Mengintip Hinata
Fic ini menceritakan kegokilan antara Sakura dan Naruto ketika mengintip Hinata di onsen.
Selamat Membaca jangan lupa reviewnya.
Naruto Punya Tuan Masashi
Mengintip Hinata
Sore hari di Desa Konohagakure. Team Naruto yang terdiri dari Naruto, Sasuke dan Sakura sedang berjalan menuju rumah mereka masing-masing setelah selesai menjalankan misi kelas A.
"Ah, misi ini tak begitu sulit juga. Tapi jangan pernah anggap remeh musuh kita" Ucap Naruto
"Yah, walaupun Team kita adalah Team terkuat tapi jangan pernah remehkan musuh-musuh kita" Ucap Sasuke
"Kalian benar" Ucap Sakura
"Oh, ya. Sasuke, Sakura-san. Aku mau ke onsen dulu." Ucap Naruto
"Apa jangan-jangan kau akan mengintip Hinata?" Tanya Sakura pada Naruto
"Hehehehe… Itu Benar. Apa kalian mau ikut?" Tawar Naruto
"Tidak" Jawab Sasuke Dingin
"Ikut" Jawab Sakura
"Apa? Kau ingin mengintip Hinata, Sakura." Ujar Sasuke kaget mendengar ucapan Sakura.
"Ya, bagaimanapun juga aku menganggap Hinata adalah rival abadiku. Seperti kalian berdua." Ucap Sakura senang dengan rona merah di wajahnya.
"Ayo, Sakura-san. Kita pergi. Dan jangan lupa ya Sasuke. Kau yang melapor ke Nenek Hokage." Ucap Naruto. Lalu dia bersama Sakura pergi menuju onsen.
"Aku khawatir Sakura menduakan aku. Apa aku ikut mereka saja walau sekedar disisi mereka?" Ucap Sasuke dalam hati khawatir
"Ya, sudah aku ikut mereka saja. Walau hanya sekedar disisi mereka" Ucap Sasuke menyusul mereka berdua.
Onsen
Naruto dan Sakura tengah berada di tempat tujuan bejad mereka berdua. Lalu Naruto menuju ke celah kecil tersebut untuk melihat Hinata. Hal seperti ini sering Naruto lakukan untuk melihat betapa seksinya Tubuh Hinata.
"Ayo Sakura-san kemari. Dan lihatah dada Hinata-chan yang begitu besar" Ujar Naruto pelan
"Eh, Sasuke-kun. Katanya kau tidak mau ikut kami kenapa kau ikut?" Ucap Sakura pelan ketika melihat Sasuke datang.
"Aku khawatir kau menduakanku. Jadi aku hanya ingin mengawasimu saja" Ujar Sasuke
"Wow, diantara semua Kunoichi. Hinata adalah Kunoichi seangkatan kita dengan dada terbesar. Lihatlah kemari Sakura-san. Kau pasti akan iri padanya." Ujar Naruto Mesum tapi pelan kepada Sakura lalu Sakura menuju kesitu.
"Wow, kuakui dia memiliki dada yang besar. Ituah yang membuatku iri padanya…" Ujar Sakura lirih kemudian melirik dadanya yang kecil.
"… Tapi kuharap kau mencintai Hinata bukan karena tubuhnya / tidak akan kubunuh kau Naruto." Ujar Sakura pelan mengancam Naruto
"Hehehehe… Tenang saja Sakura-san. Aku mencintainya apa adanya. Tapi aku anggap itu sebagai nilai tambah." Ujar Naruto dengan keringat dingin yang keluar karena diancam oleh Sakura.
'Plak'
'Plak'
Sakura menampar kedua pipi Naruto.
"Aduh sakit." Ucap Naruto meringis kesakitan
"Apa kalian sudah puas dengan kegiatan kotor kalian? Hn." Ucap Sasuke
"Belum aku belum puas Sasuke." Ucap Naruto pelan tapi liar.
"Kira-kira apa yang membuatnya besar sehingga Hinata memiliki ukuran dada yang besar sekali? Aku penasaran." Ujar Sakura irih sambil mengintip Hinata
"Sudahlah Sakura. Terimalah apa adanya dirimu itu. Bagiku kau sudah sempurna." Ucap Sasuke menyeringai sambil mengangkat dagu Sakura dengan tangan kanannya agar mata mereka berdua bisa saling menatap. Dan hanya dibalas anggukan "ya" oleh Sakura.
"Tapi bilang saja kau juga ingin Sakura-san seperti Hinata." Ucap Naruto
"Aku tak secabul dirimu Naruto." Ucap Sasuke sebal
"Yah, sekarang Hinata telah pergi." Ucap Naruto dan Sakura lesu.
"Ayo, Sasuke, Sakura-san kita melapor ke Nenek Tsunade." Ujar Naruto mengajak Sasuke dan Sakura untuk melaporkan keberhasilan misi mereka kepada Tsunade.
"Baik" Ucapan tegas keluar dari mulut mereka berdua.
