertimbangkan tawaran kyuhyun dan akhirnya..

"baiklah, tapi ingat ini hanya untuk terakhir kali..kau akan tau akibatnya kalau kau melanggar janjimu.."ancam sungmin sakartis..

Mendengar ucapan sungmin kyuhyun hanya bias tersenyum, seakan ia yakin bahwa sesuatu yang akan ditujukannya itu adalah hal yang bisa membuat sungmin luluh kepadanya..

Perlahan mobil yang di kendarai kyuhyun pun berhenti di sebuah perbukitan yang sepi..namun pemandangannya sangat indah, pemandangan yang mampu memukau siapa saja yang melihatnya..tak terkecuali sungmin, tapi apa istimewanya bagi kyuhyun?

"kajja, kita sudah sampai.."ucap kyuhyun sambil keluar dari mobi. Sementara sungmin masih terdiam di tempat duduknya tidak mengerti.

"kenapa diam saja? Ayo turun..ada yang ingin aku lihatkan kepadamu.."kyuhyun membuka pintu mobil dan menarik tangan sungmin agar segera keluar dari mobil.

"kenapa kau hobi sekali sih menarik tangan ku..kau pikir tangan ku tali?"bentak sungmin.

"mianhe, aku hanya tidak sabar ingin memperlihatkan sesuatu padamu.." ucap kyuhyun setengah cemberut..

"jangan sok imut di depanku..apa sebenarnya yang ingin kau perlihatkan padaku..cepatlah aku sudah capekk,.."ucap sungmin dengan nada tidak senang..ya yeoja itu sangat tidak tertarik dengan apa yang akan di perlihatkan calon tunangannya itu kepadanya.

"itu,….."

Sungmin pun menoleh melihat apa yang di tunjuk oleh namja didepannya itu..

Mata sungmin terbelalak melihat apa yang ditunjuk oleh kyuhyun, sesekali mata bulatnya itu mengerjap tak percaya,…

"jadi kau mengajakku ke pedesaan seperti ini hanya untuk memperlihatkan sebatang pohon pada ku?"Tanya sungmin dengan nada yang sangat kesal..

"iya..kau tidak ingat pohon itu?"Tanya kyuhyun dengan tampang tidak bersalahnya..

"cho kyuhyun kau mempermainkan ku ya..cuma gara-gara pohon ini kau menggangu tidur siang ku tau?" amarah sungmin sudah tak dapat di tahan lagi, yang ada dipikirannya saat ini adalah betapa anehnya namja yang ada didepannya saat ini, 'apa bagusnya sebatang pohon,? kalau hanya ingin melihat pohon di seoul juga banyak..kenapa harus jau-jauh ke pedalaman segala,? Dasar namja aneh..!'batin sungmin.

"ahh..aku rasa kau memang sudah melupakannya.."wajah namja itu tertunduk, jelas terlihat gurat kekecewaan di wajahya..

"eh..? apa maksudmu? Kennapa aku harus mengingat pohon itu?"pertanyaan beruntun itu keluar begitu saja dari mulut sexy [?] sungmin, dia akui bahwa dia mulai penasaran melihat raut wajah kyuhyun yang mulai tertekuk.

"ahh..sudah lah, kalau kau memang tidak ingat.. ayo ku antar pulang.."kyuhyun Nampak putus asa, ia segera berjan menuju mobil sport hitamnya meninggalkan sungmin yang masih berdiri tidak mengerti. Matanya kembali menatap pohon itu, 'memang ada apa dengan pohon itu? lagian apa hubungannya denganku? Kita kan baru kenal..hah sudahlah, aku tidak peduli, dia kan memang aneh..' sungmin kembali disibukkan dengan aktifitas berfikirnya, setelah sadar dari lamunanya, sungmin segera menyusul kyuhyun yang sudah berada di dalam mobil.

Selama perjalan pulang menuju seoul, suasana di dalam mobil terlihat sangat kaku, tidak ada percakapan yang terjadi antara mereka. Mereka disibukkan dengan pikiran masing-masing..

Setelah kyuhyun mengantar sungmin pulang, iapun segera menuju rumahnya..

Kyuhyun pov

Sebenarnya aku sudah menduga, sungmin tidak mungkin mengingat pohon itu lagi, pohon yang menjadi saksi bisu mengapa aku bisa mencintai gadis ini. Ya, mungkin baginya itu hanya kisah permainan anak kecil yang tidak perlu di ingat, tapi tidak bagiku,

Flashback..

Suatu hari di musim semi tahun 1994, pada saat itu aku baru berusia 6 tahun, usia yang bisa dibilang kecil untuk bisa mengerti arti kata cinta. Tapi tidak bagi ku, aku cho kyuhyun telah jatuh cinta pada yeoja yang telah mencuri permenku di bawah pohon itu. yeoja dengan mata bulat dengan dua gigi kelinci bersarang [?] dimulutnya. Saat itu keluarga ku sedang menghadiri sebuah undangan pesta ulang tahun anak rekan appa, begitu juga dengan yeoja itu, keluarga nya juga diundang dalam acara itu. selama acara berlangsung aku terus memperhattikan gadis mungil yang menyendiri itu, yeoja itu sedang menggenggam permen yang tadi ia curi dari ku, ah, betapa imutnya yeoja itu.

Setelah acara selesai aku kembali mencari yeoja imut itu, ingin sekali berteman dengannya. Aku berputar mengelilingi tempat taman taman yang ada di sekitar villa itu, benar saja aku menemukannya di bawah pohon itu lagi, dia hanya diam tanpa ekspresi. Tanpa pikir panjang aku pun menghampirinya. Ketika, jarak ku sudah dekat, yeoja itu sedikit melangkah kearah ku dan menyerahkan permen yang dia curi tadi.

"eh? Kenapa kau memberinya padaku?" Tanya ku tidak mengerti, bukankah tadi dia telah mencurinya? Kenapa dikembalikan lagi?

"aku tidak menginginkannya, aku pikir kalau ku ambil permenmu kau akan menangis, ternyata tidak..huh.."jawabnya sedikit cemberut, bibirnya membentuk pout sangat imut..

"aku senang kau mengambil permen ku, jadi kita bisa menjadi teman. Cho kyuhyun imnida, nama mu siapa?"senyumku melebar berharap dia juga ingin berteman denganku. Yeoja itupun tersenyum. Dia tersenyum, ya tuhan aku seperti melayang. Aku tidak mengerti megapa anak umur 6 tahun bisa melayang hanya karna diberi senyuman oleh seorang gadis lucu..entahlah..

"lee sungmin imnida, aku menyukaimu cho kyuhyun, kau tau dari semua anak-anak yang ku kerjai tadi, hanya kau yang tidak menangis *sejak kapan my minimin jd evil gitu?*. Kau hebat!" kyuhyun yang mendengarnya pun langsung cengo..'heh? dia menyukai ku?/huaaaaa' batinku.

"benarkah kau menyukaiku?"tanya kyuhyun ragu-ragu..

"iya aku menyukaimu..saranghae cho kyuhyun..:D" jawab sungmin pasti. 'mwo? Saranghae? Apa dia bilang dia cinta pada ku'batinku kembali berteriak.

"benarkah?"tanyaku untuk memastikannya.

"iya, aku lee sungmin mencintai cho kyuhyun karna dia tidak pernah menangis. Saranghae"katanya penuh dengan senyuman.

Aku terdiam mendengarnya, belum sempat aku membalas pertanyaannya, tiba-tiba…

"Minnie…cepat kesini appa sudah menunggu..!" seorang yeoja yang sepertinya lebih tua dariku beberapa tahun berteriak memanggil sungmin. Sungmin langsung berlari menuju yeoja yang memanggilnya tadi tanpa menoleh kepada ku lagi.

Flashback end

Mulai saat itu aku berjanji pada diriku aku akan membalas pernyataan cintanya itu, hingga akhirnya aku mendengar kabar bahwa aku akan dijodohkan dengan putri relasi bisnis appa, tadinya aku menolak, tapi setelah tau siapa yeoja yang menjadi calon tunanganku itu aku langsung menerimanya.

Tapi, setelah aku bertemu dengannya, sepertinya dia sama sekali tak mengenalku. Segala perasaan sedih dan kecewa bercampur aduk dalam hatiku, tapi aku tidak akan menyerah, aku harus mengatakan kepadanya bahwa aku juga mencintainya. Terserah orang berkata kalau ini konyol, tapi hati manusia siapa yang tau?.

Kyuhyun pov end

Sungmin pov

Haaaah…pegal sekali tubuhku, rasanya ingin segera berbaring, tapi sepertinya tidak bisa karna onnie ku satu-satunya ini telah menarik ku terlebih dahulu ke kamarnya. Ada dua kemungkinan kenapa dia menarikku kekamarnya, satu..dia mau curhat tentang tunangan cinanya yang super cuek bebek, dua..dia mau menintrogasi ku karna aku yakin, dia pasti sudah mendengar kalau hari ini aku di jemput kyuhyun. Baiklah ayo kita dengar saja, sebenarnya apa yang akan di bicarakan oleh onnie ku ini..

"ada apa onnie, aku capek sekali ingin istirahat"kata ku sambil memegang leherku yang terasa mau copot.

"hankyung, ..dia akan membatalkan pertunangan kami..!"katanya sambil menunduk. aku melihat wajahnya, kali ini aku yakin heechul onnie sangat sedih, karna aku tau dia sangat mencintai tunangannya itu. meskipun mereka dijodohkan, tapi entah kenapa onnie jatuh cinta kepada namja cina yang super tidak peka itu. kenapa aku bilang tidak peka? Karena sudah satu setengah tahun masa perjodohan mereka, dia tidak juga sadar kalau heechul onnie mencintainya. Dan parahnya lagi, dia tidak pernah mempedulikan heechul onnie. Aku sangat kasihan padanya, tapi dia selalu berkata kalau dia baik-baik saja, padahal aku yakin dia sangat terluka dengan semua ini.

"ya sudah, kenapa kau masih mempertahankannya, masih banyak di luar sana namja yang mengejarmu, kenapa kau harus bertekuk lutut di depan namja itu."emosi ku selalu saja tidak bisa ditahan kalau mendengar heechul onnie terluka. Mungkin saat ini aku hanya memiliki dia sebagai seorang yang bisa disebut 'keluarga'.

"aku mencintainya lee sungmin, kau tidak akan mengerti karna kau belum pernah jatuh cinta.."ucap onnie ku dengan air mata berlinang d pelupuk matanya.

"kata siapa aku tidak pernah jatuh cinta, aku pernah jatuh cinta..tapi aku sudah melupakannya sekarang, itu adalah hal yang mudah bagi kuu."entahh apa yang ku bicarakan, tapi aku memang merasa pernah jatuh cinta, tapi kapan, dan dengan siapa aku benar-benar tidak ingat. Aneh? Memang..aku pun tidak mengerti dengan itu.

"kau jatuh cinta?pada siapa?kenapa aku tidak penah tau?"Tanya onnie ku, sepertinya pengakuan ku tadi membuat onnieku melupakan sejenak masalahnya. Se aneh itu kah kalau seorang lee sungmin pernah jatuh cinta?

"sudah ku katakan aku sudah melupakannya, bahkan siapa orangnya saja aku tidak ingat."jawab ku santai tak peduli.

"aku serius lee sungmin…"tampak nada penekannan dalam nada bicara heechul onnie, aku tau dia kesal denganku.

"sudah ah aku ingin tidur, akuu capek..lupakan lah namja cina itu..arraso?"aku berkata sambil berjalan meninggalkan kamar onnie ku. Sekilas aku melihatnya, sepertinya dia kembali murung. Hah..aku harus bagaimana agar kau bisa bahagia onnie..

TBC

Gamsahamnida, buat yang udah mau review ^_^
chapter selanjutnya bakal tergantung banget sama review kalian..
kalo ga ada yang review berarti ff ini ga layak buat di lanjutin huhuhu T_T