Main pair : Lee Donghae x Lee Hyukjae aka Eunhyuk (Haehyuk/Haeeun)
Balasan Review
Lee Eun Jae: iye,ini lanjtannya,, ^^ mksih dah bilang seru critnya
anchofishy: ya deh, nanti aku bikinin mereka gk akan sdar2 dgn persaan mrk kkk~
ne, ini dah di lnjut ^^
myfishychovy: ne, maunya sih 1shot tapi, masih mampet ide untuk buat endingnya… mian ne
Lee Eun In: iy tuh hae, ntar hyuknya di ambil orang lho. Cepatlah sdar..
Yg di bisikkan IU dah tahu kn, ternyta si IU haehyuk shipper lho.. kkkk~
Iy, ni lanjtanya ^^
Jae19: iy chingu, saking polosnya smpai lola gitu nyadari perasaan msing2 kkk~ #mianhae oppa
In lnjutnya ^^
Saranghaehyukkie:
hyaaaa Yg di bisikkan IU dah tahu kn, ternyta si IU haehyuk shipper lho.. kkkk~
hyaaaaa …. maunya sih 1shot tapi, masih mampet ide untuk buat endingnya
Ne, in lanjutnya ^^
10rh: ne in lanjutannya^^, mksih dah di bilang kren critanya,
jgan donk chingu nanti haeppa ngis drah lagi kalau hyukpa ngelamar chingu :D
nurul. : iy nih hae tapi bkan Cuma haeppa kok chingu, noh pasangannya jga tuh.
Yg di bisikkan IU dah tahu kn, ternyta si IU haehyuk shipper lho.. kkkk~
In lanjutannya ^^
hana ryeong9: ne in lanjuttannya^^ mksih dah di bilang kren critanya,
: iy, dah d lanjut ni^^ mkasi di blang seru critanya
chingu maunya bgaimn nasib haenya? Aq bkin senang dsni nasibnya hae ^^
~Happy Reading~
"ne,, wah IU-ssi mworaggoyo?" aku menghentikkan langkahku begitu mendengar suara Eunhyuk. Aku menolehkan kepalaku kearah suara. Dan aku mendapati beberapa member juga melihat dan mendatangi sumber suara.
Deg
Ugh, appo! Aku meremas dada kiriku ini, syukur para member semua berlari kesana, ya,, ke tempat yang membuat dadaku sakit. Mataku memperhatikan wajah Eunhyuk, dia tersenyum sangat manis pada IU.
Deg
Ugh, kenapa tambah sesak sih! mmm, aku mengalami sesak ini, saat…
1, melihat Eunhyuk, berkata saranghae pada Jongwoon hyung dengan cengirannya waktu itu
2, melihat Eunhyuk juga, berpelukkan dengan Jongwoon hyung
Dan 3, sekarang saat lagi-lagi karena eunhyuk, tersenyum manis pada yeoja yang di gosipkan dengannya
"donghae-ah, gweanchana?" Tanya jongwoon hyung. Bagus, karena terlalu memikirkan Eunhyukie, kau sampai tidak sadar mereka menghampirimu.
"donghae hyung?" kali ini Kyu. Donghae jangan buat mereka khawatir. "ne, hyung gwaenchana? Hehehe dada kiriku terasa gatal, jadi ku remas saja daripada di garuk menimbulkan luka kan! Hehehe" kataku mencari alasan.
" hm, dasar kau. aneh" ujar Shindong hyung " hehehe" aku memaksa diriku tertawa. Aku terus melihat kearah IU dan Eunhyuk. Ya tuhan sesak sekali di sini.
"donghae-ah, ingat jangan sampai telat menyadarinya yah?" ujar teuki hyung mengikuti arah pandangku. Para member telah menaiki Lift. "kau tidak ikut?" tanya sungmin hyung.
"aduh, hyung sepertinya. Aku harus ke kamar mandi sekarang" aku langsung lari dan bersembunyi agak jauh dari lift, tak ingin mendengar protes dari hyungku yang pasti memaksaku naik. Aku masih mau disini melihatnya, aku tidak ingin membiarkan mereka beduaan, NEVER.
Setelah lift tertutup aku kembali ke depan lift, aku terus melihat kearah mereka dengan menahan rasa sesak di dadaku ini. Untung saja Eunhyuk membelakangiku.
Iu melihat kearahku sambil tersenyum manis, dia berjinjit kearah Eunhyuk. Dan namja itu hanya diam, apa-apaan itu. Oh God aku ingin sekali menarik namja babo itu dari IU sekarang juga. Tapi, ku urungkan niatku setelah melihat IU hanya membisikkan sesuatu pada Eunhyuk lalu berlalu.
"MWOYA?" teriak Eunhyuk.
Aku mendengar eunhyuk berteriak, membalikkan badannya mulai berjalan menghampiriku, bisa di bilang begitukan. Aku langsung berbalik dengan gaya sedang menunggu lift terbuka.
" kau belum naik?" tanyanya. "kelihatannya?" jawabku sambil menghadapnya yang berada di sampingku. Omo, dia itu namjakan? Kenapa dengan wajahnya yang memerah itu? Kenapa dia begitu manis sih? Oh god, aku sudah benar-benar tidak waras. Dan sekarang aku mengakui. Aku memang menyukai namja yang manisnya kayak yeoja ini.
Kami menaiki lift dengan suasana hening. Ini tidak biasanya. Setiap kami hanya berdua kami akan selalu beribut entah dari yang memang wajib untuk di ributkan sampai hal yang tidak penting sama sekali. Changkamman, aku baru sadar wajah Eunhyuk memerah itu sehabis IU membisikkan sesuatu padanya. Sebenarnya apa yang dibisikkan Iu sehingga dia menjadi diam dan memerah begitu. God, semoga bukan seperti apa yang ku pikirkan Tuhan. Aku mohon…
Ugh, membayangkannya saja sudah membuat dadaku kembali sesak. "Ughhh, appo" Ucapku sambil meremas dadaku lagi.
Normal pov
"ughhh, appo" ternyata tanpa sadar Donghae mengeluarkan suaranya saat menahan sakit. Eunhyuk yang daritadi hanya diam dan larut dalam pikirannya langsung melihat ke samping kirinya dan mendapati Donghae sedang meremas dadanya,, lagi.
"donghae-ah, mworagoeyo? Neo appo lagi?" tanya Eunhyuk khawatir. Mungkin karena terlalu sakit, Donghae sampai tidak mendengar kata-kata Eunhyuk. "Donghaae-ah, gweanchana?" donghae tetap tidak menjawab dan terlihat dia semakin kuat meremas dadanya itu membuat Eunhyuk panic. Pintu lift terbuka di lantai 11, Eunhyuk tidak keluar dia membiarkan pintu lift tertutup dan akan mengantar donghae ke dorm lantai 12.
Pintu lift terbuka tepat di lantai 12. "Donghae-ah!" tidak ada sahutan "aish,, jinjja!" kata Eunhyuk sebelum menggendong donghae di belakang punggungnya tanpa aba-aba, itu tentu saja membuat Donghae kaget dan dia membuka matanya. "Eunhyuk-ah apa yang kau lakukan?" tanya Donghae dengan suara lemahnya dalam gendongan Eunhyuk.
Entah kenapa dada Eunhyuk terasa sakit mendengar suara donghae seperti itu. "sudahlah diam saja, kau sakit sekarang. Walaupun aku tidak tau pasti kau sakit apa dan apa yang membuatmu sakit begini, yang aku tau sekarang aku tidak bisa melihat kau sakit begini" meski dia keberatan menggendong Donghae yang notabenenya badan Donghae lebih besar darinya. Tapi, itu tidak masalah asalkan Donghae tidak merasa sakit lagi atau setidaknya sakitnya berkurang.
Donghae merasa sangat nyaman dalam posisi ini, sesak di dadanya perlahan menghilang. Tapi, jika mengingat kejadian di bawah tadi,yang membuatnya dalam posisi ini. Rasanya dadanya kembali sesak.
Mereka telah sampai di depan dorm 12. Eunhyuk memencet bel.
"nuguya?" terdengar suara dari dalam dorm dan sepertinya itu suara sang leader.
"hyung ppali bukakan pintunya, ini Eunhyuk, hyung" beberapa saat pintu dorm terbuka. "ada ap.." Tanpa aba-aba dan ucapan salam Eunhyuk langsung masuk dan menuju kamar Donghae. Meninggalkan Eteuk yang cengo. Sadar dari kecengo-annya Eteuk langsung mengikuti kedua bocah tersebut.
Eunhyuk merebahkan Donghae secara perlahan diatas kasur bernuansa biru tersebut. "donghae-ah, kau istirahatlah sekarang. Kau jangan berpikir terlalu banyak dulu, ne?" kata Eunhyuk seraya membenarkan posisi tidur donghae dan tersenyum manis yang sangat tulus pada Donghae tetap dengan raut wajah khawatirnya .
Donghae pov
Deg, Deg, Deg
Oh God,, senyumnya itu bisa langsung membuat sesak di dadaku hilang. Aku hanya mengangguk, jujur aku masih merasa lemas karena meremas dadaku yang sakit daritadi hingga bajuku kusut begini. Melihat anggukkanku Eunhyuk membalikkan badannya sepertinya ingin keluar.
"ah,, Eteuk hyung, kau bisa men…"
"mianhae Eunhyukie, hyung dan Kangin akan pergi ke Kona Beans sekarang dan kau taukan Shindongie dia ada jadwal di simsimtapa" ucapan eunhyuk terpotong oleh Eteuk hyung yang sepertinya mengerti maksud Eunhyuk. "kau jagalah Donghae, bukankah ini karena kau?" ucap Eteuk hyung ambigu. Aku melihat eunhyuk mengernyitkan dahinya, ah.. dia memang babo. Sebenarnya bukan dia tapi kami. Tapi, lebih baik terlambat daripada tidak khan…
"donghae-ah" Eteuk hyung tersenyum padaku. Aku mengerti maksudmu hyung. Aku menganggukkan kepalaku. Lalu eteuk hyung meninggalkan kami BERDUA di dorm ini.
Eunhyuk pov
Aku mengernyit heran, karena aku, kenapa bisa. Sebenarnya tanpa kau suruhpun hyung, aku pasti menjaga Donghae. Hanya aku perlu ke dorm 11 dulu untuk meletakkan barang-barangku ini.
"eunhyuk ah, tidak apa-apa kalau kau tidak bisa. Aku juga udah baikkan kok" kata donghae menyadarkanku dari lamunanku. "ani" kataku lalu berjalan ke kasurnya setelah meletakkan barang-barangku di lantai dekat meja kecil di depan tempat tidurnya. "tidak bisa. Kau ingat saat di waiting room tadi, kau bilang sudah tidak sakit lagi, tapi,, tadi saat di lift yang ku lihat lebih parah" kulihat dia sudah duduk bersila di atas kasurnya. "dan lagipula kata Eteuk hyung, ini karena aku. Walaupun aku tidak tau apa yang ku lakukan padamu" aku ikut duduk bersila di atas kasur dan menghadapnya.
Mata kami bertemu. Tiba-tiba aku mengingat sesuatu yang di bisikkan IU tadi dan tanpa bisa di cegah, wajahku memanas sekarang. Pasti sekarang donghae akan menertawakanku. Oh ayolah jangan sekarang, jangan saat kita bertatapan begini. Aku menudukkan wajahku dan menutupnya dengan kedua tanganku.
"eunhyuk-ah, kenapa wajahmu memerah seperti itu?" tanya donghae lembut. Aku mendongakkan kepala melihatnya dan dia sedang tersenyum sangat manis. Oke, aku salah dia tidak menertawakanku "ani, aku hanya mengingat apa yang di katakan IU tadi" jawabku. Aku lihat dia memega ah,, ani dia meremas dadanya lagi.
"donghae-ah gweanchana?" tanyaku. Aku bingung bagaimana cara menghilangkan sakitnya.
"sakit eunhyuk-ah,, sakit sekali… di sini" kata donghae lirih. "sesakit itukah?" oh god, air mataku hampir jatuh. Aku melepas tangannya dari dadanya, genggamannya sangat erat dan itu membuat tanganku sedikit merah.
"lepaskan tanganmu biar aku bantu menghilangkan rasa sakit itu Donghae-ah" ucapku dengan segera mengelus-elus dan sesekali meniup dada kirinya yang sudah sangat merah -karena kancing kemejanya sebagian telah terlepas- berharap bisa menghilangkan rasa sakitnya
Ya tuhan kenapa mukaku memanas lagi sih, saat ini wajahku sangat dekat dengan dada kiri donghae karena aku berusaha mengelus-elus dan meniup dadanya yang sudah memerah ini mencoba dengan telapak tanganku menghilangkan rasa sakitnya. Oke, memang aku sering melihat ini. Tapi, tidak pernah sedekat ini apalagi memegangnya dan meniupnya. Tuhan,, jangan biarkan aku berpikir seperti itu saat ini.
Donghae pov
Ini sangat nyaman, sentuhan dari seorang sahabat tidak mungkin seperti ini. Baiklah, aku akan menyatakannya. Aku menunduk melihatnya setelah dari tadi aku menutup mata menikmati sentuhannya. Omo, wajah memerah itu lagi.
"eunhyuk-ah" aku menggengam tangannya yang berada di dadaku. Dia mendongakkan kepalanya dan secara tidak sengaja bibir kami bersentuhan. Dia membelalakan matanya, sungguh imut. Tapi setelahnya dia memejamkan matanya. Tanpa aba-aba aku langsung melumat bibir bawahnya dengan sangat lembut. Dia melakukan hal yang sama dia melumat bibir atasku tapi, gerakannya sangat kaku. Kami berciuman dengan tangannya dan tanganku yang berada di dadaku. Apakah dia sadar dadaku berdetak sangat cepat saat ini.
Seperti tersadar dia lalu melepaskan ciuman kami. "mi,mianhae" katanya menatapku dengan wajah yang sangat merah. "mi, mian" aku mengunci bibirnya dengan bibirku. Dia terbelalak kaget. Aku melepas bibirku darinya "eunhyuk-ah, kalau kau minta maaf lagi, aku akan melakukan hal yang lebih padamu" dia diam dan menundukkan wajahnya dan menutup wajahnya yang merah itu dengan tangan kanannya karena tangan kirinya masih berada di dadaku dalam genggamanku.
"eunhyuk-ah, kau tidak salah hanya babo" kataku menggodanya. "ya!" protesnya masih dengan wajah memerah itu. "hahaha, kau sadar tidak sih, kita berdua itu babo. Terlalu telat untuk menyadari perasaan kita. But, late better then never, right?"
"eoh?" cengo eunhyuk, jelas saja dia kan tidak terlalu mengerti bahasa Inggris "dan siapa bilang aku memiliki perasaan padamu?" jawab Eunhyuk sewot.
"ughh, appo"
"ya, donghae-ah gweanchana?" tanya Eunhyuk khawatir langsung menggunakan tangan kanannya mengelus dadaku.
"see, kau perduli sekali padaku tak ingin aku sakit lagi, eoh?" kataku langsung mengenggam tangan kanannya. "dan kau berusaha menghilangkan rasa sakit ini secepatnya, tanpa kau sadari tangan kirimu telah berada di dadaku." Kataku menggodanya dengan senyum termanisku
"ya! se, jik, sau,,, arrgh, sahabat mana juga akan melakukan hal itu kok" jawab eunhyuk gugup hingga salah-salah bicara
"tapi, mereka tidak membiarkan sahabatnya mengenggam mesra tangannya bukan" kataku menggodanya lagi sambil mengelus punggung tangannya dengan ibu jariku "hahaha kau kalah telak eunhyuk-ah"
"apanya yang kalah? Main game, iya!" katanya sewot dan menolehkan kepalanya ke arah kiri. Tapi,, tidak mencoba melepaskan kedua tangannya dari genggaman tanganku yang sekarang berada di lipatan kakiku. Aku tersenyum melihat tingkahnya itu. Benar-benar seperti seorang yeoja. Manis, tanpa sengaja aku melihat bibirnya yang sedikit dia poutkan itu, rasanya sangat manis saat aku melumatnya tadi.
"eunhyuk-ah, myeolchi, monkey, dancing machine. Lee hyukjae….. SARANGHAE, jeongmal saranghae, nan neomu saranghae." Kataku sambil mencium kedua tangannya lembut.
Dia nampaknya kaget dan menolehkan kepalanya kearahku tanpa meninggalkan rona merah di pipinya, "euhm… na, ugh.. nado saranghae,, donghae-a, fishy, prince charm, LEE DONGHAE" jawabnya menundukkkan kepalanya dengan suaranya yang kecil dengan menekankan kata terakhirnya dan sepertinya wajahnya tambah merah saja. Hahaha senang sekali melihat wajahnya seperti ini hanya karena aku.
Aku? Tapi,,, "hyuk-a, apa yang di bisikkan IU-ssi padamu tadi, sampai wajahmu memerah begitu?" ucapku kesal.
Eunhyuk Pov
"hyuk-a, apa yang di bisikkan IU-ssi padamu tadi, sampai wajahmu memerah begitu?" ucap donghae dengan nada tidak suka. Aish,, kenapa sikapnya berubah 180 derajat begitu. Aaa,,, aku tahu "donghae-ah, kau cemburu ne?" tanyaku berniat menggodanya.
"ye, kau tahu itu kan chagi! Kau hanya milikku, seorang LEE HYUKJAE HANYA MILIK seorang LEE DONGHAE dan aku tidak suka lihat kau merona karena orang lain, arasseo?" kata donghae posesif. Hei, wajah berhentilah memanas. Lagipula kenapa dia berkata seperti itu, ish.. rencananya ingin menggodanya kenapa malah aku yang merona sih.
"ya! Hyuk a…"
"YA! Kau pikir aku barang ka hmphh…" ucapkanku terpotong karena donghae menciumku. Ini gila, tapi….. aku menyukainya. Tanpa sadar aku menutup mataku dan mulai menikmati ciumman ini.
Donghae Pov
"ya! Hyuk a…"
"YA! Kau pikir aku barang, ka hmphh…" ucapannya terpotong karena aku menciumnya kesel sih dia tidak menjawab pertanyaanku malah memotong ucapanku. Aku melumat kedua belah bibirnya bergantian atas dan bawah. Ternyata tanpa ku paksa, dia telah membuka mulutnya mempersilahkanku untuk merasakan gua hangatnya. Langsung saja ku masukkan lidahku mengabsen semua yang ada dalam mulutnya .
"eummph…" 1 desahan lolos keluar dari mulutnya. Michigeutta,,, begini saja sudah membuat celanaku terasa sempit. Sadar Donghae jangan berbuat yang tidak-tidak di kamar Eteuk-hyung kalau kau tidak mau dicincang olehnya karena melakukan yang 'iya-iya' pada dongsaeng kesayangannya ini. Aku melepas ciummanku setelah sebelumnya menghisap keras lidah Eunhyuk lalu melihat kearahny.
OMO,, ya tuhan kenapa dia bisa menjadi sexy seperti ini. Look at him, wajah merona hebat dengan mata yang sendu. Bibir yang membengkak dan air liur entah itu air liur siapa sekarang mengalir dari mulut ke dagunya dan jatuh menetes ke atas kasurku dengan nafas yang terengah-engah. Aku tersenyum, terengah eoh? Sepertinya dia menikmatinya tadi sehingga tidak mau melepaskan ciumman tadi.
"menikmatinya eoh?" kataku mencoba menggodanya, walaupun godaanku nanti akan membuatnya kesal padaku tapi dia terlihat imut jika sedang marah. Dia mengangguk singkat. Aku salah, ternyata dia mengakuinya.
"Eoh, mengakuinya ne?" lalu aku menjilat sisa saliva yang masih mengalir dari mulutnya yang masih terbuka untuk menghirup udara itu. Aku melihat matanya melebar sepertinya dia kaget atas perlakuanku, tapi tidak menolak. Buktinya dia tidak mendorongku ataupun marah. Aku menjilatnya dari dagu lalu menjilat kedua bibirnya kemudian menghisap saliva yang berada di lidahnya serta yang berada di antara bawah lidah dan gigi bawahnya sehingga aku seperti menghisap gigi bawahnya.
Normal Pov
"ja… sekarang jawab apa yang di bisikkan IU-ssi padamu di bawah tadi? Jangan mengalihkan pembicaraan kalau kau tidak mau aku melakukan hal yang lebih dari ciumman tadi" ucap Donghae lembut sambil mengeringkan jejak salivanya di dagu dan bibir eunhyuk dengan tangannya.
" ish,,, kenapa kau penasaran sekali sih? Lagipula yang di bilang IU-ssi sudah terjadi kok" ucap Eunhyuk ambigu dan membuat donghae tambah bingung. Donghae pikir IU menyatakan perasaanya pada EunhyukNYA, dan kalau sudah terjadi mungkin saja EunhyukNYA menerima IU karena, memang EunhyukNYA itu mengagumi IU dan itu sudah bukan rahasia umum lagi. Kalau begitu kenapa eunhyuk menerimanya dan cium-
"diamenyuruhkuberpacarandenga nmu" ucap eunhyuk berteriak dengan satu tarikkan nafas " isssh,,," dia meringis karena wajahnya yang memerah hebat hanya karena mengatakan hal itu.
"hanya itu?" donghae kaget tapi, sejujurnya dia lega karena ternyata tidak seperti apa yang dia pikirkan. Walaupun sebenarnya dia masih bingung kenapa IU menyuruh EunhyukNYA seperti itu, tapi,, toh itu bukan hal yang penting untuk dipikirkan.
"ne? apa maksudmu hanya itu. Jadi, kau mau IU membisikkan apa padaku?" tanya eunhyuk heran.
"eumm.. tidakkah dia mau kita memberinya saudara, temannya bermain at.."
"YA! Ikan mesum! Aish,, sepertinya kau sudah sehat. Kalu begitu aku akan kembali ke kamarku" ucap eunhyuk lalu beranjak dari tempat tidur donghae yang sudah berantakan -dengan wajahnya yang memerah- mengambil tas yang dia taruh di lantai. Dan dengan hati yang lega, benar-benar lega karena donghae memang sudah tidak merasakan sakit lagi dan dia tahu penyebabnya. Dia merasa bahagia karena dialah obat penghilang rasa sakit saha -ralat- namjachingunya itu.
" hei, siapa yang di atas panggung sering membuka pakaianku?" kata donghae dengan seringaiannya
BINGGO
Eunhyuk terdiam membatu –di depan pintu dan membelakangi donghae- mendengar penuturan donghae tentang kebiasaannya itu. Jantungnya kembali berdetak seperti saat dia berdekatan dengan donghae, saat donghae menyentuhnya, dan saat donghae menciumnya tadi.
Donghae berjalan perlahan ke arah eunhyuk yang masih mebelakanginya.
"i.. ugh, itu juga karena kau yang memulai.."
Grep
Eunhyuk tersentak karena donghae menarik serta memeluknya erat dari belakang. Eunhyuk menggerakkan kedua tangannya untuk memegang lengan kanan Donghae –yang berada di perutnya- dan donghae meletakkan lengan kirinya diatas kedua punggung tangan eunhyuk yang sedang menggenggam lengan kanannya, lalu semakin mengeratkan pelukkannya. Donghae mencium tengkuk eunhyuk dan menghirup aroma khas seorang Lee Hyukjae. Eunhyuk yang mendapat perlakuan seperti itu merasa sangat nyaman walaupun jantungnya sedang berdetak dengan tidak normal.
"Saranghae donghae-ah"
Donghae melebarkan kedua matanya, jujur dia sungguh kaget mendengar apa yang di katakan namjachingunya itu. Memang itu hal yang wajar pasalnya mereka adalah sepasang kekasih. Namun, kata ini keluar deluan -tanpa ada paksaan darinya- dari mulut seorang Lee hyukjae yang terkenal sangat pemalu itu. Menyadari hal itu Donghae tersenyum sangat lembut, hatinya merasa sangat hangat mendengar itu.
"kau tahu jawabanya chagi! Ne, nado saranghae nae eunhyukkie" katanya lembut sambil mengeratkan pelukkannya dan terus menghirup aroma tubuh namjachingunya itu yang telah menjadi candunya sekarang. Eunhyukpun mengeratkan genggaman tangannya dan tersenyum bahagia hingga menampilkan gummy smilenya.
END
A/n: mian baru bisa update, dan semoga lanjutannya tidak mengecewakkan
Big Thanks buat semua yang sudah review dan minmi arakida, yang sudah memfavoritkan story ini
